Refleksi L=(-y-1)²+(-x+3)²=4 pada Titik Asal dan Hasilnya

Refleksi L=(-y-1)²+(-x+3)²=4 pada titik asal merupakan salah satu aplikasi menarik dari transformasi geometri yang melibatkan konsep pencerminan. Proses ini mengajak kita untuk melihat bagaimana sebuah bentuk lingkaran berubah posisinya di bidang koordinat ketika dicerminkan terhadap pusat bidang itu sendiri, yaitu titik (0,0). Transformasi ini bukan sekadar menggeser, tetapi menciptakan bayangan yang simetris dengan jarak yang setara dari titik pantul.

Dengan menganalisis persamaan lingkaran tersebut, kita dapat mengungkap sifat-sifat dasarnya seperti titik pusat dan jari-jari sebelum refleksi. Selanjutnya, melalui serangkaian langkah matematis yang sistematis, kita akan menemukan persamaan baru yang merepresentasikan lingkaran hasil pencerminan. Pembahasan ini memberikan pemahaman konkret tentang bagaimana aturan transformasi koordinat bekerja pada suatu objek geometri yang utuh.

Pengenalan Konsep Refleksi pada Lingkaran

Dalam geometri analitik, refleksi atau pencerminan adalah transformasi yang menghasilkan bayangan cermin dari suatu objek terhadap sebuah garis atau titik. Kali ini, kita akan fokus pada refleksi terhadap titik asal, yaitu titik (0,0). Prinsip dasarnya sederhana: setiap titik pada bangun geometri akan “dibalikkan” posisinya secara sempurna melalui titik pusat koordinat ini.

Refleksi terhadap titik asal berbeda dengan refleksi terhadap sumbu. Refleksi terhadap sumbu-x hanya mengubah tanda koordinat y (menjadi (x, -y)), sementara refleksi terhadap sumbu-y hanya mengubah tanda koordinat x (menjadi (-x, y)). Refleksi terhadap titik asal adalah gabungan dari keduanya, mengubah tanda kedua koordinat sekaligus. Jika kita memiliki titik A(x, y), bayangannya setelah dicerminkan terhadap titik asal adalah A'(-x, -y).

Sebagai contoh, titik (2, 5) akan berpindah ke (-2, -5), dan titik (-3, 1) akan berpindah ke (3, -1).

Definisi dan Prinsip Dasar Refleksi

Refleksi terhadap titik asal merupakan jenis transformasi isometri, yang berarti jarak antara titik-titik pada bangun asal tetap dipertahankan pada bayangannya. Transformasi ini bersifat involusi, artika jika suatu bayangan direfleksikan sekali lagi terhadap titik yang sama, ia akan kembali ke posisi semula. Konsep ini menjadi kunci untuk menganalisis bagaimana bentuk-bentuk seperti lingkaran berperilaku ketika mengalami transformasi semacam ini.

BACA JUGA  Ubah Pecahan 50/35 Menjadi Desimal Panduan Praktis Konversi

Analisis Persamaan Lingkaran Awal: Refleksi L=(-y-1)²+(-x+3)²=4 Pada Titik Asal

Sebelum melakukan refleksi, kita perlu memahami dengan baik bentuk lingkaran awal yang diberikan. Persamaan L=(-y-1)²+(-x+3)²=4 mungkin terlihat sedikit tidak biasa karena variabel x dan y berada di dalam tanda negatif. Tugas pertama kita adalah mengidentifikasi titik pusat dan jari-jari lingkaran ini dengan menyusunnya ke dalam bentuk baku.

Bentuk baku persamaan lingkaran adalah (x – a)² + (y – b)² = r², di mana (a, b) adalah koordinat titik pusat dan r adalah panjang jari-jari. Dengan menyederhanakan persamaan awal, kita dapat mengungkap informasi penting tersebut.

Komponen Penting Lingkaran Awal

Mari kita tulis ulang persamaan L=(-y-1)²+(-x+3)²=
4. Perhatikan bahwa (-y-1) dapat ditulis sebagai -(y+1) dan (-x+3) sebagai -(x-3). Kuadrat dari bilangan negatif adalah positif, sehingga persamaan tersebut setara dengan (y+1)² + (x-3)² =
4. Dengan menata ulang, kita peroleh bentuk bakunya: (x – 3)² + (y + 1)² = 2².

Dari sini, informasi tentang lingkaran awal dapat dirangkum dengan jelas.

Bentuk Persamaan Titik Pusat (a,b) Jari-jari (r) Bentuk Baku
(-y-1)²+(-x+3)²=4 (3, -1) 2 (x – 3)² + (y + 1)² = 4

Prosedur Refleksi Lingkaran terhadap Titik Asal

Merefleksikan seluruh lingkaran terhadap titik asal dapat dilakukan dengan pendekatan yang efisien. Karena lingkaran didefinisikan oleh titik pusat dan jari-jarinya, dan refleksi adalah transformasi isometri yang menjaga jarak, maka jari-jari lingkaran tidak akan berubah. Dengan demikian, kunci transformasi terletak sepenuhnya pada titik pusatnya.

Langkah-langkah sistematisnya adalah sebagai berikut: pertama, identifikasi titik pusat lingkaran awal, yaitu P(a, b). Kedua, cari bayangan dari titik pusat ini terhadap titik asal (0,0) dengan menggunakan aturan (x’, y’) = (-x, -y), sehingga diperoleh P'(-a, -b). Ketiga, lingkaran hasil refleksi akan memiliki titik pusat di P’ dan jari-jari yang sama persis, r.

Transformasi Titik Pusat sebagai Kunci

Ilustrasinya, lingkaran awal kita berpusat di (3, -1). Setelah direfleksikan terhadap titik asal, bayangan titik pusatnya adalah (-3, 1). Bayangkan pada bidang koordinat, lingkaran awal yang pusatnya di kuadran IV (kanan bawah) ini akan berpindah ke posisi yang berseberangan secara diagonal, yaitu ke kuadran II (kiri atas). Posisinya simetris sempurna jika kita tarik garis lurus dari pusat awal melalui titik (0,0) hingga ke pusat bayangan.

BACA JUGA  Dapatkan 10.000 Gold dengan Menjawab 12 Soal Matematika Tantangan Seru

Penurunan Persamaan Hasil Refleksi

Selain melalui transformasi titik pusat, kita dapat memperoleh persamaan lingkaran hasil refleksi dengan melakukan substitusi transformasi langsung ke dalam persamaan awal. Metode ini memberikan verifikasi aljabar yang solid untuk hasil yang telah kita prediksi secara geometris.

Karena aturan refleksi terhadap titik asal adalah x’ = -x dan y’ = -y, maka hubungan kebalikannya adalah x = -x’ dan y = -y’. Kita akan mensubstitusikan nilai x dan y ini ke dalam persamaan lingkaran awal dalam bentuk baku.

Proses Substitusi dan Penyederhanaan

Mulai dari persamaan baku awal: (x – 3)² + (y + 1)² = 4. Substitusi x = -x’ dan y = -y’.

(-x’

3)² + (-y’ + 1)² = 4

[(-1)(x’ + 3)]² + [(-1)(y’

1)]² = 4

(x’ + 3)² + (y’ – 1)² = 4

Karena x’ dan y’ hanyalah variabel, kita dapat menuliskannya kembali sebagai x dan y untuk persamaan akhir. Dengan demikian, persamaan hasil refleksi adalah (x + 3)² + (y – 1)² =
4. Jika kita bandingkan secara langsung:

Persamaan Awal: (x – 3)² + (y + 1)² = 4
Persamaan Hasil Refleksi: (x + 3)² + (y – 1)² = 4

Terlihat jelas bahwa tanda pada koordinat titik pusat berubah dari (3, -1) menjadi (-3, 1), yang sesuai dengan prediksi kita.

Visualisasi dan Interpretasi Hasil

Setelah melalui proses analitik, kita dapat mendeskripsikan posisi kedua lingkaran di bidang kartesius. Lingkaran awal L₁ berpusat di (3, -1) dengan jari-jari 2. Lingkaran ini terletak di kuadran IV, menjangkau daerah di sekitar titik (5,-1), (3,1), (1,-1), dan (3,-3). Lingkaran hasil refleksi L₂ berpusat di (-3, 1) dengan jari-jari yang sama. L₂ menempati kuadran II, dengan area di sekitar titik (-5,1), (-3,3), (-1,1), dan (-3,-1).

Kedua lingkaran ini memiliki hubungan simetris yang sempurna terhadap titik asal. Setiap titik pada L₁, misalnya A(5, -1), memiliki pasangan simetrisnya A'(-5, 1) yang terletak pada L₂. Garis yang menghubungkan titik-titik berpasangan ini akan selalu melalui titik (0,0) dan membagi dua sama panjang.

Perbandingan Sifat Lingkaran Awal dan Hasil Refleksi, Refleksi L=(-y-1)²+(-x+3)²=4 pada titik asal

Refleksi L=(-y-1)²+(-x+3)²=4 pada titik asal

Source: slidesharecdn.com

Sifat Lingkaran Awal (L₁) Lingkaran Hasil (L₂)
Posisi Kuadran Kuadran IV Kuadran II
Titik Pusat (3, -1) (-3, 1)
Jari-jari (r) 2 2
Bentuk Persamaan (x – 3)² + (y + 1)² = 4 (x + 3)² + (y – 1)² = 4

Penerapan dan Contoh Variasi

Prosedur yang telah kita lakukan bersifat umum dan dapat diterapkan pada persamaan lingkaran apa pun. Sebagai contoh variasi, ambil lingkaran dengan persamaan (x + 5)² + (y – 4)² = 9. Titik pusatnya (-5, 4) dan jari-jarinya 3. Refleksi terhadap titik asal akan memetakan titik pusat ke (5, -4). Jadi, persamaan hasil refleksinya adalah (x – 5)² + (y + 4)² = 9.

BACA JUGA  Hubungan Tekanan Zat Cair dengan Luas Penampang Prinsip dan Aplikasi

Perlu diperhatikan bahwa refleksi terhadap titik asal secara konsep ekuivalen dengan rotasi sejauh 180 derajat dengan pusat rotasi di (0,0). Kedua transformasi ini menghasilkan aturan pemetaan yang sama: (x, y) → (-x, -y). Oleh karena itu, dalam konteks lingkaran, memutarnya setengah putaran atau mencerminkannya terhadap titik asal akan memberikan hasil yang identik.

Refleksi terhadap Titik Lain

Bagaimana jika refleksi dilakukan terhadap titik lain, misalnya titik C(p, q)? Prinsipnya tetap sama, tetapi aturan transformasinya berubah. Titik (x, y) direfleksikan terhadap C(p, q) akan memiliki bayangan di (2p – x, 2q – y). Jika kita ingin merefleksikan lingkaran awal kita terhadap titik (1, 2), maka bayangan titik pusat (3, -1) adalah (2*1 – 3, 2*2 – (-1)) = (-1, 5).

Persamaan lingkaran barunya akan menjadi (x + 1)² + (y – 5)² = 4. Hal ini menunjukkan bahwa pemilihan titik pusat refleksi sangat menentukan hasil akhir posisi lingkaran.

Akhir Kata

Secara keseluruhan, refleksi lingkaran terhadap titik asal menghasilkan bayangan yang simetris sempurna, di mana titik pusat lingkaran baru merupakan negatif dari titik pusat lingkaran awal. Proses ini dengan jelas menunjukkan bahwa refleksi terhadap titik (0,0) secara efektif memutar lingkaran sejauh 180 derajat di sekitar titik asal. Pemahaman terhadap transformasi ini membuka jalan untuk menganalisis refleksi terhadap titik-titik lain atau bahkan terhadap garis, memperkaya alat yang kita miliki dalam mempelajari geometri analitik.

Pertanyaan dan Jawaban

Apakah hasil refleksi ini mengubah ukuran atau bentuk lingkaran?

Tidak, refleksi termasuk transformasi isometri. Lingkaran hasil refleksi memiliki jari-jari yang persis sama dengan lingkaran awal. Hanya posisinya saja yang berubah, bentuk dan ukurannya tetap sempurna sebagai sebuah lingkaran.

Bagaimana jika persamaan lingkaran awalnya tidak dalam bentuk baku?

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyusun ulang persamaan ke dalam bentuk baku (x-a)²+(y-b)²=r². Identifikasi titik pusat (a,b) dan jari-jari (r) merupakan kunci untuk menerapkan transformasi refleksi dengan mudah dan akurat.

Apakah refleksi terhadap titik asal sama dengan rotasi 180 derajat?

Ya, untuk semua titik di bidang Kartesius, refleksi terhadap titik asal (0,0) menghasilkan hasil yang identik dengan rotasi sejauh 180 derajat terhadap titik yang sama. Koordinat (x,y) akan berubah menjadi (-x,-y) pada kedua transformasi tersebut.

Dapatkah prosedur ini digunakan untuk bentuk geometri selain lingkaran?

Tentu bisa. Prinsip dasarnya sama: ganti setiap variabel x dan y dalam persamaan dengan -x dan -y. Metode ini berlaku untuk refleksi titik asal pada kurva apa pun yang dinyatakan dalam persamaan, seperti elips, parabola, atau garis.

Leave a Comment