Hitung 14 log 54 bila 3 log 2 = m 2 log 7 = n

Hitung 14 log 54 bila 3 log 2 = m, 2 log 7 = n. Kalimat itu mungkin awalnya bikin mata berkedip, tapi percayalah, ini bukan monster yang harus ditakuti. Soal logaritma seperti ini sebenarnya cuma teka-teki aljabar yang minta diurai dengan trik sederhana. Kita cuma perlu modal sifat-sifat logaritma yang sudah pernah dipelajari, sedikit sentuhan faktorisasi, dan keberanian untuk bermain dengan variabel m dan n.

Mari kita buktikan bersama bahwa matematika yang terlihat rumit bisa jadi permainan yang cukup seru untuk diikuti langkah demi langkah.

Nah, kalau kamu lagi pusing hitung nilai 14 log 54 dengan syarat 3 log 2 = m dan 2 log 7 = n, ingat deh, matematika itu butuh sudut pandang yang tepat. Sama kayak kamu lagi analisis segitiga dan perlu Masukkan Besar Sudut‑sudutnya biar nemuin hubungan yang pas. Begitu juga soal logaritma tadi, kuncinya ada di memecah angka 14 dan 54 jadi faktor yang udah dikenal, lalu mainkan sifat log biar ketemu ekspresi dalam m dan n.

Yuk, coba diurai lagi step-by-step!

Inti dari soal ini adalah menyatakan logaritma dengan basis 14 dalam bentuk variabel yang diberikan. Kita akan membongkar angka 14 dan 54 menjadi faktor-faktor prima, lalu menggunakan sifat-sifat logaritma seperti log a*b = log a + log b dan perubahan basis untuk menghubungkannya dengan informasi awal. Prosesnya seperti menyusun puzzle; setiap potongan informasi yang ada harus ditempatkan pada posisi yang tepat hingga akhirnya gambar utuh jawabannya terlihat jelas dalam bentuk m dan n.

Logaritma: Konsep Dasar dan Sifat-Sifat Penting: Hitung 14 Log 54 Bila 3 Log 2 = M, 2 Log 7 = N

Sebelum kita menyelam ke dalam soal yang terlihat rumit, mari kita pahami dulu pondasinya. Logaritma pada dasarnya adalah kebalikan dari eksponen. Jika kita punya persamaan eksponensial aᵇ = c, maka bentuk logaritmanya adalah ᵃlog c = b. Di sini, ‘a’ disebut basis, ‘c’ disebut numerus, dan ‘b’ adalah hasil logaritma. Konsep ini adalah alat yang ampuh untuk menyederhanakan perkalian menjadi penjumlahan, pembagian menjadi pengurangan, dan perpangkatan menjadi perkalian.

BACA JUGA  Waktu dan Posisi Penyusulan Mobil F‑1 Terhadap Truk di Sirkuit Balap

Beberapa sifat logaritma yang akan menjadi senjata utama kita adalah: sifat perkalian (ᵃlog (b×c) = ᵃlog b + ᵃlog c), sifat pembagian (ᵃlog (b/c) = ᵃlog b – ᵃlog c), dan sifat perpangkatan (ᵃlog bᶜ = c × ᵃlog b). Selain itu, sifat perubahan basis, ᵃlog b = ᶜlog b / ᶜlog a, sangat krusial ketika kita berhadapan dengan basis yang berbeda-beda dalam satu soal, persis seperti yang akan kita temui nanti.

Memahami Variabel dan Notasi dalam Soal

Soal memberikan kita dua informasi kunci: ³log 2 = m dan ²log 7 = n. Notasi ini mungkin terlihat sedikit asing jika kamu terbiasa dengan log, tetapi prinsipnya sama. ³log 2 artinya logaritma dengan basis 3 dari numerus 2. Nilainya dinyatakan sebagai variabel ‘m’. Begitu pula, ²log 7 adalah logaritma basis 2 dari 7, yang nilainya kita sebut ‘n’.

Informasi ini adalah kepingan puzzle yang akan kita gunakan untuk membangun jawaban akhir.

Notasi Nilai Keterangan
³log 2 m Logaritma basis 3 dari 2.
²log 7 n Logaritma basis 2 dari 7.
¹⁴log 54 ? Ekspresi target yang harus dicari dalam bentuk m dan n.

Strategi Mengurai Ekspresi ¹⁴log 54

Tantangan kita adalah menyatakan ¹⁴log 54 dalam m dan n. Langkah pertama yang paling natural adalah memecah bilangan 14 dan 54 menjadi faktor-faktor yang terkait dengan angka-angka dalam informasi soal, yaitu 2, 3, dan 7. Kita tahu bahwa 14 = 2 × 7 dan 54 = 2 × 3³. Penguraian ini bukan kebetulan; ini adalah langkah strategis untuk memunculkan komponen yang bisa dihubungkan dengan ‘m’ dan ‘n’.

Dengan menggunakan sifat-sifat logaritma, kita akan membongkar ¹⁴log 54 menjadi kumpulan logaritma yang lebih sederhana. Kita akan memisahkannya menjadi penjumlahan dan pengurangan, lalu berusaha menyamakan basis logaritma yang muncul agar bisa melakukan substitusi dengan variabel m dan n yang kita miliki. Proses ini seperti menyusun ulang sebuah persamaan aljabar yang elegan.

Proses Perhitungan dan Substitusi Langkah demi Langkah

Mari kita eksekusi strategi tersebut langkah demi langkah. Pertama, kita uraikan numerus dan basis menggunakan faktorisasi prima.

¹⁴log 54 = log (54) / log (14) = log (2 × 3³) / log (2 × 7)

Selanjutnya, kita terapkan sifat logaritma untuk memisahkan perkalian menjadi penjumlahan pada pembilang dan penyebut.

= [log 2 + log 3³] / [log 2 + log 7] = [log 2 + 3 log 3] / [log 2 + log 7]

Bro, serius nih, ngitung 14 log 54 pake variabel m dan n itu kayak teka-teki logaritma yang bikin penasaran. Tapi, sama kayak prinsip stabilisasi dalam Pajak sebagai Alat Stabilisasi dan Pertumbuhan Ekonomi , kuncinya ada di pemahaman dasar dan manipulasi yang tepat. Nah, balik lagi ke soal tadi, setelah paham konsepnya, kamu pasti bisa uraikan 14 dan 54 jadi bentuk yang melibatkan m dan n, deh.

Gak serumit kelihatannya, kok!

Di sini kita sudah mendapatkan bentuk yang lebih sederhana, tetapi basis logaritmanya masih belum seragam. Kita perlu menyatakan log 3 dalam basis yang terkait dengan ‘m’ (³log 2). Ingat bahwa m = ³log 2 = log 2 / log 3. Dari sini, kita bisa dapatkan log 3 = log 2 / m.

BACA JUGA  Strategi Demokrasi Terpimpin Merangkul atau Menyingkirkan Kelompok

Sekarang kita substitusi. Ganti setiap ‘log 2’ dengan variabel ‘a’ sementara untuk mempermudah, dan substitusi log 3 = a/m. Juga, kita tahu n = ²log 7 = log 7 / log 2, sehingga log 7 = n × log 2 = n × a.

Pembilang: a + 3 × (a/m) = a + (3a/m) = a (1 + 3/m) = a ((m + 3)/m)
Penyebut: a + (n × a) = a (1 + n)
Hasil: [a ((m+3)/m)] / [a (1+n)] = (m+3) / (m × (1+n))

Variabel ‘a’ (log 2) akan habis terbagi, dan kita mendapatkan bentuk akhir yang hanya terdiri dari m dan n.

Visualisasi Alur Penyelesaian Masalah

Bayangkan proses ini sebagai sebuah peta perjalanan dari soal menuju jawaban. Peta ini dimulai dari ekspresi kompleks ¹⁴log 54, lalu melalui titik-titik penting berupa faktorisasi, penerapan sifat logaritma, manipulasi aljabar untuk menyamakan basis, dan akhirnya substitusi variabel yang diketahui.

  • Titik Awal: Ekspresi ¹⁴log 54 dengan basis 14 dan numerus 54.
  • Pemberhentian 1 (Faktorisasi): Mengubah 14 menjadi 2×7 dan 54 menjadi 2×3³.
  • Pemberhentian 2 (Sifat Logaritma): Memecah bentuk menjadi [log2 + 3log3] / [log2 + log7].
  • Pemberhentian 3 (Penyamaan Basis): Mengekspresikan log3 dan log7 dalam log2 menggunakan informasi m dan n.
  • Pemberhentian 4 (Substitusi & Simplifikasi): Mensubstitusi, menyederhanakan, dan menghilangkan faktor bersama (log2).
  • Titik Akhir: Bentuk final (m+3) / (m(1+n)).

Setiap pemberhentian adalah transformasi yang bertujuan mendekatkan bentuk soal ke variabel yang kita kenal. Kunci utamanya adalah keberanian untuk memecah, menyamakan, dan mensubstitusi.

Penerapan dalam Bentuk Soal Variasi Lain, Hitung 14 log 54 bila 3 log 2 = m, 2 log 7 = n

Prinsip yang kita gunakan ini bersifat universal. Misalkan kita diberi soal variasi: Diketahui ²log 3 = p dan ³log 5 = q. Nyatakan ⁶log 75 dalam p dan q. Pendekatannya tetap sama: faktorkan 6 dan 75 (6=2×3, 75=3×5²), uraikan menggunakan sifat logaritma, lalu nyatakan semua komponen dalam basis 2 atau 3 untuk bisa disubstitusi dengan p dan q.

BACA JUGA  Jarak B ke G pada Balok ab=8 cm bc=4 cm cg=3 cm Hitung Diagonal Ruang
Langkah Tindakan pada Soal Utama Tindakan pada Soal Variasi Tujuan
1 Faktorkan 14 dan 54 Faktorkan 6 dan 75 Mendapatkan faktor yang terkait dengan variabel diketahui.
2 Gunakan sifat perkalian/pembagian log. Gunakan sifat perkalian/pembagian log. Memisahkan ekspresi menjadi komponen-komponen dasar.
3 Nyatakan log3 dan log7 dalam log2. Nyatakan log5 dalam log2 dan log3. Menyamakan basis untuk memungkinkan substitusi.
4 Substitusi m dan n, sederhanakan. Substitusi p dan q, sederhanakan. Mencapai bentuk akhir yang hanya memuat variabel yang diketahui.

Dengan menguasai kerangka kerja ini, kamu bisa menghadapi berbagai variasi soal serupa dengan percaya diri. Intinya adalah pola pikir dekonstruksi dan rekonstruksi menggunakan sifat-sifat logaritma yang sudah ada.

Ringkasan Terakhir

Jadi, begitulah akhir dari petualangan kita mengurai ¹⁴log 54. Ternyata, dengan pendekatan yang sistematis, ekspresi yang terlihat kompleks itu bisa ditaklukkan menjadi bentuk yang elegan dan sederhana. Kunci utamanya ada pada pemahaman fundamental tentang sifat logaritma dan kelincahan memanipulasi bentuk aljabar. Soal seperti ini mengajarkan bahwa seringkali, jalan keluar terbaik adalah dengan memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikelola.

Selamat, kamu sudah berhasil menyelesaikan satu teka-teki matematika yang keren hari ini!

FAQ Terperinci

Mengapa harus memfaktorkan 14 dan 54?

Pemfaktoran prima (14=2×7 dan 54=2×3³) dilakukan untuk menemukan hubungan dengan variabel yang diketahui, yaitu ³log 2 (m) dan ²log 7 (n). Dengan begitu, kita bisa menulis ulang logaritma awal menjadi komponen-komponen yang terkait dengan m dan n.

Bagaimana jika soalnya meminta ¹⁴log 28, apakah caranya sama?

Prinsipnya sama. Faktorkan 28 (4×7 atau 2²×7), lalu uraikan menggunakan sifat logaritma. Hasil akhirnya akan tetap dalam bentuk m dan n, tetapi ekspresi aljabarnya akan berbeda karena bilangan yang di-log berubah.

Apakah nilai m dan n harus diketahui angkanya untuk menyelesaikan soal ini?

Tidak perlu sama sekali. Soal ini justru menguji kemampuan untuk memanipulasi bentuk aljabar logaritma. Jawaban akhirnya akan berupa ekspresi yang mengandung m dan n, bukan sebuah angka spesifik.

Sifat logaritma apa yang paling krusial dalam penyelesaian ini?

Tiga sifat utama: Logaritma perkalian (log(a*b)=log a+log b), logaritma pangkat (log aᵇ = b log a), dan perubahan basis (logₐ b = logₓ b / logₓ a). Kombinasi ketiganya adalah senjata pamungkas.

Bisakah soal ini diselesaikan dengan metode perubahan basis langsung di awal?

Bisa. Salah satu strateginya adalah mengubah ¹⁴log 54 menjadi (³log 54) / (³log 14) atau bentuk basis lainnya. Namun, langkah selanjutnya tetaplah memfaktorkan bilangan di dalam log dan mensubstitusi variabel yang diketahui, yang pada intinya akan menghasilkan proses serupa.

Leave a Comment