Banyaknya Susunan 7 Orang dan Dua Orang Berdampingan dalam Permutasi

Banyaknya Susunan 7 Orang dan Dua Orang Berdampingan bukan sekadar teka-teki matematika abstrak, melainkan sebuah prinsip kombinatorial yang memiliki gema dalam pengaturan tempat duduk acara, formasi tim, hingga algoritma pengurutan data. Soal ini mengetes ketajaman logika dalam menerjemahkan batasan sosial atau operasional menjadi sebuah model hitung yang elegan dan tak terbantahkan. Di jantungnya, terdapat permutasi—sebuah konsep yang mengatur segala hal tentang penataan dan urutan, jauh melampaui sekadar angka dan faktorial.

Permutasi membedakan dirinya dari kombinasi dengan sifatnya yang sangat memperhatikan urutan penempatan. Sementara kombinasi hanya peduli pada pemilihan kelompok, permutasi bersikeras bahwa posisi ‘siapa di sebelah siapa’ adalah segalanya. Dalam konteks menyusun tujuh individu dengan syarat dua di antaranya harus selalu bersama, kita memasuki ranah permutasi bersyarat. Di sini, matematika berperan sebagai juru bahasa yang tepat, mengubah syarat ‘berdampingan’ menjadi blok yang kompak, lalu menghitung semua kemungkinan tata letaknya di antara kerumunan.

Konsep Dasar Permutasi dalam Kombinatorika

Banyaknya Susunan 7 Orang dan Dua Orang Berdampingan

Source: z-dn.net

Dalam matematika, khususnya bidang kombinatorika, permutasi membahas penyusunan ulang suatu himpunan objek ke dalam suatu urutan yang linear atau spesifik. Inti dari permutasi adalah memperhatikan urutan; artinya, susunan A-B-C dianggap berbeda dengan susunan C-B-A, meskipun objeknya sama. Konsep ini sangat relevan dalam memecahkan masalah dunia nyata, seperti penentuan nomor antrian, pengaturan tempat duduk, atau penyusunan password.

Permutasi dapat diklasifikasikan berdasarkan kondisinya. Permutasi linear sederhana mengatur objek dalam satu baris tanpa syarat khusus. Sementara itu, permutasi dengan syarat muncul ketika ada kondisi tambahan, seperti beberapa objek harus selalu bersama atau justru tidak boleh bersebelahan. Perbedaan mendasar ini mengubah pendekatan penyelesaiannya secara signifikan. Sebagai contoh sederhana, banyaknya cara menyusun 3 buku berbeda (A, B, C) secara berjajar adalah 3! (3 faktorial), yaitu 3 × 2 × 1 = 6 cara.

Perbandingan Permutasi dan Kombinasi

Dua konsep yang sering dibandingkan dalam kombinatorika adalah permutasi dan kombinasi. Meski terlihat mirip, keduanya memiliki tujuan yang berbeda. Permutasi, seperti telah dijelaskan, sangat mementingkan urutan. Di sisi lain, kombinasi hanya memperhatikan pemilihan objek tanpa memedulikan urutannya. Tabel berikut merangkum perbedaan kunci antara keduanya.

Aspek Permutasi Kombinasi
Definisi Penyusunan objek dengan memperhatikan urutan. Pemilihan objek TANPA memperhatikan urutan.
Rumus Umum (n objek diambil r) P(n, r) = n! / (n-r)! C(n, r) = n! / (r!(n-r)!)
Pertanyaan Kunci “Berapa banyak cara mengatur/menyusun?” “Berapa banyak cara memilih/mengambil?”
Contoh Susunan juara 1, 2, 3 dari 10 peserta. Memilih 3 orang panitia dari 10 kandidat.
BACA JUGA  Usaha Tambak Udang dan Bandeng di Wilayah Tertentu Potensi Menguntungkan

Mengurai Soal Susunan dengan Syarat Berdampingan: Banyaknya Susunan 7 Orang Dan Dua Orang Berdampingan

Mari kita fokus pada soal spesifik: “Tentukan banyaknya susunan 7 orang dimana dua orang tertentu harus selalu berdampingan.” Soal ini adalah contoh klasik permutasi dengan syarat. Langkah pertama yang krusial adalah membaca soal dengan hati-hati untuk mengidentifikasi semua elemen dan batasan. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah menganggap syarat “dua orang berdampingan” berarti mereka bisa bertukar tempat bebas tanpa dihitung terpisah, atau lupa memperhitungkan susunan internal di antara mereka.

Kunci penyelesaiannya adalah metode pengelompokan atau blocking method. Dua orang yang harus selalu bersama diperlakukan sebagai satu “blok” atau “unit” yang tak terpisahkan. Dengan demikian, dari 7 orang, kita seolah-olah hanya mengatur 6 entitas: satu blok (berisi 2 orang) dan 5 orang lainnya yang berdiri sendiri. Ini menyederhanakan masalah menjadi permutasi linear tanpa syarat untuk 6 entitas tersebut.

Informasi Penting dari Soal

Sebelum melakukan perhitungan, penting untuk mengekstrak semua data dari soal. Berikut adalah poin-poin kunci yang harus diidentifikasi:

  • Total objek yang diatur adalah 7 orang, semuanya dianggap berbeda.
  • Terdapat syarat khusus: dua orang tertentu (misalkan si A dan si B) harus selalu berdampingan.
  • Susunan “berdampingan” berarti A di kiri dan B di kanan, atau sebaliknya, dianggap sebagai dua konfigurasi internal yang berbeda dalam blok yang sama.
  • Tujuan akhir adalah mencari jumlah total susunan linear yang memenuhi syarat tersebut.

Penyelesaian Langkah Demi Langkah dan Ilustrasi

Dengan informasi yang telah diekstrak, kita dapat merancang penyelesaian secara sistematis. Proses ini melibatkan dua tahap perkalian fundamental dalam kombinatorika: mengatur unit-unit besar, lalu mengatur isi di dalam unit yang memiliki kemungkinan internal.

Bayangkan tujuh kursi kosong berjajar. Karena dua orang harus selalu duduk bersebelahan, kita “rekatkan” kursi mereka menjadi satu kesatuan. Sekarang, ada 6 “entitas” untuk diatur: sebuah blok ganda (yang menempati 2 kursi) dan 5 kursi tunggal untuk orang lain. Ilustrasi mental ini menjadi dasar perhitungan.

Proses Perhitungan Terstruktur

Berikut adalah tabel yang merinci setiap langkah penyelesaian, dari konsep hingga eksekusi angka.

Langkah Deskripsi Perhitungan Hasil Sementara
1. Pembentukan Blok Mengelompokkan 2 orang yang harus berdampingan sebagai 1 unit blok. Blok + 5 orang lain = 6 entitas. 6 entitas unik.
2. Permutasi Entitas Mengatur posisi ke-6 entitas (1 blok dan 5 orang) dalam satu baris. 6! = 6 × 5 × 4 × 3 × 2 × 1 720 cara
3. Permutasi Internal Blok Mengatur posisi 2 orang di dalam blok yang sama (siapa di kiri, siapa di kanan). 2! = 2 × 1 2 cara
4. Prinsip Perkalian Mengalikan hasil langkah 2 dan 3 karena setiap susunan entitas dapat dikombinasikan dengan setiap susunan internal blok. 720 × 2 1440 cara
BACA JUGA  Menghitung Suhu Benda dengan Termometer X Kalibrasi -15°X dan 200°X

Dengan demikian, banyaknya susunan 7 orang dimana dua orang tertentu selalu berdampingan adalah 1440 cara. Hasil ini diperoleh dengan menjamin semua syarat terpenuhi.

Variasi Soal dan Ekspansi Konsep yang Relevan

Pemahaman terhadap satu jenis soal menjadi lebih kokoh ketika diuji dengan variasinya. Perubahan kecil pada syarat—seperti dari “harus bersama” menjadi “tidak boleh bersama,” atau perubahan bentuk susunan dari linear menjadi melingkar—akan membawa pada teknik penyelesaian yang berbeda. Eksplorasi ini memperkaya alat analisis kita dalam kombinatorika.

Sebagai contoh, jika soal berubah menjadi “dua orang tertentu TIDAK BOLEH berdampingan,” metode termudah adalah menggunakan konsep komplemen. Kita hitung total susunan tanpa syarat (7! = 5040), lalu kurangi dengan susunan dimana mereka berdampingan (1440, seperti yang sudah dihitung). Jadi, susunan dimana mereka tidak berdampingan adalah 5040 – 1440 = 3600 cara.

Perubahan Konteks Menjadi Susunan Melingkar

Jika ketujuh orang tersebut duduk melingkar (permutasi siklis), penyelesaiannya berubah. Pada susunan melingkar, rotasi dianggap sama. Pertama, kita hitung permutasi siklis untuk 6 entitas (1 blok + 5 orang), yaitu (6-1)! = 5! = 120 cara. Kemudian, kalikan dengan permutasi internal dalam blok (2! = 2). Hasil akhir untuk susunan melingkar dengan dua orang berdampingan adalah 120 × 2 = 240 cara.

Variasi Jumlah Orang yang Berdampingan

Bagaimana jika syaratnya diperluas? Misalnya, tiga orang harus selalu berdampingan. Logikanya tetap sama. Kelompokkan tiga orang sebagai satu blok. Maka, entitas yang diatur adalah 1 blok + 4 orang lain = 5 entitas.

Banyaknya permutasi 5 entitas adalah 5! = 120. Di dalam blok, ketiga orang dapat diatur dalam 3! = 6 cara. Total susunan menjadi 120 × 6 = 720 cara.

Untuk variasi soal dengan syarat negatif yang lebih kompleks, prosedur penyelesaiannya sering dirumuskan sebagai berikut:

Untuk soal “dua orang tertentu tidak boleh bersama,” gunakan prinsip inklusi-eksklusi dengan komplemen. Hitung total susunan tanpa syarat. Hitung susunan dimana mereka dianggap bersama (dengan metode blok). Kurangkan hasil pertama dengan hasil kedua. Rumus umum: n![ (n-1)! × 2! ].

Aplikasi dan Latihan Soal Terstruktur

Untuk menguasai konsep ini, latihan dengan variasi soal sangat diperlukan. Mulai dari soal yang langsung menerapkan konsep blok, hingga soal dengan lapisan kondisi yang lebih banyak. Strategi memeriksa kebenaran jawaban juga penting, seperti memastikan angka tidak lebih besar dari permutasi total tanpa syarat, atau melakukan penghitungan dengan pendekatan lain untuk validasi.

Berikut tiga soal latihan dengan tingkat kesulitan yang bertingkat. Cobalah selesaikan sebelum melihat panduan singkat yang diberikan.

Koleksi Soal dan Strategi Penyelesaian, Banyaknya Susunan 7 Orang dan Dua Orang Berdampingan

Jenis Soal Contoh Kunci Penyelesaian
Dasar (Langsung) 8 buku berbeda akan disusun. 3 buku ensiklopedia harus selalu berdekatan. Berapa banyak susunan? Anggap 3 buku sebagai 1 blok. Total entitas: 1 blok + 5 buku = 6 entitas. Hitung 6! × 3!.
Menengah (Kombinasi Syarat) Dari 6 pria dan 4 wanita, akan dipilih 5 orang untuk duduk berjajar. Jika dipilih 3 pria dan 2 wanita, dan 2 wanita itu harus duduk berdampingan, berapa susunan? Pilih dulu orangnya: C(6,3) × C(4,2). Setelah terpilih, atur posisi: blok 2 wanita (1 entitas) + 3 pria = 4 entitas. Hitung 4! × 2! (internal blok). Kalikan semua.
Lanjutan (Syarat Ganda) 9 orang termasuk Andi dan Budi akan difoto berjajar. Andi dan Budi tidak boleh berdampingan, sedangkan Cici dan Dani harus berdampingan. Berapa banyak posisi foto? Selesaikan untuk Cici-Dani dulu (blok). Hitung susunan 8 entitas (1 blok + 7 orang) = 8! × 2!. Dari jumlah itu, hitung yang Andi-Budi masih berdampingan (anggap mereka blok juga dalam konteks 8 entitas tadi). Kurangkan untuk dapat yang Andi-Budi tidak berdampingan.
BACA JUGA  Hukum Bacaan pada Surat As‑Saff Ayat 4 Panduan Tajwid Lengkap

Strategi umum untuk memeriksa jawaban adalah dengan melakukan sanity check. Misalnya, jawaban untuk soal dengan syarat “harus bersama” haruslah kurang dari total permutasi tanpa syarat. Selain itu, cobalah menyelesaikan dengan pendekatan berbeda, seperti menggunakan ruang sampel yang lebih kecil dengan angka yang bisa dihitung manual, untuk melihat pola yang sesuai.

Ringkasan Terakhir

Pada akhirnya, penyelesaian soal Banyaknya Susunan 7 Orang dan Dua Orang Berdampingan mengungkap lebih dari sekadar angka 1440. Ini adalah demonstrasi tentang bagaimana logika yang terstruktur dapat menjinakkan kompleksitas. Metode pengelompokan atau
-blocking method* yang digunakan bersifat universal, sebuah alat yang dapat disesuaikan untuk berbagai skenario—mulai dari yang melarang dua orang bersama hingga pengaturan dalam lingkaran. Penguasaan terhadap prinsip dasar ini membuka pintu untuk menganalisis dan mengoptimalkan berbagai konfigurasi dalam dunia nyata, di mana aturan dan batasan adalah hal yang tak terelakkan.

Konsep ini berdiri sebagai fondasi kokoh dalam arsitektur probabilitas dan pengambilan keputusan yang terinformasi.

Jawaban yang Berguna

Apakah hasilnya akan sama jika dua orang yang harus berdampingan itu spesifik, misalnya Andi dan Budi?

Ya, hasilnya tetap sama. Soal “dua orang berdampingan” biasanya mengimplikasikan ada dua orang
-tertentu* yang telah ditentukan dari awal untuk selalu bersama. Proses perhitungannya identik dengan menganggap Andi dan Budi sebagai satu blok.

Bagaimana jika soal menyebutkan “minimal dua orang berdampingan”, bukan “selalu berdampingan”?

Itu menjadi soal yang jauh lebih kompleks. “Minimal dua orang berdampingan” berarti pasangan itu bisa saja terpisah, asalkan ada setidaknya satu susunan di mana mereka berdampingan. Penyelesaiannya sering menggunakan prinsip komplemen: hitung total susunan tanpa syarat, lalu kurangi dengan susunan di mana mereka
-tidak* boleh berdampingan sama sekali.

Apakah metode blok ini bisa diterapkan untuk lebih dari dua orang yang harus berdampingan, misalnya tiga orang?

Tentu bisa. Prinsipnya persis sama. Kelompok tiga orang yang harus selalu bersama diperlakukan sebagai satu “blok super”. Jumlah permutasi internal dalam blok tersebut adalah 3! = 6. Kemudian blok ini dipermutasikan dengan orang-orang lainnya.

Dalam konteks dunia nyata, di mana saja aplikasi dari perhitungan semacam ini?

Aplikasinya luas, antara lain dalam penjadwalan (menjadwalkan rapat untuk orang yang harus hadir berurutan), pengaturan produk di rak (menempatkan produk terkait bersebelahan), penyusunan kode atau password dengan karakter tertentu yang harus berurutan, dan pengaturan tempat duduk pada acara resmi untuk tamu kehormatan atau pasangan.

Leave a Comment