Selang Kepercayaan 99% Proporsi Pengusaha Kecil Pilih BPR bukan sekadar angka statistik yang kaku, melainkan jendela yang memberi kita keyakinan hampir mutlak untuk memahami preferensi nyata pelaku usaha mikro. Bayangkan, dengan tingkat kepercayaan setinggi itu, kita bisa berkata, “Hampir pasti, inilah rentang proporsi sebenarnya di populasi,” sebuah klaim yang jarang bisa dibuat dalam dunia riset yang penuh ketidakpastian. Ini adalah cerita tentang data, kepercayaan diri statistik, dan pilihan finansial riil yang dilakukan oleh tulang punggung ekonomi kita.
Analisis ini berangkat dari pertanyaan mendasar: berapa sebenarnya persentase pengusaha kecil yang lebih memilih Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dibanding lembaga keuangan lain? Untuk menjawabnya, metodologi survei yang ketat dirancang, menyasar kriteria pengusaha kecil yang tepat, dan teknik sampling yang representatif diterapkan. Hasilnya kemudian diolah bukan sekadar menjadi satu angka tunggal, melainkan sebuah selang—sebuah rentang estimasi yang dilindungi oleh payung keyakinan 99%, yang jauh lebih kuat dan informatif bagi pengambilan keputusan strategis.
Memahami Konsep Dasar Selang Kepercayaan dan Proporsi
Source: antaranews.com
Dalam dunia penelitian, terutama yang melibatkan survei, hampir mustahil untuk mewawancarai seluruh populasi. Di sinilah statistik hadir sebagai penyelamat, dengan memberikan alat bernama selang kepercayaan (confidence interval). Konsep ini memungkinkan kita membuat estimasi yang jujur tentang populasi berdasarkan data sampel, sekaligus mengakui adanya ketidakpastian. Bayangkan selang kepercayaan sebagai jaring yang kita lempar untuk menangkap parameter populasi yang sebenarnya; kita tidak tahu persis di mana posisinya, tapi kita punya keyakinan tertentu bahwa jaring kita telah menjangkaunya.
Esensi Statistik Selang Kepercayaan 99% untuk Proporsi
Selang kepercayaan 99% untuk proporsi adalah sebuah rentang nilai, yang dihitung dari data sampel, di mana kita memiliki keyakinan 99% bahwa proporsi sebenarnya dalam populasi (misalnya, proporsi pengusaha kecil yang memilih BPR) terletak di dalam rentang tersebut. Angka 99% ini disebut tingkat keyakinan. Artinya, jika kita mengambil 100 sampel berbeda dari populasi yang sama dan menghitung selang kepercayaan 99% untuk setiap sampel, maka kira-kira 99 dari selang tersebut akan mengandung proporsi populasi yang benar.
Ini bukan berarti probabilitas proporsi sebenarnya ada di dalam satu selang tertentu adalah 99%; proporsi sebenarnya itu sudah tetap, yang berfluktuasi adalah selangnya.
Perbandingan Tingkat Keyakinan dan Dampaknya pada Lebar Selang
Tingkat keyakinan berbanding lurus dengan lebar selang. Semakin tinggi keyakinan yang kita inginkan, semakin lebar “jaring” yang harus kita tebarkan. Sebuah selang kepercayaan 95% akan lebih sempit dibandingkan selang kepercayaan 99% dari data sampel yang sama, karena kita bersedia menerima risiko kesalahan yang lebih besar (5% vs 1%). Memilih tingkat keyakinan adalah trade-off antara presisi (selang yang sempit) dan kepastian (keyakinan yang tinggi).
Dalam konteks kebijakan penting, seperti menentukan strategi nasional untuk sektor keuangan mikro, tingkat keyakinan 99% sering dipilih untuk meminimalkan risiko kesimpulan yang keliru.
Proporsi Pengusaha Kecil sebagai Parameter Populasi
Dalam studi ini, parameter populasi yang ingin kita estimasi adalah proporsi atau persentase dari seluruh pengusaha kecil di suatu wilayah (misalnya, provinsi atau nasional) yang lebih memilih Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebagai mitra keuangan utamanya dibandingkan jenis bank atau lembaga keuangan lainnya. “Pengusaha kecil” sendiri perlu didefinisikan secara operasional, misalnya berdasarkan jumlah aset, omzet tahunan, atau jumlah karyawan, sesuai dengan definisi dari otoritas seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Badan Pusat Statistik (BPS).
Proporsi ini adalah angka tunggal yang tetap di dunia nyata, tapi tidak kita ketahui, dan tujuan analisis statistik adalah untuk mendekatinya.
Karakteristik Selang Kepercayaan pada Berbagai Tingkat Keyakinan
Pemahaman tentang trade-off antara tingkat keyakinan dan lebar selang dapat diringkas dalam tabel berikut. Tabel ini mengasumsikan proporsi sampel (p̂) sebesar 0.65 (65%) dan ukuran sampel (n) 400 untuk konsistensi perbandingan.
| Tingkat Keyakinan | Nilai-Z (Kira-kira) | Margin of Error (Contoh) | Interpretasi Praktis |
|---|---|---|---|
| 90% | 1.645 | ± 3.9% | Lebih presisi, tapi risiko salah 1 dari 10. |
| 95% | 1.960 | ± 4.7% | Keseimbangan standar antara keyakinan dan presisi. |
| 99% | 2.576 | ± 6.1% | Keyakinan sangat tinggi, tapi selang paling lebar. |
Dari tabel terlihat jelas bahwa untuk menyatakan “Kita 99% yakin”, kita harus menerima selang estimasi yang lebih luas (±6.1%) dibandingkan jika kita cukup dengan keyakinan 95% (±4.7%).
Metodologi Penelitian dan Pengumpulan Data
Keakuratan selang kepercayaan sangat bergantung pada kualitas data yang menjadi fondasinya. Metodologi yang solid memastikan bahwa sampel yang kita ambil benar-benar mewakili populasi pengusaha kecil yang ingin kita pelajari. Tanpa ini, selang kepercayaan 99% sekalipun hanya akan memberikan keyakinan yang salah terhadap estimasi yang bias.
Rancangan Survei untuk Data Preferensi Lembaga Keuangan
Survei yang tepat untuk mengumpulkan data ini sebaiknya menggunakan pendekatan campuran (mixed-method). Metode kuantitatif melalui kuesioner terstruktur digunakan untuk mendapatkan data proporsi yang dapat dihitung secara statistik. Sementara itu, wawancara mendalam (kualitatif) dapat ditambahkan pada sub-sampel untuk memahami alasan mendalam di balik pilihan mereka. Survei dapat dilakukan secara tatap muka langsung di sentra-sentra usaha (pasar, kawasan industri kecil, sentra kerajinan), melalui telepon dengan basis data yang valid, atau secara daring dengan target yang spesifik untuk menghindari bias.
Kriteria dan Karakteristik Responden Pengusaha Kecil
Definisi operasional responden harus jelas dan terukur. Sebagai contoh, studi ini dapat mengadopsi kriteria dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) mengenai Lembaga Keuangan Mikro atau definisi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Undang-Undang. Kriteria yang mungkin digunakan antara lain:
- Memiliki aset produktif (di luar tanah dan bangunan tempat usaha) antara Rp50 juta hingga Rp500 juta.
- Memiliki omzet tahunan antara Rp300 juta hingga Rp2,5 miliar.
- Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang dari usaha menengah/besar.
- Pemilik sekaligus pengelola aktif terlibat dalam operasional usaha sehari-hari.
Teknik Sampling yang Mewakili Populasi
Teknik Stratified Random Sampling sangat cocok untuk populasi pengusaha kecil yang heterogen. Populasi dapat dibagi ke dalam strata (lapisan) berdasarkan sektor usaha (perdagangan, jasa, manufaktur), skala aset/omzet, atau wilayah geografis (kecamatan/kabupaten). Kemudian, sampel diambil secara acak sederhana dari setiap strata dengan proporsi yang sesuai. Teknik ini memastikan setiap kelompok dalam populasi terwakili, sehingga estimasi proporsi untuk seluruh populasi menjadi lebih akurat dan presisi.
Contoh Instrument Kuesioner Singkat
Bagian inti kuesioner dapat dirancang singkat dan langsung ke tujuan untuk meningkatkan respons rate. Pertanyaan kunci tentang preferensi lembaga keuangan dapat disusun sebagai berikut:
B. PILIHAN LEMBAGA KEUANGAN
B1. Dari pilihan di bawah ini, manakah yang saat ini Bapak/Ibu gunakan sebagai sumber pembiayaan/pinjaman utama untuk usaha? (Pilih SATU saja)
[ ] Bank Umum (Swasta/Negara)
[ ] Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
[ ] Koperasi Simpan Pinjam / KSPP
[ ] Lembaga Keuangan Mikro (LKM) non-Bank
[ ] Fintech Lending (Pinjaman Online)
[ ] Lainnya: _____________B2. Apa alasan utama Bapak/Ibu memilih lembaga keuangan tersebut? (Bisa memilih lebih dari satu)
[ ] Proses cepat dan mudah
[ ] Bunga kompetitif
[ ] Tidak memerlukan agunan rumit
[ ] Kedekatan lokasi / faktor kekeluargaan
[ ] Rekomendasi dari rekan sesama pengusaha
[ ] Lainnya: _____________
Analisis Data dan Interpretasi Hasil: Selang Kepercayaan 99% Proporsi Pengusaha Kecil Pilih BPR
Setelah data dari lapangan terkumpul, tahap analisis dimulai. Di sinilah angka-angka mentah diolah menjadi sebuah kisah yang bermakna, lengkap dengan pengakuan akan batas-batas ketidakpastiannya. Proses perhitungannya terstruktur, dan interpretasinya harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kesalahan pemahaman yang umum.
Langkah Perhitungan Statistik Selang Kepercayaan 99%
Misalkan dari sampel acak 400 pengusaha kecil, sebanyak 260 di antaranya menyatakan BPR sebagai pilihan utama. Proporsi sampel (p̂) adalah 260/400 = 0.65 atau 65%. Selang kepercayaan 99% dihitung dengan rumus:
p̂ ± Z* × √( [p̂(1-p̂)] / n )
Dimana Z* adalah nilai kritis Z untuk tingkat kepercayaan 99%, yaitu 2.
576. Perhitungan margin of error (ME) adalah:
ME = 2.576 × √( [0.65 × (1-0.65)] / 400 ) = 2.576 × √(0.2275 / 400) = 2.576 × √(0.00056875) ≈ 2.576 × 0.02385 ≈ 0.0614.
Jadi, selang kepercayaan 99% adalah: 0.65 ± 0.0614, atau antara 0.5886 dan 0.
7114. Dalam persentase: 58.86% hingga 71.14%.
Interpretasi Hasil Selang Kepercayaan
Interpretasi yang tepat dari hasil di atas adalah: “Dengan keyakinan 99%, kami memperkirakan bahwa proporsi sebenarnya dari seluruh pengusaha kecil di populasi yang memilih BPR berada di antara 58.86% dan 71.14%.” Perhatikan bahwa kita tidak mengatakan “probabilitas proporsi sebenarnya berada di dalam selang ini adalah 99%”. Proporsi sebenarnya adalah nilai yang tetap (misalnya, bisa jadi 65%, atau 62%, dll). Keyakinan 99% melekat pada metode kita: jika kita ulangi metode pengambilan sampel dan penghitungan selang ini berkali-kali, 99% dari selang yang dihasilkan akan menangkap proporsi sebenarnya.
Data statistik menunjukkan selang kepercayaan 99% bahwa mayoritas pengusaha kecil memilih BPR sebagai mitra keuangan. Tempat terjadinya sosialisasi, seperti yang dijelaskan dalam analisis Nama Tempat Terjadinya Sosialisasi , menjadi kunci dalam membangun preferensi ini. Interaksi langsung di lokasi strategis itulah yang akhirnya memperkuat keyakinan dan proporsi pilihan mereka terhadap lembaga keuangan berbasis komunitas.
Faktor yang Mempengaruhi Lebar Selang Kepercayaan, Selang Kepercayaan 99% Proporsi Pengusaha Kecil Pilih BPR
Lebar selang tidak hanya bergantung pada tingkat keyakinan. Tiga faktor utama lainnya adalah:
- Ukuran Sampel (n): Semakin besar sampel, semakin sempit selang. Hukum diminishing returns berlaku; penambahan sampel dari 100 ke 400 sangat signifikan, tetapi dari 2000 ke 2300 mungkin tidak terlalu mengubah presisi.
- Proporsi Sampel (p̂): Margin of error terbesar terjadi ketika p̂ = 0.5 (50%). Semakin jauh p̂ dari 0.5 (misal 0.2 atau 0.8), margin of error akan semakin kecil untuk ukuran sampel yang sama.
- Variabilitas Populasi: Populasi yang sangat beragam (heterogen) cenderung menghasilkan estimasi dengan selang yang lebih lebar dibanding populasi yang homogen, jika ukuran sampel sama.
Contoh Hasil Perhitungan dengan Variasi Sampel dan Proporsi
Tabel berikut menunjukkan bagaimana ukuran sampel dan proporsi sampel memengaruhi lebar selang kepercayaan 99%. Perhitungan menggunakan rumus yang sama dengan Z* = 2.576.
| Ukuran Sampel (n) | Proporsi Sampel (p̂) | Margin of Error (±) | Selang Kepercayaan 99% |
|---|---|---|---|
| 200 | 65% (0.65) | 8.68% | 56.32% – 73.68% |
| 400 | 65% (0.65) | 6.14% | 58.86% – 71.14% |
| 600 | 65% (0.65) | 5.01% | 59.99% – 70.01% |
| 400 | 50% (0.50) | 6.43% | 43.57% – 56.43% |
| 400 | 80% (0.80) | 5.15% | 74.85% – 85.15% |
Terlihat bahwa dengan p̂ tetap 65%, peningkatan n dari 200 ke 400 menyempitkan selang secara signifikan. Sementara dengan n tetap 400, p̂ 50% menghasilkan selang terlebar.
Implikasi Hasil Selang Kepercayaan bagi BPR dan Pemangku Kepentingan
Angka statistik bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah tindakan. Selang kepercayaan 99% yang kita peroleh, misalnya 58.86%
-71.14%, bukan sekadar rentang angka. Ia adalah peta yang berharga bagi BPR, regulator, dan pelaku pasar untuk mengambil keputusan yang lebih terinformasi dan minim spekulasi.
Arti Praktis Temuan bagi Manajemen BPR
Bagi manajemen BPR, selang ini memberikan gambaran yang sangat meyakinkan tentang pangsa pasar potensial mereka di segmen pengusaha kecil. Dengan keyakinan 99%, mereka tahu bahwa setidaknya 58.86% (batas bawah) dari populasi pengusaha kecil merupakan pasar yang realistis. Ini adalah dasar yang kuat untuk ekspansi dan alokasi sumber daya. Namun, mereka juga harus sadar bahwa mungkin saja proporsi sebenarnya hanya mendekati batas bawah tersebut, bukan di puncak batas atas.
Optimisme harus diimbangi dengan perencanaan yang konservatif.
Rekomendasi Strategi Berdasarkan Batas Bawah dan Atas Selang
Strategi yang dibentuk harus mempertimbangkan kedua skenario ekstrem dari selang ini.
- Berdasarkan Batas Bawah (58.86%): Ini adalah skenario paling konservatif. Strategi harus fokus pada retensi dan penetrasi mendalam. Tingkatkan loyalitas nasabah existing dengan layanan yang lebih personal, digitalisasi transaksi sederhana, dan produk simpanan yang menarik. Efisiensi operasional menjadi kunci karena pertumbuhan mungkin tidak eksplosif.
- Berdasarkan Batas Atas (71.14%): Ini adalah skenario optimis. BPR dapat merancang strategi ekspansi agresif. Ini mencakup pembukaan kantor cabang atau layanan titik baru di daerah yang belum terjangkau, kampanye pemasaran yang masif untuk menarik pengusaha kecil yang masih menggunakan lembaga keuangan informal, serta inovasi produk kredit yang lebih cepat dan fleksibel untuk menangkap permintaan yang besar.
Pemanfaatan Informasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
OJK dapat menggunakan informasi ini untuk beberapa tujuan kebijakan. Pertama, sebagai alat evaluasi efektivitas program inklusi keuangan, khususnya dalam mendorong UMKM masuk ke dalam sistem keuangan formal. Kedua, data ini dapat mengidentifikasi apakah masih ada kesenjangan (gap) sekitar 30-40% pengusaha kecil yang belum terjangkau BPR, yang perlu diisi oleh lembaga keuangan lain atau menjadi target program khusus. Ketiga, informasi ini dapat menjadi dasar untuk penyusunan regulasi yang lebih tepat, misalnya terkait batas kredit, suku bunga, atau kemitraan antara BPR dengan fintech untuk memperluas jangkauan.
Peluang dan Tantangan bagi BPR yang Teridentifikasi
Dari selang kepercayaan dan data pendukung kualitatif, dapat dirinci poin-poin berikut:
- Peluang:
- Pasar yang sangat besar dan potensial (minimal di kisaran 59%).
- Kepercayaan yang telah terbangun di segmen akar rumput.
- Peluang kolaborasi dengan pemda dan program pemerintah untuk channeling dana bergulir.
- Ruang untuk digitalisasi layanan dasar (informasi saldo, pembayaran) untuk meningkatkan retensi.
- Tantangan:
- Kompetisi dari fintech lending yang menawarkan proses sangat cepat.
- Persepsi tentang persyaratan yang dianggap masih rumit oleh sebagian pengusaha.
- Keterbatasan jaringan dan modal kerja untuk ekspansi.
- Risiko kredit pada sektor usaha mikro yang fluktuatif.
Visualisasi Data dan Komunikasi Temuan
Menyampaikan hasil statistik seperti selang kepercayaan kepada dewan direksi, regulator, atau publik umum adalah seni tersendiri. Tujuannya adalah membuat konsep yang abstrak menjadi konkret dan mudah dipahami, tanpa mengorbankan akurasi ilmiahnya. Visualisasi dan narasi yang baik adalah kuncinya.
Analisis statistik menunjukkan selang kepercayaan 99% untuk proporsi pengusaha kecil yang memilih BPR mengindikasikan kepercayaan tinggi pada lembaga keuangan mikro. Kepercayaan ini mirip dengan urgensi mendefinisikan status profesi, seperti perdebatan apakah seorang Satpam: Wiraswasta atau Pegawai Swasta. Pemahaman yang jelas terhadap kedua hal ini—status pekerjaan dan pilihan finansial—sangat krusial untuk memetakan landscape ekonomi riil dan, pada akhirnya, memperkuat fondasi keputusan strategis pengusaha kecil dalam berinteraksi dengan BPR.
Penyajian Visual untuk Audiens Non-Teknis
Grafik yang paling efektif untuk menyajikan selang kepercayaan proporsi adalah point interval plot atau grafik batang dengan “kesalahan” (error bar). Bayangkan sebuah grafik batang tunggal yang tingginya menunjukkan proporsi sampel (65%). Dari puncak batang tersebut, terdapat sebuah garis vertikal yang menjulang ke atas dan ke bawah, dengan ujungnya diberi tanda horizontal. Area antara kedua tanda horizontal itu (dari sekitar 59% hingga 71%) diarsir dengan warna yang berbeda, dan di sisinya tertulis “99% Confidence Interval”.
Judul grafik bisa berbunyi: “Estimasi Proporsi Pengusaha Kecil yang Memilih BPR: 65% dengan Selang Kepercayaan 99%”. Visual ini langsung menyampaikan tiga informasi: estimasi titik (65%), rentang ketidakpastian, dan tingkat keyakinannya.
Ilustrasi Naratif Deskriptif Proses Penelitian
Untuk laporan yang lebih naratif, kita dapat menggambarkan perjalanan data: “Dari populasi puluhan ribu pengusaha kecil di wilayah studi, kami mengambil sampel acak yang terstratifikasi sebanyak 400 responden. Setelah wawancara lapangan, ditemukan bahwa 260 di antaranya, atau setara dengan 65%, menyatakan BPR sebagai mitra keuangan utama. Dengan menggunakan metode statistik inferensial, angka 65% ini kami ‘kembangkan’ dengan mempertimbangkan kemungkinan variasi akibat sampling, sehingga menghasilkan sebuah rentang estimasi.
Dengan keyakinan 99%, kami yakin bahwa proporsi sebenarnya di seluruh populasi tidak keluar dari rentang 58.9% hingga 71.1%.” Narasi ini membawa pembaca dari lapangan ke kesimpulan secara logis.
Poin Kunci Temuan dalam Executive Summary
Studi representatif terhadap pengusaha kecil mengungkap bahwa Bank Perkreditan Rakyat (BPR) merupakan lembaga keuangan pilihan utama di segmen ini. Analisis statistik dengan tingkat keyakinan 99% menunjukkan bahwa proporsi pengusaha kecil yang memilih BPR diperkirakan berada pada rentang 58.9% hingga 71.1%, dengan estimasi titik sebesar 65%. Temuan ini mengindikasikan pangsa pasar BPR yang dominan sekaligus masih adanya ruang pertumbuhan dan tantangan kompetisi untuk menjangkau sisa populasi.
Pernyataan Hasil yang Jelas dan Bebas Salah Tafsir
Untuk publikasi, pernyataan harus tepat dan menghindari klaim berlebihan. Contoh pernyataan yang baik: “Berdasarkan survei sampel terhadap 400 pengusaha kecil, diperkirakan 65% dari mereka menggunakan BPR. Dengan mempertimbangkan margin of error dari metode sampling, dapat dikatakan dengan keyakinan 99% bahwa persentase sebenarnya di seluruh populasi pengusaha kecil berada di antara 59% dan 71%.” Pernyataan ini menghindari frasa seperti “terbukti” atau “dipastikan”, dan secara eksplisit menyebutkan bahwa hasil berasal dari sampel serta menyertakan ketidakpastian, yang merupakan praktik komunikasi sains yang bertanggung jawab.
Akhir Kata
Pada akhirnya, selang kepercayaan 99% ini lebih dari sekadar kesimpulan statistik; ia adalah peta navigasi yang berharga. Bagi BPR, temuan ini memberikan fondasi yang kokoh untuk merancang strategi pemasaran dan pengembangan produk, sambil tetap menyadari batas-batas estimasinya. Bagi otoritas, ini adalah potret nyata yang dapat mendorong kebijakan lebih berpihak. Dan bagi kita semua, ini adalah pengingat bahwa dalam gelombang data, menemukan pulau keyakinan yang tinggi memerlukan ketelitian metodologis dan kerendahan hati untuk mengakui bahwa kebenaran seringkali hadir dalam bentuk rentang, bukan titik absolut.
Pertanyaan Umum yang Sering Muncul
Apakah selang kepercayaan 99% menjamin proporsi sebenarnya pasti ada di dalam rentang tersebut?
Tidak ada jaminan mutlak 100% dalam statistika inferensial. Selang kepercayaan 99% berarti jika proses pengambilan sampel dan perhitungan diulang tanpa henti, maka 99% dari semua selang yang dihasilkan akan mengandung proporsi populasi yang sebenarnya. Ada kemungkinan 1% bahwa sampel kita kebetulan menghasilkan selang yang “meleset”.
Mengapa memilih tingkat kepercayaan 99% yang tinggi, bukannya 95% yang lebih umum?
Tingkat kepercayaan 99% dipilih ketika konsekuensi dari kesalahan estimasi sangat besar dan membutuhkan kepastian yang hampir mutlak. Dalam konteks keputusan strategis untuk BPR dan kebijakan publik, risiko mengambil kesimpulan yang salah harus diminimalkan secara ekstrem, meski konsekuensinya adalah selang kepercayaan yang lebih lebar (kurang presisi).
Bagaimana jika selang kepercayaan yang didapatkan sangat lebar, misalnya 25% hingga 75%?
Selang yang sangat lebar menunjukkan ketidakpastian estimasi yang besar. Hal ini bisa disebabkan oleh ukuran sampel yang terlalu kecil atau variasi data yang tinggi. Implikasinya, meski kita 99% yakin proporsi sebenarnya ada di rentang itu, rentangnya terlalu luas untuk dijadikan pedoman tindakan yang spesifik. Solusinya adalah memperbesar ukuran sampel.
Apakah hasil ini bisa digeneralisasi untuk semua pengusaha kecil di Indonesia?
Generalisasi hanya valid jika metodologi samplingnya benar-benar acak dan representatif untuk seluruh populasi pengusaha kecil Indonesia, yang seringkali sulit dan mahal. Biasanya, studi seperti ini memiliki cakupan populasi tertentu, misalnya pengusaha kecil di provinsi atau sektor industri tertentu, sehingga generalisasi harus dilakukan dengan hati-hati dan memperhatikan ruang lingkup penelitian.
Faktor apa saja selain ukuran sampel yang memengaruhi lebar selang kepercayaan?
Dua faktor utama adalah: 1) Tingkat Kepercayaan (semakin tinggi, semakin lebar), dan 2) Variabilitas dalam Populasi (semakin beragam pilihan responden, semakin lebar selang). Proporsi sampel yang mendekati 50% cenderung menghasilkan selang terlebar dibanding proporsi yang mendekati 0% atau 100%.