Operasi Matematika 7 + 8 ÷ 87 – 7 dan Urutan Hitung yang Benar

Operasi Matematika 7 + 8 ÷ 87 - 7 – Operasi Matematika 7 + 8 ÷ 87 – 7 mungkin terlihat sederhana, tapi di balik susunan angka dan simbol itu tersembunyi aturan main yang seringkali jadi batu sandungan. Banyak yang langsung terjun menghitung dari kiri ke kanan, dan hasilnya? Bisa meleset jauh. Ekspresi ini adalah contoh sempurna bagaimana matematika bukan cuma tentang angka, tapi tentang logika dan hierarki yang ketat.

Tanpa pemahaman yang tepat, kesalahan kecil dalam urutan pengerjaan bisa mengubah hasil akhir secara signifikan.

Pembahasan ini akan mengupas tuntas ekspresi tersebut, dimulai dari penerapan aturan baku PEMDAM atau BODMAS yang mengutamakan pembagian sebelum penjumlahan dan pengurangan. Kita akan melihat bagaimana operasi pembagian 8 ÷ 87, yang menghasilkan bilangan pecahan, menjadi kunci perhitungan. Melalui analisis langkah demi langkah, ilustrasi visual, dan eksplorasi konteks aplikasinya, kita akan membongkar kompleksitas yang tersembunyi dalam susunan yang tampak lugas ini.

Memahami Ekspresi Matematika Dasar

Ekspresi matematika seperti “7 + 8 ÷ 87 – 7” seringkali tampak sederhana, namun menyimpan aturan main yang krusial. Tanpa pemahaman yang tepat tentang hierarki operasi, hasil yang kita dapatkan bisa melenceng jauh dari jawaban yang benar. Aturan ini, yang dikenal sebagai PEMDAS (Parentheses, Exponents, Multiplication/Division, Addition/Subtraction) atau BODMAS (Brackets, Orders, Division/Multiplication, Addition/Subtraction), berfungsi sebagai konvensi universal agar semua orang membaca dan menyelesaikan ekspresi matematika dengan cara yang sama.

Inti dari aturan ini adalah bahwa perkalian dan pembagian memiliki prioritas yang lebih tinggi daripada penjumlahan dan pengurangan, dan operasi dengan prioritas yang sama dikerjakan dari kiri ke kanan. Dalam ekspresi kita, operasi pembagian (8 ÷ 87) harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum kita melanjutkan dengan penjumlahan dan pengurangan.

Perbandingan Hasil: Aturan vs Urutan Kiri-Kanan

Untuk melihat betapa signifikannya perbedaan penerapan aturan, mari kita lihat tabel perbandingan berikut. Tabel ini dengan jelas menunjukkan bagaimana dua interpretasi yang berbeda dari ekspresi yang sama menghasilkan nilai akhir yang bertolak belakang.

Metode Perhitungan Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Hasil Akhir
Tanpa Aturan (Kiri ke Kanan) 7 + 8 = 15 15 ÷ 87 ≈ 0.1724 0.1724 – 7 ≈ -6.8276 ≈ -6.83
Dengan Aturan PEMDAS 8 ÷ 87 ≈ 0.09195 7 + 0.09195 ≈ 7.09195 7.09195 – 7 = 0.09195 ≈ 0.092

Contoh Ekspresi dengan Struktur Serupa, Operasi Matematika 7 + 8 ÷ 87 - 7

Operasi Matematika 7 + 8 ÷ 87 - 7

Source: slidesharecdn.com

Pola kesalahan serupa sering muncul pada ekspresi dengan struktur operator campuran. Misalnya, ekspresi “12 – 3 × 2 + 6 ÷ 3”. Jika dikerjakan dari kiri ke kanan tanpa aturan, hasilnya akan menjadi
8. Namun, dengan menerapkan PEMDAS (mengerjakan 3 × 2 = 6 dan 6 ÷ 3 = 2 terlebih dahulu), perhitungan yang benar adalah 12 – 6 + 2 =
8.

Dalam contoh ini kebetulan hasilnya sama, tetapi coba pada ekspresi “6 + 9 ÷ 3 – 2”. Tanpa aturan: 6+9=15, 15÷3=5, 5-2=
3. Dengan aturan: 9÷3=3, 6+3=9, 9-2=7. Hasilnya jelas berbeda, menunjukkan pentingnya konsistensi aturan.

BACA JUGA  Cara Melakukan Ini Panduan Menyusun Instruksi yang Efektif

Langkah Demi Langkah Penyelesaian 7 + 8 ÷ 87 – 7

Mari kita uraikan penyelesaian ekspresi utama dengan sangat detail untuk menghilangkan segala keraguan.

  1. Identifikasi Operasi dengan Prioritas Tertinggi: Dalam ekspresi 7 + 8 ÷ 87 – 7, satu-satunya operasi dengan prioritas tinggi adalah pembagian (÷). Jadi, kita fokus pada bagian 8 ÷ 87 terlebih dahulu.
  2. Melakukan Pembagian: 8 dibagi 87 menghasilkan bilangan pecahan, yaitu 8/87. Dalam bentuk desimal, nilainya kira-kira 0.09195402298850575. Untuk keperluan perhitungan, kita bisa membulatkannya menjadi 0.09195 atau mempertahankan sebagai pecahan 8/87.
  3. Substitusi dan Penyederhanaan: Ekspresi awal kini berubah menjadi: 7 + (8/87)

    7, atau 7 + 0.09195 – 7.

  4. Melakukan Penjumlahan dan Pengurangan (kiri ke kanan): 7 + 0.09195 = 7.09195. Kemudian, 7.09195 – 7 = 0.09195.

Dengan demikian, hasil akhir dari ekspresi 7 + 8 ÷ 87 – 7 adalah 8/87 atau sekitar 0.092. Perhatikan bahwa 7 – 7 saling menghilangkan, sehingga inti dari perhitungan ini sebenarnya hanyalah nilai dari 8 ÷ 87 itu sendiri.

Analisis Detail Operasi Pembagian dalam Ekspresi

Operasi pembagian “8 ÷ 87” dalam ekspresi ini bukan sekadar langkah biasa; ia berperan sebagai pivot atau poros yang menentukan alur logika seluruh perhitungan. Posisinya yang terjepit di antara dua operasi penjumlahan/pengurangan dengan bilangan bulat membuatnya menjadi elemen kritis. Jika diabaikan urutannya, makna numerik dari ekspresi akan berubah total.

Hasil dari 8 ÷ 87 secara alami adalah bilangan pecahan karena 8 (dividen) lebih kecil dari 87 (divisor). Dalam aritmetika bilangan bulat, hasilnya adalah 0 dengan sisa 8. Namun, dalam konteks ekspresi aljabar atau perhitungan kontinu seperti ini, kita menggunakannya sebagai bilangan rasional—baik dalam bentuk pecahan biasa (8/87) maupun representasi desimalnya—untuk mempertahankan keakuratan sebelum digabungkan dengan bilangan lain.

Langkah Presisi Menghitung 8 ÷ 87

Sebelum hasil pembagian ini dimasukkan ke dalam operasi selanjutnya, penting untuk menghitungnya dengan presisi yang memadai agar tidak terjadi propagasi kesalahan pembulatan. Berikut adalah pendekatan sistematisnya.

  • Pertahankan dalam Bentuk Pecahan: Cara paling akurat adalah membiarkannya sebagai 8/87 selama proses kalkulasi. Ini adalah nilai eksak tanpa kehilangan sedikitpun informasi.
  • Konversi ke Desimal dengan Cukup Angka Signifikan: Jika harus menggunakan desimal, tentukan tingkat ketelitian. Untuk kebanyakan keperluan, 4-5 angka di belakang koma sudah memadai. Lakukan pembagian: 8 ÷ 87 = 0.09195…
  • Gunakan Kalkulator atau Pembagian Panjang: Untuk memastikan, gunakan kalkulator ilmiah atau metode pembagian panjang. 87 tidak bisa membagi 8, jadi tambahkan desimal: 80 ÷ 87 = 0, sisa 80. 800 ÷ 87 = 9 (karena 87*9=783), sisa 17, dan seterusnya, menghasilkan 0.09195.
  • Substitusi dengan Hati-hati: Setelah nilai desimal atau pecahan didapat, gantikan bagian “8 ÷ 87” dalam ekspresi awal dengan nilai tersebut sebelum melanjutkan penjumlahan dan pengurangan.

Penyajian Visual Proses Perhitungan

Memvisualisasikan proses penyelesaian ekspresi matematika dapat memperdalam pemahaman konseptual. Bayangkan sebuah ilustrasi alur kerja yang dimulai dari ekspresi mentah “7 + 8 ÷ 87 – 7”. Pertama, pemindai akan mengidentifikasi semua operator: tanda tambah (+), bagi (÷), dan kurang (-). Selanjutnya, prosesor logika akan menerapkan filter prioritas berdasarkan aturan PEMDAS, menyoroti operator pembagian (÷) dengan warna atau tanda yang berbeda untuk menandakan bahwa ia harus diproses terlebih dahulu.

Setelah sorotan pada pembagian, ilustrasi akan menunjukkan ekstraksi bagian “8 ÷ 87” dari ekspresi, memprosesnya menjadi gelembung nilai baru, yaitu “0.092” atau “8/87”. Gelembung nilai ini kemudian dimasukkan kembali ke dalam posisi semula, mengubah ekspresi menjadi “7 + 0.092 – 7”. Tahap terakhir menunjukkan proses penjumlahan dan pengurangan berurutan dari kiri ke kanan: gelembung “7” dan “0.092” bergabung menjadi “7.092”, lalu pengurangan dengan gelembung “7” terakhir menghasilkan gelembung hasil akhir “0.092”.

Konsep Hierarki Operasi Matematika

Hierarki operasi matematika adalah kesepakatan tata bahasa dalam bahasa matematika. Sama seperti dalam kalimat “Saya makan nasi dengan lauk ayam”, kata “dengan” mengelompokkan “lauk ayam” sebagai satu kesatuan sebelum dikaitkan dengan kata kerja “makan”. Dalam ekspresi “7 + 8 ÷ 87 – 7”, tanda bagi (÷) bertindak sebagai pengelompok yang lebih kuat, mengikat angka 8 dan 87 menjadi satu unit nilai (8/87) sebelum unit tersebut dihubungkan dengan operasi penjumlahan dan pengurangan di sekitarnya. Tanpa kesepakatan ini, komunikasi numerik menjadi kacau dan ambigu.

Panduan Membuat Diagram Alur Sederhana

Membuat diagram alur untuk ekspresi ini adalah latihan logika yang baik. Mulailah dengan kotak bertuliskan “Ekspresi: 7 + 8 ÷ 87 – 7”. Dari sana, buatlah sebuah pertanyaan di dalam belah ketupat: “Apakah ada operasi perkalian/pembagian?” Jawab “Ya”, maka tunjukkan panah ke proses “Kerjakan pembagian pertama: hitung 8 ÷ 87 ≈ 0.092”. Setelah proses itu, panah mengarah ke kotak baru: “Ekspresi Tersisa: 7 + 0.092 – 7”.

Kembali ke pertanyaan serupa: “Apakah masih ada perkalian/pembagian?” Jawab “Tidak”. Lanjut ke pertanyaan: “Apakah ada penjumlahan/pengurangan?” Jawab “Ya”, maka proses “Kerjakan dari kiri: 7 + 0.092 = 7.092”. Diagram berlanjut dengan “Ekspresi Tersisa: 7.092 – 7” dan proses terakhir “7.092 – 7 = 0.092”. Akhiri dengan kotak “Hasil Akhir: ≈ 0.092”.

Aplikasi dan Variasi dalam Soal Cerita

Ekspresi “7 + 8 ÷ 87 – 7” mungkin terlihat abstrak, namun ia dapat merepresentasikan situasi dunia nyata. Misalnya, dalam sebuah proyek kecil: Anda memiliki 7 liter cat lama, lalu membeli 8 liter cat baru yang harus dicampur secara merata ke dalam 87 kaleng kecil. Operasi “8 ÷ 87” mewakili jumlah cat baru per kaleng. Kemudian, Anda menambahkan kuota 7 liter cat lama secara merata?

Tidak, dalam konteks ini, angka 7 yang pertama dan terakhir bisa mewakili stok awal dan stok yang diambil untuk keperluan lain. Hasil akhir “0.092 liter” mungkin adalah selisih atau kelebihan cat yang sangat kecil per kaleng setelah seluruh proses alokasi yang rumit.

Perbandingan dengan Variasi Ekspresi Modifikasi

Mengubah sedikit posisi operator atau menambahkan tanda kurung akan mengubah makna dan hasil ekspresi secara dramatis. Tabel berikut membandingkan ekspresi utama dengan dua variasi modifikasinya.

Ekspresi Interpretasi (Dengan Kurung Implisit dari PEMDAS) Langkah Perhitungan Hasil Akhir
7 + 8 ÷ 87 – 7 (Asli) 7 + (8 ÷ 87) – 7 8÷87≈0.092; 7+0.092=7.092; 7.092-7=0.092 ≈ 0.092
(7 + 8) ÷ (87 – 7) (15) ÷ (80) 7+8=15; 87-7=80; 15÷80=0.1875 0.1875
7 + 8 ÷ (87 – 7) 7 + (8 ÷ 80) 87-7=80; 8÷80=0.1; 7+0.1=7.1 7.1

Elemen untuk Membuat Latihan Baru

Untuk membuat latihan dengan tingkat kesulitan setara, kita bisa memodifikasi beberapa elemen kunci dalam ekspresi asli. Pertama, angka operan: ganti angka 7, 8, atau 87 dengan bilangan lain, mungkin bilangan desimal seperti 7.5 atau bilangan yang lebih besar. Kedua, jenis operator prioritas: ganti pembagian (÷) dengan perkalian (×), misalnya “7 + 8 × 87 – 7”, yang akan memberikan hasil yang jauh lebih besar karena 8 × 87 =
696.

Ketiga, urutan operator: ubah posisi operator prioritas, contohnya “87 ÷ 8 + 7 – 7”, di mana pembagian pertama akan menghasilkan 10.
875. Keempat, menyembunyikan kompleksitas: gunakan bilangan yang hasil baginya tidak bulat, seperti mengubah 87 menjadi 86, sehingga 8 ÷ 86 menghasilkan desimal berulang sederhana.

Kesalahan Umum dan Verifikasi Hasil

Ketika berhadapan dengan ekspresi campuran, beberapa jebakan sering menjerat, baik pelajar pemula maupun orang dewasa yang sudah lama tidak berlatih. Kesalahan-kesalahan ini biasanya berakar pada kebiasaan membaca dari kiri ke kanan secara naif tanpa mempertimbangkan hierarki operasi.

Daftar Kesalahan Umum dalam Perhitungan

  • Mengabaikan Prioritas Pembagian/Perkalian: Langsung menjumlahkan 7 + 8 = 15, kemudian membagi 15 dengan 87, dan seterusnya. Ini adalah kesalahan paling klasik.
  • Kesalahan dalam Urutan Penjumlahan/Pengurangan Setelah Pembagian: Setelah mendapatkan hasil 8 ÷ 87 ≈ 0.092, melakukan pengurangan 7 – 7 terlebih dahulu (yang menghasilkan 0), lalu menambahkan 0.092, sehingga tetap benar secara kebetulan. Meski hasilnya sama, urutan logikanya salah karena seolah-olah mengelompokkan (7-7).
  • Pembulatan Terlalu Dini: Membulatkan hasil 8 ÷ 87 menjadi 0.09 terlalu awal, lalu menghitung 7 + 0.09 = 7.09, dan 7.09 – 7 = 0.09. Pembulatan ini mengurangi akurasi dari 0.09195 menjadi 0.09.
  • Menganggap Pembagian sebagai Operasi Terakhir: Memandang ekspresi sebagai (7+8) ÷ (87-7) karena adanya pola simetri angka 7. Ini adalah kesalahan interpretasi struktural.

Metode Verifikasi dengan Kalkulator Ilmiah

Cara tercepat untuk memverifikasi adalah menggunakan kalkulator ilmiah, baik fisik maupun aplikasi. Ketik persis seperti ekspresi tertulis: “7 + 8 ÷ 87 – 7” dan tekan tanda sama dengan. Kalkulator ilmiah telah diprogram dengan logika PEMDAS, sehingga akan memberikan hasil yang benar, yaitu sekitar 0.091954. Jika kalkulator memberi hasil -6.827, berarti kalkulator tersebut berada dalam mode perhitungan “urutan langsung” (chain calculation) yang biasanya digunakan untuk kalkulator sederhana, dan itu mengonfirmasi pentingnya menggunakan alat yang tepat.

Prosedur Pengecekan Ulang dengan Pengelompokan

Sebuah metode pengecekan yang baik adalah dengan secara eksplisit menambahkan tanda kurung sesuai aturan prioritas pada ekspresi asli, lalu membandingkan hasilnya. Untuk ekspresi “7 + 8 ÷ 87 – 7”, kita tahu bahwa pembagian didahulukan. Jadi, kita tulis ulang menjadi “7 + (8 ÷ 87)
-7″. Hitung nilai dalam kurung: 8 ÷ 87 = 8/
87. Kemudian, perhatikan bahwa 7 – 7 =
0.

Maka ekspresi menjadi (8/87) + 0, yang jelas hasilnya adalah 8/
87. Pengecekan ini tidak hanya memverifikasi angka, tetapi juga memperkuat pemahaman struktural bahwa dua angka 7 saling meniadakan, meninggalkan hanya hasil pembagian sebagai jawaban final.

Penutupan Akhir: Operasi Matematika 7 + 8 ÷ 87 - 7

Jadi, perjalanan mengurai Operasi Matematika 7 + 8 ÷ 87 – 7 mengajarkan sebuah prinsip mendasar: dalam matematika, ketelitian membaca aturan sama pentingnya dengan kemampuan berhitung. Hasil akhir yang mendekati nol, sekitar 0.091954, bukanlah kebetulan, melainkan konsekuensi logis dari hierarki operasi. Pelajaran dari ekspresi sederhana ini bisa diterapkan pada perhitungan yang jauh lebih kompleks, baik di dunia akademik maupun dalam keputusan sehari-hari.

Intinya, sebelum terburu-buru menghitung, selalu tanyakan: mana yang harus didahulukan? Dengan begitu, kita tak hanya menemukan jawaban yang benar, tetapi juga melatih ketelitian dan pola pikir terstruktur.

Detail FAQ

Apakah hasil dari 7 + 8 ÷ 87 – 7 sama dengan (7+8) ÷ (87-7)?

Tidak sama sama sekali. Tanpa tanda kurung, aturan baku mengharuskan pembagian (8÷87) dilakukan terlebih dahulu. Hasilnya sekitar 0.091954. Sementara jika dikelompokkan seperti (7+8)÷(87-7), perhitungannya menjadi 15 ÷ 80 = 0.1875. Posisi tanda kurung mengubah makna dan hasil ekspresi secara dramatis.

Mengapa pembagian harus didahulukan sebelum penjumlahan dan pengurangan?

Ini adalah konvensi matematika global (PEMDAM/BODMAS) yang dibuat untuk memastikan keseragaman interpretasi. Tanpa aturan ini, satu ekspresi bisa dihitung dengan banyak cara dan menghasilkan banyak jawaban, yang menimbulkan kebingungan. Prioritas ini memastikan bahwa operasi yang lebih “kuat” seperti perkalian dan pembagian diselesaikan terlebih dahulu.

Bagaimana cara paling mudah menghindari kesalahan dalam soal seperti ini?

Selalu ingat akronim “Kali/Bagi dulu, baru Tambah/Kurang”. Saat melihat soal, lingkari atau beri tanda highlight pada operasi perkalian dan pembagian terlebih dahulu, selesaikan, baru lanjut ke operasi lainnya dari kiri ke kanan. Latihan dengan variasi soal juga sangat membantu.

Apakah hasil perhitungan ini bisa dibulatkan?

Bisa, tergantung konteks dan tingkat ketelitian yang dibutuhkan. Dalam banyak kasus, hasil seperti 0.091954022… bisa dibulatkan menjadi 0.092 atau 0.09. Namun, untuk keperluan perhitungan yang presisi atau sebagai langkah antara dalam soal yang lebih panjang, sebaiknya gunakan nilai pecahan (8/87) atau desimal dengan banyak digit.

Leave a Comment