Luas Belah Ketupat Diagonal 3 4 Keliling 80 cm dan Cara Menghitungnya

Luas Belah Ketupat dengan Diagonal 3:4 dan Keliling 80 cm – Luas Belah Ketupat dengan Diagonal 3:4 dan Keliling 80 cm bukan sekadar angka, melainkan sebuah teka-teki geometri yang menarik untuk dipecahkan. Soal ini menggabungkan konsep keliling, perbandingan, dan teorema Pythagoras dalam satu paket, menantang logika sekaligus mengasah ketelitian. Bagi yang gemar matematika, proses menemukan jawabannya terasa seperti menyusun puzzle yang memuaskan.

Belah ketupat, dengan keempat sisinya yang sama panjang, menyimpan hubungan rahasia antara diagonal-diagonalnya dan panjang sisi. Ketika keliling dan perbandingan diagonal diketahui, kita dapat membongkar rahasia itu langkah demi langkah. Artikel ini akan memandu Anda melalui proses perhitungan yang sistematis, dari mencari panjang sisi hingga mengungkap luas akhir belah ketupat tersebut.

Perhitungan luas belah ketupat dengan perbandingan diagonal 3:4 dan keliling 80 cm memerlukan ketelitian analitis, mirip dengan klasifikasi biologis yang teliti seperti saat mengkaji Spora paku Rane Selaginella wildenowii tergolong paku. Keduanya menuntut pendekatan sistematis: setelah menemukan sisi belah ketupat 20 cm dari keliling, nilai diagonal dan luas akhir pun dapat ditentukan dengan presisi.

Pengantar dan Definisi Belah Ketupat: Luas Belah Ketupat Dengan Diagonal 3:4 Dan Keliling 80 cm

Sebelum menyelami perhitungan yang spesifik, penting untuk memahami karakter dasar dari belah ketupat. Belah ketupat, atau rhombus, adalah bangun datar segi empat yang memiliki keunikan tersendiri. Sifat utamanya yang paling mencolok adalah keempat sisinya memiliki panjang yang sama. Selain itu, diagonal-diagonalnya berpotongan tegak lurus dan saling membagi dua sama panjang. Perpotongan ini membentuk empat segitiga siku-siku yang kongruen di dalamnya.

Rumus perhitungan untuk belah ketupat relatif sederhana. Keliling belah ketupat dihitung dengan menjumlahkan keempat sisinya, atau secara matematis ditulis K = 4 × s, di mana ‘s’ merupakan panjang sisi. Sementara itu, luas belah ketupat dapat dihitung melalui dua pendekatan utama: menggunakan panjang kedua diagonal (d1 dan d2) dengan rumus L = ½ × d1 × d2, atau menggunakan alas dan tinggi seperti pada jajar genjang, yaitu L = s × t.

Untuk memperjelas posisi belah ketupat dalam keluarga segi empat, tabel berikut membandingkan sifat-sifatnya dengan dua bangun datar lain yang sering dikaitkan.

Sifat Belah Ketupat Persegi Jajar Genjang
Panjang Sisi Keempatnya sama Keempatnya sama Sisi berhadapan sama
Besar Sudut Sudut berhadapan sama Semua sudut 90° Sudut berhadapan sama
Diagonal Tegak lurus, membagi dua sama panjang Tegak lurus, sama panjang, membagi dua sama panjang Tidak tegak lurus, saling membagi dua
Simetri Memiliki sumbu simetri lipat melalui diagonal Memiliki 4 sumbu simetri lipat Tidak memiliki sumbu simetri lipat
BACA JUGA  Menghitung Pendapatan Ekuilibrium Fungsi Saving S=-30+0.4y dan Investasi 50 Triliun

Memahami Data dan Mencari Panjang Sisi

Langkah pertama dalam menyelesaikan masalah ini adalah mengurai informasi yang diberikan. Diketahui keliling belah ketupat adalah 80 sentimeter. Karena keliling merupakan penjumlahan dari keempat sisi yang sama panjang, maka panjang satu sisi dapat ditemukan dengan membagi keliling tersebut dengan empat.

Perhitungan ini menjadi fondasi bagi semua langkah selanjutnya. Tanpa mengetahui panjang sisi, mustahil kita dapat menghubungkannya dengan informasi perbandingan diagonal yang diberikan. Panjang sisi ini akan menjadi sisi miring dari segitiga siku-siku yang terbentuk oleh setengah dari masing-masing diagonal.

Keliling (K) = 4 × sisi (s)

cm = 4 × s

s = 80 cm / 4
s = 20 cm

Dengan demikian, diperoleh panjang setiap sisi belah ketupat adalah 20 sentimeter. Nilai ini adalah konstanta kunci yang akan digunakan dalam penerapan teorema Pythagoras.

Hubungan Diagonal dan Sisi dalam Belah Ketupat

Diagonal belah ketupat, yang berpotongan tegak lurus di titik tengahnya, membagi bangun tersebut menjadi empat segitiga siku-siku yang identik. Pada setiap segitiga siku-siku tersebut, kaki-kakinya adalah setengah dari panjang diagonal (½d1 dan ½d2), sedangkan sisi miringnya adalah panjang sisi belah ketupat (s).

Hubungan fundamental ini diatur oleh teorema Pythagoras. Teorema tersebut menyatakan bahwa kuadrat dari sisi miring sama dengan jumlah kuadrat dari kedua sisi siku-sikunya. Dalam konteks belah ketupat, hubungan itu dimodelkan dengan persamaan yang elegan.

(½d1)² + (½d2)² = s²

Diketahui perbandingan diagonal adalah 3:4. Untuk memudahkan perhitungan aljabar, kita dapat merepresentasikan panjang diagonal sebenarnya dengan variabel. Misalkan faktor pengali umum adalah ‘x’, maka diagonal pertama (d1) dapat ditulis sebagai 3x dan diagonal kedua (d2) sebagai 4x. Representasi ini mengubah perbandingan menjadi bentuk yang siap diolah secara matematis.

Variasi perbandingan diagonal akan menghasilkan bentuk belah ketupat yang berbeda meski panjang sisinya sama. Tabel berikut mengilustrasikan pengaruhnya.

Perbandingan d1 : d2 Karakteristik Bentuk Pengaruh pada Sudut Contoh Nilai Diagonal (jika s=20)
1 : 1 Menjadi persegi Semua sudut 90° d1 = d2 ≈ 28.28 cm
3 : 4 (kasus soal) Belah ketupat “pipih” Sudut lancip dan tumpul berbeda d1 = 24 cm, d2 = 32 cm
Perbandingan ekstrem (misal 1:5) Sangat memanjang dan ramping Sudut lancip sangat kecil d1 sangat kecil, d2 mendekati 40 cm

Menghitung Panjang Diagonal Berdasarkan Perbandingan

Luas Belah Ketupat dengan Diagonal 3:4 dan Keliling 80 cm

Source: gramedia.net

Sekarang kita memiliki semua komponen untuk menyusun persamaan. Panjang sisi (s) sudah diketahui 20 cm. Diagonal dinyatakan sebagai d1 = 3x dan d2 = 4x. Langkah selanjutnya adalah mensubstitusi nilai-nilai ini ke dalam persamaan Pythagoras yang telah diturunkan sebelumnya.

BACA JUGA  Luas Daerah Arsiran Bila OA dan OB 7 cm Hitung dengan Tepat

Substitusi dilakukan pada rumus (½d1)² + (½d2)² = s². Setengah dari d1 adalah (3x)/2 dan setengah dari d2 adalah (4x)/2 atau 2x. Persamaan kemudian diselesaikan secara aljabar untuk mencari nilai ‘x’, yang merupakan faktor pengali kunci.

  • 3x)² + (½
  • 4x)² = 20²

(1.5x)² + (2x)² = 400

  • 25x² + 4x² = 400
  • 25x² = 400

x² = 400 / 6.25
x² = 64
x = √64
x = 8

Setelah nilai x ditemukan, perhitungan panjang diagonal sebenarnya menjadi sangat sederhana. Kita hanya perlu mengalikan nilai x dengan angka perbandingan masing-masing diagonal.

Menghitung luas belah ketupat dengan perbandingan diagonal 3:4 dan keliling 80 cm memerlukan ketelitian, serupa dengan memahami konversi satuan dalam kehidupan sehari-hari, seperti yang dijelaskan dalam artikel Berapa Buah dalam 1 Kodi, Lusin, Gros, dan Rim. Pemahaman konsep satuan dan perbandingan ini justru memperkuat analisis, sehingga kita dapat menentukan panjang sisi belah ketupat terlebih dahulu sebelum menghitung luasnya secara akurat.

d1 = 3x = 3

8 = 24 cm

d2 = 4x = 4 – 8 = 32 cm

Jadi, panjang diagonal-diagonal belah ketupat tersebut adalah 24 sentimeter dan 32 sentimeter. Hasil ini konsisten dengan sifat bahwa diagonal belah ketupat saling berpotongan tegak lurus.

Perhitungan Luas Akhir dan Verifikasi

Dengan kedua panjang diagonal telah diperoleh, perhitungan luas belah ketupat dapat dilakukan secara langsung. Rumus luas belah ketupat menggunakan diagonal adalah setengah dari hasil kali kedua diagonalnya. Substitusi nilai d1 dan d2 akan memberikan jawaban akhir dari masalah yang diajukan.

Luas (L) = ½ × d1 × d2
L = ½ × 24 cm × 32 cm
L = ½ × 768 cm²
L = 384 cm²

Dengan demikian, luas belah ketupat yang memiliki keliling 80 cm dan perbandingan diagonal 3:4 adalah 384 sentimeter persegi. Untuk memahami sensitivitas luas terhadap perubahan parameter, perhatikan tabel variasi berikut.

Keliling (cm) Perbandingan Diagonal Panjang Sisi (cm) Luas Hasil (cm²)
80 3 : 4 20 384
80 1 : 1 20 400
100 3 : 4 25 600
60 3 : 4 15 216

Tabel tersebut menunjukkan bahwa dengan keliling tetap, luas maksimum dicapai ketika belah ketupat berbentuk persegi (diagonal sama panjang). Selain itu, peningkatan keliling secara proporsional akan meningkatkan luas dengan faktor kuadrat.

Aplikasi dan Contoh Soal Variasi

Untuk menguasai konsep ini, latihan dengan variasi soal sangat diperlukan. Berikut dua contoh soal dengan tingkat kerumitan berbeda, dilengkapi penyelesaian sistematis.

Contoh Soal 1: Perbandingan dan Keliling Berbeda, Luas Belah Ketupat dengan Diagonal 3:4 dan Keliling 80 cm

Sebuah belah ketupat memiliki keliling 60 cm dan perbandingan panjang diagonalnya adalah 5 : 12. Tentukan luas dari belah ketupat tersebut.

Penyelesaian:

1. Cari panjang sisi

s = K/4 = 60 cm / 4 = 15 cm.

2. Misalkan diagonal

d1 = 5x, d2 = 12x.

3. Gunakan rumus Pythagoras

Menghitung luas belah ketupat dengan perbandingan diagonal 3:4 dan keliling 80 cm memerlukan ketelitian dalam mengolah angka, serupa dengan presisi yang dibutuhkan saat mempelajari konsep waktu. Pemahaman mendalam tentang satuan dan konteks, seperti yang dijabarkan dalam Daftar Waktu dalam Bahasa Inggris , sangat krusial untuk menguasai berbagai disiplin ilmu. Dalam kasus belah ketupat ini, setelah sisi ditemukan 20 cm, diagonal-diagonalnya dapat dihitung sehingga luasnya pun terungkap secara definitif.

(½*5x)² + (½*12x)² = 15² → (2.5x)² + (6x)² = 225 → 6.25x² + 36x² = 225 → 42.25x² = 225 → x² = 225/42.25 → x² = 5.325… → x ≈ 2.308.

4. Hitung diagonal

d1 ≈ 5

  • 2.308 = 11.54 cm; d2 ≈ 12
  • 2.308 = 27.696 cm.
  • 5. Hitung luas

    L = ½

  • 11.54
  • 27.696 ≈ 159.8 cm².

Contoh Soal 2: Diketahui Salah Satu Diagonal

Keliling sebuah belah ketupat adalah 52 cm. Panjang salah satu diagonalnya adalah 24 cm. Hitunglah luas belah ketupat tersebut.

Penyelesaian:

1. Cari panjang sisi

s = 52 cm / 4 = 13 cm.
Diagonal yang diketahui (misal d1) = 24 cm, maka setengahnya = 12 cm.

  • 3. Cari setengah diagonal lain (½d2) dengan Pythagoras

    (½d2)² = s²

  • (½d1)² = 13²
  • 12² = 169 – 144 = 25. Jadi, ½d2 = √25 = 5 cm.
  • Maka d2 = 2
  • 5 = 10 cm.
  • 5. Hitung luas

    L = ½

  • 24 cm
  • 10 cm = 120 cm².

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyelesaikan masalah serupa adalah memastikan penggunaan setengah diagonal dalam rumus Pythagoras, ketelitian dalam operasi aljabar terutama saat mengkuadratkan bilangan pecahan, dan selalu memverifikasi bahwa hasil akhir memiliki satuan yang tepat (cm² untuk luas). Pendekatan langkah demi langkah seperti di atas akan meminimalisir kesalahan.

Pemungkas

Dengan demikian, perjalanan dari data keliling 80 cm dan perbandingan diagonal 3:4 berhasil mengantarkan kita pada luas belah ketupat sebesar 384 cm². Proses ini menegaskan bahwa pemahaman mendasar tentang sifat-sifat bangun datar dan penerapan rumus secara tepat adalah kunci utama. Soal semacam ini tidak hanya menguji kemampuan berhitung, tetapi juga melatih nalar dalam menghubungkan berbagai informasi yang tersedia untuk sampai pada solusi yang elegan dan akurat.

Panduan Tanya Jawab

Apakah belah ketupat dengan diagonal 3:4 selalu memiliki sudut yang sama?

Ya, perbandingan diagonal 3:4 menghasilkan sudut-sudut yang tetap besarnya, karena perbandingan ini menentukan bentuk segitiga siku-siku pembentuknya. Sudut lancip belah ketupat tersebut akan selalu sama.

Bagaimana jika perbandingan diagonalnya dibalik menjadi 4:3, apakah luasnya berubah?

Tidak, luasnya akan tetap sama. Rumus luas adalah ½ × d1 × d2. Hasil perkalian 3x × 4x sama dengan 4x × 3x, sehingga nilai x dan luas akhirnya identik. Yang berubah hanyalah orientasi belah ketupatnya.

Bisakah soal ini diselesaikan dengan metode lain selain menggunakan teorema Pythagoras?

Secara konseptual, teorema Pythagoras adalah cara paling langsung karena memanfaatkan segitiga siku-siku dalam belah ketupat. Metode lain mungkin lebih rumit dan tidak efisien untuk kasus spesifik dengan data keliling dan perbandingan ini.

Apakah jawaban luas 384 cm² ini merupakan satu-satunya solusi yang mungkin?

Ya, untuk data keliling 80 cm dan perbandingan diagonal 3:4, panjang diagonal yang diperoleh adalah tunggal (24 cm dan 32 cm), sehingga luas 384 cm² adalah satu-satunya jawaban yang benar dan logis.

Leave a Comment