Latihan Mengisi Kalimat Bahasa Inggris Subjek dan Predikat Fondasi Berbicara

Latihan Mengisi Kalimat Bahasa Inggris: Subjek dan Predikat terdengar seperti materi dasar, bukan? Tapi percayalah, menguasai dua pilar ini ibarat mendapatkan kunci utama untuk membangun percakapan apa pun, dari yang sederhana hingga yang kompleks. Seringkali, kesalahan paling memalukan atau makna yang buyar di tengah pembicaraan justru berawal dari sini, dari hubungan antara ‘siapa’ atau ‘apa’ dengan ‘apa yang dilakukan’ atau ‘keadaannya bagaimana’.

Materi ini akan mengajak kita menyelami lebih dari sekadar definisi. Kita akan bermain dengan analogi bangunan, mengupas kalimat perintah yang subjeknya menghilang seperti ninja, hingga mengeksplorasi predikat kompleks yang penuh nuansa. Dengan tabel yang jelas, contoh nyata, dan latihan langsung, pemahaman tentang subjek dan predikat ini akan menjadi fondasi yang kokoh untuk skill berbahasa Inggris yang lebih percaya diri dan natural.

Mengurai Struktur Dasar Kalimat Bahasa Inggris Melalui Analogi Bangunan

Membangun kalimat yang utuh dan kuat dalam bahasa Inggris mirip dengan mendirikan sebuah bangunan. Anda tidak bisa mulai dari atap atau dinding yang cantik tanpa fondasi dan kerangka yang kokoh. Dalam analogi ini, subjek dan predikat berperan sebagai pondasi dan tiang utama yang menopang seluruh struktur. Tanpa keduanya, yang tersisa hanyalah tumpukan kata yang tidak bermakna.

Subjek adalah fondasi; ia adalah landasan, orang, benda, atau konsep yang menjadi pokok pembicaraan. Predikat adalah kerangka bangunan; ia adalah aksi, keadaan, atau segala sesuatu yang diterangkan tentang subjek tersebut. Ketika Anda mengatakan “The cat sleeps,” “the cat” adalah fondasi (subjek) dan “sleeps” adalah kerangka (predikat) yang memberi fungsi dan makna pada fondasi itu. Perpaduan ini menciptakan satu unit ide yang lengkap.

Memahami hubungan intim antara keduanya adalah langkah pertama untuk menguasai konstruksi kalimat dalam bahasa Inggris, memungkinkan Anda untuk tidak hanya membangun gubuk sederhana, tetapi juga istana kalimat yang kompleks dan elegan.

Komponen Bangunan dan Elemen Kalimat

Untuk memvisualisasikan hubungan ini dengan lebih jelas, tabel berikut memetakan analogi antara komponen bangunan dan elemen gramatikal dalam sebuah kalimat.

Komponen Bangunan Elemen Kalimat Fungsi Contoh
Pondasi Subjek Mendukung seluruh struktur; menyatakan ‘siapa’ atau ‘apa’ yang dibicarakan. The architect designed the house.
Kerangka/Tiang Predikat Memberi bentuk dan fungsi; menyatakan ‘apa yang dilakukan’ atau ‘bagaimana keadaan’ subjek. The architect designed the house.
Dinding & Ruangan Objek & Pelengkap Melengkapi dan memperluas fungsi kerangka; menerima aksi atau melengkapi makna. She gave the blueprint (objek) to her assistant.
Fasad & Dekorasi Keterangan Menambah detail tentang waktu, tempat, cara, dan sebab; memperindah dan memperjelas. They worked diligently throughout the night.

Contoh Keruntuhan Makna Kalimat, Latihan Mengisi Kalimat Bahasa Inggris: Subjek dan Predikat

Perubahan atau penghilangan pada subjek atau predikat dapat secara instan meruntuhkan makna kalimat, seperti menarik pondasi atau kerangka dari sebuah bangunan. Perhatikan contoh berikut:

Kalimat Utuh: The diligent student submitted the final essay before the deadline.
Tanpa Subjek yang Jelas:Submitted the final essay before the deadline.* (Siapa yang menyerahkan? Kalimat ini runtuh).
Tanpa Predikat yang Jelas: The diligent studentbefore the deadline.* (Apa yang dilakukan siswa itu? Hanya ada fondasi tanpa bangunan).

Kesalahan Umum dan Perbaikannya

Beberapa kesalahan sering terjadi ketika menyusun hubungan subjek-predikat. Berikut adalah tiga di antaranya beserta koreksinya.

  • Kesalahan: Fragment Kalimat (Tanpa Predikat Utama). Contoh: “The result of the long and complicated experiment.” Ini hanya sebuah frasa subjek yang panjang. Perbaikan: Tambahkan predikat: “The result of the long and complicated experiment was surprising.”
  • Kesalahan: Ketidaksesuaian Subjek-Predikat (Subject-Verb Agreement). Contoh: “The list of required items are on the desk.” Subjek tunggal “list” membutuhkan predikat tunggal. Perbaikan: “The list of required items is on the desk.”
  • Kesalahan: Predikat Ganda yang Tidak Terhubung. Contoh: “She opened the door, she walked into the room.” Dua klausa independen tidak bisa digabung hanya dengan koma. Perbaikan: Gunakan konjungsi: “She opened the door and walked into the room.” Atau buat menjadi dua kalimat.

Menjelajahi Dinamika Subjek Tersembunyi dalam Imperatif dan Kalimat Elips

Tidak semua kalimat dalam percakapan sehari-hari menampilkan subjek secara eksplisit. Ada kalanya subjek itu “tersembunyi” atau sengaja dihilangkan karena sudah dipahami oleh semua pihak yang terlibat dalam komunikasi. Dua konteks utama di mana hal ini terjadi adalah dalam kalimat perintah (imperatif) dan dalam bentuk elips percakapan. Memahami fenomena ini membantu kita melihat fleksibilitas bahasa Inggris di luar struktur baku.

Dalam kalimat imperatif seperti “Close the door,” subjek “you” tersirat. Ini adalah bentuk langsung yang memerintah atau meminta lawan bicara. Subjek “you” tidak perlu disebut karena arah perintah sudah sangat jelas. Sementara itu, dalam kalimat elips, penghilangan terjadi untuk menghindari pengulangan yang tidak perlu dan membuat percakapan lebih efisien. Ketika seseorang bertanya, “Where did you go last night?” dan dijawab “To the library,” kata “I went” dihilangkan karena informasi tersebut dapat dipulihkan dari konteks pertanyaan.

BACA JUGA  Cara Melaksanakan Hak dan Kewajiban dalam Masyarakat Beragam untuk Kehidupan Harmonis

Penguasaan atas hal-hal implisit ini justru menandai kefasihan berbahasa.

Kategori Subjek Tersembunyi

Tabel berikut mengkategorikan jenis kalimat di mana subjek seringkali tidak dituliskan, beserta contoh konteks penggunaannya.

Jenis Kalimat Subjek Tersembunyi Predikat (yang muncul) Contoh Konteks Penggunaan
Imperatif (Perintah/Permintaan) You Verb base form (e.g., Open, Please sit) Instruksi, permintaan tolong, panduan resep: “Mix the ingredients thoroughly.”
Elips: Jawaban atas Pertanyaan Diambil dari pertanyaan Frasa yang melengkapi (e.g., prepositional phrase, object) Percakapan singkat: Q: “Who called?” A: “My mother.” (Subjek “It was” dihilangkan).
Elips: Klausa Terikat Sama dengan klausa utama Hanya bagian yang baru Dalam kalimat majemuk: “She can sing well, but I can’t [sing well].”
Ucapan Informal/Eksklamasi It / That Frasa pendek Melihat sesuatu yang menakjubkan: “Awesome shot!” (Subjek “That was” dihilangkan).

Nuansa Kalimat Imperatif dengan dan Tanpa Subjek

Meski subjek “you” biasanya tersembunyi, penyertaannya secara eksplisit dapat mengubah nuansa kalimat imperatif.

  • Tanpa Subjek (“You” tersirat): Lebih netral, langsung, dan umum. “Pass the salt, please.” Ini adalah bentuk permintaan yang paling lazim.
  • Dengan Subjek “You”: Sering memberi penekanan, bisa terdengar lebih konfrontatif, atau digunakan untuk membedakan orang. ” You pass the salt.” bisa terdengar seperti perintah tegas atau bahkan sindiran. Namun, bisa juga untuk kejelasan, seperti saat membagi tugas: ” You set the table, and I’ll cook.”
  • Dengan “Let’s” (Let us): Merupakan imperatif inklusif yang menyertakan pembicara. “Let’s go!” memiliki nuansa ajakan atau usulan yang lebih kolaboratif dibanding “Go!”

Ilustrasi Komik Strip: Percakapan Elips

Bayangkan sebuah komik strip sederhana dengan dua panel. Di panel pertama, dua karakter, Alex dan Bina, berdiri di halte bus dengan tatapan ke arah jalan. Alex melihat ke jam tangannya dengan ekspresi cemas. Balon ucapan dari Alex bertuliskan: ” Waiting long?” Di sini, subjek “Have you been” dihilangkan, tetapi dari konteks (mereka berdua menunggu) dan ekspresi Alex, Bina memahami bahwa pertanyaannya adalah “Have you been waiting long?”

Di panel kedua, Bina mengangkat bahu sambil tersenyum kecil. Balon ucapannya: ” About twenty minutes.” Bina menghilangkan subjek dan predikat “I have been waiting for about twenty minutes.” Informasi “I have been waiting for” dipulihkan sepenuhnya dari pertanyaan Alex. Seluruh percakapan ini berlangsung cepat dan natural berkat pemahaman bersama tentang subjek dan predikat yang tersirat, menggambarkan efisiensi bahasa dalam komunikasi sehari-hari.

Meneroka Pola Predikat Kompleks yang Melampaui Kata Kerja Tunggal

Predikat dalam bahasa Inggris jauh lebih kaya daripada sekadar kata kerja tunggal seperti “run” atau “eat.” Predikat kompleks adalah mesin yang memberi kekuatan, nuansa waktu, modalitas, dan detail pada sebuah kalimat. Ia dapat terdiri dari kombinasi kata kerja bantu dan utama, diikuti oleh objek, pelengkap, atau keterangan. Memahami struktur ini ibarat memahami perbedaan antara mesin tunggal sederhana dan sebuah sistem mekanik yang canggih; keduanya menghasilkan gerak, tetapi yang satu jauh lebih mampu dan presisi.

Predikat kompleks sering melibatkan kata kerja bantu (auxiliary verbs) seperti “be,” “have,” “do,” serta modal verbs seperti “can,” “will,” “must.” Kombinasi ini membentuk berbagai tenses dan suasana hati. Selain itu, predikat dapat mencakup frasa verba (phrasal verbs) seperti “give up” atau “look into,” di mana maknanya sering idiomatik. Yang juga krusial adalah kehadiran komplemen—kata atau frasa yang melengkapi makna kata kerja dan terkait langsung dengan subjek atau objek, seperti dalam “She is a doctor” (“a doctor” adalah subject complement) atau “They elected her chairperson” (“chairperson” adalah object complement).

Pemetaan Jenis Predikat Kompleks

Berikut adalah pemetaan beberapa jenis predikat kompleks yang umum beserta fungsinya.

Jenis Predikat Kompleks Rumus Struktural (Umum) Fungsi Contoh Kalimat
Predikat dengan Kata Kerja Bantu (Tenses) Auxiliary + Main Verb (V-ing/V3) Menunjukkan waktu dan aspek (sedang berlangsung, telah selesai). 1. She is writing a novel. (Present Continuous)
2. They have finished the project. (Present Perfect)
Predikat dengan Modal Verbs Modal + Verb Base Form Mengekspresikan kemampuan, izin, kewajiban, kemungkinan. 1. You must complete this form.
2. It might rain later.
Predikat dengan Frasa Verba Verb + Particle (Preposition/Adverb) Membentuk makna idiomatik yang sering berbeda dari kata kerja dasarnya. 1. He ran into an old friend. (bertemu tidak sengaja)
2. Please turn off the lights.
Predikat dengan Komplemen Linking Verb + Subject Complement atau Verb + Object + Object Complement Melengkapi deskripsi subjek atau objek. 1. This soup smells delicious. (subject complement)
2. We found the movie boring. (object complement)

Analisis Perbandingan Predikat Sederhana dan Kompleks

Predikat Sederhana: “She writes reports.” Kalimat ini menyatakan sebuah fakta umum atau kebiasaan. Waktunya terbatas pada present simple dan tidak ada nuansa modalitas.

Predikat Kompleks: “She should have been writing the financial report since yesterday, but she hasn’t started it yet.” Predikat pertama (“should have been writing”) menggunakan modal verb (“should”) yang menyatakan kewajiban, ditambah perfect continuous aspect (“have been writing”) yang menekankan durasi aksi dari masa lalu hingga sekarang. Predikat kedua (“hasn’t started”) menggunakan present perfect untuk menyatakan aksi yang belum terjadi hingga saat ini.

Predikat kompleks menyampaikan lapisan makna yang jauh lebih dalam: kewajiban yang tidak terpenuhi, durasi waktu, dan status terkini, semua dalam satu kalimat.

Latihan mengisi kalimat dalam bahasa Inggris, terutama memahami subjek dan predikat, itu ibarat membangun fondasi dasar untuk berkomunikasi dengan jelas. Nah, prinsip kejelasan ini juga penting dalam memahami konsep yang lebih kompleks, seperti Definisi Kewajiban Hak Asasi Manusia Menurut Pakar , di mana subjek (pemegang hak) dan predikat (kewajiban yang harus dipenuhi) membentuk struktur pemahaman yang kokoh. Kembali ke latihan, menguasai pola subjek-predikat akan membantumu menyusun pernyataan tentang topik apa pun, termasuk HAM, dengan lebih terstruktur dan tepat.

Kesalahan Penempatan dan Perbaikan

Kesalahan dalam menyusun predikat kompleks sering terjadi pada penempatan objek, partikel frasa verba, atau komplemen.

  • Kesalahan: She made happily her children. (Penempatan adverb yang membelah predikat dan objek).
    Perbaikan: She happily made breakfast for her children. atau She made her children happy. (jika “happy” adalah object complement).

  • Kesalahan: I will pick up you at eight. (Objek pronoun ditempatkan setelah partikel “up” pada frasa verba separable).
    Perbaikan: I will pick you up at eight. (Objek pronoun harus di antara kata kerja dan partikel).
  • Kesalahan: They considered the plan unwise and risky. (Komplemen ganda tanpa konjungsi yang jelas).
    Perbaikan: They considered the plan unwise and risky. (Sudah benar jika “unwise and risky” dianggap sebagai compound adjective phrase). Untuk kejelasan: They considered the plan to be unwise and risky.

  • Kesalahan: He explained me the problem. (Kata kerja “explain” tidak mengambil indirect object + direct object seperti “give”).
    Perbaikan: He explained the problem to me.
  • Kesalahan: She is similar with her mother. (Preposisi yang salah setelah adjective).
    Perbaikan: She is similar to her mother.
BACA JUGA  Jumlah Provinsi Indonesia Tahun 2010 33 Provinsi dan Dinamika Pemekaran

Simfoni Subjek dan Predikat dalam Berbagai Tensi dan Modalitas: Latihan Mengisi Kalimat Bahasa Inggris: Subjek Dan Predikat

Keselarasan antara subjek dan predikat bukan hanya tentang tunggal-jamak dalam present simple. Ia adalah sebuah simfoni yang terus berubah seiring dengan pergeseran waktu (tenses) dan suasana hati (modalitas) yang ingin disampaikan. Setiap perubahan tenses atau penambahan modal verb membutuhkan penyesuaian bentuk predikat, sementara subjek tetap menjadi titik tetap yang dijelaskan. Hubungan ini dinamis dan teratur, mengikuti pola-pola tertentu yang, sekali dikuasai, akan membuka kemampuan untuk mengekspresikan segala sesuatu dari kenangan masa lalu hingga rencana dan harapan masa depan.

Dalam tenses sederhana, keselarasan itu tampak jelas pada akhiran -s/-es untuk subjek orang ketiga tunggal di present tense. Namun, pada tenses yang melibatkan kata kerja bantu seperti “be” atau “have,” predikat berubah bentuk sesuai dengan subjek: “I am” vs. “He is,” “I have” vs. “She has.” Ketika masuk ke dunia modal verbs (can, could, will, would, shall, should, may, might, must), predikat kata kerja utama selalu kembali ke bentuk dasar (base form), terlepas dari subjeknya.

Inilah keindahan sistemnya: aturan yang konsisten untuk mengekspresikan kompleksitas makna. Memahami simfoni ini memungkinkan kita untuk tidak hanya menyatakan fakta, tetapi juga menyampaikan tingkat kepastian, izin, keharusan, dan kemampuan.

Keselarasan Subjek-Predikat dalam Tenses Sederhana

Tabel berikut menunjukkan bagaimana pasangan subjek-pronoun mempengaruhi bentuk predikat dalam present dan past simple tense.

Subjek (Pronoun) Predikat (Present Simple) Predikat (Past Simple) Contoh Kalimat (Positif) Contoh Kalimat (Negatif)
I / You / We / They Verb base form (work, go) Verb past form (worked, went) They work here. We went early. They do not (don’t) work here. We did not (didn’t) go early.
He / She / It Verb base form + s/es (works, goes) Verb past form (worked, went) She works here. It went well. She does not (doesn’t) work here. It did not (didn’t) go well.

Pengaruh Modal Verbs pada Hubungan Subjek-Predikat

Perhatikan bagaimana pilihan modal verb mengubah hubungan logis antara subjek dan aksi dalam predikat:

1. “The team finishes the report by Friday.” (Present Simple: fakta, jadwal tetap). Hubungannya langsung dan faktual.
2. “The team can finish the report by Friday.” (Modal “can”: menyatakan kemampuan atau kemungkinan). Hubungannya menjadi tentang kapasitas, bukan kepastian.

3. “The team must finish the report by Friday.” (Modal “must”: menyatakan keharusan atau kewajiban yang kuat). Hubungannya menjadi tentang tekanan eksternal atau kebutuhan mutlak.
4. “The team should finish the report by Friday.” (Modal “should”: menyatakan rekomendasi atau ekspektasi).

Hubungannya menjadi tentang apa yang dianggap tepat atau bijaksana.

Subjek “the team” tetap sama, tetapi sifat dari “finishing the report” berubah total—dari sebuah kepastian menjadi sebuah kemampuan, kewajiban, atau anjuran—semata-mata karena perubahan modal verb dalam predikat.

Latihan Mengisi Predikat yang Hilang

Isilah bagian predikat yang hilang pada kalimat-kalimat berikut, perhatikan kesesuaiannya dengan subjek (tunggal/jamak) dan tenses yang diisyaratkan.

  • Every morning, the birds outside my window _____ loudly. (Present Simple, subjek jamak). (Jawaban: sing)
  • She _____ her grandparents last weekend. (Past Simple, subjek tunggal). (Jawaban: visited)
  • Right now, the committee _____ on the final proposal. (Present Continuous, subjek tunggal kolektif). (Jawaban: is working)
  • By next year, I _____ in this company for a decade. (Future Perfect, subjek “I”). (Jawaban: will have worked)
  • If they had more time, they _____ the project more thoroughly. (Conditional Type 2, subjek jamak). (Jawaban: would examine / could examine)

Konstruksi Kalimat Interogatif dan Negatif dengan Fokus pada Inversi Subjek-Predikat

Membentuk kalimat tanya dan penyangkalan dalam bahasa Inggris sering kali melibatkan sebuah operasi gramatikal yang elegan: inversi, atau pembalikan posisi subjek dan predikat (atau bagian dari predikat). Dalam kalimat deklaratif standar, urutannya adalah Subjek + Predikat. Untuk mengubahnya menjadi pertanyaan atau negasi, kita memutar balik urutan tersebut atau menyisipkan operator bantu “do,” “does,” atau “did.” Proses ini bukan sekadar trik mekanis, tetapi sebuah sistem yang memastikan kejelasan fungsi kalimat—apakah itu pernyataan, pertanyaan, atau sangkalan.

Pada kalimat yang sudah mengandung kata kerja bantu (seperti “be,” “have,” modal verbs), inversi terjadi dengan langsung memindahkan kata kerja bantu tersebut ke depan subjek. Contoh: “She is coming” menjadi “Is she coming?” Untuk kalimat dengan kata kerja utama saja (seperti “work,” “like”), kita memerlukan operator “do/does/did” untuk melakukan inversi dan sekaligus menandai tenses-nya. Inilah mengapa “He works” menjadi “Does he work?” dan “They worked” menjadi “Did they work?” Pemahaman tentang kapan menggunakan inversi langsung dan kapan memerlukan operator “do” adalah kunci untuk membentuk kalimat interogatif dan negatif dengan tepat dan percaya diri.

Pola Inversi dalam Kalimat Interogatif

Latihan Mengisi Kalimat Bahasa Inggris: Subjek dan Predikat

Source: cake.me

Jenis Kalimat Interogatif Pola Inversi Peran Operator Do/Does/Did Contoh Transformasi (Deklaratif → Interogatif)
Yes/No Question (dengan kata kerja bantu) Auxiliary Verb + Subject + Main Verb? Tidak digunakan. She is sleeping. → Is she sleeping?
Yes/No Question (tanpa kata kerja bantu) Do/Does/Did + Subject + Verb Base Form? Sebagai operator untuk inversi dan penanda tense. He likes coffee. → Does he like coffee?
Wh- Question (menggunakan kata tanya) Wh- Word + Auxiliary/Do + Subject + Verb? Digunakan jika tidak ada kata kerja bantu lain. They went to Paris. → Where did they go?
Tag Question Deklaratif + Tag (Auxiliary + not + Subject)? Digunakan dalam tag jika kalimat utama tanpa auxiliary. She sings well, doesn’t she? He didn’t call, did he?
BACA JUGA  Tujuan Utama Kerjasama Antar Bangsa Fondasi Dunia yang Terhubung

Contoh Percakapan dengan Variasi Kalimat Tanya

Percakapan 1 (Yes/No Question):
A: ” Did you finish the report?”
B: “No, not yet. Are you in a hurry for it?”

Percakapan 2 (Wh- Question):
A: ” Where did you put the meeting minutes?”
B: “I saved them on the shared drive. Why do you ask?”

Percakapan 3 (Tag Question):
A: “The presentation went quite smoothly, didn’t it?”
B: “It did. The client seemed pleased, didn’t they?”

Latihan Transformasi Kalimat

Ubahlah kalimat deklaratif berikut menjadi bentuk negatif dan interogatif (yes/no question). Perhatikan perubahan pada predikat.

  • Deklaratif: She understands the instructions.
    Negatif: She does not (doesn’t) understand the instructions.
    Interogatif: Does she understand the instructions?
  • Deklaratif: They were waiting for the bus.
    Negatif: They were not (weren’t) waiting for the bus.
    Interogatif: Were they waiting for the bus?
  • Deklaratif: He has completed the training.
    Negatif: He has not (hasn’t) completed the training.
    Interogatif: Has he completed the training?
  • Deklaratif: My computer works perfectly.
    Negatif: My computer does not (doesn’t) work perfectly.
    Interogatif: Does my computer work perfectly?

Permainan Linguistik Mengganti Fungsi Subjek Menjadi Predikat dan Sebaliknya

Bahasa Inggris menawarkan kelincahan yang menarik: kita dapat mengambil sebuah ide yang biasanya berfungsi sebagai subjek (sebuah benda) dan mengubahnya menjadi bagian dari predikat, atau sebaliknya. Teknik ini sering melibatkan nominalisasi—mengubah kata kerja atau adjective menjadi kata benda—serta penggunaan gerund (verb-ing) dan infinitive (to + verb) yang dapat berperan sebagai subjek atau objek dalam kalimat. Permainan linguistik ini bukan hanya soal tata bahasa, tetapi juga tentang variasi gaya dan penekanan dalam menulis dan berbicara.

Misalnya, alih-alih mengatakan “He arrived late, which annoyed everyone,” kita bisa menggunakan gerund sebagai subjek: ” His late arrival annoyed everyone.” Di sini, aksi “arrived” berubah menjadi konsep benda “arrival” yang menjadi subjek baru. Begitu pula, infinitive dapat berfungsi sebagai subjek: ” To master a language takes time.” Kemampuan untuk memutar fungsi kata ini memungkinkan kita untuk membuat kalimat yang lebih padat, formal, atau sekadar berbeda ritmenya.

Ini adalah alat yang sangat berharga untuk menghindari repetisi dan meningkatkan kematangan ekspresi tertulis.

Perbandingan Kata Kerja, Gerund, dan Infinitive

Kata Kerja Dasar Bentuk Gerund / Infinitive Fungsi Baru dalam Kalimat Contoh Penggunaan
decide to decide (infinitive) Subjek atau Objek To decide is the hardest part. (Subjek) She needs to decide. (Objek)
run running (gerund) Subjek atau Objek Running is good for health. (Subjek) He enjoys running. (Objek)
successful (adj) success (nominalisasi) Subjek atau Objek Success requires hard work. (Subjek) They celebrated their success. (Objek)
analyze analyzing (gerund) / analysis (nominalisasi) Subjek Analyzing the data took hours. The analysis of the data took hours.

Analisis Efektivitas: Klausa vs. Nominalisasi

Paragraf dengan Banyak Klausa: “The company invested heavily in research. This was a strategic move. It allowed them to innovate faster. Their competitors noticed this and felt concerned.” Paragraf ini terdiri dari kalimat-kalimat pendek yang terhubung secara sederhana. Gaya ini jelas dan langsung, tetapi dapat terasa tersendat-sendat.

Paragraf dengan Nominalisasi: “The company’s heavy investment in research was a strategic move. This investment enabled faster innovation, which in turn sparked concern among their competitors.” Di sini, kata kerja “invested” menjadi kata benda “investment,” dan “felt concerned” menjadi “sparked concern.” Paragraf ini lebih padat, kohesif, dan terdengar lebih formal atau analitis karena fokusnya bergeser dari pelaku aksi (“the company did X”) ke konsep abstrak (“investment enabled Y”).

Langkah-Langkah Latihan Memutar Fungsi Kata

Berikut adalah latihan kreatif untuk berlatih mengubah subjek menjadi elemen predikat dan sebaliknya.

  • Langkah 1: Identifikasi Aksi. Ambil sebuah kalimat sederhana dengan kata kerja aksi. Contoh: “The child apologized sincerely.”
  • Langkah 2: Ubah Aksi menjadi Konsep Benda (Nominalisasi). Cari kata benda yang terkait dengan kata kerja tersebut. “Apologized” → “Apology.”
  • Langkah 3: Buat Subjek Baru. Gunakan kata benda itu sebagai subjek, dan cari kata kerja baru yang cocok. Contoh: “The child’s sincere apology was accepted.”
  • Langkah 4: Gunakan Gerund. Coba juga dengan gerund. Contoh: ” Apologizing sincerely resolved the conflict.”
  • Langkah 5: Latihan Terbalik. Ambil kalimat dengan subjek kata benda abstrak, seperti “His departure surprised us.” Coba ubah menjadi kalimat dengan klausa: “That he departed surprised us.” atau “He departed, which surprised us.”

Ringkasan Penutup

Jadi, begitulah perjalanan kita mengelilingi dunia subjek dan predikat. Dari fondasi paling sederhana hingga permainan linguistik yang memutar fungsinya, kedua elemen ini tetap menjadi jantung dari setiap ungkapan. Latihan-latihan yang telah dijelaskan bukan tentang menghafal rumus kaku, melainkan tentang melatih nalar untuk merasakan irama dan logika dasar bahasa Inggris.

Pada akhirnya, tujuan dari semua ini adalah kebebasan: kebebasan untuk menyusun pikiran dengan jelas, menyampaikan maksud dengan tepat, dan berekspresi tanpa khawatir struktur kalimatnya runtuh. Teruslah berlatih, perhatikan pola dalam setiap kalimat yang dibaca atau didengar, dan lihatlah bagaimana pemahaman ini secara diam-diam akan mengubah cara kita berkomunikasi menjadi lebih mantap dan terstruktur.

Tanya Jawab (Q&A)

Apakah dalam bahasa Inggris lisan (spoken) aturan subjek dan predikat ini sering dilanggar?

Dalam percakapan informal, elipsis (penghilangan kata) yang melibatkan subjek atau bagian predikat sangat umum dan dapat diterima selama konteksnya jelas. Namun, “pelanggaran” pada struktur inti (misalnya, ketidaksesuaian subjek-tunggal dengan predikat-jamak) tetap akan terdengar aneh dan mengganggu pemahaman, bahkan dalam situasi santai.

Bagaimana cara membedakan predikat yang hanya berupa kata kerja (simple predicate) dengan bagian predikat yang lebih panjang (complete predicate)?

Simple predicate adalah hanya kata kerja utama (atau kata kerja bantu + utama) saja. Complete predicate adalah segala sesuatu yang bukan subjek dalam kalimat, yaitu kata kerja beserta semua objek, komplemen, dan keterangan yang mengikutinya. Misal, dalam “She quickly reads an interesting book every night,” simple predicate-nya adalah “reads”, sedangkan complete predicate-nya adalah “quickly reads an interesting book every night”.

Mengapa dalam kalimat tanya seperti “Are you happy?” posisi subjek dan kata kerjanya terbalik?

Pembalikan (inversi) antara subjek dan kata kerja bantu (are, is, am, was, were, have, has, had, modal seperti can, will) adalah aturan baku dalam membentuk banyak jenis kalimat tanya dalam bahasa Inggris. Inversi ini berfungsi sebagai penanda gramatikal yang memberi sinyal kepada pendengar bahwa yang diucapkan adalah sebuah pertanyaan, bukan pernyataan.

Apakah frasa “there is” atau “there are” dianggap sebagai subjek dalam sebuah kalimat?

Tidak. “There” dalam konstruksi ini berfungsi sebagai “dummy subject” atau subjek semu. Subjek gramatikal yang sebenarnya adalah kata benda yang mengikuti “be” (is/are). Misalnya, dalam “There are many problems,” subjek sebenarnya adalah “many problems”, dan “are” adalah predikatnya. “There” hanya penanda tempat yang kosong secara makna.

Leave a Comment