Hitung nilai f(2x‑5) untuk fungsi f(x)=7‑3x Langkah Lengkap

Hitung nilai f(2x‑5) untuk fungsi f(x)=7‑3x bukan sekadar soal substitusi biasa, melainkan pintu masuk untuk memahami kelincahan aljabar dalam mentransformasi sebuah fungsi. Topik ini mengajak kita bergerak melampaui angka tunggal, mengeksplorasi bagaimana sebuah aturan matematika merespons masukan yang lebih kompleks. Dalam dunia matematika, kemampuan ini adalah fondasi untuk memahami komposisi fungsi dan berbagai transformasi yang lebih tinggi.

Menghitung f(2x‑5) untuk f(x)=7‑3x, di mana substitusi variabel menghasilkan 22‑6x, mengajarkan ketelitian sistematis. Presisi analitis serupa dibutuhkan dalam konteks lain, seperti saat Tes Urin Mengungkap Konsumsi Narkoba pada Pengguna memerlukan prosedur standar dan interpretasi akurat. Demikian pula, validasi hasil akhir perhitungan fungsi ini menuntut verifikasi langkah demi langkah untuk memastikan solusi yang tepat dan bebas kesalahan.

Melalui proses sistematis, kita akan mengurai bagaimana ekspresi `2x-5` disubstitusikan ke dalam kerangka `f(x)=7-3x`, kemudian menyederhanakannya hingga mendapatkan bentuk aljabar yang paling elegan dan siap pakai. Pemahaman ini tidak hanya menjawab satu pertanyaan, tetapi membekali kita dengan kerangka berpikir untuk menyelesaikan berbagai variasi soal serupa dengan percaya diri dan ketepatan yang tinggi.

Pemahaman Dasar Fungsi dan Notasi

Dalam matematika, fungsi dapat dipahami sebagai sebuah mesin atau aturan khusus yang menghubungkan setiap input dengan tepat satu output. Notasi f(x) adalah cara elegan untuk menyatakan hubungan ini, di mana ‘f’ menamai fungsi tersebut, dan ‘x’ di dalam kurung mewakili input atau variabel bebas yang kita masukkan. Ketika kita menulis f(x) = 7 – 3x, itu artinya kita mendefinisikan sebuah aturan: untuk setiap nilai x yang diberikan, output-nya adalah 7 dikurangi tiga kali nilai x tersebut.

Evaluasi fungsi untuk nilai numerik tertentu adalah proses langsung. Sebagai contoh, untuk mencari f(3) dari fungsi f(x)=7-3x, kita cukup mengganti setiap kemunculan variabel x dalam rumus dengan angka 3. Proses substitusi ini dilakukan dengan langkah-langkah aritmetika yang teratur. Berikut adalah perbandingan proses evaluasi untuk berbagai jenis input, mulai dari angka hingga ekspresi aljabar yang lebih kompleks.

Input Proses Substitusi Perhitungan Hasil f(input)
f(2) f(2) = 7 – 3*(2) 7 – 6 1
f(5) f(5) = 7 – 3*(5) 7 – 15 -8
f(a) f(a) = 7 – 3*(a) 7 – 3a 7 – 3a
f(2x-5) f(2x-5) = 7 – 3*(2x-5) 7 – 6x + 15 22 – 6x

Teknik Substitusi Ekspresi Aljabar

Hitung nilai f(2x‑5) untuk fungsi f(x)=7‑3x

Source: colearn.id

Substitusi tidak terbatas pada angka tunggal; ia dapat diterapkan pada seluruh ekspresi aljabar. Aturan utamanya adalah konsistensi: setiap variabel x dalam rumus fungsi harus diganti secara seragam dengan ekspresi yang diberikan, dan ekspresi tersebut harus diperlakukan sebagai satu kesatuan, seringkali dengan diapit tanda kurung. Perbedaan mendasar antara substitusi nilai tunggal dan ekspresi terletak pada hasil akhirnya. Substitusi nilai tunggal menghasilkan bilangan, sementara substitusi ekspresi aljabar menghasilkan sebuah ekspresi aljabar baru yang memuat variabel.

BACA JUGA  Menurunkan Kesadaran Air Agar Sabun Lebih Efektif Tips Praktis

Untuk menyelesaikan perhitungan f(2x-5) dari f(x)=7-3x secara sistematis, langkah-langkah berikut dapat diikuti.

  • Identifikasi Input: Tentukan ekspresi yang akan disubstitusikan, yaitu (2x-5).
  • Substitusi Lengkap: Ganti setiap ‘x’ dalam rumus 7 – 3x dengan ‘(2x-5)’, sehingga menjadi 7 – 3*(2x-5).
  • Penerapan Tanda Kurung: Mempertahankan tanda kurung pada (2x-5) sangat krusial untuk menjaga integritas aljabar, terutama karena adanya koefisien -3 yang akan mengalinya.
  • Ekspansi dan Penyederhanaan: Lakukan operasi aljabar pada ekspresi yang dihasilkan untuk merapikannya.

Proses ini dapat divisualisasikan sebagai sebuah diagram alur yang dimulai dari fungsi asli f(x)=7-3x. Sebuah panah membawa kita ke tahap substitusi, di mana kotak berlabel ‘x’ digantikan oleh sebuah kotak yang lebih besar berlabel ‘(2x-5)’. Dari sana, panah berikutnya mengarah ke ekspresi 7 – 3*(2x-5) yang masih mengandung tanda kurung. Tahap akhir menunjukkan proses distributif dan penggabungan konstanta, mengalirkan ekspresi tersebut menuju bentuk akhir yang lebih sederhana dan rapi.

Penyederhanaan Ekspresi Hasil Evaluasi: Hitung Nilai F(2x‑5) Untuk Fungsi F(x)=7‑3x

Setelah substitusi, penyederhanaan ekspresi aljabar adalah langkah penting untuk mengungkap bentuk yang paling jelas dan mudah digunakan. Bentuk yang disederhanakan meminimalkan kemungkinan kesalahan dalam perhitungan lebih lanjut dan memudahkan interpretasi terhadap hubungan matematis yang terbentuk. Pada hasil evaluasi f(2x-5) = 7 – 3(2x-5), kita dapat mengidentifikasi komponen awal: konstanta 7, koefisien -3 yang akan mengalikan ekspresi binomial (2x-5).

Teknik penyederhanaan dimulai dengan menerapkan sifat distributif. Koefisien -3 mengalikan setiap suku di dalam kurung: -3
– (2x) = -6x dan -3
– (-5) = +
15. Selanjutnya, kita menggabungkan konstanta: 7 + 15 = 22. Dengan demikian, bentuk paling ringkas dari f(2x-5) adalah 22 – 6x. Perhatikan bahwa ekspresi ini tetap linear, namun koefisien dan konstantanya telah berubah.

Contoh Kesalahan Umum dan Perbaikannya:
Kesalahan: Menulis 7 – 3
– 2x – 5 (tanpa kurung setelah perkalian). Ini akan salah dihitung sebagai 7 – 6x – 5 = 2 – 6x, karena aturan urutan operasi (perkalian sebelum pengurangan) mengabaikan bahwa -5 seharusnya juga dikalikan -3.
Perbaikan: Selalu gunakan tanda kurung saat mensubstitusi ekspresi: 7 – 3*(2x-5).
Kesalahan: Salah dalam tanda saat mendistribusikan: 7 – 3(2x-5) menjadi 7 – 6x – 15 = -8 – 6x (melupakan bahwa -3
– -5 = +15).

Perbaikan: Perhatikan dengan cermat tanda positif dan negatif saat melakukan distribusi. Ingat bahwa mengalikan dua bilangan negatif menghasilkan bilangan positif.

Aplikasi dan Variasi Soal Serupa

Bentuk akhir 22 – 6x bukanlah titik akhir; ia justru membuka pintu untuk evaluasi lebih lanjut. Misalnya, jika kita ingin mengetahui nilai fungsi ini ketika x=1, kita tinggal menghitung 22 – 6*(1) = 16. Ini jauh lebih efisien daripada kembali ke fungsi awal dan menghitung f(2(1)-5) = f(-3). Kemampuan untuk bekerja dengan substitusi ekspresi aljabar adalah keterampilan inti yang diujikan dalam berbagai bentuk.

BACA JUGA  Nama Kongsi Dagang Belanda VOC Penguasa Rempah Nusantara

Strategi umum untuk mengenali dan menyelesaikan soal serupa adalah dengan pertama-tama mengidentifikasi rumus fungsi (misalnya linear, kuadrat) dan sifat ekspresi inputnya. Pendekatan penyelesaiannya selalu dimulai dari substitusi yang cermat, diikuti oleh penyederhanaan aljabar yang sistematis. Berikut tiga variasi soal latihan dengan tingkat kompleksitas berbeda.

  • Tingkat Dasar: Diberikan g(x) = x + 4, tentukan bentuk sederhana dari g(3t – 1).
  • Tingkat Menengah: Jika h(x) = 5x, carilah nilai dari h(p+2)
    -h(p) untuk sembarang p.
  • Tingkat Lanjut: Untuk fungsi kuadrat q(x) = x²
    -2x, ekspresikan q(x-3) dalam bentuk paling sederhana.

Pola ini dapat diperluas untuk berbagai fungsi dasar. Tabel berikut membandingkan hasil evaluasi input (2x-5) pada beberapa fungsi linear berbeda.

Fungsi Substitusi f(2x-5) Proses Penyederhanaan Hasil Akhir
g(x) = x + 4 (2x-5) + 4 2x – 5 + 4 2x – 1
h(x) = 5x 5*(2x-5) 10x – 25 10x – 25
i(x) = -2x + 1 -2*(2x-5) + 1 -4x + 10 + 1 -4x + 11
f(x) = 7 – 3x 7 – 3*(2x-5) 7 – 6x + 15 22 – 6x

Visualisasi dan Interpretasi Hasil

Fungsi f(x) = 7 – 3x merepresentasikan sebuah garis lurus dengan gradien -3 dan perpotongan sumbu-y di titik (0,7). Grafiknya turun dari kiri ke kanan. Transformasi yang terjadi saat kita menghitung f(2x-5) = 22 – 6x bukan sekadar perubahan aljabar, tetapi juga memiliki makna geometris yang dalam terhadap grafik fungsi aslinya.

Membandingkan grafik f(x) dan f(2x-5) tanpa menggambar dapat dilakukan dengan menganalisis bentuk akhir. Fungsi hasil, 22 – 6x, tetap merupakan garis lurus, namun dengan gradien yang lebih curam, yaitu -6, dan memotong sumbu-y di titik (0,22). Perubahan dari f(x)=7-3x menjadi f(2x-5)=22-6x dapat diinterpretasikan sebagai kombinasi transformasi: kompresi horizontal oleh faktor 1/2 (dari suku 2x di dalam input) dan translasi atau pergeseran.

Secara lebih rinci, proses substitusi (2x-5) menyebabkan dua efek utama.

  • Peregangan/Kompresi dan Refleksi Horizontal: Pengali 2 pada variabel x di dalam (2x-5) menyebabkan kompresi horizontal grafik fungsi asli terhadap sumbu y.
  • Pergeseran Horizontal dan Vertikal: Konstanta -5 di dalam (2x-5) berkontribusi pada pergeseran horizontal, sementara proses aljabar setelahnya (distribusi dan penggabungan konstanta 7+15) secara keseluruhan menghasilkan pergeseran vertikal ke atas yang signifikan.

Interpretasi terhadap koefisien dan konstanta pada hasil akhir 22 – 6x menjadi sangat jelas. Angka -6 sebagai koefisien x menunjukkan tingkat kemiringan garis yang baru, dua kali lebih curam dari garis asal. Konstanta 22 menunjukkan titik potong garis yang baru dengan sumbu vertikal, yang secara visual berada jauh lebih tinggi daripada titik potong asli yang bernilai 7. Dengan demikian, ekspresi aljabar yang telah disederhanakan tersebut memberikan blueprint yang lengkap untuk membangun visualisasi grafik fungsi transformasinya.

BACA JUGA  Menentukan f⁻¹(g(x²)+4) untuk f(x)=2ˣ+1 dan g(x)=x³‑4

Simpulan Akhir

Dengan demikian, perjalanan menghitung `f(2x-5)` untuk `f(x)=7-3x` telah membawa kita pada kesimpulan yang lebih dalam daripada sekadar angka. Proses ini mengajarkan ketelitian dalam substitusi, kejelian dalam penyederhanaan, dan yang terpenting, cara membaca cerita di balik simbol-simbol matematika. Hasil akhir, `-6x + 22`, bukanlah titik akhir, melainkan sebuah fungsi baru yang siap dianalisis lebih lanjut, digambar grafiknya, atau diaplikasikan dalam konteks yang lebih luas.

Penguasaan terhadap konsep ini membuka cakrawala pemahaman terhadap dinamika dan fleksibilitas fungsi dalam matematika.

Menghitung nilai f(2x‑5) untuk fungsi f(x)=7‑3x memerlukan ketelitian sistematis, serupa dengan keteguhan prinsip yang melandasi bangsa ini, sebagaimana tercermin dalam momen bersejarah ketika Pancasila Disahkan Sebagai Dasar Negara Indonesia pada Tanggal yang menentukan. Nilai final dari perhitungan fungsi tersebut, yaitu 22 – 6x, menunjukkan sebuah konsistensi yang kokoh, layaknya fondasi ideologis yang telah disepakati para pendiri bangsa.

Panduan FAQ

Apa bedanya mencari f(3) dengan f(2x-5)

Mencari `f(3)` menghasilkan sebuah bilangan/nilai tunggal (konstanta), karena kita mengganti `x` dengan angka 3. Sementara mencari `f(2x-5)` menghasilkan sebuah ekspresi aljabar baru yang masih mengandung variabel `x`, karena kita mengganti `x` dengan suatu bentuk yang memuat `x` itu sendiri.

Mengapa hasilnya harus disederhanakan menjadi bentuk seperti -6x + 22

Menyelesaikan f(2x‑5) untuk f(x)=7‑3x menghasilkan 22‑6x, sebuah ekspresi aljabar linier yang menunjukkan pola perubahan nilai. Proses perhitungan sistematis ini memiliki esensi yang sama dengan mencari akar kuadrat, seperti ketika Anda perlu Hitung panjang sisi persegi dengan luas 289 cm² yang mengandalkan prinsip matematika dasar. Dengan demikian, pemahaman terhadap operasi substitusi fungsi, sebagaimana dalam soal awal, menjadi kunci untuk menyelesaikan berbagai persoalan matematika yang terstruktur.

Penyederhanaan ke bentuk paling ringkas (biasanya `ax + b`) memudahkan untuk membaca informasi penting: koefisien `a` (-6) menunjukkan kemiringan grafik, dan konstanta `b` (22) menunjukkan titik potong dengan sumbu-y. Bentuk ini juga lebih praktis untuk perhitungan atau substitusi lanjutan.

Bagaimana jika soalnya adalah hitung f(g(x)) dengan g(x)=2x-5

Itu adalah pertanyaan yang identik! Notasi `f(2x-5)` secara implisit berarti kita sedang melakukan komposisi fungsi `f(g(x))` dimana `g(x) = 2x – 5`. Langkah penyelesaiannya persis sama: substitusikan seluruh ekspresi `g(x)` ke dalam variabel pada `f(x)`.

Apakah cara ini berlaku untuk fungsi bentuk lain, seperti kuadrat atau pecahan

Ya, prinsipnya sama persis: substitusikan ekspresi input (misal `2x-5`) ke setiap kemunculan variabel `x` dalam rumus fungsi. Perbedaannya hanya terletak pada tingkat kerumitan penyederhanaan ekspresi aljabar yang dihasilkan setelah substitusi.

Leave a Comment