Menentukan nilai x dan y pada sistem persamaan linear 6x‑y=1 x+6y=31

Menentukan nilai x dan y pada sistem persamaan linear 6x‑y=1, x+6y=31 adalah sebuah perjalanan matematika yang menantang sekaligus memuaskan. Seperti mentari pagi yang menyibak kabut, kita akan menyibak misteri di balik dua persamaan ini untuk menemukan titik temu yang sempurna, di mana kedua pernyataan matematika itu menjadi benar secara bersamaan.

Topik ini membawa kita pada inti dari sistem persamaan linear dua variabel, sebuah alat fundamental yang memodelkan banyak hubungan dalam kehidupan, dari masalah anggaran sederhana hingga perhitungan teknis. Dengan memahami langkah-langkah penyelesaiannya, kita tidak hanya mendapatkan jawaban numerik, tetapi juga melatih ketelitian dan logika berpikir yang terstruktur.

Pengantar Sistem Persamaan Linear Dua Variabel

Dalam dunia analisis yang seringkali penuh dengan kompleksitas, sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) menawarkan sebuah fondasi yang elegan dan kuat. Pada intinya, SPLDV adalah kumpulan dari dua atau lebih persamaan linear yang melibatkan dua variabel yang sama, biasanya dilambangkan dengan x dan y. Bentuk umumnya dapat ditulis sebagai a₁x + b₁y = c₁ dan a₂x + b₂y = c₂, di mana a, b, dan c adalah konstanta bilangan real.

Kekuatan alat ini terletak pada kemampuannya untuk memodelkan hubungan antara dua faktor kunci dalam sebuah situasi.

Contohnya, dalam sebuah analisis kebijakan sederhana, bayangkan sebuah anggaran untuk program sosial. Variabel x bisa mewakili jumlah penerima bantuan tunai, dan y mewakili jumlah paket sembako. Persamaan pertama mungkin merepresentasikan total dana yang dialokasikan (misalnya, 500 ribu per orang untuk x dan 200 ribu per paket untuk y, total 1 miliar). Persamaan kedua bisa merepresentasikan target jumlah penerima manfaat secara keseluruhan (x + y = 3000 keluarga).

SPLDV memungkinkan kita menemukan komposisi yang tepat agar kedua batasan anggaran dan target terpenuhi secara simultan.

Tujuan utama dari penyelesaian SPLDV bukan sekadar mencari angka-angka. Ini adalah proses menemukan titik temu, sebuah konsensus numerik di mana semua persyaratan yang diajukan oleh setiap persamaan terpenuhi. Nilai x dan y yang ditemukan adalah solusi tunggal yang memenuhi semua persamaan dalam sistem tersebut, atau dalam beberapa kasus, mengungkapkan bahwa tidak ada solusi yang memungkinkan atau justru ada tak terhingga banyaknya solusi.

Metode Penyelesaian SPLDV: Menentukan Nilai X Dan Y Pada Sistem Persamaan Linear 6x‑y=1, X+6y=31

Untuk mencapai titik temu tersebut, terdapat dua metode klasik yang sering diadu: substitusi dan eliminasi. Keduanya sahih secara matematis, namun pilihan di antara keduanya seringkali menjadi pertimbangan strategis berdasarkan bentuk persamaan yang dihadapi. Memahami kedua metode ini memberikan fleksibilitas dalam menyikapi berbagai bentuk masalah.

BACA JUGA  Halo Nanya Sapaan Digital yang Mengawali Ragam Percakapan

Metode Substitusi

Metode substitusi bekerja dengan prinsip memasukkan. Langkah pertama adalah mengubah salah satu persamaan untuk menyatakan satu variabel dalam bentuk variabel lainnya, misalnya menyatakan y = … dalam bentuk x. Ekspresi ini kemudian disubstitusikan atau “dimasukkan” ke dalam persamaan yang lain, menggantikan variabel y. Hasilnya adalah sebuah persamaan dengan hanya satu variabel (x), yang dapat diselesaikan dengan mudah.

Setelah nilai x ditemukan, nilai tersebut dimasukkan kembali ke dalam salah satu persamaan awal untuk mendapatkan nilai y.

Metode Eliminasi

Berbeda dengan substitusi, metode eliminasi bertujuan untuk menghilangkan salah satu variabel dengan cara mengombinasikan kedua persamaan. Caranya adalah dengan mengalikan satu atau kedua persamaan dengan bilangan tertentu sehingga koefisien dari salah satu variabel (misalnya, y) menjadi sama besar tetapi berlawanan tanda. Ketika kedua persamaan yang telah dimanipulasi ini dijumlahkan, variabel y akan “tereliminasi”, menyisakan persamaan dengan variabel x saja. Proses ini juga dapat dilakukan untuk mengeliminasi variabel x terlebih dahulu.

Perbandingan Metode Substitusi dan Eliminasi

Pemilihan metode seringkali bergantung pada efisiensi dan kemudahan. Berikut adalah perbandingan mendasar antara keduanya.

Aspect Metode Substitusi Metode Eliminasi Pertimbangan
Prinsip Dasar Mengganti satu variabel dengan ekspresi dari variabel lain. Menjumlahkan atau mengurangkan persamaan untuk menghilangkan satu variabel. Substitusi intuitif untuk persamaan eksplisit, eliminasi sistematis untuk koefisien kompleks.
Kelebihan Sangat efektif jika salah satu variabel sudah berdiri sendiri atau koefisiennya 1. Langsung dan rapi, terutama ketika koefisien variabel mudah disamakan. Substitusi minim kesalahan aljabar pada kasus sederhana. Eliminasi menghindari pecahan pada langkah awal.
Kekurangan Dapat menghasilkan ekspresi pecahan yang rumit jika koefisien tidak sederhana. Membutuhkan langkah persiapan (penyetaraan koefisien) yang tambahan. Pada sistem dengan koefisien besar, eliminasi bisa lebih berat secara hitungan.
Rekomendasi Penggunaan Ideal untuk bentuk seperti y = 2x + 3 atau x = 5 – y. Ideal ketika koefisien variabel sudah hampir sama atau berlawanan, atau untuk sistem simetris. Analisis bentuk persamaan sebelum memutuskan metode akan menghemat waktu.

Analisis Sistem Persamaan 6x – y = 1 dan x + 6y = 31

Mari kita terapkan kerangka berpikir di atas pada sistem persamaan yang menjadi fokus kita. Sistem ini, 6x – y = 1 dan x + 6y = 31, meskipun terlihat sederhana, menyimpan petunjuk tentang metode penyelesaian yang paling efisien. Sebuah analisis awal terhadap struktur koefisiennya dapat memberikan kejelasan strategis.

Identifikasi Komponen Persamaan

Pada persamaan pertama, 6x – y = 1, koefisien untuk variabel x adalah 6, untuk y adalah -1, dan konstannya adalah 1. Pada persamaan kedua, x + 6y = 31, koefisien untuk x adalah 1, untuk y adalah 6, dan konstannya adalah 31. Perhatikan bahwa koefisien variabel y pada persamaan pertama (-1) dan kedua (6) tidak langsung mudah dieliminasi, tetapi koefisien variabel x (6 dan 1) dapat disamakan dengan mudah.

Pemilihan Metode yang Efisien

Berdasarkan identifikasi di atas, metode eliminasi terhadap variabel x muncul sebagai pilihan yang sangat efisien. Mengapa? Karena kita dapat mengalikan persamaan kedua (x + 6y = 31) dengan 6, sehingga koefisien x-nya menjadi 6, sama dengan koefisien x pada persamaan pertama. Dengan demikian, kita dapat mengurangkan kedua persamaan untuk mengeliminasi x secara langsung. Metode substitusi juga mungkin, tetapi akan melibatkan memanipulasi persamaan pertama menjadi y = 6x – 1, yang kemudian disubstitusi ke persamaan kedua.

BACA JUGA  Pelanggan Ke-25 Dapat Minuman Gratis Ke-30 Popcorn Program Loyalitas Unik

Meski valid, eliminasi terasa lebih lancar untuk kasus ini.

Transformasi Awal untuk Eliminasi

Menentukan nilai x dan y pada sistem persamaan linear 6x‑y=1, x+6y=31

Source: googleapis.com

Berikut adalah gambaran langkah manipulasi aljabar pertama yang diperlukan untuk menyiapkan proses eliminasi variabel x.

Persamaan Awal Operasi Persamaan Hasil Manipulasi Tujuan
6x – y = 1 Tidak diubah 6x – y = 1 Menjadi patokan untuk koefisien x.
x + 6y = 31 Dikalikan 6 6x + 36y = 186 Menyamakan koefisien x dengan persamaan pertama (menjadi 6).

Penyelesaian Langkah demi Langkah

Dengan strategi eliminasi yang telah ditetapkan, mari kita eksekusi penyelesaiannya secara detail. Kita juga akan menyajikan penyelesaian alternatif dengan substitusi sebagai pembanding dan verifikasi.

Penyelesaian dengan Metode Eliminasi (Variabel x)

Kita telah menyiapkan sistem:

(1) 6x – y = 1
(2) 6x + 36y = 186 (hasil dari x+6y=31 dikali 6)

Karena koefisien x pada kedua persamaan sudah sama (6), kita kurangkan persamaan (1) dari persamaan (2) untuk mengeliminasi x.

(2)
-(1): (6x + 36y)
-(6x – y) = 186 – 1

6x + 36y – 6x + y = 185

37y = 185

y = 185 / 37

y = 5

Substitusikan nilai y = 5 ke dalam persamaan awal yang lebih sederhana, misalnya x + 6y = 31.

x + 6(5) = 31

x + 30 = 31

x = 31 – 30

x = 1

Penyelesaian Alternatif dengan Metode Substitusi

Dari persamaan pertama, 6x – y = 1, kita dapat nyatakan y dalam x:

y = 6x – 1

Substitusikan ekspresi ini ke persamaan kedua, x + 6y = 31:

x + 6(6x – 1) = 31

x + 36x – 6 = 31

37x – 6 = 31

37x = 37

x = 1

Substitusikan x = 1 ke dalam y = 6x – 1:

y = 6(1)
-1 = 6 – 1 = 5

Didapatkan hasil yang sama: (x, y) = (1, 5).

Konfirmasi Hasil Akhir, Menentukan nilai x dan y pada sistem persamaan linear 6x‑y=1, x+6y=31

Kedua metode yang berbeda, dengan jalur aljabar yang berbeda, bertemu pada titik yang sama. Ini adalah bukti internal yang kuat atas kebenaran solusi kita.

Baik melalui metode eliminasi maupun substitusi, solusi dari sistem persamaan 6x – y = 1 dan x + 6y = 31 adalah pasangan nilai x = 1 dan y = 5.

Verifikasi Solusi dan Interpretasi

Menemukan solusi bukanlah akhir dari proses. Verifikasi adalah langkah kritis untuk memastikan tidak ada kesalahan hitung. Lebih dari itu, memahami makna geometris dari solusi ini memperkaya pemahaman konseptual kita.

Proses Verifikasi Solusi

Kita klaim bahwa (x, y) = (1, 5) adalah solusi. Buktinya adalah dengan mensubstitusikan nilai ini ke dalam kedua persamaan asli.

Untuk persamaan pertama: 6(1)
-(5) = 6 – 5 = 1. Hasilnya sama dengan konstanta 1.

Untuk persamaan kedua: (1) + 6(5) = 1 + 30 = 31. Hasilnya sama dengan konstanta 31.

Karena pasangan (1,5) memenuhi kedua persamaan secara persis, solusi tersebut telah terverifikasi.

Makna Geometris Pasangan Solusi

Dalam konteks grafik pada bidang Kartesius, setiap persamaan linear dua variabel merepresentasikan sebuah garis lurus. Persamaan 6x – y = 1 dapat ditulis ulang menjadi y = 6x – 1, sebuah garis dengan gradien 6 dan memotong sumbu y di -1. Persamaan x + 6y = 31 dapat ditulis menjadi y = -(1/6)x + 31/6, sebuah garis dengan gradien -1/6 dan memotong sumbu y di 31/6.

Pasangan solusi (1, 5) adalah koordinat titik potong (interseksi) dari kedua garis ini. Titik ini merupakan satu-satunya titik yang terletak pada kedua garis secara bersamaan. Dalam analogi kebijakan, ini adalah titik keseimbangan dimana dua batasan atau syarat yang berbeda bertemu dan terpenuhi bersama-sama.

Deskripsi Posisi Titik Potong

Titik potong (1, 5) terletak di kuadran pertama bidang Kartesius, di mana nilai x dan y positif. Garis pertama (y=6x-1) adalah garis yang cukup curam, naik dengan tajam. Garis kedua (y=-(1/6)x+31/6) adalah garis yang landai, menurun perlahan. Titik (1,5) adalah tempat di mana garis curam yang naik dari kiri bawah dan garis landai yang turun dari kiri atas saling berpotongan.

BACA JUGA  Menentukan Invers Fungsi f(x)=2x^2-2x+1 Langkah dan Hikmahnya

Visualisasi ini memperkuat pemahaman bahwa solusi SPLDV adalah tentang menemukan titik temu dari dua kondisi linear yang berbeda.

Latihan dan Variasi Soal Terkait

Untuk menguasai konsep ini, latihan dengan variasi soal adalah kunci. Berikut dua soal dengan tingkat tantangan berbeda, dirancang untuk mengasah penerapan metode penyelesaian SPLDV.

Soal Latihan Tingkat Dasar

Selesaikan sistem persamaan linear berikut: 3x + 2y = 12 dan 5x – 2y = 4. Soal ini dirancang dengan koefisien y yang sama besar dan berlawanan tanda (+2 dan -2), memberikan petunjuk kuat untuk langsung menggunakan metode eliminasi dengan menjumlahkan kedua persamaan.

Soal Latihan Tingkat Menengah

Selesaikan sistem persamaan: 4x – 3y = 10 dan 8x + 5y = 6. Pada soal ini, tidak ada koefisien variabel yang langsung sama atau berlawanan. Diperlukan langkah manipulasi awal, seperti mengalikan persamaan pertama dengan 2 untuk menyamakan koefisien x, atau menggunakan metode substitusi setelah mengubah persamaan pertama menjadi x = (10+3y)/4.

Tips Penting dalam Menyelesaikan SPLDV

Sebelum memulai perhitungan, luangkan waktu sejenak untuk menganalisis persamaan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

  • Selalu identifikasi koefisien dan konstanta dengan teliti sebelum memilih metode. Pilihan metode yang tepat dapat menghemat banyak waktu dan mengurangi peluang kesalahan.
  • Lakukan verifikasi solusi akhir dengan substitusi balik ke persamaan awal. Ini adalah langkah wajib untuk memastikan keakuratan jawaban.
  • Jika menggunakan eliminasi, pastikan tanda operasi (penjumlahan atau pengurangan) dilakukan dengan benar untuk benar-benar mengeliminasi variabel target.
  • Dalam metode substitusi, pilih persamaan yang paling mudah diubah untuk mengekspresikan satu variabel (biasanya yang koefisien variabelnya 1 atau -1).
  • Jangan takut dengan bilangan pecahan. Terkadang, solusi SPLDV memang berupa bilangan pecahan, dan itu sah-sah saja.

Ringkasan Terakhir

Dengan ditemukannya nilai x=1 dan y=5, perjalanan kita menyelesaikan sistem persamaan ini mencapai titik terang. Solusi ini bukan sekadar angka, melainkan bukti harmoninya aljabar, di mana dua garis yang berbeda bertemu pada satu koordinat yang sama. Semangat menyelesaikan teka-teki seperti ini mengajarkan ketekunan dan kejelian, nilai-nilai yang bermanfaat jauh melampaui batasan halaman soal matematika.

FAQ Lengkap

Apakah sistem persamaan ini selalu memiliki satu solusi?

Tidak selalu. Sebuah sistem persamaan linear dua variabel dapat memiliki tepat satu solusi (konsisten dan independen), tidak memiliki solusi (inkonsisten), atau memiliki tak terhingga banyak solusi (konsisten dan dependen). Sistem pada soal ini termasuk yang memiliki solusi tunggal.

Mengapa metode eliminasi dianggap lebih efisien untuk soal ini?

Karena koefisien variabel y pada persamaan pertama adalah -1 dan pada persamaan kedua adalah 6. Kedua angka ini dapat dengan mudah dieliminasi dengan mengalikan persamaan pertama dengan 6 lalu menjumlahkannya dengan persamaan kedua, sehingga variabel y langsung hilang dalam satu langkah.

Bagaimana jika saya menggunakan metode grafik untuk menyelesaikannya?

Metode grafik dapat digunakan dengan menggambar kedua garis 6x – y = 1 dan x + 6y = 31 pada bidang kartesius. Titik potong kedua garis itulah solusinya. Namun, metode ini kurang tepat jika solusinya bukan bilangan bulat atau membutuhkan ketelitian pengukuran yang sangat tinggi.

Apakah hasilnya akan sama jika saya menukar urutan persamaan?

Ya, hasil akhirnya akan tetap sama. Urutan persamaan tidak memengaruhi solusi dari sistem. Proses penyelesaiannya mungkin terlihat sedikit berbeda, tetapi nilai x dan y yang diperoleh akan identik.

Bisakah solusi ini diperiksa kebenarannya selain dengan substitusi?

Selain substitusi balik ke persamaan awal, kebenaran solusi dapat dilihat dari konsistensi logika langkah-langkah penyelesaian. Jika menggunakan metode eliminasi dan substitusi yang berbeda menghasilkan pasangan (x,y) yang sama, itu adalah indikasi kuat bahwa solusi tersebut benar.

Leave a Comment