Hitung Volume Batu Tercelup dari Berat Air Dipindahkan 5 N Prinsip Archimedes

Hitung volume batu tercelup dari berat air dipindahkan 5 N adalah pertanyaan klasik yang menguji pemahaman mendasar tentang hukum Archimedes. Prinsip yang ditemukan lebih dari dua ribu tahun lalu ini ternyata masih sangat relevan dan aplikatif, bahkan untuk menyelesaikan soal fisika sehari-hari. Konsep bahwa gaya apung sama dengan berat fluida yang dipindahkan menjadi kunci untuk menguak misteri volume benda yang tenggelam.

Melalui analisis ini, kita akan menelusuri langkah-langkah sistematis untuk mengubah besaran berat, yaitu 5 Newton, menjadi angka volume batu yang tercelup. Prosesnya melibatkan pemahaman tentang massa jenis air dan percepatan gravitasi, yang merupakan konstanta penting dalam perhitungan ilmiah. Dengan pendekatan yang jelas, perhitungan yang tampak rumit justru menjadi sangat logis dan mudah dipahami.

Konsep Dasar Hukum Archimedes dan Berat Air yang Dipindahkan

Prinsip yang ditemukan oleh Archimedes ini sesungguhnya sangat elegan dan praktis. Intinya, ketika sebuah benda dicelupkan ke dalam fluida—baik sebagian maupun seluruhnya—benda tersebut akan mengalami gaya ke atas atau gaya apung. Besar gaya apung ini persis sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda tersebut. Bayangkan Anda masuk ke bak mandi yang penuh; air akan tumpah ke lantai. Berat air yang tumpah itulah yang menjadi kunci untuk memahami seberapa besar gaya dorong ke atas yang Anda rasakan.

Konsep “berat air dipindahkan” dan “volume air dipindahkan” adalah dua sisi dari koin yang sama, namun dengan penekanan yang berbeda. Volume adalah besaran yang menunjukkan seberapa banyak ruang yang diisi, sementara berat adalah ukuran gaya tarik gravitasi terhadap massa air tersebut. Analoginya, jika Anda menumpahkan satu gelas penuh air minum kemasan (volume sekitar 220 mL), yang Anda lihat adalah volumenya.

Namun, untuk merasakan beratnya, Anda harus mengangkat gelas itu. Dalam konteks Hukum Archimedes, yang langsung terukur melalui neraca pegas adalah beratnya, karena gaya apung diukur dalam satuan Newton.

Untuk memperjelas hubungan antara berbagai besaran dalam fenomena benda tercelup, tabel berikut merinci komponen-komponen utamanya.

Prinsip Archimedes mengungkap bahwa volume batu yang tercelup setara dengan volume air yang dipindahkan. Dengan berat air 5 N (≈0.51 kg), volume batu adalah sekitar 0.00051 m³. Konversi satuan ini mengingatkan pada pentingnya presisi dalam mengubah waktu, misalnya memahami Berapa Tahun dalam 565 Hari. Kembali ke fisika, hasil volume tadi menjadi kunci untuk menghitung massa jenis dan menganalisis gaya apung secara lebih mendalam.

Besaran Pokok Simbol Satuan (SI) Keterangan
Gaya Apung FA Newton (N) Gaya ke atas yang dialami benda, sama dengan berat fluida yang dipindahkan.
Berat Fluida Dipindahkan Wf Newton (N) Hasil kali massa jenis fluida, percepatan gravitasi, dan volume benda tercelup.
Volume Benda Tercelup Vtc Meter kubik (m³) Volume bagian benda yang berada di dalam fluida; sama dengan volume fluida yang dipindahkan.
Massa Jenis Fluida ρf Kilogram per meter kubik (kg/m³) Kerapatan fluida tempat benda dicelupkan (misal: air tawar ≈ 1000 kg/m³).
Percepatan Gravitasi g Meter per detik kuadrat (m/s²) Nilai konstanta di lokasi pengukuran (biasanya 9.8 atau 10 m/s²).
BACA JUGA  Hukum Newton Kedua Besar Resultan Gaya Konsep Rumus dan Penerapan

Analisis Soal: Menghitung Volume Batu dari Berat Air yang Dipindahkan

Mari kita terapkan prinsip tersebut pada soal konkret: diketahui berat air yang dipindahkan oleh sebuah batu adalah 5 Newton. Dari data tunggal ini, kita dapat menemukan volume batu yang tercelup. Langkah logisnya dimulai dari memahami bahwa angka 5 N tersebut bukanlah berat batu, melainkan besar gaya apung yang bekerja padanya. Karena gaya apung sama dengan berat air yang dipindahkan, maka kita telah mendapatkan nilai F A = 5 N.

Langkah selanjutnya adalah melakukan konversi dari besaran gaya (Newton) menuju besaran volume (meter kubik). Ini dilakukan dengan membalikkan rumus dasar gaya apung. Kita tahu F A = ρ air
– g
– V tc. Untuk mencari V tc, kita perlu mengetahui nilai massa jenis air (ρ air) dan percepatan gravitasi (g). Dalam perhitungan standar, kedua nilai ini sering diasumsikan.

Berat air yang dipindahkan secara numerik sama dengan gaya apung karena prinsip kesetimbangan gaya. Saat batu dicelupkan, batu itu “mengambil alih” ruang yang sebelumnya diisi air. Air yang dipindahkan itu “memprotes” dengan memberikan reaksi gaya ke atas yang setara dengan beratnya sendiri. Inilah sebabnya mengapa kita merasa lebih ringan saat mengangkat batu di dalam air dibandingkan di udara—selisih berat itulah yang bernilai 5 N dalam konteks soal ini.

Prinsip Archimedes memungkinkan kita menghitung volume batu yang tercelup dari berat air yang dipindahkan, yakni 5 N. Nilai ini setara dengan sekitar 500 ml, sebuah kuantitas yang mungkin terlihat kecil namun sarat makna, bagaikan memahami Arti Tetes Embun dalam merenungi fenomena alam. Kembali ke fisika, perhitungan volume dari gaya apung tersebut menjadi fondasi analisis yang presisi dalam berbagai aplikasi teknik.

Prosedur Perhitungan dan Penerapan Rumus

Untuk memecahkan masalah seperti ini secara sistematis, kita dapat mengikuti prosedur bertahap yang memastikan tidak ada langkah yang terlewat. Pendekatan ini berguna untuk berbagai soal serupa, tidak hanya terbatas pada batu dan air.

  • Identifikasi besaran yang diketahui: berat air dipindahkan (W f) = 5 N, yang sama dengan gaya apung (F A).
  • Tetapkan nilai konstanta yang digunakan: massa jenis air (ρ) = 1000 kg/m³ dan percepatan gravitasi (g) = 9.8 m/s² atau 10 m/s² tergantung ketentuan soal.
  • Tuliskan rumus Hukum Archimedes: F A = ρ
    – g
    – V.
  • Ubah rumus untuk mencari volume: V = F A / (ρ
    – g).
  • Substitusikan nilai-nilai yang diketahui ke dalam rumus.
  • Lakukan perhitungan, pastikan satuan konsisten (Newton, kg, meter).
  • Tuliskan hasil akhir volume benda tercelup dengan satuan yang tepat.

Tabel berikut menunjukkan proses substitusi nilai untuk kasus spesifik dengan berat air dipindahkan 5 Newton.

Variabel Nilai dan Satuan Substitusi ke Rumus Catatan
FA (Gaya Apung) 5 N V = 5 N / (1000 kg/m³

9.8 m/s²)

Diketahui dari soal.
ρ (Massa Jenis Air) 1000 kg/m³ Nilai standar air tawar.
g (Gravitasi) 9.8 m/s² Nilai standar yang sering digunakan.
V (Volume Tercelup) ? m³ Yang akan dicari.

Mari kita lakukan perhitungan lengkapnya. Menggunakan g = 9.8 m/s², perhitungannya adalah sebagai berikut:

V = FA / (ρ

  • g) = 5 N / (1000 kg/m³
  • 9.8 m/s²)

V = 5 / 9800 m³
V ≈ 0.0005102 m³

Untuk menyatakan dalam satuan yang lebih umum, kita konversi ke centimeter kubik (1 m³ = 1.000.000 cm³). Jadi, V ≈ 510.2 cm³. Artinya, volume batu yang tercelup adalah sekitar 510 sentimeter kubik, setara dengan volume air yang dipindahkan seberat 5 Newton.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Perhitungan: Hitung Volume Batu Tercelup Dari Berat Air Dipindahkan 5 N

Hasil perhitungan volume 510.2 cm³ tersebut bukanlah angka mutlak. Nilai ini sangat bergantung pada dua faktor kunci yang kita gunakan sebagai acuan: massa jenis fluida dan percepatan gravitasi. Perubahan pada salah satu faktor akan langsung mengubah hasil akhir volume yang didapat.

Sebagai contoh, jika batu dicelupkan ke dalam air laut yang memiliki massa jenis sekitar 1025 kg/m³, dengan gaya apung tetap 5 N, maka volume yang tercelup akan sedikit lebih kecil. Demikian pula, jika perhitungan dilakukan di lokasi dengan gravitasi berbeda, seperti di khatulistiwa dimana g sedikit lebih kecil dari 9.8 m/s², volume hasil hitungan akan berubah. Ini menunjukkan bahwa angka “5 N” adalah hasil pengukuran yang bergantung pada kondisi lingkungan tempat percobaan dilakukan.

Dalam menyelesaikan soal sederhana dengan parameter seperti “berat air dipindahkan 5 N”, terdapat beberapa asumsi umum yang berlaku:

  • Fluida yang digunakan adalah air tawar murni dengan massa jenis 1000 kg/m³.
  • Percepatan gravitasi diambil nilai standar 9.8 m/s² atau 10 m/s² untuk kemudahan.
  • Benda tercelup seluruhnya dan tidak menyentuh dasar wadah, sehingga gaya apung bekerja penuh.
  • Suhu air dianggap konstan, karena perubahan suhu dapat mempengaruhi massa jenis air.
  • Pengukuran berat air yang dipindahkan dilakukan dengan akurat, tanpa kehilangan air akibat cipratan atau penyerapan.

Visualisasi dan Aplikasi dalam Konteks Nyata

Mari kita bayangkan sebuah eksperimen sederhana untuk mengamati fenomena ini. Siapkan sebuah gelas ukur yang diisi air hingga tepat pada tanda tertentu, misalnya 500 mL. Siapkan juga sebuah batu dengan tali yang diikatkan ke neraca pegas. Catat berat batu di udara. Kemudian, tempatkan sebuah wadah penampung di bawah gelas ukur.

Dengan hati-hati, celupkan batu ke dalam gelas ukur tanpa menyentuh dasar. Air akan naik atau bahkan tumpah ke wadah penampung karena volumenya digantikan oleh batu. Berat batu yang terukur di neraca pegas saat tercelup akan berkurang. Selanjutnya, timbang air yang tumpah ke dalam wadah penampung. Berat air tumpah itulah yang akan mendekati nilai 5 N dalam skenario kita, dan selisih berat batu di udara dengan di air akan bernilai sama.

Visualisasi hubungan ini sangat jelas. Volume batu yang masuk ke dalam air secara fisik mendorong keluar volume air yang persis sama besar. Gaya apung muncul karena tekanan air di bagian bawah batu lebih besar daripada di bagian atasnya, akibat perbedaan kedalaman. Gaya resultan ke atas inilah yang dimanifestasikan sebagai “berat” dari air yang tumpah tersebut. Jadi, tiga hal—volume batu tercelup, volume air tumpah, dan gaya apung—terhubung erat melalui massa jenis fluida dan gravitasi.

Prinsip Archimedes ini jauh dari sekadar teori di buku; aplikasinya sangat luas. Dalam dunia pelayaran, prinsip ini digunakan untuk menentukan garis muat kapal (load line). Besarnya muatan yang boleh diangkut disesuaikan agar volume kapal yang tercelup tetap aman dan gaya apung yang dihasilkan cukup menopang berat total kapal. Di laboratorium, prinsip yang sama digunakan untuk mengukur massa jenis benda tidak beraturan dengan cara mencelupkannya ke dalam air dan mengukur berat semunya.

Bahkan dalam industri, pengontrolan level cairan dalam tangki sering kali memanfaatkan pelampung yang bekerja berdasarkan prinsip ini.

Pemungkas

Dari pembahasan di atas, terlihat jelas bahwa hukum Archimedes memberikan fondasi yang kokoh untuk menyelesaikan persoalan seperti menghitung volume batu dari data berat air yang dipindahkan. Prinsip ini bukan sekadar teori di buku pelajaran, melainkan alat praktis yang digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari desain kapal hingga pengukuran massa jenis material. Kesederhanaan hubungan antara gaya apung dan berat fluida yang dipindahkan adalah bukti keanggunan hukum-hukum fisika dalam menjelaskan fenomena alam.

Dengan demikian, pemahaman mendalam tentang konsep ini membuka pintu untuk mengeksplorasi aplikasi sains yang lebih luas dan kompleks.

Prinsip Archimedes menjelaskan bahwa volume batu yang tercelup setara dengan volume air yang dipindahkan. Jika berat air yang dipindahkan adalah 5 N, maka volumenya sekitar 0.00051 m³. Mirip dengan cara menghitung ini, dalam konteks sejarah, analisis mendalam tentang Tujuan Pembentukan VOC juga memerlukan pendekatan sistematis untuk memahami dampak dan strateginya. Kembali ke fisika, dengan massa jenis air 1000 kg/m³, perhitungan volume benda tercelup menjadi jelas dan terukur.

Detail FAQ

Apakah hasil perhitungan volume ini adalah volume total batu atau hanya bagian yang tercelup?

Dalam konteks soal ini, yang dihitung adalah volume batu yang tercelup. Jika batu tenggelam sepenuhnya, maka volume yang tercelup sama dengan volume total batu. Jika batu terapung sebagian, maka yang dihitung hanya volume bagian yang berada di bawah permukaan air.

Bagaimana jika bendanya bukan batu, tetapi kayu atau benda lainnya?

Prinsip perhitungannya tetap sama, asalkan benda tersebut tercelup seluruhnya atau kita mengetahui berapa bagian volumenya yang tercelup. Yang berubah adalah massa jenis benda itu sendiri, tetapi untuk mencari volume tercelup dari data berat air yang dipindahkan, massa jenis benda tidak diperlukan.

Mengapa percepatan gravitasi (g) perlu dimasukkan dalam perhitungan?

Karena data yang diberikan adalah “berat” air (dalam Newton), yang merupakan hasil perkalian massa dan gravitasi (w = m*g). Untuk mendapatkan massa air yang dipindahkan, kita harus membagi beratnya dengan nilai g. Massa inilah yang kemudian dikaitkan dengan volume melalui massa jenis.

Apakah perhitungan ini akurat untuk semua jenis air?

Tidak, perhitungan ini mengasumsikan massa jenis air tawar pada kondisi standar (sekitar 1000 kg/m³). Jika menggunakan air laut (massa jenis lebih besar) atau air pada suhu berbeda, massa jenisnya berubah sehingga volume yang dihitung untuk berat dipindahkan 5 N juga akan berbeda.

Leave a Comment