Nilai Komposisi f o f untuk f(x)=x²-3x dan Cara Menghitungnya

Nilai komposisi f o f untuk f(x)=x²‑3x – Nilai komposisi f o f untuk f(x)=x²-3x membawa kita pada petualangan matematika yang mengasyikkan, di mana sebuah fungsi bertemu dengan dirinya sendiri. Bayangkan sebuah mesin yang menerima input, mengolahnya, lalu hasilnya dimasukkan kembali ke dalam mesin yang sama. Proses berlapis ini seperti memainkan sebuah lagu dengan efek gema, di mana suara asli diproses ulang untuk menciptakan harmoni yang baru dan lebih kompleks.

Topik ini mengajak kita menyelami konsep komposisi fungsi, khususnya ketika fungsi kuadrat f(x) = x²
-3x dikenakan operasi pada dirinya sendiri. Kita akan melihat bagaimana sebuah aturan aljabar sederhana dapat berkembang menjadi suatu ekspresi baru yang menawan melalui substitusi dan penyederhanaan, serta mengeksplorasi makna di balik angka-angka yang dihasilkan.

Memahami Konsep Dasar Komposisi Fungsi

Komposisi fungsi adalah operasi menggabungkan dua fungsi atau lebih menjadi satu fungsi baru, di mana output dari fungsi pertama menjadi input untuk fungsi berikutnya. Dalam konteks (f o f)(x), yang kita lakukan adalah menerapkan fungsi f dua kali secara berurutan. Notasi (f o f)(x) dibaca sebagai “f bundaran f dari x”, yang artinya kita pertama menghitung f(x), lalu hasilnya kita masukkan kembali ke dalam rumus f, sehingga menjadi f(f(x)).

Bayangkan kamu memiliki mesin pengupas kentang (fungsi f) yang menerima kentang utuh (input x) dan mengeluarkan kentang yang sudah dikupas. Komposisi (f o f) akan seperti mengambil kentang yang sudah dikupas tadi dan memasukkannya kembali ke mesin yang sama. Hasilnya mungkin bukan lagi kentang yang lebih terkupas, tetapi sesuatu yang berbeda, mungkin potongan atau bahkan bubur, tergantung bagaimana mesin itu bekerja.

Ini menggambarkan bahwa mengaplikasikan fungsi yang sama dua kali dapat menghasilkan transformasi yang tidak terduga.

Langkah Umum Menghitung (f o f)(x)

Untuk menghitung komposisi fungsi (f o f)(x) dari sembarang fungsi f(x), prosedur aljabarnya cukup sistematis. Berikut adalah langkah-langkah inti yang dapat diterapkan.

  1. Tentukan ekspresi fungsi f(x).
  2. Substitusikan seluruh ekspresi f(x) ke dalam variabel x dari fungsi f itu sendiri. Ini berarti setiap kemunculan ‘x’ dalam rumus asli f(x) diganti dengan ‘(f(x))’ atau rumus lengkapnya.
  3. Sederhanakan ekspresi aljabar yang dihasilkan, yang mungkin melibatkan ekspansi, penggabungan suku sejenis, dan pemfaktoran.
BACA JUGA  Hitung Panjang Pita Kertas Sita Berdasarkan Proporsi Warna Analisis Metode

Analisis Fungsi Awal f(x) = x² – 3x

Sebelum menyelami komposisinya, penting untuk mengenal fungsi dasarnya. Fungsi f(x) = x²
-3x adalah sebuah fungsi kuadrat dengan koefisien utama 1 (pada x²) dan koefisien linier -3 (pada x). Fungsi ini membentuk grafik parabola yang terbuka ke atas karena koefisien x² positif.

Parabola dari fungsi ini memotong sumbu-Y ketika x=0, yaitu di titik (0, 0). Untuk mencari titik potong sumbu-X, kita set f(x)=0, sehingga x²
-3x = 0. Dengan memfaktorkan, kita dapatkan x(x-3)=0, yang memberikan titik potong di (0, 0) dan (3, 0). Titik puncak atau vertex parabola ini terletak di tengah-tengah kedua akarnya, yaitu di x = 1.5. Nilai f(1.5) adalah (1.5)²
-3*(1.5) = 2.25 – 4.5 = -2.25, sehingga vertexnya berada di koordinat (1.5, -2.25).

Secara visual, parabola ini berbentuk seperti huruf “U” yang rendah, memotong titik asal (0,0), turun hingga titik terendah di (1.5, -2.25), lalu naik kembali dan memotong sumbu-X di (3, 0).

Contoh Perhitungan Nilai f(x), Nilai komposisi f o f untuk f(x)=x²‑3x

Berikut adalah beberapa contoh nilai fungsi untuk memberikan gambaran numerik tentang perilaku f(x).

Nilai Input (x) Perhitungan f(x) = x²

3x

Hasil f(x) Keterangan
-1 (-1)²

3*(-1) = 1 + 3

4 Nilai positif di kiri vertex.
0 (0)²

3*(0) = 0 – 0

0 Titik potong sumbu-X dan Y.
2 (2)²

3*(2) = 4 – 6

-2 Nilai negatif di antara akar.
4 (4)²

3*(4) = 16 – 12

4 Nilai positif di kanan vertex, simetris dengan x=-1.

Prosedur Menghitung (f o f)(x) untuk f(x) = x² – 3x

Sekarang kita terapkan langkah-langkah komposisi pada fungsi spesifik kita. Proses ini murni manipulasi aljabar yang teliti.

Kita mulai dengan definisi: (f o f)(x) = f(f(x)). Karena f(x) = x²
-3x, maka f(f(x)) berarti kita mengganti setiap variabel ‘x’ dalam rumus itu dengan ‘(x²
-3x)’.

f(f(x)) = (f(x))²

  • 3
  • (f(x)) = (x²
  • 3x)²
  • 3(x²
  • 3x)

Langkah kuncinya ada pada substitusi ini. Ekspresi (x²
-3x) diperlakukan sebagai satu kesatuan yang menggantikan ‘x’ di posisi pertama (menjadi kuadrat) dan di posisi kedua (dikalikan -3).

Penyederhanaan dan Bentuk Akhir Ekspresi

Dari bentuk (x²
-3x)²
-3(x²
-3x), kita perlu melakukan ekspansi dan penyederhanaan. Pertama, kita uraikan kuadrat dari binomial tersebut.

(x²
-3x)² = (x²)²
-2*(x²)*(3x) + (3x)² = x⁴
-6x³ + 9x². Selanjutnya, kita jabarkan suku kedua: -3(x²
-3x) = -3x² + 9x. Kemudian, kita gabungkan semua suku-suku ini: x⁴
-6x³ + 9x²
-3x² + 9x. Suku sejenis 9x² dan -3x² dapat digabungkan menjadi 6x². Dengan demikian, bentuk paling sederhana dari komposisi fungsi ini adalah:

(f o f)(x) = x⁴

6x³ + 6x² + 9x

Bandingkan bentuk akhir ini dengan fungsi asli f(x) = x²
-3x. Perbedaan yang mencolok adalah peningkatan kompleksitas. Fungsi asal adalah polinomial derajat dua (kuadrat), sedangkan hasil komposisinya adalah polinomial derajat empat (kuartik). Komposisi telah mengintensifkan efek fungsi, mengubah parabola sederhana menjadi kurva yang bisa memiliki hingga tiga titik belok dan perilaku yang lebih rumit untuk nilai x yang besar atau kecil.

Evaluasi Nilai dan Penerapan Contoh Numerik

Mari kita uji bentuk akhir (f o f)(x) = x⁴
-6x³ + 6x² + 9x dengan beberapa nilai x, dan bandingkan dengan nilai f(x). Perbandingan ini menunjukkan efek “pemrosesan ganda”.

Perbandingan Nilai f(x) dan (f o f)(x)

x f(x) = x²

  • 3x
(f o f)(x) = x⁴
  • 6x³ + 6x² + 9x
  • Interpretasi
    0 0 0 Input 0 tetap menghasilkan 0 setelah dua kali transformasi.
    1 1 – 3 = -2 1 – 6 + 6 + 9 = 10 f(1) negatif, tetapi f(f(1)) = f(-2) = 10. Nilai melonjak jauh.
    3 9 – 9 = 0 81 – 162 + 54 + 27 = 0 Input 3 menghasilkan 0 di tahap pertama, dan f(0)=0.

    Analisis numerik ini mengungkap pola menarik. Nilai x yang merupakan akar dari f(x) (seperti 0 dan 3) akan menghasilkan (f o f)(x) = 0, karena langkah pertama sudah menghasilkan nol. Namun, untuk nilai lain seperti x=1, transformasi ganda ini dapat mengubah nilai negatif menjadi positif yang besar, menunjukkan bagaimana komposisi memperkuat atau membalikkan efek tergantung pada wilayah input.

    Eksplorasi Sifat dan Pola Unik dari Hasil Komposisi: Nilai Komposisi F o f Untuk F(x)=x²‑3x

    Fungsi hasil komposisi (f o f)(x) = x⁴
    -6x³ + 6x² + 9x menyimpan sifat-sifat menarik. Polinomial ini dapat difaktorkan sebagian dengan mengeluarkan faktor bersama x dan dengan memanfaatkan pengetahuan kita tentang akar-akarnya. Karena kita tahu jika x adalah akar dari f(x) (yaitu x=0 atau x=3), maka (f o f)(x) pasti nol. Berarti, (x-0) dan (x-3) adalah faktor dari hasil komposisi.

    Faktanya, x⁴
    -6x³ + 6x² + 9x = x(x – 3)(x²
    -3x – 3).

    Faktor kuadrat x²
    -3x – 3 memberikan dua akar irasional lainnya, yang merupakan nilai x di mana f(x) menghasilkan akar dari f(x) itu sendiri. Pola ini bukan kebetulan; ia mencerminkan struktur berlapis dari komposisi. Operasi (f o f) secara efektif menciptakan jalur transformasi dua tahap: input x ditransformasi menjadi suatu nilai antara, lalu nilai antara itu ditransformasi lagi menjadi output akhir.

    Ilustrasi deskriptifnya adalah seperti sebuah mesin yang memiliki dua ruang proses identik. Bahan baku (x) masuk ke ruang pertama dan berubah menjadi bahan setengah jadi (f(x)). Bahan setengah jadi ini lalu digiling lagi di ruang kedua dengan aturan yang sama, menghasilkan produk akhir (f(f(x))) yang sifatnya bisa sangat berbeda dari bahan baku awal, meskipun mesin di setiap ruang identik.

    Kesimpulan

    Nilai komposisi f o f untuk f(x)=x²‑3x

    Source: googleusercontent.com

    Dari perjalanan menghitung nilai komposisi f o f untuk f(x)=x²-3x, terlihat betapa operasi ini seperti memberi fungsi tersebut cermin untuk melihat refleksi dirinya sendiri. Hasilnya, x⁴
    -6x³ + 6x² + 9x, adalah sebuah bentuk baru yang lebih kompleks, membuka pintu untuk eksplorasi pola dan sifat matematika yang lebih dalam. Proses ini bukan sekadar manipulasi aljabar, melainkan sebuah tarian elegan antara substitusi dan penyederhanaan yang memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana fungsi-fungsi saling berinteraksi dan bertransformasi.

    FAQ dan Solusi

    Apa bedanya (f o f)(x) dengan [f(x)]² atau f(x)
    – f(x)?

    Berbeda. (f o f)(x) berarti f(f(x)), yaitu memasukkan hasil f(x) ke dalam rumus f lagi. Sementara [f(x)]² adalah mengkuadratkan hasil f(x). Untuk f(x)=x²-3x, hasilnya akan sangat berbeda karena aturan fungsinya melibatkan kuadrat dan perkalian.

    Apakah hasil (f o f)(x) untuk fungsi kuadrat selalu berderajat empat?

    Ya, umumnya iya. Karena fungsi kuadrat memiliki pangkat tertinggi dua, maka saat dimasukkan ke dalam dirinya sendiri (x² diganti dengan suatu kuadrat), pangkatnya akan berlipat menjadi 2 x 2 = 4, sehingga menghasilkan polinomial derajat empat.

    Bisakah kita menggambar grafik dari (f o f)(x)?

    Tentu bisa. Grafik dari (f o f)(x) = x⁴
    -6x³ + 6x² + 9x akan berbentuk kurva polinomial derajat empat, yang bentuknya lebih kompleks daripada parabola asli f(x). Kurva ini bisa memiliki lebih dari satu titik belok dan perilaku ujung yang berbeda.

    Adakah nilai x di mana f(f(x)) sama dengan f(x)?

    Pertanyaan yang menarik. Itu berarti mencari x sehingga f(f(x)) = f(x). Untuk fungsi ini, kita perlu menyelesaikan persamaan x⁴
    -6x³ + 6x² + 9x = x²
    -3x. Penyelesaiannya akan memberikan nilai-nilai x khusus di mana komposisi kembali ke fungsi awal.

    Leave a Comment