FPB dari 72 54 dan 108 Cara Hitung dan Penerapannya

FPB dari 72, 54, dan 108 bukan sekadar angka, melainkan kunci untuk memecahkan berbagai masalah matematika praktis dalam kehidupan sehari-hari. Konsep Faktor Persekutuan Terbesar ini sering kali dipandang rumit, padahal pemahaman yang tepat justru dapat menyederhanakan banyak hal, mulai dari membagi barang hingga mengatur jadwal.

Memahami cara mencari FPB dari tiga bilangan seperti 72, 54, dan 108 merupakan keterampilan dasar matematika yang sangat berguna. Artikel ini akan mengupas tuntas metode perhitungannya, mulai dari faktorisasi prima, pembagian berulang, hingga penyelesaian langkah demi langkah yang mudah diikuti, dilengkapi dengan contoh penerapannya dalam konteks nyata.

Pengertian dan Konsep Dasar FPB

Dalam matematika, terutama ketika berurusan dengan bilangan bulat, kita sering kali perlu menemukan kesamaan terbesar yang dimiliki oleh beberapa bilangan. Konsep inilah yang dikenal sebagai Faktor Persekutuan Terbesar (FPB). FPB dari dua bilangan atau lebih adalah bilangan bulat positif terbesar yang dapat membagi habis semua bilangan tersebut tanpa menyisakan sisa. Misalnya, bilangan yang bisa membagi 12 dan 18 adalah 1, 2, 3, dan 6.

Dari faktor-faktor persekutuan itu, yang terbesar adalah 6, sehingga FPB dari 12 dan 18 adalah 6.

Konsep FPB sering kali dibahas beriringan dengan konsep kebalikannya, yaitu Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK). Memahami perbedaan mendasar antara keduanya sangat penting untuk menghindari kebingungan dalam penerapannya.

FPB mencari pembagi terbesar yang sama dari beberapa bilangan, sementara KPK mencari kelipatan terkecil yang sama dari beberapa bilangan. Jika FPB membantu kita “membagi” atau “mengelompokkan” sesuatu menjadi bagian yang sama besar, KPK membantu kita menemukan “titik temu” atau “waktu bersamaan” dari siklus yang berulang.

Mengapa keterampilan mencari FPB ini penting? Selain menjadi fondasi untuk operasi pecahan seperti penyederhanaan, FPB adalah alat praktis dalam kehidupan sehari-hari. Ia digunakan untuk membagi sumber daya secara adil, mengatur pola, merancang struktur berulang, dan bahkan dalam kriptografi. Kemampuan menentukan FPB dengan tepat melatih logika berpikir sistematis dan analitis.

Metode-Metode Mencari FPB

Ada beberapa cara untuk menemukan FPB dari sekumpulan bilangan, masing-masing dengan kelebihan dan konteks penggunaannya sendiri. Mulai dari yang paling sistematis seperti faktorisasi prima, hingga yang lebih intuitif seperti enumerasi. Mari kita telusuri metode-metode ini dengan mengambil contoh bilangan 72, 54, dan 108.

BACA JUGA  Hasil 5√3 dalam Bentuk Desimal Nilai dan Aplikasinya

Faktorisasi Prima

Metode ini memecah setiap bilangan menjadi faktor-faktor prima pembentuknya. FPB kemudian ditentukan dengan mengalikan semua faktor prima yang sama, dipangkatkan dengan pangkat terkecil yang muncul. Berikut adalah tabel yang menunjukkan faktorisasi prima dari 72, 54, dan 108.

Bilangan Faktorisasi Prima Bentuk Pangkat
72 2 × 2 × 2 × 3 × 3 2³ × 3²
54 2 × 3 × 3 × 3 2¹ × 3³
108 2 × 2 × 3 × 3 × 3 2² × 3³

Pembagian Berulang (Metode Pohon Faktor/Sengkedan)

Metode ini mirip dengan mencari KPK, tetapi kita hanya membagi dengan bilangan prima yang dapat membagi semua bilangan yang diberikan. Kita tulis ketiga bilangan secara berdampingan. Bagilah dengan bilangan prima yang bisa membagi habis ketiganya. Jika suatu bilangan tidak habis dibagi, kita turunkan bilangan itu begitu saja. Proses berlanjut hingga tidak ada lagi bilangan prima yang bisa membagi semua bilangan di baris tersebut.

FPB adalah hasil kali dari semua bilangan prima pembagi yang digunakan.

Metode Enumerasi (Mencatat Semua Faktor)

Metode ini paling langsung tetapi bisa memakan waktu untuk bilangan besar. Kita daftar semua faktor dari masing-masing bilangan, lalu cari faktor yang sama dan pilih yang terbesar. Untuk 72, faktornya adalah 1, 2, 3, 4, 6, 8, 9, 12, 18, 24, 36,
72. Untuk 54: 1, 2, 3, 6, 9, 18, 27,
54. Untuk 108: 1, 2, 3, 4, 6, 9, 12, 18, 27, 36, 54, 108.

Faktor persekutuan dari ketiganya adalah 1, 2, 3, 6, 9, 18. Yang terbesar adalah 18.

Penyelesaian Langkah demi Langkah untuk 72, 54, dan 108

Sekarang, mari kita terapkan metode faktorisasi prima secara rinci untuk menyelesaikan FPB(72, 54, 108). Pendekatan ini memberikan jawaban yang akurat dan memperlihatkan struktur bilangan dengan jelas.

Panduan dengan Faktorisasi Prima

  1. Faktorkan setiap bilangan menjadi faktor prima:
    • 72 = 2 × 2 × 2 × 3 × 3 = 2³ × 3²
    • 54 = 2 × 3 × 3 × 3 = 2¹ × 3³
    • 108 = 2 × 2 × 3 × 3 × 3 = 2² × 3³
  2. Identifikasi faktor prima yang sama dari ketiga bilangan, yaitu faktor 2 dan faktor 3.
  3. Ambil pangkat terkecil dari setiap faktor prima yang sama:
    • Untuk faktor 2: pangkat terkecil adalah 1 (dari 2¹ pada bilangan 54).
    • Untuk faktor 3: pangkat terkecil adalah 2 (dari 3² pada bilangan 72).
  4. Kalikan faktor-faktor prima dengan pangkat terkecil tersebut: 2¹ × 3² = 2 × 9 = 18.

Ilustrasi Proses Pembagian Berulang

Bayangkan kita menulis 72, 54, dan 108 dalam satu baris. Kita cari bilangan prima yang bisa membagi ketiganya. Kita mulai dengan
2. 72:2=36, 54:2=27, 108:2=
54. Sekarang baris kita berisi 36, 27,
54.

Apakah 2 bisa membagi 27? Tidak. Jadi kita lanjut ke bilangan prima berikutnya,
3. 36:3=12, 27:3=9, 54:3=
18. Baris kita menjadi 12, 9,
18.

BACA JUGA  Pengertian Tempat Bersejarah dan Rahasia yang Dijaganya

Masih bisa dibagi
3. 12:3=4, 9:3=3, 18:3=6. Sekarang kita punya 4, 3, 6. Tidak ada bilangan prima selain 1 yang dapat membagi habis 4, 3, dan 6 secara bersamaan. Proses berhenti.

FPB adalah hasil kali semua bilangan prima pembagi yang kita gunakan: 2 × 3 × 3 = 18.

Hasil Perhitungan Akhir, FPB dari 72, 54, dan 108

Berdasarkan perhitungan dengan metode faktorisasi prima dan pembagian berulang, diperoleh hasil yang konsisten. Faktor Persekutuan Terbesar dari 72, 54, dan 108 adalah 18.

Penerapan FPB dalam Masalah Kontekstual

Konsep FPB bukan hanya angka di atas kertas. Ia memiliki suara dan manfaat dalam memecahkan masalah nyata. Kemampuannya untuk menemukan pembagi bersama terbesar membuatnya ideal untuk situasi yang memerlukan pembagian merata atau pengelompokan identik.

Contoh Soal Cerita

Seorang pedagang memiliki tiga jenis permen yang berbeda. Permen rasa buah ada 72 bungkus, permen coklat ada 54 bungkus, dan permen kopi ada 108 bungkus. Ia ingin memasukkan permen-permen ini ke dalam beberapa parcel hadiah. Setiap parcel harus berisi ketiga jenis permen dengan jumlah masing-masing jenis yang sama di setiap parcelnya, dan tidak boleh ada permen yang tersisa. Berapa jumlah parcel terbanyak yang dapat dibuat oleh pedagang tersebut?

  • Analisis: Masalah ini intinya adalah membagi 72, 54, dan 108 secara merata ke dalam beberapa kelompok (parcel) yang identik. Jumlah parcel terbanyak yang mungkin adalah bilangan terbesar yang dapat membagi habis ketiga jumlah permen. Ini adalah definisi dari FPB.
  • Penyelesaian: Kita telah menghitung FPB(72, 54, 108) = 18.
  • Interpretasi: Pedagang dapat membuat paling banyak 18 parcel. Setiap parcel akan berisi 72:18=4 bungkus permen buah, 54:18=3 bungkus permen coklat, dan 108:18=6 bungkus permen kopi.

Situasi Dunia Nyata Lainnya

Penerapan FPB sangat luas. Dalam tata letak, FPB digunakan untuk menentukan pola ubin atau lantai dengan ukuran tertentu agar pas tanpa perlu dipotong. Di bidang musik, FPB membantu memahami pola ritme dan ketukan. Dalam pemrograman komputer, algoritma FPB (seperti Algoritma Euclidean) adalah dasar untuk menyederhanakan rasio, mengolah pecahan, dan bahkan dalam pengkodean. Intinya, di mana pun ada kebutuhan untuk “kesamaan terbesar” atau “pengelompokan seragam,” FPB akan muncul sebagai solusi.

Latihan dan Pengembangan Pemahaman: FPB Dari 72, 54, Dan 108

Untuk menguasai konsep FPB, latihan adalah kuncinya. Cobalah kerjakan beberapa soal berikut dengan tingkat kesulitan yang beragam. Jangan lupa untuk memeriksa jawaban dan memahami proses berpikir di balik pembahasannya.

Variasi Soal Latihan

  1. Dasar: Tentukan FPB dari 36, 60, dan 84.
  2. Menengah: Tiga buah lampu hias menyala bersama untuk pertama kalinya pada pukul 08.Lampu A menyala setiap 15 detik, lampu B setiap 18 detik, dan lampu C setiap 20 detik. Berapa detik lagi ketiga lampu akan menyala bersama setelah pukul 08.00? (Petunjuk: ini soal KPK, bandingkan prosesnya dengan mencari FPB).
  3. Tingkat Lanjut: FPB dari tiga bilangan adalah 12. KPK dari dua bilangan yang pertama adalah 180, dan dari dua bilangan yang terakhir adalah 240. Jika salah satu bilangan adalah 60, tentukan dua bilangan lainnya yang mungkin.
BACA JUGA  Hitung hasil 12,70 ÷ 1,2 beserta langkah pengerjaannya matematika desimal

Kunci Jawaban dan Pembahasan Singkat

Soal Jawaban Pembahasan Singkat
1 12 Faktorisasi: 36=2²×3², 60=2²×3×5, 84=2²×3×

7. Ambil faktor sama dengan pangkat terkecil

2² × 3¹ = 4×3=12.

2 180 detik Soal ini mencari KPK(15,18,20). Faktorisasi: 15=3×5, 18=2×3², 20=2²×KPK = 2² × 3² × 5 =

180. Bandingkan dengan FPB

FPB(15,18,20)=1, karena tidak ada faktor prima yang sama ketiganya.

3 Bilangan lain: 24 dan 48 (salah satu kemungkinan) Diketahui FPB=12, maka bilangan bisa ditulis 12a, 12b, 12c dengan a,b,c saling prima. Dari KPK(12a,12b)=180 → 12×KPK(a,b)=180 → KPK(a,b)=

  • Pasangan (a,b) yang mungkin: (3,5) atau (1,15). Dari KPK(12b,12c)=240 → 12×KPK(b,c)=240 → KPK(b,c)=
  • Pasangan (b,c): (4,5) atau (1,20). Jika salah satu bilangan 60=12×5, maka a=5 atau b=5 atau c=
  • Dengan mencocokkan, diperoleh solusi a=5, b=3, c=4 → bilangan: 60, 36,
  • Atau a=5, b=1, c=20 → bilangan: 60, 12, 240. Dan variasinya.

Kesalahan Umum dan Tips Menghindarinya

Saat menghitung FPB, beberapa kesalahan sering terjadi. Pertama, mencampuradukkan konsep FPB dan KPK. Ingat, FPB mencari pembagi (angka yang lebih kecil), KPK mencari kelipatan (angka yang lebih besar). Kedua, dalam faktorisasi prima, kesalahan mengambil pangkat terbesar, bukan terkecil. Tips: selalu tulis faktorisasi dalam bentuk pangkat untuk memudahkan perbandingan.

Ketiga, dalam metode pembagian berulang, terkadang kita lupa bahwa pembagi harus bisa membagi semua bilangan di baris itu. Jika tidak bisa, ganti bilangan prima, jangan paksa membagi. Terakhir, pastikan proses berhenti ketika hanya tersisa bilangan-bilangan yang tidak memiliki faktor prima bersama selain 1.

Kesimpulan

Dengan demikian, menguasai perhitungan FPB dari 72, 54, dan 108 membuka wawasan tentang efisiensi dan presisi dalam matematika. Nilai 18 yang diperoleh bukanlah akhir, melainkan awal untuk menerapkan logika matematika dalam memecahkan masalah yang lebih kompleks dan relevan di sekitar kita, membuktikan bahwa matematika memang erat kaitannya dengan kehidupan.

Tanya Jawab (Q&A)

Apakah FPB dari 72, 54, dan 108 selalu 18 untuk metode apapun?

Ya, hasil FPB adalah bilangan bulat positif terbesar yang membagi habis semua bilangan tersebut. Berapapun metode yang digunakan (faktorisasi prima, pembagian berulang, atau enumerasi), selama perhitungannya benar, hasil akhir untuk bilangan 72, 54, dan 108 akan selalu 18.

Bisakah FPB dari tiga bilangan lebih besar dari salah satu bilangannya?

Tidak mungkin. FPB tidak akan pernah lebih besar dari bilangan terkecil dalam himpunan tersebut. Dalam kasus ini, bilangan terkecil adalah 54, dan FPB-nya adalah 18 yang memang lebih kecil dari 54.

Bagaimana jika ada satu bilangan prima di antara 72, 54, dan 108, apa pengaruhnya pada FPB?

Jika salah satu bilangan adalah bilangan prima dan bilangan prima tersebut bukan faktor dari dua bilangan lainnya, maka FPB ketiganya akan menjadi 1. Namun, dalam kasus 72, 54, dan 108, ketiganya bukan bilangan prima.

Apakah hubungan antara FPB dan KPK dari 72, 54, dan 108?

Ada hubungan umum dimana FPB(a,b) × KPK(a,b) = a × b, namun rumus ini khusus untuk dua bilangan. Untuk tiga bilangan seperti 72, 54, dan 108, hubungannya tidak sesederhana itu, tetapi menghitung FPB sering membantu dalam menyederhanakan proses mencari KPK.

Leave a Comment