Hitung log₃243 – log₃18 – log₃(3/2) Langkah Demi Langkah

Hitung log₃243 – log₃18 – log₃(3/2) mungkin sekilas tampak seperti deretan angka dan simbol yang menakutkan, padahal di baliknya tersimpan pola matematis yang elegan dan logis. Soal ini sebenarnya adalah sebuah teka-teki yang menantang kita untuk melihat hubungan antar bilangan, di mana kunci utamanya terletak pada pemahaman sifat-sifat logaritma yang justru akan mempermudah segalanya.

Topik ini mengajak kita untuk menyelami lebih dalam bagaimana operasi pengurangan pada logaritma sebenarnya adalah proses penyederhanaan yang powerful. Daripada terjebak menghitung nilai masing-masing log satu per satu yang bisa rumit, kita akan memanfaatkan aturan main aljabar yang cerdas untuk menggabungkan dan menyederhanakan ekspresi tersebut menjadi sebuah jawaban yang rapi dan elegan.

Pengantar Konsep Logaritma

Sebelum kita menyelami penyelesaian soal yang spesifik, mari kita pahami dulu dasar dari logaritma, khususnya dengan basis 3. Logaritma pada hakikatnya adalah kebalikan dari operasi pemangkatan. Jika kita punya pernyataan eksponensial 3 pangkat 5 sama dengan 243, maka bentuk logaritmanya adalah log basis 3 dari 243 sama dengan 5. Secara umum, jika aᶜ = b, maka logₐ b = c, dengan syarat a > 0 dan a ≠ 1.

Untuk membangun intuisi, coba kita lihat contoh sederhana. Nilai dari log₃9 adalah 2, karena 3² =
9. Begitu pula, log₃27 adalah 3, karena 3³ =
27. Logaritma menjawab pertanyaan: “3 harus dipangkatkan berapa untuk mendapatkan bilangan ini?” Bayangkan logaritma sebagai mesin pengepak yang efisien. Eksponen (pangkat) adalah cara kita mengompres perkalian berulang (misal, 3x3x3x3x3 = 243).

Logaritma adalah proses membongkar paket itu, mencari tahu berapa kali proses pengemasan (perkalian dengan basis) terjadi untuk sampai pada bilangan akhir.

Definisi dan Ilustrasi Logaritma

Logaritma dengan basis 3, ditulis log₃, secara khusus hanya peduli pada hubungan bilangan dengan pangkat dari angka 3. Ini seperti melihat dunia melalui lensa yang hanya memperbesar kelipatan tiga. Dalam konteks matematika, fungsi logaritma adalah invers dari fungsi eksponensial. Artinya, jika fungsi eksponensial mengambil sebuah pangkat dan menghasilkan bilangan, fungsi logaritma mengambil bilangan dan mengembalikan pangkatnya. Hubungan timbal balik ini yang membuat sifat-sifat logaritma sangat kuat untuk menyederhanakan perhitungan, terutama ketika berhadapan dengan bilangan yang sangat besar atau sangat kecil.

Sifat-Sifat Logaritma yang Relevan: Hitung Log₃243 – Log₃18 – Log₃(3/2)

Kekuatan logaritma tidak hanya terletak pada definisinya, tetapi terutama pada sifat-sifat operasinya. Sifat-sifat ini memungkinkan kita memanipulasi ekspresi logaritma yang kompleks menjadi bentuk yang jauh lebih sederhana. Untuk soal yang melibatkan pengurangan beberapa logaritma, dua sifat utama yang akan menjadi senjata andalan kita adalah sifat pengurangan logaritma dan sifat logaritma dari suatu pecahan.

BACA JUGA  Jawab Pertanyaan Ini Seni Merespons dengan Tepat dan Efektif

Sifat pertama menyatakan bahwa pengurangan dua logaritma dengan basis sama setara dengan logaritma dari pembagian bilangan-bilangannya: logₐ b – logₐ c = logₐ (b/c). Sifat kedua adalah kebalikannya: logaritma dari suatu pecahan sama dengan pengurangan logaritma pembilang dan penyebutnya: logₐ (b/c) = logₐ b – logₐ c. Kedua sifat ini pada dasarnya adalah dua sisi dari koin yang sama, memberikan fleksibilitas untuk menggabungkan atau memecah ekspresi logaritma sesuai kebutuhan.

Tabel Perbandingan Sifat Logaritma

Berikut adalah rangkuman sifat-sifat logaritma yang paling relevan untuk menyelesaikan soal kita, dilengkapi dengan contoh numerik dan penerapannya.

Sifat Logaritma Rumus Contoh Numerik Aplikasi pada Soal
Sifat Pengurangan logₐ b – logₐ c = logₐ (b/c) log₅100 – log₅4 = log₅(100/4) = log₅25 = 2 Menggabungkan log₃243 – log₃18 menjadi satu log.
Sifat Log Pecahan logₐ (b/c) = logₐ b – logₐ c log₂(8/2) = log₂8 – log₂2 = 3 – 1 = 2 Memecah log₃(3/2) menjadi log₃3 – log₃2 jika diperlukan.
Sifat Logaritma Hasil Kali logₐ (b×c) = logₐ b + logₐ c log₁₀(10×100) = log₁₀10 + log₁₀100 = 1 + 2 = 3 Digunakan dalam konteks kebalikan dari pengurangan.
Sifat Logaritma dari Bilangan Pokok logₐ a = 1 log₇7 = 1, karena 7¹ = 7 Menyederhanakan log₃3 menjadi 1.

Penyelesaian Langkah demi Langkah

Sekarang, dengan pemahaman konsep dan sifat, kita siap menyelesaikan soal inti: Hitung log₃243 – log₃18 – log₃(3/2). Pendekatan terbaik adalah menerapkan sifat pengurangan secara berurutan untuk mengonsolidasikan ketiga suku menjadi satu buah logaritma tunggal. Proses ini akan mengungkap hubungan numerik yang tersembunyi di antara bilangan-bilangan tersebut.

Langkah pertama yang cerdas adalah melakukan faktorisasi terhadap bilangan 243 dan 18. Kita tahu bahwa 243 adalah 3⁵ (karena 3×3×3×3×3 = 243). Sementara itu, 18 dapat difaktorkan menjadi 2 × 3². Faktorisasi ini akan sangat membantu penyederhanaan aljabar nantinya.

Diagram Alur Penyederhanaan

Bayangkan proses penyelesaian ini sebagai sebuah diagram alur yang dimulai dari tiga kotak terpisah berisi masing-masing logaritma. Kotak pertama (log₃243) dan kotak kedua (log₃18) bergabung menjadi satu kotak baru berisi log₃(243/18) melalui sifat pengurangan. Kotak baru ini kemudian bergabung lagi dengan kotak ketiga (log₃(3/2)) melalui sifat pengurangan yang sama, menghasilkan satu kotak final berisi log₃( (243/18) / (3/2) ). Di dalam kotak final ini, terjadi proses aritmetika penyederhanaan pecahan yang akhirnya mengarah ke sebuah bilangan sederhana.

Transformasi Aljabar Langsung

Mari kita terapkan langkah-langkah tersebut secara rinci.

log₃243 – log₃18 – log₃(3/2)

Kita terapkan sifat pengurangan pada dua suku pertama. Ingat, logₐ b – logₐ c = logₐ (b/c).

= [log₃243 – log₃18] – log₃(3/2) = log₃(243/18) – log₃(3/2)

Sekarang kita memiliki pengurangan dua logaritma lagi. Terapkan sifat yang sama sekali lagi.

= log₃( (243/18) / (3/2) )

Pembagian oleh pecahan (3/2) sama dengan dikalikan oleh kebalikannya (2/3). Mari kita sederhanakan ekspresi di dalam logaritma.

= log₃( (243/18) × (2/3) )

Kalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut. 243 × 2 = 486, dan 18 × 3 = 54.

= log₃(486/54)

Sederhanakan pecahan 486/54. 486 dibagi 54 hasilnya adalah 9.

= log₃9

Sekarang, kita tinggal mencari nilai log₃
9. Ingat definisi: 3 pangkat berapa yang hasilnya 9? Jawabannya adalah 2, karena 3² = 9.

= 2

Jadi, hasil akhir dari perhitungan log₃243 – log₃18 – log₃(3/2) adalah 2.

BACA JUGA  Termometer Cairan Prinsip Kerja dan Keunggulannya di Era Digital

Eksplorasi Variasi Soal Serupa

Setelah menguasai penyelesaian soal utama, kita dapat menguji pemahaman dengan mengeksplorasi variasi soal yang strukturnya serupa. Tujuannya adalah untuk membangun prosedur umum yang dapat diandalkan ketika menghadapi soal pengurangan logaritma dengan banyak suku, terlepas dari angkanya. Pendekatan sistematis akan selalu lebih efisien daripada menghitung nilai numerik setiap logaritma secara terpisah, yang seringkali tidak menghasilkan bilangan bulat.

Prosedur umumnya dapat dirangkum dalam checklist sederhana: (1) Pastikan semua logaritma memiliki basis yang sama. (2) Gabungkan suku-suku menggunakan sifat logₐ b – logₐ c = logₐ (b/c) secara berurutan dari kiri ke kanan. (3) Sederhanakan ekspresi pecahan di dalam logaritma hasil penggabungan. (4) Cari nilai logaritma terakhir menggunakan definisi.

Perbandingan Metode Penyelesaian, Hitung log₃243 – log₃18 – log₃(3/2)

Sebagai perbandingan, metode alternatif adalah menghitung nilai setiap logaritma terlebih dahulu (jika mungkin). Misal, pada soal utama, log₃243=5, log₃18=log₃(2×3²)=log₃2 + 2, dan log₃(3/2)=1 – log₃2. Maka perhitungannya menjadi 5 – (log₃2 + 2) – (1 – log₃2) = 5 – log₃2 – 2 – 1 + log₃2 = 2. Terlihat bahwa suku log₃2 saling menghilang. Meski valid, metode ini lebih berantakan dan rentan error jika nilai logaritma tidak bulat, sehingga metode penggabungan langsung umumnya lebih disarankan.

Tabel Variasi Soal dan Penyelesaian

Berikut adalah beberapa variasi soal untuk melatih penerapan sifat-sifat tersebut.

Variasi Soal Langkah Pertama Sifat yang Digunakan Hasil Akhir
log₃81 – log₃9 – log₃3 Gabung menjadi log₃(81/9) – log₃3 Pengurangan log₃(9/3) = log₃3 = 1
log₃54 + log₃2 – log₃12 Gabung penjumlahan dulu: log₃(54×2) – log₃12 Penjumlahan, lalu Pengurangan log₃(108/12) = log₃9 = 2
log₃(1/27) – log₃(1/9) + log₃3 Ubah pecahan: -log₃27 – (-log₃9) + log₃3, atau gabung langsung sebagai logaritma pecahan. Sifat Log Pecahan dan Pengurangan/Penjumlahan log₃( ( (1/27) / (1/9) ) × 3 ) = log₃( (1/3)×3 ) = log₃1 = 0

Aplikasi dan Konteks Penggunaan

Sifat pengurangan logaritma bukan hanya permainan matematika di atas kertas. Ia memiliki aplikasi praktis yang luas dalam berbagai bidang ilmu, terutama di mana fenomena yang diukur mencakup rentang skala yang sangat besar. Penggunaan logaritma memampatkan skala yang luas menjadi angka-angka yang lebih mudah dikelola dan dibandingkan.

BACA JUGA  Waktu Penyelesaian Perbaikan Gedung Kantor Setelah 2 Pekerja Mengundur Diri Analisis Dampak dan Strategi

Dalam kimia, skala pH adalah contoh klasik. pH didefinisikan sebagai -log₁₀[H⁺], dimana [H⁺] adalah konsentrasi ion hidrogen. Selisih pH antara dua larutan, misalnya pH=3 dan pH=5, sebenarnya merepresentasikan perbandingan konsentrasi [H⁺] sebesar 100 kali. Perhitungan selisih log ini secara struktural mirip dengan soal kita. Begitu pula dalam akustika, satuan desibel (dB) untuk mengukur intensitas bunyi didefinisikan menggunakan logaritma basis 10.

Perbedaan 20 dB berarti perbandingan intensitas 100 kali.

Efisiensi dalam Aplikasi Praktis

Hitung log₃243 – log₃18 – log₃(3/2)

Source: amazonaws.com

Mengapa menggunakan sifat logaritma lebih efisien? Bayangkan seorang seismolog menganalisis data gempa. Skala Richter adalah logaritma basis 10 dari amplitudo gelombang seismik. Jika dia perlu membandingkan kekuatan relatif dua gempa dengan menghitung selisih magnitudonya, misalnya 6.5 – 5.0 – 0.3, menghitung amplitudo numeriknya terlebih dahulu akan melibatkan bilangan 10⁶·⁵, 10⁵, dan 10⁰·³ yang sangat besar dan kecil. Dengan menerapkan sifat logaritma secara langsung, perhitungan menjadi log₁₀( (10⁶·⁵ / 10⁵) / 10⁰·³ ) = log₁₀(10¹) =
1.

Sifat logaritma mengubah perkalian/pembagian bilangan raksasa menjadi penjumlahan/pengurangan angka sederhana, yang jelas jauh lebih cepat dan minim kesalahan dalam aplikasi dunia nyata yang kompleks.

Kesimpulan

Jadi, perjalanan menyelesaikan log₃243 – log₃18 – log₃(3/2) ini lebih dari sekadar mencari angka 3 sebagai hasil akhir. Proses ini mengajarkan kita sebuah prinsip penting dalam matematika dan pemecahan masalah: seringkali, jalan tercepat bukan dengan menghadapi setiap bagian secara terpisah, tetapi dengan memahami bagaimana bagian-bagian itu saling terhubung. Dengan menguasai sifat-sifat dasarnya, kita bisa mengubah sesuatu yang tampak kompleks menjadi sederhana dan intuitif.

Kemampuan menyederhanakan ekspresi logaritma seperti ini bukan cuma untuk ujian. Ia adalah logika dasar yang bekerja di balik pengukuran intensitas gempa bumi, tingkat kebisingan suara, hingga keasaman larutan kimia. Intinya, sekali kamu mengerti polanya, kamu tak hanya menyelesaikan satu soal, tetapi membuka kunci untuk memahami banyak fenomena di sekitarmu.

Tanya Jawab (Q&A)

Apa bedanya log biasa (log) dengan log berbasis 3 (log₃)?

Log biasa (tanpa basis tertulis) biasanya merujuk pada logaritma basis 10 (log₁₀) dalam kalkulator atau konteks umum. Sementara log₃ secara spesifik berarti logaritma dengan basis 3, yang menjawab pertanyaan “3 pangkat berapa hasilnya X?”.

Mengapa harus difaktorkan ke dalam basis 3? Bisakah pakai basis lain?

Memfaktorkan 243 dan 18 ke dalam pangkat 3 (seperti 3⁵ dan 3² x 2) memungkinkan penyederhanaan langsung karena log₃(3ⁿ) = n. Jika menggunakan basis lain, perhitungan akan lebih rumit dan membutuhkan kalkulator, karena nilai log-nya bukan bilangan bulat yang sederhana.

Bagaimana jika soalnya berupa penjumlahan log, bukan pengurangan?

Prinsipnya serupa tetapi menggunakan sifat yang berbeda. Sifat untuk penjumlahan adalah logₐ b + logₐ c = logₐ (b x c). Jadi, beberapa log yang dijumlahkan bisa digabungkan menjadi log dari hasil kali bilangan-bilangannya.

Apakah hasil dari soal ini selalu bilangan bulat?

Tidak selalu. Hasilnya bilangan bulat (seperti 3) karena bilangan-bilangan pada soal (243, 18, 3/2) memiliki hubungan perkalian/pembagian yang “sempurna” terhadap basis 3. Pada soal lain, hasilnya bisa berupa pecahan atau bilangan desimal.

Leave a Comment