Menyelesaikan Persamaan Kuadrat X²-9x-22=0 Langkah Demi Langkah

Menyelesaikan Persamaan Kuadrat X²-9x-22=0 bukan sekadar mencari angka, melainkan sebuah eksplorasi logika matematika yang elegan. Bayangkan kita sedang membongkar sebuah kode rahasia, di mana setiap langkah yang tepat membawa kita lebih dekat ke dua angka kunci yang tersembunyi di balik struktur persamaan tersebut. Proses ini mengajak kita untuk melihat pola, hubungan, dan simetri yang seringkali luput dari pandangan pertama.

Persamaan ini, dengan bentuk umum ax²+bx+c=0, memiliki koefisien a=1, b=-9, dan c=-22. Untuk mengungkap akar-akarnya, kita akan menjelajahi beberapa metode klasik, masing-masing dengan keunikan dan pendekatannya sendiri. Mulai dari pemfaktoran yang intuitif, rumus kuadrat yang andal, hingga visualisasi grafis yang memberikan pemahaman geometris, setiap metode menawarkan sudut pandang berbeda untuk memecahkan teka-teki matematika yang sama.

Pengenalan Persamaan Kuadrat dan Metode Penyelesaian

Persamaan kuadrat adalah persamaan polinomial dengan pangkat tertinggi variabelnya adalah dua. Bentuk umumnya dinyatakan sebagai ax² + bx + c = 0, di mana a, b, dan c adalah koefisien bilangan real, dan a tidak boleh sama dengan nol. Dalam persamaan yang akan kita bahas, X²
-9x – 22 = 0, kita dapat dengan mudah mengidentifikasi nilai koefisiennya: a = 1 (koefisien di depan x²), b = -9 (koefisien di depan x), dan c = -22 (konstanta).

Untuk menemukan nilai x yang memenuhi persamaan ini (yang disebut akar-akar persamaan), terdapat beberapa metode klasik yang dapat diterapkan. Pemahaman terhadap setiap metode memberikan fleksibilitas dalam memilih pendekatan yang paling efisien tergantung pada bentuk persamaan yang dihadapi.

Tiga Metode Utama Penyelesaian Persamaan Kuadrat

Secara umum, terdapat tiga metode utama yang paling sering digunakan untuk menyelesaikan persamaan kuadrat, yaitu pemfaktoran, melengkapkan kuadrat sempurna, dan menggunakan rumus kuadrat (sering disebut rumus ABC). Setiap metode memiliki karakteristik, kelebihan, dan keterbatasannya sendiri-sendiri. Tabel berikut membandingkan ketiga metode tersebut untuk memberikan gambaran yang jelas.

BACA JUGA  Sagu Produk Pangan Lokal Menjanjikan di Masa Depan
Metode Kelebihan Kekurangan Cocok Untuk
Pemfaktoran Langsung dan intuitif, tidak memerlukan perhitungan rumit jika faktornya jelas. Tidak selalu bisa diterapkan, terutama jika akar-akarnya irasional atau kompleks. Membutuhkan kecermatan dalam menebak faktor. Persamaan dengan koefisien sederhana dimana diskriminan adalah bilangan kuadrat sempurna.
Melengkapkan Kuadrat Memberikan pemahaman konseptual yang kuat tentang asal-usul rumus kuadrat dan sifat vertex grafik. Prosedurnya lebih panjang dan berpotensi rumit jika koefisien a bukan 1. Mencari bentuk vertex fungsi (titik puncak) dan memahami transformasi geometri.
Rumus Kuadrat (ABC) Paling universal, dapat menyelesaikan semua jenis persamaan kuadrat (real atau kompleks). Prosedur yang pasti. Perhitungan bisa merepotkan jika melibatkan akar kuadrat yang tidak sederhana. Kurang melatih intuisi aljabar. Semua kasus, terutama ketika pemfaktoran sulit atau tidak mungkin.

Penyelesaian dengan Metode Pemfaktoran

Metode pemfaktoran mengandalkan kemampuan untuk menguraikan bentuk ax² + bx + c menjadi perkalian dua faktor linear. Untuk persamaan berbasis x² dengan a=1 seperti contoh kita, kita mencari dua bilangan yang memenuhi dua kriteria sekaligus: hasil kalinya sama dengan konstanta c, dan hasil jumlahnya sama dengan koefisien b.

Langkah-Langkah Pemfaktoran untuk X²

9x – 22 = 0

Kita perlu mencari dua bilangan, sebut saja p dan q, sehingga p × q = -22 dan p + q = –
9. Setelah mencoba beberapa kombinasi faktor dari -22 (seperti 1 dan -22, -1 dan 22, 2 dan -11, -2 dan 11), kita temukan bahwa -11 dan 2 memenuhi syarat: (-11) × 2 = -22 dan (-11) + 2 = -9.

Dengan demikian, persamaan dapat difaktorkan menjadi (x – 11)(x + 2) = 0.

Prinsip perkalian nol menyatakan bahwa jika hasil kali dua faktor adalah nol, maka setidaknya salah satu faktornya harus nol. Dari sini, solusi akhir akar-akar persamaan dapat dituliskan dengan langkah-langkah berikut:

  • Setiap faktor diatur sama dengan nol: x – 11 = 0 atau x + 2 = 0.
  • Selesaikan masing-masing persamaan linear sederhana tersebut.
  • Dari x – 11 = 0, diperoleh x = 11.
  • Dari x + 2 = 0, diperoleh x = -2.
  • Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah -2, 11 .

Penyelesaian dengan Rumus Kuadrat (ABC)

Ketika pemfaktoran terasa sulit atau tidak mungkin, rumus kuadrat menjadi senjata pamungkas. Rumus ini diturunkan dari proses melengkapkan kuadrat pada bentuk umum persamaan dan memberikan solusi yang pasti. Keunggulan utamanya adalah kemampuannya menangani semua jenis akar, termasuk yang irasional.

Penerapan Rumus dan Perhitungan Diskriminan

Rumus kuadrat dinyatakan sebagai x = [-b ± √(b²
-4ac)] / (2a). Bagian di dalam akar kuadrat, yaitu b²
-4ac, disebut diskriminan (D). Nilai diskriminan sangat informatif: jika D > 0, persamaan memiliki dua akar real berbeda; jika D = 0, memiliki satu akar real ganda (kembar); dan jika D < 0, akar-akarnya adalah bilangan kompleks. Untuk persamaan X² -9x - 22 = 0 dengan a=1, b=-9, c=-22, kita hitung diskriminannya terlebih dahulu: D = (-9)² -4(1)(-22) = 81 + 88 = 169. Karena D=169 (>0) dan merupakan kuadrat sempurna (13²), maka akar-akarnya adalah dua bilangan real berbeda yang rasional.

Perhitungan lengkap dengan rumus ABC:x = [ -(-9) ± √(169) ] / (2 × 1)x = [ 9 ± 13 ] / 2Maka, dua nilai x diperoleh dari:x₁ = (9 + 13) / 2 = 22 / 2 = 11x₂ = (9 – 13) / 2 = (-4) / 2 = -2

Verifikasi Solusi dan Aplikasi dalam Bentuk Grafik

Setelah mendapatkan solusi x = -2 dan x = 11, penting untuk melakukan verifikasi dengan mensubstitusikan kembali nilai-nilai ini ke dalam persamaan awal. Ini memastikan bahwa tidak ada kesalahan hitung selama proses penyelesaian. Selain itu, akar-akar persamaan kuadrat memiliki makna geometris yang sangat jelas ketika direpresentasikan dalam bidang kartesian.

Makna Geometris Akar-Akar Persamaan

Secara grafis, persamaan y = x²
-9x – 22 merepresentasikan sebuah parabola. Akar-akar persamaan kuadrat, yaitu x = -2 dan x = 11, adalah titik-titik di mana grafik parabola ini memotong sumbu-x (karena pada titik itu nilai y = 0). Parabola ini terbuka ke atas karena koefisien a=1 bernilai positif. Titik puncak atau vertex parabola dapat dicari dengan rumus x = -b/(2a) = 9/2 = 4.5.

Nilai y pada titik puncak adalah (4.5)²
-9*(4.5)
-22 = -30.25. Jadi, vertexnya berada di koordinat (4.5, -30.25). Grafik tersebut akan turun hingga titik puncak yang rendah lalu naik lagi, memotong sumbu-x di dua titik yang telah kita hitung.

Latihan dan Variasi Soal Terkait: Menyelesaikan Persamaan Kuadrat X²-9x-22=0

Untuk menguasai teknik penyelesaian persamaan kuadrat, latihan dengan variasi soal adalah kuncinya. Berikut disajikan beberapa contoh soal yang dapat dikerjakan dengan metode pemfaktoran dan rumus kuadrat. Soal-soal ini dirancang dengan koefisien yang berbeda-beda untuk melatih kepekaan dalam memilih metode yang tepat.

Soal Latihan Pemfaktoran

Dua soal berikut memiliki akar-akar rasional sehingga cocok diselesaikan dengan teknik pemfaktoran. Fokuslah pada pencarian dua bilangan yang memenuhi aturan perkalian dan penjumlahan.

  • Selesaikan persamaan kuadrat x² + 5x + 6 = 0.
  • Tentukan akar-akar dari persamaan x²
    -3x – 10 = 0.

Soal Latihan Rumus Kuadrat

Dua soal berikut dirancang lebih menantang, di mana pemfaktoran langsung mungkin kurang praktis. Gunakan rumus kuadrat (ABC) untuk menyelesaikannya.

  • Carilah penyelesaian dari persamaan 2x²
    -4x – 3 = 0.
  • Tentukan akar-akar persamaan x² + 2x + 5 = 0.

Ringkasan Soal dan Petunjuk Penyelesaian, Menyelesaikan Persamaan Kuadrat X²-9x-22=0

Menyelesaikan Persamaan Kuadrat X²-9x-22=0

Source: kompas.com

Tabel di bawah ini merangkum keempat soal latihan beserta metode yang disarankan dan petunjuk singkat untuk memulai penyelesaiannya.

Soal Metode Disarankan Petunjuk Singkat
x² + 5x + 6 = 0 Pemfaktoran Cari dua bilangan yang hasil kalinya 6 dan jumlahnya 5.

3x – 10 = 0

Pemfaktoran Cari dua bilangan yang hasil kalinya -10 dan jumlahnya -3.
2x²

  • 4x – 3 = 0
Rumus Kuadrat Identifikasi a=2, b=-4, c=-3. Hitung diskriminan D = b²
  • 4ac.
  • x² + 2x + 5 = 0 Rumus Kuadrat Identifikasi a=1, b=2, c=5. Perhatikan nilai diskriminan yang dihasilkan.

    Pemungkas

    Setelah menelusuri berbagai metode, dari pemfaktoran hingga rumus ABC, kita menemukan bahwa akar-akar persamaan X²-9x-22=0 adalah x=11 dan x=-2. Verifikasi substitusi membuktikan keabsahan solusi ini, sementara grafik fungsi y = x²
    -9x – 22 memberikan representasi visual yang kuat berupa parabola yang memotong sumbu-x tepat pada dua titik tersebut. Perjalanan menyelesaikan persamaan ini menggarisbawahi bahwa matematika adalah tentang fleksibilitas; memiliki lebih dari satu jalan untuk sampai pada kebenaran yang sama justru memperkaya pemahaman dan membuka ruang untuk memilih alat yang paling sesuai dengan konteks dan kompleksitas masalah yang dihadapi.

    FAQ Terperinci

    Mengapa koefisien ‘a’ dalam persamaan ini adalah 1?

    Karena persamaan ditulis sebagai X²-9x-22=0, yang setara dengan 1X² + (-9)x + (-22)=0. Koefisien 1 biasanya tidak dituliskan untuk menyederhanakan penulisan.

    Apa arti dari nilai diskriminan yang ditemukan dalam perhitungan?

    Diskriminan (D) untuk persamaan ini adalah 169. Karena D > 0 dan merupakan bilangan kuadrat sempurna, ini mengindikasikan persamaan memiliki dua akar real yang berbeda dan rasional, yang menjelaskan mengapa persamaan ini dapat difaktorkan dengan mudah.

    Bisakah persamaan ini diselesaikan dengan metode melengkapkan kuadrat sempurna?

    Tentu bisa. Metode itu akan melibatkan memindahkan konstanta, mengambil setengah dari koefisien x (yaitu -9/2), mengkuadratkannya, dan menambahkannya ke kedua ruas untuk membentuk bentuk (x – p)² = q.

    Jika grafiknya parabola, apa yang direpresentasikan oleh akar-akar persamaan tersebut?

    Akar-akar persamaan, yaitu x=11 dan x=-2, adalah titik-titik di mana parabola y = x²
    -9x – 22 memotong atau menyentuh sumbu-x. Pada titik-titik tersebut, nilai y adalah nol.

    Apakah hasil yang didapat dari pemfaktoran dan rumus ABC akan selalu sama?

    Ya, untuk persamaan kuadrat yang sama, semua metode yang valid (pemfaktoran, rumus ABC, melengkapkan kuadrat) akan menghasilkan himpunan solusi atau akar-akar yang identik.

    Leave a Comment