23. Its = It Is, Theyre = … –
23. Its = It Is, Theyre = … bukan sekadar angka dan singkatan biasa, melainkan pintu masuk untuk memahami salah satu aspek paling dinamis dalam bahasa Inggris: kontraksi. Dalam percakapan sehari-hari, tulisan di media sosial, hingga dialog di film, kontraksi seperti ‘it’s’ dan ‘they’re’ hadir untuk memadatkan makna dan memberikan nuansa yang lebih natural. Penggunaannya yang tepat bukan hanya soal tata bahasa, tetapi juga tentang menyelaraskan diri dengan ritme komunikasi yang hidup dan efisien.
Memahami perbedaan mendasar antara “its” yang menunjukkan kepemilikan dan “it’s” yang merupakan kependekan dari “it is” atau “it has” adalah langkah pertama menghindari kesalahan umum. Demikian pula, kemampuan membedakan “they’re” (they are), “their” (kepunyaan mereka), dan “there” (di sana) akan sangat memperjelas pesan yang ingin disampaikan. Artikel ini akan mengajak pembaca mengeksplorasi dunia kontraksi, dari aturan pembentukannya, penerapan dalam berbagai konteks, hingga tips menghindari jebakan homofon yang sering kali membingungkan.
Memahami Kontraksi Dasar dalam Bahasa Inggris
Kontraksi dalam tata bahasa Inggris merupakan bentuk singkat yang dihasilkan dari penggabungan dua kata, biasanya dengan menghilangkan satu atau beberapa huruf dan menggantinya dengan apostrof. Dalam komunikasi sehari-hari, baik lisan maupun tulisan informal, kontraksi berperan penting untuk menciptakan nada yang lebih santai, alami, dan efisien. Penggunaannya mencerminkan ritme bicara yang sebenarnya, sehingga tulisan terasa lebih hidup dan dekat dengan pembaca.
Pemahaman yang tepat tentang kontraksi tidak hanya tentang cara memendekkan kata, tetapi juga tentang mengetahui kapan dan di mana penggunaannya sesuai. Kontraksi yang paling umum melibatkan kata ganti subjek dengan berbagai bentuk kata kerja, terutama kata kerja bantu dan kata kerja ‘to be’.
Perbandingan Kontraksi Umum dan Penggunaannya
Berikut adalah beberapa kontraksi paling dasar yang wajib dikuasai, dilengkapi dengan bentuk panjang, makna, dan contoh penerapannya dalam kalimat.
| Kontraksi | Bentuk Panjang | Makna | Contoh Kalimat |
|---|---|---|---|
| It’s | It is / It has | Itu adalah / Itu telah | It’s raining outside. (Itu sedang hujan di luar.) |
| They’re | They are | Mereka adalah | They’re waiting for us at the cafe. (Mereka sedang menunggu kita di kafe.) |
| You’re | You are | Kamu adalah / Anda adalah | You’re doing a great job. (Kamu melakukan pekerjaan yang hebat.) |
| Can’t | Cannot | Tidak bisa | I can’t believe this news. (Saya tidak percaya berita ini.) |
| I’ll | I will | Saya akan | I’ll call you tomorrow. (Saya akan meneleponmu besok.) |
Perbedaan Kontraksi Kata Kerja ‘To Be’ dan Kata Kerja Bantu
Source: wikihow.com
Kontraksi yang melibatkan kata kerja ‘to be’ (is, am, are) sering kali digunakan dengan kata ganti subjek (I, you, he, she, it, we, they) untuk membentuk predikat yang menyatakan keadaan atau identitas. Sementara itu, kontraksi dengan kata kerja bantu seperti ‘will’, ‘have’, atau ‘would’ lebih menekankan pada aspek waktu, modalitas, atau aspek perfect. Perbedaan mendasarnya terletak pada fungsi gramatikal: ‘is’ dalam “She’s happy” menjelaskan keadaan, sedangkan ‘has’ dalam “She’s finished” merupakan bagian dari bentuk present perfect tense.
Kesalahan Umum antara “Its” dan “It’s”
Kesalahan paling klasik dalam penulisan kontraksi adalah mencampuradukkan “its” (kata kepemilikan) dengan “it’s” (kontraksi untuk ‘it is’ atau ‘it has’). Kesalahan ini sering terjadi karena pola kepemilikan lain menggunakan apostrof (seperti David’s book).
Kesalahan: The company is proud of it’s new policy. The cat licked it’s paws.
Kalimat pertama salah karena “it’s” seharusnya merujuk pada kepemilikan perusahaan terhadap kebijakannya, sehingga harus menggunakan “its”. Kalimat kedua juga salah karena “it’s” merujuk pada kaki milik kucing, bukan kontraksi dari ‘it is’. Koreksi yang tepat adalah: “The company is proud of its new policy. The cat licked its paws.” Untuk menguji, gantilah “it’s” dengan “it is”. Jika kalimat menjadi tidak masuk akal (“The company is proud of it is new policy”), maka yang dibutuhkan adalah kata kepemilikan “its”.
Eksplorasi Kontraksi “They’re” dan Variannya
Kontraksi “They’re” merupakan singkatan dari “They are”. Komponen pembentuknya sangat jelas: kata ganti subjek “They” digabungkan dengan kata kerja ‘to be’ “are”, dengan huruf ‘a’ pada “are” dihilangkan dan digantikan oleh apostrof. Penggunaannya tepat ketika kita ingin menyatakan bahwa sekelompok orang atau benda sedang dalam suatu keadaan atau melakukan suatu tindakan. Kontraksi ini sangat lazim dalam percakapan dan tulisan informal untuk menyampaikan informasi dengan lebih cepat dan natural.
Perbandingan “They’re” dengan Homofonnya
Tantangan utama dengan “They’re” adalah keberadaan dua kata lain yang bunyinya sama persis (homofon), yaitu “Their” dan “There”. Ketiganya sering tertukar, padahal fungsi dan maknanya sangat berbeda.
| Kata | Jenis Kata | Definisi Singkat | Contoh Kalimat |
|---|---|---|---|
| They’re | Kontraksi (Kata Kerja) | Singkatan dari “They are”. | They’re planning a surprise party. |
| Their | Kata Kepemilikan (Possessive Adjective) | Menunjukkan kepemilikan oleh ‘mereka’. | Their house is painted blue. |
| There | Keterangan Tempat (Adverb) atau Kata Pembuka (Expletive) | Menunjukkan tempat; atau digunakan untuk memulai kalimat seperti “There is…”. | Put the book over there. There are many options available. |
Konteks Penggunaan “They’re” dalam Percakapan Informal
Dalam interaksi sehari-hari yang santai, penggunaan “They’re” hampir selalu lebih disarankan daripada bentuk lengkap “They are” karena terdengar lebih wajar. Berikut adalah beberapa situasi khasnya:
- Dalam percakapan langsung melalui pesan teks atau aplikasi chatting.
- Saat memberikan komentar cepat atau tanggapan spontan di media sosial.
- Dalam dialog pada karya fiksi untuk mencerminkan bahasa percakapan nyata.
- Ketika menyampaikan informasi secara lisan dalam setting non-formal, seperti berbincang dengan teman.
- Dalam tulisan blog atau artikel dengan gaya bahasa yang personal dan mengajak berbincang.
Konsep “Singular They” dan Dampaknya pada “They’re”
Perkembangan bahasa mengakui penggunaan “They” sebagai kata ganti tunggal untuk merujuk pada seseorang yang gender-nya tidak diketahui, tidak spesifik, atau tidak ingin disebutkan. Konsep “singular they” ini secara langsung memengaruhi penggunaan “They’re”. Meskipun subjeknya merujuk pada satu orang secara makna, secara gramatikal kata kerja yang mengikutinya tetap “are”. Contoh: “A good teacher always ensures they’re prepared for class.” Di sini, “they’re” merujuk pada “a good teacher” (tunggal).
Pemahaman tentang kontraksi dalam bahasa Inggris, seperti “It’s” yang merupakan singkatan dari “It is” dan “They’re” yang berarti “They are”, memang fundamental. Konsep ini mirip dengan logika dalam matematika di mana kita mencari Nilai x‑1 untuk 10‑2x > 2 dengan x bilangan bulat positif , di mana kita harus menerapkan aturan dan penyederhanaan dengan tepat. Dengan demikian, penguasaan dasar-dasar seperti kontraksi dan pertidaksamaan ini menjadi kunci untuk membangun kompetensi yang lebih kompleks di kedua bidang tersebut.
Penggunaan ini semakin diterima dalam konteks formal maupun informal, menjadikan kontraksi “They’re” lebih fleksibel dan penting untuk dikuasai.
Pola dan Aturan Pembentukan Kontraksi Lainnya
Pembentukan kontraksi dalam bahasa Inggris mengikuti pola yang relatif konsisten. Pola ini biasanya melibatkan penggabungan kata ganti subjek atau kata tanya dengan kata kerja tertentu, atau pembentukan bentuk negatif dari kata kerja tersebut. Memahami pola-pola ini memudahkan kita untuk mengenali, menggunakan, dan bahkan memprediksi kontraksi yang mungkin belum pernah dijumpai sebelumnya.
Pola Umum Subjek + Kata Kerja
Pola paling produktif adalah penggabungan kata ganti subjek dengan kata kerja. Berikut adalah daftar pola umum tersebut:
- Subjek + is: He is → He’s, She is → She’s, It is → It’s.
- Subjek + are: You are → You’re, We are → We’re, They are → They’re.
- Subjek + has: He has → He’s, She has → She’s, It has → It’s.
- Subjek + have: I have → I’ve, You have → You’ve, They have → They’ve.
- Subjek + had/would: I had/would → I’d, He had/would → He’d.
- Subjek + will: I will → I’ll, You will → You’ll, It will → It’ll.
Kontraksi Negatif dan Pelafalannya
Kontraksi negatif dibentuk dengan menambahkan ‘n’t’ (kependekan dari ‘not’) pada kata kerja. Perubahan ejaan dan pelafalan sering terjadi dalam proses ini.
| Bentuk Positif | Kontraksi Negatif | Pelafalan Kunci | Contoh |
|---|---|---|---|
| is not | isn’t | /ˈɪz.ənt/ | That isn’t correct. |
| are not | aren’t | /ɑːrnt/ | They aren’t coming. |
| will not | won’t | /woʊnt/ (perubahan ejaan unik) | I won’t give up. |
| cannot | can’t | /kænt/ | You can’t enter. |
| could not | couldn’t | /ˈkʊd.ənt/ | She couldn’t find it. |
Pengecualian dan Kata yang Tidak Dikontraksikan
Tidak semua kata dapat dikontraksikan. Dalam bahasa Inggris, kontraksi umumnya dihindari pada kata kerja utama yang berdiri sendiri (kecuali ‘be’). Sebagai contoh, kita tidak mengontraksikan “I am here” menjadi “I’m here” untuk kata kerja ‘am’ yang berfungsi sebagai kata kerja utama, justru itu adalah kontraksi yang benar. Namun, kita tidak mengatakan “I’ve a car” untuk “I have a car” dalam bahasa Inggris standar (meski ada dalam dialek tertentu).
Selain itu, dalam tulisan formal yang sangat ketat, seperti disertasi doktoral atau kontrak hukum, semua jenis kontraksi biasanya dihindari untuk menjaga kesan serius dan objektif.
Fungsi Apostrof dalam Kontraksi, 23. Its = It Is, Theyre = …
Apostrof dalam kontraksi berfungsi sebagai penanda visual yang menunjukkan tempat huruf-huruf dihilangkan. Bayangkan sebuah kata seperti “cannot” yang dipadatkan menjadi “can’t”. Apostrof menggantikan huruf ‘no’ yang hilang. Dalam “they’re”, apostrof menempati posisi huruf ‘a’ yang dihilangkan dari kata “are”. Pada kontraksi seperti “o’clock” (of the clock) atau “jack-o’-lantern”, apostrof bahkan menandai penghilangan lebih banyak huruf.
Apostrof ini adalah kunci untuk membedakan kontraksi dari kata lain, seperti membedakan “it’s” (it is) dari “its” (kepemilikan), di mana tidak ada huruf yang dihilangkan.
Penerapan Konten dalam Berbagai Konteks Tulisan: 23. Its = It Is, Theyre = …
Keputusan untuk menggunakan atau menghindari kontraksi sangat bergantung pada konteks tulisan dan nada yang ingin disampaikan. Pilihan ini bukan sekadar masalah benar atau salah secara gramatikal, melainkan masalah kesesuaian dan efek yang ditimbulkan terhadap pembaca. Seorang penulis yang baik akan secara sengaja memilih untuk memasukkan atau mengecualikan kontraksi guna membangun hubungan dan kredibilitas dengan audiens targetnya.
Kontraksi dalam Ragam Formal dan Informal
Dalam ragam tulisan formal, seperti artikel jurnal akademik, laporan bisnis resmi, proposal proyek, atau surat lamaran pekerjaan, kontraksi umumnya dihindari. Tujuannya adalah untuk menciptakan nada yang objektif, berjarak, dan berwibawa. Sebaliknya, dalam tulisan informal seperti pesan pribadi, postingan blog, konten media sosial, atau karya fiksi (terutama dalam dialog), kontraksi justru dianjurkan karena membuat tulisan terasa lebih manusiawi, mudah diakses, dan mirip dengan percakapan nyata.
Pedoman Menghindari Penggunaan Kontraksi
Berikut adalah situasi di mana lebih baik menggunakan bentuk kata lengkap daripada kontraksi:
- Saat menulis dokumen hukum, teknis, atau akademik yang memerlukan presisi mutlak dan nada serius.
- Ketika ingin memberikan penekanan khusus pada kata kerja atau kata ‘not’, seperti dalam peringatan: “Do not touch the equipment.”
- Dalam tulisan yang bersifat instruksional atau prosedural yang membutuhkan kejelasan tanpa ambiguitas.
- Saat menulis untuk audiens internasional yang mungkin bukan penutur asli, di mana bentuk lengkap seringkali lebih mudah dipahami.
- Jika gaya panduan (style guide) institusi atau penerbit tertentu secara eksplisit melarang penggunaan kontraksi.
Transformasi Paragraf dengan Kontraksi
Perhatikan paragraf berikut yang sengaja ditulis tanpa kontraksi, sehingga terasa kaku dan terlalu formal untuk konteks biasa.
I do not think we will be able to attend the meeting tomorrow. It is scheduled at the same time as the client presentation. We are preparing for it, and we cannot reschedule. John is leading the presentation, and he is not available in the afternoon either.
Dengan memasukkan kontraksi yang tepat, paragraf menjadi lebih natural dan layak untuk komunikasi internal atau email informal:
I don’t think we’ll be able to attend the meeting tomorrow. It’s scheduled at the same time as the client presentation. We’re preparing for it, and we can’t reschedule. John’s leading the presentation, and he isn’t available in the afternoon either.
Kontraksi dalam Kutipan Langsung
Penggunaan kontraksi dalam kutipan langsung (direct speech) pada karya fiksi dan non-fiksi berfungsi utama untuk merekam bahasa sebagaimana diucapkan. Ini adalah alat vital untuk membangun karakter dan keotentikan. Seorang karakter yang berpendidikan tinggi mungkin menggunakan lebih sedikit kontraksi dalam dialog serius, sementara karakter anak-anak atau dalam percakapan santai akan menggunakan banyak kontraksi. Dalam wawancara non-fiksi, transkrip yang mempertahankan kontraksi memberikan rasa keaslian dan membantu pembaca “mendengar” suara narasumber, sehingga membuat materi lebih hidup dan relatable.
Latihan dan Koreksi Kesalahan Umum
Teori tanpa praktik akan sulit melekat. Bagian ini dirancang untuk mengasah kemampuan dalam membedakan dan menggunakan kontraksi, khususnya yang paling sering menimbulkan kesalahan. Dengan mengerjakan latihan identifikasi dan penyuntingan, pemahaman tentang aturan yang telah dibahas akan menjadi lebih konkret dan aplikatif.
Latihan Identifikasi Kesalahan
Identifikasi kata yang salah dalam kalimat-kalimat berikut dan pikirkan koreksinya.
Pahami bahwa dalam tata bahasa Inggris, “It’s” merupakan singkatan dari “It is”, sementara “They’re” adalah kependekan dari “They are”. Kesalahan umum terjadi ketika kita lupa pada kontraksi ini, mirip seperti saat kita harus menghitung proporsi, misalnya mengetahui bahwa 30% dari 80 sama dengan berapa dari 200. Keduanya memerlukan ketelitian. Dengan demikian, penguasaan bentuk singkat seperti “It’s” dan “They’re” menjadi fondasi penting untuk komunikasi yang tepat dan akurat.
- The team celebrated it’s victory with a party.
- I think their waiting for the bus over there.
- Its important to know you’re limits.
- Can you tell me if there car is parked in they’re spot?
- A friend said they’re coming, but I don’t know they’re number.
Kunci Jawaban dan Analisis Koreksi
| Nomor Soal | Kalimat Salah | Koreksi | Alasan Singkat |
|---|---|---|---|
| 1 | The team celebrated it’s victory. | its victory | “It’s” adalah kontraksi “it is”. Yang dibutuhkan adalah kata kepemilikan “its”. |
| 2 | their waiting for the bus | they’re waiting | “Their” adalah kata kepemilikan. Konteks kalimat membutuhkan kata kerja “are” yang dikontraksi menjadi “they’re”. |
| 3 | Its important to know | It’s important | “Its” adalah kata kepemilikan. Kalimat membutuhkan subjek “It” dan kata kerja “is”, sehingga “It’s”. |
| 4 | there car is parked in they’re spot | their car is parked in their spot | “There” merujuk tempat, diganti “their” (kepemilikan). “They’re” adalah kontraksi “they are”, diganti “their” (kepemilikan untuk ‘spot’). |
| 5 | don’t know they’re number | don’t know their number | “They’re” adalah kontraksi “they are”. Yang dimaksud adalah nomor milik mereka, sehingga “their number”. |
Tips Cepat Memeriksa Kontraksi
Teknik paling ampuh untuk memeriksa penggunaan kontraksi seperti “it’s/its” atau “they’re/their” adalah dengan melakukan ekspansi mental. Gantilah kontraksi yang meragukan dengan bentuk panjangnya. Jika “it’s” diganti “it is” membuat kalimat tetap bermakna, maka “it’s” benar. Jika tidak, gunakan “its”. Metode yang sama berlaku untuk “they’re” (they are) versus “their”.
Tips ini sederhana namun sangat efektif untuk menghindari kesalahan dasar dalam penulisan.
Demonstrasi Penyuntingan Teks
Perhatikan teks pendek berikut yang mengandung beberapa kesalahan terkait kontraksi dan homofon:
Its clear that the company needs to improve it’s internal communication. Employees often don’t know whats expected of them, and they’re morale is low. There going to discuss they’re concerns in the next meeting. They’re hope is that management will listen.
Langkah penyuntingan:
- “Its clear” → “It’s clear” (diperlukan “it is”).
- “it’s internal communication” → “its internal communication” (komunikasi milik perusahaan, jadi kata kepemilikan).
- “whats expected” → “what’s expected” (kontraksi untuk “what is”).
- “they’re morale” → “their morale” (morale milik mereka, kata kepemilikan).
- “There going” → “They’re going” (subjek + kata kerja “are going”).
- “they’re concerns” → “their concerns” (keprihatinan milik mereka).
- “They’re hope” → “Their hope” (harapan milik mereka).
Hasil akhir setelah penyuntingan:
It’s clear that the company needs to improve its internal communication. Employees often don’t know what’s expected of them, and their morale is low. They’re going to discuss their concerns in the next meeting. Their hope is that management will listen.
Ringkasan Terakhir
Menguasai kontraksi seperti “it’s” dan “they’re” pada akhirnya adalah tentang memilih alat yang tepat untuk konteks yang tepat. Dalam tulisan formal, penggunaannya mungkin dibatasi untuk menjaga kesan objektif dan otoritatif, sementara dalam komunikasi informal, kontraksi justru menjadi bumbu yang membuat bahasa terasa lebih manusiawi dan mudah diakses. Esensinya terletak pada kesadaran bahwa bahasa adalah entitas yang fleksibel, dan apostrof kecil dalam kontraksi itu menyimpan kekuatan besar untuk mengatur nada dan kejelasan pesan.
Informasi Penting & FAQ
Apakah kontraksi seperti “it’s” dan “they’re” boleh digunakan dalam penulisan akademik atau skripsi?
Secara umum, penggunaan kontraksi dalam tulisan akademik formal seperti skripsi, tesis, atau jurnal ilmiah tidak disarankan. Gaya penulisan akademik cenderung menghindari kontraksi untuk menjaga nada objektif, formal, dan serius. Namun, selalu periksa panduan gaya (style guide) dari institusi atau penerbit yang bersangkutan karena beberapa pedoman mungkin lebih fleksibel.
Bagaimana cara paling mudah mengingat perbedaan antara “its” dan “it’s”?
Gunakan tes penggantian. Jika dalam kalimat Anda bisa mengganti kata tersebut dengan “it is” atau “it has”, maka yang benar adalah “it’s” (dengan apostrof). Jika yang dimaksud menunjukkan kepemilikan (milik “it”), seperti “the cat licked its paw”, maka gunakan “its” tanpa apostrof.
Apakah kata “they’re” bisa digunakan untuk merujuk pada satu orang?
Pemahaman singkatan seperti “Its = It Is, Theyre = They Are” merupakan fondasi dasar dalam tata bahasa Inggris. Untuk mengungkapkan ide dengan tepat, baik dalam bahasa Inggris maupun Indonesia, penting untuk merangkai Kalimat Ide Pokok dengan Kata Bermakna yang presisi. Dengan demikian, penguasaan kontraksi sederhana seperti ini menjadi langkah awal yang krusial untuk membangun argumen yang koheren dan mudah dipahami.
Ya, bisa. Penggunaan “they” dan “they’re” dalam bentuk tunggal (singular ‘they’) telah diterima secara luas untuk merujuk pada seseorang yang gender-nya tidak diketahui, tidak spesifik, atau ketika seseorang mengidentifikasi diri dengan kata ganti “they”. Contoh: “A good student always does they’re homework” (meski lebih tepat “their homework” untuk kepemilikan, ini contoh konteks kata ganti).
Apakah semua kata kerja bantu bisa dikontraksikan?
Tidak semua. Kata kerja bantu seperti “may”, “might”, “must”, “can”, dan “ought to” umumnya tidak memiliki bentuk kontraksi positif (seperti “mayn’t” sangat jarang). Kontraksi yang paling umum adalah dengan “is”, “are”, “has”, “have”, “will”, “would”, “had”, dan bentuk negasinya (isn’t, won’t, dll.).