Cara Menemukan Informasi Teks Prosedur dalam Infografik Panduan Lengkap

Cara menemukan informasi teks prosedur dalam infografik seringkali terasa seperti mencari jarum di tumpukan visual yang padat dan berwarna-warni. Padahal, jika kita tahu triknya, informasi bertahap itu sebenarnya tersusun rapi dengan bahasa visual yang universal. Artikel ini akan membedah secara mendalam bagaimana mata dan otak kita bisa dilatih untuk langsung menangkap urutan langkah-langkah penting yang tersembunyi di balik ilustrasi, ikon, dan tipografi yang menarik.

Dengan pendekatan analitis yang terperinci, kita akan mengeksplorasi karakteristik khusus dari elemen prosedural, mulai dari hierarki visual yang dibuat melalui ukuran font hingga alur yang dibimbing oleh panah dan angka. Pemahaman ini bukan sekadar teori, melainkan sebuah keterampilan praktis yang akan membuat Anda lebih mahal dalam mencerna informasi kompleks yang disajikan secara visual, sehingga tidak ada lagi langkah penting yang terlewat meski infografiknya penuh dengan data.

Pengertian dan Ciri-Ciri Visual Teks Prosedur dalam Infografik: Cara Menemukan Informasi Teks Prosedur Dalam Infografik

Dalam dunia infografik yang penuh warna dan data, teks prosedur hadir dengan misi yang spesifik: memandu tindakan. Berbeda dengan infografik statistik yang hanya menyajikan angka atau infografik informasional yang menjelaskan konsep, infografik prosedural dirancang untuk mengarahkan pembaca melakukan sesuatu secara berurutan. Karakteristik visualnya pun dibuat agar mata kita dapat dengan mudah menangkap urutan dan langkah-langkah yang harus diikuti, seringkali bahkan sebelum membaca teksnya secara detail.

Ciri utama yang paling mencolok adalah adanya elemen yang menunjukkan progresi atau urutan. Infografik jenis ini tidak akan membiarkan informasi tercerai-berai; ia akan mengikatnya dengan alur yang jelas. Elemen desain seperti angka, ikon berurutan, panah penunjuk arah, dan garis penghubung adalah bahasa visual yang universal untuk menandai “langkah berikutnya”. Tata letaknya sering kali linier, baik vertikal, horizontal, atau melingkar, mengikuti logika proses yang dijelaskan.

Elemen Desain Pembentuk Prosedur Visual

Untuk memahami bagaimana prosedur divisualisasikan, kita dapat mengamati komponen-komponen kunci yang selalu hadir. Komponen ini bekerja sama membentuk peta petunjuk yang mudah diikuti.

Ciri Visual Penjelasan Contoh Visual dalam Infografik Fungsi Utama
Penomoran Langkah Penggunaan angka (1, 2, 3) atau huruf (A, B, C) yang berurutan dan mencolok. Angka besar dalam lingkaran atau kotak berwarna kontras, diletakkan di samping setiap langkah. Menunjukkan urutan yang mutlak dan hierarki informasi, mencegah kebingungan tentang mana yang didahulukan.
Simbol Panah dan Garis Alur Garis dengan anak panah di ujungnya, bisa lurus, melengkung, atau putus-putus. Panah tebal berwarna yang menghubungkan kotak langkah satu ke langkah berikutnya, atau menunjukkan arah gerakan dalam ilustrasi. Mengarahkan mata pembaca ke langkah berikutnya, menjelaskan alur proses, dan menunjukkan hubungan sebab-akibat atau kronologi.
Ikon atau Ilustrasi Berurutan Serangkaian gambar sederhana yang menunjukkan perubahan atau tindakan pada setiap tahap. Infografik cara mencuci tangan dengan 6 gambar tangan yang memperlihatkan gerakan dari basah, berbusa, hingga dikeringkan. Menerjemahkan instruksi verbal menjadi visual yang universal, memudahkan pemahaman tanpa bergantung pada bahasa teks.
Pembagian Area atau Blok yang Jelas Setiap langkah dikelompokkan dalam boks, kartu, atau area terpisah dengan latar belakang yang membedakan. Langkah-langkah resep dimuat dalam kartu persegi panjang dengan warna lembut yang berbeda-beda, disusun vertikal. Mengisolasi setiap langkah secara visual, mengurangi beban kognitif, dan membuat informasi terlihat terstruktur dan tidak menakutkan.
BACA JUGA  Nilai y untuk x=4/3 pada persamaan 6x+y=15 dan cara mencarinya

Teknik Membaca dan Memindai Infografik untuk Menemukan Prosedur

Menghadapi infografik yang padat, kemampuan memindai dengan strategi menjadi kunci. Kita tidak perlu membaca semua teks dari awal untuk menemukan bagian prosedural. Pendekatan sistematis memungkinkan kita mengidentifikasi “jalur cepat” yang dirancang khusus untuk panduan langkah demi langkah di antara sekian banyak informasi lainnya.

Teknik ini mirip dengan membaca peta: pertama-tama cari penanda besar seperti judul dan angka, lalu ikuti jalur yang disediakan. Dengan melatih mata untuk mengenali pola-pola visual tertentu, kita dapat langsung menuju ke inti prosedur tanpa tersesat di data pendukung.

Memindai dari Atas ke Bawah dan Mengenali Hierarki

Mulailah dengan melihat infografik secara keseluruhan dari atas ke bawah, tanpa fokus pada detail. Perhatikan elemen yang paling menonjol. Biasanya, judul utama atau angka berukuran besar akan langsung menarik perhatian. Setelah itu, carilah pola pengulangan visual. Jika Anda melihat deretan angka, ikon dengan bentuk serupa yang berulang, atau blok-blok informasi yang tersusun rapi seperti daftar, kemungkinan besar itulah bagian proseduralnya.

Hierarki visual adalah petunjuk tak terucapkan. Ukuran font yang lebih besar atau penebalan (bold) pada teks sering kali menandakan judul langkah atau inti instruksi. Warna yang konsisten untuk semua penomoran langkah juga menjadi penanda yang kuat. Mata kita secara alami akan mengelompokkan elemen-elemen dengan karakteristik visual yang sama, dan kelompok itulah yang biasanya berisi urutan prosedur.

Mengikuti Alur Visual Penghubung

Setelah menemukan titik awal prosedur, langkah selanjutnya adalah mengikuti “jalan” yang telah dirancang. Di sinilah peran elemen penghubung seperti garis, panah, atau bahkan tata letak yang berurutan menjadi penting. Alur ini bisa vertikal (dari atas ke bawah), horizontal (dari kiri ke kanan), melingkar, atau bahkan zig-zag mengikuti desain kreatif.

Ikuti garis atau panah dengan mata Anda. Mereka adalah konduktor yang memandu Anda dari satu langkah ke langkah berikutnya. Dalam infografik yang lebih kompleks, alur mungkin bercabang (misalnya, “jika iya, lakukan A; jika tidak, lakukan B”). Perhatikan simbol-simbol percabangan seperti tanda plus, kotak keputusan, atau panah yang mengarah ke jalur berbeda. Dengan patuh mengikuti alur visual ini, Anda sebenarnya sedang “membaca” struktur logika dari prosedur tersebut.

Mengurai Struktur dan Urutan Langkah dari Elemen Visual

Kekuatan utama infografik prosedural terletak pada kemampuannya menyampaikan proses kompleks melalui visual yang sederhana. Terkadang, kita bahkan dapat memahami inti prosedur hanya dengan memperhatikan ilustrasi, diagram, atau ikon yang berurutan, dengan teks berperan sebagai penjelas tambahan. Kemampuan mengurai elemen visual murni ini melatih kita untuk menangkap esensi sebuah proses tanpa bergantung sepenuhnya pada kata-kata.

Analisis terhadap urutan visual ini mengungkap bagaimana setiap gambar bukanlah entitas yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari sebuah narasi tindakan. Perubahan kecil dari satu gambar ke gambar berikutnya merepresentasikan sebuah langkah yang harus diambil.

Konversi Visual Berurutan ke dalam Langkah Teks, Cara menemukan informasi teks prosedur dalam infografik

Mari ambil contoh sebuah infografik tentang cara memperbaiki ban bocor sepeda yang hanya menggunakan serangkaian enam gambar diagramatik tanpa teks. Dari urutan gambar tersebut, kita dapat menyusun langkah-langkah teks sebagai berikut:

  • Gambar pertama menunjukkan sepeda dengan ban kempes dan ikon alat berupa kunci ring dan tang diletakkan di sampingnya. Langkah teks: Siapkan sepeda dan alat yang diperlukan, yaitu kunci ring dan tang.
  • Gambar kedua memperlihatkan tangan menggunakan kunci ring untuk melepas mur roda. Langkah teks: Kendorkan dan lepas mur pada roda yang ban nya bocor menggunakan kunci ring.
  • Gambar ketiga menampilkan tangan mengeluarkan ban dalam dari pelek roda. Langkah teks: Keluarkan ban dalam dari pelek roda dengan hati-hati.
  • Gambar keempat adalah ilustrasi ban dalam yang direndam di ember berisi gelembung udara, dengan satu area yang mengeluarkan gelembung. Langkah teks: Cari titik kebocoran dengan mengisi ban dalam sedikit angin lalu rendam dalam air dan amati gelembung udara yang keluar.
  • Gambar kelima menunjukkan tangan menambal titik bocor dengan sebuah penambal. Langkah teks: Keringkan area yang bocor, lalu tempelkan penambal ban sesuai ukuran kebocoran.
  • Gambar keenam dan terakhir menggambarkan ban dalam yang sudah dipasang kembali ke roda dan pompa angin diletakkan di sebelahnya. Langkah teks: Pasang kembali ban dalam ke pelek roda, kencangkan mur, dan pompa ban hingga keras.

Prosedur Memasak Telur Rebus Sempurna (diambil dari infografik dengan ikon jam dinding dan telur): 1) Masukkan telur ke dalam panci berisi air dingin sampai terendam penuh. 2) Nyalakan api sedang dan tunggu hingga air mendidih. 3) Setelah mendidih, kecilkan api dan mulai hitung waktu: 6 menit untuk kuning telur lembek, 8 menit untuk setengah padat, 12 menit untuk matang penuh. 4) Segera angkat telur dan rendam dalam air dingin selama 1 menit. 5) Kupas dan sajikan.

Integrasi antara Teks Pendek dan Visual dalam Menyampaikan Prosedur

Cara menemukan informasi teks prosedur dalam infografik

BACA JUGA  Pengertian Unsur Bias dalam Teks Sejarah dan Implikasinya

Source: amazonaws.com

Dalam infografik prosedural yang efektif, visual dan teks bukanlah dua hal yang bersaing, melainkan mitra yang saling melengkapi. Visual menarik perhatian dan menunjukkan gambaran besar serta urutan, sementara teks pendek berperan sebagai penjelas yang presisi, menghilangkan ambiguitas, dan memberikan detail teknis yang tidak bisa disampaikan gambar. Integrasi ini menciptakan pemahaman yang lebih komprehensif dan mengurangi kesalahan interpretasi.

Teks pendek dalam konteks ini biasanya sangat hemat kata. Ia hadir dalam bentuk label, keterangan singkat, atau perintah langsung yang melekat pada elemen visual. Fungsinya adalah untuk memberi konteks spesifik pada gambar, menyebutkan nama alat, atau memberikan parameter seperti waktu, suhu, dan ukuran yang kritis bagi keberhasilan prosedur.

Mengidentifikasi Kata Kunci Imperatif dan Pasangan Visual-Teks

Cara termudah menemukan inti instruksi adalah dengan mencari kata kerja perintah atau imperatif. Kata-kata seperti “tuang”, “tekan”, “campur”, “tunggu”, “pasang”, atau “ukur” hampir selalu mengiringi visualisasi sebuah tindakan. Kata kerja ini sering ditebalkan atau diletakkan di awal kalimat dalam blok langkah. Mereka adalah motor linguistik dari prosedur tersebut, yang memberi tahu Anda secara eksplisit apa yang harus dilakukan terhadap objek yang divisualisasikan.

Sinergi antara elemen visual dan teks pendukungnya dapat diamati dari pasangan-pasangan berikut:

Elemen Visual Teks Pendukung Singkat Fungsi Visual Fungsi Teks
Gambar botol berlabel “pembersih lantai” dan ember berisi air. “Campurkan 1 tutup botol ke dalam 5 liter air.” Mengidentifikasi objek (bahan) yang terlibat dalam langkah. Memberikan instruksi rasio dan takaran yang tepat yang tidak bisa digambarkan.
Diagram panah melingkar dengan ikon daun dan kompos. “Ulangi proses setiap 2 minggu sekali.” Menunjukkan proses berulang dan siklus. Menentukan frekuensi dan interval waktu pelaksanaan.
Ikon tangan menekan tombol bulat berwarna merah pada ilustrasi mesin. “Tekan tombol power selama 3 detik untuk menyalakan.” Menunjukkan lokasi tindakan dan gerakan fisik. Menyebutkan nama tombol dan durasi tindakan yang diperlukan.
Grafik batang yang membandingkan dua ukuran kayu. “Pastikan ukuran A tidak melebihi ukuran B.” Membandingkan dua nilai atau ukuran secara visual. Menyatakan hubungan logis (lebih kecil dari, tidak melebihi) yang harus dipatuhi.

Latihan Praktis Mengidentifikasi Informasi Prosedural

Mari kita terapkan seluruh pemahaman kita dengan menganalisis sebuah contoh infografik fiktif. Bayangkan sebuah infografik bertajuk “Siklus Pengomposan Rumahan” yang padat informasi. Infografik ini berisi diagram lingkaran tentang komposisi sampah organik, fakta tentang pengurangan limbah, grafik suhu optimal, dan sebuah bagian utama yang menunjukkan cara membuat kompos.

BACA JUGA  Ciri‑ciri Negara Indonesia Sebuah Potret Kekayaan dan Kedaulatan

Tugas kita adalah memisahkan bagian prosedur dari informasi statistik dan penjelas lainnya. Dengan deskripsi mendetail, kita akan berlatih memfokuskan perhatian pada elemen yang tepat.

Deskripsi dan Analisis Infografik Fiktif

Infografik “Siklus Pengomposan Rumahan” memiliki layout vertikal. Bagian paling atas adalah judul dan statistik global. Di tengah, terdapat sebuah diagram besar berbentuk lingkaran yang terbagi tiga dengan ikon: wadah coklat (sampah hijau), wadah hijau (sampah coklat), dan ikon air. Di sekeliling diagram ini, tersebar fakta-fakta singkat. Namun, di sisi kanan infografik, tersusun rapi empat panel persegi panjang dengan background warna earth-tone yang berbeda.

Setiap panel diawali dengan angka besar dalam lingkaran putih (1 hingga 4). Di dalamnya terdapat ikon utama (seperti ikon daun, ikon gunting, ikon tangki, dan ikon kompos jadi), diikuti dengan teks pendek satu hingga dua baris. Panah tebal berwarna hijau menghubungkan panel-panel ini dari atas ke bawah.

Bagian prosedural yang ingin kita identifikasi jelas adalah keempat panel berangka dengan panah penghubung itu. Diagram lingkaran di tengah dan fakta-fakta sekitarnya adalah informasi penjelas (tentang apa itu sampah hijau/coklat dan manfaatnya), sedangkan grafik suhu mungkin adalah informasi pendukung tentang kondisi ideal. Panel berurutan itulah yang memandu tindakan pengguna secara langkah demi langkah.

Pertanyaan Panduan dan Ringkasan Prosedur

Untuk melatih diri, tanyakan pertanyaan-pertanyaan ini ketika melihat infografik campuran:

  • Apakah ada elemen berulang yang menunjukkan urutan (angka, huruf, panel dengan gaya sama)?
  • Apakah ada panah, garis, atau tata letak yang secara eksplisit mengarahkan saya dari satu titik ke titik berikutnya?
  • Apakah informasi tersebut berisi kata kerja perintah yang mengajak saya bertindak, atau hanya menjelaskan keadaan?
  • Dapatkah saya memisahkan bagian “bagaimana cara melakukannya” dari bagian “mengapa harus dilakukan” atau “berapa banyaknya”?

Berdasarkan analisis infografik fiktif kita, ringkasan langkah-langkah prosedurnya adalah:

  1. Siapkan dan potong bahan organik (sampah hijau dan coklat) sesuai dengan perbandingan yang ditunjukkan diagram.
  2. Campurkan bahan-bahan tersebut dalam wadah kompos secara berlapis.
  3. Sirami campuran hingga lembab (tidak basah) dan putar secara berkala setiap minggu.
  4. Tunggu hingga 2-3 bulan, dan kompos siap digunakan saat berwarna coklat gelap, bertekstur remah, dan tidak berbau.

Dengan demikian, dari sebuah infografik yang padat, kita berhasil mengekstrak inti instruksi tanpa teralihkan oleh data pendukung yang juga penting, namun memiliki fungsi yang berbeda.

Akhir Kata

Jadi, kemampuan untuk menemukan prosedur dalam infografik pada dasarnya adalah seni membaca yang baru. Ini adalah tentang menjadi detektif visual yang cerdik, yang mampu memisahkan antara narasi statis dengan instruksi bertahap. Setelah menguasai teknik memindai, mengurai hierarki, dan mengintegrasikan teks dengan gambar, setiap infografik yang Anda temui tidak lagi menjadi sekadar pajangan, melainkan sebuah manual instruksional yang hidup dan langsung dapat diaplikasikan.

Mari mulai praktikkan, dan lihat bagaimana pandangan Anda terhadap desain informasi akan berubah selamanya.

FAQ Terkini

Bagaimana jika infografik tidak menggunakan angka atau panah untuk menunjukkan urutan?

Cari hierarki visual lain seperti ukuran elemen (dari besar ke kecil menunjukkan prioritas), perbedaan warna yang berurutan, atau susunan spasial yang alami (biasanya dari kiri ke kanan atau atas ke bawah). Ikon atau ilustrasi yang berubah secara bertahap juga sering menjadi petunjuk utama.

Apakah semua teks pendek di samping gambar dalam infografik adalah bagian dari teks prosedur?

Tidak selalu. Teks prosedur biasanya diawali atau mengandung kata kerja perintah (imperatif) seperti “tekan”, “campur”, “klik”. Bandingkan dengan teks penjelas yang bersifat deskriptif atau statistik, seperti “80% pengguna setuju…” atau “Proses ini terjadi secara alami…”.

Bagaimana cara membedakan infografik prosedural dengan infografik yang hanya menunjukkan timeline peristiwa?

Infografik prosedural berfokus pada instruksi untuk mencapai suatu hasil, ditandai dengan kata kerja aksi yang dapat dilakukan pembaca. Sementara timeline lebih menekankan pada kronologi fakta atau peristiwa historis yang telah terjadi, dengan penanda waktu yang eksplisit seperti tanggal dan tahun.

Teknik apa yang paling efektif untuk infografik yang sangat padat dan kompleks?

Gunakan teknik “scanning” cepat untuk mencari pola berulang seperti angka berurutan, ikon serupa yang berderet, atau blok warna yang konsisten. Abaikan sementara teks dan grafik besar, fokus dulu pada elemen-elemen kecil yang terstruktur, karena prosedur seringkali dirancang dengan elemen penanda yang konsisten.

Leave a Comment