Menentukan nilai y pada persamaan 6x+y=15 dengan x=4/3 langkah substitusi aljabar

Menentukan nilai y pada persamaan 6x+y=15 dengan x=4/3 mungkin terdengar seperti sekadar rutinitas hitung-hitungan di kelas, tapi sebenarnya ini adalah pintu masuk untuk memahami logika elegan di balik aljabar. Bayangkan persamaan itu sebagai sebuah teka-teki sederhana di mana kita punya sebagian petunjuk, yaitu nilai x, dan tugas kita adalah mengungkap bagian yang tersembunyi, yaitu si y. Proses ini bukan cuma soal menjawab benar, melainkan tentang melatih ketelitian, terutama saat berhadapan dengan bilangan pecahan yang seringkali bikin deg-degan.

Persamaan linear dua variabel seperti 6x + y = 15 adalah fondasi dalam matematika untuk memodelkan hubungan antara dua hal, misalnya hubungan antara jarak dan waktu atau biaya dan jumlah barang. Di sini, kita akan fokus pada satu skenario spesifik: jika variabel x sudah diketahui bernilai 4/3, bagaimana cara menemukan pasangannya, si y, yang membuat persamaan tersebut tetap seimbang? Mari kita telusuri langkah-langkah sistematisnya, dari substitusi nilai, operasi aritmatika, hingga isolasi variabel, dengan penjelasan yang rinci agar konsepnya melekat kuat.

Pengenalan Persamaan Linear Dua Variabel

Persamaan linear dua variabel adalah fondasi dalam aljabar yang menggambarkan hubungan lurus antara dua hal yang dapat berubah, biasanya dilambangkan dengan x dan y. Bentuk umumnya adalah ax + by = c, di mana a, b, dan c adalah bilangan konstanta. Dalam konteks ini, persamaan 6x + y = 15 adalah sebuah pernyataan matematika yang menyatakan bahwa enam kali nilai x ditambah nilai y hasilnya selalu lima belas.

Variabel x dan y adalah nilai yang kita cari atau tentukan, sedangkan angka 6, 1 (koefisien y yang tersembunyi), dan 15 adalah konstanta yang membentuk aturan hubungan tersebut.

Konsep ini bukan hanya abstraksi di kertas. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemui pola serupa. Misalnya, jika sebuah warung menjual kopi (x) seharga Rp 10.000 dan roti (y) seharga Rp 5.000, dan kamu hanya membawa uang Rp 50.000, hubungannya dapat dimodelkan sebagai 10000x + 5000y = 50000. Persamaan itu membatasi kombinasi kopi dan roti yang bisa kamu beli dengan budget tersebut.

Konsep Dasar dan Peran Variabel, Menentukan nilai y pada persamaan 6x+y=15 dengan x=4/3

Memahami peran setiap komponen dalam persamaan 6x + y = 15 adalah kunci untuk menyelesaikannya. Koefisien 6 yang melekat pada x menunjukkan pengaruh yang lebih besar dari variabel x terhadap hasil akhir dibandingkan y, yang koefisiennya 1. Konstanta 15 di sisi kanan persamaan berperan sebagai batas atau total yang harus dipenuhi. Ketika salah satu variabel diketahui, seperti x = 4/3, persamaan berubah dari pernyataan hubungan menjadi alat pencari nilai tunggal untuk variabel yang belum diketahui.

BACA JUGA  Cara Menjelaskan Cara Panduan dan Konten

Substitusi Nilai ke dalam Persamaan

Substitusi adalah teknik inti dalam aljabar di mana kita mengganti simbol dengan nilai numerik yang diketahui. Proses ini mengubah persamaan dari bentuk umum menjadi kasus spesifik yang siap dihitung. Untuk persamaan 6x + y = 15 dengan x = 4/3, kita akan memasukkan nilai pecahan tersebut ke tempat variabel x.

Ketelitian mutlak diperlukan dalam langkah ini, terutama saat berhadapan dengan bilangan pecahan. Kesalahan penulisan atau kurangnya tanda kurung dapat mengarah pada hasil yang salah. Prinsipnya adalah mengganti dengan tepat dan mempertahankan integritas operasi matematika yang sudah ada.

Langkah-langkah Substitusi Sistematis

Berikut adalah tabel yang merinci proses substitusi nilai x = 4/3 ke dalam persamaan 6x + y = 15. Tabel ini dirancang untuk menunjukkan urutan kerja yang jelas dan logis.

Langkah Proses Perhitungan Keterangan
1. Menulis Ulang Persamaan 6x + y = 15 Persamaan awal.
2. Substitusi Nilai x 6(4/3) + y = 15 Nilai x = 4/3 menggantikan variabel x. Tanda kurung penting untuk kejelasan.
3. Persamaan Siap Diolah 6*(4/3) + y = 15 Persamaan telah berubah menjadi perhitungan aritmatika yang melibatkan y.

Penyederhanaan dan Operasi Aritmatika

Setelah substitusi, langkah selanjutnya adalah menyederhanakan persamaan dengan melakukan operasi perkalian antara bilangan bulat dan pecahan. Operasi 6
– (4/3) adalah inti dari tahap ini. Memahami aturan perkalian pecahan dengan benar akan memastikan perjalanan kita menuju solusi yang akurat.

Aturan dasarnya cukup sederhana: bilangan bulat dapat dianggap sebagai pecahan dengan penyebut 1. Perkalian dilakukan dengan mengalikan pembilang dengan pembilang, dan penyebut dengan penyebut, kemudian disederhanakan jika mungkin.

Detail Perhitungan dan Aturan Pecahan

Mari jabarkan proses perhitungan 6
– (4/3):

  • Ubah 6 menjadi bentuk pecahan: 6/1.
  • Kalikan pembilang: 6
    – 4 = 24.
  • Kalikan penyebut: 1
    – 3 = 3.
  • Hasil perkalian adalah 24/3.
  • Sederhanakan pecahan 24/3: 24 dibagi 3 sama dengan 8.

Jadi, 6
– (4/3) = 8. Operasi ini meringkas persamaan kita dari 6*(4/3) + y = 15 menjadi 8 + y = 15.

Tips Menghindari Kesalahan: Selalu tulis pecahan dengan jelas dan gunakan tanda kurung saat mensubstitusi. Saat menyederhanakan, pastikan untuk membagi pembilang dan penyebut dengan bilangan yang sama (FPB). Jangan terburu-buru menghilangkan penyebut sebelum memastikan semua operasi sudah benar.

Isolasi Variabel dan Penyelesaian Akhir

Dengan persamaan yang telah disederhanakan menjadi 8 + y = 15, tujuan kita adalah mengisolasi variabel y, yaitu membuat y sendirian di satu sisi persamaan. Ini dilakukan dengan melakukan operasi invers (kebalikan) terhadap bilangan yang menyertai y. Karena 8 dijumlahkan dengan y, kita mengurangkan kedua sisi persamaan dengan 8.

BACA JUGA  Faktor utama penaklukan Spanyol atas Kekaisaran Inca dan Aztec

Langkah isolasi ini mengungkap nilai eksak dari y. Untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam proses dari awal hingga akhir, sangat disarankan untuk melakukan pengecekan dengan memasukkan kembali nilai x dan y yang ditemukan ke dalam persamaan asli.

Proses Isolasi dan Tabel Perbandingan

Tabel berikut membandingkan transformasi persamaan pada setiap tahap kunci hingga ditemukan solusi.

Persamaan Awal Setelah Substitusi Setelah Perkalian Hasil Akhir
6x + y = 15 6*(4/3) + y = 15 8 + y = 15 y = 7

Proses isolasi: 8 + y = 15 → y = 15 – 8 → y =
7. Pengecekan kebenaran: Masukkan x=4/3 dan y=7 ke 6x + y. 6*(4/3) + 7 = 8 + 7 = 15. Hasil sesuai dengan ruas kanan persamaan, membuktikan solusi y=7 adalah benar.

Aplikasi dan Variasi Soal Serupa

Penguasaan konsep substitusi menjadi lebih kokoh ketika dilatih dengan berbagai variasi soal. Variasi ini menguji pemahaman yang sama dalam konteks yang sedikit berbeda, misalnya dengan mengubah jenis bilangan (desimal, negatif), posisi variabel, atau kerumitan aljabar. Berikut tiga contoh variasi soal dengan tingkat kesulitan yang berjenjang.

Variasi pertama mungkin hanya mengubah nilai substitusi, yang kedua mengubah bentuk persamaan, dan yang ketiga menambahkan langkah aljabar tambahan sebelum substitusi dapat dilakukan.

Contoh Variasi Soal dan Penyelesaian

Berikut tiga variasi soal latihan:

  1. Dasar: Tentukan nilai y dari persamaan 5x + 2y = 20 jika diketahui x = 2. (Menguji substitusi bilangan bulat sederhana).
  2. Menengah: Diketahui persamaan 3a – 4b = 10. Jika b = -1/2, berapakah nilai a? (Menguji substitusi bilangan negatif dan pecahan, serta operasi pengurangan).
  3. Lanjutan: Nilai p memenuhi 2(p + 3q) = 30. Jika q = 5/3, tentukan nilai p. (Menguji kemampuan menyederhanakan bentuk aljabar dalam kurung sebelum substitusi).

Penyelesaian untuk variasi soal menengah (nomor 2):

  • Persamaan: 3a – 4b =
    10. Substitusi b = -1/2: 3a – 4*(-1/2) = 10.
  • Sederhanakan perkalian: -4
    – (-1/2) =
    2. Persamaan menjadi: 3a + 2 = 10.
  • Isolasi variabel a: 3a = 10 – 2 → 3a = 8.
  • Selesaikan untuk a: a = 8/3.

Visualisasi Konsep Matematika

Persamaan linear dua variabel seperti 6x + y = 15 tidak hanya berupa deretan angka; ia memiliki representasi visual yang elegan dalam bidang kartesius, yaitu sebuah garis lurus. Setiap pasangan nilai (x, y) yang memenuhi persamaan tersebut adalah sebuah titik yang terletak persis di atas garis itu. Solusi yang kita temukan, (4/3, 7), adalah koordinat satu titik spesifik pada garis tersebut.

Memvisualisasikan solusi membantu memahami bahwa kita bukan hanya mencari angka, tetapi menemukan posisi suatu titik dalam hubungan yang teratur. Titik (4/3, 7) ini adalah perpotongan antara garis 6x+y=15 dengan garis vertikal x = 4/3.

BACA JUGA  Hubungan Antara Garis m dan n Berdasarkan Titik-titiknya Analisis Lengkap

Deskripsi Grafis dan Hubungannya dengan Solusi

Menentukan nilai y pada persamaan 6x+y=15 dengan x=4/3

Source: co.id

Bayangkan sebuah bidang koordinat dengan sumbu horizontal (x) dan vertikal (y). Garis dari persamaan 6x + y = 15 akan melintang dari kiri atas ke kanan bawah karena memiliki kemiringan negatif. Untuk menggambarkannya, kita bisa mencari titik potongnya: saat x=0, y=15 (titik di sumbu y); saat y=0, x=2.5 (titik di sumbu x). Tarik garis lurus melalui kedua titik ini.

Sekarang, gambar garis vertikal tipis yang melalui x = 4/3 (atau sekitar 1.33) pada sumbu x. Garis vertikal ini akan memotong garis 6x+y=15 di satu titik. Tinggi titik potong tersebut, yang dibaca pada sumbu y, adalah nilai y=7. Dengan demikian, solusi aljabar kita (4/3, 7) secara visual terkonfirmasi sebagai koordinat titik potong antara garis persamaan dan garis vertikal x=4/3. Visualisasi ini memperkuat pemahaman bahwa menyelesaikan persamaan untuk y dengan x tertentu sama dengan mencari ketinggian titik pada kurva (dalam hal ini garis) pada posisi x tersebut.

Penutup

Jadi, setelah melalui proses substitusi dan penyederhanaan, nilai y yang memenuhi persamaan 6x+y=15 saat x=4/3 adalah y = 7. Hasil ini bukan angka akhir belaka, melainkan sebuah koordinat (4/3, 7) yang dengan tepat terletak pada garis lurus yang direpresentasikan oleh persamaan tersebut. Ini membuktikan bahwa solusi kita valid dan konsisten. Pemahaman mendalam tentang proses ini, mulai dari kehati-hatian mengolah pecahan hingga mengecek kembali jawaban, adalah keterampilan dasar yang akan sangat berguna ketika menghadapi masalah matematika yang lebih kompleks.

Selamat, kamu sudah berhasil menyelesaikan satu teka-teki aljabar dengan sukses!

Jawaban yang Berguna: Menentukan Nilai Y Pada Persamaan 6x+y=15 Dengan X=4/3

Bagaimana jika nilai x yang diberikan adalah bilangan desimal, bukan pecahan seperti 4/3?

Prinsipnya tetap sama: substitusikan nilai x (desimal) ke persamaan, lalu selesaikan untuk y. Misalnya, jika x=1.5, hitung 6*(1.5) + y = 15 menjadi 9 + y = 15, sehingga y = 6. Menggunakan pecahan atau desimal hanya soal preferensi atau konteks soal.

Apakah hasil y=7 ini adalah satu-satunya solusi untuk persamaan 6x+y=15?

Tidak. y=7 adalah solusi spesifik hanya ketika x=4/3. Persamaan linear dua variabel memiliki tak terhingga banyak solusi, membentuk sebuah garis lurus. Setiap nilai x yang berbeda akan menghasilkan nilai y yang berbeda pula.

Mengapa kita harus “mengisolasi” variabel y? Tidak bisakah langsung dihitung?

Mengisolasi y (menjadikan y sendiri di satu sisi persamaan) adalah cara sistematis dan jelas untuk menemukan nilainya. Ini memastikan kita tidak melakukan kesalahan logika dan memudahkan pengecekan. Langkah “memindahkan” bilangan adalah inti dari penyelesaian persamaan.

Adakah cara cepat atau rumus khusus untuk menyelesaikan soal seperti ini?

Untuk bentuk sederhana seperti ini, tidak ada rumus ajaib selain konsep dasar: substitusi lalu selesaikan. Kecepatan datang dari penguasaan operasi bilangan, terutama pecahan. Memahami konsep jauh lebih penting daripada menghafal rumus instan.

Bagaimana cara mengecek apakah jawaban y=7 ini sudah pasti benar?

Lakukan pengecekan dengan substitusi balik nilai x=4/3 dan y=7 ke persamaan awal: 6*(4/3) + 7 = 8 + 7 = 15. Karena hasilnya sama dengan ruas kanan (15), maka solusi tersebut terbukti benar.

Leave a Comment