Hitung pH Larutan KBrO 0,064 M Ka 6,4×10⁻⁹ dan Analisis Hidrolisisnya

Hitung pH larutan KBrO 0,064 M (Ka = 6,4×10⁻⁹) bukan sekadar memasukkan angka ke rumus, melainkan sebuah eksplorasi menarik tentang sifat tersembunyi garam dalam air. Larutan bening kalium bromat ini menyimpan cerita tentang interaksi diam-diam antara anionnya dengan molekul air, sebuah proses yang menentukan apakah larutan akan bersifat asam, basa, atau netral. Pemahaman mendalam tentang konsep hidrolisis garam menjadi kunci utama untuk mengungkap teka-teki pH larutan tersebut.

KBrO, garam yang terbentuk dari asam lemah HBrO dan basa kuat KOH, memberikan karakter unik dimana anion BrO⁻ mampu menarik proton dari air. Dengan tetapan keasaman (Ka) HBrO yang sangat kecil, yakni 6,4×10⁻⁹, perhitungan pH larutan ini memerlukan ketelitian analitis khusus. Proses ini mengajak kita untuk melihat lebih dekat bagaimana konstanta kesetimbangan mempengaruhi konsentrasi ion hidroksil dan akhirnya menentukan angka pH yang terukur.

Konsep Dasar dan Sifat Larutan KBrO

Kalium bromat, dengan rumus kimia KBrO, adalah senyawa garam yang terbentuk dari reaksi netralisasi antara basa kuat kalium hidroksida (KOH) dan asam lemah asam hipobromit (HBrO). Dalam bentuk padat, ia biasanya berupa kristal putih yang mudah larut dalam air. Ketika dilarutkan, garam ini terionisasi sempurna menjadi ion kalium (K⁺) dan ion bromat (BrO⁻). Sifat larutan yang dihasilkan—apakah asam, basa, atau netral—sepenuhnya bergantung pada perilaku kedua ion ini dalam berinteraksi dengan molekul air, sebuah proses yang dikenal sebagai hidrolisis.

Untuk memprediksi sifat larutan KBrO, kita perlu meninjau kekuatan asam dan basa asalnya. Kation K⁺ berasal dari basa kuat KOH, sementara anion BrO⁻ berasal dari asam lemah HBrO. Dalam kimia, konsep pasangan konjugat menjadi kunci. Basa konjugat dari asam kuat sangat lemah, begitu pula asam konjugat dari basa kuat. Sebaliknya, basa konjugat dari asam lemah bersifat relatif kuat.

Dalam kasus ini, K⁺ (asam konjugat dari KOH) adalah asam yang sangat lemah dan praktis tidak terhidrolisis. Sementara itu, BrO⁻ adalah basa konjugat dari HBrO yang lemah, menjadikannya basa yang cukup kuat untuk menarik proton dari air.

Perbandingan Karakteristik Ion dalam Hidrolisis

Interaksi masing-masing ion dengan air menentukan arah pergeseran pH. Tabel berikut merangkum peran kation dan anion penyusun KBrO.

Kation (K⁺) Anion (BrO⁻)
Berasal dari basa kuat (KOH). Berasal dari asam lemah (HBrO).
Asam konjugatnya sangat lemah. Basa konjugatnya relatif kuat.
Tidak mengalami hidrolisis. Mengalami hidrolisis parsial.
Bersifat inert, tidak mempengaruhi pH. Bereaksi dengan air menghasilkan OH⁻.
Larutan akhir akan bersifat basa karena kontribusi tunggal dari anion.

Dari analisis ini, dapat disimpulkan bahwa ion BrO⁻ akan mendominasi sifat larutan dengan menjalani hidrolisis, menghasilkan ion hidroksida (OH⁻) dan membuat lingkungan larutan bersifat basa. pH larutan KBrO akan lebih besar dari 7.

BACA JUGA  Menghitung Kp Reaksi Dekomposisi PCl5 pada Kesetimbangan Kimia Gas

Analisis Reaksi Hidrolisis dan Tetapan Kesetimbangan: Hitung PH Larutan KBrO 0,064 M (Ka = 6,4×10⁻⁹)

Hidrolisis anion BrO⁻ merupakan inti dari penentuan pH larutan KBrO. Proses ini adalah reaksi kesetimbangan di mana ion BrO⁻, yang memiliki afinitas terhadap proton, menarik ion H⁺ dari molekul air. Reaksi lengkapnya dapat dituliskan sebagai berikut.

BrO⁻(aq) + H₂O(l) ⇌ HBrO(aq) + OH⁻(aq)

Reaksi di atas menghasilkan asam hipobromit (HBrO) dan ion hidroksida (OH⁻). Keberadaan OH⁻ inilah yang menyebabkan larutan menjadi basa. Untuk mengkuantifikasi sejauh mana reaksi ini berlangsung, kita memerlukan tetapan kesetimbangan khusus untuk reaksi hidrolisis, yang disebut tetapan hidrolisis (Kh).

Nilai Kh memiliki hubungan timbal balik yang sangat erat dengan tetapan ionisasi asam (Ka) dari asam lemah asal. Secara matematis, hubungannya dinyatakan sebagai Kh = Kw / Ka, di mana Kw adalah tetapan kesetimbangan air (1.0 × 10⁻¹⁴ pada suhu 25°C). Hubungan ini logis karena hidrolisis BrO⁻ adalah kebalikan dari ionisasi HBrO, ditambah dengan reaksi autoprotolisis air.

Perhitungan Tetapan Hidrolisis (Kh)

Berdasarkan nilai Ka HBrO yang diberikan, yaitu 6.4 × 10⁻⁹, kita dapat menghitung nilai Kh untuk ion BrO⁻. Berikut adalah langkah-langkah perhitungannya.

Diketahui:
Kw = 1.0 × 10⁻¹⁴
Ka = 6.4 × 10⁻⁹
Rumus: Kh = Kw / Ka

Maka:
Kh = (1.0 × 10⁻¹⁴) / (6.4 × 10⁻⁹)
Kh = 1.5625 × 10⁻⁶
Kh ≈ 1.56 × 10⁻⁶

Menghitung pH larutan KBrO 0,064 M (Ka = 6,4×10⁻⁹) memerlukan ketelitian dalam menyederhanakan persamaan hidrolisis, mirip seperti proses menyederhanakan Bentuk aljabar 4a + 2b - a + 3b menjadi 3a + 5b. Prinsip dasar penyederhanaan ini sangat krusial untuk mendapatkan konsentrasi ion H⁺ yang akurat. Dengan data Ka yang kecil, perhitungan akhir menunjukkan larutan garam ini bersifat basa lemah dengan pH di atas 7.

Nilai Kh sebesar 1.56 × 10⁻⁶ mengindikasikan bahwa reaksi hidrolisis memang berlangsung sangat sedikit, tetapi cukup signifikan untuk menghasilkan kelebihan OH⁻ yang dapat diukur dan menggeser pH ke atas dari kondisi netral.

Prosedur Perhitungan pH Larutan KBrO 0,064 M

Dengan memahami konsep hidrolisis dan telah memperoleh nilai Kh, kita dapat merancang langkah sistematis untuk menghitung pH larutan KBrO dengan konsentrasi 0,064 M. Konsentrasi awal ion BrO⁻ sama dengan konsentrasi garam karena terionisasi sempurna, yaitu [BrO⁻] = 0,064 M. Pendekatan perhitungan mengikuti prinsip kesetimbangan basa lemah, mengingat BrO⁻ bertindak sebagai basa.

Langkah-langkah perhitungannya disusun secara berurutan sebagai berikut.

  • Langkah 1: Menuliskan persamaan kesetimbangan dan rumus Kh.
    Reaksi: BrO⁻ + H₂O ⇌ HBrO + OH⁻.
    Rumus: Kh = [HBrO][OH⁻] / [BrO⁻].
  • Langkah 2: Membuat hubungan konsentrasi pada kesetimbangan.
    Misalkan x = [OH⁻] yang dihasilkan dari hidrolisis. Maka [HBrO] juga = x, dan [BrO⁻] sisa = 0,064 – x.
  • Langkah 3: Melakukan penyederhanaan.
    Karena nilai Kh sangat kecil, perubahan x terhadap konsentrasi awal 0,064 M dapat diabaikan. Sehingga, [BrO⁻] ≈ 0,064 M. Persamaan menjadi: Kh = (x)(x) / (0,064).
  • Langkah 4: Menghitung konsentrasi ion OH⁻.
    x² = Kh × 0,064 = (1.56 × 10⁻⁶) × 0,064 = 9.984 × 10⁻⁸ ≈ 1.0 × 10⁻⁷.
    x = √(1.0 × 10⁻⁷) = 1.0 × 10⁻³.5 M.
    [OH⁻] = 3.16 × 10⁻⁴ M (diperoleh dari √(1.0 × 10⁻⁷)).
  • Langkah 5: Menghitung pOH dan pH.
    pOH = -log[OH⁻] = -log(3.16 × 10⁻⁴) ≈ 4 – log(3.16) ≈ 4 – 0.50 = 3.50.
    pH = 14 – pOH = 14 – 3.50 = 10.50.
BACA JUGA  Menghitung Derajat Dissosiasi NOCl pada Kesetimbangan 400 K Langkahnya

Dengan demikian, pH larutan KBrO 0,064 M adalah sekitar 10.50, yang mengonfirmasi sifat basanya.

Ilustrasi dan Interpretasi Hasil Perhitungan

Hitung pH larutan KBrO 0,064 M (Ka = 6,4×10⁻⁹)

Source: ac.id

Hasil perhitungan yang telah dilakukan memberikan gambaran kuantitatif yang jelas. Tabel berikut merangkum seluruh variabel kunci dan hasil akhirnya.

Variabel Simbol Nilai Keterangan
Konsentrasi Garam [KBrO] 0.064 M Konsentrasi awal.
Tetapan Hidrolisis Kh ~1.56 × 10⁻⁶ Diperoleh dari Kw/Ka.
Konsentrasi OH⁻ [OH⁻] ~3.16 × 10⁻⁴ M Hasil dari hidrolisis.
pOH pOH ~3.50 -log[OH⁻].
pH pH ~10.50 14 – pOH.

Nilai pH 10.50 jelas menunjukkan larutan bersifat basa. Meskipun nilai Ka asam asalnya sangat kecil (6.4 × 10⁻⁹), hidrolisis tetap terjadi dan menghasilkan pergeseran pH yang cukup signifikan, yaitu 3.5 satuan dari pH netral (7). Hal ini terjadi karena tetapan hidrolisis Kh (1.56 × 10⁻⁶) masih jauh lebih besar dibandingkan tingkat ionisasi air murni, sehingga kontribusi OH⁻ dari hidrolisis dominan.

Deskripsi Visual Interaksi dalam Larutan, Hitung pH larutan KBrO 0,064 M (Ka = 6,4×10⁻⁹)

Bayangkan dalam larutan, ion K⁺ hanya dikelilingi oleh molekul air dengan orientasi oksigen (bermuatan parsial negatif) menghadap ke arahnya, namun tidak terjadi transfer proton. Sementara itu, ion BrO⁻ dengan atom oksigen yang elektronegatif, secara aktif menarik atom hidrogen dari molekul air di sekitarnya. Interaksi ini menyebabkan terputusnya ikatan O-H pada air, melepaskan ion OH⁻ ke dalam larutan dan membentuk molekul HBrO yang tidak terionisasi sempurna.

Proses ini terjadi hanya pada sebagian kecil ion BrO⁻, tetapi jumlah molekul air yang sangat banyak memastikan kesetimbangan hidrolisis tercapai, dengan kelebihan OH⁻ yang tetap terdeteksi.

Variasi Soal dan Pembahasan Terkait

Prinsip perhitungan pH garam terhidrolisis ini dapat diterapkan pada berbagai kombinasi asam dan basa. Perbedaan kekuatan asam dan basa asal akan menghasilkan pH akhir yang beragam. Sebagai perbandingan mendasar, mari kita lihat perbedaan antara KBrO (garam dari basa kuat dan asam lemah) dengan garam netral seperti NaCl (dari asam kuat dan basa kuat).

Perhitungan pH larutan KBrO 0,064 M dengan Ka 6,4×10⁻⁹ mengungkap sifat basa lemahnya. Analisis ini, layaknya memahami Unsur‑unsur Melestarikan Budaya Bangsa Kecuali , memerlukan ketelitian untuk membedakan faktor yang relevan. Dengan demikian, fokus pada hidrolisis anion BrO⁻ dan konsentrasi OH⁻ menjadi kunci utama dalam menentukan nilai pH akhir larutan garam tersebut secara akurat.

Jenis Garam Contoh Asal (Asam-Basa) Sifat Larutan pH 0.064 M (approx.)
Asam kuat & Basa kuat NaCl HCl & NaOH Netral ~7.00
Asam lemah & Basa kuat KBrO HBrO & KOH Basa ~10.50
Asam kuat & Basa lemah NH₄Cl HCl & NH₃ Asam ~5.28 (jika Kb NH₃ = 1.8×10⁻⁵)
Asam lemah & Basa lemah NH₄CN HCN & NH₃ Tergantung Ka & Kb Bisa asam, basa, atau netral

Faktor utama yang menyebabkan perbedaan pH adalah sifat ion yang mengalami hidrolisis. Jika anion dari asam lemah yang terhidrolisis, larutan basa. Jika kation dari basa lemah (seperti NH₄⁺) yang terhidrolisis, larutan asam. Jika tidak ada yang terhidrolisis, larutan netral. Jika keduanya terhidrolisis, sifat akhir bergantung pada perbandingan kekuatan relatif (membandingkan Kh dari kation dan anion, atau secara sederhana membandingkan Ka dan Kb).

BACA JUGA  Pengertian Negara Maritim Konsep Ciri dan Potensinya

Menghitung pH larutan KBrO 0,064 M, dengan Ka 6,4×10⁻⁹, memerlukan pendekatan sistematis layaknya menyelesaikan permasalahan rasio kompleks. Analogi ini mengingatkan pada soal Menentukan Nilai (150a)+(200b)+(250c)/(a+3b‑2c) dengan a:b = b:c = c:a , di mana logika matematis yang ketat menjadi kunci. Kembali ke kimia, setelah menerapkan rumus hidrolisis garam dari asam lemah dan basa kuat, pH larutan KBrO tersebut dapat ditentukan secara akurat.

Contoh Pembahasan Variasi Soal

Misalkan kita diminta menghitung pH larutan ammonium klorida (NH₄Cl) 0.1 M, dengan diketahui Kb amonia (NH₃) = 1.8 × 10⁻⁵. NH₄Cl berasal dari basa lemah (NH₃) dan asam kuat (HCl), sehingga kation NH₄⁺ akan terhidrolisis.

Pembahasan:

1. Ion yang terhidrolisis

NH₄⁺ (asam konjugat dari NH₃).

2. Reaksi

NH₄⁺(aq) + H₂O(l) ⇌ NH₃(aq) + H₃O⁺(aq).

3. Tetapan hidrolisis

Kh = Kw / Kb = (1.0×10⁻¹⁴) / (1.8×10⁻⁵) = 5.56×10⁻¹⁰.

  • [H⁺] = √(Kh × [NH₄⁺]) = √(5.56×10⁻¹⁰ × 0.1) = √(5.56×10⁻¹¹) ≈ 7.46×10⁻⁶ M.
  • pH = -log(7.46×10⁻⁶) ≈ 5.13.

Hasil ini konsisten dengan sifat asam dari garam ammonium klorida. Perhitungan menunjukkan bagaimana kation dari basa lemah menghasilkan ion H₃O⁺ dalam larutan.

Pemungkas

Dari perhitungan yang teliti, diperoleh bahwa pH larutan KBrO 0,064 M adalah sekitar 9,80, mengkonfirmasi sifat basanya yang lemah. Hasil ini secara gamblang menunjukkan pengaruh dominan hidrolisis anion BrO⁻, meskipun dengan konstanta hidrolisis (Kh) yang sangat kecil akibat nilai Ka asam konjugatnya yang sangat rendah. Perhitungan ini bukan akhir, melainkan pintu masuk untuk memahami perilaku berbagai garam dalam larutan, mulai dari yang sangat basa hingga yang sangat asam, tergantung kekuatan relatif asam dan basa pembentuknya.

Pemahaman ini memiliki implikasi luas dalam bidang kimia analitik, farmasi, dan pengolahan air.

FAQ Lengkap

Apakah KBrO berbahaya dan untuk apa biasanya digunakan?

Ya, kalium bromat (KBrO) umumnya diklasifikasikan sebagai bahan berbahaya dan karsinogen. Dahulu digunakan sebagai agen pengoksidasi dalam pengolahan tepung (improver), namun penggunaannya untuk makanan telah dilarang di banyak negara karena risiko kesehatan. Saat ini, aplikasinya lebih terbatas pada laboratorium kimia dan beberapa proses industri non-pangan.

Mengapa kita tidak bisa menghitung pH KBrO langsung dengan rumus asam-basa sederhana?

Karena KBrO adalah garam, bukan asam atau basa bebas. Ion K⁺ berasal dari basa kuat (KOH) dan ion BrO⁻ berasal dari asam lemah (HBrO). pH ditentukan oleh reaksi hidrolisis ion BrO⁻ dengan air, yang merupakan reaksi kesetimbangan dengan konstanta (Kh) yang sangat kecil, sehingga memerlukan pendekatan perhitungan khusus untuk garam yang terhidrolisis parsial.

Bagaimana jika konsentrasi KBrO diubah, misalnya menjadi lebih encer?

Jika konsentrasi diperkecil (diencerkan), derajat hidrolisis akan meningkat karena perbandingan jumlah anion terhadap air lebih kecil. Namun, karena Kh sangat kecil, perubahan konsentrasi OH⁻ tidak linear. Pengenceran ekstrem akan mendekatkan pH ke netral (7), sementara pada konsentrasi yang lebih pekat dari 0,064 M, pH akan sedikit lebih tinggi tetapi tetap bersifat basa lemah.

Apakah hasil perhitungan pH ini sama persis dengan pengukuran menggunakan pH meter di lab?

Secara teori, hasil perhitungan mendekati nilai sebenarnya. Namun, pengukuran dengan pH meter di laboratorium dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti suhu, keberadaan ion pengganggu (impurities), akurasi alat, dan kekuatan ionik larutan. Perhitungan mengasumsikan kondisi ideal dan larutan encer.

Leave a Comment