Buat 3 Kalimat Passive Voice: Positif, Negatif, dan Interogatif seringkali menjadi tugas dasar dalam mempelajari tata bahasa Inggris yang justru krusial untuk dikuasai. Kalimat pasif bukan sekadar pola gramatikal, melainkan alat strategis dalam komunikasi yang memungkinkan kita menekankan tindakan atau objek yang menerima tindakan, alih-alih pelakunya. Pemahaman ini membuka cara pandang baru dalam menyusun pernyataan, laporan, hingga pemberitaan dengan nuansa yang lebih variatif dan tepat sasaran.
Pemahaman tentang kalimat pasif, yang mencakup bentuk positif, negatif, dan interogatif, sangat relevan dalam konteks administrasi modern. Sebagai contoh, prosedur Kemungkinan Pembayaran Pajak dalam 15 Menit di Kantor Pajak dapat dijelaskan dengan pola ini: formulir diisi secara digital, kendala teknis tidak dihadapi, dan apakah transaksi divalidasi otomatis? Struktur kalimat pasif ini memungkinkan penjelasan yang jelas dan objektif terhadap berbagai proses.
Artikel ini akan mengupas tuntas passive voice, mulai dari pengertian dan ciri khasnya, rumus pembentukan yang sistematis, hingga contoh penerapannya dalam berbagai konteks seperti pekerjaan dan teknologi. Dengan membandingkan penggunaannya dalam situasi formal dan informal, serta dilengkapi latihan praktis, pembaca diajak untuk tidak hanya menghafal pola tetapi juga memahami logika dan keefektifannya dalam berkomunikasi secara nyata.
Pengertian dan Ciri Kalimat Passive Voice
Dalam komunikasi bahasa Inggris, pemahaman tentang passive voice bukan sekadar pengetahuan tata bahasa tambahan, melainkan alat strategis untuk menyampaikan pesan dengan nuansa tertentu. Kalimat pasif memungkinkan kita menggeser fokus dari pelaku aksi kepada aksi itu sendiri atau objek yang menerima aksi, sebuah pergeseran yang sering kali diperlukan dalam konteks formal, akademik, atau jurnalistik.
Secara struktural, kalimat passive voice dibentuk dengan menggabungkan bentuk kata kerja ‘to be’ (sesuai dengan tense) dan past participle (Verb 3) dari kata kerja utama. Ciri paling mencolok yang membedakannya dari active voice adalah subjek kalimat tidak lagi menjadi pelaku, melainkan penerima aksi. Pelaku aksi dapat disebutkan setelah preposisi ‘by’ atau justru dihilangkan sama sekali jika dianggap tidak penting atau tidak diketahui.
Perbandingan Struktur dan Fungsi
Untuk memahami perbedaannya secara visual, tabel berikut membandingkan elemen kunci antara active voice, passive voice, dan peran kata kerja bantu dalam konstruksi pasif.
| Struktur | Fungsi Utama | Contoh Kata Kerja Bantu (To Be) |
|---|---|---|
| Subjek + Verb + Objek (Aktif) | Menekankan pelaku aksi. Subjek aktif melakukan tindakan. | Tidak digunakan dalam bentuk ini. |
| Subjek + To Be + V3 + [By + Pelaku] (Pasif) | Menekankan aksi atau penerima aksi. Subjek bersifat pasif menerima tindakan. | Am, is, are (present), was/were (past), will be (future), have/has been (present perfect). |
| Frasa ‘By + Pelaku’ opsional | Menunjukkan pelaku dapat dihilangkan jika tidak relevan, tidak diketahui, atau ingin disembunyikan. | Bentuk ‘to be’ selalu diperlukan dan menyesuaikan tense. |
Rumus dan Pola Pembentukan Passive Voice
Pembentukan kalimat pasif mengikuti pola yang sistematis meskipun harus menyesuaikan dengan berbagai bentuk tenses. Prinsip dasarnya tetap sama: objek dari kalimat aktif dipromosikan menjadi subjek dalam kalimat pasif, kata kerja utama berubah menjadi past participle, dan kata kerja ‘to be’ hadir sebagai penanda tense.
Rumus Umum: Subject + To Be (sesuai tense) + Past Participle (V3) + [By + Agent]
Proses transformasi dari aktif ke pasif dapat diikuti melalui langkah-langkah berurutan berikut ini. Pendekatan ini membantu memastikan tidak ada elemen tata bahasa yang terlewat selama proses perubahan.
- Identifikasi objek dalam kalimat aktif. Objek inilah yang akan menjadi subjek baru dalam kalimat pasif.
- Tentukan tense dari kalimat aktif untuk memilih bentuk kata kerja ‘to be’ yang tepat (is, are, was, were, has been, dll.).
- Ubah kata kerja utama menjadi bentuk past participle (V3).
- Letakkan pelaku asli (subjek aktif) setelah preposisi ‘by’ jika perlu disebutkan. Jika tidak, frasa ‘by…’ dapat dihilangkan.
- Susun ulang semua elemen sesuai dengan rumus passive voice.
Contoh Penerapan dalam Berbagai Konteks
Penerapan passive voice sangat hidup dalam berbagai bidang. Dalam dunia profesional dan teknologi, kalimat pasif sering digunakan untuk menyampaikan informasi yang objektif, berfokus pada proses, hasil, atau kebijakan, bukan pada individu tertentu. Berikut adalah contoh penerapannya dalam dua tema tersebut.
Contoh dalam Tema Pekerjaan
Dalam komunikasi bisnis, laporan, atau prosedur standar, passive voice membantu menciptakan kesan formal dan tidak personal.
Positif: The quarterly report was submitted before the deadline.
Negatif: The new policy has not been approved by the board of directors.
Interogatif: Will the meeting be attended by all department heads?
Contoh dalam Tema Teknologi
Deskripsi teknis, laporan insiden, atau artikel tentang inovasi sering menggunakan passive voice untuk menonjolkan temuan atau sistem, bukan pembuatnya.
Positif: The data is encrypted using advanced algorithms.
Negatif: The software update was not installed automatically.
Interogatif: Are personal files being backed up to the cloud?
Perbandingan Penggunaan dalam Komunikasi
Pilihan antara active voice dan passive voice sangat dipengaruhi oleh konteks, audiens, dan tujuan penulisan. Meskipun active voice sering dianjurkan untuk kejelasan dan ketegasan, passive voice memiliki pijakannya sendiri dalam situasi-situasi khusus di mana fokus perlu dialihkan.
Penggunaan passive voice lebih disarankan ketika pelaku aksi tidak diketahui, tidak penting, atau sengaja ingin disembunyikan (seperti dalam pemberitaan atau laporan insiden). Selain itu, dalam penulisan akademik dan ilmiah, passive voice digunakan untuk menciptakan nada objektif dan impersonal, dengan menekankan pada penelitian, data, atau proses, bukan pada peneliti.
Kontekstualisasi Penggunaan, Buat 3 Kalimat Passive Voice: Positif, Negatif, dan Interogatif
| Situasi Formal (Surat Resmi) | Situasi Informal (Percakapan) | Penulisan Akademik | Berita |
|---|---|---|---|
| Your application is being processed. (Fokus pada proses, bukan petugas). | My phone was stolen last night! (Fokus pada kejadian yang dialami). | The experiment was conducted over three months. (Nada objektif, standar). | The suspect has been arrested by the police. (Fokus pada fakta, pelaku disebut di akhir). |
| All payments must be made by the due date. (Perintah umum dan impersonal). | The cake was eaten by the kids. (Masih natural dengan ‘by phrase’). | It can be concluded that the hypothesis is supported. (Kesimpulan umum). | Several buildings were damaged in the earthquake. (Fokus pada korban/akibat, penyebab adalah alam). |
Kesalahan Umum dalam Penyusunan
Beberapa kesalahan sering terjadi saat menyusun kalimat passive voice. Pertama, lupa menggunakan past participle (V3) dan hanya menggunakan bentuk past simple (V2), misalnya “The project was finish yesterday” (seharusnya ‘finished’). Kedua, penggunaan kata kerja ‘to be’ yang tidak sesuai dengan tense subjek, seperti “The system are updated” untuk subjek tunggal. Ketiga, redundansi atau penambahan kata kerja bantu yang tidak perlu ketika kata kerja utamanya sudah dalam bentuk past participle.
Latihan dan Aplikasi Praktis: Buat 3 Kalimat Passive Voice: Positif, Negatif, Dan Interogatif
Source: visitpare.com
Memahami pola kalimat pasif dalam bahasa Inggris—positif, negatif, dan interogatif—adalah fondasi penting. Konsep ini serupa dengan menganalisis pola numerik, seperti yang dijelaskan dalam pembahasan Selisih Angka 2 pada Bilangan 2213 , di mana logika sistematis diterapkan. Dengan pendekatan analitis yang sama, konstruksi passive voice dapat dikuasai secara lebih terstruktur dan otoritatif, memudahkan penerapannya dalam berbagai konteks komunikasi.
Untuk menguasai konsep passive voice, latihan transformasi dan identifikasi kesalahan adalah metode yang efektif. Latihan berikut dirancang untuk melatih ketelitian dalam mengubah struktur kalimat dan mengenali ketidaksesuaian tata bahasa yang umum terjadi.
Ubahlah kalimat-kalimat aktif berikut menjadi kalimat pasif. Perhatikan tense yang digunakan.
- The manager reviews all reports every Monday.
- The technician has fixed the network issue.
- They will launch the new product next month.
Identifikasi dan perbaiki kesalahan dalam kalimat passive voice berikut.
- The proposal is wrote by the marketing team. (Kesalahan: ‘wrote’ seharusnya ‘written’).
- The confidential documents were keep in the safe. (Kesalahan: ‘keep’ seharusnya ‘kept’).
- Has the meeting been schedule for tomorrow? (Kesalahan: ‘schedule’ seharusnya ‘scheduled’).
Panduan singkat untuk mengevaluasi kebenaran struktur kalimat pasif meliputi tiga pemeriksaan utama. Pastikan keberadaan kata kerja ‘to be’ (am, is, are, was, were, been, be) yang sesuai dengan subjek dan tense. Verifikasi bahwa kata kerja utama berada dalam bentuk past participle (biasanya berakhiran -ed untuk regular verb, atau bentuk ketiga untuk irregular verb). Terakhir, periksa apakah makna kalimat logis, yaitu subjek secara logis dapat menerima aksi dari kata kerja tersebut.
Simpulan Akhir
Penguasaan terhadap cara Buat 3 Kalimat Passive Voice: Positif, Negatif, dan Interogatif jelas merupakan langkah penting dalam memperkaya kemampuan berbahasa Inggris. Pola ini, ketika digunakan secara tepat, mampu memberikan penekanan yang elegan, menjaga objektivitas dalam tulisan akademik, dan menyajikan informasi berita dengan fokus yang lebih tajam. Latihan yang konsisten dalam mengidentifikasi subjek, objek, dan kata kerja bantu akan mengasah intuisi kebahasaan, sehingga penggunaan kalimat pasif tidak lagi menjadi beban hafalan, melainkan pilihan gaya yang disengaja dan penuh makna untuk menyampaikan pesan dengan lebih efektif.
Pemahaman tentang passive voice, termasuk cara membuat 3 kalimatnya (positif, negatif, dan interogatif), seringkali dipelajari dalam konteks struktur bahasa. Namun, pola kalimat pasif ini juga dapat diterapkan untuk membahas disiplin ilmu, seperti ketika kita mengeksplorasi Definisi Sosiologi: Siapa Penggagasnya , di mana konsep-konsepnya kerap dijelaskan dengan pendekatan objektif. Dengan demikian, penguasaan bentuk pasif menjadi alat yang berguna untuk menyusun deskripsi yang lebih formal dan akademis, tepat seperti yang dibutuhkan dalam analisis linguistik maupun sosial.
Daftar Pertanyaan Populer
Apakah setiap kalimat aktif bisa diubah menjadi kalimat pasif?
Tidak. Kalimat aktif hanya dapat diubah menjadi pasif jika memiliki objek langsung (direct object). Kalimat seperti “She sleeps” tidak memiliki objek, sehingga tidak bisa diubah ke bentuk pasif.
Kapan sebaiknya menggunakan passive voice daripada active voice?
Passive voice lebih disarankan ketika pelaku tindakan tidak diketahui, tidak penting, atau ingin disembunyikan, serta ketika fokus pembicaraan adalah pada tindakan atau objek yang menerima tindakan, seperti dalam tulisan ilmiah atau berita.
Apa perbedaan utama antara “was written” dan “is written” dalam passive voice?
Perbedaannya terletak pada tense. “Was written” menunjukkan kejadian di masa lampau (Past Tense), sedangkan “is written” menunjukkan kebiasaan atau fakta di masa sekarang (Present Tense). Contoh: “The book was written last year” vs “English is written from left to right”.
Bagaimana cara membentuk kalimat passive voice untuk tenses perfect seperti Present Perfect?
Rumusnya adalah: have/has + been + Verb 3 (Past Participle). Contoh dari kalimat aktif “She has finished the report” menjadi pasif “The report has been finished (by her)”.