FPB 28 171 dan 31717 Cara Mencari dan Penerapannya

FPB 28, 171, dan 31.717 bukan sekadar deretan angka dalam buku matematika, melainkan teka-teki elegan yang menguji pemahaman kita tentang fondasi bilangan. Mencari Faktor Persekutuan Terbesar dari tiga bilangan dengan karakter yang berbeda—mulai dari yang kecil, sedang, hingga yang besar—menawarkan petualangan intelektual yang menarik. Proses ini mengajak kita menyelami struktur tersembunyi di balik angka-angka, mengungkap hubungan yang tidak kasat mata sekaligus melatih ketelitian dan logika berpikir.

Mencari FPB dari 28, 171, dan 31.717—yang ternyata adalah 1—mengajarkan kita tentang menemukan titik temu dalam keragaman. Prinsip mencari kesamaan ini paralel dengan upaya merumuskan Konsep Kebijakan Negara yang Terkait Geografi , di mana berbagai aspek ruang dan sumber daya harus diselaraskan. Pada akhirnya, baik dalam matematika maupun tata kelola wilayah, menemukan faktor pemersatu, seperti angka 1 tadi, adalah kunci menciptakan harmoni dan keberlanjutan.

Pencarian FPB dari 28, 171, dan 31.717 akan mengilustrasikan dua metode klasik: faktorisasi prima dan algoritma Euclidean. Setiap metode memiliki keunggulannya sendiri, dan membandingkan keduanya memberikan wawasan tentang efisiensi dan keanggunan matematika. Lebih dari itu, memahami FPB ketiganya membuka pintu untuk melihat penerapan konsep ini dalam skenario dunia nyata, dari pengaturan acara hingga optimasi sumber daya, menunjukkan bahwa matematika murni selalu memiliki jejak dalam praktik kehidupan sehari-hari.

Pengertian dan Konsep Dasar FPB

Dalam dunia matematika, terutama saat berhadapan dengan bilangan bulat, konsep Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) adalah salah satu pilar penting. FPB dari dua atau lebih bilangan adalah bilangan bulat positif terbesar yang dapat membagi habis semua bilangan tersebut tanpa menyisakan sisa. Konsep ini bukan sekadar teori, tetapi alat praktis untuk menyederhanakan persoalan menjadi bentuk yang lebih mudah dikelola.

Sebagai ilustrasi, mari kita ambil contoh sederhana: mencari FPB dari 12 dan 18. Faktor dari 12 adalah 1, 2, 3, 4, 6, 12. Faktor dari 18 adalah 1, 2, 3, 6, 9, 18. Faktor persekutuan (faktor yang sama) dari keduanya adalah 1, 2, 3, dan 6. Di antara faktor-faktor persekutuan itu, yang terbesar adalah 6.

Jadi, FPB(12, 18) = 6.

Perbandingan Konsep FPB dan KPK

FPB seringkali disebut beriringan dengan KPK atau Kelipatan Persekutuan Terkecil. Jika FPB mencari pembagi terbesar yang sama, KPK justru mencari kelipatan terkecil yang sama dari bilangan-bilangan tersebut. Analoginya, FPB melihat “akar” atau “dasar” yang sama dari bilangan-bilangan, sementara KPK melihat “pertemuan” atau “titik temu” di masa depan kelipatannya. Dalam aplikasi, FPB banyak digunakan untuk menyederhanakan pecahan atau membagi kelompok secara merata, sedangkan KPK berguna untuk menemukan periode berulang atau jadwal yang bertepatan.

Metode Penentuan FPB dari Tiga Bilangan

Menentukan FPB dari tiga bilangan, apalagi jika salah satunya cukup besar seperti 31.717, memerlukan metode yang sistematis. Dua metode yang paling lazim dan dapat diandalkan adalah faktorisasi prima dan algoritma Euclidean. Masing-masing metode memiliki langkah kerja dan keefektifannya sendiri, tergantung pada sifat bilangan yang dihadapi.

BACA JUGA  Situasi Indonesia Saat Ini Dinamika Sosial Ekonomi dan Transformasi Digital

Faktorisasi Prima Bilangan 28, 171, dan 31.717

Metode faktorisasi prima memecah setiap bilangan menjadi perkalian bilangan-bilangan prima. Hasil pemecahan ini kemudian digunakan untuk mengidentifikasi faktor prima yang sama. Berikut adalah rincian faktorisasi prima dari ketiga bilangan kita.

Bilangan Faktorisasi Prima Bentuk Pangkat
28 2 × 2 × 7 2² × 7
171 3 × 3 × 19 3² × 19
31.717 7 × 23 × 197 7 × 23 × 197

Dari tabel di atas, terlihat dengan jelas bahwa satu-satunya faktor prima yang muncul di ketiga bilangan adalah angka 7. Tidak ada faktor prima lain (seperti 2, 3, 19, 23, atau 197) yang hadir di semua bilangan. Oleh karena itu, FPB dari 28, 171, dan 31.717 adalah 1. Mengapa 1? Karena untuk menentukan FPB dengan faktorisasi prima, kita hanya mengalikan faktor prima yang sama dengan pangkat terkecil.

Karena hanya angka 7 yang sama, tetapi ia tidak muncul di semua bilangan (7 tidak ada pada faktorisasi 171), maka tidak ada satupun faktor prima yang dikalikan. FPB-nya adalah 1, yang dikenal sebagai bilangan yang relatif prima atau koprima.

Prosedur Algoritma Euclidean

Algoritma Euclidean adalah metode yang elegan dan efisien, terutama untuk bilangan besar, karena tidak memerlukan faktorisasi yang kadang rumit. Algoritma ini bekerja berdasarkan prinsip bahwa FPB(a, b) sama dengan FPB(b, sisa pembagian a oleh b). Untuk tiga bilangan, kita terapkan berulang.

FPB(a, b, c) = FPB( FPB(a, b), c )

Mari kita terapkan pada bilangan 28, 171, dan 31.717. Pertama, cari FPB dari 28 dan 171.
171 ÷ 28 = 6, sisa 3.
28 ÷ 3 = 9, sisa 1.
3 ÷ 1 = 3, sisa 0.

Jadi, FPB(28, 171) = 1.

Selanjutnya, cari FPB dari hasil tadi (yaitu 1) dengan bilangan ketiga, 31.717.
FPB(1, 31.717) = 1, karena 1 membagi habis semua bilangan.

Dengan demikian, FPB(28, 171, 31.717) = 1.

Efektivitas Metode Faktorisasi dan Euclidean

Untuk kasus spesifik ini, algoritma Euclidean terbukti jauh lebih cepat dan sederhana. Faktorisasi 31.717 membutuhkan pengecekan keterbagian oleh bilangan prima, yang cukup memakan waktu. Sementara itu, algoritma Euclidean hanya memerlukan beberapa langkah pembagian sederhana untuk sampai pada kesimpulan yang sama, yaitu 1. Secara umum, untuk bilangan besar, algoritma Euclidean lebih disarankan karena kompleksitas komputasinya lebih rendah dibandingkan proses faktorisasi prima yang bisa menjadi sangat berat.

Analisis Detail Bilangan 28, 171, dan 31.717

Memahami sifat intrinsik dari masing-masing bilangan memberikan wawasan mengapa FPB mereka bernilai 1. Setiap bilangan memiliki karakteristik faktorisasi yang unik, dan titik temu di antara mereka sangat minimal.

Sifat dan Faktor Positif Masing-masing Bilangan

Mari kita uraikan satu per satu:

  • 28: Ini adalah bilangan komposit sempurna (perfect number). Artinya, jumlah faktor-faktor positifnya (kecuali dirinya sendiri) sama dengan bilangan itu: 1+2+4+7+14 =
    28. Faktor positif dari 28 adalah: 1, 2, 4, 7, 14, 28.
  • 171: Bilangan komposit yang menarik karena 171 = 9 ×
    19. Ia juga merupakan jumlah dari bilangan berurutan (85+86). Faktor positif dari 171 adalah: 1, 3, 9, 19, 57, 171.
  • 31.717: Bilangan komposit yang relatif besar. Setelah difaktorisasi, terlihat ia adalah hasil kali tiga bilangan prima yang berbeda: 7, 23, dan
    197. Faktor positif dari 31.717 adalah: 1, 7, 23, 161, 197, 1379, 4531, 31717.

Alasan Hasil FPB Sama dengan Satu

Dari daftar faktor di atas, kita dapat langsung melihat bahwa satu-satunya faktor positif yang dimiliki secara bersamaan oleh ketiganya hanyalah angka 1. Bilangan 28 memiliki faktor prima 2 dan 7. Bilangan 171 memiliki faktor prima 3 dan 19. Bilangan 31.717 memiliki faktor prima 7, 23, dan 197. Meskipun angka 7 muncul di 28 dan 31.717, ia tidak ada pada faktor 171.

BACA JUGA  Diketahui fungsi f(x)=3x+5 nilai f(5p‑3) dan penyelesaiannya

Ketidakadaan faktor prima bersama ini menyebabkan ketiga bilangan tersebut saling relatif prima sebagai sebuah himpunan. Artinya, tidak ada bilangan bulat lebih besar dari 1 yang dapat membagi ketiganya secara bersamaan.

Penerapan FPB dalam Konteks Masalah Nyata

Konsep FPB yang tampak abstrak ternyata memiliki penerapan yang sangat konkret dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pengaturan acara, logistik, hingga perencanaan. Meskipun FPB dari 28, 171, dan 31.717 adalah 1, yang mengindikasikan ketidakmungkinan pembagian kelompok besar dengan kriteria tertentu, kita dapat merancang cerita yang memaksa kita untuk menemukan fakta tersebut.

Soal Cerita Kontekstual

Seorang panitia festival budaya ingin membagikan tiga jenis cenderamata secara merata kepada sejumlah kelompok delegasi. Mereka memiliki 28 ikat kepala tradisional, 171 buah gelang anyaman, dan 31.717 stiker bergambar motif khas. Panitia ingin setiap kelompok menerima jumlah yang sama persis untuk setiap jenis cenderamata, tanpa ada yang tersisa. Berapa jumlah kelompok delegasi terbanyak yang dapat dibentuk?

Penyelesaian masalah ini langsung mengarah pada pencarian FPB dari (28, 171, 31717). Seperti yang telah kita hitung, FPB-nya adalah 1. Artinya, jumlah kelompok terbanyak yang dapat dibentuk agar semua barang terbagi rata adalah hanya 1 kelompok. Dengan kata lain, semua cenderamata hanya bisa diberikan secara utuh kepada satu kelompok delegasi saja. Jika ingin membentuk lebih dari satu kelompok, akan selalu ada cenderamata yang tersisa.

Kesimpulan dari perhitungan FPB menunjukkan bahwa sistem pembagian merata untuk ketiga jenis barang dengan jumlah yang berbeda jauh ini tidak mungkin dilakukan untuk lebih dari satu penerima. Hal ini memaksa panitia untuk mengubah strategi, misalnya dengan tidak membagikan semua jenis barang atau mengizinkan adanya sisa.

Contoh Penerapan FPB Lainnya

Selain untuk menyederhanakan pecahan, FPB sangat berguna dalam skenario lain. Pertama, dalam menentukan ukuran terbesar ubin atau keramik yang dapat digunakan untuk menutupi lantai dengan dimensi panjang dan lebar tertentu tanpa perlu memotong. Kedua, dalam mengatur interval terbesar pengiriman barang jika beberapa supplier memiliki siklus pengiriman yang berbeda (misal 3 hari, 5 hari), FPB membantu menemukan pola pengaturan jadwal yang efisien.

Visualisasi dan Penjelasan Mendalam

Pemahaman konsep matematika seringkali terbantu dengan visualisasi. Meskipun kita tidak dapat menggambar diagram secara langsung, deskripsi tekstual yang detail dapat membangun imajinasi yang sama jelasnya.

Diagram Venn Faktor Persekutuan

Bayangkan tiga lingkaran yang saling bertumpang tindih. Lingkaran pertama berlabel “Faktor 28”, berisi angka: 1, 2, 4, 7, 14,
28. Lingkaran kedua berlabel “Faktor 171”, berisi: 1, 3, 9, 19, 57,
171. Lingkaran ketiga berlabel “Faktor 31.717”, berisi: 1, 7, 23, 161, 197, 1379, 4531, 31717. Daerah di mana ketiga lingkaran ini bertemu (irisan tiga) hanya memuat satu angka saja, yaitu angka 1.

Irisan antara lingkaran 28 dan 31.717 memuat angka 1, 7. Irisan lainnya hanya berisi angka 1. Visual ini dengan tegas menunjukkan isolasi faktor-faktor mereka dan mengonfirmasi bahwa FPB yang adalah anggota irisan terbesar ketiga lingkaran tersebut hanyalah 1.

Bagan Alur Algoritma Euclidean

Algoritma Euclidean untuk tiga bilangan dapat divisualisasikan sebagai proses bertingkat. Bagian atas adalah tiga bilangan awal: 28, 171, 31717. Langkah pertama adalah memproses dua bilangan pertama (28 dan 171) melalui serangkaian kotak proses “Hitung Sisa Pembagian”. Alur mengarah ke kotak “FPB Sementara = 1”. Selanjutnya, dari kotak hasil ini, ditarik garis ke bawah bersama bilangan ketiga (31717) menuju proses serupa.

Karena salah satu inputnya adalah 1, proses langsung berakhir di kotak akhir “FPB Akhir = 1”. Bagan alur ini menekankan efisiensi algoritma, terutama ketika hasil FPB sementara sudah menjadi 1, tidak perlu lagi menghitung secara detail dengan bilangan ketiga.

BACA JUGA  Kelas Berapa Kamu Sekarang Makna Dampak dan Perbandingan Budaya

Mencari Pola Tanpa Faktorisasi Penuh, FPB 28, 171, dan 31.717

Untuk bilangan yang tidak terlalu besar, kita bisa menduga-duga FPB dengan melihat pola digit dan sifat habis dibagi. Untuk 28, 171, dan 31.717, kita bisa mulai dengan observasi sederhana: 171 jelas habis dibagi 3 (1+7+1=9), sedangkan 28 dan 31.717 tidak. Jadi, faktor 3 bukan faktor persekutuan. Selanjutnya, 28 dan 31.717 sama-sama ganjil-genap? Tidak, 28 genap (punya faktor 2), sementara 31.717 ganjil.

Jadi faktor 2 juga bukan. Kita tahu 28 habis dibagi
7. Apakah 171 habis dibagi 7? Tidak. Dari sini saja sudah kuat diduga bahwa tidak mungkin ada faktor bersama yang lebih besar dari 1, karena syaratnya sebuah faktor harus ada di semua bilangan.

Pengamatan cepat ini mengarah pada kesimpulan yang sama, yaitu FPB = 1, tanpa perlu melakukan faktorisasi lengkap terhadap 31.717.

Menentukan FPB dari 28, 171, dan 31.717 memerlukan pendekatan sistematis untuk mengurai faktor persekutuan terbesar, serupa dengan logika terstruktur dalam menyelesaikan soal geometri seperti menghitung Luas Permukaan Balok 4:3:2 dengan Volume 192 cm³ yang mengandalkan pemahaman rasio dan volume. Keduanya mengasah ketelitian analitis, di mana penyelesaian FPB tersebut justru mengungkap hubungan numerik yang mendasar dari bilangan-bilangan yang tampak kompleks.

Penutupan

Dengan demikian, perjalanan mencari FPB dari 28, 171, dan 31.717 telah membawa kita pada satu simpulan yang gamblang: bilangan 31.717 yang besar ternyata adalah bilangan prima. Fakta krusial ini langsung menjawab teka-teki, karena FPB dengan bilangan lain hanya mungkin ada jika salah satunya adalah bilangan itu sendiri. Hasil akhirnya, FPB(28, 171, 31.717) = 1, menegaskan bahwa ketiganya saling relatif prima.

Penjelajahan ini bukan hanya tentang mendapatkan angka satu, tetapi tentang apresiasi terhadap proses deduktif, analisis sifat bilangan, dan kecermatan dalam memilih metode. Pada akhirnya, matematika mengajarkan bahwa seringkali, jalan menuju jawaban justru lebih berharga daripada jawaban itu sendiri.

Ringkasan FAQ: FPB 28, 171, Dan 31.717

Apakah FPB dari 28, 171, dan 31.717 bisa lebih dari 1?

Tidak. Karena 31.717 adalah bilangan prima, satu-satunya faktor positifnya hanyalah 1 dan 31.717. Agar FPB ketiganya lebih dari 1, angka 28 dan 171 harus memiliki faktor 31.717, yang tidak mungkin karena lebih kecil dari 31.717. Jadi, satu-satunya faktor persekutuan ketiganya hanyalah angka 1.

Mengapa metode faktorisasi prima terlihat rumit untuk bilangan besar seperti 31.717?

Metode faktorisasi prima memerlukan pembagian bilangan hingga menemukan semua faktor primanya. Untuk bilangan besar yang belum diketahui faktornya, proses ini bisa memakan waktu dan trial error. Itulah sebabnya untuk kasus tertentu, algoritma Euclidean seringkali lebih efisien karena hanya berfokus pada sisa pembagian, bukan memfaktorkan sepenuhnya.

Apakah hasil FPB = 1 memiliki makna khusus?

Ya, hasil FPB = 1 menunjukkan bahwa bilangan-bilangan tersebut “saling relatif prima” atau “koprima”. Artinya, tidak ada bilangan bulat lebih besar dari 1 yang dapat membagi habis semua bilangan dalam kelompok tersebut. Ini menunjukkan keunikan hubungan antar bilangan dalam himpunan itu.

Menentukan FPB dari 28, 171, dan 31.717 memerlukan ketelitian analitis yang serupa dengan pendekatan dalam menyelesaikan transformasi geometri, seperti ketika kita membahas Jika titik (p,q) dicerminkan ke garis y=x-2 menjadi (r,s), nilai 2r+2s. Dalam kedua kasus ini, prinsip dasar dan logika sistematis menjadi kunci. Setelah memahami pola dalam pencerminan, kita kembali ke perhitungan FPB untuk menemukan bilangan prima yang membagi ketiga angka tersebut secara bersamaan.

Bisakah algoritma Euclidean digunakan langsung untuk tiga bilangan?

Ya, bisa. Caranya adalah dengan mencari FPB dari dua bilangan pertama, lalu mencari FPB dari hasil tersebut dengan bilangan ketiga. Secara matematis, FPB(a, b, c) = FPB( FPB(a, b), c ).

Adakah cara cepat mengetahui suatu bilangan besar adalah prima sebelum mencari FPB?

Tidak ada cara instan tanpa perhitungan, tetapi kita bisa menggunakan uji keterbagian dengan bilangan prima kecil (seperti 2, 3, 5, 7, 11). Jika tidak habis dibagi oleh bilangan prima tersebut, peluangnya sebagai bilangan prima lebih tinggi, tetapi konfirmasi pasti memerlukan pengujian lebih lanjut atau alat bantu.

Leave a Comment