Faktorkanlah 4x^2 + 12x + 9 dan 9x^2 – 6x + 1 Kuadrat Sempurna

Faktorkanlah bentuk-bentuk aljabar berikut. a. 4x^2 + 12x + 9 b. 9x^2 – 6x + 1. Kedua soal ini bukan sekadar angka dan huruf acak, mereka adalah teka-teki aljabar yang elegan, menunggu untuk dipecahkan polanya.

Kalau kita jeli, sebenarnya mereka adalah “kuadrat sempurna” yang sedang bersembunyi, dan tugas kita adalah mengungkap identitas aslinya yang tersamar dalam bentuk yang lebih sederhana dan powerful.

Memfaktorkan bentuk seperti ini ibarat membongkar kode rahasia. Ada pola khusus yang harus dikenali: sebuah rumus ajaib yang mengubah rangkaian suku panjang menjadi sebuah bentuk pangkat yang rapi. Proses ini adalah salah satu skill dasar yang bakal sangat berguna, mulai dari menyelesaikan persamaan hingga analisis matematika yang lebih kompleks. Mari kita telusuri bersama bagaimana dua ekspresi aljabar ini bisa diungkap bentuk faktornya yang lebih compact.

Pengenalan dan Konsep Dasar Pemfaktoran Bentuk Kuadrat Sempurna

Sebelum kita masuk ke pembahasan soal, ada baiknya kita sepakati dulu apa itu bentuk kuadrat sempurna. Bayangkan kamu punya sebuah persegi, baik secara harfiah maupun matematis. Bentuk kuadrat sempurna adalah ekspresi aljabar yang bisa “dikemas rapi” menjadi kuadrat dari suatu binomial, tanpa ada sisa atau pecahan. Ia seperti puzzle yang pas, di mana semua kepingannya berasal dari pengkuadratan suku yang sama.

Ciri utamanya ada dua pola: a² + 2ab + b² dan
-2ab + b²
. Pola pertama menghasilkan (a + b)², sementara pola kedua menghasilkan (a – b)². Kunci untuk mengenalinya adalah dengan memeriksa tiga hal: apakah suku pertama dan terakhir merupakan kuadrat sempurna suatu bilangan atau variabel, dan apakah suku tengahnya tepat dua kali hasil kali akar dari suku pertama dan terakhir.

Memfaktorkan bentuk aljabar seperti 4x² + 12x + 9 dan 9x² – 6x + 1 itu seru, lho! Polanya mirip kayak ngitung pesanan kue yang ribet. Coba bayangin, Bu Ana seorang pembuat kue. Bu Ana mendapat pesanan 24 kotak kue Setiap kotak berisi 2 lusin kue. Berapa buah kue yang harus dibuat bu Ana? , pasti dia butuh ketelitian sama logika yang jitu.

Nah, balik lagi ke aljabar, konsep ketelitian yang sama ini kita pakai untuk menemukan faktor sempurna dari kedua persamaan kuadrat itu. Yuk, kita telusuri polanya biar ketemu jawabannya dengan pas!

BACA JUGA  Gradien garis yang melalui titik A(2, 1) dan B(-8,3) adalah solusinya.

Mengidentifikasi nilai ‘a’ dan ‘b’ adalah langkah inti. ‘a’ diambil dari akar kuadrat suku pertama, sedangkan ‘b’ diambil dari akar kuadrat suku terakhir. Tanda di suku tengah yang menentukan apakah kita pakai rumus penjumlahan (a + b) atau pengurangan (a – b).

Perbandingan Bentuk Kuadrat Sempurna dan Bukan, Faktorkanlah bentuk-bentuk aljabar berikut. a. 4x^2 + 12x + 9 b. 9x^2 – 6x + 1

Faktorkanlah bentuk-bentuk aljabar berikut. a. 4x^2 + 12x + 9 b. 9x^2 - 6x + 1

Source: slidesharecdn.com

Untuk memperjelas pemahaman, tabel berikut menunjukkan beberapa contoh ekspresi aljabar dan alasan mengapa ia termasuk atau tidak termasuk kuadrat sempurna. Perhatikan dengan saksama pola suku tengahnya.

Bentuk Aljabar Termasuk Kuadrat Sempurna? Nilai a dan b Alasan
x² + 6x + 9 Ya a = x, b = 3 Suku pertama (x²) dan terakhir (9=3²) kuadrat sempurna. Suku tengah (6x) = 2

  • (x)
  • (3).
4p² – 12p + 9 Ya a = 2p, b = 3 Suku pertama (4p²=(2p)²) dan terakhir (9=3²) kuadrat sempurna. Suku tengah (-12p) = 2

  • (2p)
  • (3) dengan tanda negatif.
x² + 4x + 16 Tidak Suku pertama (x²) dan terakhir (16=4²) kuadrat sempurna, tapi suku tengah (4x) ≠ 2

  • (x)
  • (4). Yang seharusnya adalah 8x.
m² + 10m – 25 Tidak Suku terakhir (-25) bukan kuadrat sempurna dengan tanda positif. Kuadrat sempurna selalu memiliki suku terakhir positif.

Analisis Langkah demi Langkah untuk Soal ‘a’ (4x² + 12x + 9): Faktorkanlah Bentuk-bentuk Aljabar Berikut. A. 4x^2 + 12x + 9 B. 9x^2 – 6x + 1

Mari kita praktikkan konsep tadi langsung pada soal pertama: 4x² + 12x + 9. Sekilas, ekspresi ini terlihat rapi, dan intuisi kita mungkin sudah menebak-nebak jawabannya. Tapi, jangan cuma nebak, kita buktikan dengan langkah sistematis.

Pertama, kita identifikasi ketiga sukunya: suku pertama adalah 4x², suku tengah adalah 12x, dan suku terakhir adalah 9. Langkah selanjutnya adalah verifikasi apakah ini memenuhi pola a² + 2ab + b².

Prosedur verifikasi kritis:

  • Apakah 4x² kuadrat sempurna? Ya, akarnya adalah 2x. Jadi, a = 2x.
  • Apakah 9 kuadrat sempurna? Ya, akarnya adalah 3. Jadi, b = 3.
  • Apakah suku tengah (12x) sama dengan 2
  • a
  • b? Mari kita hitung

    2

  • (2x)
  • (3) = 12x. Tepat!

Karena semua syarat terpenuhi, kita bisa dengan yakin memfaktorkannya. Prosesnya langsung mengikuti rumus: a² + 2ab + b² = (a + b)². Dengan a = 2x dan b = 3, maka hasil pemfaktorannya adalah:

4x² + 12x + 9 = (2x)² + 2*(2x)*(3) + (3)² = (2x + 3)².

Jadi, bentuk aljabar yang terlihat panjang itu sebenarnya adalah kuadrat dari (2x + 3). Rapi, bukan?

Analisis Langkah demi Langkah untuk Soal ‘b’ (9x² – 6x + 1)

Sekarang kita hadapi soal kedua: 9x²
-6x + 1
. Polanya mirip dengan soal pertama, tapi ada satu petunjuk penting yang berbeda: tanda suku tengahnya negatif. Ini adalah sinyal kuat bahwa kita berhadapan dengan pola kuadrat sempurna selisih, yaitu a²
-2ab + b².

Kita urai dengan cara yang sama. Suku pertama, 9x², adalah kuadrat dari 3x (jadi a = 3x). Suku terakhir, 1, adalah kuadrat dari 1 (jadi b = 1). Sekarang, kita periksa suku tengahnya: apakah -6x sama dengan -2
– a
– b? Mari kita buktikan: -2
– (3x)
– (1) = -6x.

Persis!

Karena memenuhi pola a²
-2ab + b², maka hasil pemfaktorannya mengikuti rumus (a – b)². Dengan demikian:

9x²
-6x + 1 = (3x)²
-2*(3x)*(1) + (1)² = (3x – 1)²
.

Untuk memudahkan perbandingan dan menghindari kebingungan antara kedua soal, perhatikan poin-poin berikut:

  • Kesamaan: Keduanya memiliki suku pertama dan terakhir yang merupakan bilangan kuadrat sempurna.
  • Perbedaan Kunci: Tanda suku tengah. Soal (a) positif (+12x) mengarah ke (a + b)², soal (b) negatif (-6x) mengarah ke (a – b)².
  • Prinsip Utama: Verifikasi suku tengah dengan rumus 2ab adalah langkah penentu yang tidak boleh dilewatkan.

Visualisasi dan Pemeriksaan Kembali Hasil Pemfaktoran

Setelah mendapatkan faktor, jangan langsung berhenti. Memeriksa ulang adalah kebiasaan yang baik dalam matematika. Bayangkan kita punya peta alur sederhana untuk kedua soal ini: Identifikasi Suku → Ambil Akar Suku Pertama & Terakhir (tentukan a dan b) → Verifikasi Suku Tengah (2ab?) → Tulis Hasil Faktor (sesuai tanda suku tengah).

Cara termudah untuk memeriksa adalah dengan mengalikan kembali (expand) faktor yang kita dapat. Jika hasil perkaliannya sama dengan soal awal, berarti kita benar. Mari kita buat tabel pemeriksaan untuk kedua jawaban kita.

Langkah Pemeriksaan Soal (a): (2x + 3)² Soal (b): (3x – 1)² Hasil yang Diharapkan
Kalikan faktor dengan dirinya sendiri (2x + 3)(2x + 3) (3x – 1)(3x – 1) Bentuk aljabar expanded
Gunakan metode FOIL (First, Outer, Inner, Last) First: 4x², Outer: 6x, Inner: 6x, Last: 9 First: 9x², Outer: -3x, Inner: -3x, Last: 1 Jumlahkan semua suku
Simplifikasi 4x² + 6x + 6x + 9 = 4x² + 12x + 9 9x²

  • 3x – 3x + 1 = 9x²
  • 6x + 1
Harus sama persis dengan soal awal

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah terburu-buru mengambil akar tanpa memverifikasi suku tengah, atau salah menentukan tanda di dalam tanda kurung hasil faktor. Misalnya, untuk soal 9x²
-6x + 1, seseorang mungkin tergoda menulis (3x + 1)² karena akar 1 adalah ±1. Namun, ketika suku tengahnya negatif, itu adalah indikator kuat bahwa kita harus memilih bentuk pengurangan (a – b).

Nah, kalau soal aljabar kayak faktorkan 4x² + 12x + 9 dan 9x² – 6x + 1 itu, prinsipnya mirip cari pola sempurna. Biar otak enggak mumet, coba selingi dengan hitungan yang lebih riil, misalnya cari tahu Nilai dari 3,015 + 1 7/8 + 35% adalah. Latihan dasar kayak gitu bikin logika matematikamu makin tajam, dan akhirnya kamu bakal lebih jago ngeliat pola persamaan kuadrat yang perlu difaktorin tadi.

Pemeriksaan dengan mengalikan kembali akan segera mengungkap kesalahan ini.

Aplikasi dan Latihan Pengembangan

Pemahaman tentang kuadrat sempurna bukan sekadar untuk memfaktorkan soal-soal standar. Konsep ini sangat berguna dalam menyelesaikan persamaan kuadrat (dengan metode melengkapkan kuadrat), menyederhanakan bentuk aljabar kompleks, atau bahkan dalam masalah optimasi sederhana. Misalnya, dalam mencari sisi terpendek atau luas maksimum suatu bidang.

Untuk mengasah kemampuan, coba terapkan langkah-langkah tadi pada tiga contoh soal berikut:

  1. 16y² + 24y + 9
  2. 25p² – 40p + 16

  3. z + 1/4 (perhatikan koefisien pecahan)

Panduan singkat untuk menyelesaikannya tetap sama:

  • Tentukan suku pertama, tengah, dan akhir.
  • Cari akar kuadrat dari suku pertama (a) dan suku terakhir (b).
  • Verifikasi apakah suku tengah sama dengan 2ab (perhatikan tandanya).
  • Tulis hasil faktor: (a + b)² jika suku tengah positif, atau (a – b)² jika suku tengah negatif.

Sebagai ilustrasi, bayangkan kamu ingin membuat kotak dari selembar karton. Misalkan luas karton dinyatakan sebagai suatu ekspresi kuadrat sempurna. Memfaktorkan ekspresi tersebut bisa membantumu dengan mudah menemukan panjang sisi kotak yang mungkin, karena hasil faktornya berbentuk kuadrat dari suatu panjang sisi. Ini adalah salah satu contoh kecil bagaimana aljabar berbicara dalam situasi nyata.

Ringkasan Terakhir

Jadi, begitulah ceritanya. Dari 4x^2 + 12x + 9 menjadi (2x + 3)^2, dan dari 9x^2 – 6x + 1 berubah wujud menjadi (3x – 1)^2. Proses memfaktorkan kuadrat sempurna ini mengajarkan kita untuk lebih peka melihat pola di balik kerumitan. Skill ini bukan cuma untuk menjawab soal ujian, tapi juga melatih logika dan ketelitian. Setelah menguasai pola dasarnya, kamu akan bisa “membaca” soal-soal serupa dengan lebih cepat dan percaya diri.

Coba terapkan pada soal lain, dan lihat bagaimana matematika tiba-tiba terasa seperti menyusun puzzle yang memuaskan.

FAQ Terpadu

Apakah semua bentuk ax^2 + bx + c bisa difaktorkan sebagai kuadrat sempurna?

Tidak. Hanya bentuk khusus di mana suku pertama dan terakhir adalah kuadrat sempurna suatu bilangan/variabel, dan suku tengahnya tepat dua kali akar dari keduanya.

Bagaimana jika suku tengahnya tidak persis dua kali akar kali akar?

Maka bentuk tersebut bukan kuadrat sempurna. Metode pemfaktorannya akan berbeda, misalnya dengan mencari dua bilangan yang hasil kalinya ac dan jumlahnya b.

Mengapa penting memeriksa kembali dengan mengalikan (expand) hasil faktor?

Pemeriksaan adalah kunci untuk memastikan tidak ada kesalahan hitung. Mengalikan kembali faktor harus menghasilkan bentuk aljabar awal yang tepat.

Apakah tanda minus pada suku tengah selalu menghasilkan bentuk (a – b)^2?

Ya, secara umum. Pola a^2 – 2ab + b^2 selalu difaktorkan menjadi (a – b)^2. Tanda pada suku tengah menentukan tanda di dalam kurung hasil.

Leave a Comment