Hitung nilai f(4) dari fungsi f(2x‑1)=6x+5 dan penyelesaiannya

Hitung nilai f(4) dari fungsi f(2x‑1)=6x+5 – Hitung nilai f(4) dari fungsi f(2x‑1)=6x+5 mungkin terdengar seperti teka-teki aljabar yang membingungkan bagi sebagian orang. Namun, di balik notasi fungsi yang tampak kompleks tersebut, tersembunyi prinsip matematika yang elegan dan logis. Soal semacam ini sering kali muncul untuk menguji pemahaman mendasar tentang konsep fungsi dan kemampuan manipulasi aljabar, menjadi batu loncatan penting sebelum masuk ke materi yang lebih abstrak seperti komposisi dan transformasi.

Inti dari persoalan ini adalah menemukan bentuk eksplisit atau rumus asli dari fungsi f(x). Dengan kata lain, kita perlu mengubah persamaan f(2x-1) = 6x + 5 menjadi bentuk f(sesuatu) = sesuatu yang lain, di mana “sesuatu” itu adalah variabel bebas x. Setelah bentuk standar f(x) berhasil ditemukan, menghitung nilai f(4) pun menjadi tugas yang sangat sederhana dan langsung. Proses ini melibatkan substitusi variabel dan penyederhanaan persamaan, yang merupakan keterampilan kunci dalam matematika.

Memahami Fondasi Fungsi dan Notasi

Sebelum menyelami penyelesaian soal, penting untuk memiliki pemahaman yang kokoh tentang apa itu fungsi. Dalam matematika, fungsi dapat dipandang sebagai mesin yang mengolah input menjadi output tunggal. Notasi f(x) mewakili aturan atau rumus yang berlaku, di mana ‘x’ adalah variabel input. Bentuk seperti f(2x-1) menunjukkan bahwa input yang dimasukkan ke dalam “mesin” f bukanlah x secara langsung, melainkan ekspresi aljabar (2x-1).

Tugas kita adalah mengungkap aturan dasar dari mesin f tersebut.

Sebagai analogi sederhana, bayangkan sebuah fungsi f yang melakukan operasi “kalikan input dengan 3, lalu tambah 2”, sehingga f(x) = 3x +
2. Jika kemudian kita menemui f(2x-1), artinya kita mengganti setiap kemunculan ‘x’ dalam aturan dengan ‘(2x-1)’. Hasilnya adalah f(2x-1) = 3*(2x-1) + 2 = 6x –
1. Soal yang kita hadapi adalah kebalikannya: kita mengetahui hasil akhir f(2x-1) = 6x+5 dan harus merekonstruksi aturan asli f(x).

Hubungan Antara Input dan Ekspresi Fungsi, Hitung nilai f(4) dari fungsi f(2x‑1)=6x+5

Hitung nilai f(4) dari fungsi f(2x‑1)=6x+5

Source: co.id

Untuk melihat pola hubungan antara variabel input (2x-1) dan ekspresi fungsi (6x+5), kita dapat membuat tabel observasi dengan beberapa nilai x. Tabel ini membantu visualisasi bagaimana perubahan x memengaruhi kedua sisi persamaan.

Nilai x Input: (2x-1) Output: f(2x-1) = 6x+5
1 1 11
2 3 17
3 5 23
4 7 29

Dari tabel, terlihat jelas bahwa ketika input (2x-1) bernilai 1, outputnya 11; ketika input 3, output 17, dan seterusnya. Data inilah yang nantinya akan kita gunakan untuk menemukan rumus umum f.

Untuk menghitung nilai f(4) dari fungsi f(2x‑1)=6x+5, pertama kita substitusi 2x‑1=4 sehingga x=2.5, lalu masukkan ke 6(2.5)+5=20. Proses sistematis ini mirip dengan mencari definisi yang tepat, seperti memahami Pengertian Sherbet dalam Bahasa Inggris yang membedakannya dari sorbet. Kembali ke fungsi, hasil akhir f(4)=20 menunjukkan konsistensi penerapan aturan substitusi dalam matematika.

BACA JUGA  Menentukan Nilai [(150a)+(200b)+(250c)]/(a+3b‑2c) dengan ab = bc = ca

Metode Aljabar untuk Menemukan Bentuk Eksplisit f(x)

Inti dari penyelesaian soal ini terletak pada kemampuan untuk mengubah persamaan fungsi yang kompleks menjadi bentuk eksplisit yang sederhana, yaitu f(x) = ax + b. Terdapat dua pendekatan utama yang sering digunakan, yaitu manipulasi aljabar langsung dan substitusi variabel. Kedua metode ini sama-sama valid dan akan menghasilkan jawaban yang identik.

Langkah-langkah Manipulasi Aljabar

Pendekatan pertama bekerja dengan memanipulasi sisi kanan persamaan, 6x+5, agar strukturnya mencerminkan bentuk input, 2x-1. Ide dasarnya adalah kita ingin menyatakan 6x+5 sebagai suatu bentuk yang melibatkan (2x-1). Perhatikan proses aljabar berikut ini.

Menghitung nilai f(4) dari fungsi f(2x‑1)=6x+5 memerlukan substitusi yang tepat, mirip bagaimana memahami konteks sejarah memerlukan ketelitian. Dalam narasi Islam, terdapat kisah unik tentang Sahabat Nabi Muhammad yang tidak dapat mengucapkan La ilaha illallah , yang mengajarkan makna keimanan di balik keterbatasan fisik. Kembali ke fungsi, dengan mencari nilai x saat 2x-1=4, kita peroleh x=2.5, sehingga f(4)=6(2.5)+5=20. Solusi ini final dan tegas.

f(2x – 1) = 6x + 5
Perhatikan koefisien x di dalam input adalah 2. Kita dapat menuliskan 6x sebagai 3

(2x). Selanjutnya, untuk menyertakan konstanta -1 di dalam pola, kita lakukan kompensasi

x + 5 = 3*(2x) + 5 = 3*(2x – 1 + 1) + 5 = 3*(2x – 1) + 3*1 + 5

Sehingga diperoleh: f(2x – 1) = 3*(2x – 1) + 8

Dari bentuk terakhir, f(2x – 1) = 3*(2x – 1) + 8, terpampang jelas bahwa aturan fungsi f adalah “kalikan input dengan 3, lalu tambah 8”. Karena input di sini adalah (2x-1), maka aturan untuk input umum ‘u’ adalah f(u) = 3u + 8. Dengan mengganti u dengan x, kita peroleh bentuk eksplisit yang dicari.

Metode Substitusi Variabel

Pendekatan kedua lebih sistematis dan sering dianggap lebih mudah. Kita melakukan substitusi atau pemisalan variabel untuk menyederhanakan persamaan. Misalkan kita tentukan bahwa variabel input adalah u, dimana u = 2x – 1. Dari persamaan ini, kita nyatakan x dalam bentuk u.

Misal: u = 2x – 1
Maka, 2x = u + 1
x = (u + 1)/2

Selanjutnya, substitusi nilai x ini ke dalam persamaan awal f(2x-1) = 6x+5. Karena (2x-1) sudah kita ganti dengan u, maka sisi kiri menjadi f(u). Sisi kanan menjadi 6
– ((u+1)/2) + 5.

f(u) = 6

((u + 1)/2) + 5 = 3(u + 1) + 5 = 3u + 3 + 5 = 3u + 8

Dengan demikian, f(u) = 3u + 8. Karena huruf variabel tidak mengubah makna fungsi, kita dapat menuliskan f(x) = 3x + 8. Metode substitusi ini sangat powerful untuk menyelesaikan berbagai variasi soal fungsi dengan input linear.

Perhitungan dan Verifikasi Nilai f(4)

Setelah bentuk eksplisit f(x) = 3x + 8 berhasil ditemukan, menghitung f(4) menjadi tugas yang sangat sederhana. Namun, proses verifikasi tetap penting untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam langkah-langkah sebelumnya. Verifikasi dilakukan dengan mensubstitusi balik ke bentuk fungsi awal.

Prosedur Perhitungan Langsung

Dengan rumus f(x) = 3x + 8, perhitungan f(4) dilakukan dengan mengganti setiap variabel x dengan angka 4. Perhitungan ini bersifat aritmetika dasar dan langsung memberikan hasil akhir.

BACA JUGA  Diketahui f(x)=x+3 dan g(x)=x²‑9 maka fungsi (f+g)(x) dijelaskan

Menyelesaikan f(4) dari fungsi f(2x‑1)=6x+5 memerlukan ketelitian sistematis, layaknya sebuah tim yang beroperasi di bawah Induk Organisasi Sepak Bola Indonesia yang mengatur segala strategi. Dengan mencari nilai x yang memenuhi 2x‑1=4, didapat x=2.5. Substitusi ke fungsi menghasilkan f(4)=6(2.5)+5=20, sebuah jawaban pasti yang menunjukkan konsistensi dalam perhitungan.

f(4) = 3*(4) + 8 = 12 + 8 = 20

Jadi, nilai f(4) dari fungsi yang didefinisikan oleh f(2x-1)=6x+5 adalah
20. Untuk memberikan gambaran yang komprehensif, tabel berikut membandingkan dua fase utama penyelesaian: pencarian bentuk f(x) dan perhitungan f(4).

Fase Metode Substitusi Hasil Langkah Catatan
Mencari f(x) Misal u = 2x-1, maka x = (u+1)/2 f(u) = 3u + 8 Bentuk f(x) = 3x + 8
Menghitung f(4) Substitusi x=4 ke f(x)=3x+8 f(4) = 3*4 + 8 = 20 Hasil akhir

Verifikasi Kebenaran Hasil

Untuk memverifikasi bahwa f(4) = 20 adalah benar, kita gunakan kembali definisi awal f(2x-1)=6x+5. Jika f(4) benar, maka harus ada nilai x yang membuat input (2x-1) sama dengan 4, dan output 6x+5 harus sama dengan 20. Kita cari nilai x tersebut.

Cari x sehingga: 2x – 1 = 4

x = 5

x = 5/2 atau 2.5

Selanjutnya, substitusi x = 2.5 ke dalam ekspresi 6x+5. Hasilnya adalah 6*(2.5) + 5 = 15 + 5 = 20. Karena outputnya sesuai dengan f(4) yang kita hitung, maka hasil f(4)=20 telah terverifikasi kebenarannya.

Aplikasi dalam Berbagai Variasi Soal

Penguasaan konsep penyelesaian fungsi dengan input linear seperti ini membuka pintu untuk menyelesaikan berbagai variasi soal yang lebih kompleks. Prinsip dasarnya tetap sama: lakukan manipulasi aljabar atau substitusi untuk mengungkap aturan fungsi f(x). Berikut adalah beberapa contoh variasi soal yang menguji pemahaman konsep yang sama.

Contoh Soal Latihan

Untuk melatih ketelitian, cobalah selesaikan tiga soal berikut. Setiap soal memiliki karakteristik substitusi yang sedikit berbeda.

  • Jika g(3x + 2) = 9x – 7, tentukan nilai dari g(8).
  • Diketahui h(1 – x) = 4x + 1. Carilah bentuk eksplisit h(x) dan hitung h(-3).
  • Sebuah fungsi didefinisikan oleh p((x+1)/2) = x²
    -4. Temukan nilai dari p(3).

Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari

Dalam menyelesaikan tipe soal seperti ini, beberapa kesalahan sering terjadi. Kesalahan ini biasanya bersifat konseptual maupun teknis dalam manipulasi aljabar.

  • Langsung Mensubstitusi: Kesalahan terbesar adalah langsung menulis f(4) dengan mencari x dari 2x-1=4, lalu mensubstitusi x tersebut ke 6x+5 tanpa menemukan f(x) terlebih dahulu. Meskipun untuk soal ini hasilnya benar, metode ini tidak umum dan bisa menyesatkan untuk soal yang lebih rumit.
  • Kesalahan Substitusi Balik: Saat menggunakan metode pemisalan (misal u = ax+b), kesalahan sering terjadi dalam mengubah bentuk x = (u-b)/a sebelum disubstitusi ke persamaan.
  • Lupa Mengganti Variabel Kembali: Setelah mendapatkan f(u) = … , lupa untuk mengubah notasi variabel u kembali menjadi x untuk menuliskan f(x).
  • Kesalahan Aritmetika Dasar: Kesalahan dalam operasi perkalian, penjumlahan, atau pengurangan saat menyederhanakan persamaan aljabar.

Ilustrasi Transformasi Grafis Deskriptif

Secara grafis, proses menemukan f(x) dari f(2x-1) dapat dibayangkan sebagai dua transformasi. Pertama, grafik f(2x-1) merupakan hasil dari mengompresi horizontal grafik f(x) menjadi setengahnya, kemudian menggesernya ke kanan sejauh 1/2 satuan. Titik f(4)=20 pada grafik f(x) berkorespondensi dengan titik pada grafik f(2x-1) di mana x=2.5, karena 2*(2.5)-1=4. Pada grafik f(2x-1), titik ini memiliki koordinat (2.5, 20). Pemahaman visual ini memperkuat hubungan antara bentuk fungsi yang berbeda.

BACA JUGA  Luas Permukaan Balok 432 dengan Volume 192 cm³ dan Cara Menghitungnya

Eksplorasi Konsep Matematika yang Terkait: Hitung Nilai f(4) dari Fungsi f(2x‑1)=6x+5

Soal ini bukanlah masalah yang berdiri sendiri. Ia terhubung erat dengan beberapa cabang dan konsep penting dalam matematika, mulai dari aljabar hingga geometri analitik. Memahami koneksi ini akan memperdalam apresiasi terhadap keindahan dan koherensi matematika.

Hubungan dengan Komposisi Fungsi dan Transformasi Geometrik

Persamaan f(2x-1) pada hakikatnya merepresentasikan komposisi fungsi. Ia dapat ditulis sebagai f(g(x)), di mana g(x) = 2x –
1. Dengan demikian, soal ini adalah soal dekomposisi: diberikan hasil komposisi f(g(x)) dan bentuk g(x), kita mencari bentuk f(x). Di sisi geometri, g(x) = 2x – 1 adalah transformasi linear yang merepresentasikan penskalaan (dilatasi) horizontal dan translasi. Memecahkan f(x) berarti menemukan fungsi awal sebelum mengalami transformasi oleh g(x).

Keterampilan Prasyarat yang Diperlukan

Untuk menguasai materi penyelesaian fungsi semacam ini, beberapa keterampilan dasar matematika mutlak diperlukan sebagai fondasi. Tanpa ini, proses belajar akan menemui banyak kendala.

  • Operasi Aljabar: Kemampuan memanipulasi persamaan linear, termasuk pemfaktoran, ekspansi, dan pengelompokan suku.
  • Fungsi dan Notasi: Pemahaman intuitif tentang konsep fungsi sebagai pemetaan dan makna dari notasi seperti f(x).
  • Substitusi Variabel: Keterampilan untuk memisalkan suatu ekspresi sebagai variabel baru dan menyatakan variabel lama dalam variabel baru tersebut.
  • Pemecahan Masalah Sistematis: Kebiasaan untuk mengikuti langkah-langkah logis dan memverifikasi jawaban yang diperoleh.

Diagram Alur Konsep Kunci

Sebuah mind map atau diagram alur dapat membantu memvisualisasikan hubungan antar konsep. Bayangkan sebuah node pusat bertuliskan “Mencari f(x) dari f(ax+b)=cx+d”. Dari node ini, muncul cabang-cabang utama: Konsep Dasar (mencabang ke Fungsi, Notasi, Input-Output), Metode Penyelesaian (mencabang ke Substitusi Variabel dan Manipulasi Aljabar Langsung), Verifikasi (mencabang ke Substitusi Balik dan Konsistensi Logis), serta Konsep Terkait (mencabang ke Komposisi Fungsi dan Transformasi Geometrik).

Setiap cabang kemudian memiliki anak cabang yang lebih detail, seperti langkah-langkah spesifik dalam metode substitusi. Diagram ini menegaskan bahwa semua elemen saling terhubung dan membentuk suatu pemahaman yang utuh.

Penutup

Dengan demikian, perjalanan untuk mencari nilai f(4) dari fungsi f(2x‑1)=6x+5 telah tuntas. Nilai akhir yang didapat, yaitu 19, bukanlah sekadar angka, melainkan bukti keberhasilan dalam menerjemahkan bahasa fungsi yang tersamar. Latihan seperti ini melatih ketelitian dan pola pikir analitis, yang esensial tidak hanya untuk matematika tingkat lanjut tetapi juga untuk menyelesaikan masalah logis dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman mendalam tentang transformasi fungsi ini membuka jalan untuk menjelajahi konsep matematika yang lebih luas dan menantang.

FAQ dan Solusi

Apakah soal ini hanya bisa diselesaikan dengan mencari bentuk f(x) terlebih dahulu?

Tidak. Metode alternatifnya adalah dengan mencari nilai x yang membuat input fungsi (2x-1) sama dengan 4. Dari persamaan 2x-1=4 didapat x=5/2. Nilai x ini lalu disubstitusi ke rumus 6x+5, sehingga f(4) = 6*(5/2)+5 = 15+5 = 19.

Mengapa kita tidak bisa langsung mengganti x=4 ke dalam rumus 6x+5?

Karena rumus 6x+5 adalah gambaran dari f(2x-1), bukan f(x). Input untuk fungsi f di sini adalah (2x-1), bukan x. Jadi, mengganti x=4 berarti menghitung f(2*4-1) = f(7), bukan f(4).

Konsep prasyarat apa saja yang harus dikuasai sebelum mengerjakan soal seperti ini?

Pemahaman dasar tentang fungsi dan notasi fungsi (seperti f(x)), kemampuan manipulasi aljabar (memindah ruas, operasi pada persamaan), dan keterampilan melakukan substitusi variabel adalah kunci utamanya.

Apakah bentuk fungsi f(x) yang ditemukan selalu unik untuk soal jenis ini?

Ya, untuk soal yang diberikan dengan bentuk linear seperti ini, proses aljabar akan menghasilkan satu bentuk eksplisit f(x) yang unik dan benar, asalkan langkah-langkahnya tepat.

Leave a Comment