Menyelesaikan Persamaan Aritmatika (-7)+24+(-15)=24-(-16)-13

Menyelesaikan Persamaan Aritmatika (-7)+24+(-15)=24-(-16)-13 itu seperti memecahkan teka-teki kecil yang menyenangkan. Di balik barisan angka dan simbol yang mungkin terlihat acak, tersembunyi logika yang rapi dan elegan. Mari kita telusuri bersama, mengupas lapisan-lapisannya dengan cara yang santai namun tetap mendalam, untuk menemukan keindahan matematika dalam persamaan sederhana ini. Kita akan melihat bagaimana angka-angka ini berinteraksi, bergerak, dan akhirnya bertemu dalam sebuah titik keseimbangan yang sempurna.

Persamaan ini bukan sekadar latihan menghitung biasa. Ia menghadirkan tantangan klasik tentang bilangan negatif, tanda kurung, dan konsep pengurangan yang kerap membingungkan. Dengan pendekatan yang visual dan naratif, kita akan membongkar sisi kiri dan kanan persamaan, menyusun ulang langkah-langkahnya, dan memverifikasi kebenarannya dari berbagai sudut pandang. Proses ini akan mengungkap bahwa matematika, pada dasarnya, adalah bahasa yang sangat logis dan memikat untuk diceritakan.

Mengurai Lapisan Numerik dalam Ekspresi Aritmatika Campuran

Bayangkan ekspresi aritmatika seperti bawang bombay. Ia memiliki lapisan-lapisan yang perlu dikupas untuk sampai ke inti nilainya. Tanda kurung dan tanda negatif adalah lapisan pelindung pertama itu. Mereka bukan sekadar hiasan; mereka adalah instruksi yang memberi tahu kita prioritas dan sifat dari sebuah bilangan. Tanda kurung mengelompokkan, memisahkan, dan kadang-kadang hanya menegaskan identitas.

Sementara tanda negatif adalah lebih dari sekadar pengurangan; ia adalah penanda arah, sebuah invers, atau penyangkalan. Dalam persamaan kita, (-7)+24+(-15), tanda kurung mengapit bilangan negatif untuk mempertegas bahwa tanda “-” adalah bagian dari bilangan itu sendiri, bukan operasi pengurangan. Interaksi mereka, terutama saat bertemu seperti pada “-(-16)”, adalah momen ajaib matematika di mana penyangkalan ganda berubah menjadi penegasan.

Efek Penghilangan Tanda Kurung

Tanda kurung sering dianggap remeh, namun menghilangkannya bisa mengubah makna sepenuhnya. Mari kita lihat dampaknya pada bagian-bagian kritis dalam persamaan kita dan contoh lainnya. Perhatikan bagaimana kehadiran tanda kurung menjaga integritas bilangan negatif, sementara ketiadaannya dapat membuat mereka “melebur” dengan operator di sekitarnya dan menimbulkan ambiguitas.

Bagian Ekspresi Dengan Tanda Kurung Tanpa Tanda Kurung Dampak pada Interpretasi
(-7) Bilangan negatif tujuh yang jelas. Bisa dibaca sebagai operasi pengurangan 7, bergantung posisi. Jika di awal, seperti “-7 + 24”, makna tetap sama. Namun dalam ekspresi kompleks, bisa rancu.
(-15) Bilangan negatif lima belas yang jelas. Serupa dengan -15. Dalam konteks “+ (-15)”, menghilangkan kurung menjadi “+ -15” yang kurang rapi namun dimengerti. Nilai bilangan tidak berubah, tetapi notasi menjadi kurang formal dan berpotensi salah baca.
-(-16) Operasi pengurangan terhadap bilangan negatif enam belas. Menjadi “- -16”. Dua tanda negatif berdampingan. Secara logika sama, yaitu “+16”, tetapi aturan penulisan formal menghindari dua operator berdampingan tanpa pengelompokan.
Contoh: 10 – (5 – 2) Kurung memprioritaskan (5-2)=3, hasilnya 10 – 3 = 7. Menjadi 10 – 5 – 2, yang diselesaikan kiri ke kanan menjadi 5 – 2 = 3. Nilai akhir berubah dari 7 menjadi 3. Ini contoh nyata di mana kurung mengubah hasil.

Prinsip Pengelompokan dan Hasil Akhir

Keindahan sifat asosiatif dan komutatif dalam penjumlahan adalah kita bisa mengelompokkan ulang tanpa mengganggu kebenaran akhir. Ambil contoh sederhana: 5 + (-3) +
9. Kita bisa menyelesaikan secara standar dari kiri: 5 + (-3) = 2, lalu 2 + 9 =
11. Namun, kita juga bisa mengelompokkan dengan cara lain: [5 + 9] + (-3). Hasilnya, 14 + (-3) = 11.

Alur pikirnya berbeda—kita mengumpulkan bilangan positif dulu—namun destinasi akhirnya sama. Ini seperti memilih rute berbeda melalui taman yang sama; pemandangan selama perjalanan mungkin berubah, tetapi pintu keluarnya tetap satu.

Mengubah “-(-16)” menjadi “+16” adalah konsep fundamental yang sering menjadi batu sandungan. Ini bukan trik, melainkan penerapan logika konsisten: mengurangkan sebuah utang (-16) sama efeknya dengan menambah aset. Jika “negatif” berarti lawan, maka “negatif dari negatif” adalah kembali ke positif. Melewatkan langkah penyederhanaan ini sering menyebabkan kesalahan tanda kumulatif yang fatal di tengah perhitungan panjang.

Alur Pikir Visual dalam Menyusun Ulang Deretan Bilangan

Mari kita bayangkan garis bilangan sebagai sebuah panggung, dan setiap bilangan dalam persamaan (-7)+24+(-15) adalah seorang penari dengan instruksi gerakan. Bilangan -7 berdiri 7 langkah di sebelah kiri titik nol (stage left). Instruksi “+24” memintanya melompat besar 24 langkah ke kanan, mendarat di posisi +
17. Kemudian, “+(-15)” adalah perintah untuk mundur 15 langkah ke kiri, berakhir di posisi +
2.

BACA JUGA  Pentingnya Organisasi Memiliki Tujuan Tertentu Sebagai Kompas Utama

Sementara itu, di sisi kanan panggung, kita punya cerita lain: 24 – (-16)
-13. Sang “24” sudah di posisinya. Instruksi “-(-16)” yang membingungkan itu ternyata berarti “tolak mundur 16 langkah ke kiri”—namun karena diminta menolak mundur, ia justru maju 16 langkah ke kanan, sampai ke +40. Lalu “-13” adalah mundur 13 langkah, kembali lagi ke posisi +2. Kedua koreografi yang berbeda ini berakhir di titik panggung yang persis sama.

Strategi Mencari Pasangan Intuitif

Daripada mengikuti urutan dari kiri ke kanan secara kaku, mata terlatih dapat melihat pasangan-pasangan bilangan yang saling melengkapi atau meniadakan. Pendekatan ini menghemat waktu dan mengurangi kesalahan. Berikut adalah strategi untuk mengidentifikasi pasangan tersebut:

  • Cari bilangan berlawanan: Periksa apakah ada bilangan positif dan negatif dengan nilai absolut yang sama (misalnya, +7 dan -7). Mereka langsung meniadakan menjadi nol.
  • Kelompokkan yang sejenis: Kumpulkan semua bilangan positif dan semua bilangan negatif secara terpisah. Jumlahkan masing-masing kelompok, lalu baru cari selisihnya. Ini seperti memisahkan koin dan utang sebelum menghitung kekayaan bersih.
  • Identifikasi “penyederhanaan mudah”: Perhatikan operasi seperti “-(-a)” yang langsung menjadi “+a”. Selesaikan ini di awal untuk membersihkan kerumitan tanda.
  • Gunakan bilangan bulat yang mudah: Jika ada pasangan seperti +24 dan -15, kita bisa melihatnya sebagai +24 – 15, yang lebih mudah dihitung (+9) daripada membayangkan penjumlahan negatif.

Prosedur Langkah demi Langkah dengan Momen Kritis

Mari kita terapkan strategi ini pada sisi kiri persamaan: (-7) + 24 + (-15). Kita akan mengurai langkah-langkahnya dengan perhatian khusus pada interaksi kritis.

Langkah 1: Identifikasi dan sederhanakan notasi. (-7) adalah -7, dan +(-15) adalah –

Menyelesaikan persamaan (-7)+24+(-15)=24-(-16)-13 ternyata seru, lho! Kita hitung dulu: sisi kiri hasilnya 2, sisi kanan juga 2. Persis seperti dalam interaksi manusia, di mana keseimbangan adalah kunci. Nah, berbicara keseimbangan, pernah nggak sih kamu penasaran Hubungan sosial lebih bersifat apa secara mendasar? Sama seperti persamaan aritmatika tadi, hubungan yang sehat pun butuh “operasi” penambahan nilai positif dan pengurangan konflik agar hasilnya selalu seimbang dan benar.

15. Ekspresi sekarang

-7 + 24 – 15.
Langkah 2 (Momen Kritis): Jangan langsung menghitung -7+Sebaliknya, lihatlah keseluruhan. Kita bisa mengelompokkan ulang atau menghitung berurutan dengan hati-hati. Jika berurutan: (-7 + 24) = 17. Kemudian 17 – 15 = 2.

Titik kritisnya adalah memastikan tanda minus untuk 15 tetap melekat padanya saat berpindah dari langkah pertama ke kedua.
Langkah 3: Verifikasi dengan pengelompokan lain. Kelompokkan negatif: (-7) + (-15) = –

22. Kemudian tambahkan 24

-22 + 24 = 2. Hasil akhir sama.

Menyelesaikan persamaan aritmatika (-7)+24+(-15)=24-(-16)-13 itu seperti meruntuhkan angka negatif dan positif untuk menemukan keseimbangan. Proses ini mengingatkan kita pada bagaimana alam membangun keseimbangan baru melalui Dua faktor penyebab suksesi primer , di mana interaksi faktor biotik dan abiotik menciptakan komunitas baru. Sama seperti dalam matematika, memahami elemen-elemen penyusunnya—baik itu angka, lingkungan, atau organisme pionir—adalah kunci untuk mendapatkan hasil yang akurat dan bermakna.

Transformasi Visual Menjadi Bentuk yang Ramah

Bentuk asli (-7)+24+(-15) terlihat sedikit berantakan karena tanda kurung dan tanda operasi yang berdekatan. Kita dapat mentransformasinya secara visual menjadi bentuk yang lebih bersih dan mudah dibaca dengan memanfaatkan pemahaman bahwa menambah bilangan negatif sama dengan mengurangkan bilangan positif. Transformasinya adalah sebagai berikut: Pertama, hapus tanda kurung yang tidak perlu untuk bilangan negatif, menjadikannya -7 + 24 –
15. Selanjutnya, kita bisa secara bebas mengatur ulang posisinya berkat sifat komutatif, asalkan kita menjaga tanda setiap bilangan tetap melekat padanya.

Salah satu susunan yang “ramah” adalah dengan menempatkan bilangan positif di depan: 24 – 7 – 15. Bahkan bisa lebih jauh dikelompokkan sebagai 24 – (7 + 15) atau 24 – 22. Esensi dari nilai akhir, yaitu 2, tidak berubah sama sekali. Transformasi ini seperti merapikan kamar yang berantakan; barang-barangnya (bilangan) sama, tetapi penataannya yang membuatnya lebih mudah untuk dianalisa dan digunakan.

Verifikasi Kebenaran Melalui Pendekatan Cermin dari Sisi Kanan Persamaan

Kebenaran dalam matematika sering kali dapat diverifikasi dari berbagai sudut. Daripada hanya menerima bahwa sisi kiri (-7)+24+(-15) sama dengan 2, lalu menghitung sisi kanan untuk membuktikannya, mari kita balik logikanya. Bagaimana jika kita mulai dari sisi kanan, 24 – (-16)
-13, dan mencoba mengurai serta memanipulasinya untuk melihat apakah kita bisa sampai pada bentuk sisi kiri? Pendekatan cermin ini tidak hanya memverifikasi, tetapi juga memperdalam pemahaman tentang hubungan timbal balik antara operasi penjumlahan dan pengurangan, khususnya ketika melibatkan bilangan negatif.

Ini adalah latihan untuk melihat kesetaraan bukan sebagai kebetulan, tetapi sebagai konsekuensi logis dari sifat-sifat bilangan.

Pemetaan Komponen Sisi Kanan ke Sisi Kiri

Mari kita petakan setiap bagian dari sisi kanan “24 – (-16)
-13″ dan telusuri dari mana komponen-komponen ini mungkin berasal jika kita mencoba merekonstruksi sisi kiri. Tabel berikut mengeksplorasi hubungan ini:

BACA JUGA  Arti dan Tujuan Musyawarah Dari Filosofi Diam Hingga Ritme Kata
Komponen Sisi Kanan Nilai Setelah Dihitung Kemungkinan Asal di Sisi Kiri Hubungan dan Transformasi
24 +24 Langsung dari +24 di sisi kiri. Ini adalah elemen positif yang sama persis di kedua sisi.
-(-16) +16 Tidak ada +16 eksplisit di sisi kiri. Harus direkonstruksi dari kombinasi bilangan lain. +16 bisa didapat dari selisih antara +24 dan +8, atau dari penjumlahan bilangan-bilangan kecil. Ini adalah kunci transformasi.
-13 -13 Tidak ada -13 eksplisit di sisi kiri. Harus dipecah. -13 dapat dilihat sebagai kombinasi dari (-7) dan (-6), atau (-15) dan (+2).
Hasil Akhir: 2 2 Hasil akhir sisi kiri juga 2. Kedua sisi bertemu di destinasi yang sama, meski rute operasinya berbeda.

Kesetaraan sebagai Dua Rute Berbeda, Menyelesaikan Persamaan Aritmatika (-7)+24+(-15)=24-(-16)-13

Konsep kesetaraan matematika mirip dengan dua orang yang berangkat dari kota berbeda menuju satu kota tujuan yang sama. Sisi kiri adalah rute melalui jalan pegunungan: berliku, mulai dengan turun (-7), lalu naik tajam (+24), kemudian turun lagi (-15). Sisi kanan adalah rute melalui jalan tol: lurus cepat (+24), lalu ada pintu keluar khusus yang justru mempercepat laju (-(-16) = +16), baru kemudian ada kelokan terakhir (-13).

Meski pemandangan dan tikungannya berbeda, jarak tempuh akhir (nilai numerik) keduanya sama. Persamaan adalah peta yang menunjukkan bahwa kedua rute tersebut valid dan berujung pada satu titik.

Manipulasi Kreatif Sisi Kanan

Sebagai demonstrasi, mari kita manipulasi sisi kanan secara kreatif. Mulai dari 24 – (-16)

13. Langkah pertama, sederhanakan “-(-16)” menjadi “+16”, sehingga menjadi 24 + 16 –
13. Sekarang, kita punya 40 – 13 = 27? Tunggu, itu salah hitung.

Mari kita hitung dengan benar: 24 + 16 = 40, lalu 40 – 13 =
27. Tapi sisi kiri hasilnya
2. Di mana salah? Ternyata tidak ada yang salah di perhitungan ini. Ini justru membuktikan bahwa sisi kanan BUKAN 27, karena kita belum menyamakan dengan sisi kiri.

Kita harus ingat bahwa persamaan awal adalah (-7)+24+(-15) = 24-(-16)-
13. Jika kita hitung sisi kanan dengan benar: 24 – (-16) = 24 + 16 =
40. Lalu 40 – 13 =
27. Ternyata 27 ≠
2. Artinya, ada kesalahan pada persamaan yang diberikan di judul! Ini adalah penemuan kritis.

Verifikasi kreatif justru mengungkap ketidaksetaraan. Mari kita periksa ulang: Sisi kiri: (-7)+24+(-15) =
2. Sisi kanan: 24 – (-16)
-13 = 24+16-13 = 27. Jadi, 2 = 27 adalah salah. Untuk membuatnya setara, misalnya sisi kanan bisa jadi 24 – (+16)
-13 = 24-16-13 = -5, atau 24 – (-16) + 13 =
53.

Contoh ini justru menunjukkan kekuatan verifikasi: pendekatan dari sisi kanan bisa mengungkap inkonsistensi yang terlewat.

Aplikasi Kontekstual Persamaan dalam Skenario Realistis dan Abstrak: Menyelesaikan Persamaan Aritmatika (-7)+24+(-15)=24-(-16)-13

Struktur numerik dengan campuran positif dan negatif bukan hanya permainan simbol. Ia hidup dalam denyut nadi keseharian. Bayangkan sebuah laporan keuangan sederhana seorang freelancer. Pemasukan dari sebuah proyek adalah +
24. Namun, ada biaya operasional awal yang harus dia tanggung, katakanlah 7, yang dalam arus kas tercatat sebagai –
7.

Di tengah pengerjaan, ada penyesuaian biaya tambahan sebesar 15 (-15). Kekayaan bersih dari aktivitas ini adalah +
2. Di sisi lain, cara dia mencatatnya bisa berbeda: Dia melihat pemasukan tetap 24. Lalu, dia ingat ada potongan pajak yang seharusnya (-16) tapi dibatalkan (-(-16)), sehingga malah menambah, dikurangi lagi dengan biaya administrasi 13. Jika catatan ini akurat, seharusnya hasilnya sama.

Jika tidak, seperti yang terungkap di bagian verifikasi, ada selisih yang harus dijelaskan. Ini menunjukkan bagaimana matematika menjadi bahasa universal untuk mengukur keadaan bersih dari serangkaian transaksi yang berlawanan arah.

Narasi Perubahan Suhu Harian

Kisah ini tentang fluktuasi suhu. Suhu pagi hari di sebuah kota adalah -7°C (sangat dingin). Menjelang siang, terjadi kenaikan suhu sebesar 24 derajat, membawa suhu menjadi 17°C. Namun, angin sore yang datang menyebabkan penurunan suhu 15 derajat, sehingga suhu akhir menjadi 2°C. Seorang meteorolog di stasiun yang berbeda mencatat dengan cara unik: Dia mencatat suhu puncak siang 24°C.

Lalu, dia mencatat “penyimpangan dari prediksi embun beku”. Prediksi embun beku adalah -16°C, tetapi karena tidak terjadi, penyimpangannya adalah -(-16), alias +16 derajat dari prediksi. Dari nilai 24+16=40 ini, dia mengurangi efek pendingin malam yang diperkirakan 13 derajat, sehingga dapat prediksi 27°C. Jelas, prediksi ini meleset dari realita 2°C, menunjukkan modelnya perlu dikalibrasi ulang.

Pola “-(-” dalam persamaan, yang bermuara pada “+”, adalah jantung dari logika negasi ganda. Dalam bahasa, “tidak tidak mau” berarti “mau”. Dalam hukum, “tidak terbukti tidak bersalah” tidak sama dengan “terbukti bersalah”, tetapi dalam aritmatika murni, negasi ganda secara tegas kembali ke afirmasi awal. Inilah mengapa “-(-16)” dengan lugas menjadi +16, sebuah penyangkalan yang ditiadakan, meninggalkan esensi positifnya saja.

Operasi dalam Cerita Fiksi Mikro

Setiap operasi dalam persamaan bisa menjadi sebuah adegan dalam drama mini:

  • (-7): Awal cerita, sang protagonis kehilangan 7 keping emas dari kantongnya karena lubang.
  • +24: Di tengah jalan, ia menemukan harta karun berisi 24 keping emas, mengganti kerugian dan memberinya kelebihan.
  • +(-15): Sukacitanya terganggu ketika ia harus membayar denda 15 keping emas karena melanggar peraturan kerajaan saat mengambil harta karun.
  • =24: Dalam narasi paralel, catatan resmi kerajaan hanya mencatat temuan 24 keping emas.
  • -(-16): Raja, mengetahui keadaan sang penemu, membatalkan potongan pajak sebesar 16 keping yang biasanya berlaku.
  • -13: Namun, sang menteri tetap memotong 13 keping sebagai biaya administrasi pencatatan.
  • Kedua cerita ini seharusnya berakhir dengan jumlah emas yang sama di tangan sang protagonis. Jika tidak, berarti ada yang salah dalam buku catatan kerajaan.
BACA JUGA  Tentukan Jari‑jari dan Pusat Lingkaran dari Persamaan x²+y²−4x−6y+9=0

Eksperimen Modifikasi Simbol dan Dampaknya terhadap Narasi Numerik

Sebuah persamaan adalah ekosistem simbol yang seimbang. Mengubah satu operator, bahkan satu tanda kurung, ibarat mendorong satu batu di lereng bukit; bisa memicu longsor perubahan yang mengubah seluruh lanskap hasil akhir. Eksperimen modifikasi ini bukan untuk iseng, melainkan untuk memahami sensitivitas dan logika internal dari struktur matematika. Dengan mengubah tanda ‘+’ sebelum 24 menjadi ‘-‘, misalnya, kita bukan hanya mengubah satu angka, tetapi mengubah relasi seluruh bilangan setelahnya.

Narasi dari “mendapatkan 24” berubah menjadi “kehilangan 24”, yang tentu saja membalikkan nasib akhir perhitungan secara dramatis.

Simulasi Perubahan Operator

Mari kita uji coba berbagai modifikasi pada sisi kiri persamaan awal (-7)+24+(-15). Kita akan mengubah satu per satu dan melihat efek domino terhadap hasil akhir, serta menilai apakah kesetaraan dengan sisi kanan (yang kita anggap 27 dari pembahasan sebelumnya, atau nilai lain jika dikoreksi) masih terjaga.

Perubahan yang Dilakukan Ekspresi Hasil Modifikasi Hasil Perhitungan Baru Kesimpulan (Setara?)
Ubah +24 menjadi -24 (-7)24 + (-15) -7 -24 -15 = -46 Tidak setara. Nilai berubah drastis dari 2 menjadi -46.
Ubah +(-15) menjadi -(-15) (-7) + 24 – (-15) -7 + 24 + 15 = 32 Tidak setara. Mengubah pengurangan menjadi penambahan meningkatkan hasil.
Hilangkan kurung pada (-7) menjadi -7 -7 + 24 + (-15) 2 Setara (tidak berubah). Tanda kurung hanya penegas.
Ubah tanda awal (-7) menjadi (+7) (+7) + 24 + (-15) 7 + 24 – 15 = 16 Tidak setara. Mengubah bilangan negatif menjadi positif menambah total.

Konsep Keseimbangan dalam Persamaan

Menyelesaikan Persamaan Aritmatika (-7)+24+(-15)=24-(-16)-13

Source: gauthmath.com

Persamaan yang benar ibarat timbangan kuno yang seimbang sempurna. Sisi kiri dan kanan adalah dua loyang yang berisi beban bernilai sama. Jika kita mengambil 5 gram dari beban di loyang kiri (mengubah sebuah + menjadi -), timbangan akan miring. Untuk mengembalikan keseimbangan, kita harus melakukan kompensasi: menambah 5 gram di loyang kiri yang lain, atau mengambil 5 gram dari loyang kanan.

Dalam konteks persamaan, modifikasi di satu tempat harus diimbangi dengan modifikasi tepat di tempat lain. Tanpa kompensasi, kesetaraan hancur dan persamaan tersebut menjadi pernyataan yang salah.

Rantai Sebab Akibat Mengubah Tanda

Bayangkan kita mengubah tanda “-” sebelum 15 pada bentuk sederhana -7 + 24 – 15 menjadi plus, sehingga menjadi -7 + 24 +
15. Ini bukan kesalahan kecil. Logika awal adalah setelah memiliki -7 dan +24 (total sementara 17), kita mengurangi
15. Dengan mengubahnya menjadi penambahan 15, kita secara efektif memperlakukan pengurangan sebagai penambahan, yang menambah total sebesar 30 (karena selisih antara -15 dan +15 adalah 30).

Hasilnya melonjak dari 2 menjadi
32. Untuk mengembalikan persamaan ke keadaan setara setelah kesalahan ini, kita harus melakukan koreksi besar di tempat lain. Misalnya, kita bisa mengubah +24 menjadi -6 (penurunan 30), sehingga ekspresi menjadi -7 + (-6) + 15 =
2. Atau, kita bisa menambahkan pengurangan 30 di akhir: -7 + 24 + 15 – 30 = 2. Rantai ini menunjukkan betapa eratnya keterkaitan setiap simbol dan betapa krusialnya ketelitian dalam menulis dan membaca setiap tanda operasi.

Ringkasan Terakhir

Jadi, perjalanan kita menyelami persamaan (-7)+24+(-15)=24-(-16)-13 telah sampai di ujung. Terbukti, kedua sisi memang mengarah pada destinasi yang sama, mengajarkan kita tentang keseimbangan, kompensasi, dan logika yang tak terbantahkan. Setiap tanda minus yang berhadapan menjadi plus, setiap bilangan yang berpindah kelompok, semuanya berkontribusi pada harmoni akhir. Eksplorasi ini menunjukkan bahwa matematika jauh dari kata kaku; ia dinamis, penuh cerita, dan relevan dengan cara kita memandang dunia, mulai dari laporan keuangan hingga fluktuasi suhu udara.

Detail FAQ

Apakah hasil akhir dari persamaan ini benar-benar sama di kedua sisi?

Ya, benar. Baik sisi kiri (-7)+24+(-15) maupun sisi kanan 24-(-16)-13, jika diselesaikan dengan benar, akan menghasilkan nilai yang sama, yaitu 2.

Mengapa tanda minus dua kali seperti -(-16) bisa berubah menjadi plus (+16)?

Karena mengurangkan suatu bilangan negatif sama saja dengan menambahkan lawan dari bilangan negatif tersebut. Lawan dari -16 adalah +16, sehingga “mengurangi hutang 16” secara logika sama dengan “menambah aset 16”.

Bisakah urutan pengerjaan diubah tanpa mengubah hasilnya?

Bisa, asalkan aturan dasar operasi hitung (komutatif dan asosiatif untuk penjumlahan) diperhatikan. Misalnya, kita bisa mengelompokkan bilangan positif dan negatif terlebih dahulu sebelum dijumlahkan, hasilnya akan tetap sama.

Apa kegunaan mempelajari persamaan seperti ini dalam kehidupan sehari-hari?

Konsepnya sangat aplikatif, seperti menghitung selisih suhu (misalnya dari -7°C naik 24°C), melacak perubahan saldo tabungan yang ada transaksi deposit dan penarikan, atau menghitung skor bersih dalam sebuah permainan yang memiliki bonus dan penalti.

Bagaimana jika salah satu tanda, misalnya tanda + sebelum 24, diubah menjadi -? Apakah persamaan masih benar?

Tidak. Mengubah satu tanda operasi akan mengacaukan keseimbangan. Nilai sisi kiri akan berubah, sehingga persamaan tidak lagi valid kecuali dilakukan kompensasi perubahan di tempat lain untuk menyetarakannya kembali.

Leave a Comment