Menentukan D40 Barisan Aritmetika 50 Suku a1=9 an=127

Menentukan D40 Barisan Aritmetika 50 Suku (a1=9, an=127) bukan sekadar latihan menghitung biasa, melainkan sebuah petualangan logika yang mengungkap pola tersembunyi di balik deretan angka. Topik ini membawa kita pada inti dari matematika terapan, di mana data awal dan akhir dapat membuka jalan untuk menemukan setiap potongan teka-teki di antaranya. Konsep barisan aritmetika, dengan sifat pertambahannya yang konsisten, menjadi fondasi penting dalam berbagai analisis, mulai dari perhitungan keuangan hingga proyeksi data.

Dengan informasi suku pertama 9 dan suku kelima puluh 127, kita dibekali kunci untuk membuka seluruh rahasia barisan ini. Proses pencarian suku ke-40 atau D40 menjadi demonstrasi elegan tentang bagaimana rumus matematika yang terdengar kompleks diterapkan secara sistematis dan praktis. Artikel ini akan memandu langkah demi langkah, memastikan setiap pembaca tidak hanya mendapatkan jawaban akhir, tetapi juga memahami alur pikir dan metodologi yang digunakan untuk sampai ke sana.

Konsep Dasar Barisan Aritmetika dan Suku ke-n

Barisan aritmetika merupakan salah satu pola bilangan yang paling fundamental dalam matematika. Ciri utamanya adalah selisih antara dua suku yang berurutan selalu tetap, yang disebut sebagai beda (b). Pola ini banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari, seperti penyusutan nilai barang, penambahan tabungan rutin, atau pola duduk di sebuah stadion. Pemahaman tentang barisan ini menjadi kunci untuk menyelesaikan berbagai masalah numerik yang terstruktur.

Rumus umum untuk mencari suku ke-n (Un) dari barisan aritmetika dirumuskan sebagai Un = a + (n-1)b. Dalam rumus ini, ‘a’ mewakili suku pertama, ‘n’ adalah nomor urut suku yang ingin dicari, dan ‘b’ adalah beda antar suku. Dengan menguasai rumus ini, kita dapat menentukan nilai suku mana pun dalam barisan tanpa harus menuliskan seluruh suku sebelumnya.

Contoh Penerapan Rumus Suku ke-n

Untuk memperjelas pemahaman, berikut adalah beberapa contoh penerapan rumus Un dengan variasi nilai yang berbeda. Tabel di bawah ini membandingkan tiga kasus sederhana untuk menunjukkan fleksibilitas rumus tersebut.

Suku Pertama (a) Beda (b) Suku ke-n (n) Perhitungan & Hasil (Un)
5 3 10 U10 = 5 + (10-1)*3 = 5 + 27 = 32
-2 4 7 U7 = -2 + (7-1)*4 = -2 + 24 = 22
15 -5 6 U6 = 15 + (6-1)*(-5) = 15 – 25 = -10
BACA JUGA  Jarak Terdekat PG dan BQ pada Kubus Rusuk 10 cm Solusi Geometri Ruang

Menentukan Beda Barisan dari Informasi Awal dan Akhir: Menentukan D40 Barisan Aritmetika 50 Suku (a1=9, An=127)

Seringkali dalam soal, kita tidak langsung diberikan nilai beda (b). Seperti pada kasus yang akan kita bahas, informasi yang tersedia adalah suku pertama (a1=9), suku terakhir untuk 50 suku (a50=127), dan jumlah sukunya (n=50). Dari data ini, kita dapat menurunkan nilai beda dengan memanipulasi rumus suku ke-n. Proses ini melibatkan penyelesaian persamaan linear sederhana.

Langkah Sistematis Mencari Beda

Pencarian beda barisan dari data yang diberikan dapat dilakukan melalui prosedur yang terstruktur. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu diikuti untuk memastikan perhitungan akurat.

  • Substitusikan semua nilai yang diketahui ke dalam rumus umum suku ke-n: an = a1 + (n-1)b.
  • Masukkan angka-angkanya: 127 = 9 + (50 – 1)
    – b.
  • Sederhanakan persamaan: 127 = 9 + 49b.
  • Kurangi kedua sisi dengan 9: 118 = 49b.
  • Bagi kedua sisi dengan 49 untuk mengisolasi b: b = 118 / 49.
  • Lakukan pembagian untuk mendapatkan nilai beda: b = 2.408163… yang dapat dibulatkan atau dibiarkan dalam bentuk pecahan 118/49 untuk menjaga keakuratan.

Verifikasi dapat dilakukan dengan mensubstitusi nilai b kembali ke rumus untuk memeriksa apakah menghasilkan a50=127. Perhitungan 9 + (49
– 118/49) = 9 + 118 = 127 membuktikan bahwa beda yang ditemukan sudah benar.

Perhitungan dan Pencarian Nilai D40

Setelah nilai beda (b) berhasil diidentifikasi, pencarian suku ke-40 atau D40 menjadi langkah yang relatif lebih langsung. Kita tinggal menerapkan kembali rumus dasar dengan parameter yang sekarang sudah lengkap: a1=9, b=118/49, dan n=40. Proses ini menunjukkan bagaimana pengetahuan tentang satu parameter kunci (beda) membuka akses untuk menghitung suku mana pun dalam barisan.

Proses Perhitungan Lengkap

Berikut adalah rangkuman seluruh proses perhitungan, dari mencari beda hingga mendapatkan nilai D40, yang disajikan secara berurutan.

Langkah 1: Mencari Beda (b).Diketahui: a1 = 9, a50 = 127, n =

50. Rumus

an = a1 + (n-1)b.

  • = 9 + (50-1)b
  • = 9 + 49b
  • = 49b

b = 118/49.Langkah 2: Mencari Suku ke-40 (D40).Diketahui: a1 = 9, b = 118/49, n =

Menentukan suku ke-40 (D40) dari barisan aritmetika dengan 50 suku, di mana a₁=9 dan aₙ=127, memerlukan penerapan rumus dasar yang presisi. Setelah menemukan beda barisan, perhitungan menjadi jelas dan terstruktur. Dalam konteks budaya, penghargaan atas bantuan serupa bisa diungkapkan dengan mempelajari ragam ucapan Terima Kasih dalam Bahasa Jawa , yang memperkaya interaksi sosial. Kembali ke matematika, pemahaman konsep ini sangat krusial untuk menyelesaikan berbagai persoalan deret dengan metodologi yang akurat.

40. Rumus

Un = a1 + (n-1)b.D40 = 9 + (40-1) – (118/49)D40 = 9 + (39) – (118/49)D40 = 9 + (4602/49)D40 = (441/49) + (4602/49)D40 = 5043/49 ≈ 102.918

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, tabel berikut merinci setiap komponen dalam perhitungan ini.

BACA JUGA  Perkalian Akar Kuadrat 1/64 dengan 3 Akar Kuadrat 512/27 dan Penyederhanaannya

Dalam menyelesaikan soal barisan aritmetika, seperti menentukan suku ke-40 dari 50 suku dengan a1=9 dan an=127, kita belajar pola dan logika sistematis. Namun, pola pikir yang terlalu kaku bisa menjadi bumerang dalam konteks lain, misalnya saat menganalisis Dampak Negatif Pendidikan Nonformal yang kompleks dan tidak selalu linear. Oleh karena itu, meski rumus barisan aritmetika memberikan jawaban pasti, kita juga perlu fleksibilitas dalam menerapkan berbagai pendekatan untuk memahami realitas yang lebih luas, termasuk dalam menganalisis pola numerik itu sendiri.

Variabel Nilai Rumus Hasil Substitusi
Suku Pertama (a) 9 Diketahui a = 9
Jumlah Suku (n) 50 Diketahui n = 50
Suku Terakhir (an) 127 Diketahui a50 = 127
Beda (b) 118/49 b = (an – a)/(n-1) b = (127-9)/49 = 118/49
Suku ke-40 (D40) 5043/49 Un = a + (n-1)b D40 = 9 + 39*(118/49) = 5043/49

Aplikasi dan Variasi Soal Terkait

Penguasaan konsep barisan aritmetika memungkinkan kita untuk menyelesaikan berbagai variasi soal. Tantangan bisa muncul dalam bentuk pencarian suku tengah, suku tertentu ketika suku pertama tidak diketahui, atau analisis pola dari representasi visual. Kemampuan untuk beradaptasi dengan informasi yang diberikan adalah kunci utamanya.

Variasi Soal Latihan, Menentukan D40 Barisan Aritmetika 50 Suku (a1=9, an=127)

Berikut dua contoh variasi soal yang menguji penerapan konsep dalam skenario berbeda. Soal pertama fokus pada suku tengah, sementara soal kedua mengajak untuk berpikir mundur mencari suku pertama.

  • Variasi 1: Dalam sebuah barisan aritmetika dengan 25 suku, suku pertama adalah 5 dan suku terakhir adalah 121. Tentukan nilai suku tengah (suku ke-13) dari barisan tersebut.
  • Variasi 2: Diketahui suatu barisan aritmetika memiliki suku ke-10 sebesar 40 dan suku ke-20 sebesar 80. Dengan asumsi pola tetap, tentukanlah suku pertama (a) dan suku ke-5 dari barisan ini.

Ilustrasi Pola Barisan Aritmetika

Menentukan D40 Barisan Aritmetika 50 Suku (a1=9, an=127)

Source: amazonaws.com

Bayangkan sebuah tangga dimana tinggi setiap anak tangga bertambah secara konsisten. Anak tangga pertama berada pada ketinggian ‘a’. Selisih tinggi antara anak tangga kedua dan pertama adalah ‘b’, dan selisih ini sama untuk setiap anak tangga berikutnya. Jika kita berdiri di anak tangga ke-n, ketinggian kita dari tanah adalah Un. Visualisasi ini membantu memahami bahwa barisan aritmetika merepresentasikan pertambahan linear yang stabil, membentuk sebuah garis lurus jika suku-sukunya diplot pada grafik dengan sumbu x sebagai nomor suku (n) dan sumbu y sebagai nilai suku (Un).

Konstanta pertambahan ‘b’ ini menentukan seberapa curam “tangga” atau grafik tersebut naik atau turun.

Penulisan Rumus dan Penyajian Data

Setelah semua parameter barisan ditemukan, penting untuk menyusun rumus barisan secara utuh sebagai representasi akhir. Untuk kasus kita, rumus barisannya adalah Un = 9 + (n-1)
– (118/49). Penyajian langkah perhitungan yang rapi dan terstruktur bukan hanya soal kerapian, tetapi juga alat untuk meminimalisir kesalahan aljabar dan memudahkan pengecekan ulang, baik oleh diri sendiri maupun orang lain.

BACA JUGA  Jelaskan maksud sifat tidak terbatas dalam kedaulatan negara

Tabel Ringkasan Parameter Barisan

Tabel berikut merangkum semua parameter kunci dari barisan aritmetika yang telah kita analisis, beserta cara memperolehnya dan catatan penting terkait.

Parameter Nilai Numerik Cara Mendapatkan Catatan Penting
Suku Pertama (a) 9 Diberikan langsung pada soal. Merupakan titik awal pola bilangan.
Beda (b) 118/49 ≈ 2.408 Dihitung dari rumus b = (a50 – a1) / (50-1). Nilai pecahan disarankan untuk menjaga keakuratan dalam perhitungan lanjutan.
Jumlah Suku (n) 50 Diberikan langsung pada soal. Menentukan batas akhir barisan yang dibahas.
Suku ke-40 (D40) 5043/49 ≈ 102.918 Dihitung dari rumus Un dengan n=40. Merupakan aplikasi langsung setelah nilai b diketahui.

Penutup

Dengan demikian, perjalanan untuk menentukan D40 dari barisan aritmetika ini telah tuntas. Nilai 103 untuk suku ke-40 bukanlah akhir, melainkan sebuah bukti nyata dari keandalan rumus Un = a + (n-1)b. Proses ini menegaskan bahwa dalam matematika, konsistensi adalah segalanya; begitu pola beda ditemukan, seluruh elemen barisan dapat dipetakan dengan presisi. Pemahaman mendalam seperti ini menjadi bekal berharga untuk menyelesaikan variasi soal yang lebih kompleks di masa mendatang.

Menentukan suku ke-40 (D40) dari barisan aritmetika dengan 50 suku, di mana a₁=9 dan aₙ=127, memerlukan perhitungan beda (b) yang presisi. Proses sistematis ini mirip dengan konversi koordinat polar ke Kartesius, seperti yang dijelaskan dalam analisis Koordinat Kartesius titik (4, 210°) , yang mengandalkan rumus pasti. Dengan demikian, setelah beda ditemukan, nilai D40 dapat dihitung secara definitif, menyelesaikan persoalan deret bilangan dengan pendekatan metodis.

Pada akhirnya, menguasai cara menentukan suku tertentu seperti D40 memperkuat fondasi nalar logis dan ketelitian analitis. Keterampilan ini melampaui batas ruang kelas, relevan untuk membaca tren, memprediksi hasil, dan membuat keputusan berdasarkan pola. Mari kita lihat setiap deret angka bukan sebagai hal yang menakutkan, tetapi sebagai sebuah cerita yang menunggu untuk dipecahkan kodenya.

Informasi Penting & FAQ

Apakah D40 sama dengan U40?

Ya, dalam konteks ini D40 merujuk pada suku ke-40, yang biasa dinotasikan sebagai U40. Penulisan ‘D’ mungkin digunakan untuk variasi, tetapi maknanya tetap sama.

Bagaimana jika suku terakhir yang diketahui bukan a50 melainkan jumlah 50 sukunya (S50)?

Langkahnya akan berbeda. Anda harus menggunakan rumus jumlah suku Sn = n/2
– (a + Un) terlebih dahulu untuk mencari suku terakhir (a50) atau suku pertama (a1), sebelum dapat mencari beda (b) dan kemudian D40.

Apakah beda (b) selalu bilangan bulat?

Tidak. Beda barisan aritmetika bisa berupa bilangan bulat, pecahan, atau desimal. Dalam soal ini, b = 118/49 adalah pecahan, yang sah dan umum dalam barisan aritmetika.

Bisakah soal ini diselesaikan dengan mencari rumus barisan terlebih dahulu?

Tentu. Setelah menemukan beda b = 118/49, rumus barisan dapat ditulis sebagai Un = 9 + (n-1)*(118/49). Menghitung D40 kemudian tinggal mensubstitusi n=40 ke dalam rumus ini.

Leave a Comment