Arti Alumni Lebih Dari Sekadar Mantan Mahasiswa

Arti Alumni sering kali direduksi menjadi sekadar status sebagai mantan mahasiswa, padahal maknanya jauh lebih dalam dan membentuk sebuah ekosistem yang dinamis. Ikatan yang terbentuk di bangku kuliah ternyata tidak pupus diiringi lembaran wisuda, melainkan bertransformasi menjadi sebuah hubungan seumur hidup yang penuh makna. Hubungan ini bukan hanya tentang kenangan, tetapi menjadi fondasi bagi jaringan profesional, kontribusi sosial, dan pengembangan institusi pendidikan itu sendiri.

Dalam konteks yang lebih luas, menjadi alumni berarti masuk ke dalam suatu komunitas dengan identitas dan nilai bersama. Pengalaman kampus yang sama membentuk pola pikir dan rasa kebanggaan kolektif, yang kemudian tercermin dalam etika kerja dan kontribusi para lulusan di masyarakat. Status ini diwakili secara simbolis melalui kartu anggota, jaket almamater, atau ijazah, yang bukan sekadar benda mati, melainkan pengingat akan tanggung jawab dan ikatan yang telah terjalin.

Makna Dasar dan Filosofi Alumni

Kata ‘alumni’ sering kita dengar, namun maknanya melampaui sekadar status mantan siswa atau mahasiswa. Status ini membawa beban filosofis dan ikatan emosional yang dalam, menjadi bagian dari identitas seseorang bahkan lama setelah meninggalkan bangku pendidikan. Memahami arti mendalam dari sebutan alumni adalah kunci untuk menghargai peran dan hubungan yang terjalin antara individu dengan almamaternya.

Secara etimologis, ‘alumni’ berasal dari bahasa Latin alumnus, yang berarti ‘anak asuh’ atau ‘murid’. Kata ini berakar dari kata kerja alere, yang artinya ‘membesarkan’ atau ‘memelihara’. Ini bukan hubungan yang biasa. Institusi pendidikan diibaratkan sebagai ‘ibu’ yang membesarkan dan mendidik, sementara lulusannya adalah ‘anak-anak’ yang telah dibekali ilmu untuk menghadapi dunia. Dalam konteks modern, alumni didefinisikan sebagai individu yang telah menyelesaikan program studi di suatu institusi pendidikan, baik sekolah, perguruan tinggi, maupun kursus tertentu.

Namun, esensinya tetap: sebuah hubungan yang dibangun atas dasar pemberian ilmu dan transformasi diri.

Hubungan Filosofis Alumni dan Almamater

Ikatan antara alumni dan almamaternya sering digambarkan sebagai ikatan seumur hidup. Ini adalah hubungan timbal balik yang bersifat simbolis. Almamater memberikan fondasi pengetahuan, nilai-nilai, dan jaringan sosial. Sebagai balasannya, alumni diharapkan membawa nama baik institusi, berkontribusi pada pengembangannya, dan menjadi bukti hidup dari kualitas pendidikan yang diberikan. Filosofi ini menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab yang berkelanjutan, di mana kesuksesan seorang alumni juga dipandang sebagai kesuksesan almamaternya, dan sebaliknya.

Perspektif Budaya tentang Makna Alumni

Pemaknaan terhadap status alumni dapat berbeda-beda tergantung latar budaya dan sistem pendidikan. Di Indonesia, nuansa kekeluargaan dan kolektivisme sangat kental, sementara di banyak negara Barat, hubungan mungkin lebih terstruktur pada jaringan profesional dan dukungan finansial. Tabel berikut menguraikan perbandingan singkat beberapa aspek tersebut.

Aspek Indonesia Global (Umum) Catatan
Penekanan Hubungan Sangat kental dengan nilai kekeluargaan (family), senioritas, dan rasa hormat. Lebih menekankan pada jaringan profesional (networking), kesetaraan, dan mutual benefit. Di Indonesia, sebutan “kakak tingkat” atau “adik tingkat” tetap digunakan bahkan setelah puluhan tahun lulus.
Ekspresi Loyalitas Sering diekspresikan melalui partisipasi dalam reuni, penggunaan atribut almamater di acara informal, dan kebanggaan kolektif. Lebih sering diekspresikan melalui donasi rutin, mentoring terstruktur, dan keanggotaan aktif dalam asosiasi alumni. Donasi alumni di perguruan tinggi Indonesia masih berkembang, sementara di kampus Ivy League AS sudah menjadi budaya utama.
Peran Organisasi Organisasi alumni sering berfungsi sebagai wadah silaturahmi dan sosial, dengan program bakti sosial yang menonjol. Organisasi alumni cenderung fokus pada pengembangan karier, lobi, penggalangan dana, dan riset. Kedua model dapat saling melengkapi. Banyak organisasi alumni global yang juga mengadopsi kegiatan sosial.
Tujuan Jaringan Untuk solidaritas, bantuan personal, dan rekomendasi yang bersifat relasional. Untuk peluang bisnis, pertukaran informasi industri, dan rekrutmen yang kompetitif. Dalam praktiknya, kedua tujuan ini sering kali tumpang tindih di dunia yang semakin terhubung.

Simbol Fisik Status Alumni

Status alumni yang abstrak seringkali diwujudkan dalam benda-benda fisik yang penuh makna. Ijazah dan transkrip nilai adalah bukti formal penyelesaian studi, sekaligus sertifikat kompetensi. Jaket almamater atau merchandise lainnya bukan sekadar pakaian, melainkan simbol identitas dan kebanggaan yang dipakai dalam momen-momen penting, seperti pertemuan alumni atau acara olahraga. Kartu keanggotaan alumni, meski sederhana, berfungsi sebagai pengingat akan keanggotaan dalam suatu komunitas eksklusif dan sering memberikan akses ke fasilitas kampus.

BACA JUGA  Kebutuhan Oksigen dan Jumlah CO₂ dari 2 L Propana Hitungan Stoikiometri Gas

Benda-benda ini adalah ‘jembatan’ fisik yang menghubungkan masa lalu sebagai mahasiswa dengan masa kini sebagai alumni.

Peran dan Kontribusi dalam Komunitas

Komunitas alumni bukanlah sekadar kumpulan orang dengan kenangan yang sama. Ia adalah ekosistem hidup yang, ketika berfungsi dengan baik, dapat menjadi mesin penggerak kemajuan bagi institusi pendidikan dan para anggotanya sendiri. Kontribusi alumni bersifat multidimensi, mencakup aspek material, intelektual, dan sosial, yang saling memperkuat.

Kontribusi finansial, seperti donasi dan sumbangan dana abadi ( endowment), adalah yang paling terlihat. Dana ini digunakan untuk beasiswa, pembangunan fasilitas, riset, dan operasional kampus. Namun, kontribusi non-finansial sering kali memiliki dampak yang lebih luas dan berkelanjutan. Ini mencakup berbagi keahlian, menjadi narasumber di kelas, membuka lowongan magang dan kerja bagi junior, serta memberikan masukan strategis untuk kurikulum agar relevan dengan kebutuhan industri.

Membangun dan Memanfaatkan Jaringan Alumni

Jaringan alumni adalah aset tak berwujud yang sangat berharga. Ia berfungsi sebagai pasar informasi, peluang, dan kepercayaan yang telah tersaring. Seorang alumni yang mencari pekerjaan dapat mendapatkan referensi dari senior di perusahaan tujuan. Sebaliknya, seorang pengusaha yang merupakan alumni dapat lebih mudah menemukan calon karyawan yang diyakini memiliki fondasi nilai dan kompetensi yang sama. Jaringan ini mengurangi biaya transaksi dan risiko dalam dunia profesional, menciptakan lingkaran yang saling menguntungkan.

Keberhasilannya bergantung pada prinsip resiprositas; memberi sebelum menerima adalah etika dasar yang dijunjung tinggi.

Peran Alumni sebagai Mentor dan Pembimbing, Arti Alumni

Selain jaringan, transfer pengetahuan dan pengalaman secara langsung adalah kontribusi yang tak ternilai. Banyak alumni yang mengambil peran sebagai mentor bagi mahasiswa atau juniornya. Peran ini dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk:

  • Mentoring Karir: Membimbing dalam penyusunan CV, persiapan wawancara, dan pemetaan jalur karier di industri tertentu.
  • Pembimbing Akademik Informal: Memberikan wawasan praktis yang melengkapi teori kuliah, menjadi dosen tamu, atau mengawasi proyek akhir.
  • Konseling dan Motivasi: Berbagi pengalaman hidup dan pelajaran dari kegagalan, memberikan perspektif dan semangat kepada mahasiswa yang mungkin sedang bimbang.
  • Membuka Akses: Memperkenalkan junior pada jaringan profesionalnya atau memberikan kesempatan magang di tempatnya bekerja.

Jenis-Jenis Kegiatan Alumni

Agar berbagai peran dan kontribusi tersebut dapat terwujud secara terstruktur, diperlukan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan baik oleh institusi maupun organisasi alumni. Setiap jenis kegiatan memiliki tujuan dan manfaat spesifik bagi anggota dan almamater.

Jenis Kegiatan Tujuan Manfaat bagi Anggota Manfaat bagi Institusi
Reuni Akbar Mempererat ikatan emosional, nostalgia, dan memperluas jaringan secara horizontal (antar angkatan). Silaturahmi, memperkuat ikatan pertemanan, potensi kolaborasi bisnis. Mengumpulkan data alumni, momentum penggalangan dana, dan promosi institusi dari mulut ke mulut.
Seminar dan Workshop Pengembangan kapasitas dan pengetahuan anggota, serta berbagi expertise dari alumni yang sukses. Peningkatan kompetensi, mendapatkan insight industri terbaru, networking vertikal dengan senior expert. Memperkaya wawasan mahasiswa (jika dihadirkan), menunjukkan kualitas output pendidikan.
Bakti Sosial/Alumni Peduli Menyalurkan kepedulian sosial kolektif, membangun citra positif komunitas. Kepuasan batin, praktik tanggung jawab sosial, kerja tim dalam konteks berbeda. Meningkatkan citra publik almamater, melibatkan alumni dalam misi sosial institusi.
Career Fair & Networking Session Mempertemukan pencari kerja (alumni baru/junior) dengan pemberi kerja (alumni senior/perusahaan). Bagi pencari kerja: mendapatkan lowongan. Bagi pemberi kerja: merekrut kandidat dengan cultural fit yang baik. Menurunkan angka pengangguran lulusan, mendapatkan umpan balik tentang kebutuhan pasar kerja.

Nilai dan Identitas Bersama

Yang menyatukan ribuan alumni dari berbagai angkatan, latar belakang, dan profesi sering kali adalah satu set nilai ( values) dan identitas bersama yang terbentuk selama masa studi. Nilai-nilai ini, yang bisa jadi berbeda antar institusi, menjadi kompas tidak tertulis yang memengaruhi perilaku, pilihan, dan cara para alumni berkontribusi di masyarakat.

Sebuah universitas teknik mungkin menanamkan nilai presisi, inovasi, dan solusi praktis. Sementara itu, universitas yang berbasis humaniora mungkin lebih menekankan nilai keadilan sosial, pemikiran kritis, dan empati. Pengalaman kolektif seperti melewati masa orientasi, bergulat dengan mata kuliah yang terkenal sulit, atau tradisi kampus yang unik, semua itu berkontribusi dalam membentuk identitas kolektif. Rasa kebanggaan terhadap almamater ( alma mater pride) muncul dari pengalaman bersama ini dan sering diperkuat oleh kesuksesan kolektif yang diraih para alumninya di panggung nasional maupun global.

Identitas Alumni dalam Etika Profesional dan Sosial

Identitas alumni tidak hanya terlihat di acara reuni, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Seorang alumni yang menjunjung tinggi integritas akademik di kampus, besar kemungkinan akan membawa nilai itu ke dalam pekerjaannya, menolak praktik korupsi atau kecurangan. Seorang alumni dari kampus yang memiliki tradisi pengabdian masyarakat mungkin akan aktif dalam kegiatan sosial atau memilih karir di sektor nirlaba. Contoh konkretnya adalah ketika sekelompok alumni dari fakultas hukum mendirikan klinik hukum gratis, atau alumni fakultas kedokteran mengadakan bakti kesehatan rutin di daerah terpencil.

BACA JUGA  Menentukan D40 Barisan Aritmetika 50 Suku a1=9 an=127

Tindakan tersebut adalah manifestasi dari nilai-nilai yang mereka terima dan internalisasi selama di almamater.

Testimoni Nilai Almamater dalam Kehidupan

Pengaruh nilai-nilai almamater sering kali dirasakan secara personal dan mendalam. Berikut adalah pernyataan ilustratif yang mencerminkan hal tersebut:

“Selama kuliah di Fakultas Ekonomi, kami diajarkan untuk tidak hanya mencari profit, tetapi juga memahami dampak sosial dari setiap keputusan bisnis. Kini, saat menjalankan perusahaan sendiri, prinsip itu selalu saya pegang. Ketika ada kesempatan merekrut, saya secara naluriah lebih memprioritaskan lulusan dari kampus saya sendiri. Bukan hanya karena soal kompetensi teknis, tetapi karena saya yakin kita memiliki ‘bahasa’ dan nilai dasar yang sama tentang etika bisnis. Itu membuat kerja sama menjadi lebih lancar dan penuh kepercayaan.”

Transformasi Individu dari Mahasiswa ke Alumni

Proses kelulusan bukan sekadar perpindahan status administratif. Ia adalah sebuah transisi identitas yang kompleks, dari seorang yang berada di dalam sistem pendidikan menjadi seorang yang merupakan produk dari sistem tersebut, yang kini berinteraksi dengannya dari luar. Transformasi ini melibatkan perubahan pola pikir, dari yang berfokus pada penerimaan ilmu menjadi kontributor dan representasi dari ilmu tersebut.

Sebagai mahasiswa, hubungan dengan kampus bersifat hierarkis dan menerima. Sebagai alumni, hubungan berubah menjadi lebih setara dan timbal balik. Tantangan utamanya adalah menemukan cara untuk tetap terhubung dengan komunitas akademik tanpa lagi menjadi bagian dari rutinitasnya. Di sisi lain, peluangnya justru terbuka lebar: kebebasan untuk mendefinisikan ulang hubungan tersebut, baik sebagai mentor, donor, mitra, atau sekadar penyokong moral. Kunci mengatasi transisi ini adalah kesadaran bahwa hubungan dengan almamater adalah investasi jangka panjang yang nilainya akan tumbuh seiring waktu dan kontribusi yang diberikan.

Ilustrasi Perjalanan Seorang Alumni

Bayangkan seorang sarjana bernama Dian yang baru diwisuda. Di hari wisuda, ia merasa sebagai ‘tamu kehormatan’ yang akan segera pergi. Dua tahun pertama, ia fokus pada kariernya, hanya sesekali melihat berita dari kampus. Pada tahun ketiga, seorang dosen lamanya menghubungi, memintanya membagikan pengalaman kerja di depan mahasiswa tingkat akhir. Dian setuju.

Di ruang kuliah itu, ia menyadari bahwa pengetahuannya yang praktis sangat dibutuhkan. Perasaan ‘berguna’ bagi almamaternya tumbuh. Beberapa tahun kemudian, ketika posisinya sudah lebih mapan, ia bersama beberapa rekan seangkatannya menginisiasi program beasiswa kecil-kecilan untuk mahasiswa berprestasi dari daerah asalnya. Dari titik itu, hubungannya dengan almamater berubah dari pasif menjadi aktif, dari penerima manfaat menjadi pemberi dampak.

Prosedur Menjaga Hubungan Positif dengan Almamater

Agar transformasi menjadi alumni yang terhubung dapat berjalan mulus, beberapa langkah praktis dapat dilakukan segera setelah wisuda.

  1. Perbarui Data di Portal Alumni: Pastikan alamat email, nomor telepon, dan profil pekerjaan terkini tercatat. Ini adalah saluran komunikasi utama dari kampus.
  2. Ikuti Media Sosial dan Newsletter Resmi: Ikuti akun fakultas, universitas, dan organisasi alumni untuk tetap update dengan kegiatan dan kabar terbaru.
  3. Hadiri Acara dengan Skala Kecil Terlebih Dahulu: Mulailah dengan seminar daring atau kopi darat regional sebelum menghadiri reuni akbar, agar proses re-koneksi tidak terlalu overwhelming.
  4. Tawarkan Kontribusi Sesuai Kapasitas: Kontribusi tidak harus berupa uang. Tawarkan diri sebagai narasumber webinar, reviewer CV untuk junior, atau sekadar membagikan lowongan kerja di grup alumni.
  5. Jaga Etika dan Nama Baik: Ingatlah bahwa dalam banyak kesempatan, Anda adalah representasi dari almamater. Perilaku dan pencapaian profesional Anda turut membentuk persepsi orang terhadap kampus Anda.

Wadah dan Aktivitas Organisasi

Arti Alumni

Source: affinitycircles.com

Agar energi dan potensi ribuan alumni yang tersebar dapat disalurkan secara efektif, diperlukan wadah organisasi. Organisasi alumni berfungsi sebagai tulang punggung yang mengkoordinasikan hubungan antara alumni dengan almamater dan antar alumni sendiri. Struktur dan fokusnya dapat bervariasi, mulai dari tingkat yang sangat spesifik seperti alumni angkatan atau jurusan, hingga yang sangat luas seperti alumni universitas di tingkat nasional atau bahkan internasional.

Struktur umum organisasi alumni biasanya terdiri dari pengurus inti (seperti ketua, sekretaris, bendahara) yang dipilih melalui musyawarah, dibantu oleh beberapa divisi seperti divisi keanggotaan, divisi acara, divisi humas, dan divisi penggalangan dana. Di tingkat yang lebih tinggi, seperti alumni universitas, sering ada dewan penasihat yang terdiri dari alumni-alumni senior yang dihormati. Fungsi utamanya adalah sebagai penghubung, fasilitator, dan motor penggerak program-program yang bermanfaat bagi anggota dan institusi.

BACA JUGA  5 Contoh Tari Kelompok Beserta Daerah Asalnya Kekayaan Budaya Nusantara

Arti alumni tak sekadar status kelulusan, melainkan jejaring pengetahuan dan identitas bersama yang terbentuk dari satu alma mater. Refleksi sejarah, seperti kontroversi Ken Arok merebut istri Tunggul Ametung: YA atau TIDAK , mengajarkan bahwa setiap pilihan membentuk legasi. Begitu pula alumni, jejak dan pilihan kariernya kelak akan terus dikenang sebagai bagian dari sejarah institusi yang membesarkannya.

Program Kerja Organisasi Alumni

Program kerja organisasi alumni dirancang untuk menjawab kebutuhan yang beragam. Program pengembangan karier seperti mentorship pairing dan company visit membantu anggota dalam hal profesional. Program sosial dan filantropi, seperti penggalangan dana untuk beasiswa atau bantuan bencana, memupuk rasa solidaritas. Program pengetahuan, seperti talkshow dan publikasi newsletter, menjaga agar anggota tetap ter-update. Dampaknya bersifat simbiosis: anggota mendapatkan manfaat jaringan dan pengembangan diri, sementara institusi mendapatkan dukungan sumber daya, umpan balik, dan promosi dari para duta besarnya di dunia nyata.

Status alumni bukan sekadar label, melainkan cerminan jejaring dan kompetensi yang terus berkembang. Kemampuan analitis, seperti menguasai Cara Menghitung Biaya Pokok Penjualan dari Persediaan dan Pembelian , menjadi salah satu nilai tambah krusial di dunia kerja. Penguasaan teknis semacam ini memperkuat posisi seorang alumni, membuktikan bahwa identitas almamater dibarengi dengan keahlian praktis yang langsung aplikatif.

Peran Media Sosial dan Platform Digital

Dunia digital telah merevolusi cara organisasi alumni beroperasi. Grup di platform seperti WhatsApp, Facebook, atau LinkedIn menjadi ruang obrolan dan berbagi informasi yang real-time. Database alumni yang terdigitalisasi memudahkan pelacakan dan segmentasi komunikasi. Platform meeting online memungkinkan alumni yang tersebar di seluruh dunia untuk tetap mengikuti seminar atau rapat tanpa kendala geografis. Media sosial juga menjadi alat branding yang ampuh untuk menunjukkan dinamika dan prestasi komunitas alumni, menarik anggota yang lebih pasif untuk terlibat, dan membangun narasi kolektif tentang kontribusi alumni terhadap masyarakat.

Karakteristik Bentuk Keanggotaan Alumni

Tidak semua alumni berinteraksi dengan organisasinya dengan intensitas yang sama. Berbagai tingkat keanggotaan ini adalah hal yang wajar dan masing-masing memiliki peran serta karakteristiknya sendiri.

Bentuk Keanggotaan Keterlibatan Kontribusi Khas Dampak bagi Organisasi
Anggota Pasif Rendah. Mungkin hanya membaca informasi, jarang hadir di acara. Data keanggotaan, potensi partisipasi sesekali, penyebaran informasi secara organik. Membentuk basis massa, menunjukkan besarnya jaringan, target untuk dikonversi menjadi lebih aktif.
Anggota Aktif (Partisipan) Sedang. Rutin menghadiri acara, berinteraksi di media sosial, merespon survei. Partisipasi dalam kegiatan, umpan balik, menciptakan atmosfer komunitas yang hidup. Merupakan tulang punggung partisipasi dalam event, sumber energi dan legitimasi bagi kegiatan.
Pengurus/Relawan Sangat Tinggi. Mengorbankan waktu dan tenaga untuk merencanakan dan menjalankan program. Tenaga kepemimpinan, eksekusi program, manajemen administrasi dan komunikasi. Menentukan arah strategis organisasi, menjamin keberlanjutan operasional, wajah dari organisasi.
Donor/Filantropis Bervariasi (bisa pasif atau aktif). Fokus pada kontribusi finansial atau sumber daya besar lainnya. Dana, fasilitas, akses ke jaringan strategis level tinggi. Menggerakkan program-program besar dan berjangka panjang, meningkatkan kapasitas dan kredibilitas organisasi secara signifikan.

Kesimpulan Akhir

Dengan demikian, menjadi alumni adalah sebuah perjalanan transformasi yang terus berlanjut. Transisi dari mahasiswa menjadi bagian dari komunitas alumni membuka babak baru, di mana identitas yang terbentuk di kampus menjadi kompas dalam menghadapi tantangan dunia profesional dan sosial. Melalui berbagai wadah organisasi dan aktivitasnya, ikatan ini tidak hanya terpelihara tetapi juga berbuah menjadi dampak nyata, baik bagi individu, almamater, maupun masyarakat luas.

Pada akhirnya, arti alumni terletak pada kontribusi berkelanjutan dan jaringan solidaritas yang memperkaya semua pihak yang terlibat.

Jawaban untuk Pertanyaan Umum: Arti Alumni

Apakah status alumni berlaku seumur hidup?

Ya, status alumni bersifat seumur hidup dan permanen sejak seseorang dinyatakan lulus dari suatu institusi pendidikan. Ikatan ini tidak terbatas oleh waktu.

Bisakah seseorang menjadi alumni dari lebih dari satu institusi?

Tentu saja. Seseorang dapat menjadi alumni dari setiap institusi pendidikan formal di mana mereka telah menyelesaikan program studi dan dinyatakan lulus, seperti SMA, universitas S1, maupun S2.

Apakah ada kewajiban finansial yang harus dipenuhi sebagai alumni?

Tidak ada kewajiban finansial yang bersifat wajib. Kontribusi finansial biasanya bersifat sukarela, seperti sumbangan atau donasi untuk program pengembangan almamater.

Status alumni tak sekadar gelar, melainkan bukti pengabdian pada almamater dan jejaring sepanjang hayat. Namun, perjalanan pendidikan itu sendiri tak selalu mulus; perlu diakui adanya Dampak Negatif Pendidikan Nonformal yang berpotensi mengerdilkan kualitas pembelajaran jika tak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, makna alumni yang sesungguhnya justru teruji dari kemampuannya mengkritisi sistem pendidikan dan berkontribusi pada perbaikannya, mengukuhkan peran sebagai agen perubahan yang berkelanjutan.

Bagaimana jika seseorang tidak ingin terlibat dalam kegiatan alumni?

Keikutsertaan dalam kegiatan alumni sepenuhnya bersifat sukarela. Seseorang tetap menyandang status alumni meski memilih untuk tidak aktif berpartisipasi dalam kegiatan komunitas.

Apa bedanya alumni dengan mantan siswa biasa?

Istilah “alumni” secara spesifik merujuk pada mereka yang telah
-lulus* dan menyelesaikan program studi. Sementara “mantan siswa” bisa mencakup mereka yang pernah belajar tetapi tidak menyelesaikan pendidikannya di institusi tersebut.

Leave a Comment