Peluang 2 Merah dan 1 Hitam dari Kotak 5M 4B 3H

Peluang 2 Merah dan 1 Hitam dari Kotak 5M,4B,3H bukan sekadar angka mati di atas kertas, melainkan sebuah cerita menarik yang tersembunyi di balik tumpukan bola berwarna. Bayangkan sebuah kotak berisi harta karun warna-warni: lima merah menyala, empat biru menenangkan, dan tiga hitam misterius. Tugas kita adalah mengulurkan tangan, mengambil tiga bola sekaligus, dan berharap komposisi yang keluar adalah dua merah dan satu hitam.

Proses ini seperti memecahkan teka-teki kombinatorik yang elegan, di mana setiap pilihan memiliki konsekuensi dan setiap perhitungan membawa kita lebih dekat pada jawaban yang pasti.

Melalui eksplorasi ini, kita akan menyelami dunia probabilitas dengan pendekatan yang menyenangkan namun tetap akurat. Kita akan membedah bagaimana matematika bekerja di balik kejadian acak, menghitung ruang sampel, dan memahami mengapa pendekatan kombinasi menjadi kunci utama. Dari analogi memilih buah dari keranjang hingga variasi aturan yang mengubah permainan, setiap langkah dirancang untuk membuat konsep yang mungkin terlihat rumit menjadi mudah dicerna dan diterapkan dalam berbagai konteks kehidupan nyata.

Memecah Kode Kombinatorik Warna dalam Kotak Ajaib

Bayangkan sebuah kotak sederhana yang berisi 12 bola berwarna: lima merah menyala, empat biru yang tenang, dan tiga hitam yang elegan. Dari dalam kotak ini, kita akan mengambil tiga bola sekaligus, tanpa mengembalikan bola yang sudah diambil. Dunia kombinatorik dan probabilitas segera hidup. Persoalan ini bukan sekadar hitung-hitungan, melainkan sebuah eksplorasi logis untuk menemukan seberapa besar kemungkinan kita mendapatkan komposisi tertentu, misalnya dua bola merah dan satu bola hitam.

Konsep dasarnya bertumpu pada pemilihan objek tanpa memperhatikan urutan pengambilannya, yang dalam matematika dikenal sebagai kombinasi.

Mari kita hitung peluang mengambil 2 bola merah dan 1 hitam dari kotak berisi 5M, 4B, 3H. Perhitungan probabilitas ini mengajarkan kita untuk melihat segala sesuatu dari dua sisi, persis seperti analisis mendalam mengenai Dampak Positif dan Negatif Berdirinya Parpindo yang menimbang manfaat dan tantangannya. Nah, setelah melihat kompleksitas suatu keputusan, kita kembali ke soal peluang tadi, di mana setiap pilihan kombinasi bola memiliki konsekuensi dan nilai probabilitasnya sendiri yang unik.

Setiap pengambilan bola mengurangi jumlah total bola dan mengubah komposisi warna di dalam kotak untuk pengambilan berikutnya. Inilah yang disebut pengambilan tanpa pengembalian, di mana setiap tindakan mempengaruhi peluang tindakan selanjutnya. Untuk menghitung total cara mengambil 3 bola dari 12 bola, kita menggunakan rumus kombinasi. Ruang sampel total menjadi fondasi di mana semua peluang diukur.

Perbandingan Peluang untuk Berbagai Kombinasi Tiga Warna

Peluang 2 Merah dan 1 Hitam dari Kotak 5M,4B,3H

Source: z-dn.net

Menarik untuk melihat bagaimana peluang berdistribusi untuk berbagai kombinasi warna. Berikut adalah tabel yang membandingkan perhitungan peluang untuk empat skenario berbeda, termasuk target utama kita, yaitu 2 Merah dan 1 Hitam.

Kombinasi yang Diinginkan Cara Memilih Warna Total Cara yang Menguntungkan Peluang (Pecahan)
2 Merah (M) & 1 Hitam (H) C(5,2) × C(3,1) 10 × 3 = 30 30/220 = 3/22
2 Merah (M) & 1 Biru (B) C(5,2) × C(4,1) 10 × 4 = 40 40/220 = 2/11
1 dari Masing-masing Warna C(5,1) × C(4,1) × C(3,1) 5 × 4 × 3 = 60 60/220 = 3/11
3 Merah (M) C(5,3) × C(4,0) × C(3,0) 10 × 1 × 1 = 10 10/220 = 1/22

Langkah Demi Langkah Menghitung Peluang 2M dan 1H

Mari kita telusuri perhitungan untuk kasus “2 Merah dan 1 Hitam” dengan lebih rinci. Pertama, kita hitung ruang sampel total, yaitu semua cara mungkin mengambil 3 bola dari 12 bola tanpa mempedulikan urutan. Rumus kombinasi adalah kunci di sini.

C(n, k) = n! / (k! – (n-k)!)

Langkah 1: Hitung total cara mengambil 3 bola dari 12.
Total cara = C(12, 3) = 12! / (3!
– 9!) = (12 × 11 × 10) / (3 × 2 × 1) = 220.
Jadi, ada 220 hasil yang mungkin sama besarnya.

Langkah 2: Hitung cara yang menguntungkan, yaitu cara mengambil 2 Merah dari 5 Merah dan 1 Hitam dari 3 Hitam.
Cara memilih 2 Merah dari 5: C(5, 2) = 5! / (2!
– 3!) = (5 × 4) / (2 × 1) =
10. Cara memilih 1 Hitam dari 3: C(3, 1) = 3! / (1!
– 2!) =
3.

BACA JUGA  Christopher Columbus Penemu Lampu yang Benar Misteri Cahaya Atlantik

Karena pemilihan Merah dan Hitam adalah kejadian independen dalam proses ini, kita kalikan: Total cara menguntungkan = 10 × 3 = 30.

Langkah 3: Hitung peluang.
Peluang = (Cara Menguntungkan) / (Total Cara) = 30 /
220. Sederhanakan pecahan: Bagi pembilang dan penyebut dengan 10, menjadi 3/22. Dalam bentuk desimal, kira-kira 0.1364 atau 13.64%.

Analogi Memilih Buah dari Keranjang Campuran

Untuk memahaminya dalam konteks sehari-hari, bayangkan sebuah keranjang berisi 12 buah: 5 apel merah, 4 pir hijau, dan 3 pisang kuning. Jika Anda diminta mengambil 3 buah secara acak dengan mata tertutup, seberapa besar kemungkinan Anda mendapatkan tepat 2 apel merah dan 1 pisang kuning? Proses berpikirnya persis sama. Jumlah total cara Anda merogoh tiga buah dari campuran itu adalah 220.

Di antara semua cara merogoh tersebut, ada 30 cara yang hasilnya adalah kombinasi dua apel dan satu pisang. Analogi ini membuat konsep abstrak kombinatorik menjadi sesuatu yang sangat nyata dan mudah dibayangkan.

Simfoni Peluang yang Tersembunyi di Balik Urutan Pengambilan

Ketika kita mengambil bola satu per satu dari kotak, alam bawah sadar kita sering memperhatikan urutan. Bola merah yang muncul pertama terasa berbeda dengan bola merah yang muncul terakhir, meskipun komposisi akhirnya sama. Dalam matematika, perbedaan ini direpresentasikan oleh dua konsep fundamental: permutasi (memperhatikan urutan) dan kombinasi (tidak memperhatikan urutan). Meskipun dalam banyak soal peluang klasik seperti ini kita menggunakan kombinasi, memahami dinamika permutasi membuka wawasan tentang bagaimana proses sekuensial membentuk peluang akhir.

Perubahan peluang terjadi karena ruang sampelnya berubah drastis. Ruang sampel permutasi jauh lebih besar karena M1, M2, H1 dianggap berbeda dengan M2, M1, H1. Namun, ketika kita memfokuskan pada komposisi akhir “2 Merah dan 1 Hitam”, semua urutan yang menghasilkan komposisi itu akan dikelompokkan bersama. Nilai peluang akhir untuk komposisi tersebut akan tetap sama, baik dihitung dengan pendekatan kombinasi maupun permutasi, asalkan konsisten dalam mendefinisikan ruang sampel dan kejadian yang menguntungkan.

Urutan Pengambilan untuk Komposisi 2 Merah dan 1 Hitam

Jika kita memperhatikan urutan pengambilan bola satu per satu, ada beberapa sekuens spesifik yang menghasilkan komposisi akhir dua merah dan satu hitam. Setiap urutan ini memiliki probabilitas yang sama untuk terjadi, karena pengambilan dilakukan tanpa pengembalian. Berikut adalah daftar semua kemungkinan urutan:

  • Merah, Merah, Hitam (M, M, H)
  • Merah, Hitam, Merah (M, H, M)
  • Hitam, Merah, Merah (H, M, M)

Perbandingan Probabilitas Tiga Urutan Berbeda

Mari kita hitung probabilitas untuk masing-masing urutan di atas. Perhitungannya bersyarat karena peluang pengambilan bola kedua bergantung pada hasil bola pertama. Hasilnya disajikan dalam tabel berikut.

Urutan Pengambilan Perhitungan Probabilitas Nilai Probabilitas
M, M, H (5/12) × (4/11) × (3/10) 60 / 1320 = 1/22
M, H, M (5/12) × (3/11) × (4/10) 60 / 1320 = 1/22
H, M, M (3/12) × (5/11) × (4/10) 60 / 1320 = 1/22

Menariknya, ketiga urutan memiliki probabilitas yang persis sama, yaitu 1/22. Jika kita jumlahkan probabilitas dari ketiga urutan yang mengarah ke komposisi “2M 1H” ini, kita mendapatkan 3/22. Nilai ini persis sama dengan hasil perhitungan menggunakan kombinasi yang telah kita lakukan sebelumnya.

Alasan Dominannya Pendekatan Kombinasi

Meskipun pengambilan bola secara fisik terjadi dalam suatu urutan, pendekatan kombinasi lebih sering digunakan dalam penyelesaian masalah. Alasannya utama adalah efisiensi dan fokus pada inti pertanyaan. Pertanyaan “berapa peluang mendapatkan 2 merah dan 1 hitam?” hanya peduli pada komposisi akhir, bukan pada kronologi kemunculannya. Dengan menggunakan kombinasi, kita langsung mengelompokkan semua urutan yang menghasilkan komposisi yang sama ke dalam satu perhitungan yang ringkas, tanpa perlu memetakan dan menjumlahkan probabilitas dari setiap urutan secara terpisah.

Ini menyederhanakan logika dan perhitungan, terutama ketika jumlah objek atau urutan yang mungkin menjadi sangat besar.

Jejak Numerik Menuju Komposisi Spesifik dalam Ruang Sampel

Setiap perhitungan peluang yang solid berawal dari pemahaman yang jelas tentang ruang sampel. Ruang sampel adalah himpunan semua hasil yang mungkin dari suatu eksperimen, dan dalam konteks kita, eksperimennya adalah mengambil 3 bola dari kotak berisi 12 bola. Besarnya ruang sampel ini, yang kita sebut sebagai N, adalah penentu utama dalam penyebut rumus peluang. Sementara itu, ruang kejadian yang menguntungkan adalah subset dari ruang sampel ini, berisi semua hasil yang memenuhi kriteria yang kita cari—dalam hal ini, hasil dengan tepat dua bola merah dan satu bola hitam.

Visualisasi Kotak dan Proses Pengambilan

Coba bayangkan kotak transparan yang memuat 12 bola. Lima bola berwarna merah cerah, tersebar di antara empat bola biru yang lebih kalem dan tiga bola hitam yang solid. Tangan kita masuk ke dalam kotak, mengaduk dengan lembut untuk memastikan pengacakan yang sempurna, lalu mengambil tiga bola sekaligus. Hasilnya bisa berupa trio warna apa pun dari campuran yang ada. Visualisasi mental ini membantu memahami bahwa setiap pengambilan tiga bola adalah satu titik dalam ruang sampel yang terdiri dari 220 titik berbeda.

BACA JUGA  Sederhanakan 8 Pangkat 1/2 + 9 Pangkat 1/2 - 256 Pangkat 1/4

Titik-titik seperti (Merah1, Merah2, Biru1) atau (Hitam1, Merah3, Biru4) semuanya ada di sana. Titik-titik yang kita incar adalah subset spesifik di mana merah muncul dua kali dan hitam muncul sekali.

Contoh Perhitungan Manual Detail

Mari kita uraikan perhitungan peluang 2M 1H dari awal hingga bentuk paling sederhana dengan sangat detail. Kita tahu dari pembahasan sebelumnya:
Total Ruang Sampel: C(12,3) =
220. Cara Menguntungkan: C(5,2) × C(3,1) = 10 × 3 = 30.
Jadi, Peluang Awal = 30/220.

Langkah penyederhanaan:
1. Faktorisasi prima dari 30 adalah 2 × 3 × 5.
2. Faktorisasi prima dari 220 adalah 2² × 5 × 11.
3.

Faktor persekutuan terbesar (FPB) dari 30 dan 220 adalah 2 × 5 =
10. 4. Bagi pembilang dan penyebut dengan FPB tersebut: (30 ÷ 10) / (220 ÷ 10) = 3/22.
Dalam bentuk desimal, 3 dibagi 22 sama dengan 0.136363…, yang dapat dibulatkan menjadi 0.1364. Dalam persentase, nilainya adalah sekitar 13.64%.

Peran Ukuran Ruang Sampel Total

Angka 220 sebagai penyebut bukanlah sekadar angka. Ia merepresentasikan totalitas kemungkinan. Nilai peluang pada dasarnya adalah proporsi. Komposisi “2M 1H” memiliki 30 perwakilan di antara 220 kemungkinan dunia yang ada. Jika ruang sampel total lebih kecil, misalnya hanya 50, maka 30 cara menguntungkan akan menghasilkan peluang yang sangat besar (60%).

Sebaliknya, jika ruang sampel membesar menjadi, misalnya, 1000, maka 30 cara akan terasa sangat kecil (3%). Dengan demikian, ukuran ruang sampel total berfungsi sebagai pembagi universal yang menormalkan nilai peluang, memastikan nilainya selalu antara 0 dan 1, dan memberikan konteks tentang seberapa “spesial” atau “biasa” suatu kejadian dibandingkan dengan semua kejadian lain yang mungkin terjadi.

Interpretasi Numerik Peluang Sebagai Bahasa Keputusan Praktis: Peluang 2 Merah Dan 1 Hitam Dari Kotak 5M,4B,3H

Angka peluang 3/22 atau sekitar 13.64% bukanlah sekadar output matematis. Ia adalah sebuah bahasa. Bahasa yang menerjemahkan ketidakpastian menjadi besaran yang dapat dibandingkan dan dipahami. Dalam konteks pengambilan keputusan, angka ini memberi kita rasa tentang “kelaziman”. Jika kita melakukan pengambilan 3 bola dari kotak ini berulang kali dalam jumlah yang sangat besar, kita dapat mengharapkan bahwa sekitar 13 atau 14 kali dari setiap 100 percobaan, hasilnya akan berupa 2 merah dan 1 hitam.

Mari kita hitung peluang mengambil 2 bola merah dan 1 hitam dari kotak berisi 5M, 4B, 3H. Analisis probabilitas ini mengingatkan kita pada pentingnya memahami struktur dan fungsi mendasar, seperti mempelajari Fungsi Jaringan Epitel yang melindungi dan melapisi organ tubuh. Dengan pemahaman dasar yang kuat, baik dalam biologi maupun matematika, perhitungan peluang kompleks seperti kasus bola ini pun menjadi lebih mudah dan terstruktur untuk dipecahkan.

Interpretasi frekuensi panjang ini menjembatani teori dengan ekspektasi dunia nyata.

Perbandingan dengan Kombinasi Warna Seragam, Peluang 2 Merah dan 1 Hitam dari Kotak 5M,4B,3H

Untuk menempatkan peluang 2M1H dalam perspektif yang lebih luas, mari kita bandingkan dengan peluang mendapatkan kombinasi yang lebih homogen, seperti tiga bola dengan warna seragam. Perbandingan ini menunjukkan spektrum kemungkinan dari yang paling mungkin hingga yang paling jarang.

Kombinasi yang Diinginkan Total Cara Menguntungkan Peluang (Pecahan) Peluang (Persentase)
2 Merah & 1 Hitam 30 3/22 ≈ 0.1364 ~13.64%
3 Merah 10 1/22 ≈ 0.0455 ~4.55%
3 Biru 4 1/55 ≈ 0.0182 ~1.82%
3 Hitam 1 1/220 ≈ 0.0045 ~0.45%

Dari tabel terlihat bahwa mendapatkan tiga bola berwarna sama (terutama 3 hitam) adalah kejadian yang sangat langka, sementara komposisi campuran seperti 2M1H atau 1 dari setiap warna memiliki peluang yang jauh lebih besar. Ini logis karena komposisi campuran memiliki lebih banyak “wakil” dalam ruang sampel.

Nilai peluang memberitahu kita tentang kecenderungan dalam jangka panjang, tetapi ia tidak dapat memprediksi hasil dari satu percobaan tunggal secara pasti. Dari satu kali pengambilan, kita mungkin saja mendapatkan 3 hitam yang peluangnya hanya 0.45%. Peluang bukanlah jaminan, melainkan sebuah ukuran keyakinan berdasarkan struktur yang ada.

Aplikasi dalam Bidang Lain di Luar Matematika

Struktur masalah “memilih sejumlah item dari kelompok dengan karakteristik berbeda” ini adalah pola yang sangat umum. Dalam teori permainan atau strategi, model ini dapat merepresentasikan peluang menggambar kartu kombinasi tertentu dari deck, yang mendasari perhitungan odds dalam poker. Dalam manajemen persediaan atau quality control, ini mirip dengan mengambil sampel sejumlah produk dari sebuah lot yang berisi item cacat (dianggap sebagai “warna” yang berbeda) dan menghitung probabilitas menemukan sejumlah tertentu item cacat dalam sampel tersebut.

Pemahaman ini membantu dalam menetapkan ukuran sampel yang efektif dan menilai risiko.

Variasi Permainan Pikiran dengan Mengubah Aturan Kotak

Keindahan matematika terletak pada fleksibilitasnya. Dengan mengubah sedikit aturan awal atau komposisi kotak, kita dapat menjelajahi lanskap peluang yang sama sekali baru. Eksperimen pikiran ini tidak hanya melatih intuisi probabilitas tetapi juga merefleksikan bagaimana perubahan kondisi di dunia nyata—seperti kebijakan baru atau perubahan sumber daya—dapat menggeser kemungkinan hasil. Mari kita rancang tiga variasi dan amati dampaknya terhadap peluang mendapatkan 2 Merah dan 1 Hitam.

BACA JUGA  Turunan Pertama f(x) = (2x-3)(x²+2)³ dan Penjelasan Lengkapnya

Tabel Dampak Variasi Aturan terhadap Peluang

Tabel berikut memetakan perubahan pada ruang sampel dan peluang akhir untuk tiga skenario modifikasi yang berbeda.

Variasi Aturan Deskripsi Perubahan Dampak pada Ruang Sampel & Perhitungan Peluang 2M & 1H Baru
Variasi 1: Pengambilan dengan Pengembalian Setiap bola diambil, dicatat warnanya, lalu dikembalikan sebelum pengambilan berikutnya. Ruang sampel menjadi 12³ = 1728 urutan. Cara menguntungkan: 3 urutan (MMH, MHM, HMM) masing-masing dengan prob (5/12)²×(3/12). 3 × (25/144 × 3/12) = 225/1728 ≈ 0.1302 (13.02%)
Variasi 2: Menambah 1 Bola Hitam Komposisi awal berubah menjadi 5M, 4B, 4H (total 13 bola). Total cara: C(13,3)=

286. Cara menguntungkan

C(5,2)×C(4,1)=10×4=40.

40/286 ≈ 0.1399 (13.99%)
Variasi 3: Mengambil 4 Bola, Target 2M & 1H Jumlah bola yang diambil ditingkatkan menjadi 4, tetapi target komposisi tetap 2 Merah dan 1 Hitam (bola ke-4 bisa warna apa saja). Ini menjadi lebih kompleks. Kejadian menguntungkan terbagi: (2M,1H,1B) atau (2M,1H,1M) -> (3M,1H). Hitung masing-masing lalu jumlahkan. [C(5,2)C(3,1)C(4,1) + C(5,3)C(3,1)] / C(12,4) = [10×3×4 + 10×3] / 495 = (120+30)/495 = 150/495 ≈ 0.3030 (30.30%)

Prosedur Sistematis Menghitung Peluang di Setiap Variasi

Untuk menghitung peluang di bawah aturan yang dimodifikasi, ikuti prosedur sistematis berikut:

  1. Definisikan Ulang Eksperimen: Tentukan dengan jelas total objek, komposisi, jumlah yang diambil, dan apakah pengambilan dengan atau tanpa pengembalian.
  2. Identifikasi Ruang Sampel (N): Hitung total semua hasil dasar yang mungkin sama besarnya. Untuk kombinasi tanpa pengembalian gunakan C(n,k). Untuk pengambilan dengan pengembalian gunakan prinsip perkalian (n^k).
  3. Identifikasi Kejadian Menguntungkan: Rumuskan kondisi “2M 1H” dalam konteks aturan baru. Hitung banyaknya cara mencapai kondisi tersebut, dengan cermat memperhatikan apakah urutan diperhitungkan dan apakah ada bola sisa (seperti pada variasi 3).
  4. Hitung dan Sederhanakan Peluang: Bagi jumlah cara menguntungkan dengan total ruang sampel. Sederhanakan pecahan untuk mendapatkan bentuk yang paling jelas.

Dampak Perubahan Komposisi Awal yang Kecil

Mari kita demonstrasikan bagaimana satu perubahan kecil, seperti menambah satu bola hitam seperti pada Variasi 2, menggeser peluang. Awalnya, dengan 3 Hitam, peluangnya adalah 30/220 = 0.1364. Setelah ditambah 1 Hitam menjadi 4 Hitam, peluangnya menjadi 40/286 ≈ 0.1399. Terjadi kenaikan sekitar 0.35 persen. Mengapa?

Karena penambahan satu bola hitam meningkatkan cara memilih 1 Hitam dari 3 cara menjadi 4 cara, sehingga cara menguntungkan naik dari 30 ke 40. Namun, ruang sampel total juga membesar dari 220 ke 286. Kenaikan pembilang (10) sedikit lebih proporsional lebih besar daripada kenaikan penyebut (66) dalam kasus ini, sehingga peluang akhir naik tipis. Perubahan yang tampaknya sepele ini dapat memiliki implikasi dalam konteks seperti pengendalian kualitas, di mana menambah satu unit cacat ke dalam lot secara signifikan dapat mengubah risiko dalam pengambilan sampel.

Simpulan Akhir

Jadi, apa sebenarnya makna di balik angka peluang mengambil 2 Merah dan 1 Hitam dari kotak ajaib kita? Perjalanan ini mengajarkan bahwa di balik keacakan, terdapat struktur logis yang dapat dipetakan. Nilai peluang yang kita dapatkan bukanlah jaminan, melainkan sebuah bahasa universal untuk mengukur kemungkinan, membantu kita membuat prediksi yang lebih terinformasi baik dalam permainan, bisnis, atau keputusan sehari-hari. Keindahan matematika terletak pada kemampuannya memberikan kepastian dalam ketidakpastian.

Pada akhirnya, kotak berisi bola merah, biru, dan hitam ini hanyalah sebuah permulaan. Prinsip yang sama dapat diterjemahkan ke dalam analisis risiko, optimasi sumber daya, atau strategi permainan. Dengan memahami dasar-dasarnya, kita membekali diri dengan lensa baru untuk melihat pola dalam chaos. Mari kita bawa logika ini keluar dari kotak, dan terapkan dalam memecahkan teka-teki yang jauh lebih besar dalam kehidupan.

Tanya Jawab Umum

Apakah peluangnya berubah jika saya mengambil bola satu per satu dan melihat warnanya?

Tidak, untuk pertanyaan “peluang mendapatkan 2 Merah dan 1 Hitam dalam tiga pengambilan” secara keseluruhan, nilainya tetap sama. Perhitungan kombinasi sudah memperhitungkan semua kemungkinan urutan pengambilan. Namun, jika Anda bertanya tentang peluang di setiap tarikan individu setelah melihat bola sebelumnya, maka peluangnya akan berubah secara dinamis karena komposisi kotak berkurang.

Mana yang lebih mungkin, mendapatkan 2 Merah 1 Hitam atau 3 bola dengan warna yang sama semua?

Mendapatkan 2 Merah dan 1 Hitam lebih mungkin. Berdasarkan perhitungan, peluang untuk 2M 1H adalah sekitar 0.2045 atau 20.45%. Sementara peluang untuk mendapatkan 3 bola dengan warna seragam (3 Merah, 3 Biru, atau 3 Hitam) jika dijumlahkan akan lebih kecil dari nilai tersebut, karena jumlah bola Hitam hanya 3, membuat peluang 3H sangat kecil, dan jumlah bola Biru hanya 4, membuat peluang 3B juga tidak besar.

Bagaimana jika saya mengembalikan bola setelah diambil? Apakah peluangnya jadi lebih besar atau lebih kecil?

Jika pengambilan dilakukan dengan pengembalian (setelah diambil, bola dikembalikan lalu dikocok), peluang mendapatkan 2 Merah dan 1 Hitam justru menjadi lebih kecil. Alasannya, karena pengembalian mempertahankan komposisi kotak tetap sama setiap pengambilan, sehingga peluang terambilnya bola Hitam (yang hanya 3 dari 12) tetap kecil di setiap tarikan, berbeda dengan pengambilan tanpa pengembalian di mana setelah mengambil bola Merah, peluang mengambil bola Hitam pada tarikan berikutnya bisa meningkat.

Apakah konsep ini hanya berguna untuk soal matematika?

Sama sekali tidak. Struktur masalah ini muncul di banyak bidang. Contohnya dalam manajemen persediaan (mengambil sejumlah item cacat dan baik dari lot), pengendalian kualitas, teori permainan (menghitung peluang kombinasi kartu), atau bahkan dalam analisis risiko untuk memperkirakan kemungkinan kombinasi kejadian tertentu dalam sebuah sistem.

Leave a Comment