Penyerapan Zat Hara dan Air oleh Akar ke Daun via Xilem Jalan Raya Tersembunyi Tumbuhan

Penyerapan Zat Hara dan Air oleh Akar ke Daun via Xilem menyimpan narasi perjalanan epik yang sunyi, sebuah perjalanan tanpa henti dari kegelapan tanah menuju cahaya matahari. Di balik kesunyian batang dan kediaman daun, jaringan misterius bernama xilem bekerja sebagai menara isyarat hidup, mengalirkan cairan kehidupan melawan gravitasi dalam sebuah sistem yang begitu sempurna dan rapuh. Setiap tetes air yang menguap dari daun adalah sinyal rahasia yang menarik rantai molekul tak terlihat dari kedalaman bumi, sebuah mekanisme yang menjaga rahasia keseimbangan hidup seluruh organisme hijau.

Proses ini dimulai dari ujung-ujung halus akar yang meraba tanah lembap, menyerap air dan mineral melalui sebuah tarian osmosis yang rumit. Kemudian, perjalanan dilanjutkan melalui dua jalur rahasia—apoplas dan simplas—sebelum akhirnya memasuki pembuluh xilem. Di dalam xilem, kolom air yang terikat oleh kekuatan kohesi dan adhesi yang tak terlihat ditarik ke atas oleh tarikan transpirasi dari daun, bagai sebuah tali ajaib yang tak pernah putus.

Bersama aliran ini, zat hara terlarut diangkut sebagai penumpang setia untuk menopang segala aktivitas kehidupan di tajuk, dari fotosintesis hingga menjaga sel-sel tetap tegak dan hidup.

Struktur dan Fungsi Xilem

Xilem, sering disebut sebagai pembuluh kayu, adalah jaringan kompleks yang berfungsi sebagai sistem sirkulasi utama untuk air dan mineral dalam tubuh tumbuhan. Jaringan ini tidak hanya berperan sebagai pipa pasif, tetapi merupakan struktur canggih yang berevolusi untuk mengangkut cairan dari akar ke daun melawan gravitasi, sekaligus memberikan dukungan mekanis pada batang dan cabang. Memahami anatomi xilem adalah kunci untuk mengungkap bagaimana tumbuhan, dari pohon redwood raksasa hingga padi di sawah, memenuhi kebutuhan hidrasi mereka.

Anatomi Jaringan Xilem: Trakeid dan Unsur Pembuluh

Xilem tersusun atas beberapa jenis sel yang telah mati saat berfungsi, dengan dinding sel yang tebal dan berlignin. Dua komponen pengangkut utamanya adalah trakeid dan unsur pembuluh (vessel element). Trakeid merupakan sel panjang dan ramping dengan ujung meruncing yang saling tumpang tindih. Air mengalir dari satu trakeid ke trakeid lainnya melalui
-pit* (lubang) pada dinding selnya. Sementara itu, unsur pembuluh adalah sel yang lebih pendek dan lebar, dengan ujung yang hampir rata.

Saun unsur pembuluh ini bersambungan ujung ke ujung, dinding pemisahnya terlarut sebagian atau seluruhnya, membentuk saluran panjang yang disebut pembuluh, yang memungkinkan aliran air yang lebih cepat dan efisien.

Komponen Xilem Dinding Sel Fungsi Utama Contoh Tanaman
Trakeid Tebal, berlignin, dengan banyak

pit* berbentuk lingkaran atau terlindungi.

Pengangkutan air dan dukungan mekanis. Gymnospermae (pinus, cemara), Pakis.
Unsur Pembuluh (Vessel Element) Tebal, berlignin, dinding ujung (*end wall*) terdegradasi membentuk pelat perforasi. Pengangkutan air yang sangat efisien. Angiospermae (jati, padi, mangga).
Serabut Xilem Sangat tebal dan kuat, berlignin tinggi. Dukungan mekanis utama. Semua tumbuhan berkayu.
Parenkim Xilem Tipis, hidup. Menyimpan cadangan makanan (pati, lemak) dan membantu transportasi lateral. Semua tumbuhan.

Peran Lignin dalam Penguatan dan Penyerapan

Lignin adalah polimer kompleks yang mengisi ruang antara selulosa pada dinding sel xilem, bertindak seperti semen pada rangka beton bertulang. Pengerasan ini memberikan kekuatan untuk menahan tekanan kompresi dari berat tumbuhan itu sendiri dan gaya dari luar seperti angin.

Namun, sifat hidrofobik (takut air) lignin memiliki dampak ganda. Di satu sisi, ia mencegah dinding sel xilem yang sudah mati menyerap air dan membengkak, sehingga menjaga lumen (ruang kosong) pipa tetap terbuka untuk aliran bebas. Di sisi lain, karena lignin tidak dapat ditembus air, pergerakan air antar sel xilem harus melalui
-pit* yang tidak terlignifikasi, yang berfungsi sebagai penyaring mikroskopis.

Alur Air dari Rambut Akar ke Xilem

Perjalanan air dimulai dari rambut akar, tonjolan epidermis yang memperluas permukaan penyerapan secara dramatis. Air dari tanah yang lebih encer masuk ke dalam sitoplasma rambut akar yang lebih pekat melalui osmosis. Dari sini, air bergerak melintasi korteks akar menuju stele yang mengandung xilem. Pergerakan ini melalui dua jalur utama: jalur apoplas di luar membran sel melalui ruang antar sel dan dinding sel, dan jalur simplas melalui sitoplasma yang saling terhubung via plasmodesmata.

Ketika mendekati stele, jalur apoplas terhalang oleh pita Caspary pada endodermis, suatu lapisan sel yang dilapisi zat lemak (suberin). Hal ini memaksa semua air dan mineral untuk memasuki jalur simplas, melewati membran selektif sel endodermis, sebelum akhirnya dilepaskan ke dalam pembuluh xilem. Proses ini memastikan hanya zat yang dibutuhkan yang masuk ke dalam sistem pengangkutan utama tumbuhan.

Mekanisme Penyerapan Air oleh Akar

Penyerapan air oleh akar bukanlah proses hisapan sederhana, melainkan serangkaian mekanisme fisika dan biologi yang terkoordinasi. Akar secara aktif menciptakan kondisi yang mendorong air dari tanah masuk ke dalam sistem vaskularnya. Proses ini sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah, kesehatan akar, dan perbedaan konsentrasi larutan antara tanah dan sel-sel akar.

Osmosis pada Rambut Akar dan Faktor Penentu Laju

Kunci masuknya air adalah osmosis, perpindahan air dari area dengan potensial air tinggi (larutan encer/hipotonik) ke area dengan potensial air rendah (larutan pekat/hipertonik) melalui membran semipermeabel. Rambut akar secara aktif memompa ion mineral ke dalam sitoplasmanya, membuat konsentrasi zat terlarut di dalam sel lebih tinggi daripada di tanah. Perbedaan konsentrasi ini menciptakan gradien potensial air yang menarik molekul air masuk.

Laju penyerapan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor: gradien konsentrasi itu sendiri, suhu tanah (proses difusi lebih cepat pada suhu hangat), aerasi tanah (akar membutuhkan oksigen untuk respirasi yang menghasilkan energi bagi penyerapan aktif), dan tentu saja, ketersediaan air di tanah.

Jalur Apoplas dan Simplas Menuju Xilem

Setelah masuk ke rambut akar, air bergerak melintasi korteks menuju xilem melalui dua rute paralel. Jalur apoplas adalah rute ekstraseluler, di mana air mengalir bebas melalui dinding sel mati dan ruang antar sel tanpa harus memasuki membran sel. Jalur ini cepat dan tidak selektif. Sebaliknya, jalur simplas adalah rute intraseluler, di mana air bergerak dari satu sitoplasma ke sitoplasma berikutnya melalui penghubung yang disebut plasmodesmata.

Ketika kedua jalur mencapai endodermis, pita Caspary yang tersuberin menjadi tembok bagi jalur apoplas. Hambatan ini memaksa semua air dan mineral untuk “melapor” dan masuk ke dalam sel endodermis melalui membran selektifnya, bergabung dengan jalur simplas, sebelum akhirnya dapat masuk ke dalam xilem. Ini adalah titik kendali mutu utama tumbuhan.

Kontribusi Tekanan Akar

Pada kondisi tertentu, terutama saat transpirasi rendah (pagi hari atau udara lembap), akar dapat secara aktif memompa ion mineral ke dalam xilem. Akumulasi zat terlarut ini menurunkan potensial air di xilem akar, menarik lebih banyak air dari tanah secara osmosis. Karena xilem adalah tabung tertutup, masuknya air ini menciptakan tekanan hidrostatik positif yang mendorong kolom air naik sedikit. Fenomena ini disebut tekanan akar, dan buktinya dapat dilihat dari gutasi, yaitu tetesan air yang muncul di ujung daun rumput di pagi hari.

Meski bukan penggerak utama pada pohon tinggi, tekanan akar berperan penting dalam memulai aliran dan mengisi kembali pembuluh xilem di awal musim pertumbuhan.

Kondisi Tanah yang Ideal untuk Penyerapan

  • Tekstur Lempung Berpasir: Memiliki keseimbangan antara pori makro (untuk drainase dan aerasi) dan pori mikro (untuk menahan air tersedia). Tanah liat murni sering terlalu padat dan kurang oksigen, sedangkan tanah pasir murni tidak dapat menahan air.
  • Kelembapan Optimal (Kapasitas Lapang): Tanah cukup lembap sehingga air mudah diserap, tetapi tidak jenuh air sehingga akar masih mendapatkan oksigen.
  • Aerasi Baik: Ruang pori tanah terisi udara, menyediakan oksigen untuk respirasi akar yang mendukung penyerapan aktif.
  • Suhu Sedang Hangat: Suhu tanah yang terlalu dingin memperlambat difusi air dan metabolisme akar; suhu yang terlalu panas dapat merusak akar dan meningkatkan penguapan.
  • pH Netral hingga Sedikit Asam: Memungkinkan ketersediaan hara yang optimal dan kondisi yang mendukung aktivitas mikroba menguntungkan.

Kekuatan Penggerak Transpor Air ke Daun

Bagaimana mungkin air dapat naik hingga lebih dari 100 meter pada pohon sequoia? Jawabannya tidak terletak pada pompa di akar, tetapi pada tarikan yang dihasilkan di ujung atas, yaitu di daun. Mekanisme utama yang menggerakkan kolom air ini adalah teori kohesi-adhesi-tensi, yang digerakkan oleh transpirasi. Ini adalah sistem yang elegan, di mana penguapan air dari daun justru menjadi mesin yang menarik pasokan air dari bawah.

Teori Kohesi-Adhesi dan Tarikan Transpirasi

Teori ini berpusat pada sifat fisik molekul air. Kohesi adalah gaya tarik-menarik antar molekul air sendiri (karena ikatan hidrogen), yang membuat mereka cenderung menyatu membentuk kolom yang kontinu. Adhesi adalah gaya tarik antara molekul air dengan dinding pembuluh xilem (yang terbuat dari selulosa dan lignin). Ketika air menguap dari dinding sel mesofil daun ke ruang antar sel dan akhirnya keluar melalui stomata (transpirasi), ia menciptakan defisit kelembapan.

Sel-sel daun kemudian menarik air dari pembuluh xilem daun, yang pada gilirannya menciptakan tegangan atau tarikan (tensi) pada kolom air di seluruh pembuluh xilem, dari daun hingga ke akar. Tarikan ini, ditopang oleh kohesi air yang kuat dan adhesi ke dinding xilem, menarik seluruh kolom air ke atas tanpa putus, seperti menarik seutas tali yang panjang.

Analog Kolom Air dalam Xilem

Bayangkan sebuah tabung kapiler (pipa sangat halus) yang panjang, diisi penuh dengan air, dan bagian atasnya terbuka ke udara kering. Penguapan di ujung atas akan menarik molekul air di permukaan, yang karena kohesi, akan menarik molekul di bawahnya, dan seterusnya, sehingga seluruh kolom air dalam tabung bergerak ke atas. Xilem pada dasarnya adalah kumpulan dari jutaan tabung kapiler mikroskopis ini.

Dinding xilem yang sempit memperkuat adhesi, sementara kolom air yang tidak terputus di seluruh pembuluh memungkinkan tarikan dari satu ujung langsung dirasakan di ujung lainnya. Jika kolom air putus karena gelembung udara (kavitasi), pembuluh itu bisa berhenti berfungsi, dan tumbuhan mengandalkan pembuluh lainnya.

Faktor Lingkungan yang Mempengaruhi Laju Transpirasi

Laju penguapan air dari daun, dan dengan demikian kekuatan tarikan pada xilem, sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Intensitas cahaya yang tinggi membuka stomata lebar untuk pertukaran gas fotosintesis, sekaligus meningkatkan peluang penguapan. Suhu udara yang meningkat mempercepat kinetika molekul air dan meningkatkan gradien kelembapan antara daun dan udara. Kelembapan udara rendah (udara kering) menciptakan gradien kelembapan yang curam, menarik air keluar dengan lebih kuat.

Angin menyapu uap air di sekitar stomata, menjaga gradien tersebut tetap tajam. Ketersediaan air tanah menjadi faktor pembatas; jika tanah kering, tarikan yang kuat justru dapat menyebabkan stres kekeringan dan kerusakan pada pembuluh xilem.

Peran Stomata dan Sel Penjaga

  • Stomata berfungsi sebagai pintu gerbang yang dapat dibuka dan ditutup, mengatur pertukaran gas (CO 2 masuk, O 2 dan uap air keluar).
  • Sepasang sel penjaga yang mengelilingi stomata mengontrol apertur (bukaan) tersebut dengan perubahan tekanan turgor.
  • Ketika sel penjaga menyerap ion kalium (K +) dan air, mereka menjadi turgor dan membengkokkan bentuknya, membuka stomata.
  • Ketika kehilangan ion dan air, sel penjaga mengendur dan stomata menutup, secara drastis mengurangi laju transpirasi.
  • Mekanisme ini memungkinkan tumbuhan untuk menyeimbangkan antara kebutuhan fotosintesis (membutuhkan CO 2) dengan konservasi air, merespons secara dinamis terhadap kondisi cahaya, kelembapan, dan status air internal.

Transportasi Zat Hara (Mineral) Terlarut

Xilem tidak hanya mengangkut air, tetapi juga menjadi jalur utama bagi mineral dan nutrisi anorganik yang diserap dari tanah. Zat hara ini, yang terlarut dalam air tanah sebagai ion, akan diangkut bersama aliran air menuju tajuk, tempat mereka dibutuhkan untuk membangun jaringan dan menjalankan berbagai fungsi metabolisme. Transportasi ini terjadi melalui mekanisme yang berbeda-beda, tergantung pada jenis ion dan kondisi di sekitar akar.

Penyerapan Pasif dan Aktif Zat Hara, Penyerapan Zat Hara dan Air oleh Akar ke Daun via Xilem

Penyerapan Zat Hara dan Air oleh Akar ke Daun via Xilem

Source: meroketetapjaya.com

Beberapa ion dapat masuk ke akar secara pasif melalui difusi, bergerak dari konsentrasi tinggi di tanah (misalnya pada kondisi pemupukan) menuju konsentrasi lebih rendah di dalam akar. Namun, sebagian besar penyerapan bersifat aktif, memerlukan energi dari ATP. Karena konsentrasi banyak ion di dalam sel akar seringkali sudah jauh lebih tinggi daripada di tanah, akar harus “melawan gradien” dengan memompa ion-ion tersebut menggunakan protein transpor khusus di membran sel.

Penyerapan aktif ini, yang sering melibatkan pertukaran ion H +, memastikan akar dapat mengumpulkan mineral penting bahkan dari tanah yang miskin hara. Proses inilah yang secara tidak langsung menciptakan tekanan akar dan berkontribusi pada penyerapan air secara osmosis.

Klasifikasi dan Peran Zat Hara Makro dan Mikro

Kategori Contoh Zat Hara (Ion) Peran Singkat bagi Daun dan Tajuk
Makro (diperlukan dalam jumlah besar) Nitrogen (NO3, NH4+) Komponen utama klorofil, protein, dan asam nukleat; mendorong pertumbuhan daun.
Fosfor (H2PO4) Bagian dari ATP, DNA, RNA; penting untuk transfer energi dan pembelahan sel.
Kalium (K+) Mengatur bukaan stomata, aktivasi enzim, keseimbangan ion; penting untuk fotosintesis dan transpor gula.
Kalsium (Ca2+) Komponen dinding sel, ko-faktor enzim, pensinyalan seluler.
Mikro (diperlukan dalam jumlah kecil) Besi (Fe2+/Fe3+) Pusat reaksi dalam klorofil dan protein transport elektron (sitokrom).
Magnesium (Mg2+) Atom pusat molekul klorofil; aktivator banyak enzim.
Seng (Zn2+) Kofaktor untuk enzim sintesis hormon dan protein.

Konsep Arus Massa dalam Pengangkutan Ion

Setelah ion-ion mineral berhasil masuk ke dalam pembuluh xilem akar, mereka tidak perlu bergerak sendiri-sendiri menuju daun. Mereka diangkut secara efisien melalui mekanisme yang disebut arus massa ( mass flow). Ion-ion tersebut terlarut dalam air xilem, dan ketika air ditarik ke atas oleh tarikan transpirasi, seluruh larutan—air beserta muatannya—bergerak bersama sebagai satu kesatuan. Aliran ini sangat cepat dan langsung mengantarkan hara ke daerah-daerah dengan aktivitas transpirasi tertinggi, yaitu daun yang sedang aktif berfotosintesis.

Dengan demikian, transpirasi tidak hanya menggerakkan air, tetapi juga sekaligus menjadi sistem distribusi nutrisi yang sangat efektif.

Sifat Satu Arah Transportasi Xilem

Transportasi melalui xilem secara alami bersifat satu arah, dari akar ke tajuk (daun, bunga, buah). Hal ini disebabkan oleh sumber penggeraknya, yaitu transpirasi dan tekanan akar, yang keduanya bekerja dalam arah tersebut. Tidak ada mekanisme fisiologis yang secara aktif mendorong cairan dalam xilem kembali ke akar. Selain itu, fungsi xilem sebagai jaringan mati dengan sel-sel yang tersambung untuk aliran longitudinal membuatnya tidak dirancang untuk transportasi dua arah.

Distribusi zat hara ke area lateral (misalnya, dari batang ke kambium) dapat terjadi melalui parenkim xilem, tetapi aliran utama tetap vertikal ke atas. Pola ini memastikan bahwa daerah yang menghasilkan energi (daun) menerima pasokan bahan baku (air dan mineral) secara langsung dari daerah penyerapan (akar).

Integrasi Proses di Tingkat Jaringan Daun

Daun adalah terminal akhir dan sekaligus tujuan utama dari perjalanan panjang air dan mineral. Di sinilah seluruh sistem terintegrasi: xilem mendistribusikan sumber daya, jaringan daun memanfaatkannya, dan transpirasi menggerakkan seluruh siklus. Efisiensi proses di daun menjadi indikator kesehatan seluruh sistem pengangkutan, dan keseimbangan yang terjaga di sini menentukan kelangsungan hidup tumbuhan.

Distribusi dari Xilem Daun ke Sel Mesofil

Pembuluh xilem bercabang-cabang halus membentuk jaringan venasi daun, memastikan tidak ada sel yang jauh dari suplai air. Dari pembuluh kecil (vena) di daun, air dan mineral keluar menuju ruang antar sel di sekitar sel-sel mesofil, jaringan parenkim tempat fotosintesis terjadi. Pergerakan ini didorong oleh gradien potensial air yang diciptakan oleh transpirasi dan konsumsi air untuk fotosintesis di dalam sel. Air kemudian memasuki sel-sel mesofil melalui osmosis.

Mineral, yang telah sampai bersama aliran air, diserap secara aktif ke dalam sel-sel mesofil sesuai kebutuhan metabolisme mereka, misalnya ion magnesium untuk pusat klorofil atau nitrat untuk sintesis asam amino.

Pemanfaatan Air di Daun: Dari Fotosintesis hingga Pendinginan

Air yang tiba di daun memiliki beberapa peran kritis. Sebagian kecil (kurang dari 5%) secara langsung digunakan sebagai bahan baku dalam reaksi terang fotosintesis, di mana molekul air dipecah untuk menyumbangkan elektron. Namun, fungsi utamanya adalah sebagai pelarut dan medium reaksi biokimia di dalam sel. Yang paling signifikan, air adalah agen pendingin utama. Proses transpirasi, penguapan air dari permukaan sel daun, menghabiskan energi panas yang besar (panas laten penguapan), sehingga mendinginkan daun secara efektif dan mencegah kerusakan enzim sensitif suhu pada hari yang terik.

Tanpa pendinginan ini, daun dapat mengalami luka bakar dan fotosintesis terhambat.

Keseimbangan hidrasi tumbuhan bergantung pada hubungan dinamis antara penyerapan dan kehilangan. Tarikan transpirasi di daun adalah mesin yang menarik air dari tanah, tetapi mesin ini hanya dapat berjalan lancar jika akar mampu memasok air dengan laju yang setara. Ketika tanah mengering atau akar rusak, keseimbangan ini terganggu, menyebabkan tegangan tinggi dalam xilem dan potensi kerusakan pada sistem pengangkutan itu sendiri.

Tanda Sistem Pengangkutan yang Berfungsi Baik: Sel Daun yang Turgor

Keberhasilan seluruh proses penyerapan dan pengangkutan air tercermin secara visual pada kondisi sel-sel daun. Ketika pasokan air dari xilem mencukupi untuk menggantikan air yang hilang melalui transpirasi dan digunakan untuk metabolisme, sel-sel daun akan berada dalam keadaan turgor. Dalam keadaan ini, vakuola sentral yang penuh air mendorong sitoplasma dan kloroplas ke tepi sel, menekan dinding sel yang elastis. Tekanan turgor ini membuat jaringan daun kaku, helai daun terangkat, dan stomata dapat membuka untuk pertukaran gas.

Sebaliknya, daun yang layu menandakan defisit air, di mana sel kehilangan turgor, tekanan pada dinding sel menghilang, dan jaringan menjadi lembek. Dengan demikian, daun yang segar dan tegak adalah bukti nyata dari sistem pengangkutan xilem yang bekerja dengan efisien dari akar hingga ke ujung tajuk.

Akhir Kata: Penyerapan Zat Hara Dan Air Oleh Akar Ke Daun Via Xilem

Demikianlah, siklus diam yang memikat itu berlangsung tanpa henti, sebuah simfoni tersembunyi antara akar yang meraba kegelapan dan daun yang menari dengan cahaya. Setiap tarikan kecil dari penguapan di atas adalah denyut nadi yang menggerakkan seluruh aliran dari bawah, membuktikan bahwa kehidupan tumbuhan disangga oleh sebuah jembatan cair yang begitu rentan namun tangguh. Ketika sel-sel daun tampak kembung dan segar, itulah pesan rahasia bahwa jalan raya xilem berfungsi sempurna, mengantarkan kehidupan dari dunia yang tak terlihat langsung ke jantung penciptaan makanan bagi dunia.

Rahasia ini tetap bergema di setiap batang, mengingatkan kita pada keajaiban kompleks yang bekerja dalam kesunyian total.

Pertanyaan dan Jawaban

Apakah xilem bisa mengangkut air ke bawah?

Tidak, transportasi melalui xilem bersifat satu arah dari akar ke tajuk (daun, bunga, buah). Pergerakan air dan zat hara didorong oleh tarikan transpirasi di daun, sehingga aliran tidak bisa berbalik.

Bagaimana jika kolom air dalam xilem putus?

Jika kolom air terputus (misalnya karena emboli udara), pengangkutan vertikal akan terhambat di bagian tersebut. Tumbuhan memiliki mekanisme untuk meminimalkan risiko ini, tetapi jika parah dapat menyebabkan layu atau kematian cabang.

Bisakah zat gula diangkut melalui xilem?

Umumnya tidak. Pengangkutan gula hasil fotosintesis (asimilat) adalah tugas jaringan lain yang disebut floem. Xilem khusus untuk air dan mineral anorganik terlarut dari tanah.

Mengapa air bisa naik sangat tinggi pada pohon redwood yang mencapai ratusan meter?

Kombinasi kekuatan kohesi (tarik-menarik molekul air) dan adhesi (melekatnya air ke dinding xilem) yang sangat kuat, ditambah tarikan transpirasi yang kontinu dari daun di puncak, memungkinkan kolom air tetap utuh dan terangkut hingga ketinggian ekstrem.

Apakah di malam hari pengangkutan air berhenti?

Tidak sepenuhnya berhenti, tetapi sangat melambat. Karena stomata umumnya menutup dan transpirasi berkurang drastis, tarikan utama melemah. Tekanan akar mungkin masih mendorong aliran kecil, tetapi mekanisme kohesi-adhesi tetap menjaga kolom air tidak jatuh.

BACA JUGA  Hasil 5√3 dalam Bentuk Desimal Nilai dan Aplikasinya

Leave a Comment