Hubungan a b r pada garis singgung lingkaran O dan Segitiga Siku-Siku

Hubungan a b r pada garis singgung lingkaran O itu seperti rahasia geometri yang elegan. Bayangkan sebuah lingkaran dan sebuah titik di luarnya, lalu tarik garis yang hanya menyentuh lingkaran di satu titik. Di situlah keajaiban segitiga siku-siku tersembunyi, menunggu untuk diungkap dengan teorema Pythagoras.

Konfigurasi ini melibatkan titik A di luar lingkaran, titik B sebagai titik sentuh garis singgung, dan titik O sebagai pusat lingkaran. Garis singgung AB selalu tegak lurus terhadap jari-jari OB di titik B, menciptakan segitiga ABO yang pasti siku-siku di B. Hubungan inilah yang menjadi kunci untuk menyelesaikan berbagai permasalahan panjang dan jarak.

Pengertian Dasar dan Komponen Garis Singgung Lingkaran

Sebelum menyelami hubungan antara titik A, B, dan O, penting untuk memahami panggung tempat mereka berada. Garis singgung lingkaran, dalam esensinya, adalah garis lurus yang menyentuh lingkaran tepat di satu titik saja. Titik sentuh yang unik ini disebut titik singgung, yang dalam konfigurasi kita diberi nama titik B. Bayangkan sebuah roda dan sebatang penggaris yang hanya menempel di satu bagian tepi roda; itulah analogi sederhananya.

Dalam skenario geometris yang kita bahas, terdapat tiga aktor utama: titik A yang terletak di luar lingkaran, titik B sebagai titik singgung pada lingkaran, dan titik O yang merupakan pusat dari lingkaran tersebut. Garis AB adalah garis singgungnya, sedangkan OB adalah jari-jari yang ditarik dari pusat ke titik singgung. Hubungan paling fundamental di sini adalah bahwa garis singgung (AB) selalu tegak lurus terhadap jari-jari (OB) yang ditarik ke titik singgung tersebut.

Sifat inilah yang menjadi kunci dari segala pembahasan selanjutnya.

Komponen dan Sifat Utama dalam Konfigurasi Garis Singgung

Untuk memberikan pemahaman yang lebih terstruktur, tabel berikut merangkum setiap komponen, peran, dan sifat khasnya dalam hubungan garis singgung lingkaran.

Komponen Simbol Posisi/Peran Sifat Utama
Titik A A Titik di luar lingkaran Merupakan titik asal dari garis singgung yang ditarik ke lingkaran.
Titik B B Titik singgung pada lingkaran Titik tunggal persekutuan antara garis singgung AB dan lingkaran.
Titik O O Pusat lingkaran Titik acuan yang berjarak sama (jari-jari) ke semua titik pada lingkaran, termasuk B.
Garis Singgung AB Garis yang menyinggung lingkaran Tegak lurus terhadap jari-jari OB di titik B. Hanya memotong lingkaran di satu titik.
Jari-jari OB Ruas garis dari pusat ke titik singgung Selalu tegak lurus terhadap garis singgung AB di titik B. Panjangnya konstan untuk satu lingkaran.
BACA JUGA  Kelainan Sistem Pernapasan Manusia Sebutkan dan Jelaskan Jenis Penyebab Penanganan

Hubungan Geometris dan Teorema Terkait: Hubungan A B R Pada Garis Singgung Lingkaran O

Sifat tegak lurus antara garis singgung dan jari-jari bukanlah sebuah kebetulan, melainkan gerbang menuju hubungan geometris yang lebih dalam. Sifat ini secara langsung membentuk sebuah segitiga yang memiliki karakteristik sangat khusus, yaitu segitiga ABO.

Karena OB tegak lurus terhadap AB di titik B, maka sudut ∠ABO besarnya adalah 90 derajat. Dengan demikian, segitiga ABO adalah segitiga siku-siku yang siku-sikunya berada tepat di titik singgung B. Keberadaan segitiga siku-siku ini segera mengundang penerapan teorema paling terkenal dalam geometri: Teorema Pythagoras.

Penerapan Teorema Pythagoras pada Segitiga ABO

Pada segitiga siku-siku ABO, sisi OB (jari-jari) dan AB (garis singgung) adalah dua sisi yang saling tegak lurus, atau disebut sisi siku-siku. Sisi OA, yang merupakan jarak dari titik luar ke pusat lingkaran, berperan sebagai sisi miring. Oleh karena itu, hubungan Pythagoras yang terbentuk adalah:

AB² + OB² = OA²

Hubungan ini sangat powerful karena memungkinkan kita menghitung panjang salah satu unsur jika dua unsur lainnya diketahui. Misalnya, panjang garis singgung AB dapat dihitung dengan rumus AB = √(OA² – OB²). Berikut adalah langkah-langkah logis yang membuktikan hubungan ini.

  • Garis singgung AB ditarik dari titik A di luar lingkaran O, menyentuh lingkaran di titik B.
  • Jari-jari OB ditarik dari pusat O ke titik singgung B. Berdasarkan definisi, garis singgung selalu tegak lurus terhadap jari-jari di titik singgung, sehingga sudut ∠OBA = 90°.
  • Karena ∠OBA = 90°, maka segitiga OBA adalah segitiga siku-siku dengan siku-siku di B.
  • Pada segitiga siku-siku, sisi di depan sudut siku-siku (OA) adalah sisi miring.
  • Menurut Teorema Pythagoras, jumlah kuadrat panjang kedua sisi siku-siku sama dengan kuadrat panjang sisi miring. Sisi siku-sikunya adalah OB dan AB, sisi miringnya adalah OA.
  • Dengan demikian, hubungan OB² + AB² = OA² terbukti.

Penerapan dalam Berbagai Skenario dan Variasi Soal

Hubungan a b r pada garis singgung lingkaran O

Source: slidesharecdn.com

BACA JUGA  Cara Membedakan Inti Frasa dan Pewatas Frasa dengan Mudah

Hubungan AB² + OB² = OA² bukan hanya teori belaka, melainkan alat praktis untuk menyelesaikan berbagai masalah geometri. Penerapannya dapat bervariasi, mulai dari perhitungan langsung hingga eksplorasi sifat-sifat lanjutan dari konfigurasi garis singgung.

Salah satu skenario menarik adalah ketika dari satu titik di luar lingkaran, ditarik dua garis singgung. Kedua garis singgung ini akan memiliki panjang yang sama, dan membentuk dua segitiga siku-siku yang kongruen dengan pusat lingkaran. Hal ini menambah dimensi baru dalam analisis geometris.

Contoh Perhitungan Panjang Garis Singgung

Misalkan diketahui sebuah lingkaran berpusat di O dengan jari-jari 6 cm. Dari titik A di luar lingkaran, ditarik garis singgung AB. Jika jarak OA adalah 10 cm, berapakah panjang garis singgung AB tersebut?

Kita terapkan langsung hubungan Pythagoras. OB adalah jari-jari (6 cm), dan OA adalah jarak titik ke pusat (10 cm). Maka:
AB = √(OA² – OB²) = √(10² – 6²) = √(100 – 36) = √64 = 8 cm.
Jadi, panjang garis singgung AB adalah 8 cm.

Variasi Soal dan Penyelesaiannya

Soal juga dapat dibalik. Misalnya, jika diketahui panjang garis singgung dari titik A ke lingkaran adalah 12 cm dan panjang jari-jari lingkaran 5 cm, berapakah jarak titik A ke pusat lingkaran O?

Dalam kasus ini, AB dan OB diketahui. Kita mencari OA sebagai sisi miring:
OA = √(AB² + OB²) = √(12² + 5²) = √(144 + 25) = √169 = 13 cm.
Jarak titik A ke pusat O adalah 13 cm.

Konsep Kunci: Dari satu titik di luar lingkaran, dapat ditarik tepat dua garis singgung. Kedua ruas garis singgung ini memiliki panjang yang sama (AB = AC), dan membentuk dua segitiga siku-siku, yaitu ∆ABO dan ∆ACO, yang kongruen karena berbagi sisi miring OA dan sisi siku-siku OB=OC (jari-jari). Kekongruenan ini menjelaskan mengapa sudut antara masing-masing garis singgung dan garis yang menghubungkan titik luar ke pusat (garis AO) juga sama besar.

Ilustrasi dan Representasi Visual Deskriptif

Memahami konsep geometri seringkali dibantu oleh visualisasi. Meskipun tidak disertai gambar langsung, deskripsi tekstual yang detail dapat membantu membangun pemahaman visual di pikiran.

Bayangkan sebuah lingkaran sempurna dengan titik O ditandai jelas di tengahnya. Pada keliling lingkaran, tandai sebuah titik B. Dari titik B, gambar sebuah garis lurus yang keluar dari lingkaran, yang hanya menyentuh lingkaran di titik B itu saja—itulah garis singgung AB. Titik A adalah ujung garis tersebut di luar lingkaran. Sekarang, hubungkan titik O ke B dengan sebuah garis lurus.

BACA JUGA  Perbandingan Tegangan Tali A‑B dan B‑C pada Balok 5‑3‑2 kg Analisis Dinamika

Anda akan melihat bahwa garis OB (jari-jari) dan garis AB (singgung) bertemu di titik B membentuk sudut yang tampaknya siku-siku. Terakhir, hubungkan titik O ke titik A dengan sebuah garis, menyilang melalui bagian dalam lingkaran, menyelesaikan segitiga ABO.

Deskripsi Visual untuk Berbagai Skenario, Hubungan a b r pada garis singgung lingkaran O

Berikut adalah tabel yang mendeskripsikan representasi visual dari beberapa skenario penting terkait garis singgung lingkaran.

Skenario Komponen yang Ditampilkan Hubungan yang Terlihat Keterangan Tambahan
Konfigurasi Dasar Lingkaran dengan pusat O, titik singgung B, garis singgung AB, dan jari-jari OB. Sudut siku-siku di B antara OB dan AB. Segitiga ABO yang terbentuk. Garis OA (dari pusat ke titik luar) melengkapi segitiga siku-siku, menjadi sisi terpanjang.
Dua Garis Singgung dari Satu Titik Titik A di luar lingkaran. Dua garis singgung AB dan AC (dengan B dan C sebagai titik singgung). Titik pusat O dihubungkan ke B dan C. Dua segitiga siku-siku kongruen (∆ABO dan ∆ACO). Panjang AB sama dengan AC. Garis AO membagi dua sudut antara kedua garis singgung. Konfigurasi ini membentuk bangun layang-layang ABOC, dengan OA sebagai sumbu simetri.
Representasi Teorema Pythagoras Segitiga ABO dengan sudut siku-siku di B. Masing-masing sisi segitiga diberi label panjangnya. Kuadrat dari panjang sisi AB dan OB secara visual digambarkan sebagai luas persegi pada masing-masing sisi, yang jumlah luasnya sama dengan luas persegi pada sisi OA. Ilustrasi klasik ini menegaskan bahwa OA² = AB² + OB², bukan sekadar persamaan aljabar.

Simpulan Akhir

Jadi, hubungan a b r pada garis singgung lingkaran O lebih dari sekadar rumus. Ia adalah bukti visual yang cantik tentang bagaimana aturan dasar geometri bekerja dengan sempurna. Dari satu titik di luar lingkaran, kamu bisa menjelajahi hubungan segitiga siku-siku, kekongruenan, dan menghitung panjang yang tak terukur langsung. Selalu ingat, di setiap sentuhan garis singgung, terdapat sudut siku-siku yang setia menunggu.

Sudut Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah hubungan AB² + OB² = OA² selalu berlaku untuk semua garis singgung?

Ya, hubungan ini bersifat universal untuk setiap garis singgung yang ditarik dari titik di luar lingkaran ke titik singgungnya, karena segitiga yang terbentuk selalu siku-siku.

Bagaimana jika titik A justru berada di dalam lingkaran?

Jika titik A di dalam lingkaran, maka tidak mungkin ada garis singgung sejati dari A ke lingkaran. Konsep garis singgung hanya berlaku untuk titik pada lingkaran atau di luar lingkaran.

Apakah panjang kedua garis singgung dari satu titik luar selalu sama?

Benar sekali. Dua garis singgung yang ditarik dari satu titik di luar lingkaran ke dua titik singgung yang berbeda selalu memiliki panjang yang sama, membentuk segitiga sama kaki dengan titik pusat.

Dalam soal, huruf ‘r’ biasanya mewakili apa?

Huruf ‘r’ adalah simbol standar untuk panjang jari-jari lingkaran (OB). Dalam hubungan ini, ‘a’ bisa mewakili OA (jarak titik luar ke pusat) dan ‘b’ mewakili AB (panjang garis singgung).

Leave a Comment