Setarakan dengan Metode Setengah Reaksi Panduan Lengkap Redoks

Setarakan dengan Metode Setengah Reaksi merupakan teknik mendasar dan elegan dalam menyelesaikan persamaan reaksi redoks yang kompleks. Metode ini mengurai sebuah reaksi keseluruhan menjadi dua bagian yang lebih sederhana, yaitu setengah reaksi oksidasi dan setengah reaksi reduksi, sehingga memudahkan pelacakan transfer elektron secara eksplisit.

Pendekatan ini sangat berguna, khususnya untuk reaksi yang terjadi dalam larutan berair suasana asam atau basa, karena memberikan kerangka kerja sistematis untuk menyeimbangkan atom dan muatan. Dengan memisahkan proses oksidasi dan reduksi, metode setengah reaksi tidak hanya menghasilkan persamaan yang setara tetapi juga memperdalam pemahaman konseptual tentang mekanisme reaksi redoks itu sendiri.

Pengantar dan Konsep Dasar Metode Setengah Reaksi

Metode setengah reaksi, atau sering disebut metode ion-elektron, adalah teknik penyetaraan persamaan reaksi redoks yang memisahkan proses oksidasi dan reduksi menjadi dua bagian terpisah. Tujuan utamanya adalah untuk menyetarakan atom dan muatan dengan lebih sistematis, terutama untuk reaksi redoks yang terjadi dalam larutan berair, dengan secara eksplisit menunjukkan transfer elektron. Metode ini sangat kuat karena mengikuti alur elektron secara langsung, sehingga memudahkan pemahaman tentang apa yang sebenarnya terjadi pada tingkat partikel.

Perbedaan mendasar dengan metode bilangan oksidasi terletak pada pendekatannya. Metode bilangan oksidasi berfokus pada perubahan bilangan oksidasi atom dan menggunakan koefisien untuk menyetarakan perubahan tersebut. Sementara metode setengah reaksi berfokus pada penulisan persamaan ionik nyata untuk proses oksidasi dan reduksi secara terpisah, lalu menggabungkannya setelah keduanya setara. Metode setengah reaksi sangat tepat untuk reaksi redoks dalam suasana asam atau basa, karena memungkinkan penambahan H⁺, OH⁻, dan H₂O dengan aturan yang jelas untuk menyetarakan atom oksigen dan hidrogen.

Jenis Reaksi Redoks untuk Metode Setengah Reaksi

Metode ini unggul untuk reaksi redoks yang melibatkan ion atau molekul dalam larutan air, khususnya ketika reaksi tersebut bergantung pada pH lingkungan. Reaksi-reaksi yang melibatkan oksianion seperti permanganat (MnO₄⁻), dikromat (Cr₂O₇²⁻), atau ion hipoklorit (ClO⁻) hampir selalu diselesaikan dengan metode ini karena langkah penyetaraan atom O dan H menjadi krusial. Metode setengah reaksi memberikan kejelasan apakah reaksi berlangsung dalam kondisi asam (menggunakan H⁺) atau basa (menggunakan OH⁻).

Karakteristik Reaksi Oksidasi Reaksi Reduksi
Definisi Pelepasan elektron oleh suatu spesies. Penerimaan elektron oleh suatu spesies.
Perubahan Bilangan Oksidasi Meningkat (menjadi lebih positif). Menurun (menjadi lebih negatif).
Spesies Kunci Zat pereduksi (reduktan), yang sendiri teroksidasi. Zat pengoksidasi (oksidan), yang sendiri tereduksi.
Arah Aliran Elektron Elektron dilepaskan dan berada di sisi produk setengah reaksi. Elektron diterima dan berada di sisi reaktan setengah reaksi.

Langkah-Langkah Penyelesaian dalam Suasana Asam

Penyetaraan reaksi redoks dalam suasana asam mengikuti prosedur yang terstruktur. Kunci dari metode ini adalah menyetarakan atom selain O dan H terlebih dahulu, lalu menyetarakan atom O dengan menambahkan H₂O, dan akhirnya menyetarakan atom H dengan menambahkan H⁺. Muatan kemudian disetarakan dengan penambahan elektron. Pendekatan ini menjamin bahwa hukum kekekalan massa dan muatan selalu terpenuhi.

Prosedur Sistematis untuk Suasana Asam

  1. Identifikasi dan tuliskan spesi yang mengalami oksidasi dan reduksi dalam bentuk ionik terpisah.
  2. Setarakan atom selain O dan H pada setiap setengah reaksi.
  3. Setarakan atom O dengan menambahkan molekul H₂O ke sisi yang kekurangan O.
  4. Setarakan atom H dengan menambahkan ion H⁺ ke sisi yang kekurangan H.
  5. Setarakan muatan total di setiap sisi setengah reaksi dengan menambahkan elektron (e⁻).
    • Elektron ditambahkan di sisi yang lebih positif (kiri jika reaktan lebih positif, kanan jika produk lebih positif).
  6. Samakan jumlah elektron pada kedua setengah reaksi dengan mencari kelipatan persekutuan terkecil (KPK).
  7. Jumlahkan kedua setengah reaksi yang telah dikalikan, lalu coret spesi yang muncul di kedua sisi (termasuk elektron).
  8. Sederhanakan koefisien jika memungkinkan dan periksa kembali keseimbangan atom dan muatan.
BACA JUGA  Nilai p pada persamaan kuadrat x²+4px+4=0 dengan x₁x₂² + x₁²x₂ = 32

Contoh Penyelesaian Lengkap: Oksidasi Fe²⁺ menjadi Fe³⁺ oleh Cr₂O₇²⁻

Mari kita setarakan reaksi antara ion besi(II) dan ion dikromat dalam asam, menghasilkan ion besi(III) dan kromium(III). Reaksi tidak setara: Cr₂O₇²⁻ + Fe²⁺ → Cr³⁺ + Fe³⁺ (dalam asam).

Setengah Reaksi Reduksi (Cr₂O₇²⁻ → Cr³⁺):

1. Setarakan Cr

Cr₂O₇²⁻ → 2Cr³⁺

2. Setarakan O dengan H₂O

Cr₂O₇²⁻ → 2Cr³⁺ + 7H₂O

3. Setarakan H dengan H⁺

14H⁺ + Cr₂O₇²⁻ → 2Cr³⁺ + 7H₂O

4. Setarakan muatan

Muatan kiri: 14(+1) + (-2) = +

12. Muatan kanan

2(+3) = +6. Selisih +6, tambah 6e⁻ di kiri.
Hasil: 14H⁺ + Cr₂O₇²⁻ + 6e⁻ → 2Cr³⁺ + 7H₂O

Setengah Reaksi Oksidasi (Fe²⁺ → Fe³⁺):

  • Atom Fe sudah setara.
  • Tidak ada O atau H yang perlu disetarakan.
  • 3. Setarakan muatan

    Muatan kiri: +

    2. Muatan kanan

    +3. Selisih +1, tambah 1e⁻ di kanan.

Hasil: Fe²⁺ → Fe³⁺ + e⁻

KPK elektron adalah
6. Kalikan setengah reaksi oksidasi dengan 6: 6Fe²⁺ → 6Fe³⁺ + 6e⁻. Jumlahkan dengan setengah reaksi reduksi:

H⁺ + Cr₂O₇²⁻ + 6e⁻ + 6Fe²⁺ → 2Cr³⁺ + 7H₂O + 6Fe³⁺ + 6e⁻

Coret 6e⁻ di kedua sisi, diperoleh persamaan ionik bersih: 14H⁺ + Cr₂O₇²⁻ + 6Fe²⁺ → 2Cr³⁺ + 7H₂O + 6Fe³⁺.

Pemeriksaan Akhir Setelah Penyetaraan

Setelah mendapatkan persamaan akhir, lakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada kesalahan.

  • Periksa keseimbangan setiap jenis atom (Cr, O, H, Fe) di sisi reaktan dan produk.
  • Hitung muatan total di sisi kiri dan kanan. Untuk contoh di atas: Kiri: 14(+1) + (-2) + 6(+2) = +
    24. Kanan: 2(+3) + 6(+3) = +24. Muatan setara.
  • Pastikan koefisien sudah dalam bentuk paling sederhana.
  • Konfirmasi bahwa elektron sudah benar-benar tereliminasi (tidak muncul dalam persamaan bersih).

Adaptasi dan Penyelesaian dalam Suasana Basa

Dalam suasana basa, kita tidak dapat menggunakan ion H⁺ secara bebas karena konsentrasinya sangat rendah. Prinsip dasarnya adalah kita pertama-tama menyetarakan reaksi seolah-olah dalam suasana asam, kemudian menetralkan kelebihan H⁺ dengan menambahkan ion OH⁻ yang sama banyak ke kedua sisi persamaan. Ion OH⁻ dan H⁺ akan bergabung membentuk air (H₂O).

Modifikasi Langkah untuk Suasana Basa

  1. Ikuti langkah 1-7 dari metode suasana asam untuk mendapatkan persamaan ionik bersih yang mengandung H⁺.
  2. Tambahkan ion OH⁻ yang jumlahnya sama dengan jumlah H⁺ di kedua sisi persamaan.
  3. Di sisi yang mengandung H⁺, gabungkan H⁺ dan OH⁻ menjadi H₂O (setiap 1 H⁺ + 1 OH⁻ → 1 H₂O).
  4. Sederhanakan persamaan dengan mengurangi molekul H₂O yang sama di kedua sisi jika memungkinkan.
  5. Periksa kembali keseimbangan atom dan muatan.
Aspect Suasana Asam Suasana Basa
Spesies untuk setarakan H H⁺ (ion hidrogen) OH⁻ (ion hidroksida) dan H₂O
Langkah kunci Setarakan O dengan H₂O, lalu H dengan H⁺. Setarakan seperti dalam asam, lalu netralkan H⁺ dengan OH⁻.
Spesies yang umum H⁺, H₂O OH⁻, H₂O, kadang ion logam hidroksida (seperti Cr(OH)₃)
Hasil akhir Persamaan mengandung H⁺ Persamaan mengandung OH⁻ dan/atau H₂O, tanpa H⁺.

Contoh Konversi dari Suasana Asam ke Basa

Setarakan dengan Metode Setengah Reaksi

Source: slidesharecdn.com

Ambil hasil dari contoh sebelumnya: 14H⁺ + Cr₂O₇²⁻ + 6Fe²⁺ → 2Cr³⁺ + 7H₂O + 6Fe³⁺. Untuk mengubahnya ke suasana basa, tambahkan 14 OH⁻ ke kedua sisi.

H⁺ + Cr₂O₇²⁻ + 6Fe²⁺ + 14OH⁻ → 2Cr³⁺ + 7H₂O + 6Fe³⁺ + 14OH⁻

Di sisi kiri, gabungkan 14H⁺ dan 14OH⁻ menjadi 14H₂O. Persamaan menjadi:

H₂O + Cr₂O₇²⁻ + 6Fe²⁺ → 2Cr³⁺ + 7H₂O + 6Fe³⁺ + 14OH⁻

Kurangi 7H₂O dari kedua sisi (karena ada 7H₂O di kanan):

7H₂O + Cr₂O₇²⁻ + 6Fe²⁺ → 2Cr³⁺ + 6Fe³⁺ + 14OH⁻

Periksa muatan: Kiri: (-2) + 6(+2) = +
10. Kanan: 2(+3) + 6(+3) + 14(-1) = +6 + 18 – 14 = +10. Setara.

Spesies Umum dalam Reaksi Redoks Basa

Dalam suasana basa, selain OH⁻ dan H₂O, sering muncul senyawa hidroksida dari kation logam yang terbentuk. Misalnya, Cr³⁺ dalam basa sering ditulis sebagai Cr(OH)₃(s), dan Mn²⁺ sebagai Mn(OH)₂(s). Ion seperti MnO₄⁻ dapat tereduksi menjadi MnO₂(s) (mangan(IV) oksida) yang tidak larut, bukan Mn²⁺.

Contoh Penerapan pada Reaksi Kimia Spesifik: Setarakan Dengan Metode Setengah Reaksi

Mari kita terapkan metode ini pada beberapa reaksi spesifik yang sering dijumpai. Analisis ini akan menunjukkan fleksibilitas metode setengah reaksi dalam menangani berbagai kompleksitas, dari reaksi ion sederhana hingga molekul organik.

Reduksi Ion Permanganat (MnO₄⁻) menjadi Mn²⁺ dalam Asam

Reaksi ini adalah contoh klasik dalam titrasi redoks. Setengah reaksi reduksi untuk MnO₄⁻ dalam asam adalah fondasi dari banyak perhitungan.

Setengah Reaksi: MnO₄⁻ → Mn²⁺
Setarakan O: MnO₄⁻ → Mn²⁺ + 4H₂O
Setarakan H: 8H⁺ + MnO₄⁻ → Mn²⁺ + 4H₂O
Setarakan muatan: Kiri: 8(+1) + (-1) = +

7. Kanan

+2. Selisih +5, tambah 5e⁻ di kiri.
Hasil: 8H⁺ + MnO₄⁻ + 5e⁻ → Mn²⁺ + 4H₂O

Oksidasi Etanol (C₂H₅OH) menjadi Asam Asetat (CH₃COOH) dalam Asam

Reaksi ini menunjukkan kemampuan metode untuk menyetarakan molekul organik. Perhatikan penyetaraan atom C dan H.

Setengah Reaksi Oksidasi: C₂H₅OH + H₂O → CH₃COOH
Setarakan C: C₂H₅OH + H₂O → 2CH₃COOH? Tidak, C sudah setara (masing-masing 2).
Setarakan O: Kiri: 1 (dari etanol) + 1 (dari H₂O) =

2. Kanan

2 (dari dua gugus -COOH). Setara.
Setarakan H: Kiri: 6 (dari etanol) + 2 (dari H₂O) =

8. Kanan

8 (dari 2CH₃COOH). Setara.
Setarakan muatan: Semua spesies netral (muatan 0). Selisih muatan 0, tapi terjadi oksidasi. Bilangan oksidasi C dalam etanol rata-rata -2, dalam asam asetat rata-rata 0.

Perubahan 2 elektron per atom C, total 4 elektron untuk C₂H₅OH.
Hasil: C₂H₅OH + H₂O → CH₃COOH + 4H⁺ + 4e⁻

Setengah reaksi ini kemudian dapat digabungkan dengan setengah reaksi reduksi dari suatu oksidan (seperti Cr₂O₇²⁻) untuk mendapatkan reaksi lengkap.

Contoh Reaksi Zat Pengoksidasi (Oksidan) Zat Pereduksi (Reduktan) Suasana Umum
Pemutihan dengan Klorin Cl₂ OH⁻ (membentuk ClO⁻) Basa
Pengolahan Air (Penghilangan Besi) O₂ (udara) Fe²⁺ (menjadi Fe³⁺ lalu Fe(OH)₃) Basa
Reaksi Logam dengan Asam H⁺ (dari asam) Logam (misalnya Zn, Mg) Asam
Reaksi dalam Baterai Alkalin MnO₂ Zn Basa (KOH)

Contoh Setengah Reaksi Rumit (Reduksi Nitrat menjadi Amonia dalam Basa):
NO₃⁻ → NH₃
Setarakan O: NO₃⁻ → NH₃ + 3H₂O
Setarakan H (seperti dalam asam): 9H⁺ + NO₃⁻ → NH₃ + 3H₂O
Setarakan muatan: Kiri: 9(+1) + (-1)= +

8. Kanan

0. Tambah 8e⁻ di kiri.
Asam: 9H⁺ + NO₃⁻ + 8e⁻ → NH₃ + 3H₂O
Konversi ke Basa (tambah 9OH⁻): 9H₂O + NO₃⁻ + 8e⁻ → NH₃ + 3H₂O + 9OH⁻
Sederhanakan: 6H₂O + NO₃⁻ + 8e⁻ → NH₃ + 9OH⁻

Ilustrasi Visual dan Pemahaman Konseptual

Pemahaman metode setengah reaksi dapat diperdalam dengan membayangkan ilustrasi visual. Bayangkan sebuah reaksi redoks lengkap seperti sebuah pertunjukan dengan dua panggung terpisah: panggung oksidasi dan panggung reduksi. Metode setengah reaksi memungkinkan kita untuk mengamati setiap panggung secara detail sebelum menggabungkannya menjadi satu pertunjukan utuh.

Diagram Pemisahan Reaksi Redoks

Sebuah diagram dapat menggambarkan reaksi lengkap, misalnya seng (Zn) yang direaksikan dengan ion tembaga(II) (Cu²⁺), dipisah menjadi dua wadah terhubung oleh jembatan garam (sel galvanik). Di wadah pertama, setengah reaksi oksidasi Zn → Zn²⁺ + 2e⁻ terjadi, melepaskan elektron yang mengalir melalui kawat. Di wadah kedua, setengah reaksi reduksi Cu²⁺ + 2e⁻ → Cu terjadi, menerima elektron yang mengalir tadi.

Aliran elektron inilah yang menghasilkan arus listrik. Metode setengah reaksi secara tertulis merepresentasikan secara tepat apa yang terjadi di setiap wadah tersebut.

Alur Elektron dalam Sel Galvanik

Representasi visual alur elektron dimulai dari atom/ion yang dioksidasi (misalnya, atom Zn). Gambarkan elektron-elektron meninggalkan permukaan Zn, bergerak melalui konduktor logam menuju permukaan elektrode tembaga. Di sana, elektron-elektron tersebut diserap oleh ion Cu²⁺ di larutan, mengendapkan logam Cu. Metode setengah reaksi dengan jelas menunjukkan elektron sebagai produk dari reaksi oksidasi dan sebagai reaktan dari reaksi reduksi, yang secara visual sesuai dengan aliran dari satu elektrode ke elektrode lain.

Prinsip Transfer Elektron

Metode ini adalah cerminan langsung dari definisi redoks sebagai reaksi transfer elektron. Dengan menuliskan elektron secara eksplisit dalam setengah reaksi, kita dapat menghitung dan menyamakan jumlah elektron yang dilepaskan dan diterima. Ini adalah pengejewantahan dari prinsip bahwa dalam reaksi redoks, tidak ada elektron yang muncul atau hilang; elektron hanya berpindah dari reduktan ke oksidan.

Identifikasi Zat yang Teroksidasi dan Tereduksi

Hanya dengan melihat setengah reaksi yang sudah setara, kita dapat langsung mengidentifikasi proses yang terjadi.

  • Spesies yang mengalami oksidasi adalah spesies yang muncul di sisi reaktan dari setengah reaksi oksidasi, dan di sisi produknya, bilangan oksidasinya lebih tinggi. Elektron muncul di sisi produk.
  • Spesies yang mengalami reduksi adalah spesies yang muncul di sisi reaktan dari setengah reaksi reduksi, dan di sisi produknya, bilangan oksidasinya lebih rendah. Elektron muncul di sisi reaktan.
  • Zat pereduksi (reduktan) adalah spesies yang teroksidasi itu sendiri.
  • Zat pengoksidasi (oksidan) adalah spesies yang tereduksi itu sendiri.

Latihan dan Pengembangan Kemampuan

Untuk menguasai metode setengah reaksi, latihan bertahap sangat penting. Berikut adalah beberapa soal dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Cobalah selesaikan sendiri sebelum melihat petunjuk atau mencocokkan hasil akhirnya.

Soal Latihan Bertingkat

Mudah: Setarakan reaksi berikut dalam suasana asam menggunakan metode setengah reaksi: I⁻ + Cl₂ → I₂ + Cl⁻.

Petunjuk: Oksidasi: I⁻ ke I₂ (2I⁻ → I₂). Reduksi: Cl₂ ke Cl⁻ (Cl₂ → 2Cl⁻). Setarakan muatan dengan elektron.

Sedang: Setarakan reaksi berikut dalam suasana asam: H₂O₂ + I⁻ → I₂ + H₂O.

Petunjuk: Perhatikan H₂O₂ dapat bertindak sebagai oksidan (tereduksi jadi H₂O) atau reduktan. Dalam reaksi ini dengan I⁻, H₂O₂ adalah oksidan. Setengah reaksi reduksi: H₂O₂ → H₂O. Setarakan O dan H, lalu muatan.

Sulit: Setarakan reaksi berikut dalam suasana basa: Al + NO₃⁻ → Al(OH)₄⁻ + NH₃.

Petunjuk: Oksidasi: Al → Al(OH)₄⁻ (tambahkan H₂O dan OH⁻ untuk setarakan O dan H). Reduksi: NO₃⁻ → NH₃ (lihat contoh rumit sebelumnya). Setarakan seperti dalam asam terlebih dahulu, lalu konversi ke basa.

Strategi Pemeriksaan Kebenaran Hasil

Setelah mendapatkan persamaan akhir, lakukan dua pemeriksaan utama secara berurutan:

  1. Pemeriksaan Atom: Hitung jumlah setiap jenis atom (termasuk O dan H) di sisi reaktan dan produk. Harus sama.
  2. Pemeriksaan Muatan: Hitung muatan total di sisi reaktan dan produk. Harus sama. Ini adalah uji penuntas yang sangat efektif.

Kesalahan Umum dan Perbaikannya, Setarakan dengan Metode Setengah Reaksi

  • Kesalahan 1: Lupa menyetarakan atom selain O dan H terlebih dahulu. Ini akan merusak seluruh langkah selanjutnya. Perbaiki: Selalu mulai dari atom non-O/H.
  • Kesalahan 2: Salah menempatkan elektron. Ingat, elektron ditambahkan untuk menyamakan muatan, bukan secara sembarangan. Periksa perhitungan muatan total setiap sisi dengan cermat.
  • Kesalahan 3: Langsung menambahkan OH⁻ di suasana basa dari awal. Perbaiki: Selalu kerjakan dulu seolah-olah dalam asam, baru kemudian netralkan H⁺ dengan OH⁻.
  • Kesalahan 4: Tidak menyederhanakan koefisien atau tidak mencoret spesi yang sama di kedua sisi setelah penjumlahan. Perbaiki: Selalu sederhanakan persamaan akhir.

Checklist Prosedur Penyelesaian

  • ☐ Identifikasi dan tulis dua setengah reaksi (oksidasi & reduksi) secara terpisah.
  • ☐ Setarakan semua atom selain Oksigen dan Hidrogen.
  • ☐ Setarakan atom O dengan menambahkan H₂O.
  • ☐ Setarakan atom H dengan menambahkan H⁺ (untuk suasana asam).
  • ☐ Setarakan muatan dengan menambahkan elektron (e⁻).
  • ☐ Samakan jumlah elektron pada kedua setengah reaksi (cari KPK).
  • ☐ Jumlahkan kedua setengah reaksi yang telah dikalikan.
  • ☐ Coret spesi yang muncul di kedua sisi (elektron, H₂O, H⁺/OH⁻ yang sama).
  • ☐ Jika suasana basa, netralkan H⁺ dengan menambah OH⁻ ke kedua sisi dan gabungkan menjadi H₂O.
  • ☐ Sederhanakan koefisien dan periksa keseimbangan atom & muatan.

Kesimpulan

Penguasaan metode setengah reaksi membuka pintu untuk memahami berbagai fenomena kimia, dari proses korosi hingga kerja baterai. Metode ini menegaskan prinsip kekekalan muatan dan massa dengan cara yang jelas melalui penyeimbangan elektron. Dengan latihan yang cukup, penyetaraan reaksi redoks yang paling rumit pun dapat disederhanakan menjadi langkah-langkah logis dan terstruktur, mengubah tantangan menjadi sebuah pemecahan masalah yang memuaskan.

Informasi FAQ

Apakah metode setengah reaksi selalu lebih baik daripada metode bilangan oksidasi?

Tidak selalu. Metode bilangan oksidasi sering lebih cepat untuk reaksi redoks sederhana dalam suasana netral. Namun, metode setengah reaksi lebih disarankan untuk reaksi dalam suasana asam atau basa yang kompleks, karena lebih sistematis dalam menangani atom O dan H.

Bagaimana jika dalam satu reaksi terdapat lebih dari dua zat yang mengalami perubahan bilangan oksidasi?

Metode setengah reaksi tetap dapat digunakan. Identifikasi semua spesies yang mengalami oksidasi dan reduksi, lalu gabungkan setengah reaksi untuk spesies dengan perubahan serupa. Prosesnya menjadi lebih panjang dan memerlukan ketelitian dalam menggabungkan elektron.

Mengapa kita menambahkan OH- pada langkah akhir suasana basa, bukan dari awal?

Karena lebih sistematis. Langkah awal menyetarakan seperti dalam asam (dengan H+ dan H2O) lebih mudah. Penambahan OH- setelahnya untuk menetralkan kelebihan H+ secara efektif mengkonversi suasana reaksi menjadi basa tanpa mengacaukan penyeimbangan atom.

Apakah metode ini dapat digunakan untuk menyetarakan reaksi redoks dalam elektrolisis atau sel volta?

Sangat bisa dan justru sangat dianjurkan. Metode setengah reaksi secara alami merepresentasikan proses di anoda (oksidasi) dan katoda (reduksi) secara terpisah, sehingga sangat cocok untuk menganalisis reaksi sel elektrokimia.

Leave a Comment