Jumlah Pasangan Bilangan Bulat Positif a b untuk 1 per a Ditambah 1 per b Sama dengan 1 per 6

Jumlah pasangan bilangan bulat positif (a,b) yang memenuhi 1/a+1/b=1/6 adalah sebuah teka-teki matematika yang elegan, menyembunyikan pola menarik di balik persamaan yang tampak sederhana. Masalah ini bukan sekadar latihan aljabar biasa, melainkan sebuah jendela untuk memahami bagaimana teori bilangan bekerja dengan cantik, mengubah pecahan menjadi tarian faktor dan pasangan solusi yang simetris.

Persamaan tersebut meminta kita untuk menemukan semua pasangan bilangan bulat positif a dan b sehingga ketika kita menjumlahkan kebalikan masing-masing, hasilnya tepat seperenam. Tantangannya terletak pada memastikan tidak ada solusi yang terlewat, dan di sinilah kecerdikan aljabar berperan. Dengan manipulasi yang tepat, persamaan ini dapat diubah menjadi bentuk yang jauh lebih bersahabat dan mudah untuk dijelajahi.

Memecah Persamaan: Mencari Pasangan Bilangan Bulat Positif

Jumlah pasangan bilangan bulat positif (a,b) yang memenuhi 1/a+1/b=1/6

Source: gauthmath.com

Dalam ranah teori bilangan, terdapat banyak persamaan yang tampak sederhana namun menyimpan kompleksitas menarik. Salah satunya adalah persamaan 1/a + 1/b = 1/6, di mana kita diminta untuk menemukan semua pasangan bilangan bulat positif (a, b) yang memenuhinya. Persamaan ini merupakan contoh klasik dari persamaan Diophantine, jenis persamaan yang mensyaratkan solusi dalam bentuk bilangan bulat. Tantangannya terletak pada mengubah bentuk pecahan menjadi hubungan perkalian yang lebih mudah dikelola, sehingga kita dapat menyaring semua kemungkinan solusi secara sistematis.

Sebagai ilustrasi awal, kita bisa mencoba beberapa nilai. Misalnya, jika a = 12, maka 1/12 + 1/b = 1/6. Ini berarti 1/b = 1/6 – 1/12 = 1/12, sehingga b = 12. Pasangan (12,12) memang memenuhi. Contoh lain, coba a = 8, maka 1/8 + 1/b = 1/6.

Kita dapatkan 1/b = 1/6 – 1/8 = (4-3)/24 = 1/24, yang memberikan b = 24. Pasangan (8,24) juga merupakan solusi. Pertanyaannya, berapa banyak pasangan lain yang tersembunyi?

Transformasi Aljabar Kunci

Langkah pertama dan terpenting dalam memecahkan persamaan ini adalah melakukan manipulasi aljabar untuk menghilangkan bentuk pecahan. Kita mulai dengan persamaan awal: 1/a + 1/b = 1/
6. Dengan menyamakan penyebut, kita peroleh (b + a) / (ab) = 1/
6. Selanjutnya, lakukan perkalian silang sehingga didapatkan 6(a + b) = ab. Persamaan ini dapat kita atur ulang: ab – 6a – 6b = 0.

Agar lebih mudah difaktorisasi, kita tambahkan bilangan 36 ke kedua ruas: ab – 6a – 6b + 36 =
36. Sekarang, ruas kiri dapat difaktorkan menjadi (a – 6)(b – 6) =
36. Transformasi ini sangat powerful karena mengubah masalah pencarian bilangan bulat a dan b yang memenuhi persamaan pecahan, menjadi masalah mencari semua pasangan faktor bilangan bulat dari
36.

Syarat bahwa a dan b bilangan bulat positif juga harus diterjemahkan: karena a dan b positif, maka (a-6) dan (b-6) bisa bernilai positif atau negatif, asalkan perkaliannya 36. Namun, jika (a-6) atau (b-6) negatif dan kurang dari -6, nilai a atau b akan menjadi nol atau negatif. Kita akan analisis lebih detail.

BACA JUGA  Selesaikan Pertidaksamaan |2x-1| = |4x+3| Langkah Demi Langkah
Nilai a (Coba) Nilai b (Hasil) Bentuk Awal 1/a+1/b Bentuk Terfaktor (a-6)(b-6)
7 42 1/7 + 1/42 = 6/42 + 1/42 = 7/42 = 1/6 (1) – (36) = 36
5 -30? 1/5 + 1/(-30) = 6/30 – 1/30 = 5/30 = 1/6 (Tapi b negatif) (-1) – (-36) = 36
4 12 1/4 + 1/12 = 3/12 + 1/12 = 4/12 = 1/3 (Bukan 1/6) (-2)

(6) = -12 (Bukan 36)

Eksplorasi Faktor dan Pemetaan Solusi

Dari transformasi (a-6)(b-6) = 36, tugas kita adalah menemukan semua pasangan bilangan bulat (x, y) sehingga x
– y = 36, di mana x = a-6 dan y = b-
6. Setelah itu, kita dapat memulihkan nilai a = x + 6 dan b = y +
6. Bilangan 36 memiliki sejumlah faktor, baik positif maupun negatif.

Namun, kita harus ingat syarat utama: a dan b adalah bilangan bulat positif. Oleh karena itu, nilai a = x+6 dan b = y+6 harus lebih besar dari 0, yang berarti x > -6 dan y > -6. Kondisi ini akan menyaring faktor-faktor yang tidak valid.

Daftar Pasangan Faktor dari 36

Berikut adalah semua pasangan bilangan bulat (x, y) yang memenuhi x
– y = 36. Kita akan menuliskannya secara sistematis.

  • 1 × 36 = 36
  • 2 × 18 = 36
  • 3 × 12 = 36
  • 4 × 9 = 36
  • 6 × 6 = 36
  • Kemudian, karena perkalian bersifat komutatif, pasangan yang sama dengan urutan dibalik juga berlaku: 36 × 1, 18 × 2, 12 × 3, 9 × 4.
  • Jangan lupa faktor negatif: (-1) × (-36) = 36, (-2) × (-18) = 36, (-3) × (-12) = 36, (-4) × (-9) = 36, (-6) × (-6) = 36.

Verifikasi Kelayakan Setiap Pasangan

Dari daftar faktor di atas, kita harus memeriksa apakah a = x+6 dan b = y+6 menghasilkan bilangan bulat positif. Sebagai contoh, untuk pasangan (-1, -36), kita peroleh a = -1 + 6 = 5 (positif), tetapi b = -36 + 6 = -30 (negatif). Ini melanggar syarat. Pasangan negatif lainnya seperti (-2,-18) menghasilkan a=4 dan b=-12 (b negatif). Polanya: jika kedua faktor negatif dan salah satunya kurang dari atau sama dengan -6, maka nilai b atau a akan menjadi nol atau negatif.

Mari kita uji semua kemungkinan dalam tabel berikut.

Pasangan Faktor (x,y) Nilai a = x+6 Nilai b = y+6 Keterangan (a & b positif?)
(1, 36) 7 42 Valid
(2, 18) 8 24 Valid
(3, 12) 9 18 Valid
(4, 9) 10 15 Valid
(6, 6) 12 12 Valid
(36, 1) 42 7 Valid (simetris dengan baris pertama)
(18, 2) 24 8 Valid
(12, 3) 18 9 Valid
(9, 4) 15 10 Valid
(-1, -36) 5 -30 Tidak Valid (b negatif)
(-2, -18) 4 -12 Tidak Valid
(-3, -12) 3 -6 Tidak Valid (b nol? b=-6+6=0, bukan positif)
(-4, -9) 2 -3 Tidak Valid
(-6, -6) 0 0 Tidak Valid (a dan b nol)

Dari tabel di atas, terlihat bahwa hanya pasangan faktor positif dari 36 yang menghasilkan nilai a dan b positif. Pasangan faktor negatif selalu menghasilkan setidaknya satu nilai yang tidak positif karena jika x negatif, misalnya x = -4, maka a = 2 (positif), tetapi pasangannya y = -9 akan membuat b = -3. Kondisi a dan b positif secara ketat mengharuskan (a-6) > -6 dan (b-6) > -6, yang berarti faktor x dan y harus lebih besar dari -6.

Satu-satunya faktor negatif yang lebih besar dari -6 adalah -1, -2, -3, -4, -5. Namun, pasangannya akan menjadi -36, -18, -12, -9, dan -7.2 (bukan bilangan bulat). Hanya empat pasangan pertama yang bulat, dan semuanya memiliki salah satu faktor ≤ -6, sehingga gagal.

Sifat dan Pola dalam Himpunan Solusi

Setelah melalui proses penyaringan, kita mendapatkan tepat 9 pasangan solusi bilangan bulat positif. Solusi-solusi ini menunjukkan pola yang elegan dan simetris. Jika (a, b) adalah solusi, maka (b, a) juga pasti merupakan solusi, karena persamaan 1/a + 1/b bersifat komutatif. Sifat simetri ini tercermin dari daftar solusi kita: (7,42) berpasangan dengan (42,7), (8,24) dengan (24,8), dan seterusnya.

Menyelesaikan persamaan 1/a + 1/b = 1/6 untuk bilangan bulat positif mengungkap hanya ada 9 pasangan solusi, sebuah fakta matematis yang presisi. Namun, presisi seperti ini tak selalu bisa diterapkan dalam dinamika manusia, sebagaimana dibahas dalam artikel Hal yang Tidak Bisa Disampaikan Lewat Memo. Nuansa, empati, dan dialog langsung adalah elemen krusial yang—berbeda dengan hitungan pasti pasangan (a,b)—tidak dapat direduksi menjadi rumus atau instruksi tertulis yang kaku.

Kasus khusus terjadi ketika a = b. Dalam konteks ini, persamaan awal menjadi 2/a = 1/6, yang mengarah ke a = 12. Jadi, hanya ada satu solusi di mana kedua bilangan sama, yaitu (12, 12). Solusi ini muncul dari pasangan faktor (6,6).

Pola menarik lainnya: jika kita urutkan solusi berdasarkan nilai a yang mengecil (atau membesar), kita akan melihat bahwa jumlah solusi selalu ganjil untuk persamaan bentuk ini, dengan satu solusi simetris di tengah (a=b) dan sisanya berpasangan. Selain itu, terdapat hubungan terbalik: ketika satu bilangan mendekati nilai minimumnya (dalam hal ini 7), bilangan lainnya meledak menjadi sangat besar (42).

Representasi Grafis Solusi, Jumlah pasangan bilangan bulat positif (a,b) yang memenuhi 1/a+1/b=1/6

Solusi-solusi ini dapat divisualisasikan sebagai titik-titik koordinat (a, b) pada bidang Kartesius. Jika kita plot semua pasangan yang valid—(7,42), (8,24), (9,18), (10,15), (12,12), (15,10), (18,9), (24,8), (42,7)—kita akan mendapatkan sekumpulan titik yang simetris terhadap garis diagonal a = b. Titik-titik ini tidak membentuk garis lurus, melainkan terletak pada kurva yang didefinisikan oleh persamaan ab = 6(a+b) atau (a-6)(b-6)=36.

Bayangkan sebuah grafik dengan sumbu horizontal mewakili nilai a dan sumbu vertikal mewakili nilai b. Titik (12,12) akan terletak tepat di garis diagonal. Titik-titik lainnya seperti (7,42) dan (42,7) akan berada sangat jauh dari diagonal, membentuk semacam pola hiperbolik. Kurva ini mendekati asimtot di a = 6 dan b = 6, karena jika a = 6, persamaan 1/6 + 1/b = 1/6 akan mengimplikasikan 1/b = 0, yang tidak mungkin untuk b berhingga.

Garis a=6 dan b=6 menjadi batas yang tidak dapat disentuh oleh solusi bilangan bulat positif.

Perbandingan dengan Nilai n Lainnya: Jumlah Pasangan Bilangan Bulat Positif (a,b) Yang Memenuhi 1/a+1/b=1/6

Pendekatan yang kita gunakan untuk n=6 dapat digeneralisasi untuk sembarang bilangan bulat positif n. Persamaan umumnya adalah 1/a + 1/b = 1/n. Dengan manipulasi aljabar serupa, kita akan mendapatkan bentuk (a – n)(b – n) = n². Jumlah solusi bilangan bulat positif (a, b) kemudian bergantung pada jumlah faktor positif dari n². Lebih tepatnya, untuk setiap faktor positif d dari n², kita mendapatkan satu pasangan solusi: a = n + d, b = n + (n²/d).

Menentukan jumlah pasangan bilangan bulat positif (a,b) yang memenuhi 1/a + 1/b = 1/6 memerlukan analisis sistematis, serupa dengan pendekatan dalam memahami data statistik seperti Persentase pemuda yang suka semua olahraga. Keduanya mengedepankan ketelitian dalam mengurai pola. Dalam persamaan tersebut, setelah manipulasi aljabar, ditemukan bahwa hanya ada sejumlah terbatas pasangan yang memenuhi syarat, menunjukkan sifat unik dari bilangan bulat dalam konteks rasio tertentu.

Karena faktor selalu berpasangan, jumlah total solusi positif adalah jumlah faktor positif dari n².

Sebagai contoh, mari kita bandingkan hasil untuk beberapa nilai n kecil. Perlu diingat bahwa solusi (a,b) dan (b,a) dihitung sebagai dua solusi berbeda jika a ≠ b.

Nilai n Persamaan Bentuk Terfaktor Jumlah Faktor Positif dari n² Jumlah Pasangan Solusi (a,b) Positif
4 1/a+1/b=1/4 (a-4)(b-4)=16 5 (1,2,4,8,16) 5
6 1/a+1/b=1/6 (a-6)(b-6)=36 9 (1,2,3,4,6,9,12,18,36) 9
8 1/a+1/b=1/8 (a-8)(b-8)=64 7 (1,2,4,8,16,32,64) 7
12 1/a+1/b=1/12 (a-12)(b-12)=144 15 (1,2,3,4,6,8,9,12,16,18,24,36,48,72,144) 15

Dari tabel perbandingan, terlihat bahwa jumlah solusi tidak selalu meningkat secara monoton seiring bertambahnya n. Hal ini sangat bergantung pada sifat faktorisasi dari n. Bilangan seperti 6 (2×3) memiliki kuadrat 36 dengan 9 faktor, sedangkan 8 (2³) memiliki kuadrat 64 dengan hanya 7 faktor. Semakin banyak faktor prima berbeda dan eksponennya, semakin banyak pula jumlah faktor dari n², dan konsekuensinya semakin banyak solusi untuk persamaan 1/a + 1/b = 1/n.

Akhir Kata

Dengan demikian, pencarian terhadap pasangan bilangan (a,b) yang memenuhi persamaan 1/a+1/b=1/6 telah membuahkan sembilan solusi unik. Perjalanan dari sebuah persamaan pecahan menuju faktorisasi (a-6)(b-6)=36 ini mengajarkan bahwa seringkali, kunci untuk memecahkan masalah kompleks terletak pada penyederhanaan yang cerdas. Pola simetris yang muncul, serta hubungannya dengan bilangan 6 dan faktor-faktornya, memperlihatkan keindahan matematika yang tersusun rapi di balik setiap angka, menawarkan pemahaman yang lebih dalam sekaligus apresiasi terhadap disiplin ilmu yang satu ini.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah nol termasuk solusi untuk a atau b?

Tidak. Syaratnya adalah a dan b merupakan bilangan bulat positif, yang berarti dimulai dari 1, 2, 3, dan seterusnya. Nol bukanlah bilangan positif.

Mengapa bentuk (a-6)(b-6)=36 lebih mudah diselesaikan?

Karena bentuk tersebut mengubah masalah penjumlahan pecahan menjadi masalah perkalian faktor bilangan bulat. Mencari dua bilangan bulat yang dikalikan hasilnya 36 (yaitu faktor-faktor dari 36) jauh lebih sistematis dan terbatas dibandingkan menebak-nebak nilai a dan b dari persamaan pecahan awal.

Mencari pasangan bilangan bulat positif (a,b) yang memenuhi 1/a + 1/b = 1/6 adalah persoalan matematika diskrit yang menarik, menguji logika kombinatorial. Prinsip perubahan proporsional ini juga relevan dalam konteks kelistrikan, seperti ketika menganalisis Tegangan yang dibutuhkan agar arus naik dari 4 mA ke 20 mA berdasarkan Hukum Ohm. Kembali ke persamaan awal, penyelesaiannya mengungkap sejumlah solusi terbatas yang memperlihatkan keindahan struktur bilangan.

Apakah ada solusi dimana a sama dengan b?

Ya. Jika a = b, maka persamaan menjadi 2/a = 1/6, yang menghasilkan a = 12. Jadi, satu solusi simetris adalah (12, 12).

Bagaimana jika soalnya diganti menjadi 1/a + 1/b = 1/5 atau 1/7?

Metodenya tetap sama: ubah ke bentuk (a-n)(b-n)=n². Jumlah solusinya akan bergantung pada banyaknya faktor positif dari n². Semakin banyak faktor n², semakin banyak pula pasangan solusi bilangan bulat positif yang didapat.

Leave a Comment