Menyelesaikan Persamaan 3x² – x – 9 = 1/27 Langkah Demi Langkah

Menyelesaikan Persamaan 3x² - x - 9 = 1/27 mungkin terlihat seperti teka-teki angka yang rumit di awal, namun sebenarnya ini adalah petualangan matematika yang menarik. Persamaan ini menggabungkan bentuk kuadrat yang klasik dengan konstanta eksponensial yang licik, menantang kita untuk berpikir lebih strategis. Mari kita telusuri bersama bagaimana mengurai simpul ini, mengubah yang tampak kompleks menjadi sesuatu yang bisa dipahami dengan logika yang runut dan jelas.

Inti dari persoalan ini terletak pada kemampuan untuk mengenali pola dan menyederhanakan bentuk. Kita akan mulai dengan membawa semua suku ke satu sisi, lalu mengungkap rahasia di balik angka 1/27 dengan menuliskannya sebagai pangkat dari 3. Dari sana, perjalanan menuju solusi menjadi lebih terang, apakah melalui pemfaktoran yang rapi atau menggunakan rumus ABC yang andal. Setiap langkah dirancang untuk membangun pemahaman yang kokoh, bukan sekadar menghafal prosedur.

Memahami Persamaan Eksponen dan Kuadrat

Persamaan yang kita hadapi, 3x²
-x – 9 = 1/27, adalah sebuah teka-teki aljabar yang menarik karena memadukan dua dunia: bentuk kuadrat di ruas kiri dan bentuk eksponen di ruas kanan. Ini bukan persamaan kuadrat biasa yang setara dengan nol, juga bukan persamaan eksponen sederhana dengan variabel di pangkat. Kunci utamanya adalah menyadari bahwa konstanta di ruas kanan, 1/27, dapat diekspresikan sebagai pangkat dari suatu bilangan, yang dalam hal ini adalah 3.

Pendekatan ini akan membuka jalan untuk menyelesaikan persamaan.

Langkah awal yang krusial adalah membawa persamaan ke bentuk yang lebih akrab. Kita perlu memindahkan semua suku ke satu ruas sehingga persamaan sama dengan nol. Sebelum itu, mengubah 1/27 menjadi bentuk pangkat adalah trik penting. Perhatikan bahwa 27 adalah 3³, sehingga 1/27 sama dengan 3⁻³. Transformasi ini mengubah wajah persamaan menjadi 3x²
-x – 9 = 3⁻³, yang memberikan petunjuk bahwa kita sedang berurusan dengan kesamaan suatu fungsi kuadrat dengan suatu konstanta eksponen.

Perbandingan dengan Bentuk Kuadrat Standar, Menyelesaikan Persamaan 3x² - x - 9 = 1/27

Untuk lebih memahami struktur persamaan kita, mari bandingkan dengan bentuk umum persamaan kuadrat ax² + bx + c = 0. Perbandingan ini membantu mengidentifikasi koefisien yang akan digunakan dalam metode penyelesaian seperti rumus ABC.

Koefisien Bentuk Standar (ax² + bx + c = 0) Persamaan Kita (Setelah Disamakan dengan Nol)
a (koefisien x²) a 3
b (koefisien x) b -1
c (konstanta) c -9 – 3⁻³
BACA JUGA  Tolong Jawab Terima Kasih Kunci Komunikasi Efektif

Perbedaan utama terletak pada konstanta c, yang dalam kasus kita melibatkan bilangan eksponen. Ini menandakan bahwa penyederhanaan lebih lanjut sangat diperlukan.

Menyederhanakan Persamaan ke Bentuk Baku

Agar dapat diolah dengan metode aljabar standar, persamaan harus kita bawa ke bentuk baku kuadrat, yaitu sama dengan nol. Proses ini melibatkan manipulasi aljabar dasar namun memerlukan ketelitian, terutama dalam mengelola bentuk pangkat.

Kita mulai dari persamaan: 3x²
-x – 9 = 1/27. Langkah pertama adalah mengungkap 1/27 sebagai 3⁻³. Selanjutnya, kita pindahkan 3⁻³ ke ruas kiri dengan mengurangkannya pada kedua ruas. Proses penyederhanannya dapat diuraikan secara sistematis.

  • Ubah konstanta: 1/27 = 3⁻³.
  • Tulis ulang persamaan: 3x²
    -x – 9 = 3⁻³.
  • Kurangi kedua ruas dengan 3⁻³: 3x²
    -x – 9 – 3⁻³ = 0.
  • Sekarang, persamaan telah dalam bentuk baku: 3x²
    -x + (-9 – 3⁻³) = 0.

Meski terlihat sederhana, langkah ini adalah fondasi. Konstanta baru kita, c, sekarang adalah (-9 – 3⁻³). Nilai 3⁻³ adalah 1/27 atau sekitar 0.037037. Jadi, secara numerik, c ≈ -9 – 0.037037 = -9.037037. Persamaan kita yang sudah disederhanakan adalah 3x²
-x – 9.037037 ≈ 0.

Menerapkan Metode Pemfaktoran atau Rumus ABC: Menyelesaikan Persamaan 3x² - x - 9 = 1/27

Dengan persamaan sudah dalam bentuk 3x²
-x – 9.037037 ≈ 0, kita perlu memilih metode untuk menemukan akar-akarnya. Pemfaktoran langsung seringkali merupakan cara yang elegan, tetapi tidak selalu mungkin, terutama ketika koefisiennya tidak bulat atau ketika diskriminannya bukan kuadrat sempurna.

Dalam kasus ini, karena konstanta c bernilai desimal yang berasal dari pecahan 1/27, pemfaktoran secara tradisional akan sulit dan kurang praktis. Oleh karena itu, Rumus Kuadrat (ABC) menjadi senjata yang lebih andal dan pasti. Rumus ini dirancang untuk menangani segala bentuk persamaan kuadrat, terlepas dari kemampuan memfaktorkannya.

Rumus Kuadrat (ABC): x = [-b ± √(b²

4ac)] / (2a)

Substitusi koefisien kita sangat jelas: a = 3, b = -1, dan c = (-9 – 3⁻³). Kelebihan dan kekurangan setiap metode untuk konteks persamaan ini dapat diringkas sebagai berikut.

Aspek Metode Pemfaktoran Rumus ABC
Kemungkinan Sangat rendah, karena konstanta berupa ekspresi eksak yang rumit. Sangat tinggi, berlaku universal.
Kepraktisan Tidak praktis, memerlukan pencarian faktor yang spesifik. Sangat praktis, hanya membutuhkan substitusi.
Ketepatan Memberikan akar eksak jika berhasil. Memberikan akar eksak (dalam bentuk akar) atau numerik.
Kompleksitas Kompleks dan membingungkan untuk kasus ini. Langsung dan sistematis.

Jelas bahwa penggunaan Rumus ABC adalah pilihan yang paling tepat dan efisien.

BACA JUGA  Domain dan Range Komposisi Fungsi f∘g dan g∘f

Menghitung Nilai Diskriminan dan Akar-Akar

Jantung dari Rumus ABC terletak pada nilai diskriminan (D), yang didefinisikan sebagai b²
-4ac. Diskriminan ini adalah penentu sifat akar-akar persamaan: apakah real dan berbeda, real dan kembar, atau kompleks.

Mari kita hitung diskriminan untuk persamaan kita dengan koefisien eksak, bukan pendekatan desimal. Kita gunakan c = (-9 – 3⁻³).

D = b²

4ac

D = (-1)²

  • 4
  • 3
  • (-9 – 3⁻³)

D = 1 – 12

(-9 – 3⁻³)

D = 1 + 108 + 12

3⁻³

D = 109 + 12/27
D = 109 + 4/9
D = (981/9) + (4/9)
D = 985/9

Karena D = 985/9 ≈ 109.444 yang bernilai positif, kita simpulkan bahwa persamaan ini memiliki dua akar real yang berbeda dan irasional. Sekarang, kita terapkan Rumus ABC secara lengkap.

x = [ -(-1) ± √(985/9) ] / (2

3)

x = [ 1 ± √(985/9) ] / 6
x = [ 1 ± (√985 / 3) ] / 6
x = 1/6 ± √985 / 18

Dengan demikian, kita peroleh dua solusi eksak:
x₁ = 1/6 + √985 / 18 dan x₂ = 1/6 – √985 / 18. Secara numerik, √985 ≈ 31.3847, sehingga x₁ ≈ (0.1667 + 31.3847/18) ≈ (0.1667 + 1.7436) ≈ 1.9103, dan x₂ ≈ (0.1667 – 1.7436) ≈ -1.5769.

Verifikasi Solusi yang Diperoleh

Menyelesaikan Persamaan 3x² - x - 9 = 1/27

Source: cilacapklik.com

Setelah mendapatkan solusi, langkah wajib adalah memverifikasi kebenarannya dengan mensubstitusikan kembali nilai x ke dalam persamaan awal. Proses ini memastikan bahwa tidak terjadi kesalahan hitung dan bahwa solusi yang kita dapatkan memang memenuhi persamaan asli.

Kita akan substitusikan kedua nilai x, dalam bentuk eksak maupun numerik, ke dalam ruas kiri persamaan 3x²
-x – 9 dan memeriksa apakah hasilnya mendekati 1/27 (≈0.037037). Dalam konteks ini, solusi asing biasanya muncul jika kita melakukan operasi yang tidak ekuivalen seperti mengkuadratkan kedua ruas, yang tidak kita lakukan. Namun, verifikasi tetap penting.

  • Substitusi Numerik x₁ ≈ 1.9103: Hitung 3*(1.9103)²
    -1.9103 – 9. Hasilnya harus sangat dekat dengan 0.037037.
  • Substitusi Numerik x₂ ≈ -1.5769: Hitung 3*(-1.5769)²
    -(-1.5769)
    -9. Hasilnya juga harus mendekati 0.037037.
  • Periksa Presisi: Menggunakan lebih banyak angka desimal dari √985 akan meningkatkan akurasi verifikasi.
  • Verifikasi Eksak: Untuk kepastian mutlak, substitusi bentuk eksak (1/6 ± √985/18) ke persamaan menggunakan manipulasi aljabar akan membuktikan kebenaran secara matematis.

Dengan melakukan langkah-langkah ini, kita dapat yakin bahwa kedua solusi yang ditemukan adalah valid.

Visualisasi Grafik dan Interpretasi

Memvisualisasikan persamaan kuadrat ini dalam bentuk grafik memberikan pemahaman intuitif tentang makna solusi yang kita hitung. Kita gambarkan fungsi kuadrat f(x) = 3x²
-x – 9.037037, yang merupakan bentuk persamaan kita setelah disederhanakan.

Grafik dari f(x) adalah sebuah parabola yang terbuka ke atas karena koefisien x² (a=3) positif. Sumbu simetri parabola ini terletak pada x = -b/(2a) = 1/(6) ≈ 0.1667. Titik puncak (vertex) parabola dapat dihitung, namun yang paling relevan adalah titik potongnya dengan sumbu x. Dua titik potong dengan sumbu x inilah yang secara visual merepresentasikan akar-akar persamaan kita, yaitu x₁ ≈ 1.9103 dan x₂ ≈ -1.5769.

BACA JUGA  Minta Bantuan Pilih Antara 25 Ribu atau 27.500 Panduan Analisis

Bayangkan sebuah parabola halus yang melengkung, dengan titik terendahnya berada di dekat x=0.
1667. Parabola tersebut memotong sumbu x di dua titik: satu di sebelah kanan sumbu y (sekitar x=1.91) dan satu di sebelah kiri sumbu y (sekitar x=-1.58). Nilai 1/27 atau 0.037 pada persamaan awal, ketika digambarkan sebagai garis horizontal y=0.037, akan memotong parabola di dua titik yang memiliki ordinat (y) yang sama.

Akar-akar yang kita cari adalah proyeksi dari titik potong antara parabola dan garis horizontal tersebut ke sumbu x. Hubungan antara akar, grafik, dan persamaan awal menjadi sangat jelas melalui visualisasi ini.

Akhir Kata

Jadi, setelah melalui proses penyederhanaan, perhitungan diskriminan, hingga verifikasi, kita sampai pada kesimpulan bahwa persamaan 3x² - x - 9 = 1/27 memiliki akar-akar real yang unik. Perjalanan menyelesaikannya lebih dari sekadar mencari nilai x; ini adalah latihan dalam ketelitian, pengenalan pola, dan apresiasi terhadap struktur matematika. Solusi yang diperoleh bukanlah akhir, melainkan bukti bahwa pendekatan sistematis dapat mengubah tantangan menjadi pencapaian yang memuaskan. Terakhir, coba bayangkan grafik fungsinya—titik potong sumbu x itu adalah visualisasi elegan dari solusi yang telah kita temukan dengan kerja keras.

Informasi FAQ

Mengapa angka 1/27 begitu spesial dalam persamaan ini?

Angka 1/27 adalah kunci karena dapat ditulis ulang sebagai 3⁻³, yang menyamakan basis dengan koefisien suku kuadrat jika diperlukan pendekatan eksponensial, meskipun dalam penyelesaian standar persamaan kuadrat, kita lebih sering menyederhanakan persamaan ke bentuk baku terlebih dahulu.

Apakah mungkin persamaan ini memiliki akar imajiner atau kompleks?

Untuk persamaan ini, setelah disederhanakan ke bentuk kuadrat baku, nilai diskriminannya positif. Itu berarti akar-akarnya adalah bilangan real dan berbeda, bukan akar imajiner atau kompleks.

Bagaimana jika saya lupa rumus ABC? Apakah ada cara lain?

Selain rumus ABC, Anda bisa mencoba metode melengkapkan kuadrat sempurna. Namun, untuk koefisien dalam persamaan ini yang tidak bulat sederhana, rumus ABC seringkali menjadi jalan yang paling efisien dan langsung.

Apakah solusi dari persamaan ini bisa diperiksa dengan kalkulator grafik?

Sangat bisa. Anda dapat memplot grafik fungsi kuadrat hasil penyederhanaan, dan titik di mana grafik memotong sumbu x (y=0) merupakan solusi persamaan. Ini adalah cara visual yang bagus untuk memverifikasi jawaban.

Apa kesalahan paling umum yang harus dihindari saat menyelesaikan persamaan seperti ini?

Kesalahan umum termasuk lupa menyamakan persamaan dengan nol terlebih dahulu, kesalahan dalam menghitung diskriminan, dan kesalahan aritmatika saat mensubstitusi koefisien ke dalam rumus ABC. Verifikasi dengan substitusi balik sangat dianjurkan.

Leave a Comment