Tentukan Pusat dan Jari‑Jari Lingkaran X²+y²-4x-6y+4=0 Secara Lengkap

Tentukan Pusat dan Jari‑Jari Lingkaran X²+y²-4x-6y+4=0 mungkin terdengar seperti instruksi khas dari buku teks matematika yang kaku. Namun, di balik susunan angka dan variabel itu, sebenarnya tersimpan sebuah cerita visual yang elegan tentang bentuk sempurna di bidang koordinat. Proses menemukan pusat dan jari-jarinya bukan sekadar rutinitas aljabar, melainkan sebuah usaha mengurai kode untuk mengungkap identitas sebenarnya dari lingkaran tersebut, seperti menemukan denah lokasi dan ukuran sebuah arena pertunjukan rahasia di peta.

Dengan memanfaatkan teknik melengkapkan kuadrat sempurna, persamaan yang tampak acak itu akan ditransformasi menjadi bentuk baku yang sangat informatif. Dari bentuk baku (x-h)²+(y-k)²=r², kita bisa langsung membaca koordinat pusat lingkaran (h,k) dan panjang jari-jarinya r. Mari kita lihat bagaimana angka-angka dalam persamaan X²+y²-4x-6y+4=0 saling berinteraksi dan bermuara pada sebuah gambar geometris yang utuh dan mudah dipahami.

Menguak Makna Geometris dari Persamaan Kuadrat dalam X dan Y

Persamaan seperti X²+y²-4x-6y+4=0 seringkali tampak seperti teka-teki aljabar yang membingungkan. Namun, di balik susunan huruf dan angka tersebut, tersembunyi bentuk geometris yang elegan: sebuah lingkaran. Kunci untuk membuka rahasia ini terletak pada proses aljabar klasik yang disebut melengkapkan kuadrat sempurna. Teknik ini memungkinkan kita mengubah bentuk umum yang berantakan menjadi bentuk baku yang langsung memperlihatkan semua informasi penting tentang lingkaran tersebut, yaitu koordinat pusatnya dan panjang jari-jarinya, layaknya membaca spesifikasi teknis sebuah benda.

Prosesnya berfokus pada memisahkan dan mengelompokkan suku-suku yang mengandung variabel x dan y. Untuk persamaan kita, kita kelompokkan suku-x (x²
-4x) dan suku-y (y²
-6y), sementara konstanta kita pindahkan ke sisi kanan persamaan. Inti dari melengkapkan kuadrat adalah memanipulasi ekspresi seperti x²
-4x menjadi bentuk (x – h)² yang merupakan hasil pengkuadratan sempurna. Caranya adalah dengan mengambil koefisien dari suku-x (yaitu -4), membaginya dengan 2 menjadi -2, lalu mengkuadratkannya menjadi 4.

Nilai 4 inilah yang kita tambahkan untuk “melengkapi” kuadratnya. Karena kita menambahkan 4 di sisi kiri persamaan, kita juga harus menambahkan 4 di sisi kanan agar kesetaraan tetap terjaga. Proses serupa dilakukan untuk suku-y.

Langkah Melengkapkan Kuadrat Sempurna

Berikut adalah tabel yang membandingkan proses untuk suku-x dan suku-y, menunjukkan bagaimana konstanta tambahan dihasilkan.

Ekspresi Awal Koefisien Linear Dibagi 2 & Dikuadratkan Bentuk Kuadrat Sempurna

4x

-4 (-4/2)² = 4 (x – 2)²

6y

-6 (-6/2)² = 9 (y – 3)²

Setelah menambahkan konstanta 4 dan 9 ke kedua sisi, persamaan awal mengalami transformasi yang jelas. Mari kita lihat proses penulisannya.

x² + y²

4x – 6y + 4 = 0

(x²

Nah, setelah kita selesai menyelesaikan persamaan lingkaran X²+y²-4x-6y+4=0 dan menemukan pusatnya di (2,3) dengan jari-jari 3, pikiran bisa melayang ke topik kombinatorik yang seru. Ini mirip dengan logika menghitung Banyaknya Himpunan Bagian dari Himpunan Konsonan Pembentuk Kata MERDEKA , di mana kita mengidentifikasi elemen lalu menerapkan rumus 2^n. Kembali ke lingkaran, memahami langkah-langkah sistematis ini—mulai melengkapi kuadrat hingga interpretasi hasil—sangat krusial untuk menguasai geometri analitik lebih dalam.

  • 4x) + (y²
  • 6y) = -4

(x²

  • 4x + 4) + (y²
  • 6y + 9) = -4 + 4 + 9

(x – 2)² + (y – 3)² = 9

Dari bentuk baku terakhir, (x – 2)² + (y – 3)² = 9, kita langsung dapat membaca pusat dan jari-jari lingkaran. Bentuk umumnya adalah (x – h)² + (y – k)² = r². Dengan membandingkan, kita peroleh h = 2, k = 3, dan r² = 9 sehingga r = 3. Jadi, pusat lingkaran berada di titik (2, 3) dan jari-jarinya adalah 3 satuan.

Untuk membayangkannya, pikirkan saat Anda menjatuhkan sebuah batu ke dalam kolam yang tenang. Titik tumbukan batu dengan air adalah pusat lingkaran (2,3). Gelombang riak yang menyebar secara sempurna membentuk lingkaran-lingkaran konsentris. Jari-jari sebesar 3 satuan adalah jarak dari titik jatuh batu ke tepi depan gelombang pertama yang terbentuk. Dalam konteks lain, bayangkan seorang petani ingin membuat bedengan tanaman berbentuk lingkaran.

Ia menancapkan tonggak di titik (2,3) sebagai pusat, lalu mengikat tali sepanjang 3 meter pada tonggak tersebut. Saat ia berjalan sambil menarik tali tetap kencang, jejak kakinya akan membentuk lingkaran sempurna yang kita hitung tadi.

Jejak Historis dan Aplikasi Praktis dari Bentuk Lingkaran Baku: Tentukan Pusat Dan Jari‑Jari Lingkaran X²+y²-4x-6y+4=0

Perjalanan rumus lingkaran dari bentuk implisit ke bentuk baku mencerminkan upaya manusia selama berabad-abad untuk menyederhanakan dan memahami pola geometris alam. Matematikawan zaman kuno, seperti bangsa Yunani, sudah mempelajari lingkaran secara geometris murni. Namun, kemunculan geometri koordinat oleh René Descartes pada abad ke-17 merupakan lompatan besar. Descartes menghubungkan geometri dengan aljabar, memungkinkan bentuk-bentuk seperti lingkaran untuk diwakili oleh persamaan. Awalnya, persamaan ini sering muncul dalam bentuk umum yang kurang intuitif.

Bentuk baku (x-h)²+(y-k)²=r² kemudian dikembangkan sebagai alat penyederhanaan yang kuat, mengkristalkan informasi spasial menjadi tiga parameter numerik yang mudah diolah: h, k, dan r.

Keuntungan praktis bentuk baku sangat banyak. Dalam analisis geometri, bentuk ini memudahkan penentuan posisi relatif antara lingkaran dengan titik, garis, atau lingkaran lain. Perhitungan jarak menjadi lebih lugas karena langsung melibatkan pusat dan jari-jari. Selain itu, dalam komputasi, bentuk baku jauh lebih efisien untuk digambar dan dianalisis oleh perangkat lunak karena strukturnya yang teratur. Evolusi ini menunjukkan bagaimana matematika terus mencari representasi yang paling elegan dan fungsional untuk menyelesaikan masalah.

Bidang Terapan Penentuan Pusat dan Jari-jari, Tentukan Pusat dan Jari‑Jari Lingkaran X²+y²-4x-6y+4=0

Prinsip menentukan pusat dan jari-jari lingkaran tidak hanya hidup di buku teks matematika. Konsep ini menjadi fondasi dalam berbagai bidang ilmu terapan dan teknologi modern.

  • Teknik Sipil dan Arsitektur: Digunakan dalam perencanaan lengkungan jembatan, terowongan bundar, rotunda bangunan, dan desain jalan berbelok. Surveyor menggunakan alat seperti theodolite yang prinsipnya berdasarkan geometri lingkaran untuk mengukur sudut dan jarak.
  • Astronomi dan Orbit: Meskipun orbit planet berbentuk elips, perhitungan pendekatan sering menggunakan lingkaran. Dalam pelacakan satelit, zona cakupan sinyal (footprint) sering dimodelkan sebagai lingkaran di permukaan bumi.
  • Grafika Komputer dan Game Development: Deteksi tabrakan (collision detection) antara objek sering menggunakan pendekatan “bounding circle” karena perhitungan jarak antara dua pusat lingkaran sangat cepat. Efek partikel, lens flare, dan pembuatan kurva melingkar juga bergantung pada persamaan ini.
  • Manufaktur dan Robotika: Pengendalian lengan robot untuk melakukan gerakan melingkar, desain komponen mesin seperti gear dan pulley, serta sistem kontrol numerik (CNC) untuk membentuk lekukan melingkar pada material.

Ilustrasi Penerapan oleh Surveyor

Tentukan Pusat dan Jari‑Jari Lingkaran X²+y²-4x-6y+4=0

Source: z-dn.net

Bayangkan seorang surveyor diminta menandai batas lahan berbentuk taman lingkaran dengan radius 20 meter. Pertama, ia menentukan titik pusat yang diinginkan di lapangan, mungkin berdasarkan peta rencana. Dari titik pusat itu, ia mengukur jarak tepat 20 meter ke satu arah, misalnya ke utara, dan menancapkan patok sementara. Kemudian, ia menggunakan alat ukur sudut atau sistem GPS real-time kinematik yang presisi.

Dengan alat itu, ia memastikan bahwa dari titik pusat, ke segala arah, jaraknya tetap 20 meter. Ia bisa berjalan perlahan sambil memantau jarak, dan setiap beberapa derajat ia menancapkan patok baru. Kumpulan patok-patok ini akan membentuk poligon yang mendekati lingkaran sempurna. Prinsip dasarnya tetap persis seperti bentuk baku: satu titik pusat dan sebuah jarak konstan (jari-jari) ke semua titik di batas.

Bentuk-bentuk Persamaan Lingkaran dan Interpretasinya

Lingkaran dapat direpresentasikan dalam beberapa bentuk persamaan, masing-masing memberikan penekanan informasi yang berbeda.

Bentuk Persamaan Contoh Interpretasi Geometris Kegunaan Utama
Umum x² + y²

4x – 6y + 4 = 0

Menyembunyikan informasi pusat dan jari-jari; perlu dimanipulasi. Bentuk awal yang sering muncul dari rumusan masalah.
Baku (Standar) (x – 2)² + (y – 3)² = 9 Langsung menunjukkan pusat (2,3) dan jari-jari √9 = 3. Analisis cepat, penggambaran grafik, dan perhitungan geometri.
Parametrik x = 2 + 3 cos θ, y = 3 + 3 sin θ Mendeskripsikan setiap titik pada lingkaran sebagai fungsi sudut θ (dalam radian). Animasi gerakan melingkar, pemrograman grafis, dan pemodelan fisika.

Memecahkan Teka-Teki Aljabar Menjadi Gambaran Spasial yang Nyata

Setiap angka dalam persamaan X²+y²-4x-6y+4=0 bercerita sebelum kita menyusunnya kembali. Koefisien 1 di depan x² dan y² (yang tidak ditulis) memberi tahu kita bahwa kurva yang mungkin adalah lingkaran, bukan elips. Suku -4x dan -6y adalah petunjuk gerakan. Mereka seperti instruksi untuk menggeser pusat lingkaran yang semula di (0,0).

Angka -4 “mendorong” pusat ke arah sumbu-x positif, sementara -6 “mendorong” pusat ke arah sumbu-y positif. Konstanta +4 di ujung berinteraksi dengan angka-angka lain untuk menentukan ukuran lingkaran. Setelah dimanipulasi, semua petunjuk yang tersebar ini terkristalisasi menjadi informasi yang padat: pusat bergeser ke (2,3) dan jari-jari 3 tercipta dari hasil interaksi konstanta-konstanta tersebut.

Kesalahan Umum dalam Melengkapkan Kuadrat

Proses melengkapkan kuadrat rentan terhadap beberapa kesalahan kecil yang berdampak besar pada hasil akhir.

Lupa Menyeimbangkan Persamaan: Kesalahan paling klasik adalah menambahkan bilangan untuk melengkapi kuadrat hanya di satu sisi persamaan. Ingat, apa yang dilakukan di sisi kiri harus juga dilakukan di sisi kanan agar kesetaraan tetap berlaku.

Kesalahan Tanda di Bentuk Baku: Bentuk baku adalah (x – h)². Jika setelah melengkapkan kita mendapatkan (x – 2)², maka h = 2 (bukan -2). Tanda minus sudah termasuk dalam rumus. Kebalikannya, jika hasilnya (x + 5)², kita tulis sebagai (x – (-5))², sehingga h = -5.

Tidak Mengakarkan dengan Benar: Persamaan baku berbentuk (x-h)²+(y-k)² = r². Jari-jari r adalah akar kuadrat dari konstanta di sisi kanan. Jika sisi kanan = 9, maka r = 3. Jangan lupa mengakarkan.

Menggambar Lingkaran pada Bidang Koordinat

Dengan informasi pusat (2,3) dan jari-jari 3, menggambar lingkaran menjadi prosedur yang sistematis. Pertama, plot titik pusat di koordinat (2,3). Dari titik ini, ukur 3 satuan ke arah kanan untuk mendapatkan titik (5,3), ke kiri untuk titik (-1,3), ke atas untuk titik (2,6), dan ke bawah untuk titik (2,0). Keempat titik ini adalah titik paling kiri, kanan, atas, dan bawah pada lingkaran.

Hubungkan keempat titik ini dengan sebuah kurva melengkung yang halus dan simetris, sehingga membentuk lingkaran. Untuk menentukan titik potong dengan sumbu, substitusikan nilai x=0 dan y=0 ke persamaan asli atau bentuk baku. Misal, untuk potong sumbu-y (x=0): (0-2)² + (y-3)² = 9 -> 4 + (y-3)² = 9 -> (y-3)² = 5 -> y = 3 ± √5. Artinya, lingkaran memotong sumbu-y di dua titik, yaitu (0, 3+√5) dan (0, 3-√5).

Posisi lingkaran ini relatif terhadap titik asal (0,0) dapat dianalisis. Jarak dari pusat (2,3) ke titik asal adalah √(2²+3²) = √13 ≈ 3.6. Karena jari-jari hanya 3, dan 3.6 > 3, maka titik asal (0,0) berada di luar lingkaran. Lingkaran juga tidak memotong sumbu-x negatif dan sumbu-y negatif karena seluruh bagian lingkaran berada di kuadran dengan x dan y yang relatif positif, mengingat pusatnya di (2,3) dan jari-jari 3.

Eksplorasi Variasi dan Batasan dari Sebuah Persamaan Kuadrat Dua Variabel

Tidak semua persamaan dengan x² dan y² akan menghasilkan lingkaran. Persamaan umum irisan kerucut adalah Ax² + Bxy + Cy² + Dx + Ey + F =
0. Untuk secara spesifik mendapatkan lingkaran, tiga syarat harus dipenuhi: koefisien A dan C harus sama (dan tidak nol), dan tidak ada suku xy (artinya B = 0). Dalam persamaan kita, A=1, C=1, dan B=0, sehingga ia memang mewakili lingkaran.

Jika A dan C sama tetapi tidak 1, kita bisa membagi seluruh persamaan dengan nilai tersebut untuk menstandarkannya. Jika A dan C tidak sama (misalnya 2x² + 3y² …), maka yang terbentuk adalah elips. Keberadaan suku xy (misalnya 2xy) akan memutar sumbu kerucut, menghasilkan elips, parabola, atau hiperbola yang miring.

Variasi Konstanta dan Pengaruhnya

Mengubah nilai konstanta dalam persamaan lingkaran kita akan secara dramatis mengubah keberadaan dan ukuran lingkaran tersebut.

Persamaan Variasi Bentuk Baku Hasil Pusat (h,k) Jari-jari (r) & Keterangan
x²+y²-4x-6y+13=0 (x-2)²+(y-3)²=0 (2,3) r = 0 (Lingkaran Titik)
x²+y²-4x-6y+5=0 (x-2)²+(y-3)²=8 (2,3) r = √8 ≈ 2.83 (Lingkaran Nyata)
x²+y²-4x-6y+4=0 (x-2)²+(y-3)²=9 (2,3) r = 3 (Lingkaran Nyata)
x²+y²-4x-6y+20=0 (x-2)²+(y-3)²= -7 (2,3) r = √(-7) (Lingkaran Imajiner)

Konsep Jari-jari Imajiner dan Interpretasinya

Seperti terlihat pada tabel, ketika konstanta di sisi kanan setelah melengkapkan kuadrat bernilai negatif (contoh: = -7), kita akan mendapatkan r² = -7. Dalam sistem bilangan real, tidak ada bilangan real yang dikuadratkan menghasilkan bilangan negatif. Akar kuadrat dari bilangan negatif disebut bilangan imajiner. Dalam konteks geometri kartesius, lingkaran dengan jari-jari imajiner tidak memiliki titik-titik nyata yang memenuhi persamaannya. Artinya, persamaan tersebut merepresentasikan sebuah lingkaran yang tidak dapat digambar pada bidang koordinat biasa; ia tidak memiliki jejak fisik.

Jika hasil perhitungan r² negatif, kita simpulkan bahwa himpunan titik yang memenuhi persamaan adalah himpunan kosong. Jika r² = 0, maka hanya ada satu titik yang memenuhi, yaitu pusat (h,k) itu sendiri. Ini sering disebut sebagai lingkaran titik atau lingkaran degenerasi.

Verifikasi Hasil Perhitungan

Setelah mendapatkan pusat (2,3) dan jari-jari 3, kebenarannya dapat diverifikasi dengan mensubstitusikan beberapa titik yang jelas-jelas berada pada keliling lingkaran kembali ke persamaan awal. Titik-titik itu mudah dicari: titik paling kanan (2+3, 3) = (5,3), titik paling kiri (2-3, 3) = (-1,3), titik paling atas (2, 3+3) = (2,6), dan titik paling bawah (2, 3-3) = (2,0). Substitusikan, misal titik (5,3) ke persamaan awal: 5² + 3²
-4(5)
-6(3) + 4 = 25 + 9 – 20 – 18 + 4 =
0.

Hasilnya 0, sesuai. Lakukan untuk titik lain seperti (2,6): 4 + 36 – 8 – 36 + 4 =
0. Verifikasi dengan titik yang jelas bukan bagian lingkaran, misal pusatnya sendiri (2,3): 4 + 9 – 8 – 18 + 4 = -9 ≠ 0, juga sesuai karena pusat tidak terletak pada keliling. Proses verifikasi sederhana ini memastikan tidak ada kesalahan aljabar selama transformasi.

Kesimpulan Akhir

Jadi, setelah melalui proses aljabar dan interpretasi geometris, lingkaran X²+y²-4x-6y+4=0 akhirnya menyingkap jati dirinya. Ia bukan lagi sekadar kumpulan suku kuadrat dan konstanta yang membingungkan, melainkan sebuah bentuk dengan pusat yang pasti di (2,3) dan jari-jari sepanjang 3 satuan. Pemahaman ini membuka pintu untuk aplikasi yang lebih luas, mulai dari menggambarnya dengan akurat di bidang koordinat hingga menerapkannya dalam berbagai disiplin ilmu.

Pada akhirnya, memecahkan teka-teki seperti ini mengajarkan bahwa seringkali, pola dan keteraturan yang indah tersembunyi di balik bentuk yang tampak kompleks, menunggu untuk ditemukan dengan langkah-langkah yang tepat.

Panduan Pertanyaan dan Jawaban

Apakah persamaan ini pasti menggambarkan lingkaran?

Tidak selalu. Persamaan dengan bentuk umum x²+y²+Ax+By+C=0 baru menggambarkan lingkaran jika setelah dilengkapi kuadrat sempurna, nilai r² yang dihasilkan adalah bilangan positif. Jika hasilnya nol, itu adalah sebuah titik. Jika negatif, itu menyatakan lingkaran imajiner (tidak ada di bidang nyata).

Mengapa harus melengkapkan kuadrat? Apa tidak ada rumus langsung?

Melengkapkan kuadrat adalah metode fundamental yang mengajarkan proses aljabar di balik rumus. Memang ada rumus cepat: pusat di (-A/2, -B/2) dan jari-jari r = √((A/2)²+(B/2)²-C). Namun, memahami prosesnya mencegah kesalahan dan memperkuat pemahaman konseptual tentang hubungan antara bentuk umum dan baku.

Bagaimana jika koefisien di depan x² dan y² bukan 1?

Jika koefisiennya sama tetapi bukan 1 (misalnya 2x²+2y²+…), langkah pertama adalah membagi seluruh persamaan dengan koefisien tersebut agar menjadi 1. Jika koefisiennya berbeda, maka bentuk yang dihasilkan bukan lingkaran, melainkan elips atau irisan kerucut lainnya.

Apa arti praktis dari mengetahui pusat dan jari-jari lingkaran?

Pengetahuan ini sangat aplikatif. Dalam desain grafis, untuk membuat kurva melingkar sempurna. Dalam teknik, untuk merancang komponen bundar atau menghitung area. Dalam navigasi, untuk mendefinisikan area jangkauan (seperti jangkauan sinyal). Intinya, ini adalah data fundamental untuk merepresentasikan atau bekerja dengan objek bundar.

BACA JUGA  Keliling Jajargenjang ABCD serta Sudut Jarum Jam 05.20 dan 08.40

Leave a Comment