Jika h(x) = x/a + 5 dan h(a^2) = 12, maka nilai a =…? Pertanyaan ini mungkin awalnya bikin mikir dua kali, tapi sebenarnya ia adalah gerbang kecil yang menarik untuk memahami logika dasar fungsi dan aljabar. Soal seperti ini sering muncul dan menguji ketelitian kita dalam bermain dengan substitusi dan penyederhanaan. Mari kita buka gerbang itu bersama-sama, karena setelahnya, kamu akan melihat bahwa semuanya terhubung dengan logika yang rapi dan sederhana.
Pada dasarnya, kita diajak untuk mengurai sebuah fungsi linear yang tampak sederhana, h(x) = x/a +
5. Tantangannya muncul ketika variabel x-nya diganti dengan bentuk kuadrat, yaitu a². Di sinilah kejelian kita diuji: bagaimana mensubstitusi dengan benar, menyederhanakan persamaan, dan menemukan nilai variabel ‘a’ yang memenuhi. Proses ini bukan sekadar hitung-hitungan, melainkan latihan berpikir terstruktur yang sangat berguna.
Pemahaman Dasar Fungsi dan Substitusi
Sebelum kita menyelam ke dalam penyelesaian soal, mari kita pahami dulu medan perangnya. Fungsi dalam matematika itu seperti mesin pengolah: kamu masukkan satu angka (input), lalu mesin ini memprosesnya berdasarkan aturan tertentu, dan keluar angka lain (output). Dalam kasus kita, mesinnya bernama h(x) dengan aturan: x dibagi a, lalu ditambah 5. Bentuk ini termasuk fungsi linear, karena pangkat tertinggi variabel x-nya adalah satu, meski dia hadir dalam bentuk pecahan.
Kunci utama soal ini terletak pada operasi substitusi. Saat kita melihat notasi h(a²), itu artinya kita diperintahkan untuk mengganti setiap kemunculan variabel x dalam rumus fungsi dengan nilai a². Ini bukan perkalian, melainkan pengisian tempat. Bayangkan rumus h(x) = x/a + 5 itu seperti cetakan kue kosong. Huruf ‘x’ di dalamnya adalah lubang yang bisa diisi apa saja.
Nah, h(a²) berarti kita mengisi lubang itu dengan adonan bernama “a pangkat dua”.
Oke, kita ulik soal ini: kalau h(x) = x/a + 5 dan h(a²) = 12, nilai a bisa kita cari dengan substitusi, ya. Nah, setelah nemuin a, kamu pasti bakal makin jago ngerjain bentuk aljabar lain kayak (2a – 3b + c)^2 =. Eits, tapi jangan lupa balik lagi ke soal awal tadi, karena dari situ konsep substitusi fungsi jadi kunci utama biar kamu nggak salah hitung.
Mekanisme Substitusi dalam Fungsi
Mari kita lihat perbandingan antara fungsi dalam bentuk umum dan setelah dilakukan substitusi spesifik. Tabel berikut bisa memberi gambaran yang lebih jelas.
| Komponen | Fungsi Umum h(x) | Substitusi h(a²) | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Input (x) | Variabel bebas x | Ekspresi a² | Nilai input diganti secara keseluruhan. |
| Proses | x dibagi a, lalu +5 | (a²) dibagi a, lalu +5 | Struktur rumus tetap, hanya isi variabel x yang berubah. |
| Output | h(x) | 12 (diketahui dari soal) | Output setelah substitusi bernilai 12. |
| Bentuk Akhir | h(x) = x/a + 5 | a²/a + 5 = 12 | Inilah persamaan yang akan kita selesaikan. |
Untuk mengasah pemahaman, coba latihan ini: Jika g(y) = 3y – 7, berapakah nilai g(b+1)? Caranya, ganti setiap ‘y’ dengan ‘(b+1)’, sehingga menjadi g(b+1) = 3(b+1)
-7 = 3b + 3 – 7 = 3b – 4. Prinsipnya persis sama dengan soal kita, hanya bentuk fungsinya yang berbeda.
Menyelesaikan Persamaan untuk Variabel ‘a’
Dari pemahaman substitusi, kita telah mendapatkan persamaan kunci: a²/a + 5 = 12. Sekarang, tugas kita adalah mengurai persamaan ini untuk menemukan nilai sang misterius, si ‘a’. Proses ini murni permainan aljabar yang elegan.
Langkah pertama adalah menyederhanakan bagian pecahan a²/a. Ingat sifat eksponen dasar: a² berarti a × a. Jika a × a dibagi dengan a, maka satu buah ‘a’ akan saling menghilangkan. Hasil penyederhanaan ini sangat penting:
a² / a = a^(2-1) = a¹ = a
Dengan penyederhanaan itu, persamaan kita yang awalnya terlihat sedikit kompleks langsung berubah menjadi sangat sederhana: a + 5 = 12. Ini adalah bentuk persamaan linear paling dasar. Untuk menyelesaikannya, kita isolasi variabel ‘a’ dengan memindahkan konstanta 5 ke sisi kanan persamaan. Memindahkan suku berarti melakukan operasi kebalikan di kedua sisi. Karena +5, maka lawannya adalah -5.
Kita kurangi kedua sisi dengan 5.
Prosedur Langkah demi Langkah
Berikut adalah urutan logis penyelesaiannya:
- Substitusi: Tulis persamaan dari informasi soal: h(a²) = a²/a + 5 = 12.
- Sederhanakan Pecahan: Sederhanakan a²/a menjadi a. Persamaan baru: a + 5 = 12.
- Isolasi Variabel: Kurangi kedua ruas dengan 5: a + 5 – 5 = 12 – 5.
- Solusi: Hasilnya adalah a = 7.
Prosesnya terlihat singkat, tapi setiap langkah mengandung prinsip matematika yang fundamental. Keindahannya ada pada bagaimana masalah yang tampaknya melibatkan kuadrat bisa direduksi menjadi masalah penjumlahan sederhana setelah melalui penyederhanaan yang tepat.
Verifikasi Solusi dan Interpretasi Hasil
Source: amazonaws.com
Menemukan a = 7 bukanlah akhir perjalanan. Sebagai pemeriksa yang baik, kita harus memverifikasi apakah nilai ini benar-benar memenuhi kondisi awal soal. Caranya, kita substitusi balik nilai a = 7 ke dalam fungsi dan periksa apakah h(a²) memang menghasilkan 12.
Mari kita buktikan: Jika a = 7, maka a² = 49. Sekarang hitung h(49) menggunakan rumus h(x) = x/a + 5, dengan a=7. Jadi, h(49) = 49/7 + 5 = 7 + 5 = 12. Persis seperti yang diberikan di soal. Verifikasi sukses, dan kita bisa yakin 100% dengan solusi kita.
Nilai a = 7 ini sebenarnya memberi kita informasi lengkap tentang mesin fungsi h(x). Awalnya fungsinya misterius: h(x) = x/a + 5. Sekarang kita tahu mesin itu adalah h(x) = x/7 + 5. Artinya, untuk mendapatkan output, input x harus dibagi 7 dulu baru ditambah 5. Hubungan khusus h(a²)=12 memberitahu kita bahwa ketika input adalah kuadrat dari pembagi itu sendiri (49, yang adalah 7²), outputnya akan menjadi 12.
Visualisasi Grafik dan Perbandingan
Bayangkan grafik fungsi h(x) = x/7 + 5. Itu adalah garis lurus dengan kemiringan landai 1/7 dan memotong sumbu-y di titik (0,5). Titik (a², h(a²)) atau (49, 12) adalah sebuah titik yang terletak persis di atas garis lurus ini. Sekarang, misalkan saja kita mendapatkan solusi lain, misalnya a = -7 (meski dalam soal ini tidak). Fungsi akan menjadi h(x) = x/(-7) + 5 = -x/7 + 5.
Garisnya akan miring ke bawah, tetapi titik (a², h(a²)) yaitu (49, 12) juga akan berada di garis itu, karena (-7)² juga 49. Ini menunjukkan bahwa untuk substitusi berbentuk kuadrat, nilai negatif dari ‘a’ seringkali menghasilkan nilai a² yang sama, sehingga memunculkan kemungkinan solusi ganda.
Soal fungsi h(x) = x/a + 5 dengan h(a²) = 12 itu sebenarnya cuma perlu substitusi dan aljabar sederhana, mirip logika saat kamu Ibu membeli 3 kg apel dan 2 kg jeruk seharga Rp46.000,00. Tentukan harga 1 kg jeruk jika harga 1 kg apel adalah Rp12.000,00. di mana kamu mencari nilai yang belum diketahui. Nah, setelah paham konsep substitusi dari soal belanjaan itu, kembali ke fungsi tadi, kamu bisa temukan nilai a dengan menyelesaikan persamaan a²/a + 5 = 12.
| Aspect | Kasus a = 7 | Kasus a = -7 (Sebagai Eksplorasi) |
|---|---|---|
| Fungsi Hasil | h(x) = x/7 + 5 | h(x) = -x/7 + 5 |
| Nilai a² | 49 | 49 |
| h(a²) | 49/7 + 5 = 12 | 49/(-7) + 5 = -7 + 5 = -2 |
| Verifikasi thd soal | Memenuhi (h(a²)=12) | Tidak Memenuhi (h(a²) ≠ 12) |
| Kesimpulan | Solusi Valid | Bukan Solusi untuk soal ini |
Tabel di atas mempertegas bahwa meski proses aljabar mungkin menghasilkan calon solusi bernilai negatif, kita harus selalu memeriksanya kembali ke konteks soal asli. Dalam kasus kita, hanya a = 7 yang lulus verifikasi.
Eksplorasi Variasi Soal Serupa: Jika H(x) = X/a + 5 Dan H(a^2) = 12, Maka Nilai A =
Keampuhan sebuah konsep teruji ketika ia bisa diterapkan pada berbagai skenario. Soal seperti h(a²)=12 ini memiliki pola yang bisa dimodifikasi untuk melatih ketajaman aljabar. Mari kita ciptakan beberapa variasi untuk melihat polanya.
Berikut tiga variasi soal dengan struktur serupa:
- Jika f(x) = 3x – k dan f(2k) = 10, tentukan nilai k. (Penyelesaian: Substitusi: 3(2k)
-k = 10 -> 6k – k = 10 -> 5k = 10 -> k = 2). - Jika g(t) = (t + p)/4 dan g(p³) = 6, tentukan nilai p. (Penyelesaian: (p³ + p)/4 = 6 -> kalikan 4: p³ + p = 24. Ini persamaan kubik, namun sering di soal sederhana, p = 3 adalah solusi yang mudah ditebak).
- Jika m(n) = √n / b dan m(b⁴) = 2, tentukan nilai b positif. (Penyelesaian: √(b⁴) / b = 2 -> b² / b = 2 -> b = 2).
Strategi Umum dan Jebakan Umum, Jika h(x) = x/a + 5 dan h(a^2) = 12, maka nilai a =
Pola dari semua soal ini adalah: Diberikan fungsi dalam satu variabel (x, t, n) dengan sebuah parameter tak diketahui (a, k, p, b). Lalu diberikan informasi bahwa ketika input fungsi adalah suatu ekspresi yang melibatkan parameter tersebut (seperti a², 2k, p³, b⁴), outputnya adalah sebuah bilangan. Tugas kita adalah mencari parameter tadi.
Strategi umumnya selalu konsisten:
- Lakukan substitusi dengan tepat: ganti variabel input dengan ekspresi yang diberikan.
- Sederhanakan persamaan aljabar yang dihasilkan semaksimal mungkin, manfaatkan sifat eksponen atau faktorisasi.
- Selesaikan persamaan untuk parameter yang dicari.
- Selalu verifikasi solusi dengan mensubstitusinya kembali ke kondisi awal.
Beberapa kesalahan yang sering terjadi perlu diwaspadai:
- Kesalahan Substitusi: Hanya mengganti sebagian variabel. Misal, untuk h(a²), salah menulisnya sebagai a² / x + 5.
- Kesalahan Penyederhanaan Pecahan: Menganggap a²/a = 2a atau a, tanpa memahami hukum eksponen.
- Lupa Verifikasi: Terburu-buru menyimpulkan tanpa memastikan solusi memenuhi persamaan awal, terutama jika ada operasi seperti akar kuadrat yang bisa menghasilkan solusi positif dan negatif.
- Mengabaikan Domain: Pada fungsi yang melibatkan akar atau pembagi, nilai parameter mungkin memiliki batasan (misal, tidak boleh nol).
Intinya, soal-soal jenis ini memiliki karakteristik khas:
- Menguji pemahaman mendalam tentang notasi fungsi dan substitusi.
- Mengombinasikan konsep fungsi dengan manipulasi aljabar dasar.
- Sering kali melibatkan penyederhanaan ekspresi aljabar (pecahan, pangkat) sebelum sampai ke persamaan linear sederhana.
- Solusinya sering kali elegan dan tunggal, meski ekspresi awalnya terlihat kompleks.
Ringkasan Akhir
Jadi, setelah mengikuti seluruh prosesnya, nilai ‘a’ yang memenuhi persamaan h(a²) = 12 adalah 7 atau –
7. Kedua nilai ini sah dan mengantarkan kita pada pemahaman bahwa solusi dalam matematika bisa lebih dari satu. Yang terpenting bukan hanya jawaban akhirnya, tapi jalan pikiran yang kita tempuh: dari membaca soal, mensubstitusi dengan tepat, menyederhanakan aljabar, hingga memverifikasi. Kemampuan ini adalah bekal untuk menyelesaikan berbagai variasi soal yang lebih kompleks.
Selamat, kamu baru saja menguasai satu pola pikir matematika yang elegan!
Area Tanya Jawab
Apakah nilai ‘a’ bisa berupa bilangan desimal atau pecahan?
Bisa saja. Dalam soal ini hasilnya bilangan bulat (7 dan -7), namun jika persamaannya berbeda, nilai ‘a’ sangat mungkin berupa pecahan atau desimal. Itu tergantung dari bentuk fungsi dan nilai yang diberikan.
Mengapa a²/a bisa disederhanakan menjadi ‘a’, bukankah harusnya a²/a = a untuk a ≠ 0?
Benar sekali! Penyederhanaan a²/a = a hanya valid jika ‘a’ tidak sama dengan nol (karena pembagian dengan nol tidak terdefinisi). Dalam konteks soal ini, kita secara implisit mengasumsikan a ≠ 0, dan nantinya solusi a=0 juga tidak akan memenuhi persamaan akhir a + 5 = 12.
Bagaimana jika soalnya bukan h(a²) tetapi h(2a) atau h(a+1)?
Prinsipnya tetap sama: ganti semua variabel ‘x’ pada rumus h(x) dengan ekspresi baru itu. Misal, jika h(2a), maka menjadi (2a)/a + 5 = 2 + 5 = 7. Lalu selesaikan persamaan h(2a) = nilai_yang_diketahui.
Apa kegunaan memverifikasi solusi setelah menemukan nilai ‘a’?
Verifikasi adalah langkah penting untuk memastikan tidak ada kesalahan hitung selama proses. Dengan mensubstitusi balik nilai ‘a’ ke fungsi awal, kita memastikan bahwa hubungan h(a²) = 12 benar-benar terpenuhi, sehingga jawaban kita valid dan akurat.