Jumlah Cara Menyusun 4 Buku Matematika dan 3 Buku Kimia

Jumlah Cara Menyusun 4 Buku Matematika dan 3 Buku Kimia bukan sekadar teka-teki angka, melainkan pintu gerbang memahami logika tersembunyi di balik tata letak benda-benda di sekitar kita. Permasalahan kombinatorial klasik ini mengajak kita mengeksplorasi prinsip mendasar dalam matematika diskrit, yakni bagaimana menghitung pengaturan tanpa harus mencacah satu per satu, sebuah keterampilan yang berguna dari merapikan rak buku hingga merancang kode komputer.

Perhitungan kombinasi dalam menyusun 4 buku Matematika dan 3 buku Kimia di rak, yang menghasilkan 5.040 cara, mengandalkan prinsip permutasi yang ketat. Prinsip ketelitian serupa juga diterapkan dalam menghitung Gaya Angkat Benda Volume 2,5 m³ di Air Laut , di mana hukum Archimedes menjadi dasar otoritatifnya. Kembali ke dunia diskrit, penyusunan buku itu sendiri merupakan sebuah eksperimen logis yang menantang, menuntut ketepatan metode layaknya sebuah penelitian ilmiah.

Dengan asumsi bahwa setiap buku dalam subjek yang sama dianggap identik—empat buku matematika tak dapat dibedakan dan tiga buku kimia juga serupa—tantangannya menjadi lebih menarik. Kita tidak lagi berurusan dengan tujuh individu yang unik, melainkan dengan dua kelompok. Penyelesaiannya memerlukan penerapan rumus permutasi dengan unsur yang identik, yang dengan elegan menyaring pengaturan yang secara visual sama, menghasilkan jawaban yang tepat dan masuk akal.

Pengantar dan Definisi Masalah Penyusunan Buku

Dalam dunia matematika diskrit, penyusunan atau permutasi adalah konsep fundamental yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari, seperti saat merapikan rak buku. Bayangkan Anda memiliki tumpukan buku yang perlu diatur berjajar. Setiap urutan yang berbeda dihitung sebagai satu cara penyusunan yang unik. Ini adalah esensi dari permutasi: menghitung semua kemungkinan pengaturan linear dari sekumpulan objek.

Masalah spesifik yang kita bahas adalah menentukan jumlah cara menyusun 4 buku Matematika dan 3 buku Kimia dalam satu barisan, dengan asumsi krusial bahwa semua buku Matematika dianggap identik satu sama lain, dan semua buku Kimia juga dianggap identik. Artinya, menukar posisi antara dua buku Matematika tidak menghasilkan susunan yang baru. Ini berbeda jauh dengan skenario di mana ketujuh buku tersebut semuanya berbeda judul.

Jika setiap buku unik, maka kita memiliki 7 objek berbeda yang dapat diatur dalam 7! (7 faktorial) cara, yang jumlahnya sangat besar. Perbedaan mendasar ini menjadikan perhitungannya lebih menarik dan memerlukan pendekatan rumus yang khusus untuk unsur-unsur yang identik.

Konsep Dasar dan Rumus Permutasi dengan Unsur Identik

Untuk menyelesaikan masalah penyusunan objek yang sebagian identik, kita menggunakan modifikasi dari rumus permutasi biasa. Rumus intinya adalah membagi total permutasi jika semua benda dianggap berbeda, dengan faktorial dari jumlah benda yang identik. Hal ini dilakukan untuk mengeliminasi perhitungan berulang dari susunan yang sebenarnya sama akibat pertukaran benda sejenis.

Rumus: n! / (p! × q! × r! × …)
Dimana ‘n’ adalah total objek, dan p, q, r,… adalah jumlah objek dari masing-masing jenis yang identik.

Dalam konteks buku kita, total objek (n) adalah 7 (4 Matematika + 3 Kimia). Jenis identik pertama adalah buku Matematika, berjumlah p=4. Jenis identik kedua adalah buku Kimia, berjumlah q=3. Dengan demikian, rumus yang diterapkan menjadi 7! / (4! × 3!). Tabel berikut mengilustrasikan perbandingan mendasar antara kedua skenario penyusunan.

BACA JUGA  Jumlah Pasangan Mungkin untuk 40 Anggota Tanpa Tetangga dan Solusi Kombinatoriknya
Jenis Buku Rumus Contoh Perhitungan Hasil
Semua Buku Berbeda n! 7! = 7×6×5×4×3×2×1 5.040 cara
Ada Kelompok Identik (Mat & Kim) n! / (p!×q!) 7! / (4!×3!) 35 cara

Perbedaan hasil yang signifikan, dari 5.040 menjadi hanya 35 cara, jelas menunjukkan pengaruh besar asumsi identitas buku. Perhitungan 5.040 menganggap setiap buku unik, bahkan jika subjeknya sama, sementara 35 cara mewakili pola penyebaran yang berbeda antara dua jenis buku di rak.

Langkah-langkah Perhitungan Detail

Mari kita uraikan proses perhitungan untuk mendapatkan angka 35 cara tersebut secara sistematis. Proses ini melibatkan operasi faktorial yang perlu dilakukan dengan cermat untuk menghindari kesalahan perhitungan.

Perhitungan kombinasi menyusun 4 buku matematika dan 3 buku kimia di rak, yang menghasilkan 5040 cara berbeda, mengajarkan kita tentang pola dan ketepatan. Prinsip ketelitian ini juga krusial dalam aktivitas lain, seperti saat menulis narasi petualangan, di mana Pengalaman Pendakian Gunung Merapi dan Pilihan Perbaikan Kalimat Keempat membahas pentingnya struktur kalimat yang tepat. Dengan demikian, baik dalam matematika maupun menulis, penyusunan yang sistematis dan akurat adalah kunci untuk mencapai hasil yang optimal dan bermakna.

  1. Identifikasi nilai: Total buku, n = 7. Buku Matematika identik, p = 4. Buku Kimia identik, q = 3.
  2. Substitusi ke dalam rumus: Jumlah Cara = 7! / (4! × 3!).
  3. Hitung masing-masing faktorial:
    • 7! = 7 × 6 × 5 × 4 × 3 × 2 × 1 = 5040
    • 4! = 4 × 3 × 2 × 1 = 24
    • 3! = 3 × 2 × 1 = 6
  4. Lakukan pembagian: 5040 / (24 × 6) = 5040 / 144 = 35.

Jadi, jumlah cara menyusun 4 buku Matematika (identik) dan 3 buku Kimia (identik) dalam satu barisan adalah 35 cara.

Beberapa poin penting yang perlu diperiksa kembali selama proses perhitungan adalah: memastikan penjumlahan p dan q sama dengan n, ketepatan dalam menghitung nilai faktorial, serta urutan operasi (menghitung penyebut terlebih dahulu sebelum membagi).

Visualisasi dan Ilustrasi Pola Penyusunan

Meski hanya 35 susunan, memahami polanya dapat memberi gambaran yang lebih konkret. Bayangkan kita menggunakan simbol M untuk Matematika dan K untuk Kimia. Salah satu susunan bisa jadi M M K K M K M. Susunan lain seperti K K K M M M M juga valid. Intinya, kita mencari semua string unik sepanjang 7 karakter yang terdiri dari 4 huruf M dan 3 huruf K.

Untuk mempermudah, kita bisa menganalogikan dengan memiliki 7 slot kosong dan kita harus memilih 3 slot di antaranya untuk ditempati buku Kimia (sisanya otomatis untuk Matematika), atau memilih 4 slot untuk Matematika. Inilah mengapa perhitungannya juga setara dengan kombinasi C(7,3) atau C(7,4) yang hasilnya sama, 35. Tabel berikut menunjukkan beberapa variasi pola untuk memberikan gambaran visual tekstual.

BACA JUGA  Hitung Pinjaman Pak Yudi Bunga 12% per Tahun selama 9 Bulan
Posisi 1-3 Posisi 4-5 Posisi 6-7 Keterangan Pola
M M M K K M K Matematika mendominasi awal, Kimia di tengah.
K K K M M M M Semua Kimia di depan, Matematika mengisi sisa.
M K M K M K M Pola selang-seling yang tidak sempurna.
M M K M K M K Dua Matematika awal, kemudian selang-seling.

Analoginya seperti memiliki 7 bola, 4 putih (Matematika) dan 3 hitam (Kimia). Kita menggelar semua bola dalam satu garis. Pertukaran antara bola putih dengan bola putih lainnya tidak mengubah pola garis secara keseluruhan, sehingga kita hanya menghitung pola warna yang berbeda, bukan pertukaran antar bola spesifik.

Perhitungan jumlah cara menyusun 4 buku matematika dan 3 buku kimia, yang menghasilkan 5040 susunan berbeda, mengilustrasikan prinsip kombinatorial yang ketat. Prinsip keteraturan ini justru kerap absen dalam dinamika Sektor Usaha Informal Memiliki Lingkup Ekonomi yang Sempit dan Kecil , di mana aktivitas ekonomi cenderung tak terstruktur. Kembali ke konteks buku, meski aturan penyusunannya jelas, kompleksitas perhitungannya tetap menuntut ketelitian analitis yang tinggi.

Variasi Soal dan Aplikasi Lainnya: Jumlah Cara Menyusun 4 Buku Matematika Dan 3 Buku Kimia

Konsep penyusunan dengan unsur identik dapat dikembangkan menjadi masalah yang lebih kompleks dengan menambahkan berbagai syarat atau batasan. Dua variasi umum adalah mengelompokkan buku sejenis atau melarang buku sejenis untuk bersebelahan.

Jika buku Kimia harus selalu berkumpul (dianggap sebagai satu blok), maka kita memperlakukan 3 buku Kimia yang identik itu sebagai satu “blok super”. Sekarang objek yang disusun adalah: 1 blok Kimia dan 4 buku Matematika (identik). Total ada 5 objek dengan 4 di antaranya identik (Matematika). Jumlah cara = 5! / 4! = 5 cara. Di dalam blok Kimia, karena bukunya identik, hanya ada 1 cara penyusunan.

Jadi total cara = 5 × 1 = 5 cara.

Sebaliknya, jika buku Matematika tidak boleh bersebelahan, kita perlu strategi berbeda. Salah satu metode efektif adalah dengan menyusun buku Kimia terlebih dahulu. Karena 3 buku Kimia identik, susunannya hanya 1 cara relatif satu sama lain. Mereka membentuk 4 celah (di depan, di antara, dan di belakang) seperti ini: _ K _ K _ K _. Untuk memastikan Matematika tidak bersebelahan, kita harus menempatkan ke-4 buku Matematika yang identik itu ke dalam 4 celah tersebut, masing-masing paling banyak 1 buku per celah.

Ternyata kita punya 4 celah dan 4 buku, sehingga hanya ada 1 cara penempatan, yaitu menaruh satu buku Matematika di setiap celah. Jadi, hanya ada 1 cara susunan dimana tidak ada dua buku Matematika yang bersebelahan.

  • Berkumpul (Kimia): Perlakukan sebagai blok. Hitung permutasi blok dan buku lain, lalu kalikan dengan penyusunan dalam blok. Hasil: 5 cara.
  • Tidak Bersebelahan (Matematika): Susun buku lain dulu, lalu tempatkan buku yang dilarang bersebelahan di celah-celah yang tersedia. Hasil: 1 cara.

Perbandingan dengan kasus dasar (35 cara) menunjukkan bahwa penambahan batasan secara signifikan mengurangi jumlah kemungkinan penyusunan, bahkan hingga sangat sedikit.

BACA JUGA  Jarak Garis AK ke Bola yang Menyinggung Kubus Rusuk 10 cm

Latihan dan Penerapan Konsep, Jumlah Cara Menyusun 4 Buku Matematika dan 3 Buku Kimia

Untuk menguasai konsep ini, cobalah berlatih dengan soal-soal berikut yang dirancang dengan tingkat kesulitan bertingkat. Soal-soal ini menguji pemahaman mendasar hingga kemampuan menerapkan konsep dalam skenario yang lebih rumit.

Soal 1 (Mudah): Tentukan banyaknya cara menyusun 5 buku Fisika yang identik dan 2 buku Biologi yang identik dalam satu rak buku.

Petunjuk: Langsung gunakan rumus permutasi dengan unsur identik. Total objek n=7, dengan dua kelompok identik (p=5, q=2).

Soal 2 (Sedang): Ada 3 lampu merah identik, 4 lampu kuning identik, dan 2 lampu hijau identik yang akan dipasang pada 9 soket berjajar. Berapa banyak pola warna berbeda yang dapat dihasilkan?

Petunjuk: Ini adalah penyusunan tiga jenis objek identik. Rumusnya n! / (p! × q! × r!), dengan n=9, p=3, q=4, r=2.

Soal 3 (Menantang): Dari kata “MISSISSIPPI”, berapa banyak kata berbeda (tidak harus bermakna) yang dapat dibentuk dengan menyusun semua hurufnya? Asumsikan huruf yang sama dianggap identik.

Petunjuk: Hitung frekuensi setiap huruf: M=1, I=4, S=4, P=2. Total huruf n=11. Terapkan rumus untuk empat kelompok identik.

Kunci Jawaban:

  • 7!/(5!×2!) = 5040/(120×2) = 5040/240 = 21 cara.
  • 9!/(3!×4!×2!) = 362880/(6×24×2) = 362880/288 = 1260 pola.
  • 11!/(1!×4!×4!×2!) = 39916800/(1×24×24×2) = 39916800/1152 = 34650 kata berbeda.

Ringkasan Penutup

Jumlah Cara Menyusun 4 Buku Matematika dan 3 Buku Kimia

Source: amazonaws.com

Dengan demikian, perhitungan Jumlah Cara Menyusun 4 Buku Matematika dan 3 Buku Kimia telah mengungkap bahwa hanya terdapat 35 konfigurasi unik. Nilai ini, yang jauh lebih kecil dari 5.040 susunan jika semua buku berbeda, dengan tegas menunjukkan betapa identitas unsur memperkaya sekaligus menyederhanakan dunia pengaturan. Pemahaman terhadap konsep ini tidak berhenti di rak buku; ia menjadi fondasi untuk menganalisis pola yang lebih kompleks dalam statistika, ilmu komputer, dan riset operasional, membuktikan bahwa kesederhanaan dalam rumus seringkali membawa dampak aplikasi yang luas dan mendalam.

Jawaban yang Berguna

Apakah hasilnya akan sama jika buku matematikanya berbeda-beda judulnya, tetapi buku kimia tetap sama?

Tidak. Jika keempat buku matematika dapat dibedakan (berbeda), maka kita memiliki 4 buku berbeda dan 3 buku identik. Rumusnya berubah menjadi 7! / 3! = 840 cara. Identitas buku sangat mempengaruhi hasil perhitungan.

Bagaimana jika kita ingin menyusunnya dalam sebuah rak yang hanya muat 5 buku?

Masalahnya berubah secara fundamental dari permutasi semua benda menjadi permutasi dengan pemilihan (kombinasi dan permutasi sebagian). Kita perlu memilih 5 buku dari total 7 (dengan kelompok identik), lalu menyusunnya. Ini menjadi soal yang lebih kompleks dan tidak diselesaikan dengan rumus tunggal seperti pada artikel.

Apakah analogi ini bisa diterapkan untuk menyusun kata dari huruf-huruf yang ada pada sebuah kata?

Tepat sekali! Ini adalah aplikasi yang sangat umum. Misalnya, menghitung banyaknya anagram dari kata “MAMA” (dengan M dan A yang berulang) menggunakan rumus yang sama: 4! / (2!
– 2!) = 6 cara. Prinsipnya persis seperti menyusun buku yang identik.

Mengapa kita membagi dengan 4! dan 3!, bukan mengalikannya?

Pembagian dilakukan untuk menghilangkan (membatalkan) penyusunan ulang yang dihitung berlebih. Karena 4 buku matematika identik, menukar posisi keempat buku tersebut di antara mereka sendiri (yang ada 4! cara) tidak menghasilkan susunan baru. Jadi, kita membagi total permutasi (7!) dengan 4! untuk mengoreksi kelebihan hitungan dari kelompok matematika, dan juga dengan 3! untuk kelompok kimia.

Leave a Comment