Nilai f⁻¹(221) dari f(x)=(x‑2)³+5 dan Cara Menghitungnya

Nilai f⁻¹(221) dari f(x)=(x‑2)³+5 adalah sebuah pencarian menarik untuk menemukan input asli yang menghasilkan output 221 dalam fungsi kubik tertentu. Menghitung invers dari suatu fungsi bukan sekadar membalik operasi, tetapi juga melibatkan pemahaman mendalam tentang sifat fungsi satu-satu dan hubungan simetris antara fungsi dan inversnya. Proses ini menguji penerapan konsep aljabar dan logika matematika secara terstruktur.

Fungsi f(x) = (x-2)³ + 5 merupakan contoh fungsi kubik yang monoton naik, sehingga memiliki invers yang valid untuk seluruh bilangan real. Artikel ini akan membahas langkah-langkah sistematis untuk menemukan rumus umum invers fungsi tersebut, kemudian menggunakannya untuk menghitung nilai spesifik f⁻¹(221), serta memverifikasi hasilnya hingga interpretasi grafis dan aplikasinya.

Memahami Konsep Fungsi Invers

Bayangkan kamu punya sebuah mesin ajaib. Kamu masukkan sebuah angka, mesin itu memprosesnya dengan aturan tertentu, dan keluar angka lain. Fungsi invers adalah mesin yang bekerja secara terbalik. Jika kamu tahu hasil keluaran mesin pertama, mesin invers ini akan memberitahumu angka apa yang kamu masukkan di awal. Dalam notasi matematika, jika fungsi asli kita sebut f(x), maka fungsi inversnya ditulis sebagai f⁻¹(x).

Hubungan khusus mereka adalah: jika f(a) = b, maka pasti f⁻¹(b) = a. Mereka saling membatalkan.Agar sebuah fungsi bisa memiliki invers, dia harus bersifat satu-satu. Artinya, setiap input (x) hanya menghasilkan satu output (y) yang unik, dan sebaliknya, setiap output (y) hanya berasal dari satu input (x) tertentu. Cara sederhana mengeceknya adalah dengan uji garis horizontal. Jika kita bisa menggambar garis horizontal yang memotong grafik fungsi di lebih dari satu titik, maka fungsi itu tidak satu-satu.Fungsi f(x) = (x‑2)³ + 5 adalah fungsi pangkat tiga yang telah digeser.

Grafiknya berbentuk kurva lengkung yang selalu naik (monoton naik) dari kiri ke kanan. Setiap garis horizontal yang kita gambar hanya akan memotong kurva ini tepat di satu titik. Oleh karena itu, fungsi ini pasti memenuhi syarat untuk memiliki invers.Berikut adalah tabel perbandingan sifat-sifat mendasar antara f(x) dan inversnya.

BACA JUGA  Permintaan Bantuan Teman-Teman Seni Meminta dan Membantu
Aspect f(x) = (x‑2)³ + 5 f⁻¹(x) Keterangan
Domain Semua bilangan real (x ∈ ℝ) Semua bilangan real (x ∈ ℝ) Karena operasi akar pangkat tiga berlaku untuk semua bilangan real.
Range Semua bilangan real (y ∈ ℝ) Semua bilangan real (y ∈ ℝ) Keluaran fungsi pangkat tiga bisa bernilai berapapun.
Grafik Kurva lengkung, naik terus, melalui titik (2,5) Kurva lengkung, naik terus, melalui titik (5,2) Kedua grafik saling mencerminkan terhadap garis lurus y = x.
Operasi Mengurangi 2, lalu pangkatkan tiga, lalu tambah 5 Mengurangi 5, lalu akar pangkat tiga, lalu tambah 2 Operasinya benar-benar terbalik dan berurutan.

Menemukan Rumus Umum Invers f(x)

Setelah kita yakin f(x) memiliki invers, langkah selanjutnya adalah menemukan rumus eksplisit untuk f⁻¹(x). Proses ini seperti membongkar sebuah puzzle aljabar. Kita mulai dengan menulis fungsi dalam bentuk y, lalu kita tukar peran x dan y, dan akhirnya kita selesaikan untuk y yang baru (yang sebenarnya adalah f⁻¹(x)).Prosedur untuk f(x) = (x‑2)³ + 5 dapat diuraikan sebagai berikut:

  • Langkah 1: Ganti notasi f(x) dengan y. Jadi, y = (x‑2)³ + 5.
  • Langkah 2: Tukar peran x dan y. Ini adalah inti dari pencarian invers, karena kita ingin menyatakan input lama (x) sebagai fungsi dari output lama (y). Hasilnya: x = (y‑2)³ + 5.
  • Langkah 3: Selesaikan persamaan untuk mendapatkan y sendiri di satu sisi. Kita lakukan operasi kebalikan secara berurutan:
    1. Kurangi kedua ruas dengan 5: x – 5 = (y‑2)³
    2. Ambil akar pangkat tiga dari kedua ruas: ∛(x – 5) = y – 2. Perhatikan, akar pangkat tiga dari suatu bilangan real selalu tunggal.
    3. Terakhir, tambahkan 2 ke kedua ruas: y = ∛(x – 5) + 2
  • Langkah 4: Notasikan y ini sebagai fungsi invers: f⁻¹(x) = ∛(x – 5) + 2.

Operasi kunci di sini adalah mengatasi pangkat tiga dengan menggunakan akar pangkat tiga. Inilah yang memungkinkan kita “membalikkan” efek dari (x‑2)³.

Rumus fungsi invers dari f(x) = (x‑2)³ + 5 adalah: f⁻¹(x) = ∛(x – 5) + 2

Menghitung Nilai f⁻¹(221) secara Langsung

Dengan rumus yang sudah kita dapatkan, menghitung f⁻¹(221) menjadi sangat langsung. Kita tinggal mengganti nilai x pada rumus f⁻¹(x) dengan angka 221.Mari kita rinci langkah perhitungannya:

  • Substitusi: f⁻¹(221) = ∛(221 – 5) + 2
  • Kurangi: f⁻¹(221) = ∛(216) + 2
  • Cari akar pangkat tiga: Berapakah bilangan yang jika dipangkatkan tiga hasilnya 216? Kita tahu bahwa 6 × 6 × 6 = 216. Jadi, ∛(216) = 6.
  • Tambahkan: f⁻¹(221) = 6 + 2 = 8.
BACA JUGA  Hitung panjang EF dalam cm Panduan Lengkap dengan Humor

Jadi, nilai f⁻¹(221) adalah 8. Secara intuitif, ini berarti jika kita memasukkan angka 8 ke dalam fungsi asli f(x), kita akan mendapatkan hasil 221. Dengan kata lain, fungsi invers berhasil melacak kembali dan menemukan bahwa input awal yang menghasilkan output 221 adalah angka 8.

Verifikasi Hasil dengan Komposisi Fungsi

Dalam matematika, penting untuk memeriksa pekerjaan kita. Cara yang elegan untuk memverifikasi kebenaran f⁻¹(221) = 8 adalah dengan menggunakan komposisi fungsi. Sifat utama fungsi invers adalah (f⁻¹ ∘ f)(x) = x dan (f ∘ f⁻¹)(x) = x. Artinya, jika kita memasukkan hasil f⁻¹(221) ke dalam fungsi asli f(x), kita harus kembali mendapatkan angka 221.Mari kita lakukan verifikasi:

  • Kita telah memperoleh f⁻¹(221) = 8.
  • Sekarang, hitung nilai f(8): f(8) = (8 – 2)³ + 5 = (6)³ + 5 = 216 + 5 = 221.

Hasilnya tepat

221. Ini membuktikan bahwa perhitungan kita benar. Proses komposisi ini seperti melakukan sebuah perjalanan pulang-pergi

kita mulai dari 8, pergi ke 221 menggunakan f(x), lalu kembali lagi ke 8 menggunakan f⁻¹(x).

Langkah Fungsi Perhitungan Hasil
1 (Menemukan Input) f⁻¹(221) ∛(221-5)+2 = ∛(216)+2 8
2 (Verifikasi) f(8) (8-2)³+5 = 6³+5 221
Kesimpulan Karena f(8) = 221, maka terbukti f⁻¹(221) = 8 adalah benar.

Interpretasi Grafis dan Aplikasi

Nilai f⁻¹(221) dari f(x)=(x‑2)³+5

Source: amazonaws.com

Secara grafis, fungsi f(x) = (x‑2)³ + 5 dan inversnya f⁻¹(x) = ∛(x-5)+2 adalah bayangan cermin satu sama lain terhadap garis y = x. Jika kita plot titik (8, 221) pada grafik f(x), maka pada grafik f⁻¹(x) akan muncul titik (221, 8). Kedua titik ini simetris terhadap garis diagonal y=x. Visualisasi ini memperkuat pemahaman bahwa peran input dan output telah bertukar.Dalam konteks aplikasi, nilai f⁻¹(221) = 8 memiliki makna praktis.

Misalkan f(x) adalah fungsi yang memodelkan biaya produksi (dalam ratus ribu rupiah) untuk membuat x unit barang. Jika kita mengetahui total biaya yang dikeluarkan adalah 221 (ratus ribu rupiah), maka dengan fungsi invers kita dapat mengetahui bahwa jumlah barang yang diproduksi adalah 8 unit. Ini adalah alat yang powerful untuk mundur dari hasil ke penyebab.Perbandingan antara metode aljabar dan grafis dalam menyelesaikan masalah ini menunjukkan hal berikut:

  • Metode Aljabar (Rumus Eksplisit): Memberikan jawaban yang tepat dan cepat (8). Sangat efisien untuk perhitungan berulang dan dapat diprogram. Namun, memerlukan langkah manipulasi aljabar yang mungkin rumit untuk fungsi yang lebih kompleks.
  • Metode Grafis: Memberikan pemahaman visual yang intuitif tentang hubungan antara fungsi dan inversnya. Kita bisa melihat simetri dan memperkirakan nilai dengan mencari perpotongan garis. Namun, hasilnya kurang presisi dan sangat bergantung pada ketepatan menggambar atau membaca grafik.
BACA JUGA  Butuh Bantuan Kak Panduan Lengkap Makna dan Penggunaannya

Kedua metode saling melengkapi: pemahaman grafis membantu kita membayangkan konsep, sementara alat aljabar memberikan ketepatan jawaban yang kita butuhkan.

Pemungkas: Nilai F⁻¹(221) Dari F(x)=(x‑2)³+5

Perhitungan untuk menemukan nilai f⁻¹(221) dari f(x)=(x‑2)³+5 telah menunjukkan bahwa jawabannya adalah
8. Verifikasi melalui komposisi fungsi dan penalaran grafis mengonfirmasi kebenaran hasil ini. Proses ini bukan hanya sekadar perhitungan numerik, tetapi juga memperkuat pemahaman tentang hubungan fundamental antara fungsi dan inversnya, di mana f⁻¹(221) secara efektif menjawab pertanyaan: “Nilai x berapa yang harus dimasukkan ke f(x) agar hasilnya 221?”.

Pemahaman ini menjadi landasan penting dalam berbagai aplikasi matematika, sains, dan teknik yang melibatkan pemodelan dan pencarian nilai awal dari suatu hasil yang diketahui.

FAQ Terperinci

Apakah fungsi f(x) = (x-2)³ + 5 pasti memiliki invers?

Ya, karena fungsi ini adalah fungsi kubik monoton naik (grafiknya selalu naik tanpa berbelok turun), yang membuatnya fungsi satu-satu. Setiap fungsi satu-satu pasti memiliki invers.

Mengapa dalam mencari invers kita harus menyelesaikan persamaan untuk variabel x?

Karena definisi fungsi invers adalah kebalikan dari pemetaan. Jika f memetakan x ke y (y = f(x)), maka f⁻¹ harus memetakan y kembali ke x (x = f⁻¹(y)). Menyelesaikan y = f(x) untuk x berarti kita secara eksplisit menuliskan x sebagai fungsi dari y, yang merupakan rumus untuk f⁻¹.

Bagaimana jika kita diminta mencari f⁻¹(5) untuk fungsi yang sama?

Dengan rumus f⁻¹(x) = ³√(x-5) + 2, maka f⁻¹(5) = ³√(5-5) + 2 = ³√(0) + 2 = 2. Hasil ini masuk akal karena dari rumus asli f(2) = (2-2)³ + 5 = 5.

Apakah ada cara lain untuk mencari nilai f⁻¹(221) tanpa mencari rumus inversnya terlebih dahulu?

Ya, dengan menyelesaikan persamaan 221 = (x-2)³ + 5 secara langsung. Langkahnya akan sama: (x-2)³ = 216, lalu x-2 = ³√(216) = 6, sehingga x = 8. Mencari rumus umum invers terlebih dahulu berguna jika kita perlu menghitung banyak nilai berbeda.

Leave a Comment