Kumpulan Soal Pecahan Campuran Operasi Hitung Lengkap dan Bertahap

Kumpulan Soal Pecahan Campuran Operasi Hitung hadir sebagai panduan komprehensif untuk menguasai materi matematika yang sering dianggap rumit ini. Dari memahami dasar-dasar hingga menyelesaikan soal cerita yang kompleks, materi ini dirancang untuk membimbing langkah demi langkah dengan penjelasan yang mendalam dan contoh yang aplikatif.

Topik pecahan campuran merupakan fondasi penting dalam matematika, yang penerapannya sangat luas dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari membagi bahan kue hingga menghitung diskon bertingkat. Melalui pembahasan yang sistematis, mulai dari pengertian, konversi, operasi hitung, hingga strategi pemecahan masalah, diharapkan pemahaman konseptual dan keterampilan teknis dapat terbangun secara kuat dan bertahan lama.

Pengertian dan Komponen Pecahan Campuran

Dalam kehidupan sehari-hari, kita jarang menemui pecahan murni seperti setengah kue. Lebih sering, kita berhadapan dengan satu kue utuh ditambah beberapa potong, atau dua botol penuh air ditambah seperempat botol lagi. Konsep inilah yang diwakili oleh pecahan campuran, sebuah representasi matematika yang sangat intuitif dan praktis untuk menggambarkan kuantitas yang lebih dari satu utuh tetapi bukan bilangan bulat.

Pecahan campuran adalah bilangan yang terdiri dari kombinasi bilangan bulat dan pecahan biasa. Struktur ini memudahkan kita untuk membayangkan jumlah secara keseluruhan. Misalnya, jika seseorang mengatakan ia memiliki 2 ½ pizza, kita langsung dapat membayangkan dua pizza utuh dan satu pizza yang terpotong menjadi dua bagian, dengan satu bagian tersisa.

Komponen Penyusun Pecahan Campuran

Setiap pecahan campuran tersusun atas tiga komponen utama: bilangan bulat, pembilang, dan penyebut. Bilangan bulat menunjukkan satuan penuh yang ada. Pembilang, yang terletak di bagian atas pecahan, menunjukkan banyaknya bagian dari suatu kesatuan yang diambil. Sementara penyebut, di bagian bawah, menunjukkan total bagian yang membentuk satu kesatuan utuh. Dalam contoh 2 ½, angka 2 adalah bilangan bulat, 1 adalah pembilang, dan 2 adalah penyebut.

Fungsi penyebut sangat krusial karena ia menjadi penentu ukuran setiap bagian; penyebut 4 berarti satu kesatuan dibagi empat, sedangkan penyebut 8 berarti dibagi menjadi delapan bagian yang lebih kecil.

Menguasai operasi hitung pecahan campuran, seperti penjumlahan dan pengurangan, melatih ketelitian dan logika sistematis. Keterampilan berpikir terstruktur ini ternyata memiliki resonansi sejarah, misalnya dalam analisis kompleks mengenai Faham Kapitalisme di Eropa Saat Akhir Absolutisme Gereja yang memerlukan presisi serupa dalam mengurai variabel sosial-ekonomi. Kembali ke latihan soal, pendekatan metodis dalam matematika menjadi fondasi untuk memahami berbagai sistem yang rumit, termasuk dalam dunia akademik.

Karakteristik Pecahan Biasa Pecahan Campuran Bilangan Desimal
Bentuk a/b (a < b) c a/b Menggunakan koma atau titik
Representasi Visual Bagian dari satu kesatuan Beberapa kesatuan utuh + bagian Skala garis bilangan
Kegunaan Umum Perhitungan matematis murni Pengukuran dalam kehidupan (resep, pita) Transaksi keuangan, sains
Contoh 5/4 1 ¼ 1.25

Untuk membayangkan konversi benda nyata menjadi pecahan campuran, bayangkan sebuah loyang kue persegi panjang yang dipotong menjadi 8 bagian sama besar. Jika kamu memiliki satu loyang penuh dan mengambil 3 potong dari loyang kedua, maka kamu memiliki 1 loyang utuh ditambah 3/8 loyang. Visualnya adalah satu kotak penuh (mewakili angka 1) disandingkan dengan gambar kotak lain yang terbagi 8, dengan 3 bagian diarsir (mewakili 3/8).

Gabungan visual ini secara langsung merepresentasikan pecahan campuran 1 3/8.

Konversi Antara Pecahan Biasa dan Pecahan Campuran

Kemampuan untuk mengubah bentuk pecahan dari biasa ke campuran dan sebaliknya adalah keterampilan dasar yang sangat penting. Konversi ini memungkinkan fleksibilitas dalam memilih representasi yang paling sesuai, apakah untuk mempermudah pemahaman visual atau untuk kelancaran proses perhitungan matematika selanjutnya.

Mengubah Pecahan Biasa Menjadi Pecahan Campuran

Prosedur ini diterapkan ketika nilai pembilang lebih besar dari atau sama dengan penyebut (pecahan tidak murni). Langkah pertama adalah melakukan pembagian pembilang oleh penyebut. Hasil bagi dari pembagian tersebut menjadi bilangan bulat. Sisa pembagian menjadi pembilang baru, sementara penyebutnya tetap sama. Sebagai contoh, untuk pecahan 17/5, kita bagi 17 dengan
5.

BACA JUGA  Arti Sombong dan Dampaknya dalam Kehidupan Sehari-hari

Menguasai operasi hitung pecahan campuran, seperti penjumlahan dan pengurangan, melatih ketelitian berhitung yang fundamental. Keterampilan ini ternyata paralel dengan logika analisis ekonomi makro, khususnya dalam Penghitungan Pertumbuhan Ekonomi dengan PDB Harga Konstan yang memerlukan presisi memisahkan unsur harga dari pertumbuhan riil. Dengan demikian, latihan soal pecahan yang konsisten membentuk fondasi logika matematis yang kuat, bahkan untuk memahami konsep-konsep kompleks di dunia nyata.

Hasil baginya adalah 3, dengan sisa
2. Maka, bentuk pecahan campurannya adalah 3 ⅖. Logika di balik ini sederhana: 17/5 berarti 17 per 5, yang setara dengan 3 kelompok yang masing-masing berisi 5/5 (atau 1 utuh) ditambah sisa 2 bagian.

Contoh: 11/4 = ?
÷ 4 = 2 sisa 3.
Jadi, 11/4 = 2 ¾.

Mengubah Pecahan Campuran Menjadi Pecahan Biasa

Konversi kebalikannya sering diperlukan saat akan melakukan operasi perkalian atau pembagian. Metodenya adalah mengalikan bilangan bulat dengan penyebut, kemudian menambahkan hasilnya dengan pembilang. Jumlah ini menjadi pembilang baru, sedangkan penyebutnya tetap. Pada contoh 2 ¾, kita kalikan 2 (bilangan bulat) dengan 4 (penyebut), menghasilkan 8. Tambahkan dengan pembilang 3, menjadi 11.

Dengan demikian, 2 ¾ setara dengan 11/4. Proses ini secara efektif “mengembalikan” bagian bilangan bulat ke dalam bentuk pecahan dengan penyebut yang sama sebelum digabungkan.

  • Ingat prinsip “Pembagian = Bilangan Bulat, Sisa = Pembilang” untuk konversi ke campuran.
  • Gunakan jembatan keledai “Kali-Tambah” untuk konversi ke pecahan biasa: (Bil. Bulat x Penyebut) + Pembilang.
  • Selalu periksa apakah pecahan biasa hasil konversi sudah dalam bentuk paling sederhana.
  • Gunakan garis bilangan visual untuk memverifikasi: letakkan pecahan campuran dan pecahan biasa pada titik yang sama.

Soal Variasi:
Mudah: Ubah 15/2 ke pecahan campuran. (Jawab: 7 ½)
Sedang: Nyatakan 4 5/6 sebagai pecahan biasa. (Jawab: 29/6)
Sulit: Diketahui pecahan campuran a 2/7 setara dengan 37/

7. Tentukan nilai bilangan bulat a. (Jawab

a = 5)

Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Campuran

Menjumlahkan dan mengurangkan pecahan campuran membutuhkan pendekatan yang sistematis. Kesalahan umum terjadi ketika siswa langsung menjumlahkan bilangan bulat dan bagian pecahan secara terpisah tanpa mempertimbangkan kesamaan penyebut. Padahal, prinsip utama operasi pecahan—penyebut harus sama—tetap berlaku untuk bagian pecahan dari bilangan campuran.

Penjumlahan Pecahan Campuran

Strateginya dapat dilakukan dengan dua metode utama. Pertama, dengan mengubah semua pecahan campuran menjadi pecahan biasa terlebih dahulu, lalu menjumlahkannya seperti biasa, dan terakhir menyederhanakan atau mengubah kembali ke bentuk campuran. Metode kedua, yang sering lebih intuitif, adalah menjumlahkan bagian bilangan bulat dan bagian pecahan secara terpisah. Namun, jika penjumlahan bagian pecahan menghasilkan pecahan tidak murni (misalnya 7/5), maka kita harus mengubah kelebihan itu menjadi bilangan bulat.

Contoh, 2 ⅗ + 1 ⅘ = (2+1) dan (⅗ + ⅘) = 3 + 7/5. Karena 7/5 = 1 ⅖, maka hasil akhirnya adalah 3 + 1 ⅖ = 4 ⅖.

Pengurangan Pecahan Campuran, Kumpulan Soal Pecahan Campuran Operasi Hitung

Pengurangan memerlukan kewaspadaan ekstra, terutama ketika bagian pecahan yang mengurangi lebih besar daripada bagian pecahan yang dikurangi. Dalam kasus seperti 3 ¼
-1 ¾, kita tidak dapat langsung mengurangkan ¾ dari ¼. Solusinya adalah “meminjam” 1 dari bilangan bulat
3. Satu yang dipinjam ini ditulis sebagai pecahan 4/4 (karena penyebutnya 4) dan ditambahkan ke bagian pecahan yang ada, sehingga menjadi 3 ¼ = 2 + 1 + ¼ = 2 + 4/4 + ¼ = 2 5/
4.

Sekarang, pengurangan dapat dilakukan: 2 5/4 – 1 ¾ = (2-1) dan (5/4 – ¾) = 1 2/4 = 1 ½.

Langkah Penjumlahan (2⅓ + 1⅔) Pengurangan (3½

1¾)

Penyederhanaan Konversi Akhir

1. Pisahkan

Bulat

Menguasai Kumpulan Soal Pecahan Campuran Operasi Hitung melatih ketelitian dan logika sistematis, keterampilan yang juga vital dalam menganalisis kebijakan kompleks. Kemampuan berpikir terstruktur ini sangat relevan untuk memahami strategi seperti Kebijakan Ekonomi Nasional dalam Mengatasi Masalah Ekonomi , di mana setiap variabel harus dihitung presisi layaknya operasi pecahan. Pada akhirnya, fondasi matematika yang kuat dari soal-soal tersebut membentuk pola pikir analitis yang diperlukan untuk menyelesaikan berbagai persoalan, termasuk dalam dunia akademis dan praktis.

2+1=3; Pecahan: ⅓+⅔=3/3

Bulat: 3-1=2; Pecahan: ½-¾ (tidak langsung) Cari FPB pembilang & penyebut Ubah pecahan tdk murni ke campuran

2. Proses

3 + 3/3 = 3 + 1 Pinjam

3½ = 2 6/4; lalu 2 6/4 – 1¾

Bagi pembilang & penyebut dengan FPB Pisahkan hasil bagi dan sisa

3. Gabungkan

3 + 1 = 4 Hasil

1 3/4

Hasil: pecahan paling sederhana Tulis dalam format c a/b

4. Hasil

4 1 ¾ Contoh

2/4 = ½

Contoh: 7/3 = 2 ⅓

Ilustrasi diagram batang dapat memperjelas proses ini. Bayangkan dua batang untuk penjumlahan 1 ¼ + 1 ½. Batang pertama memiliki satu unit penuh dan satu segmen seperempat. Batang kedua memiliki satu unit penuh dan dua segmen setengah. Untuk menjumlahkan, satukan dulu unit penuh menjadi satu batang panjang 2 unit.

Kemudian, konversi segmen setengah pada batang kedua menjadi dua segmen seperempat agar sejenis. Sekarang, gabungkan tiga segmen seperempat dari kedua batang, yang setara dengan satu unit penuh ditambah satu segmen seperempat. Hasil akhirnya adalah 3 unit penuh ditambah satu segmen seperempat, atau 3 ¼.

Operasi Perkalian dan Pembagian Pecahan Campuran

Operasi perkalian dan pembagian pada pecahan campuran memiliki aturan yang lebih lugas dibanding penjumlahan dan pengurangan, karena tidak mensyaratkan penyebut yang sama. Namun, langkah awal yang mutlak dan tidak boleh dilupakan adalah mengubah semua pecahan campuran menjadi bentuk pecahan biasa. Kegagalan dalam langkah inilah yang sering menjadi sumber kesalahan utama.

Perkalian Pecahan Campuran

Setelah pecahan campuran diubah menjadi pecahan biasa, perkalian dilakukan dengan mengalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut secara langsung. Penyederhanaan dapat dilakukan lebih awal (saat masih dalam bentuk pecahan) dengan mencoret faktor yang sama antara pembilang dan penyebut dari bilangan yang berbeda. Misalnya, untuk mengalikan 2 ½ dengan 1 ⅕, kita ubah dulu menjadi 5/2 dan 6/5. Perkalian 5/2 x 6/5 dapat disederhanakan dengan mencoret angka 5 yang ada di pembilang pertama dan penyebut kedua, sehingga menjadi (1/2) x (6/1) = 6/2 = 3.

Rumus: a b/c x d e/f = ((a*c + b)/c) x ((d*f + e)/f)

Pembagian Pecahan Campuran

Konsep kunci dalam pembagian pecahan adalah mengubah operasi pembagian menjadi perkalian dengan menggunakan kebalikan (resiprokal) dari pecahan pembagi. Resiprokal diperoleh dengan menukar posisi pembilang dan penyebut. Setelah pecahan campuran diubah ke biasa dan pembagian diubah menjadi perkalian dengan resiprokal, langkah selanjutnya sama seperti perkalian biasa. Contoh, 3 ⅓ ÷ 1 ½. Ubah menjadi 10/3 ÷ 3/2.

Kemudian ubah menjadi 10/3 x 2/3 = 20/9 = 2 2/9.

  • Kesalahan Umum 1: Langsung mengalikan atau membagian bilangan bulat dan pecahan secara terpisah tanpa mengubah ke pecahan biasa terlebih dahulu.
  • Kesalahan Umum 2: Lupa mengubah pembagian menjadi perkalian dengan resiprokal saat membagi.
  • Kesalahan Umum 3: Tidak menyederhanakan pecahan sebelum mengalikan, sehingga perhitungan menjadi lebih rumit.
  • Kesalahan Umum 4: Salah dalam mengubah pecahan campuran ke pecahan biasa, khususnya pada proses “kali-tambah”.

Demonstrasi soal cerita: Sebuah resep kue membutuhkan 1 ¼ cangkir gula untuk satu loyang. Jika Ibu ingin membuat 2 ½ loyang kue yang sama, berapa total gula yang dibutuhkan? Soal ini meminta perkalian: 1 ¼ x 2 ½. Ubah ke pecahan biasa: 5/4 x 5/2 = 25/
8. Hasilnya 25/8 = 3 ⅛ cangkir gula.

Dalam konteks lain, jika ada pita sepanjang 4 ½ meter akan dipotong-potong menjadi beberapa bagian yang masing-masing panjangnya ¾ meter, berapa banyak potongan yang didapat? Soal ini adalah pembagian: 4 ½ ÷ ¾. Ubah: 9/2 ÷ 3/4 = 9/2 x 4/
3. Sederhanakan: (9 dan 3 sama-sama dibagi 3, 4 dan 2 sama-sama dibagi 2) menjadi 3/1 x 2/1 = 6.

Jadi, didapat 6 potongan pita.

Penyusunan Kumpulan Soal Latihan Bertahap

Penguasaan konsep matematika memerlukan latihan yang terstruktur dan bertahap. Kumpulan soal berikut dirancang untuk mengasah pemahaman dari tingkat dasar hingga penerapan dalam masalah yang lebih kompleks, memastikan setiap langkah metode operasi hitung pecahan campuran dapat dikuasai dengan baik.

Seri Soal Latihan Operasi Hitung

Mulailah dengan soal-soal yang hanya melibatkan satu jenis operasi dan bilangan yang sederhana. Kemudian, tingkatkan kompleksitas dengan menggabungkan operasi, menggunakan bilangan yang lebih besar, atau menyertakan kebutuhan penyederhanaan yang lebih banyak. Tahap akhir adalah soal cerita yang menantang kemampuan pemodelan masalah matematika dari situasi nyata.

Jenis Operasi Tingkat Mudah Tingkat Sedang Tingkat Sulit Soal Cerita Kontekstual
Penjumlahan 1½ + 2½ 3⅔ + 2 5/6 4¾ + 2 7/12 + 1⅙ Rani memiliki 2¼ m pita merah dan 1⅗ m pita biru. Berapa total panjang pita?
Pengurangan 3¼1¼ 5 – 2⅓ 4 1/8 – 2 5/6 Sebotol sirup berisi 1½ liter. Setelah digunakan untuk minuman, tersisa ⅜ liter. Berapa liter yang digunakan?
Perkalian 2 x 1¾ 2⅖ x 1¼ 3⅓ x 2½ x 1⅕ Setiap kue membutuhkan ⅔ sendok teh vanili. Berapa sendok teh vanili untuk 2¼ resep?
Pembagian 3½ ÷ 2 4 4/5 ÷ 1⅕ (2½ + 1¾) ÷ ⅝ Seutas tali 5⅓ m dipotong menjadi beberapa bagian yang masing-masing panjangnya ⅔ m. Ada berapa potongan?

Paket soal cerita kontekstual dirancang untuk mensimulasikan aplikasi langsung. Misalnya, dalam proyek kerajinan, seorang siswa perlu menghitung total bahan, memotong bahan dengan ukuran tertentu, atau membagi bahan secara merata ke dalam beberapa kelompok. Soal-soal seperti ini menguji tidak hanya keterampilan berhitung, tetapi juga pemahaman dalam memilih operasi yang tepat.

Kunci Jawaban dan Pembahasan Singkat:

  1. 1½ + 2½ = 4. Jumlahkan bilangan bulat (1+2=3), lalu bagian pecahan (½+½=1). Gabungkan: 3+1=4.
  2. 5 – 2⅓ = 2⅔. Ubah 5 menjadi 4 3/3, lalu kurangkan: 4 3/3 – 2⅓ = 2 2/3.
  3. 2⅖ x 1¼ = 3. Ubah: 12/5 x 5/4 = 60/20 = 3.
  4. 4 4/5 ÷ 1⅕ = 4. Ubah: 24/5 ÷ 6/5 = 24/5 x 5/6 = 120/30 = 4.
  5. Soal Cerita Pita: 2¼ + 1⅗. Samakan penyebut jadi 20: 2 5/20 + 1 12/20 = 3 17/20 m.

Strategi Penyelesaian Masalah dan Pemeriksaan Jawaban

Keberhasilan dalam menyelesaikan soal matematika tidak hanya bergantung pada hafalan rumus, tetapi juga pada pendekatan sistematis dalam menganalisis masalah. Mengembangkan pola pikir yang terstruktur membantu dalam mengurai soal yang tampak rumit menjadi langkah-langkah sederhana dan dapat dikelola.

Langkah-Langkah Sistematis Pemecahan Masalah

Pertama, baca soal dengan cermat dan identifikasi apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan. Kedua, tentukan operasi atau kombinasi operasi apa yang diperlukan (apakah penjumlahan, pengurangan, perkalian, atau pembagian). Ketiga, pastikan semua bilangan dalam bentuk yang konsisten dan siap dioperasikan (ubah semua pecahan campuran ke pecahan biasa jika untuk perkalian/pembagian, atau samakan penyebut untuk penjumlahan/pengurangan). Keempat, lakukan perhitungan dengan teliti.

Kelima, sederhanakan hasil dan pastikan ditulis dalam bentuk yang diminta soal (pecahan biasa, campuran, atau desimal).

Teknik Memeriksa Kebenaran Jawaban

Pemeriksaan adalah bagian kritis dari proses. Salah satu teknik terbaik adalah estimasi. Bulatkan bilangan-bilangan dalam soal ke bilangan bulat terdekat dan lakukan operasi secara kasar. Jika hasil perhitungan kasar Anda 3 dan hasil detail Anda 10, jelas ada yang salah. Teknik lain adalah melakukan operasi kebalikan.

Untuk penjumlahan, kurangkan hasilnya dengan salah satu bilangan untuk mendapatkan bilangan lainnya. Untuk perkalian, bagilah hasil dengan salah satu faktor. Selain itu, pastikan pecahan hasil sudah dalam bentuk paling sederhana; pecahan seperti 6/8 harus disederhanakan menjadi ¾.

Mengenali pola soal adalah keterampilan yang datang dengan banyak latihan. Soal tentang “total”, “gabungan”, atau “semua” biasanya mengarah ke penjumlahan. Soal tentang “sisa”, “selisih”, atau “lebih banyak” mengarah ke pengurangan. Soal tentang “setiap”, “sebanyak … kali”, atau “luas” sering melibatkan perkalian.

Sementara soal tentang “dibagi rata”, “setiap bagian”, atau “berapa banyak … didapat” mengindikasikan pembagian. Efisiensi dicapai dengan segera mengklasifikasikan soal ke dalam pola-pola ini.

Contoh proses debugging: Misal hasil perhitungan 2 ⅓ + 1 ¾ adalah 3 10/
12. Sebuah pemeriksaan cepat dengan estimasi: 2 + 1 = 3, dan ⅓ + ¾ kurang dari 1, jadi hasil harus antara 3 dan
4. 3 10/12 masuk dalam rentang. Namun, langkah berikutnya adalah menyederhanakan 10/12 menjadi 5/
6. Jadi jawaban yang benar adalah 3 5/
6.

Jika tidak disederhanakan, jawaban 3 10/12 secara teknis benar nilai tetapi tidak dalam bentuk yang paling sederhana, yang sering kali dianggap kurang sempurna. Debugging juga melibatkan penelusuran langkah: apakah penyebut sudah disamakan (12 sudah benar)? Apakah penjumlahan pembilang 4 + 9 = 13? Ternyata di soal awal, ⅓ = 4/12 dan ¾ = 9/12, jumlahnya 13/12 = 1 1/12. Jadi seharusnya 3 + 1 1/12 = 4 1/12.

Terdapat kesalahan aritmetika pada pembilang yang harus dikoreksi.

Penutupan Akhir: Kumpulan Soal Pecahan Campuran Operasi Hitung

Kumpulan Soal Pecahan Campuran Operasi Hitung

Source: bimbelbrilian.com

Penguasaan terhadap operasi hitung pecahan campuran bukanlah akhir perjalanan, melainkan sebuah pintu gerbang menuju pemahaman matematika yang lebih luas dan abstrak. Dengan berlatih secara konsisten menggunakan kumpulan soal yang telah disusun secara bertahap, kepercayaan diri dalam menyelesaikan berbagai permasalahan kuantitatif akan semakin terasah. Pada akhirnya, matematika menjadi bukan sekadar rumus, melainkan alat berpikir logis yang sangat powerful.

Bagian Pertanyaan Umum (FAQ)

Bagaimana cara terbaik memulai belajar pecahan campuran untuk pemula?

Mulailah dengan memahami konsep dasar pecahan biasa terlebih dahulu, lalu pahami arti visual dari bilangan bulat dan bagian pecahan dalam pecahan campuran menggunakan benda konkret seperti kue atau pizza sebelum masuk ke hitungan formal.

Apakah pecahan campuran selalu harus disederhanakan setelah dioperasikan?

Ya, menyederhanakan hasil akhir ke bentuk pecahan campuran paling sederhana adalah langkah standar untuk menyajikan jawaban yang benar dan rapi, kecuali instruksi soal menyatakan lain.

Mengapa dalam pembagian pecahan campuran kita harus mengalikan dengan kebalikan?

Konsep membagi adalah mencari berapa banyak bagian yang masuk. Mengalikan dengan kebalikan (resiprokal) adalah metode efisien yang setara secara matematis dengan membagi langsung oleh pecahan tersebut, dan ini konsisten aturannya untuk semua jenis pecahan.

Bagaimana cara memeriksa apakah jawaban operasi pecahan campuran sudah masuk akal?

Lakukan estimasi dengan membulatkan bilangan bulat dan pecahan. Misal, 3 1/2 + 2 3/4 kira-kira 3.5 + 2.75 = 6.25. Jika hasil perhitungan detail jauh dari estimasi, perlu dicek kembali.

Leave a Comment