Cara Membagi 2x⁴-6x³+5x²+7x+12 dengan x+1 Pakai Metode Horner

Cara Membagi 2x⁴-6x³+5x²+7x+12 dengan x+1 ternyata bisa diselesaikan dengan langkah yang lebih ringkas dibanding pembagian bersusun panjang. Operasi aljabar ini bukan sekadar latihan hitung-menghitung, melainkan pondasi penting dalam memahami teori polinomial, mulai dari mencari akar hingga mengurai fungsi matematika yang lebih kompleks.

Dengan menggunakan metode Horner, proses pembagian suku banyak oleh bentuk linear seperti (x+1) menjadi jauh lebih sistematis dan minim kesalahan. Metode ini mengandalkan skema tabel yang rapi, di mana koefisien-koefisien polinomial diolah secara berurutan untuk langsung menghasilkan hasil bagi dan sisa pembagian.

Pengantar dan Konsep Dasar Pembagian Polinomial

Dalam aljabar, pembagian polinomial adalah operasi fundamental yang mirip dengan pembagian bilangan panjang, tetapi diterapkan pada ekspresi yang melibatkan variabel berpangkat. Tujuannya seringkali untuk menyederhanakan ekspresi, mencari akar (nol) dari polinomial, atau menulis ulang polinomial dalam bentuk yang lebih berguna untuk analisis lebih lanjut, seperti integrasi atau pemfaktoran.

Bentuk umum dari pembagian suku banyak mengikuti struktur yang sama dengan aritmetika: kita memiliki suatu dividen (polinomial yang dibagi), suatu divisor (polinomial pembagi), suatu hasil bagi, dan suatu sisa. Hubungan kuncinya dinyatakan dalam persamaan: Dividen = (Divisor × Hasil Bagi) + Sisa, di mana derajat sisa selalu lebih rendah dari derajat divisor.

Dua metode utama yang umum digunakan adalah pembagian bersusun panjang (long division) dan skema Horner (atau synthetic division). Pembagian bersusun sangat fleksibel dan dapat menangani divisor dengan derajat lebih dari satu, sedangkan skema Horner adalah teknik yang lebih efisien dan ringkas khusus untuk divisor berbentuk linear (x – a).

Perbandingan Metode Pembagian Bersusun dan Horner

Pemilihan metode sering bergantung pada bentuk divisor dan pertimbangan efisiensi. Berikut adalah tabel yang merangkum perbedaan mendasar antara kedua pendekatan tersebut.

Aspect Pembagian Bersusun (Long Division) Skema Horner (Synthetic Division)
Bentuk Divisor Dapat digunakan untuk divisor polinomial berderajat apa pun (linear, kuadrat, dll.). Hanya berlaku untuk divisor linear berbentuk (x – a).
Komponen yang Ditulis Menuliskan semua suku beserta variabel dan pangkatnya secara eksplisit. Hanya menuliskan koefisien dari polinomial dividen.
Proses dan Kerapian Langkahnya lebih panjang, mirip pembagian bilangan, dan membutuhkan lebih banyak ruang. Prosesnya sangat ringkas, sistematis, dan biasanya hanya memerlukan satu baris perhitungan.
Kegunaan Utama Solusi umum untuk semua jenis pembagian polinomial. Sangat cepat untuk evaluasi polinomial P(a) dan pembagian oleh (x – a).

Analisis Soal dan Persiapan Pembagian

Mari kita fokuskan pada soal spesifik: membagi 2x⁴
-6x³ + 5x² + 7x + 12
dengan (x + 1). Langkah pertama sebelum memulai perhitungan apa pun adalah mengidentifikasi dengan cermat setiap komponen yang terlibat.

BACA JUGA  Tiada Lebih Jahat Dari Orang yang Memenuhi Lambungnya Menurut Hadis Tirmidzi

Polinomial dividen kita adalah 2x⁴
-6x³ + 5x² + 7x + 12
. Derajatnya adalah 4 (pangkat tertinggi). Koefisiennya, berurutan dari pangkat tertinggi ke terendah, adalah: 2 (untuk x⁴), -6 (untuk x³), 5 (untuk x²), 7 (untuk x¹), dan 12 (konstanta). Sangat penting untuk memastikan tidak ada suku yang hilang; dalam kasus ini, urutan pangkat sudah lengkap dan berurutan. Divisornya adalah (x + 1), yang merupakan bentuk linear.

Persiapan untuk Metode Horner

Untuk menggunakan skema Horner, kita perlu menuliskan divisor (x + 1) dalam bentuk (x – a). Dengan demikian, x + 1 = x – (-1), yang berarti nilai a yang kita gunakan dalam skema adalah -1. Selanjutnya, kita menyusun hanya koefisien dari dividen: 2, -6, 5, 7, dan 12. Persiapan ini adalah kunci untuk memulai proses perhitungan yang efisien.

Pembahasan Metode Horner untuk Kasus Ini: Cara Membagi 2x⁴-6x³+5x²+7x+12 Dengan X+1

Dengan nilai a = -1 dan deret koefisien [2, -6, 5, 7, 12], kita dapat menerapkan skema Horner. Prosesnya bersifat iteratif: turunkan koefisien pertama, kalikan dengan a, tambahkan ke koefisien berikutnya, dan ulangi.

Ilustrasi Tabel Skema Horner

Tabel berikut menunjukkan alur perhitungan langkah demi langkah. Baris pertama berisi koefisien dividen. Baris ketiga menunjukkan hasil akhir dari setiap operasi penjumlahan, yang membentuk koefisien hasil bagi dan sisa.

Koefisien (Awal) 2 -6 5 7 12
Nilai a = -1
Proses Turunkan 2 (-1)×2 + (-6) = -8 (-1)×(-8) + 5 = 13 (-1)×13 + 7 = -6 (-1)×(-6) + 12 = 18
Hasil (Baris Bawah) 2 -8 13 -6 18

Membaca Hasil Bagi dan Sisa

Cara Membagi 2x⁴-6x³+5x²+7x+12 dengan x+1

Source: z-dn.net

Dari tabel di atas, angka-angka pada baris bawah, dari kiri ke kanan sebelum angka terakhir, merupakan koefisien dari hasil bagi. Karena kita membagi polinomial derajat 4 dengan polinomial derajat 1, hasil baginya akan berderajat
3. Dengan demikian, angka 2, -8, 13, -6 berturut-turut mewakili koefisien untuk x³, x², x¹, dan konstanta. Angka terakhir pada baris bawah, yaitu 18, adalah sisa pembagian. Jadi, kita peroleh:

Hasil Bagi: 2x³
-8x² + 13x – 6
Sisa: 18

Verifikasi dan Interpretasi Hasil

Sebuah hasil pembagian polinomial tidak dapat diterima begitu saja tanpa verifikasi. Prinsip dasarnya adalah memeriksa kebenaran persamaan fundamental: Dividen = (Divisor × Hasil Bagi) + Sisa.

BACA JUGA  Sila Kedua Pancasila Setiap Manusia Memiliki Derajat Setara

Mari kita verifikasi: (Divisor × Hasil Bagi) + Sisa = (x + 1)(2x³
-8x² + 13x – 6) + 18
. Melakukan perkalian (x + 1) dengan hasil bagi akan menghasilkan 2x⁴
-6x³ + 5x² + 7x – 6
, dan kemudian menambahkan sisa 18 memberikan 2x⁴
-6x³ + 5x² + 7x + 12
, yang persis sama dengan dividen awal. Ini mengonfirmasi keakuratan perhitungan kita.

Poin-Poin Penting untuk Pemeriksaan Akurasi

Sebelum menyimpulkan, selalu tinjau kembali hal-hal berikut untuk menghindari kesalahan umum.

1. Tanda Nilai ‘a’

Pastikan nilai a diambil dari bentuk (x – a). Untuk divisor (x + k), nilai a = -k.

2. Kelengkapan Koefisien

Pastikan semua koefisien dari pangkat tertinggi hingga konstanta telah ditulis, termasuk yang bernilai nol.

3. Urutan Operasi Horner

Prosesnya selalu “turunkan, kalikan dengan a, tambahkan ke koefisien berikutnya”.

4. Derajat Hasil Bagi

Derajat hasil bagi harus sama dengan derajat dividen dikurangi derajat divisor.

Aplikasi dan Contoh Variasi Lain

Kemahiran dalam metode Horner menjadi lebih kokoh ketika diterapkan pada berbagai variasi soal. Perubahan pada nilai a atau adanya koefisien nol dalam dividen menguji pemahaman kita tentang prosedur yang tetap sama pada intinya.

Sebagai contoh, jika kita membagi polinomial yang sama, 2x⁴
-6x³ + 5x² + 7x + 12
, dengan (x – 2), maka nilai a yang digunakan adalah 2. Proses skema Horner akan berjalan dengan pola yang identik, hanya pengali yang berbeda. Jika dividennya adalah 2x⁴ + 5x² + 12 (di mana suku dan x hilang), kita tetap harus menuliskan koefisien lengkapnya sebagai: 2 (untuk x⁴), 0 (untuk x³), 5 (untuk x²), 0 (untuk x), dan 12.

Koefisien nol ini sangat penting dan harus disertakan dalam skema.

Perbandingan Hasil dengan Divisor Berbeda

Tabel berikut menunjukkan bagaimana hasil bagi dan sisa berubah ketika kita menggunakan divisor linear yang berbeda pada polinomial yang sama. Perhatikan bahwa sisa, menurut Teorema Sisa, seharusnya sama dengan P(a), di mana P(x) adalah polinomial dividen.

Divisor (x – a) Nilai ‘a’ Hasil Bagi (derajat 3) Sisa (P(a))
(x + 1) -1 2x³

8x² + 13x – 6

18
(x – 0) 0 2x³

6x² + 5x + 7

12
(x – 2) 2 2x³

2x² + x + 9

30
(x – 3) 3 2x³ + 0x² + 5x + 22 78

Visualisasi dan Pemahaman Grafik

Pembagian polinomial, khususnya sisa yang dihasilkan, memiliki makna yang elegan dan langsung dalam konteks grafik fungsi. Teorema Sisa menyatakan bahwa sisa pembagian suatu polinomial P(x) oleh (x – a) adalah P(a), yaitu nilai polinomial saat x = a.

Dalam kasus kita, membagi dengan (x + 1) memberikan sisa 18. Ini berarti bahwa jika kita mengevaluasi polinomial awal P(x) = 2x⁴
-6x³ + 5x² + 7x + 12
pada x = -1, hasilnya adalah 18. Secara grafik, titik (-1, 18) terletak pada kurva P(x). Jika sisa pembagian adalah 0, maka P(a) = 0, yang berarti (x – a) adalah faktor dari P(x) dan x = a adalah akar atau titik potong dengan sumbu-x.

Makna Geometris dari Sisa Pembagian, Cara Membagi 2x⁴-6x³+5x²+7x+12 dengan x+1

Bayangkan grafik polinomial kuartik kita yang melengkung. Pembagian oleh (x + 1) secara aljabar memisahkan polinomial menjadi bagian yang habis dibagi (hasil bagi) dan sebuah ‘penyesuaian’ (sisa). Secara geometris, hasil bagi mendefinisikan polinomial baru (derajat tiga) yang grafiknya, ketika dikalikan dengan (x+1) dan digeser vertikal oleh nilai sisa, akan tepat berimpit dengan grafik polinomial asli. Sisa 18 ini merupakan jarak vertikal pada x = -1 antara nilai polinomial asli dan nilai hasil kali (x+1) × (hasil bagi) pada titik yang sama, yang untuk divisor ini akan bernilai nol.

Dengan kata lain, ini adalah nilai fungsi asli di titik tersebut, karena komponen hasil kali pada titik itu nol.

Pemungkas

Dengan demikian, pembagian polinomial menggunakan metode Horner memberikan efisiensi waktu dan ketepatan yang tinggi. Penguasaan teknik ini tidak hanya memudahkan penyelesaian soal seperti membagi 2x⁴-6x³+5x²+7x+12 dengan x+1, tetapi juga membuka jalan untuk memahami konsep matematika yang lebih dalam seperti teorema sisa dan pemfaktoran. Latihan dengan variasi soal lain akan semakin memantapkan pemahaman dan kecepatan dalam mengerjakan.

FAQ dan Panduan

Mengapa harus menggunakan metode Horner, bukan pembagian bersusun biasa?

Metode Horner lebih ringkas, sistematis, dan minim kesalahan hitung, terutama untuk pembagi berbentuk linear (x – a) atau (x + a).

Apakah tanda negatif pada pembagi (x+1) mempengaruhi langkah Horner?

Ya. Karena (x+1) dapat ditulis sebagai (x – (-1)), maka nilai ‘a’ yang digunakan dalam skema Horner adalah -1, bukan 1.

Bagaimana jika ada suku yang pangkatnya “hilang” atau koefisiennya nol?

Suku dengan koefisien nol harus tetap ditulis dalam barisan koefisien di skema Horner. Misalnya, jika ada suku x² yang hilang, maka koefisien untuk x² adalah 0.

Apa arti dari sisa pembagian yang didapat?

Sisa pembagian adalah nilai numerik yang dihasilkan dari substitusi x = -1 ke dalam polinomial awal 2x⁴-6x³+5x²+7x+12. Jika sisanya 0, maka (x+1) adalah faktor dari polinomial tersebut.

Bisakah metode Horner digunakan untuk pembagi berderajat lebih dari satu, seperti (x²+1)?

Metode Horner standar hanya untuk pembagi linear. Untuk pembagi kuadrat atau lebih tinggi, digunakan metode Horner-Kino atau pembagian bersusun.

Leave a Comment