Cara Beralih dari IPA ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis bukanlah jalan yang mustahil, melainkan sebuah transisi strategis yang justru dapat menghasilkan keunggulan kompetitif yang unik. Banyak anak IPA yang ternyata memiliki ketertarikan mendalam pada dinamika pasar, strategi bisnis, atau analisis keuangan, merasakan panggilan untuk mengarahkan ketajaman analitis mereka ke ranah yang berbeda. Dunia ekonomi dan bisnis saat ini sangat menghargai kemampuan berpikir logis, kecermatan dalam mengolah data, dan pendekatan sistematis dalam memecahkan masalah—sebuah skill set yang justru diasah dengan baik di bangku IPA.
Perpindahan ini bukan tentang meninggalkan ilmu eksakta, melainkan tentang memperluas cakrawala dan menerapkan metodologi sains ke dalam konteks sosial dan komersial. Kisah-kisah sukses para analis keuangan, konsultan manajemen teknologi, hingga pengusaha startup berbasis sains yang berlatar belakang pendidikan IPA membuktikan bahwa fondasi yang kuat dalam sains dapat menjadi batu loncatan menuju karier gemilang di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Artikel ini akan memandu langkah demi langkah, dari motivasi hingga prosedur administratif, untuk mewujudkan transisi tersebut.
Pendahuluan dan Motivasi Peralihan
Perpindahan dari jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) mungkin terlihat seperti lompatan yang besar, namun sebenarnya ini adalah sebuah evolusi naluriah yang logis. Banyak siswa IPA yang menemukan bahwa ketertarikan mereka pada pola, sistem, dan pemecahan masalah dapat menemukan aplikasi yang sangat konkret dan dinamis di dunia ekonomi. Motivasi peralihan ini sering kali berakar pada keinginan untuk melihat dampak langsung dari analisis yang dilakukan, dari sekadar memahami hukum alam menjadi mengelola sumber daya manusia dan keuangan untuk menciptakan nilai.
Kisah sukses para profesional dengan latar belakang serupa dapat menjadi bukti yang meyakinkan. Ambil contoh, seorang lulusan Fisika yang kini menjadi kepala analis risiko di sebuah bank investasi ternama. Kemampuannya dalam memodelkan sistem kompleks dan berpikir probabilistik menjadi senjata ampuh dalam memprediksi fluktuasi pasar. Atau, seorang sarjana Biologi yang mendirikan startup bioteknologi dan sukses karena tidak hanya menguasai ilmu hayati, tetapi juga prinsip bisnis, pembiayaan, dan strategi komersialisasi.
Mereka adalah bukti bahwa fondasi sains dapat menjadi platform yang kokoh untuk terbang tinggi di angkasa bisnis.
Potensi Keunggulan Lulusan IPA di Dunia Ekonomi
Lulusan IPA membawa seperangkat alat mental yang sangat berharga yang sering kali menjadi pembeda. Keunggulan ini bukan hanya klaim, melainkan kompetensi yang terasah melalui kurikulum sains yang ketat.
- Logika dan Berpikir Sistematis: Kebiasaan merunut sebab-akibat dan membangun argumen yang terstruktur sangat berguna dalam analisis pasar, penyusunan strategi, dan pengambilan keputusan bisnis yang rasional.
- Analisis Data Kuantitatif: Keterampilan mengolah data, membaca grafik, dan memahami statistik adalah inti dari sains. Di era ekonomi digital yang dipenuhi big data, kemampuan ini menjadi komoditas yang sangat langka dan dicari.
- Pemecahan Masalah Kompleks: Latihan menyelesaikan soal fisika atau kimia yang rumit melatih mental untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi masalah bisnis yang multidimensi, seperti optimasi rantai pasok atau krisis manajerial.
- Pendekatan Eksperimental: Mindset “coba, amati, revisi” ala metode ilmiah sangat selaras dengan budaya startup dan inovasi bisnis modern, di mana prototyping dan iterasi adalah kunci.
Pemahaman Awal tentang Dunia Ekonomi dan Bisnis
Sebelum memutuskan untuk menyelam, penting untuk merasakan airnya terlebih dahulu. Dunia ekonomi dan bisnis memiliki bahasa dan logikanya sendiri yang perlu dipelajari. Bagi seorang dari IPA, memahaminya bisa dimulai dari konsep-konsep fundamental yang menjadi pondasi segala teori dan praktik lanjutan.
Konsep dasar yang paling esensial mencakup hukum permintaan dan penawaran, kelangkaan sumber daya, biaya peluang, serta perbedaan antara ekonomi mikro (perilaku individu dan perusahaan) dan makro (kinerja perekonomian suatu negara). Dalam bisnis, pahami trinitas dasar: menciptakan nilai (produk/jasa), menangkap nilai (strategi harga dan penjualan), dan mengirimkan nilai (operasi dan distribusi). Memahami ini memberikan peta mental awal yang sangat membantu.
Perbandingan Karakteristik Berpikir: Sains vs Ekonomi/Bisnis
Meski sama-sama mengandalkan analisis, terdapat perbedaan nuansa dalam pendekatan berpikir antara dunia sains murni dan dunia ekonomi bisnis. Tabel berikut mengilustrasikan perbedaan kunci tersebut.
| Aspect | Dunia Sains (IPA) | Dunia Ekonomi & Bisnis |
|---|---|---|
| Objek Studi | Fenomena alam yang relatif konstan (hukum fisika, reaksi kimia). | Perilaku manusia (konsumen, produsen) yang dinamis dan tidak selalu rasional. |
| Tujuan Utama | Mencari kebenaran dan penjelasan yang universal. | Menciptakan nilai, keuntungan, dan solusi yang feasible dalam batasan sumber daya. |
| Variabel Kunci | Variabel terukur dan terkontrol (suhu, tekanan, konsentrasi). | Variabel kompleks seperti preferensi, ekspektasi, risiko, dan persepsi. |
| Metode Validasi | Eksperimen repetitif dan peer review. | Kinerja pasar, profitabilitas, dan kepuasan stakeholder. |
| Nilai “Benar” | Ketepatan dan akurasi mutlak. | Keputusan yang tepat waktu dan efektif dengan informasi yang tidak lengkap. |
Menghubungkan Minat IPA dengan Spesialisasi FEB
Kekhawatiran bahwa minat di IPA akan hilang sering kali tidak berdasar. Justru, minat itu dapat menjadi niche yang sangat kuat. Seorang yang tertarik pada Biologi atau Kesehatan dapat mengkhususkan diri pada Ekonomi Kesehatan, menganalisis biaya-efektivitas pengobatan, kebijakan asuransi, atau manajemen rumah sakit. Pecinta Fisika dan Teknologi dapat menjajaki Manajemen Teknologi dan Inovasi atau Bisnis Digital, memahami siklus hidup produk teknologi dan strategi komersialisasi R&D.
Kimiawan bisa masuk ke Manajemen Rantai Pasok di industri kimia atau farmasi, mengoptimalkan proses produksi dan distribusi. Dengan cara ini, latar belakang IPA justru menjadi lensa unik untuk melihat peluang bisnis yang mungkin terlewatkan oleh orang lain.
Langkah-Langkah Praktis dan Administratif
Transisi yang mulus memerlukan perencanaan administratif yang matang. Prosedur pindah jurusan bervariasi antar perguruan tinggi, tetapi umumnya memiliki alur yang dapat dipetakan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah membuka situs resmi akademik universitas Anda dan mencari informasi spesifik tentang “perpindahan jalur studi”, “perpindahan fakultas”, atau “rekognisi kredit”.
Untuk perpindahan dalam satu perguruan tinggi, biasanya diperlukan IPK minimal tertentu (sering di atas 3.0), surat permohonan resmi yang menjelaskan alasan akademik yang kuat, rekomendasi dari dosen wali atau ketua jurusan asal, serta transkrip nilai. Beberapa FEB juga mengadakan tes wawancara atau tes dasar ekonomi untuk mengukur kesiapan kandidat. Untuk lintas kampus, prosesnya hampir mirip dengan mendaftar jalur pindahan pada seleksi masuk perguruan tinggi, dengan menyertakan transkrip dari kampus asal.
Checklist Persiapan Minimal Satu Tahun Sebelumnya
Agar tidak terburu-buru, persiapan jangka panjang sangat disarankan. Berikut adalah checklist yang dapat dijadikan panduan.
- Semester 3-4: Kumpulkan informasi lengkap prosedur dan persyaratan dari biro akademik FEB target. Tingkatkan IPK semaksimal mungkin. Mulai ikuti seminar atau kursus online pengantar ekonomi dan bisnis.
- Semester 5: Konsultasi dengan dosen wali di jurusan IPA dan juga dengan staf akademik FEB. Siapkan draft surat permohonan dan proposal alasan perpindahan yang matang. Ambil mata kuliah pilihan yang relevan (jika memungkinkan, seperti statistika lanjut atau matematika ekonomi).
- Semester 6 (Awal): Kumpulkan semua dokumen pendukung. Ikuti tes atau wawancara jika diwajibkan. Ajukan permohonan resmi sesuai timeline yang ditetapkan kampus.
- Menunggu Keputusan & Masa Transisi: Manfaatkan waktu untuk memperdalam materi dasar FEB. Jalin komunikasi dengan calon dosen wali atau senior di FEB.
Strategi Menghadapi Tes Khusus
Jika diwajibkan tes potensi akademik bidang sosial atau tes dasar ekonomi, jangan panik. Soal tes ini umumnya menguji logika verbal, pemahaman bacaan tentang isu sosial-ekonomi, dan interpretasi data sederhana. Strateginya adalah banyak membaca artikel analisis ekonomi di media terpercaya untuk membiasakan diri dengan terminologi dan pola argumentasi. Latih juga soal-soal logika dan deret angka, karena kemampuan kuantitatif Anda dari IPA akan sangat membantu di bagian ini.
Pendekatannya adalah membaca soal dengan cermat, karena konteksnya sering kali tentang kebijakan atau fenomena masyarakat, bukan hukum alam.
Beralih dari jurusan IPA ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis memerlukan adaptasi pola pikir, dari yang eksak menuju ilmu sosial. Analoginya, ilmu eksakta mengajarkan presisi, seperti memahami konsep mendasar Apa yang dimaksud suhu dalam fisika. Ketelitian analitis serupa sangat dibutuhkan dalam menganalisis data pasar atau tren ekonomi, yang menjadi fondasi krusial bagi mahasiswa FEB untuk membangun kompetensi di dunia bisnis yang dinamis.
Persiapan Akademik dan Keterampilan
Memasuki ruang kuliah FEB, Anda akan bertemu dengan kosakata akademik baru. Mata kuliah dasar seperti Pengantar Ekonomi Mikro, Makro, dan Akuntansi Dasar adalah gerbang utamanya. Bagi pikiran IPA, konsep seperti kurva permintaan bisa dianalogikan dengan grafik hubungan sebab-akibat, sementara akuntansi pada dasarnya adalah sistem klasifikasi dan pencatatan yang sangat terstruktur, mirip dengan mengklasifikasikan spesies atau unsur.
Kunci untuk menguasainya adalah menghubungkan konsep abstrak ekonomi dengan realita dan dengan logika ilmiah yang sudah dikuasai. Misalnya, hukum diminishing return dapat dipahami seperti efek dari penambahan reaktan berlebih dalam suatu reaksi kimia; setelah titik tertentu, penambahan itu tidak lagi memberikan hasil yang signifikan.
Beralih dari IPA ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis memerlukan kemampuan analitis yang kuat, serupa dengan pendekatan ilmiah dalam memahami suatu sistem. Analoginya, seperti meneliti Telur dan feses pada herbivora: hasilnya , di mana data mentah diolah menjadi insight bernilai. Demikian pula, latar belakang IPA menjadi modal berharga untuk menganalisis pasar dan membangun model bisnis yang robust dalam dunia ekonomi.
Rekomendasi Sumber Belajar untuk Pemula Non-Ekonomi
Sebelum perkuliahan dimulai, membangun fondasi pemahaman secara mandiri akan sangat menguntungkan.
- Buku: “Economics for Dummies” oleh Sean Masaki Flynn memberikan penjelasan yang sederhana dan aplikatif. “Naked Economics” oleh Charles Wheelan berhasil menjabarkan prinsip ekonomi tanpa graf dan persamaan yang menakutkan.
- Kursus Online: Platform seperti Coursera dan edX menawarkan kursus “Principles of Economics” dari universitas top seperti University of Pennsylvania atau University of Illinois. Formatnya terstruktur dan seringkali gratis untuk diakses.
- Podcast & Media: Dengarkan podcast seperti “The Economist Podcasts” atau “Planet Money” (NPR) untuk mendengar analisis isu ekonomi dalam format yang engaging. Baca rubrik ekonomi di Kompas atau Bloomberg untuk melihat penerapan teori di berita harian.
Pendekatan Analisis Kasus Bisnis ala IPA
Source: ac.id
Mari latih dengan contoh sederhana: Sebuah perusahaan minuman kekurangan pasokan buah mangga karena cuaca buruk. Harga bahan baku naik 25%. Bagaimana analisisnya? Pikiran IPA akan langsung sistematis: Identifikasi Variabel: Input (buah), proses (produksi), output (minuman), dan eksternal (cuaca). Kumpulkan Data: Berapa kenaikan biaya per unit?
Bagaimana elastisitas permintaan produk jadi? Buat Model Sederhana: Jika harga jual dinaikkan 10%, bagaimana proyeksi penurunan volume penjualan? Apakah lebih baik mencari substitusi bahan atau menerima penurunan margin? Kesimpulan dan Rekomendasi: Berdasarkan simulasi data, opsi mana yang meminimalkan kerugian atau bahkan membuka peluang pasar baru? Pendekatan seperti ini, yang metodis dan berbasis data, adalah kontribusi khas yang dapat Anda bawa.
Membangun Mindset dan Jaringan
Sukses di FEB tidak hanya tentang nilai akademik, tetapi juga tentang bagaimana Anda menyerap dan menerapkan pola pikir bisnis dalam keseharian. Mulailah dengan mengamati aktivitas ekonomi di sekitar: mengapa warung kopi tertentu ramai? Bagaimana strategi harga sebuah marketplace? Kepekaan ini melatih insting bisnis yang tidak diajarkan di buku teks.
Selain itu, lingkungan FEB sangat kaya dengan aktivitas yang mendukung pengembangan soft skill. Berjejaring di sini berarti membangun relasi dengan individu yang memiliki perspektif berbeda, terutama mereka yang berasal dari latar belakang IPS. Kombinasi logika eksakta Anda dengan intuisi sosial mereka dapat menghasilkan kolaborasi yang sangat produktif.
Aktivitas di Luar Akademik untuk Percepat Adaptasi
Untuk mempercepat adaptasi, keterlibatan aktif di organisasi dan kompetisi adalah kunci.
- Ikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seperti UKM Kewirausahaan, UKM Pasar Modal, atau studi klub seperti Finance Club. Di sini Anda belajar langsung dari senior dan praktisi.
- Ikuti Kompetisi Bisnis seperti Business Plan Competition atau Case Study Competition. Proses menyusun proposal dan presentasi akan memaksa Anda belajar cepat dan aplikatif.
- Hadiri Seminar dan Workshop yang rutin diadakan FEB. Jangan hanya datang, tapi ajukan pertanyaan dan kenali pembicara serta peserta lain.
Membangun Jaringan dengan Dosen dan Senior
Pendekatan kepada dosen dan senior dari latar belakang berbeda memerlukan kesadaran akan nilai yang Anda bawa. Saat berbicara dengan dosen, Anda bisa memulai dengan pertanyaan yang menunjukkan integrasi minat. Contohnya: “Selamat siang, Pak. Saya [Nama], mahasiswa pindahan dari Kimia. Saya sangat tertarik pada materi Manajemen Operasi yang Bapa ajarkan, karena saya melihat paralelnya dengan optimasi reaksi dalam proses produksi kimia.
Apakah Bapa memiliki referensi khusus yang membahas manajemen rantai pasok di industri farmasi?” Pendekatan seperti ini menunjukkan keseriusan dan keunikan perspektif Anda, sekaligus membuka pintu diskusi yang lebih mendalam.
Prospek dan Peluang Karir
Lulusan FEB dengan latar belakang IPA memiliki profil hybrid yang sangat menarik di dunia kerja. Mereka tidak hanya memahami bahasa bisnis, tetapi juga memiliki kemampuan teknis-analitis yang tinggi. Kombinasi ini membuka pintu ke peran-peran spesifik yang memerlukan kedalaman analisis kuantitatif dan pemahaman sistem yang kompleks, yang sering kali kurang dikuasai oleh lulusan ekonomi murni.
Peluang karirnya sangat luas, mulai dari sektor keuangan tradisional hingga bidang frontier seperti ekonomi digital dan teknologi hijau. Kemampuan Anda dalam memahami data dan model akan menjadi modal utama.
Pemetaan Program Studi FEB dan Peluang Karir untuk Latar Belakang IPA
| Program Studi di FEB | Peluang Karir Potensial | Nilai Tambah dari IPA |
|---|---|---|
| Manajemen (Konsentrasi: Keuangan, Pemasaran, Operasi, SDM) | Analis Risiko Keuangan, Manajer Produk Teknologi, Konsultan Manajemen, Business Development di perusahaan sains/tech. | Analisis data untuk riset pasar, pemodelan risiko kuantitatif, optimasi proses produksi/logistik. |
| Akuntansi | Forensic Accountant, Auditor Sistem Teknologi Informasi, Konsultan Pajak untuk perusahaan R&D. | Ketelitian tinggi, kemampuan audit sistem yang kompleks, memahami transaksi di industri berbasis teknologi. |
| Ekonomi Pembangunan/Studi | Analis Kebijakan Publik (Kesehatan, Energi, Lingkungan), Econometrician, Peneliti di think tank. | Kemampuan ekonometrika yang kuat, pemodelan dampak kebijakan, analisis data sektoral (kesehatan, energi). |
| Bisnis Digital | Data Analyst, Product Manager, Digital Marketing Strategist, Startup Founder di bidang edtech atau healthtech. | Pemahaman logika algoritma, A/B testing yang metodis, analisis metrik digital. |
Ilustrasi Sehari dalam Kehidupan Profesional, Cara Beralih dari IPA ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Bayangkan seorang Data Analyst di Fintech yang berlatar belakang Fisika. Paginya, ia menjalankan script Python untuk membersihkan data transaksi terbaru. Ia melihat anomali pola tertentu. Dengan pendekatan layaknya menyelidiki fenomena fisika, ia mengajukan hipotesis: “Apakah ini indikasi fraud atau hanya pola musiman?” Ia lalu merancang query SQL untuk menguji hipotesisnya, mengisolasi variabel-variabel seperti lokasi, device, dan waktu transaksi. Siang hari, ia mempresentasikan temuan awal kepada tim risk management, menggunakan visualisasi data yang jelas untuk menjelaskan pola yang ditemukan.
Sorenya, ia menghadiri brainstorming dengan tim produk untuk merancang fitur baru, di mana ia memberikan masukan berbasis data tentang perilaku pengguna. Sepanjang hari, logika sebab-akibat dan metode analitisnya yang terasah di bangku IPA menjadi tulang punggung setiap keputusan yang diambil.
Mengatasi Tantangan dan Keraguan
Transisi ini tentu tidak sepenuhnya mulus. Tantangan akademik seperti mengejar ketertinggalan teori ekonomi yang sudah dipelajari teman-teman dari IPS sejak lama adalah nyata. Secara psikologis, rasa sebagai “pendatang baru” atau keraguan apakah keputusan ini benar juga bisa muncul. Kunci utamanya adalah mengakui bahwa ini adalah proses belajar ulang, bukan sebuah kegagalan dari jalur sebelumnya.
Setiap mahasiswa pindahan memiliki kurva belajar yang curam di awal. Yang membedakan adalah strategi untuk mendakinya. Manfaatkan kekuatan Anda dalam belajar sistematis dan jangan sungkan untuk meminta bantuan. Dosen dan teman sekelas sering kali menghargai kejujuran dan semangat belajar yang tulus.
Teknik Mengejar Ketertinggalan Teori Ekonomi
Jangan coba menghafal seluruh buku teks sekaligus. Fokus pada konsep inti. Buatlah peta konsep yang menghubungkan satu teori dengan teori lain, seperti membuat diagram alir reaksi kimia. Gunakan analogi dari dunia IPA untuk memahami konsep ekonomi yang abstrak. Misalnya, konsep equilibrium pasar mirip dengan kesetimbangan dinamis dalam reaksi kimia.
Selain itu, bentuk kelompok belajar dengan teman dari latar belakang IPS; Anda bisa membantu mereka dengan bagian kuantitatif, sementara mereka membantu Anda memahami konteks historis dan sosiologis dari suatu teori. Ini adalah hubungan simbiosis mutualisme yang sempurna.
Kata-Kata Motivasi dari Para Pakar
Keraguan Anda sebenarnya adalah bagian dari proses yang juga dialami banyak pemikir besar. Ingatlah prinsip dari mereka yang telah membuktikan bahwa ilmu eksakta dan bisnis dapat bersinergi.
“Ilmu fisika mengajarkan saya untuk berpikir dalam model. Matematika mengajarkan saya bagaimana berpikir secara kuantitatif. Dan itu adalah dasar yang sangat berguna ketika Anda berpikir tentang ekonomi.”
– Nouriel Roubini, Ekonom, awalnya mengambil pendidikan di bidang Finansial dan Bisnis Internasional sebelum mendalami ekonomi.
“Pelatihan sebagai seorang insinyur memberikan kerangka kerja untuk memecahkan masalah. Anda mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data, menganalisis, dan menemukan solusi. Itu persis seperti yang Anda lakukan dalam bisnis.”
– Indra Nooyi, mantan CEO PepsiCo, berlatar belakang pendidikan Fisika, Kimia, dan Matematika sebelum mengambil MBA.
Kutipan-kutipan ini menunjukkan bahwa fondasi sains bukanlah halangan, melainkan batu pijakan yang kokoh. Pola pikir analitis, ketekunan, dan kemampuan menghadapi kompleksitas yang telah Anda bangun di jurusan IPA adalah aset yang justru akan memperkaya dunia ekonomi dan bisnis, membawa perspektif segar yang sangat dibutuhkan.
Terakhir
Pada akhirnya, beralih dari IPA ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis adalah sebuah investasi pada diri sendiri yang memadukan dua disiplin ilmu yang powerful. Transisi ini menawarkan perspektif segar di dunia bisnis yang semakin kompleks dan digerakkan oleh data. Tantangan selama proses adaptasi adalah hal yang wajar, namun dengan persiapan matang, mindset yang tepat, dan pemanfaatan keunggulan analitis yang sudah dimiliki, jalan menuju kesuksesan di FEB terbuka lebar.
Ingatlah, latar belakang IPA bukanlah kekurangan, melainkan nilai tambah yang membedakan Anda di tengah persaingan.
Kumpulan FAQ: Cara Beralih Dari IPA Ke Fakultas Ekonomi Dan Bisnis
Apakah nilai mata pelajaran IPS di SMA saya akan sangat diperhitungkan?
Tidak selalu. Proses seleksi lebih menitikberatkan pada potensi akademik Anda secara umum, hasil tes khusus (jika ada), dan motivasi. Kemampuan logika dan matematika dari IPA justru sering menjadi poin plus. Namun, menunjukkan pemahaman dasar tentang isu ekonomi melalui esai atau wawancara dapat sangat membantu.
Bagaimana jika saya tidak memiliki basic akuntansi sama sekali?
Beralih dari IPA ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis memerlukan pemahaman bahwa setiap disiplin ilmu memiliki logika dasarnya sendiri. Sama halnya dalam fisika, di mana kita dapat menganalisis Kecepatan Rotasi Roda Berdasarkan Kecepatan Titik pada Tali dengan pendekatan matematis yang presisi. Prinsip analitis serupa ini sangat berguna ketika kamu harus menguasai konsep ekonomi makro atau statistik bisnis, menunjukkan bahwa fondasi sains dari IPA justru bisa menjadi keunggulan tersendiri dalam menaklukkan dunia ekonomi.
Banyak mahasiswa FEB dari IPS pun mulai dari nol dalam akuntansi. Kuncinya adalah memulai lebih awal. Manfaatkan masa sebelum perkuliahan dengan belajar dari buku pengantar akuntansi yang ramah pemula atau kursus online. Pendekatan logis dan sistematis ala IPA justru akan memudahkan Anda dalam memahami konsep debit-kredit dan laporan keuangan.
Apakah peluang karir saya akan lebih sempit karena tidak murni dari ekonomi?
Justru sebaliknya. Kombinasi ilmu eksakta dan ekonomi sangat dicari di banyak bidang seperti analisis data keuangan (fintech), konsultan bisnis di sektor teknologi, kesehatan, energi, atau menjadi wirausaha di bidang sains terapan. Latar belakang IPA memberi Anda niche yang spesifik dan berharga.
Kapan waktu terbaik untuk mengajukan perpindahan jalur atau jurusan?
Waktu ideal adalah setelah menyelesaikan tahun pertama atau semester kedua di jurusan asal. Ini memberi Anda waktu untuk mengeksplorasi minat, mempersiapkan dokumen, dan memenuhi persyaratan IPK yang biasanya disyaratkan. Periksa regulasi internal kampus Anda karena setiap universitas memiliki timeline dan syarat yang berbeda.