Pengertian frasa “What time is” seringkali dianggap remeh, padahal ia adalah gerbang utama untuk menguasai percakapan sehari-hari dalam bahasa Inggris. Frasa sederhana ini menyimpan pola gramatikal yang rapi dan menjadi fondasi dalam menanyakan informasi waktu, sebuah aspek fundamental dalam interaksi sosial maupun profesional. Memahami strukturnya bukan sekadar menghafal terjemahan, melainkan menguak logika bahasa yang memungkinkan kita bertanya jadwal pertemuan, waktu keberangkatan, atau sekadar mengecek jam dengan percaya diri.
Dalam praktiknya, frasa ini berfungsi sebagai pembuka pertanyaan yang meminta penjelasan spesifik mengenai titik waktu suatu peristiwa atau keadaan. Pola “What time is” diikuti oleh subjek dan kata kerja bantu, membentuk konstruksi tanya yang langsung dan efisien. Berbeda dengan pertanyaan menggunakan “when” yang cakupannya lebih luas, frasa ini secara implisit meminta jawaban dalam format jam dan menit, menunjukkan presisi yang khas dalam komunikasi modern.
Arti dan Fungsi Dasar
Frasa “What time is” merupakan fondasi penting dalam percakapan bahasa Inggris sehari-hari. Secara literal, frasa ini diterjemahkan menjadi “Pukul berapa adalah”. Ia berfungsi sebagai pembuka pertanyaan yang secara spesifik menanyakan titik waktu suatu peristiwa atau keadaan. Pemahaman terhadap frasa ini adalah kunci untuk berinteraksi dalam konteks waktu, yang merupakan aspek fundamental dalam komunikasi lintas budaya.
Makna dan Peran Gramatikal
Frasa “What time is” berperan sebagai inti dari kalimat tanya yang meminta informasi jam. Kata “what” bertindak sebagai kata tanya yang menanyakan objuk (waktu), “time” adalah kata benda yang menjadi fokus pertanyaan, dan “is” merupakan kata kerja bantu (auxiliary verb) yang menandai bentuk present tense. Struktur ini unik karena mengikuti pola inversi khas pertanyaan dalam bahasa Inggris, di mana kata kerja bantu mendahului subjek.
Perbandingan dengan pola serupa, seperti “When is…”, menunjukkan bahwa “What time is” lebih terfokus pada angka jam yang spesifik, sementara “When is” bisa merujuk pada waktu yang lebih umum seperti hari, tanggal, atau periode.
Struktur Kalimat dan Variasi Penggunaan
Untuk membentuk pertanyaan yang lengkap dan gramatikal, frasa “What time is” harus diikuti oleh subjek. Subjek ini bisa berupa kata ganti seperti “it” atau kata benda yang merujuk pada suatu acara. Tata bahasa yang berlaku mengharuskan kesesuaian antara kata kerja bantu “is” dengan subjek tunggal. Pemahaman struktur ini memungkinkan kita untuk membuat berbagai variasi pertanyaan yang kontekstual.
Komponen dan Aturan Tata Bahasa
Kalimat lengkap yang diawali dengan “What time is” selalu mengikuti rumus tetap: What time + is + subjek + ?. Kata kerja “is” tidak berubah meskipun subjeknya adalah kata ganti orang ketiga seperti “he”, “she”, atau “it”, karena “is” sendiri sudah merupakan bentuk tunggal dari “to be”. Kesalahan umum terjadi ketika menambahkan kata kerja utama setelah subjek; struktur ini sudah lengkap dan tidak memerlukan kata kerja tambahan seperti “start” atau “begin” setelah subjek secara langsung.
Variasi Penggunaan dengan Berbagai Subjek
Frasa ini sangat fleksibel dan dapat dipasangkan dengan berbagai subjek untuk menanyakan jadwal berbeda. Tabel berikut menunjukkan beberapa contoh umum beserta konteks penggunaannya.
| Pertanyaan | Subjek | Konteks Penggunaan | Arti yang Ditanyakan |
|---|---|---|---|
| What time is it? | It | Sangat informal, menanyakan waktu saat ini. | Pukul berapa sekarang? |
| What time is the meeting? | The meeting | Profesional, dalam setting kantor. | Pukul berapa rapat dimulai? |
| What time is your flight? | Your flight | Percakapan personal, rencana perjalanan. | Pukul berapa pesawat Anda berangkat? |
| What time is dinner? | Dinner | Informal, dalam keluarga atau teman. | Pukul berapa makan malam disajikan? |
Situasi Penggunaan yang Tepat
Frasa “What time is” paling alami dan tepat digunakan dalam beberapa situasi komunikasi berikut. Penggunaannya menandai keakraban dan efisiensi dalam bertanya.
- Menanyakan jadwal acara yang telah direncanakan, seperti pertemuan, kelas, atau pemutaran film.
- Mengonfirmasi waktu mulai suatu kegiatan dalam percakapan interpersonal, baik dengan teman maupun kolega.
- Memastikan waktu transportasi umum, seperti keberangkatan kereta, bus, atau pesawat.
- Dalam percakapan telepon atau pesan singkat untuk mengatur pertemuan secara spontan.
Konteks Komunikasi dan Nuansa
Meskipun terlihat sederhana, penggunaan “What time is” membawa nuansa tertentu yang membedakannya dari bentuk pertanyaan waktu lainnya. Pemilihan frasa ini versus frasa yang lebih formal sangat dipengaruhi oleh hubungan antara penutur, situasi, dan tingkat spesifisitas informasi yang dibutuhkan. Memahami nuansa ini penting untuk menghindari kesan yang tidak sesuai.
Nuansa Formal dan Informal
Pertanyaan “What time is it?” adalah bentuk yang paling kasual dan langsung untuk menanyakan waktu saat ini. Nuansanya sangat informal. Untuk pertanyaan yang lebih formal atau spesifik, penutur bahasa Inggris sering beralih ke struktur seperti “Could you tell me what time it is?” atau “Do you have the time?”. Sementara untuk menanyakan jadwal acara secara formal, “At what time will the ceremony commence?” lebih disukai daripada “What time is the ceremony?”.
Perbedaan ini terletak pada kesopanan dan kerumitan struktur kalimat.
Contoh Percakapan Sehari-hari
Frasa ini hidup dalam dialog-dialog santai. Berikut cuplikan percakapan yang menggambarkan penggunaannya dalam konteks nyata.
Frasa “What time is” dalam bahasa Inggris berfungsi untuk menanyakan waktu secara spesifik, mirip cara kita memahami ritme alam. Dalam konteks yang lebih luas, pemahaman tentang waktu juga terkait erat dengan siklus dan keseimbangan alam, yang sangat bergantung pada Fungsi Komponen Fisik dalam Lingkungan Hidup. Komponen fisik seperti matahari dan rotasi bumi inilah yang sebenarnya mendefinisikan waktu itu sendiri, sehingga pertanyaan “what time is it” pada dasarnya adalah pertanyaan tentang posisi kita dalam mekanisme alam yang teratur.
Alex: “Hey, are we still on for the game tonight?”
Jordan: “Absolutely! Can’t wait.”
Alex: “Perfect. What time is the kick-off again? 8 PM?”
Jordan: “Yeah,
8. But let’s meet at the bar at 7:30 to get a good spot.”
Kesalahan Umum dan Koreksi
Pembelajar bahasa Inggris sering kali melakukan beberapa kesalahan karena pengaruh struktur bahasa ibu. Kesalahan ini umumnya terkait dengan penempatan kata dan penambahan yang tidak diperlukan.
- Kesalahan: “What time is start the concert?” (Menambahkan kata kerja utama setelah subjek).
Koreksi: “What time is the concert?” atau “What time does the concert start?” - Kesalahan: “What time is now?” (Menerjemahkan langsung dari bahasa lain).
Koreksi: “What time is it?” - Kesalahan: “What time is the movie beginning?” (Menggunakan kata kerja -ing tanpa perlu).
Koreksi: “What time does the movie begin?” atau tetap “What time is the movie?”
Ekspresi Terkait dan Perbandingan Budaya
Bahasa Inggris menawarkan beragam cara untuk menanyakan waktu, masing-masing dengan konotasi dan kegunaannya sendiri. Memahami spektrum ekspresi ini memungkinkan penutur untuk menyesuaikan bahasa dengan konteks budaya yang beragam, dari percakapan di pub London hingga rapat bisnis di New York.
Perbandingan dengan Ekspresi Menanyakan Waktu Lain
Source: bagi-in.com
Pilihan kata dapat mengubah tingkat formalitas dan fokus pertanyaan. Tabel ini membandingkan “What time is” dengan beberapa ekspresi alternatif.
| Ekspresi | Tingkat Formalitas | Fokus Pertanyaan | Contoh Kalimat |
|---|---|---|---|
| What time is…? | Informal ke Netral | Waktu spesifik (jam). | What time is the train? |
| When is…? | Netral | Waktu umum (bisa hari, tanggal, jam). | When is your birthday? |
| At what time…? | Formal | Waktu spesifik dengan penekanan pada ketepatan. | At what time should we arrive? |
| Do you know what time…? | Lebih Sopan | Waktu spesifik, dengan permintaan yang tidak langsung. | Do you know what time the shop closes? |
Konsep Budaya dalam Menanyakan Waktu, Pengertian frasa “What time is”
Cara menanyakan waktu juga mencerminkan norma budaya. Di negara-negara berbahasa Inggris dengan budaya yang lebih langsung seperti Amerika Serikat dan Australia, “What time is it?” atau “Got the time?” sangat umum di antara orang asing. Di Inggris, frasa yang sedikit lebih tidak langsung seperti “Excuse me, do you have the time?” mungkin lebih sering terdengar. Namun, inti konsepnya sama: menghargai ketepatan waktu.
Perbedaannya terletak pada lapisan kesopanan dan keramahan yang dibungkus di sekitar pertanyaan inti tersebut.
Ilustrasi Skenario Formal dan Informal
Bayangkan dua skenario berbeda. Dalam skenario informal, di sebuah kafe yang ramai, seorang mahasiswa menoleh ke teman sebangkunya sambil menunjuk layar laptop dan bertanya, “Hey, what time is the tutorial session tomorrow?” Suasana santai dan langsung. Kontras dengan skenario formal di lobi hotel berbintang, dimana seorang eksekutif mendekati panitia konferensi dan dengan sopan bertanya, “Pardon me, could you please tell me at what time the keynote speech will commence?” Postur tubuh, kontak mata, dan pilihan kata semuanya mencerminkan formalitas acara.
Meski inti informasinya sama—sebuah titik waktu—cara pengajuan pertanyaan dengan frasa “What time is” atau varian formalnya menyesuaikan diri sepenuhnya dengan atmosfer sosial yang ada.
Kesimpulan: Pengertian Frasa “What Time Is”
Dengan demikian, menguasai frasa “What time is” jauh melampaui sekadar menghafal kosakata. Ia adalah kunci untuk membuka percakapan yang lancar, menunjukkan pemahaman gramatikal yang baik, dan menyesuaikan diri dengan nuansa budaya berbahasa Inggris. Dari percakapan kasual di jalan hingga rapat bisnis yang formal, kemampuan menggunakan frasa ini dengan tepat akan memperkaya kompetensi linguistik dan memudahkan navigasi dalam berbagai situasi sosial.
Pada akhirnya, pemahaman mendalam tentang frasa mendasar ini justru menjadi penanda kecakapan berbahasa yang sesungguhnya.
Kumpulan Pertanyaan Umum
Apakah “What time is” selalu diikuti oleh kata “it”?
Tidak. Kata “it” hanya digunakan untuk menanyakan waktu saat ini. Frasa ini bisa diikuti subjek lain, seperti “the meeting”, “your flight”, atau “the show”, untuk menanyakan waktu spesifik suatu acara.
Memahami frasa “What time is” dalam bahasa Inggris ternyata tak cuma soal tata bahasa dasar, tapi juga membuka wawasan lintas disiplin. Untuk menguji pemahaman sekaligus pengetahuan umum, coba jelajahi Multiple‑Choice Quiz: Astronomy, Grammar, and Health Effects yang menantang. Dengan begitu, konteks penggunaan frasa penanyaan waktu ini bisa dilihat dari perspektif yang lebih luas dan aplikatif dalam percakapan sehari-hari.
Bisakah “What time is” digunakan dalam tenses selain Present Simple?
Pola dasarnya sering digunakan dalam Present Simple. Untuk tenses lain, struktur pertanyaannya berubah, misalnya menjadi “What time will be…” untuk future atau “What time was…” untuk past, di mana kata kerja bantu “is” menyesuaikan.
Mana yang lebih sopan, “What time is it?” atau “Do you have the time?”
“Do you have the time?” umumnya dianggap lebih halus dan sopan, terutama ketika bertanya kepada orang asing. “What time is it?” lebih langsung dan biasa digunakan dalam situasi informal atau dengan orang yang sudah dikenal.
Memahami frasa “What time is” dalam bahasa Inggris memang fundamental, seperti halnya memahami prinsip dasar dalam tata kelola masyarakat. Namun, penerapan aturan di tingkat komunitas, misalnya terkait Syarat Memilih Ketua RT Harus Kepala Keluarga , seringkali memerlukan pendalaman konteks sosial yang lebih kompleks. Kembali ke topik bahasa, penguasaan frasa tanya seperti ini justru menjadi pintu masuk untuk dialog yang lebih terstruktur, baik dalam percakapan sehari-hari maupun dalam musyawarah warga.
Apakah ada perbedaan antara “What time is” dan “At what time”?
Ada. “What time is” lebih umum dan langsung digunakan dalam percakapan sehari-hari. “At what time” terdengar lebih formal dan sering ditemui dalam konteks tertulis atau pertanyaan yang sangat resmi.