Gambar dan Sebutkan Bagian‑Bagian Kromosom Lengkap menjadi pintu masuk untuk memahami cetak biru kehidupan yang tersimpan di dalam setiap sel. Struktur mikroskopis ini bukan sekadar benang acak, melainkan paket informasi genetik yang terorganisir dengan presisi tinggi, menentukan segala hal dari warna mata hingga kerentanan terhadap penyakit. Pengetahuan tentang anatomi kromosom adalah fondasi dalam genetika, biologi sel, hingga kemajuan penelitian medis modern.
Secara fisik, kromosom yang sering kita lihat dalam gambar adalah bentuk padatnya saat sel akan membelah. Setiap bagiannya, mulai dari lengan yang membawa gen, sentromer sebagai pengepit, hingga telomer pelindung di ujungnya, memiliki fungsi khusus yang vital. Memahami detail ini memungkinkan kita mengapresiasi kompleksitas proses duplikasi dan pembagian materi genetik yang terjadi dengan sempurna jutaan kali di dalam tubuh.
Pengenalan Dasar Kromosom
Dalam setiap sel makhluk hidup, terdapat sebuah perpustakaan genetik yang sangat teratur. Perpustakaan ini tidak berisi buku, melainkan kromosom. Secara sederhana, kromosom adalah struktur padat yang terbuat dari DNA dan protein, berfungsi sebagai wadah untuk menyimpan dan mengorganisir informasi genetik. Peran utamanya sangat krusial: memastikan materi genetik dapat diduplikasi dengan tepat selama pembelahan sel dan didistribusikan secara merata ke sel-sel anak.
Kromosom tidak selalu terlihat dalam bentuk yang sama. Dalam perjalanan siklus sel, ia mengalami perubahan bentuk. Pada fase interfase, kromosom dalam bentuk tunggal, longgar, dan tidak terlihat jelas di bawah mikroskop cahaya karena belum mengalami kondensasi. Bentuk ini disebut kromatin. Baru ketika sel akan membelah, DNA bereplikasi dan kromatin memadat, membentuk kromosom dengan dua lengan identik yang disebut kromatid saudara.
Jadi, bentuk ganda kromosom muncul menjelang dan selama pembelahan sel, sementara bentuk tunggal dominan saat sel tidak membelah.
Jenis Kromosom Berdasarkan Letak Sentromer
Sentromer, daerah penyempitan pada kromosom, tidak selalu terletak di tengah. Posisinya ini menjadi dasar klasifikasi morfologi kromosom yang penting dalam studi sitogenetika. Letak sentromer menentukan panjang relatif lengan kromosom dan berpengaruh pada pergerakannya selama pembelahan sel.
- Metasentrik: Sentromer terletak tepat di tengah, membagi kromosom menjadi dua lengan yang hampir sama panjang. Kromosom ini berbentuk seperti huruf “V” sempurna saat metafase.
- Submetasentrik: Sentromer agak menjauh dari tengah, menghasilkan satu lengan yang sedikit lebih panjang dari lengan lainnya. Bentuknya masih seperti “V” tetapi asimetris.
- Akrosentrik: Sentromer terletak sangat dekat dengan salah satu ujung, sehingga satu lengan sangat pendek dan yang lainnya sangat panjang. Kromosom manusia nomor 13, 14, 15, 21, dan 22 termasuk jenis ini.
- Telosentrik: Sentromer terletak di ujung, sehingga kromosom hanya memiliki satu lengan. Jenis ini sangat jarang ditemukan pada sel eukariotik tingkat tinggi, tetapi umum pada beberapa organisme seperti tikus.
Perbandingan Struktur Kromosom Prokariotik dan Eukariotik
Meskipun sama-sama membawa materi genetik, kromosom pada organisme prokariotik (seperti bakteri) dan eukariotik (seperti tumbuhan, hewan, dan manusia) memiliki perbedaan mendasar dalam struktur dan organisasinya. Perbedaan ini mencerminkan kompleksitas sel itu sendiri.
| Aspek | Kromosom Prokariotik | Kromosom Eukariotik |
|---|---|---|
| Bentuk & Jumlah | Umumnya tunggal, berbentuk sirkuler (melingkar). | Banyak, berbentuk linier (lurus). Setiap spesies memiliki jumlah yang tetap. |
| Lokasi dalam Sel | Terletak di daerah sitoplasma yang disebut nukleoid, tidak dibatasi membran inti. | Berada di dalam nukleus (inti sel) yang dibatasi oleh membran inti. |
| Komposisi Protein | Tidak terikat pada protein histon. DNA disusun dan distabilkan oleh protein lain yang lebih sederhana. | DNA terikat erat dengan protein histon membentuk kompleks seperti manik-manik yang disebut nukleosom. |
| Tingkat Kondensasi | Relatif tidak termampatkan (superkoil) dan selalu dalam keadaan “siap baca”. | Mengalami tingkat kondensasi berlapis, dari kromatin longgar (eukromatin) hingga kromosom padat metafase. |
Anatomi dan Struktur Kromosom
Untuk memahami bagaimana kromosom bekerja, kita perlu membedah anatominya. Kromosom metafase, yakni kromosom pada puncak kondensasinya selama pembelahan sel, adalah model terbaik untuk mempelajari bagian-bagian fisiknya. Pada tahap ini, kromosom terlihat jelas, padat, dan memiliki struktur yang khas.
Secara fisik, sebuah kromosom metafase yang utuh terdiri dari dua kromatid identik yang dipegang bersamaan di daerah sentromer. Setiap kromatid merupakan satu molekul DNA yang telah bereplikasi. Ujung setiap lengan kromosom dilindungi oleh struktur khusus bernama telomer. Pada beberapa kromosom akrosentrik, terdapat tonjolan kecil di ujung lengan pendek yang disebut satelit, yang mengandung gen untuk RNA ribosom.
Komposisi Kimiawi Kromatid
Kromatid bukanlah sekadar benang DNA telanjang. Ia adalah struktur kompleks yang tersusun atas bahan kimia utama, yaitu DNA dan protein. DNA membawa cetak biru genetik, sementara protein berperan dalam pengemasan, pengaturan, dan ekspresi informasi tersebut. Kompleks DNA dan protein ini disebut kromatin.
Hubungannya sangat erat: molekul DNA double helix yang sangat panjang dan tipis dililitkan secara berulang pada kelompok protein histon, membentuk unit dasar seperti manik-manik yang disebut nukleosom. Rantai nukleosom ini kemudian melipat dan memadat secara bertingkat, akhirnya membentuk kromatid yang padat dan terlihat selama metafase. Tanpa protein pengemas ini, DNA yang panjangnya bisa mencapai dua meter dalam satu sel manusia tidak akan muat di dalam nukleus mikroskopis.
Perbedaan Kromatid Saudara, Kromomer, dan Satelit
Dalam mendeskripsikan kromosom, beberapa istilah sering muncul dan perlu dibedakan dengan jelas. Masing-masing merujuk pada bagian atau keadaan yang spesifik.
Kromatid saudara adalah dua salinan identik dari satu kromosom yang terbentuk setelah replikasi DNA. Keduanya terikat pada sentromer yang sama dan akan berpisah menjadi kromosom individu selama anafase. Kromomer, di sisi lain, adalah struktur granular yang terlihat seperti rangkaian manik-manik pada kromatid selama fase tertentu dari profase. Kromomer merepresentasikan daerah dimana kromatin lebih terkemas (terkondensasi) dibandingkan daerah di sekitarnya. Sementara itu, satelit adalah segmen kecil di ujung lengan pendek kromosom akrosentrik yang terpisah dari bagian utama kromosom oleh suatu penyempitan sekunder.
Satelit mengandung tandem repeat DNA dan gen untuk RNA ribosom.
Fungsi Sentromer dan Kinetokor
Sentromer dan kinetokor adalah duo yang tak terpisahkan dalam mekanisme pembelahan sel. Meski sering disamakan, keduanya adalah struktur yang berbeda namun berhubungan fungsional.
- Sentromer adalah daerah konstriksi (penyempitan) primer pada kromosom tempat kedua kromatid saudara bersatu. Secara genetik, ia adalah daerah DNA spesifik yang kaya akan sekuens repetitif. Fungsinya sebagai tempat pelekatan mikrotubulus spindle secara tidak langsung, melalui kinetokor, dan penting untuk pergerakan kromosom.
- Kinetokor adalah struktur protein kompleks yang dibentuk di permukaan sentromer selama pembelahan sel. Ia berfungsi sebagai “docking station” atau tempat melekat langsung bagi mikrotubulus spindle. Kinetokor berperan aktif dalam pengecekan ketepatan pelekatan (checkpoint) dan menghasilkan gaya untuk menarik kromatid saudara ke kutub sel yang berlawanan.
Visualisasi dan Representasi Grafis
Sebuah ilustrasi kromosom yang lengkap dan berlabel merupakan alat bantu visual yang sangat powerful untuk memahami anatominya. Gambar seperti ini biasanya menampilkan kromosom metafase yang telah mengalami kondensasi penuh, dengan dua kromatid yang identik berdampingan.
Pada ilustrasi tersebut, bagian tengah kromosom ditandai oleh sebuah penyempitan yang jelas, yaitu sentromer. Di atas dan di bawah sentromer, terlihat lengan kromosom: lengan pendek (dilabeli ‘p’ dari bahasa Perancis ‘petit’) dan lengan panjang (dilabeli ‘q’). Setiap lengan terdiri dari satu kromatid, dan kedua kromatid yang bersaudara ini terikat rapat di daerah sentromer. Di ujung setiap lengan, terdapat struktur pelindung berwarna berbeda yang disebut telomer.
Pada beberapa gambar kromosom akrosentrik, di ujung lengan pendek mungkin terlihat tonjolan kecil seperti tetesan yang dihubungkan oleh benang sempit, itulah satelit.
Langkah Menggambar Struktur Kromosom
Menggambar kromosom dapat dilakukan dengan sistematis untuk memastikan semua komponen penting tergambarkan. Langkah ini berguna untuk tujuan edukasi atau dokumentasi.
Pertama, gambarlah dua garis vertikal paralel yang cukup panjang dan rapat, menyerupai bentuk silinder. Ini akan menjadi dua kromatid saudara. Kedua, buatlah sebuah penyempitan di tengah-tengah silinder tersebut, yaitu sentromer. Pastikan kedua kromatid menyatu di area ini. Ketiga, bagi kromosom menjadi dua bagian di titik sentromer: bagian atas adalah dua lengan pendek (jika submetasentrik/akrosentrik) atau panjang (jika metasentrik), dan bagian bawah adalah dua lengan panjang.
Keempat, di ujung setiap lengan, beri tanda berupa segmen kecil yang berbeda, itu adalah telomer. Untuk kromosom akrosentrik, tambahkan tonjolan kecil (satelit) di ujung lengan pendek, yang dihubungkan oleh benang penyempitan sekunder. Terakhir, beri label untuk setiap bagian: kromatid, sentromer, lengan p, lengan q, telomer, dan satelit jika ada.
Memahami struktur kromosom secara lengkap, mulai dari sentromer hingga lengan kromatid, mirip dengan menganalisis transformasi geometri yang presisi. Seperti halnya menentukan Bayangan Rotasi 180° terhadap Titik E (8, -3) yang memerlukan ketelitian, menggambar bagian-bagian kromosom juga menuntut keakuratan dalam mengidentifikasi setiap komponen penyusun materi genetik tersebut.
Pemetaan Bagian, Fungsi, dan Karakteristik Kromosom
Untuk memudahkan pemahaman komprehensif, informasi mengenai bagian-bagian kromosom dapat disusun dalam sebuah tabel yang memetakan nama, fungsi utama, dan karakteristik kunci dari setiap komponen.
| Nama Bagian | Fungsi Utama | Karakteristik Penting |
|---|---|---|
| Kromatid | Membawa satu salinan lengkap informasi genetik setelah replikasi. | Setiap kromosom metafase terdiri dari dua kromatid saudara yang identik. Setelah berpisah, disebut kromosom anak. |
| Sentromer | Tempat perlekatan kinetokor dan titik perlekatan mikrotubulus spindle; penting untuk segregasi. | Daerah penyempitan primer; letaknya menentukan jenis kromosom (meta-, submeta-, akro-, telosentrik). |
| Lengan Kromosom (p dan q) | Menampung gen-gen tertentu; panjang relatif lengan digunakan untuk identifikasi kariotipe. | Lengan pendek disebut ‘p’, lengan panjang disebut ‘q’. Pola pita setelah pewarnaan spesifik unik untuk setiap lengan. |
| Telomer | Melindungi ujung kromosom dari fusi dan degradasi; mencegah kehilangan informasi genetik selama replikasi. | Terdiri dari sekuens DNA repetitif non-pengkode (contoh: TTAGGG pada manusia); memendek seiring usia sel. |
| Satelit | Mengandung daerah pengkode untuk RNA ribosom (rDNA). | Hanya ditemukan pada lengan pendek kromosom akrosentrik; dihubungkan oleh penyempitan sekunder (stalk). |
Morfologi Kromosom
Morfologi atau bentuk kromosom adalah dasar dari analisis kariotipe, yang digunakan dalam diagnosa kelainan genetik. Bentuk ini terutama ditentukan oleh posisi sentromer dan panjang relatif lengannya.
Klasifikasi kromosom berdasarkan indeks sentromerik (rasio panjang lengan pendek terhadap total panjang kromosom) menghasilkan empat kategori utama: metasentrik, submetasentrik, akrosentrik, dan telosentrik. Pengamatan morfologi ini, yang paling jelas selama metafase mitosis, memungkinkan identifikasi setiap kromosom dalam suatu set dan deteksi kelainan struktural seperti delesi, duplikasi, atau translokasi.
Kromosom dalam Konteks Pembelahan Sel
Kromosom adalah pemain dinamis dalam drama pembelahan sel. Strukturnya tidak statis, melainkan mengalami transformasi dramatik seiring berjalannya siklus sel, dari fase istirahat (interfase) hingga fase pembelahan (mitosis atau meiosis).
Pada interfase, kromosom dalam wujud kromatin yang sangat longgar dan terurai di dalam nukleus. Kondisi ini memungkinkan mesin transkripsi sel mengakses gen dengan mudah. Begitu sel memutuskan untuk membelah, proses kondensasi dimulai. DNA yang telah bereplikasi mulai melipat dan memadat secara bertingkat melalui interaksi dengan protein, berubah dari kromatin menjadi kromosom yang terlihat jelas selama profase dan metafase. Setelah pembelahan selesai, kromosom di sel anak kembali mengendur menjadi kromatin.
Replikasi Kromosom dan Jumlah Kromatid
Replikasi kromosom adalah peristiwa kunci yang mendahului pembelahan sel. Proses ini memastikan setiap sel anak menerima salinan materi genetik yang identik. Replikasi terjadi selama fase S (Sintesis) pada interfase.
Sebelum replikasi, setiap kromosom terdiri dari satu molekul DNA panjang (satu kromatid). Setelah replikasi selesai, setiap kromosom sekarang terdiri dari dua molekul DNA identik yang masih terikat pada sentromer yang sama. Dua molekul DNA identik inilah yang kita sebut kromatid saudara. Jadi, replikasi tidak menggandakan jumlah kromosom, melainkan menggandakan jumlah kromatid per kromosom. Satu kromosom tunggal (satu kromatid) bereplikasi menjadi satu kromosom dengan dua kromatid saudara.
Memahami struktur kromosom secara visual, mulai dari sentromer hingga telomer, memang krusial untuk menguak mekanisme pewarisan gen. Nah, prinsip pemetaan ini punya analogi menarik dengan cara kita membaca peta Bumi melalui Fungsi Garis Astronomis , yang memberi kerangka koordinat universal. Dengan dasar kerangka berpikir yang sama, identifikasi bagian-bagian kromosom menjadi lebih sistematis dan mendalam untuk dianalisis.
Baru pada anafase, ketika kromatid saudara berpisah, jumlah kromosom (sebagai unit independen) menjadi dua kali lipat di setiap kutub sel.
Memahami struktur kromosom secara detail, mulai dari sentromer hingga telomer, adalah fondasi dalam mempelajari pewarisan genetik. Prinsip pengukuran dan analisis yang teliti juga diterapkan dalam ilmu fisika, misalnya saat Menghitung Kecepatan Rambat Bunyi Petir pada Jarak 1.750 m. Kedua pendekatan ini sama-sama memerlukan ketepatan identifikasi bagian-bagian utama, yang pada akhirnya memperkaya pemahaman kita tentang kompleksitas alam, termasuk susunan materi genetik dalam kromosom.
Peran Bagian Kromosom Selama Anafase
Anafase adalah puncak ketegangan dalam mitosis, di mana kromatid saudara berpisah dan bergerak menuju kutub sel yang berlawanan. Setiap bagian kromosom memainkan peran spesifik yang sangat kritis dalam momen ini.
Sentromer dan kinetokor menjadi pusat aksi. Kinetokor, yang telah melekat pada mikrotubulus spindle dari kutub yang berlawanan, mulai “berjalan” sepanjang mikrotubulus yang mengalami depolimerisasi (memendek) di ujung kinetokor. Proses ini menarik seluruh kromatid menuju kutub. Lengan kromosom, yang pasif, mengikuti di belakang sentromer. Sementara itu, mikrotubulus non-kinetokor (yang tumpang tindih di tengah sel) memanjang, mendorong kutub sel semakin menjauh dan membantu proses pemisahan.
Tanpa koordinasi yang sempurna dari bagian-bagian ini, segregasi kromosom akan kacau dan dapat menghasilkan sel anak dengan jumlah kromosom yang tidak normal.
Perbedaan Kromosom Homolog dan Kromosom Saudara, Gambar dan Sebutkan Bagian‑Bagian Kromosom Lengkap
Dua konsep yang sering membingungkan adalah kromosom homolog dan kromosom saudara. Meski keduanya berpasangan, asal dan fungsinya dalam genetika sangat berbeda.
- Kromosom Saudara (Sister Chromatids): Merupakan dua salinan identik dari satu kromosom yang dihasilkan dari replikasi DNA. Keduanya terikat pada sentromer yang sama dan genetiknya persis sama. Mereka berpisah selama anafase mitosis dan anafase II meiosis.
- Kromosom Homolog: Merupakan pasangan kromosom yang satu berasal dari induk jantan dan satu dari induk betina. Mereka membawa gen untuk sifat yang sama (misal, gen untuk golongan darah) tetapi alelnya mungkin berbeda (misal, alel A dan alel B). Ukuran, bentuk, dan posisi sentromernya umumnya sama. Kromosom homolog berpasangan selama profase I meiosis dan berpisah selama anafase I meiosis. Mereka tidak identik secara genetik.
Analisis Komponen Penyusun: Gambar Dan Sebutkan Bagian‑Bagian Kromosom Lengkap
Kromosom bukan hanya DNA. Sekitar setengah massanya terdiri dari protein yang berperan penting dalam pengemasan, regulasi, dan fungsi DNA itu sendiri. Komponen non-DNA ini menentukan bagaimana informasi genetik diakses, dibaca, dan diwariskan.
Protein utama penyusun kromosom dibagi menjadi dua kelompok besar: histon dan non-histon. Protein histon bersifat sangat basa (alkalin) karena kaya akan asam amino lisin dan arginin, yang memungkinkan mereka berikatan kuat dengan DNA yang bermuatan negatif. Mereka membentuk inti nukleosom. Protein non-histon lebih beragam, termasuk enzim yang terlibat dalam replikasi dan transkripsi DNA, faktor transkripsi, protein perancah (scaffold), dan protein regulator lainnya.
Eukromatin dan Heterokromatin
Berdasarkan tingkat kondensasi dan aktivitas transkripsinya, kromatin dalam nukleus dapat dibedakan menjadi dua jenis: eukromatin dan heterokromatin. Perbedaan ini fundamental dalam mengatur ekspresi gen.
Eukromatin adalah bentuk kromatin yang kurang padat, terlihat lebih terang di bawah mikroskop elektron, dan secara genetik aktif. Daerah ini kaya akan gen, dan DNA-nya dapat diakses oleh mesin transkripsi. Sebaliknya, heterokromatin adalah kromatin yang sangat termampatkan, terlihat gelap, dan umumnya tidak aktif secara transkripsi. Heterokromatin dibagi lagi menjadi konstitutif (selalu padat dan tidak aktif, biasanya mengandung DNA repetitif di daerah sentromer dan telomer) dan fakultatif (dapat berubah kondensasinya tergantung kebutuhan sel atau tahap perkembangan, seperti kromosom X yang tidak aktif pada sel betina).
Telomer dan Stabilitas Kromosom
Telomer adalah struktur pelindung yang terletak di ujung setiap lengan kromosom linier. Bayangkan mereka seperti ujung plastik (aglet) pada tali sepatu yang mencegah tali dari terurai. Fungsi telomer sangat krusial bagi stabilitas genom.
Telomer terdiri dari rangkaian pendek sekuens DNA non-pengkode yang diulang ribuan kali (pada manusia, sekuensnya adalah TTAGGG). Karena mekanisme replikasi DNA yang tidak sempurna di ujung molekul linier, sebagian kecil telomer hilang setiap kali sel membelah. Kehilangan ini berfungsi sebagai “jam biologis” yang membatasi jumlah pembelahan sel somatik. Enzim telomerase dapat memperpanjang telomer, tetapi aktivitasnya umumnya tinggi hanya pada sel germinal, stem cell, dan kebanyakan sel kanker, memberikan mereka potensi untuk membelah tak terbatas.
Tanpa telomer, ujung kromosom akan menjadi lengket dan rentan menyatu dengan ujung kromosom lain atau terdegradasi, menyebabkan ketidakstabilan genomik yang dapat memicu kematian sel atau kanker.
Nukleosom dan Kondensasi Kromosom
Bagaimana DNA yang sangat panjang dapat dimasukkan ke dalam nukleus? Jawabannya terletak pada pengemasan bertingkat yang dimulai dari nukleosom. Nukleosom adalah unit dasar pengemasan kromatin.
- Nukleosom: Terdiri dari segmen DNA sepanjang sekitar 146 pasang basa yang dililitkan 1.65 kali mengelilingi sebuah inti yang dibentuk oleh delapan protein histon (dua kopi masing-masing dari H2A, H2B, H3, dan H4).
- Serat 30 nm: Rantai nukleosom (seperti untaian manik-manik) kemudian melipat lebih lanjut dengan bantuan histone H1, membentuk serat kromatin dengan diameter sekitar 30 nanometer.
- Loop Domain: Serat 30 nm membentuk loop-loop besar (masing-masing mengandung 50.000-200.000 pasang basa) yang melekat pada perancah protein non-histon (scaffold).
- Kromatid Metafase: Loop-loop tersebut kemudian mengalami superkoiling dan pemadatan lebih lanjut, akhirnya menghasilkan kromatid metafase yang sangat padat, yang diameternya sekitar 700 nm tetapi mengandung DNA yang panjangnya luar biasa.
Ringkasan Terakhir
Source: kibrispdr.org
Dengan demikian, menguraikan gambar dan menyebutkan bagian-bagian kromosom lengkap jauh lebih dari sekadar hafalan anatomi seluler. Ini adalah upaya untuk menguak mekanisme fundamental pewarisan sifat dan kelangsungan hidup suatu spesies. Dari struktur makro seperti lengan kromosom hingga komponen mikro seperti protein histon, setiap elemen bersinergi menjaga integritas dan mengatur ekspresi informasi genetik. Pemahaman mendalam ini menjadi kunci dalam mendiagnosis kelainan genetik, merancang terapi target, dan terus meneroka misteri kehidupan itu sendiri.
Area Tanya Jawab
Apakah jumlah kromosom menentukan kompleksitas suatu makhluk hidup?
Tidak. Jumlah kromosom tidak berkorelasi langsung dengan kompleksitas. Contohnya, manusia memiliki 46 kromosom, sementara paku kuda (Equisetum) memiliki 216, dan lalat buah hanya 8. Yang lebih penting adalah jumlah dan jenis gen yang terkandung di dalam kromosom tersebut.
Mengapa gambar kromosom biasanya berbentuk huruf “X”?
Bentuk “X” itu adalah kromosom ganda (dua kromatid saudara) yang terlihat pada fase metafase pembelahan sel. Bentuk ini muncul setelah DNA bereplikasi. Pada fase lain dalam siklus sel, seperti interfase, kromosom tidak terpadatkan dalam bentuk X dan lebih menyerupai benang kromatin yang tersebar di nukleus.
Apa yang terjadi jika bagian telomer pada kromosom semakin pendek?
Pemendekan telomer adalah proses alami yang terjadi seiring pembelahan sel berulang. Ketika telomer menjadi terlalu pendek, sel dapat berhenti membelah (senesen) atau mengalami kematian sel. Proses ini dikaitkan dengan penuaan seluler dan beberapa penyakit. Enzim telomerase berperan mempertahankan panjang telomer, terutama pada sel punca dan sel kanker.
Apakah sel prokariotik seperti bakteri memiliki kromosom?
Ya, tetapi strukturnya sangat berbeda. Kromosom prokariotik umumnya tunggal, berbentuk sirkuler (melingkar), dan tidak terbungkus membran inti. DNA-nya juga tidak terikat dengan protein histon secara kompleks seperti pada kromosom eukariotik, dan terletak di daerah sitoplasma yang disebut nukleoid.