Bahasa Pemrograman untuk Menulis Format Dokumen Web dan Perkembangannya

Bahasa Pemrograman untuk Menulis Format Dokumen Web telah mengalami perjalanan evolusi yang luar biasa, dimulai dari era markup sederhana hingga teknologi modern yang memungkinkan kita membuat dokumen web yang dinamis dan interaktif. Dunia pengembangan web tidak lagi hanya tentang menulis tag HTML statis, tetapi telah bertransformasi menjadi ekosistem yang kaya dengan berbagai bahasa dan alat untuk menciptakan pengalaman pengguna yang menarik dan efisien.

Dari bahasa markup dasar seperti SGML yang menjadi cikal bakal HTML, hingga bahasa scripting client-side seperti JavaScript yang memanipulasi halaman web secara real-time, setiap teknologi memiliki peran krusialnya sendiri. Perkembangan ini tidak berhenti sampai di situ, dengan hadirnya preprocessor CSS, bahasa server-side, templating engine, dan terobosan futuristik seperti WebAssembly yang terus mendorong batasan dari apa yang bisa dicapai di dalam browser.

Evolusi Bahasa Markup dari SGML menuju HTML Modern

Sebelum web menjadi visual dan interaktif seperti sekarang, dunia digital telah memiliki bahasa untuk mengatur dokumen dengan cara yang terstruktur. Standard Generalized Markup Language (SGML) adalah bahasa induk yang memperkenalkan filosofi dasar di balik markup yang kita gunakan hari ini. Konsep utamanya adalah pemisahan ketat antara konten dan presentasi, di mana tag digunakan untuk mendeskripsikan elemen dokumen, bukan bagaimana tampilannya.

BACA JUGA  Energi Kinetik Induk Kuda Lebih Besar Meski Kecepatan Sama Rahasia Massa dan Gerak

Filosofi inilah yang diwarisi oleh HTML, yang pada dasarnya adalah sebuah aplikasi SGML yang disederhanakan dan disesuaikan khusus untuk dunia web. XML, saudara dekat HTML, juga lahir dari rahim SGML dengan tujuan yang lebih umum untuk pertukaran data terstruktur. Jadi, setiap kali kita menulis tag `

` atau ` `, kita sedang menerapkan konsep yang dirintis oleh SGML puluhan tahun yang lalu.</p> <p>Perjalanan dari konsep SGML yang kompleks ke HTML yang ramah-web adalah sebuah penyederhanaan besar-besaran. HTML membuang banyak aturan rumit SGML dan memilih sekumpulan tag yang telah ditentukan untuk hypertext. Namun, esensi penggunaan tag pembuka dan penutup, serta struktur hierarkis, tetap menjadi jiwa dari kedua bahasa tersebut. Evolusi ini memungkinkan jutaan developer untuk dengan mudah mempelajari cara membuat halaman web tanpa harus memahami seluk-beluk kompleksitas SGML.</p> <h3><span class="ez-toc-section" id="Perbandingan_Era_Markup_dan_Ciri_Khasnya"></span>Perbandingan Era Markup dan Ciri Khasnya<span class="ez-toc-section-end"></span></h3> <div style="text-align: center; margin-bottom: 15px;"><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-6509" src="https://gurubaik.de/wp-content/uploads/2026/01/berita-2462-11-bahasa-pemrograman-web-terbaik-dan-paling-populer-untuk-pemula-20230524-141324.jpg" width="1200" height="630" alt="Bahasa Pemrograman untuk Menulis Format Dokumen Web" title="8 Bahasa pemrograman untuk membuat website" srcset="https://gurubaik.de/wp-content/uploads/2026/01/berita-2462-11-bahasa-pemrograman-web-terbaik-dan-paling-populer-untuk-pemula-20230524-141324.jpg 1200w, https://gurubaik.de/wp-content/uploads/2026/01/berita-2462-11-bahasa-pemrograman-web-terbaik-dan-paling-populer-untuk-pemula-20230524-141324-300x158.jpg 300w, https://gurubaik.de/wp-content/uploads/2026/01/berita-2462-11-bahasa-pemrograman-web-terbaik-dan-paling-populer-untuk-pemula-20230524-141324-1024x538.jpg 1024w, https://gurubaik.de/wp-content/uploads/2026/01/berita-2462-11-bahasa-pemrograman-web-terbaik-dan-paling-populer-untuk-pemula-20230524-141324-768x403.jpg 768w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /></p> <p style="color: #555; margin-top: 5px;">Source: gamelab.id</p> </div> <p>Dunia markup dokumen telah melalui beberapa fase revolusioner, masing-masing dengan karakteristik bahasa dan kompleksitasnya sendiri. Tabel berikut merangkum transisi tersebut, menunjukkan bagaimana dokumen berevolusi dari yang statis dan sederhana menjadi dinamis dan sangat interaktif. </p> <table> <thead> <tr> <th>Era</th> <th>Ciri Khas Bahasa</th> <th>Kompleksitas Dokumen</th> <th>Contoh Teknologi</th> </tr> </thead> <tbody> <tr> <td>Pra-Web</td> <td>Fokus pada struktur dokumen untuk cetak dan pertukaran data. Sangat formal dan kompleks.</td> <td>Tinggi. Dokumen sangat terstruktur namun kaku dan sulit diproses untuk tampilan visual.</td> <td>SGML, TeX, PostScript</td> </tr> <tr> <td>Web 1.0</td> <td>Markup sederhana untuk hypertext. Presentasi mulai dipisahkan dengan CSS dasar.</td> <td>Rendah hingga Sedang. Dokumen statis dengan struktur dasar dan styling terbatas.</td> <td>HTML 3.2, CSS1</td> </tr> <tr> <td>Web 2.0</td> <td>HTML menjadi lebih semantik. Penggunaan CSS dan JavaScript yang intensif untuk interaktivitas.</td> <td>Sedang hingga Tinggi. Dokumen dinamis, AJAX, dan pemisahan konten-presentasi-logika yang jelas.</td> <td>XHTML, HTML4, CSS2, AJAX</td> </tr> <tr> <td>Modern</td> <td>HTML5 yang kaya semantik, CSS3 untuk desain kompleks, dan API JavaScript untuk fitur native-like.</td> <td>Sangat Tinggi. Aplikasi Web Progresif (PWA), desain responsif, dan grafis yang kaya.</td> <td>HTML5, CSS3, ES6+, WebAssembly</td> </tr> </tbody> </table> <div style="clear:both; margin-top:0em; margin-bottom:1em;"><a href="https://gurubaik.de/3-contoh-peristiwa-alam-di-indonesia-dan-dampaknya-bagi-warga" target="_blank" rel="dofollow" class="u3fba52dc0f59454b273e06aa335a5fa3"><!-- INLINE RELATED POSTS 2/3 //--><style> .u3fba52dc0f59454b273e06aa335a5fa3 , .u3fba52dc0f59454b273e06aa335a5fa3 .postImageUrl , .u3fba52dc0f59454b273e06aa335a5fa3 .centered-text-area { min-height: 80px; position: relative; } .u3fba52dc0f59454b273e06aa335a5fa3 , .u3fba52dc0f59454b273e06aa335a5fa3:hover , .u3fba52dc0f59454b273e06aa335a5fa3:visited , .u3fba52dc0f59454b273e06aa335a5fa3:active { border:0!important; } .u3fba52dc0f59454b273e06aa335a5fa3 .clearfix:after { content: ""; display: table; clear: both; } .u3fba52dc0f59454b273e06aa335a5fa3 { display: block; transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; width: 100%; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #E67E22; } .u3fba52dc0f59454b273e06aa335a5fa3:active , .u3fba52dc0f59454b273e06aa335a5fa3:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #D35400; } .u3fba52dc0f59454b273e06aa335a5fa3 .centered-text-area { width: 100%; position: relative; } .u3fba52dc0f59454b273e06aa335a5fa3 .ctaText { border-bottom: 0 solid #fff; color: #ECF0F1; font-size: 16px; font-weight: bold; margin: 0; padding: 0; text-decoration: underline; } .u3fba52dc0f59454b273e06aa335a5fa3 .postTitle { color: #2C3E50; font-size: 16px; font-weight: 600; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } .u3fba52dc0f59454b273e06aa335a5fa3 .ctaButton { background-color: #D35400!important; color: #ECF0F1; border: none; border-radius: 3px; box-shadow: none; font-size: 14px; font-weight: bold; line-height: 26px; moz-border-radius: 3px; text-align: center; text-decoration: none; text-shadow: none; width: 80px; min-height: 80px; background: url(https://gurubaik.de/wp-content/plugins/intelly-related-posts/assets/images/simple-arrow.png)no-repeat; position: absolute; right: 0; top: 0; } .u3fba52dc0f59454b273e06aa335a5fa3:hover .ctaButton { background-color: #E67E22!important; } .u3fba52dc0f59454b273e06aa335a5fa3 .centered-text { display: table; height: 80px; padding-left: 18px; top: 0; } .u3fba52dc0f59454b273e06aa335a5fa3 .u3fba52dc0f59454b273e06aa335a5fa3-content { display: table-cell; margin: 0; padding: 0; padding-right: 108px; position: relative; vertical-align: middle; width: 100%; } .u3fba52dc0f59454b273e06aa335a5fa3:after { content: ""; display: block; clear: both; } </style><div class="centered-text-area"><div class="centered-text" style="float: left;"><div class="u3fba52dc0f59454b273e06aa335a5fa3-content"><span class="ctaText">BACA JUGA</span>  <span class="postTitle">3 Contoh Peristiwa Alam di Indonesia dan Dampaknya bagi Warga</span></div></div></div><div class="ctaButton"></div></a></div><h3><span class="ez-toc-section" id="Tantangan_Transisi_ke_Dokumen_Web_Dinamis"></span>Tantangan Transisi ke Dokumen Web Dinamis<span class="ez-toc-section-end"></span></h3> <p>Perpindahan dari halaman web statis ke dinamis merupakan lompatan besar bagi developer. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana membuat konten yang dapat berubah berdasarkan interaksi user atau data dari sumber eksternal tanpa harus memuat ulang seluruh halaman. HTML dan CSS saja tidak cukup karena mereka hanya mengatur struktur dan tampilan. Di sinilah bahasa pemrograman server-side seperti PHP, Python, Ruby, dan Java masuk.</p> <p>Bahasa-bahasa ini berjalan di server sebelum halaman dikirim ke browser. Mereka dapat melakukan kalkulasi kompleks, berinteraksi dengan database, dan kemudian menghasilkan kode HTML yang sesuai dengan data yang diminta. Misalnya, ketika kamu membuka linimasa media sosial, bahasa server-side lah yang mengambil data post terbaru dari database, memformatnya ke dalam template HTML, dan mengirimkannya ke browser kamu. Proses ini mengatasi keterbatasan HTML statis dengan menghasilkan halaman yang secara dinamis disesuaikan untuk setiap user dan setiap momen.</p> <p>Dalam dunia coding, HTML dan CSS adalah bahasa fundamental untuk membangun struktur dan desain web yang memukau. Namun, keindahan sejati yang abadi justru datang dari <a href="https://gurubaik.de/al-quran-sebagai-mukjizat-terbesar-nabi-muhammad">Al-Quran Sebagai Mukjizat Terbesar Nabi Muhammad</a> , sebuah ‘kode’ ilahi yang sempurna, tak tertandingi, dan relevan sepanjang masa. Inspirasi dari kesempurnaan ini mengajarkan kita untuk selalu mengejar elegan dan presisi dalam setiap baris kode yang kita tulis.</p> </p> <h3><span class="ez-toc-section" id="Contoh_Perbandingan_SGML_dan_HTML5"></span>Contoh Perbandingan SGML dan HTML5<span class="ez-toc-section-end"></span></h3> <p>Untuk memahami warisan SGML, mari kita lihat sebuah contoh sederhana. SGML mendefinisikan struktur dokumen dengan Document Type Definition (DTD), sementara HTML5 menggunakan versi yang jauh lebih sederhana. </p> <blockquote> <p>Contoh Deklarasi DTD SGML untuk sebuah elemen:<!ELEMENT paragraf –</p> <blockquote> <p>(#PCDATA)></p> </blockquote> <p><!ELEMENT penekanan – </p> <blockquote> <p>(#PCDATA)></p> </blockquote> <p>Kode SGML:<paragraf>Ini adalah sebuah <penekanan>contoh</penekanan> teks.</paragraf>Padanan dalam HTML5:<p>Ini adalah sebuah <strong>contoh</strong> teks.</p> </p> </blockquote> <p>Dapat dilihat bahwa HTML5 menggunakan tag yang telah ditentukan (` </p> <p>`, ` <strong>`) dan tidak memerlukan deklarasi DTD yang eksplisit untuk setiap dokumen, yang membuatnya jauh lebih mudah untuk ditulis dan dipelajari.</p> <div style="clear:both; margin-top:0em; margin-bottom:1em;"><a href="https://gurubaik.de/arti-tabassam-dalam-bahasa-arab" target="_blank" rel="dofollow" class="uc2b160cc33d1b17d08512d4a96aee2cc"><!-- INLINE RELATED POSTS 3/3 //--><style> .uc2b160cc33d1b17d08512d4a96aee2cc , .uc2b160cc33d1b17d08512d4a96aee2cc .postImageUrl , .uc2b160cc33d1b17d08512d4a96aee2cc .centered-text-area { min-height: 80px; position: relative; } .uc2b160cc33d1b17d08512d4a96aee2cc , .uc2b160cc33d1b17d08512d4a96aee2cc:hover , .uc2b160cc33d1b17d08512d4a96aee2cc:visited , .uc2b160cc33d1b17d08512d4a96aee2cc:active { border:0!important; } .uc2b160cc33d1b17d08512d4a96aee2cc .clearfix:after { content: ""; display: table; clear: both; } .uc2b160cc33d1b17d08512d4a96aee2cc { display: block; transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; width: 100%; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #E67E22; } .uc2b160cc33d1b17d08512d4a96aee2cc:active , .uc2b160cc33d1b17d08512d4a96aee2cc:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #D35400; } .uc2b160cc33d1b17d08512d4a96aee2cc .centered-text-area { width: 100%; position: relative; } .uc2b160cc33d1b17d08512d4a96aee2cc .ctaText { border-bottom: 0 solid #fff; color: #ECF0F1; font-size: 16px; font-weight: bold; margin: 0; padding: 0; text-decoration: underline; } .uc2b160cc33d1b17d08512d4a96aee2cc .postTitle { color: #2C3E50; font-size: 16px; font-weight: 600; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } .uc2b160cc33d1b17d08512d4a96aee2cc .ctaButton { background-color: #D35400!important; color: #ECF0F1; border: none; border-radius: 3px; box-shadow: none; font-size: 14px; font-weight: bold; line-height: 26px; moz-border-radius: 3px; text-align: center; text-decoration: none; text-shadow: none; width: 80px; min-height: 80px; background: url(https://gurubaik.de/wp-content/plugins/intelly-related-posts/assets/images/simple-arrow.png)no-repeat; position: absolute; right: 0; top: 0; } .uc2b160cc33d1b17d08512d4a96aee2cc:hover .ctaButton { background-color: #E67E22!important; } .uc2b160cc33d1b17d08512d4a96aee2cc .centered-text { display: table; height: 80px; padding-left: 18px; top: 0; } .uc2b160cc33d1b17d08512d4a96aee2cc .uc2b160cc33d1b17d08512d4a96aee2cc-content { display: table-cell; margin: 0; padding: 0; padding-right: 108px; position: relative; vertical-align: middle; width: 100%; } .uc2b160cc33d1b17d08512d4a96aee2cc:after { content: ""; display: block; clear: both; } </style><div class="centered-text-area"><div class="centered-text" style="float: left;"><div class="uc2b160cc33d1b17d08512d4a96aee2cc-content"><span class="ctaText">BACA JUGA</span>  <span class="postTitle">Arti Tabassam dalam Bahasa Arab Lebih Dari Sekadar Senyuman Biasa</span></div></div></div><div class="ctaButton"></div></a></div><h2><span class="ez-toc-section" id="Peran_Bahasa_Scripting_Client-Side_dalam_Manipulasi_DOM_secara_Real-Time"></span>Peran Bahasa Scripting Client-Side dalam Manipulasi DOM secara Real-Time<span class="ez-toc-section-end"></span></h2> <p>Jika HTML adalah tulang punggung sebuah halaman web, maka Document Object Model (DOM) adalah representasi hidupnya yang dapat dimanipulasi. DOM adalah antarmuka pemrograman yang memodelkan dokumen HTML sebagai pohon objek, di mana setiap tag (seperti ` </p> <div>`, `</p> <p>`, `<span>`) adalah sebuah node. JavaScript, sebagai bahasa scripting client-side utama, memiliki kemampuan untuk mengakses dan memanipulasi pohon objek ini. Inilah yang memungkinkan halaman web bereaksi terhadap input pengguna secara instan tanpa harus menunggu respon dari server. Ketika kamu menekan sebuah tombol dan sebuah menu muncul, atau ketika konten di media sosial diperbarui secara otomatis, itulah JavaScript yang sedang memanipulasi DOM secara real-time. Mekanismenya dimulai dengan JavaScript yang “mendengarkan” event (seperti klik, ketikan, atau scroll), kemudian menemukan elemen target di dalam pohon DOM, dan akhirnya mengubah propertinya—apakah itu konten teks, atribut HTML, atau gaya CSS—secara langsung di memori browser. Perubahan ini langsung dirender ulang oleh mesin browser, memberikan pengalaman yang mulus dan dinamis.</p> <p>Kekuatan ini mengubah web dari kumpulan halaman statis menjadi platform aplikasi yang seutuhnya. Interaktivitas yang kita nikmati hari ini, dari drag-and-drop hingga single-page applications, hampir seluruhnya bergantung pada kemampuan JavaScript untuk membentuk ulang DOM sesuai keinginan kita.</p> <h3><span class="ez-toc-section" id="Perbandingan_Metode_Manipulasi_DOM_Tradisional_dan_Modern"></span>Perbandingan Metode Manipulasi DOM Tradisional dan Modern<span class="ez-toc-section-end"></span></h3> <p>Seiring perkembangan JavaScript, metode untuk berinteraksi dengan DOM juga menjadi lebih powerful dan ekspresif. Metode lama masih berfungsi, tetapi metode modern menawarkan fleksibilitas dan kemudahan yang lebih besar. </p> <table> <thead> <tr> <th>Aspect</th> <th>Metode Tradisional</th> <th>Metode Modern</th> <th>Keuntungan Modern</th> </tr> </thead> <tbody> <tr> <td>Seleksi Elemen</td> <td>`getElementById`, `getElementsByClassName`</td> <td>`querySelector`, `querySelectorAll`</td> <td>Menggunakan selector CSS yang powerful, lebih fleksibel.</td> </tr> <tr> <td>Manipulasi Class</td> <td>Memanipulasi properti `className` string</td> <td>API `classList` (`add`, `remove`, `toggle`)</td> <td>Lebih bersih, menghindari error string manipulation.</td> </tr> <tr> <td>Manipulasi Gaya</td> <td>Mengubah `element.style.property`</td> <td>Mengubah `element.style.cssText` atau kelas CSS</td> <td>`cssText` untuk multi-perubahan; kelas untuk separation of concerns.</td> </tr> <tr> <td>Penambahan Elemen</td> <td>`createElement` + `appendChild`</td> <td>`insertAdjacentHTML`, `before()`, `after()`</td> <td>Lebih ringkas dan ekspresif untuk menambahkan HTML string.</td> </tr> </tbody> </table> <h3><span class="ez-toc-section" id="Contoh_Manipulasi_DOM_Dinamis_dengan_JavaScript"></span>Contoh Manipulasi DOM Dinamis dengan JavaScript<span class="ez-toc-section-end"></span></h3> <p>Berikut adalah cuplikan kode yang menunjukkan tiga manipulasi DOM umum: mengubah format teks, menambahkan elemen baru, dan memodifikasi gaya secara dinamis. </p> <blockquote> <p>// 1. Mengubah Format Teks (Menjadikan teks penting)let targetElement = document.querySelector(‘#textBlock’);targetElement.innerHTML = ‘Ini adalah <strong>teks penting</strong> yang diperbarui.’;// 2. Menambahkan Elemen Baru (Item daftar baru)let newListItem = document.createElement(‘li’);newListItem.textContent = ‘Item baru yang ditambahkan secara dinamis’;document.getElementById(‘myList’).appendChild(newListItem);// 3. Memodifikasi Gaya Secara Dinamis (Highlight)let elementToHighlight = document.querySelector(‘.alert’);elementToHighlight.classList.add(‘highlight’); // Asumsikan kelas .highlight sudah didefinisikan di CSSelementToHighlight.style.border = ‘2px solid red’; // Modifikasi gaya inline langsung</p> </blockquote> <h3><span class="ez-toc-section" id="Kelemahan_Keamanan_Cross-Site_Scripting_XSS"></span>Kelemahan Keamanan: Cross-Site Scripting (XSS)<span class="ez-toc-section-end"></span></h3> <p>Kekuatan untuk memanipulasi DOM dan mengeksekusi kode secara dinamis datang dengan tanggung jawab keamanan yang besar. Salah satu kelemahan paling berbahaya adalah Cross-Site Scripting (XSS). Celah ini terjadi ketika aplikasi web memasukkan input pengguna yang tidak divalidasi ke dalam DOM, memungkinkan penyerang menyuntikkan dan mengeksekusi script jahat di browser korban. Misalnya, jika sebuah kolom komentar tidak disanitasi dengan benar, penyerang bisa memasukkan tag ` <script>` yang mencuri cookie session pengguna. Pencegahannya melibatkan beberapa lapisan pertahanan. Yang terpenting adalah selalu melakukan sanitasi input pengguna. Library seperti `DOMPurify` dapat membersihkan input dari segala upaya script injection. Kedua, gunakan `textContent` alih-alih `innerHTML` ketika memungkinkan, karena `textContent` tidak menginterpretasikan input sebagai HTML. Terakhir, menerapkan kebijakan Content Security Policy (CSP) di header HTTP server dapat menjadi tameng tambahan dengan membatasi sumber dari mana script dapat dimuat.</p> <h2><span class="ez-toc-section" id="Pemanfaatan_Preprocessor_CSS_untuk_Konsistensi_Format_dan_Tema_Dokumen"></span>Pemanfaatan Preprocessor CSS untuk Konsistensi Format dan Tema Dokumen<span class="ez-toc-section-end"></span></h2> <p>Dalam proyek web skala besar, menjaga konsistensi visual dan kemudahan maintenance stylesheet CSS bisa menjadi mimpi buruk. Preprocessor CSS seperti Sass (Syntactically Awesome Stylesheets) dan Less hadir untuk mengatasi tantangan ini dengan memperkenalkan fitur-fitur pemrograman ke dalam dunia CSS. Mereka memperkenalkan konsep seperti variabel, yang memungkinkan kita mendefinisikan warna primer, font, atau spacing dalam satu tempat dan menggunakannya di seluruh stylesheet.</p> <p>Nesting memungkinkan penulisan rule CSS yang hierarkis, mencerminkan struktur HTML, sehingga kode menjadi lebih terorganisir dan mudah dibaca. Fitur paling powerful adalah mixins, yang pada dasarnya adalah fungsi yang dapat menghasilkan blok kode CSS yang dapat digunakan kembali. Dengan mixins, kita bisa membuat complex style patterns—seperti box shadow tertentu, gradient, atau clearfix—sekali saja dan memanggilnya kapan pun dibutuhkan. Pendekatan ini menciptakan sistem format dokumen yang sangat terstruktur, di mana perubahan desain global dapat dilakukan dengan hanya mengubah beberapa nilai di satu file, bukan ratusan baris kode yang terpencar.</p> <p>Preprocessor ini pada akhirnya dikompilasi menjadi CSS murni yang dapat dimengerti browser, artinya mereka tidak menambah fitur baru untuk browser, tetapi merupakan alat pengembangan yang sangat berharga bagi developer untuk menulis CSS yang lebih bersih, modular, dan mudah dikelola. </p> <h3><span class="ez-toc-section" id="Keuntungan_Preprocessor_CSS_dalam_Proyek_Skala_Besar_Bahasa_Pemrograman_untuk_Menulis_Format_Dokumen_Web"></span>Keuntungan Preprocessor CSS dalam Proyek Skala Besar, Bahasa Pemrograman untuk Menulis Format Dokumen Web<span class="ez-toc-section-end"></span></h3> <p>Adopsi preprocessor CSS membawa sejumlah keunggulan signifikan, terutama ketika berurusan dengan codebase yang kompleks dan tim yang terdiri dari banyak developer. </p> <ul> <li><strong>Pemeliharaan yang Lebih Mudah:</strong> Perubahan tema dapat dilakukan secara global melalui pembaruan variabel, menghilangkan kebutuhan untuk find-and-replace manual yang rawan error. </li> <li><strong>Kode yang Lebih Terorganisir:</strong> Fitur seperti nesting dan partials (file terpisah) memungkinkan pemisahan kode berdasarkan komponen atau halaman, meningkatkan organisasi dan keterbacaan. </li> <li><strong>Pengurangan Pengulangan (DRY Principle):</strong> Mixins dan extends memungkinkan penulisan kode style yang umum sekali dan digunakan di banyak tempat, mengurangi redundansi dan ukuran file akhir. </li> <li><strong>Fleksibilitas dan Kemampuan Beradaptasi:</strong> Kemampuan untuk melakukan operasi matematika dan menggunakan logika kondisional (if/else, loops) dalam stylesheet membuka pintu untuk pembuatan tema yang dinamis dan kompleks. </li> </ul> <h3><span class="ez-toc-section" id="Contoh_Mixin_Sass_untuk_Style_Box_yang_Dapat_Digunakan_Kembali"></span>Contoh Mixin Sass untuk Style Box yang Dapat Digunakan Kembali<span class="ez-toc-section-end"></span></h3> <p>Berikut adalah contoh praktik bagaimana sebuah mixin Sass dapat digunakan untuk membuat berbagai variasi box style dengan mudah dan konsisten. </p> <blockquote> <p>// Mendefinisikan sebuah mixin yang menerima parameter@mixin box-style($shadow-color, $border-width: 1px, $border-radius: 5px) border: $border-width solid darken($shadow-color, 20%); border-radius: $border-radius; box-shadow: 0 2px 4px rgba($shadow-color, 0.3); padding: 1rem;// Menggunakan mixin untuk membuat berbagai jenis box.alert-box @include box-style(red, 2px, 8px); // Box dengan border merah tebal dan shadow background-color: lighten(red, 40%);.info-box @include box-style(blue); // Menggunakan nilai default untuk border-width dan radius background-color: lighten(blue, 50%);.success-box @include box-style(green, 1px, 12px); background-color: lighten(green, 60%);</p> </blockquote> <h3><span class="ez-toc-section" id="Workflow_Kompilasi_dari_Sass_ke_CSS"></span>Workflow Kompilasi dari Sass ke CSS<span class="ez-toc-section-end"></span></h3> <p>Proses menggunakan Sass melibatkan workflow kompilasi. Developer menulis kode dalam file `.scss` atau `.sass` yang berisi variabel, nesting, dan mixins. File-file ini tidak dapat langsung dibaca oleh browser. Sebuah compiler Sass (yang bisa dijalankan via command line, task runner seperti Gulp, atau bundler seperti Webpack) kemudian mengambil file-file sumber ini dan memprosesnya. Compiler akan menerjemahkan semua variabel, mengeksekusi mixin, dan meratakan nesting untuk menghasilkan file CSS vanilla yang valid.</p> <p>File CSS hasil kompilasi inilah yang kemudian di-link ke dalam dokumen HTML dan diluncurkan ke production server. Untuk lingkungan development, compiler dapat diatur untuk bekerja dalam "watch mode," yang secara otomatis mengkompilasi ulang CSS setiap kali file Sass disimpan, memastikan proses development yang cepat dan efisien. </p> <h2><span class="ez-toc-section" id="Generasi_Dokumen_Web_melalui_Bahasa_Server-Side_dan_Templating_Engine"></span>Generasi Dokumen Web melalui Bahasa Server-Side dan Templating Engine<span class="ez-toc-section-end"></span></h2> <p>Inti dari web dinamis terletak pada kemampuannya untuk menghasilkan halaman yang unik untuk setiap pengunjung, berdasarkan data yang dimilikinya. Bahasa pemrograman server-side seperti PHP, Python (dengan framework Django atau Flask), dan Ruby (dengan Ruby on Rails) adalah mesin di balik proses ini. Paradigma kerjanya sederhana namun powerful: alih-alih menyimpan ribuan file HTML statis, server menyimpan satu set template—kerangka halaman dengan placeholder untuk konten dinamis.</p> <p>Bahasa server-side kemudian mengambil data terstruktur dari sumber seperti database, API, atau perhitungan, dan menyuntikkannya ke dalam template tersebut. Hasilnya adalah dokumen HTML yang lengkap dan dipersonalisasi, yang kemudian dikirim ke browser pengguna. Ini seperti sistem pencetakan massal yang cerdas; template adalah cetakannya, data adalah bahannya, dan bahasa server-side adalah mesin pencetaknya. Pendekatan ini memungkinkan situs seperti e-commerce untuk menampilkan katalog produk yang selalu mutakhir, atau media sosial untuk menampilkan linimasa yang dipersonalisasi untuk setiap user.</p> <p>Pemisahan yang jelas antara logika aplikasi (mengambil dan memproses data) dan presentation layer (menampilkan data) adalah prinsip fundamental yang dianut oleh arsitektur ini, yang dikenal sebagai Model-View-Controller (MVC) atau pola serupa. </p> <h3><span class="ez-toc-section" id="Contoh_Generasi_Tabel_HTML_dengan_Loop_di_Templating_Engine"></span>Contoh Generasi Tabel HTML dengan Loop di Templating Engine<span class="ez-toc-section-end"></span></h3> <p>Templating engine modern memudahkan proses injeksi data dengan sintaksis yang bersih. Berikut adalah contoh bagaimana sebuah loop dalam templating engine (menggunakan sintaksis yang terinspirasi oleh Jinja untuk Flask atau Twig) dapat menghasilkan tabel dari array data yang diteruskan dari server. </p> <blockquote> <p><!-- Template HTML dengan sintaks templating engine --><h1>Daftar Pengguna</h1><table> <thead> <tr> <th>Nama</th> <th>Email</th> <th>Peran</th> </tr> </thead> <tbody> % for user in users % <!-- Loop melalui array 'users' --> <tr> <td> user.name </td> <!-- Output nilai properti --> <td> user.email </td> <td> user.role </td> </tr> % endfor % </tbody></table><!-- Hasil HTML yang Dihasilkan (setelah diproses server) --><h1>Daftar Pengguna</h1><table> <thead> ... <!-- header tetap sama --> </thead> <tbody> <tr> <td>John Doe</td> <td>john@example.com</td> <td>Admin</td> </tr> <tr> <td>Jane Smith</td> <td>jane@example.com</td> <td>User</td> </tr> </tbody></table></p> </blockquote> <h3><span class="ez-toc-section" id="Perbandingan_Server-Side_Rendering_SSR_dan_Client-Side_Rendering_CSR"></span>Perbandingan Server-Side Rendering (SSR) dan Client-Side Rendering (CSR)<span class="ez-toc-section-end"></span></h3> <p>Dalam konteks pembuatan dokumen, dua pendekatan utama yang bersaing adalah Server-Side Rendering (SSR) dan Client-Side Rendering (CSR). SSR, seperti yang dijelaskan di atas, merender halaman lengkap di server sebelum mengirimkannya ke browser. Keuntungannya adalah waktu loading awal yang cepat dan optimasi yang sangat baik karena mesin pencari langsung menerima HTML yang lengkap. Kerugiannya adalah setiap navigasi halaman memerlukan permintaan lengkap ke server, yang dapat terasa kurang responsif.</p> <p>Sebaliknya, CSR bergantung pada JavaScript (biasanya framework seperti React, Angular, atau Vue) untuk merender halaman langsung di browser. Server hanya mengirim kerangka HTML minimal dan sebuah bundle JavaScript besar. Setelah JavaScript selesai dimuat dan dijalankan, aplikasi mengambil data (biasanya via API) dan membangun DOM. Keuntungannya adalah pengalaman pengguna yang sangat responsif setelah aplikasi awal dimuat, menyerupai aplikasi native. Kerugiannya adalah waktu loading awal yang lebih lama, kompleksitas implementasi yang lebih tinggi, dan tantangan yang historis lebih sulit (meski telah banyak diatasi dengan teknik seperti SSR Hybrid atau Dynamic Rendering).</p> <h3><span class="ez-toc-section" id="Best_Practice_Pemisahan_Logic_dan_Presentation"></span>Best Practice Pemisahan Logic dan Presentation<span class="ez-toc-section-end"></span></h3> <p>Menjaga keterbacaan dan maintainability kode dalam aplikasi server-side bergantung pada pemisahan yang ketat. Best practice-nya adalah menjaga logika bisnis—seperti kalkulasi, validasi, dan query database—murni berada dalam fungsi atau metode bahasa pemrograman (Model dan Controller dalam MVC). Presentation layer, yaitu template, harus sesederhana mungkin, hanya berisi logika presentasi dasar seperti loop dan kondisional untuk menampilkan data. Template tidak boleh menjalankan query database atau mengandung algoritma bisnis yang kompleks.</p> <p>Pemisahan ini memudahkan developer untuk bekerja secara paralel (backend developer fokus pada logika data, frontend developer fokus pada tampilan), menyederhanakan debugging, dan membuat aplikasi lebih mudah untuk di-test dan di-scale. </p> <h2><span class="ez-toc-section" id="Pendekatan_Futuristik_WebAssembly_dalam_Mentranspilkan_Logika_Kompleks_ke_Web"></span>Pendekatan Futuristik WebAssembly dalam Mentranspilkan Logika Kompleks ke Web<span class="ez-toc-section-end"></span></h2> <p>WebAssembly (sering disingkat Wasm) merupakan terobosan revolusioner yang membawa kemampuan komputasi performa tinggi ke web. Pada intinya, Wasm adalah format instruksi biner yang berukuran ringan dan dapat dijalankan pada virtual stack machine yang dibuat khusus. Bukan bahasa pemrograman baru, Wasm adalah target kompilasi. Artinya, bahasa-bahasa seperti C++, Rust, dan Go dapat dikompilasi menjadi modul Wasm yang kemudian dapat berjalan di browser modern dengan performa yang mendekati kecepatan native.</p> <p>Ini membuka pintu bagi aplikasi web untuk menangani tugas-tugas yang sebelumnya mustahil atau terlalu berat untuk ditangani oleh JavaScript saja, seperti simulasi fisika yang rumit, editing video dan audio, visualisasi 3D real-time, dan bahkan emulasi game konsol klasik. Wasm tidak dimaksudkan untuk menggantikan JavaScript, tetapi untuk melengkapinya, memungkinkan developer menggunakan bahasa yang tepat untuk bagian yang tepat dari sebuah aplikasi.</p> <p>Dengan Wasm, logika inti yang kompleks dan intensif sumber daya dapat ditulis dalam bahasa seperti Rust untuk keamanan dan performa, dikompilasi ke Wasm, dan kemudian berintegrasi mulus dengan JavaScript yang mengelola DOM dan antarmuka pengguna. Ini pada dasarnya memindahkan batas atas dari apa yang mungkin dilakukan di web. </p> <h3><span class="ez-toc-section" id="Analogi_Proses_Kompilasi_dan_Interaksi_WebAssembly"></span>Analogi Proses Kompilasi dan Interaksi WebAssembly<span class="ez-toc-section-end"></span></h3> <p>Bayangkan kamu seorang penulis (developer) yang ingin menerbitkan buku (aplikasi) ke pasar internasional. Kamu menulisnya dalam bahasa ibumu (C++/Rust). Agar bisa dibaca oleh semua orang, buku itu perlu diterjemahkan. Wasm bukanlah bahasa universal baru, melainkan seperti sistem kode yang sangat efisien yang dapat dipahami oleh mesin di setiap negara (browser). Proses kompilasi adalah proses penerjemahan buku kamu menjadi kode universal ini.</p> <p>Begitu sampai di tangan pembaca (pengguna), mereka memiliki decoder kecil (virtual machine Wasm di browser) yang dapat menerjemahkan kode universal tersebut kembali menjadi instruksi yang dapat dijalankan mesin mereka dengan sangat cepat. JavaScript dalam analogi ini adalah editor yang sudah bekerja di negara tujuan; ia tahu selera pasar lokal (DOM, Web APIs) dan dapat berkolaborasi dengan penerjemah (modul Wasm) untuk memastikan buku tersebut tidak hanya dapat dibaca, tetapi juga dipasarkan dan diinteraksikan dengan baik oleh pembaca.</p> <h3><span class="ez-toc-section" id="Implikasi_WebAssembly_bagi_Developer_Front-end"></span>Implikasi WebAssembly bagi Developer Front-end<span class="ez-toc-section-end"></span></h3> <p>Kedatangan WebAssembly secara fundamental menggeser peran developer front-end. Ekosistem tidak lagi hanya tentang JavaScript dan turunannya. Developer sekarang memiliki pilihan untuk membangun bagian inti dari aplikasi web mereka dengan bahasa sistem yang telah matang, memanfaatkan ekosistem library yang sudah ada dari bahasa-bahasa tersebut. Ini sangat menguntungkan untuk tugas-tugas seperti renderisasi dokumen yang sangat kompleks, misalnya renderer untuk aplikasi Computer-Aided Design (CAD) langsung di browser, atau mesin untuk aplikasi visualisasi data ilmiah yang memproses dataset raksasa.</p> <p>HTML dan CSS adalah bahasa fundamental untuk membangun struktur dan tampilan web yang dinamis. Proses ini mirip seperti <a href="https://gurubaik.de/mekanisme-pernapasan-ikan">Mekanisme Pernapasan Ikan</a> di dalam air, di mana setiap elemen bekerja secara sistematis untuk 'menghirup' dan memproses data, sehingga akhirnya menciptakan dokumen web yang interaktif dan hidup bagi para pengguna. </p> <p>Wasm menangani number-crushing yang berat, sementara JavaScript tetap mengelola UI, event handling, dan komunikasi dengan server. Pergeseran ini menuntut developer front-end untuk menjadi lebih polyglot atau untuk berkolaborasi lebih erat dengan developer yang memiliki keahlian dalam bahasa sistem. </p> <h3><span class="ez-toc-section" id="Perspektif_Masa_Depan_WebAssembly_dan_JavaScript"></span>Perspektif Masa Depan WebAssembly dan JavaScript<span class="ez-toc-section-end"></span></h3> <p>Melihat ke depan, WebAssembly tidak akan menggantikan JavaScript dalam waktu dekat, dan mungkin tidak pernah sepenuhnya melakukannya. JavaScript telah berevolusi menjadi bahasa yang sangat capable dengan ekosistem yang sangat luas yang terintegrasi sempurna dengan web. Masa depan yang paling mungkin adalah koeksistensi dan simbiosis. JavaScript akan tetap menjadi "lem" yang mengikat web bersama, mengelola antarmuka pengguna, dan berinteraksi dengan berbagai Web API.</p> <p>Sementara itu, WebAssembly akan menjadi "mesin" yang menjalankan tugas-tugas berat yang memerlukan performa dan efisiensi tertinggi. Standar WASI (WebAssembly System Interface) yang sedang berkembang bahkan berpotensi memungkinkan WebAssembly berjalan di luar browser, membuka kemungkinan untuk portabilitas kode yang benar-benar universal. Alih-alih persaingan, hubungan mereka lebih seperti partnership strategis di mana masing-masing memainkan peran yang paling sesuai dengan kekuatannya, bersama-sama memperluas batas dari platform web.</p> <h2><span class="ez-toc-section" id="Akhir_Kata_Bahasa_Pemrograman_Untuk_Menulis_Format_Dokumen_Web"></span>Akhir Kata: Bahasa Pemrograman Untuk Menulis Format Dokumen Web<span class="ez-toc-section-end"></span></h2> <p>Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemilihan dan penguasaan bahasa pemrograman untuk dokumen web adalah sebuah investasi penting bagi setiap developer. Mulai dari fondasi markup yang solid, manipulasi DOM yang interaktif, styling yang konsisten, hingga generasi konten yang dinamis dari sisi server, setiap lapisan teknologi saling melengkapi. Masa depan pengembangan web, yang ditandai dengan WebAssembly, menjanjikan performa yang lebih tinggi dan kemungkinan yang hampir tanpa batas, menegaskan bahwa bidang ini akan terus menjadi area inovasi yang sangat dinamis dan menarik untuk diikuti.</p> <h2><span class="ez-toc-section" id="Jawaban_yang_Berguna"></span>Jawaban yang Berguna<span class="ez-toc-section-end"></span></h2> <p><strong>Apakah HTML dan CSS termasuk bahasa pemrograman?</strong></p> <p>Tidak, HTML adalah bahasa markup yang digunakan untuk menyusun struktur konten, sedangkan CSS adalah bahasa stylesheet untuk menentukan tampilan. Bahasa pemrograman sejati seperti JavaScript memiliki kemampuan logika, seperti perulangan dan pengondisian, yang tidak dimiliki oleh HTML dan CSS. </p> <p><strong>Bagaimana cara memulai belajar bahasa untuk pengembangan web?</strong></p> <p>Mulailah dengan fondasi yang kuat: HTML untuk struktur, CSS untuk tata letak dan desain, lalu JavaScript untuk interaktivitas. Setelah menguasai ketiganya, Anda dapat bereksplorasi dengan preprocessor CSS seperti Sass, framework JavaScript seperti React, atau bahasa server-side seperti PHP atau Python. </p> <p><strong>Apakah WebAssembly akan menggantikan JavaScript?</strong></p> <p>Dalam waktu dekat, kemungkinan besar tidak. WebAssembly dirancang untuk berjalan berdampingan dengan JavaScript, bukan menggantikannya. Wasm berfokus pada tugas-tugas yang membutuhkan performa tinggi, sementara JavaScript tetap menjadi tulang punggung untuk logika aplikasi dan manipulasi DOM sehari-hari. </p> <p><strong>Apa keuntungan utama menggunakan templating engine?</strong></p> <p>Templating engine memisahkan dengan jelas antara logika bisnis (kode) dan presentasi (HTML). Ini meningkatkan keterbacaan kode, memudahkan kolaborasi antara developer dan desainer, serta membuat aplikasi lebih mudah dipelihara dan dikembangkan di kemudian hari. </p> </div> <footer class="entry-meta" aria-label="Entry meta"> <span class="cat-links"><span class="gp-icon icon-categories"><svg viewBox="0 0 512 512" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="1em" height="1em"><path d="M0 112c0-26.51 21.49-48 48-48h110.014a48 48 0 0143.592 27.907l12.349 26.791A16 16 0 00228.486 128H464c26.51 0 48 21.49 48 48v224c0 26.51-21.49 48-48 48H48c-26.51 0-48-21.49-48-48V112z" /></svg></span><span class="screen-reader-text">Categories </span><a href="https://gurubaik.de/ekonomi-dan-sosial" rel="category tag">Ekonomi dan Sosial</a></span> <nav id="nav-below" class="post-navigation" aria-label="Posts"> <div class="nav-previous"><span class="gp-icon icon-arrow-left"><svg viewBox="0 0 192 512" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="1em" height="1em" fill-rule="evenodd" clip-rule="evenodd" stroke-linejoin="round" stroke-miterlimit="1.414"><path d="M178.425 138.212c0 2.265-1.133 4.813-2.832 6.512L64.276 256.001l111.317 111.277c1.7 1.7 2.832 4.247 2.832 6.513 0 2.265-1.133 4.813-2.832 6.512L161.43 394.46c-1.7 1.7-4.249 2.832-6.514 2.832-2.266 0-4.816-1.133-6.515-2.832L16.407 262.514c-1.699-1.7-2.832-4.248-2.832-6.513 0-2.265 1.133-4.813 2.832-6.512l131.994-131.947c1.7-1.699 4.249-2.831 6.515-2.831 2.265 0 4.815 1.132 6.514 2.831l14.163 14.157c1.7 1.7 2.832 3.965 2.832 6.513z" fill-rule="nonzero" /></svg></span><span class="prev"><a href="https://gurubaik.de/konversi-45-ke-radian-%cf%80-beserta-penjelasannya" rel="prev">Konversi 45° ke Radian Π beserta penjelasannya mudah dipahami</a></span></div><div class="nav-next"><span class="gp-icon icon-arrow-right"><svg viewBox="0 0 192 512" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="1em" height="1em" fill-rule="evenodd" clip-rule="evenodd" stroke-linejoin="round" stroke-miterlimit="1.414"><path d="M178.425 256.001c0 2.266-1.133 4.815-2.832 6.515L43.599 394.509c-1.7 1.7-4.248 2.833-6.514 2.833s-4.816-1.133-6.515-2.833l-14.163-14.162c-1.699-1.7-2.832-3.966-2.832-6.515 0-2.266 1.133-4.815 2.832-6.515l111.317-111.316L16.407 144.685c-1.699-1.7-2.832-4.249-2.832-6.515s1.133-4.815 2.832-6.515l14.163-14.162c1.7-1.7 4.249-2.833 6.515-2.833s4.815 1.133 6.514 2.833l131.994 131.993c1.7 1.7 2.832 4.249 2.832 6.515z" fill-rule="nonzero" /></svg></span><span class="next"><a href="https://gurubaik.de/cara-menghitung-kemiringan-tangga-terhadap-dinding-tembok" rel="next">Cara Menghitung Kemiringan Tangga terhadap Dinding Tembok Panduan Lengkap</a></span></div> </nav> </footer> </div> <div class="related-posts-container"> <h3>Artikel Terkait</h3><div class="related-posts-grid"> <div class="related-post-item"> <div class="related-thumb"> <a href="https://gurubaik.de/model-pembelajaran-stimulus-identifikasi-masalah-pengumpulan-analisis-data"> <img width="300" height="225" src="https://gurubaik.de/wp-content/uploads/2026/01/Model-pembelajaran-10-2048-300x225.jpg" class="attachment-medium size-medium wp-post-image" alt="Model Pembelajaran: Stimulus, Identifikasi Masalah, Pengumpulan & Analisis Data" decoding="async" srcset="https://gurubaik.de/wp-content/uploads/2026/01/Model-pembelajaran-10-2048-300x225.jpg 300w, https://gurubaik.de/wp-content/uploads/2026/01/Model-pembelajaran-10-2048-1024x767.jpg 1024w, https://gurubaik.de/wp-content/uploads/2026/01/Model-pembelajaran-10-2048-768x575.jpg 768w, https://gurubaik.de/wp-content/uploads/2026/01/Model-pembelajaran-10-2048.jpg 1200w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /> </a> </div> <div class="related-title"> <a href="https://gurubaik.de/model-pembelajaran-stimulus-identifikasi-masalah-pengumpulan-analisis-data">Model Pembelajaran Stimulus Identifikasi Masalah Pengumpulan Analisis Data</a> </div> </div> <div class="related-post-item"> <div class="related-thumb"> <a href="https://gurubaik.de/tujuan-utama-jepang-membentuk-bpupki"> <img width="300" height="200" src="https://gurubaik.de/wp-content/uploads/2026/01/62a980b37e38e-300x200.jpg" class="attachment-medium size-medium wp-post-image" alt="Tujuan Utama Jepang Membentuk BPUPKI" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://gurubaik.de/wp-content/uploads/2026/01/62a980b37e38e-300x200.jpg 300w, https://gurubaik.de/wp-content/uploads/2026/01/62a980b37e38e-1024x683.jpg 1024w, https://gurubaik.de/wp-content/uploads/2026/01/62a980b37e38e-768x512.jpg 768w, https://gurubaik.de/wp-content/uploads/2026/01/62a980b37e38e.jpg 1200w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /> </a> </div> <div class="related-title"> <a href="https://gurubaik.de/tujuan-utama-jepang-membentuk-bpupki">Tujuan Utama Jepang Membentuk BPUPKI Untuk Dukungan Perang</a> </div> </div> <div class="related-post-item"> <div class="related-thumb"> <a href="https://gurubaik.de/cara-mencegah-beri-beri-konsumsi-banyak"> <img width="300" height="169" src="https://gurubaik.de/wp-content/uploads/2026/01/PPT-PEMBELAJARAN-KELAS-5-pptx-9-2048-300x169.jpg" class="attachment-medium size-medium wp-post-image" alt="Cara Mencegah Beri‑beri: Konsumsi Banyak" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://gurubaik.de/wp-content/uploads/2026/01/PPT-PEMBELAJARAN-KELAS-5-pptx-9-2048-300x169.jpg 300w, https://gurubaik.de/wp-content/uploads/2026/01/PPT-PEMBELAJARAN-KELAS-5-pptx-9-2048-1024x576.jpg 1024w, https://gurubaik.de/wp-content/uploads/2026/01/PPT-PEMBELAJARAN-KELAS-5-pptx-9-2048-768x432.jpg 768w, https://gurubaik.de/wp-content/uploads/2026/01/PPT-PEMBELAJARAN-KELAS-5-pptx-9-2048.jpg 1200w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /> </a> </div> <div class="related-title"> <a href="https://gurubaik.de/cara-mencegah-beri-beri-konsumsi-banyak">Cara Mencegah Beri‑beri Konsumsi Banyak Vitamin B1</a> </div> </div> </div></div> </article> <div class="comments-area"> <div id="comments"> <div id="respond" class="comment-respond"> <h3 id="reply-title" class="comment-reply-title">Leave a Comment <small><a rel="nofollow" id="cancel-comment-reply-link" href="/bahasa-pemrograman-untuk-menulis-format-dokumen-web#respond" style="display:none;">Cancel reply</a></small></h3><form action="https://gurubaik.de/wp-comments-post.php" method="post" id="commentform" class="comment-form"><p class="comment-form-comment"><label for="comment" class="screen-reader-text">Comment</label><textarea id="comment" name="comment" cols="45" rows="8" required></textarea></p><label for="author" class="screen-reader-text">Name</label><input placeholder="Name *" id="author" name="author" type="text" value="" size="30" required /> <label for="email" class="screen-reader-text">Email</label><input placeholder="Email *" id="email" name="email" type="email" value="" size="30" required /> <label for="url" class="screen-reader-text">Website</label><input placeholder="Website" id="url" name="url" type="url" value="" size="30" /> <p class="comment-form-cookies-consent"><input id="wp-comment-cookies-consent" name="wp-comment-cookies-consent" type="checkbox" value="yes" /> <label for="wp-comment-cookies-consent">Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.</label></p> <p class="form-submit"><input name="submit" type="submit" id="submit" class="submit" value="Post Comment" /> <input type='hidden' name='comment_post_ID' value='6510' id='comment_post_ID' /> <input type='hidden' name='comment_parent' id='comment_parent' value='0' /> </p></form> </div><!-- #respond --> </div><!-- #comments --> </div> </main> </div> </div> </div> <div class="site-footer footer-bar-active footer-bar-align-right"> <div class="gb-element-76365dcf"> <div class="gb-text gb-text-c3994867">© 2026 Marketer • Built with <a href="https://generatepress.com/">GeneratePress</a></div> <div class="gb-element-6dacc793"> <p class="gb-text gb-text-c00ec7c1"><a href="#">Privacy Policy</a></p> <p class="gb-text gb-text-527cf36e"><a href="#">Terms</a></p> <p class="gb-text gb-text-7720e281"><a href="#">Contact</a></p> </div> </div> </div> <script type="speculationrules"> {"prefetch":[{"source":"document","where":{"and":[{"href_matches":"/*"},{"not":{"href_matches":["/wp-*.php","/wp-admin/*","/wp-content/uploads/*","/wp-content/*","/wp-content/plugins/*","/wp-content/themes/generatepress/*","/*\\?(.+)"]}},{"not":{"selector_matches":"a[rel~=\"nofollow\"]"}},{"not":{"selector_matches":".no-prefetch, .no-prefetch a"}}]},"eagerness":"conservative"}]} </script> <script id="generate-a11y"> !function(){"use strict";if("querySelector"in document&&"addEventListener"in window){var e=document.body;e.addEventListener("pointerdown",(function(){e.classList.add("using-mouse")}),{passive:!0}),e.addEventListener("keydown",(function(){e.classList.remove("using-mouse")}),{passive:!0})}}(); </script> <div class="gp-modal gp-search-modal" id="gp-search" role="dialog" aria-modal="true" aria-label="Search"> <div class="gp-modal__overlay" tabindex="-1" data-gpmodal-close> <div class="gp-modal__container"> <form role="search" method="get" class="search-modal-form" action="https://gurubaik.de/"> <label for="search-modal-input" class="screen-reader-text">Search for:</label> <div class="search-modal-fields"> <input id="search-modal-input" type="search" class="search-field" placeholder="Search …" value="" name="s" /> <button aria-label="Search"><span class="gp-icon icon-search"><svg viewBox="0 0 512 512" aria-hidden="true" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="1em" height="1em"><path fill-rule="evenodd" clip-rule="evenodd" d="M208 48c-88.366 0-160 71.634-160 160s71.634 160 160 160 160-71.634 160-160S296.366 48 208 48zM0 208C0 93.125 93.125 0 208 0s208 93.125 208 208c0 48.741-16.765 93.566-44.843 129.024l133.826 134.018c9.366 9.379 9.355 24.575-.025 33.941-9.379 9.366-24.575 9.355-33.941-.025L337.238 370.987C301.747 399.167 256.839 416 208 416 93.125 416 0 322.875 0 208z" /></svg></span></button> </div> </form> </div> </div> </div> <script src="https://gurubaik.de/wp-content/plugins/gp-premium/menu-plus/functions/js/sticky.min.js?ver=2.5.5" id="generate-sticky-js"></script> <script id="ez-toc-scroll-scriptjs-js-extra"> var eztoc_smooth_local = {"scroll_offset":"30","add_request_uri":"","add_self_reference_link":""}; //# sourceURL=ez-toc-scroll-scriptjs-js-extra </script> <script src="https://gurubaik.de/wp-content/plugins/easy-table-of-contents/assets/js/smooth_scroll.min.js?ver=2.0.80" id="ez-toc-scroll-scriptjs-js"></script> <script src="https://gurubaik.de/wp-content/plugins/easy-table-of-contents/vendor/js-cookie/js.cookie.min.js?ver=2.2.1" id="ez-toc-js-cookie-js"></script> <script src="https://gurubaik.de/wp-content/plugins/easy-table-of-contents/vendor/sticky-kit/jquery.sticky-kit.min.js?ver=1.9.2" id="ez-toc-jquery-sticky-kit-js"></script> <script id="ez-toc-js-js-extra"> var ezTOC = {"smooth_scroll":"1","visibility_hide_by_default":"","scroll_offset":"30","fallbackIcon":"\u003Cspan class=\"\"\u003E\u003Cspan class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\"\u003EToggle\u003C/span\u003E\u003Cspan class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"\u003E\u003Csvg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http://www.w3.org/2000/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"\u003E\u003Cpath d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"\u003E\u003C/path\u003E\u003C/svg\u003E\u003Csvg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http://www.w3.org/2000/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"\u003E\u003Cpath d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"/\u003E\u003C/svg\u003E\u003C/span\u003E\u003C/span\u003E","chamomile_theme_is_on":""}; //# sourceURL=ez-toc-js-js-extra </script> <script src="https://gurubaik.de/wp-content/plugins/easy-table-of-contents/assets/js/front.min.js?ver=2.0.80-1767971641" id="ez-toc-js-js"></script> <script id="generate-menu-js-before"> var generatepressMenu = {"toggleOpenedSubMenus":true,"openSubMenuLabel":"Open Sub-Menu","closeSubMenuLabel":"Close Sub-Menu"}; //# sourceURL=generate-menu-js-before </script> <script src="https://gurubaik.de/wp-content/themes/generatepress/assets/js/menu.min.js?ver=3.6.1" id="generate-menu-js"></script> <script src="https://gurubaik.de/wp-content/themes/generatepress/assets/dist/modal.js?ver=3.6.1" id="generate-modal-js"></script> <script src="https://gurubaik.de/wp-includes/js/comment-reply.min.js?ver=6.9" id="comment-reply-js" async data-wp-strategy="async" fetchpriority="low"></script> <script id="wp-emoji-settings" type="application/json"> {"baseUrl":"https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/","ext":".png","svgUrl":"https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/svg/","svgExt":".svg","source":{"concatemoji":"https://gurubaik.de/wp-includes/js/wp-emoji-release.min.js?ver=6.9"}} </script> <script type="module"> /*! This file is auto-generated */ const a=JSON.parse(document.getElementById("wp-emoji-settings").textContent),o=(window._wpemojiSettings=a,"wpEmojiSettingsSupports"),s=["flag","emoji"];function i(e){try{var t={supportTests:e,timestamp:(new Date).valueOf()};sessionStorage.setItem(o,JSON.stringify(t))}catch(e){}}function c(e,t,n){e.clearRect(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height),e.fillText(t,0,0);t=new Uint32Array(e.getImageData(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height).data);e.clearRect(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height),e.fillText(n,0,0);const a=new Uint32Array(e.getImageData(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height).data);return t.every((e,t)=>e===a[t])}function p(e,t){e.clearRect(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height),e.fillText(t,0,0);var n=e.getImageData(16,16,1,1);for(let e=0;e<n.data.length;e++)if(0!==n.data[e])return!1;return!0}function u(e,t,n,a){switch(t){case"flag":return n(e,"\ud83c\udff3\ufe0f\u200d\u26a7\ufe0f","\ud83c\udff3\ufe0f\u200b\u26a7\ufe0f")?!1:!n(e,"\ud83c\udde8\ud83c\uddf6","\ud83c\udde8\u200b\ud83c\uddf6")&&!n(e,"\ud83c\udff4\udb40\udc67\udb40\udc62\udb40\udc65\udb40\udc6e\udb40\udc67\udb40\udc7f","\ud83c\udff4\u200b\udb40\udc67\u200b\udb40\udc62\u200b\udb40\udc65\u200b\udb40\udc6e\u200b\udb40\udc67\u200b\udb40\udc7f");case"emoji":return!a(e,"\ud83e\u1fac8")}return!1}function f(e,t,n,a){let r;const o=(r="undefined"!=typeof WorkerGlobalScope&&self instanceof WorkerGlobalScope?new OffscreenCanvas(300,150):document.createElement("canvas")).getContext("2d",{willReadFrequently:!0}),s=(o.textBaseline="top",o.font="600 32px Arial",{});return e.forEach(e=>{s[e]=t(o,e,n,a)}),s}function r(e){var t=document.createElement("script");t.src=e,t.defer=!0,document.head.appendChild(t)}a.supports={everything:!0,everythingExceptFlag:!0},new Promise(t=>{let n=function(){try{var e=JSON.parse(sessionStorage.getItem(o));if("object"==typeof e&&"number"==typeof e.timestamp&&(new Date).valueOf()<e.timestamp+604800&&"object"==typeof e.supportTests)return e.supportTests}catch(e){}return null}();if(!n){if("undefined"!=typeof Worker&&"undefined"!=typeof OffscreenCanvas&&"undefined"!=typeof URL&&URL.createObjectURL&&"undefined"!=typeof Blob)try{var e="postMessage("+f.toString()+"("+[JSON.stringify(s),u.toString(),c.toString(),p.toString()].join(",")+"));",a=new Blob([e],{type:"text/javascript"});const r=new Worker(URL.createObjectURL(a),{name:"wpTestEmojiSupports"});return void(r.onmessage=e=>{i(n=e.data),r.terminate(),t(n)})}catch(e){}i(n=f(s,u,c,p))}t(n)}).then(e=>{for(const n in e)a.supports[n]=e[n],a.supports.everything=a.supports.everything&&a.supports[n],"flag"!==n&&(a.supports.everythingExceptFlag=a.supports.everythingExceptFlag&&a.supports[n]);var t;a.supports.everythingExceptFlag=a.supports.everythingExceptFlag&&!a.supports.flag,a.supports.everything||((t=a.source||{}).concatemoji?r(t.concatemoji):t.wpemoji&&t.twemoji&&(r(t.twemoji),r(t.wpemoji)))}); //# sourceURL=https://gurubaik.de/wp-includes/js/wp-emoji-loader.min.js </script> </body> </html>