Contoh Soal Tes Masuk SMK Analisis Kimia menjadi kunci utama untuk membuka gerbang menuju dunia laboratorium yang penuh dengan reaksi dan penemuan. Menghadapi tes ini bukan sekadar tentang menghafal rumus, melainkan sebuah langkah awal untuk mengasah ketelitian dan logika analitis yang menjadi nyawa dalam setiap praktik kimia. Persiapan yang matang akan membedakan antara sekadar mencoba dan benar-benar siap bergabung dengan kawah candradimuka pendidikan vokasi ini.
Secara umum, tes ini dirancang untuk mengukur pemahaman dasar kimia, ketrampilan matematika pendukung, serta kesiapan praktis calon siswa. Melalui kombinasi ujian tertulis, pengamatan, dan mungkin juga praktik sederhana, panitia seleksi ingin melihat potensi dan minat yang tulus terhadap ilmu analisis. Dengan demikian, mempelajari contoh soal bukanlah sebuah trik, tetapi cara untuk mengenali pola pikir yang dibutuhkan di jurusan yang menjanjikan ini.
Pengenalan Tes Masuk SMK Analisis Kimia
Memilih untuk melanjutkan pendidikan ke SMK Jurusan Analisis Kimia adalah langkah awal yang menarik untuk memasuki dunia ilmu pengetahuan yang aplikatif. Tes masuk yang diadakan bertujuan utama untuk menyaring calon siswa yang tidak hanya memiliki minat, tetapi juga dasar kemampuan dan sikap yang sesuai dengan tuntutan jurusan. Dunia analisis kimia memerlukan ketelitian, logika yang runtut, dan rasa tanggung jawab yang tinggi, terutama terkait keselamatan.
Secara umum, tes masuk untuk jurusan ini dirancang untuk mengukur beberapa kompetensi dasar. Tes biasanya berupa kombinasi tes tertulis yang menguji pemahaman konsep ilmiah dasar dan matematika, serta mungkin dilengkapi dengan tes praktik atau wawancara. Melalui rangkaian tes ini, panitia seleksi ingin melihat kesiapan kognitifmu, ketelitian dalam mengamati, serta motivasi dan pemahaman awal tentang prospek jurusan Analisis Kimia.
Bagi calon siswa yang mempersiapkan Contoh Soal Tes Masuk SMK Analisis Kimia, pemahaman konsep administrasi juga berguna untuk melihat struktur laboratorium. Analogi ini mirip dengan prinsip Pengertian Sentralisasi, Desentralisasi, dan Dekonsentrasi dalam tata kelola. Pemahaman tersebut dapat membantu menganalisis alur kerja dan hierarki dalam praktik kimia industri, yang sering kali diujikan dalam tes potensi akademik untuk jurusan ini.
Tujuan dan Bentuk Umum Tes Masuk
Tujuan utama di balik pelaksanaan tes masuk adalah untuk menjamin bahwa peserta didik yang diterima memiliki landasan yang memadai untuk mengikuti pelajaran yang cukup kompleks. Bentuk tes yang umum diujikan meliputi tes tertulis pilihan ganda atau esai singkat yang mencakup IPA (terutama Kimia dan Fisika dasar) dan Matematika. Beberapa sekolah mungkin mengadakan tes psikotes atau wawancara untuk mengukur ketelitian dan ketahanan dalam bekerja.
Bagi calon siswa SMK Analisis Kimia, memahami prinsip dasar analisis material organik dan anorganik adalah kunci. Soal-soal ujian sering menguji kemampuan ini, misalnya dengan menganalisis komposisi biologis. Sebuah studi menarik tentang Telur dan feses pada herbivora: hasilnya menunjukkan kompleksitas analisis sampel biologis, yang relevan dengan praktik di laboratorium kimia. Kemampuan menganalisis data seperti inilah yang akan diujikan dalam tes masuk, menuntut ketelitian dan penerapan teori secara tepat.
Tes praktik sederhana juga mungkin dilakukan untuk mengamati kecermatan dan kesadaran akan prosedur keselamatan laboratorium.
Bagi calon siswa SMK Analisis Kimia, pemahaman konsep matematika dasar, terutama kalkulus, sering kali diujikan untuk mengukur ketelitian analitis. Salah satu contoh penerapannya adalah dalam menyelesaikan soal limit fungsi aljabar, seperti Limit x→2 dari (2x⁻³ˣ⁻²)/(x‑2). Kemampuan menganalisis dan menyederhanakan persamaan semacam ini sangat relevan dengan karakteristik utama jurusan ini, di mana ketepatan dan logika berhitung menjadi pondasi dalam praktik laboratorium kimia yang presisi.
Materi Ujian Teori Kimia Dasar
Bagian teori kimia dasar menjadi tulang punggung dalam tes masuk. Di sini, penguji ingin mengevaluasi sejauh mana kamu memahami prinsip-prinsip ilmiah yang menjadi fondasi segala kegiatan analisis. Pemahaman yang kuat tentang konsep dasar akan sangat memudahkan proses belajar di tingkat yang lebih lanjut. Fokusnya bukan pada hafalan rumus yang rumit, melainkan pada logika penerapan hukum-hukum dasar dalam situasi sederhana.
Materi yang diujikan biasanya mencakup topik-topik yang telah dipelajari di tingkat SMP, namun dengan tingkat pendalaman dan penerapan yang lebih tinggi. Kemampuan untuk menghubungkan konsep satu dengan lainnya menjadi kunci penting. Berikut adalah rincian beberapa topik inti yang perlu dikuasai.
Topik Teori Kimia Dasar yang Diujikan
| Topik Utama | Contoh Konsep yang Diuji | Tingkat Kesulitan | Keterkaitan dengan Analisis |
|---|---|---|---|
| Konsep Materi dan Perubahannya | Perbedaan unsur, senyawa, campuran; Sifat fisika dan kimia; Perubahan fisika dan reaksi kimia. | Dasar | Dasar untuk mengidentifikasi sampel dan memahami proses analisis. |
| Struktur Atom dan Ikatan Kimia | Konfigurasi elektron sederhana; Jenis ikatan (ion, kovalen); Kestabilan unsur. | Menengah | Memahami sifat zat dan reaktivitasnya dalam analisis. |
| Hukum Dasar Kimia dan Stoikiometri | Hukum Kekekalan Massa, Perbandingan Tetap; Konsep mol, massa molar, volume molar gas. | Menengah hingga Tinggi | Inti dari perhitungan kuantitatif dalam preparasi larutan dan analisis kadar. |
| Larutan dan Konsentrasi | Pengertian larutan, pelarut, terlarut; Satuan konsentrasi (Molaritas, % massa/volume). | Menengah | Keterampilan paling fundamental dalam pekerjaan laboratorium analisis kimia. |
Contoh Soal Hukum Dasar Kimia
Pemahaman terhadap hukum dasar kimia sering diuji melalui soal cerita atau penerapan langsung. Perhatikan contoh soal berikut beserta pembahasannya.
Soal: Sebongkah kapur tulis (kalsium karbonat) dipanaskan kuat-kuat sehingga terurai menjadi kalsium oksida dan gas karbon dioksida. Jika massa kapur tulis sebelum dipanaskan adalah 25 gram dan massa kalsium oksida yang dihasilkan adalah 14 gram, berapakah massa gas karbon dioksida yang dilepaskan?
Pembahasan: Soal ini menguji penerapan Hukum Kekekalan Massa (Lavoisier). Hukum ini menyatakan bahwa massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama. Dengan demikian, massa gas karbon dioksida dapat dihitung dengan selisih massa awal dan massa padatan yang tersisa.
Massa sebelum reaksi = massa kapur tulis = 25 gram.
Massa setelah reaksi = massa kalsium oksida + massa karbon dioksida = 14 gram + massa CO₂.Berdasarkan hukum kekekalan massa: 25 = 14 + massa CO₂.
Maka, massa CO₂ = 25 – 14 = 11 gram.
Penyelesaian Soal Hitungan Stoikiometri
Stoikiometri adalah bagian yang sering dianggap menantang. Kuncinya adalah mengikuti langkah-langkah sistematis. Mari kita selesaikan soal ini: “Berapa gram air (H₂O) yang dihasilkan dari pembakaran sempurna 8 gram gas hidrogen (H₂)? (Ar H=1, O=16)”.
Pertama, tuliskan persamaan reaksi yang setara: 2H₂ + O₂ → 2H₂O. Dari persamaan, terlihat bahwa 2 mol H₂ menghasilkan 2 mol H₂O. Langkah kedua, hitung mol H₂ yang tersedia: mol H₂ = massa / Mr = 8 g / (2×1) = 4 mol. Karena perbandingan mol H₂ : H₂O = 2 : 2 atau 1 : 1, maka mol H₂O yang dihasilkan juga 4 mol.
Langkah terakhir, hitung massa H₂O: massa = mol x Mr = 4 mol x 18 = 72 gram. Dengan mengikuti langkah berurutan: setarakan reaksi, konversi ke mol, bandingkan mol, dan konversi ke satuan yang diminta, soal stoikiometri menjadi lebih terstruktur untuk diselesaikan.
Materi Ujian Matematika Pendukung
Matematika adalah bahasa universal dalam sains, termasuk kimia analisis. Tanpa keterampilan matematika yang memadai, akan sulit melakukan perhitungan konsentrasi, pengenceran, atau mengolah data hasil percobaan. Tes masuk biasanya menyisipkan soal-soal matematika yang kontekstual dengan masalah kimia, menguji kemampuan numerik dan logika berhitung calon siswa.
Jenis soal yang sering muncul tidak selalu rumit, tetapi memerlukan ketelitian. Operasi bilangan pecahan dan desimal, perbandingan dan skala, persamaan linear satu variabel, serta konversi satuan adalah materi yang paling banyak diterapkan. Kemampuan untuk mengekstrak informasi numerik dari sebuah cerita atau deskripsi prosedur juga sangat penting.
Tips Menyelesaikan Soal Matematika Kimia
Berikut adalah beberapa strategi yang dapat membantumu menghadapi soal matematika dalam konteks kimia:
- Fokus pada Konversi Satuan: Pastikan semua besaran telah dalam satuan yang konsisten sebelum memulai perhitungan. Konversi gram ke miligram, atau liter ke mililiter, sering menjadi sumber kesalahan.
- Gunakan Notasi Ilmiah: Untuk bilangan yang sangat besar atau kecil, gunakan notasi ilmiah (misal, 0.0025 menjadi 2.5 x 10⁻³). Ini mempermudah perhitungan dan mengurangi kesalahan penulisan angka.
- Periksa Kembali Rasio dan Proporsi: Banyak perhitungan kimia, seperti pengenceran, berdasarkan prinsip perbandingan. Pastikan kamu telah menyusun proporsi dengan benar: (konsentrasi awal) : (volume awal) = (konsentrasi akhir) : (volume akhir).
- Estimasi Jawaban: Sebelum menghitung detail, lakukan estimasi kasar. Ini membantu untuk mengecek apakah hasil akhirmu masuk akal (misalnya, hasil pengenceran harus lebih encer dari larutan awal).
Contoh Soal Cerita Konsentrasi Larutan
Sebuah soal cerita yang menggabungkan konsep konsentrasi dan perhitungan volume sering muncul. Contoh: “Seorang teknisi laboratorium perlu membuat 500 mL larutan NaCl 0.1 M dari larutan stok NaCl 2 M. Berapa volume larutan stok yang harus diambil?”
Soal ini diselesaikan dengan rumus pengenceran: M₁V₁ = M₂V₂, di mana M adalah molaritas dan V adalah volume. Larutan stok (1) memiliki M₁ = 2 M, yang ingin kita cari V₁-nya. Larutan akhir (2) memiliki M₂ = 0.1 M dan V₂ = 500 mL. Masukkan nilai: (2 M) x V₁ = (0.1 M) x (500 mL). Maka, V₁ = (0.1
– 500) / 2 = 50 / 2 = 25 mL.
Jadi, teknisi perlu mengambil 25 mL larutan stok 2 M lalu mengencerkannya dengan menambahkan air hingga volume tepat 500 mL.
Aspek Praktik dan Pengamatan
Selain ujian teori, beberapa SMK juga memasukkan aspek praktik atau pengamatan langsung ke dalam proses seleksi. Tujuannya bukan untuk menilai keterampilan teknis yang tinggi, melainkan untuk mengamati sikap dasar calon siswa di lingkungan laboratorium. Aspek seperti kesadaran akan keselamatan, kemampuan mengikuti instruksi, dan ketelitian dalam melakukan pengamatan sederhana menjadi sorotan utama.
Penguji akan memperhatikan bagaimana kamu memperlakukan alat, membaca prosedur, dan bersikap selama berada di ruang laboratorium. Ketenangan dan sikap hati-hati lebih dihargai daripada kecepatan tetapi ceroboh. Laboratorium kimia adalah tempat kerja yang penuh aturan, dan tes ini bertujuan melihat kecocokan awal calon siswa dengan lingkungan tersebut.
Keterampilan Praktik Dasar yang Diuji
Keterampilan yang mungkin diamati mencakup hal-hal mendasar. Pertama, pengetahuan tentang simbol-simbol keselamatan laboratorium (mudah terbakar, korosif, beracun) dan tindakan yang harus dilakukan jika terjadi tumpahan atau kecelakaan kecil. Kedua, pengenalan dan penggunaan alat gelas dasar seperti labu ukur, pipet tetes, tabung reaksi, dan gelas kimia. Ketiga, kemampuan melakukan pengukuran volume cairan dengan tepat menggunakan gelas ukur dan membaca meniskus. Keempat, teknik pemanasan yang aman menggunakan penangas air atau kompor spiritus dengan pengawasan ketat.
Prosedur Pengujian Sederhana Sampel
Berikut adalah contoh deskripsi prosedur singkat yang mungkin diberikan dalam tes observasi praktik:
Judul: Uji Daya Hantar Listrik Larutan.
Tujuan: Mengamati kemampuan berbagai larutan dalam menghantarkan listrik.
Alat dan Bahan: Alat uji elektrolit sederhana (baterai, lampu kecil, elektroda), gelas kimia, air suling, larutan gula, larutan garam, larutan cuka.
Langkah Kerja:
- Rangkai alat uji elektrolit dan pastikan lampu menyala ketika kedua elektroda disentuhkan.
- Tuang masing-masing sampel cairan ke dalam gelas kimia yang berbeda hingga ketinggian tertentu.
- Celupkan elektroda ke dalam gelas kimia berisi air suling. Amati nyala lampu dan catat.
- Bersihkan elektroda dengan air suling dan keringkan dengan tisu. Ulangi langkah 3 untuk larutan gula, garam, dan cuka secara bergantian.
- Catat semua pengamatan dalam sebuah tabel sederhana.
Pengamatan: Fokus pada ada tidaknya nyala lampu dan gelembung gas di sekitar elektroda.
Deskripsi Tata Letak Laboratorium Kimia Sekolah
Sebuah laboratorium kimia SMK umumnya dirancang dengan zona kerja yang jelas. Ruangan biasanya memiliki meja praktik yang kokoh, tahan bahan kimia, dan dilengkapi dengan sumber air serta saluran gas. Di setiap meja, terdapat rak alat yang berisi peralatan gelas dasar. Di bagian depan ruangan, terdapat meja demonstrasi guru yang dilengkapi dengan keran gas dan perlindungan kaca. Sepanjang dinding salah satu sisi, berjejer lemari penyimpanan bahan kimia yang dikelompokkan berdasarkan sifatnya (asam, basa, bahan organik) dan dilengkapi label simbol bahaya.
Wastafel dengan eye washer station dan kotak P3K selalu tersedia di lokasi strategis. Ventilasi dan exhaust hood (lemari asam) terpasang untuk mengeluarkan uap berbahaya. Papan berisi peraturan keselamatan dan tata tertib laboratorium terpampang jelas di pintu masuk.
Strategi Mengerjakan dan Persiapan
Persiapan yang matang adalah separuh dari keberhasilan. Menghadapi tes masuk memerlukan strategi yang baik, tidak hanya dalam memahami materi tetapi juga dalam mengelola diri selama proses ujian berlangsung. Pendekatan yang terencana akan membantu mengurangi kecemasan dan memungkinkanmu untuk menunjukkan kemampuan terbaik.
Strategi ini mencakup persiapan fisik, mental, dan teknis. Mulai dari memastikan alat tulis yang dibawa, mengatur waktu pengerjaan soal, hingga teknik membaca soal yang efektif. Semua elemen ini saling terkait dan berpengaruh terhadap hasil akhir.
Panduan Menghadapi Hari Ujian
Ikuti langkah-langkah sistematis berikut untuk memastikan hari ujian berjalan lancar. Pertama, pada malam sebelumnya, pastikan semua keperluan seperti pensil 2B, pulpen, penghapus, papan alas, dan kartu ujian telah disiapkan. Kedua, usahakan tidur yang cukup dan sarapan pagi agar tubuh dan otak berenergi. Ketiga, datang ke lokasi ujian lebih awal untuk menghindari stres akibat keterlambatan. Keempat, saat soal dibagikan, luangkan waktu 1-2 menit untuk membaca petunjuk umum dan mengecek kelengkapan halaman.
Kelima, alokasikan waktu pengerjaan. Jika ada 60 soal dalam waktu 90 menit, berarti kamu memiliki rata-rata 1,5 menit per soal. Sisihkan 10-15 menit terakhir untuk memeriksa kembali jawaban dan lembar jawaban. Keenam, kerjakan soal yang dianggap mudah terlebih dahulu, tandai soal yang sulit, dan kembali ke soal tersebut setelah yang lain selesai.
Teknik Membaca Soal yang Efektif
Kesalahan dalam menafsirkan soal sering menjadi penyebab jawaban salah, padahal konsepnya dipahami. Teknik membaca soal dengan cermat sangat penting. Bacalah seluruh kalimat soal hingga selesai sebelum mulai menghitung. Garisbawahi kata kunci seperti “tidak”, “kecuali”, “paling tepat”, “perbandingan massa”, atau “volume pada keadaan STP”. Perhatikan satuan yang digunakan dalam soal dan satuan yang diminta dalam jawaban.
Untuk soal cerita, coba tuliskan informasi yang diberikan dalam bentuk simbol atau persamaan sederhana. Hindari terburu-buru mengambil kesimpulan dari separuh informasi.
Sumber Belajar yang Efektif
Mempersiapkan diri memerlukan sumber belajar yang tepat dan terpercaya. Beberapa sumber yang dapat dimanfaatkan antara lain:
- Buku Paket IPA dan Matematika SMP: Kembali ke dasar dengan mempelajari buku teks yang digunakan selama SMP, terutama bab-bab tentang kimia dasar, fisika zat, dan aljabar.
- Modul atau LKS Kimia Dasar: Banyak bimbingan belajar atau lembaga kursus menyediakan modul persiapan masuk SMK yang berisi rangkuman materi dan latihan soal.
- Video Pembelajaran Online: Platform seperti YouTube memiliki banyak channel edukasi yang menjelaskan konsep kimia dan matematika dengan visualisasi yang menarik dan mudah dipahami.
- Soal-soal Try Out atau Ujian Tahun Lalu: Berlatih dengan soal-soal yang pernah digunakan atau soal try out dari lembaga terpercaya akan membiasakanmu dengan pola dan tingkat kesulitan soal.
- Guru atau Tutor: Jangan ragu untuk bertanya kepada guru IPA atau Matematika SMP mengenai konsep yang masih belum dipahami dengan jelas.
Latihan Soal Terpadu dengan Pembahasan
Untuk mengasah kemampuan, latihan mengerjakan soal terpadu yang menggabungkan beberapa konsep sangat diperlukan. Soal-soal seperti ini melatih kelincahan berpikir dan kemampuan menerapkan pengetahuan dari berbagai bidang sekaligus, yang merupakan gambaran dari pekerjaan analisis kimia sesungguhnya.
Berikut adalah beberapa contoh soal latihan yang dirancang untuk mengintegrasikan pemahaman teori kimia, perhitungan matematika, dan logika analisis. Pembahasan disajikan secara rinci untuk menunjukkan alur berpikir yang sistematis.
Soal Latihan dan Pembahasan Mendetail
Soal 1: Sebanyak 4.8 gram logam magnesium (Ar Mg = 24) direaksikan dengan asam klorida berlebih menurut persamaan: Mg(s) + 2HCl(aq) → MgCl₂(aq) + H₂(g). Berapakah volume gas hidrogen yang dihasilkan pada keadaan standar (STP, 0°C, 1 atm)?
Pembahasan: Soal ini menggabungkan konsep mol, stoikiometri, dan volume molar gas. Langkah pertama, hitung mol Mg: mol Mg = massa / Ar = 4.8 g / 24 g/mol = 0.2 mol. Dari persamaan reaksi, perbandingan mol Mg : H₂ adalah 1 : 1, sehingga mol H₂ yang dihasilkan juga 0.2 mol. Pada keadaan STP, 1 mol gas apa pun volumenya 22.4 liter.
Maka, volume H₂ = mol x 22.4 L/mol = 0.2 mol x 22.4 L/mol = 4.48 liter.
Soal 2: Untuk menetralkan 40 mL larutan NaOH, diperlukan 20 mL larutan H₂SO₄ 0.1 M. Berapakah konsentrasi larutan NaOH tersebut?
Pembahasan: Soal ini tentang titrasi asam-basa dan perhitungan konsentrasi. Reaksi setaranya: 2NaOH + H₂SO₄ → Na₂SO₄ + 2H₂O. Dari persamaan, perbandingan mol NaOH : H₂SO₄ = 2 :
1. Cari mol H₂SO₄ terlebih dahulu: mol H₂SO₄ = M x V = 0.1 M x 0.02 L = 0.002 mol. Maka, mol NaOH = 2 x mol H₂SO₄ = 0.004 mol.
Volume NaOH = 40 mL = 0.04 L. Konsentrasi NaOH = mol / volume = 0.004 mol / 0.04 L = 0.1 M.
Analisis Data Hasil Praktikum, Contoh Soal Tes Masuk SMK Analisis Kimia
Kemampuan membaca dan menginterpretasi data hasil percobaan adalah kompetensi kunci. Perhatikan tabel hasil pengukuran daya hantar listrik beberapa larutan berikut.
| No. | Nama Larutan | Nyala Lampu | Gelembung pada Elektroda |
|---|---|---|---|
| 1 | Air Suling | Tidak menyala | Tidak ada |
| 2 | Larutan Gula 0.1 M | Tidak menyala | |
| 3 | Larutan Garam 0.1 M | Menyala terang | |
| 4 | Larutan Cuka 0.1 M |
Interpretasi Data: Dari tabel dapat dianalisis bahwa larutan garam (nomor 3) merupakan elektrolit kuat, ditandai dengan lampu menyala terang dan banyak gelembung. Larutan cuka (nomor 4) adalah elektrolit lemah, karena lampu menyala redup atau mungkin hanya menyalakan bola lampu pijar dengan filamen yang samar, dan gelembung yang ada jumlahnya sedikit.
Air suling dan larutan gula (nomor 1 dan 2) adalah nonelektrolit karena tidak dapat menghantarkan listrik, sehingga lampu tidak menyala dan tidak terbentuk gelembung gas. Data ini konsisten dengan teori bahwa senyawa ionik seperti garam (NaCl) terurai sempurna menjadi ion-ion dalam air, sedangkan asam lemah seperti cuka (CH₃COOH) hanya terurai sebagian.
Pemungkas: Contoh Soal Tes Masuk SMK Analisis Kimia
Pada akhirnya, kesuksesan dalam Tes Masuk SMK Analisis Kimia ditentukan oleh kedalaman pemahaman, bukan sekadar kecepatan menghafal. Setiap soal, baik teori maupun praktik, adalah cermin dari tantangan riil di dunia analisis kimia. Dengan berbekal persiapan yang terstruktur dan latihan yang konsisten, gerbang menuju karir di bidang farmasi, lingkungan, makanan, atau industri pun terbuka lebar. Mulailah dari sekarang, karena setiap reaksi kimia yang sukses selalu dimulai dari persiapan bahan yang tepat.
Kumpulan FAQ
Apakah tes masuk SMK Analisis Kimia selalu ada tes praktik?
Tidak selalu. Kebijakan tes praktik bergantung pada sekolah masing-masing. Beberapa SMK mungkin hanya mengadakan tes tertulis dan wawancara, sementara yang lain menyertakan pengamatan keterampilan dasar seperti mengenali alat gelas atau menerapkan prosedur keselamatan.
Bagaimana jika nilai matematika saya biasa saja, apakah masih punya peluang?
Masih. Meski matematika adalah alat penting, fokus tes adalah penerapannya dalam konteks kimia dasar seperti perbandingan dan konsentrasi. Dengan banyak berlatih soal terapan, kelemahan di matematika murni dapat tertutupi oleh pemahaman konsep kimia yang kuat.
Apakah perlu membawa kalkulator sendiri saat tes?
Informasi ini harus dikonfirmasi ke panitia penerimaan peserta didik (PPDB) sekolah tujuan. Beberapa sekolah menyediakan atau memperbolehkan kalkulator sederhana nonscientific*, sementara yang lain melarang sama sekali dan mengharuskan perhitungan manual.
Sumber belajar apa yang paling direkomendasikan selain buku paket?
Video simulasi praktikum kimia dasar di platform edukasi sangat membantu untuk memahami prosedur. Selain itu, mengerjakan bank soal UN kimia SMP level aplikasi dapat melatih logika penyelesaian soal yang sering diujikan.