Misalkan F = (6x^2 + 16x + 3m)/6 Merupakan Kuadrat Sempurna Tentukan Nilai m

Misalkan F = (6x^2 + 16x + 3m)/6 merupakan kuadrat dari bentuk linear terhadap x(ax + b). Nilai m yang memungkinan hal tersebut terjadi terletak di an… Pernyataan ini bukan sekadar deretan angka dan huruf, tapi sebuah teka-teki aljabar yang menantang logika. Bayangkan kita punya sebuah ekspresi matematika yang terlihat biasa saja, lalu tiba-tiba kita ditantang untuk menemukan si “misteri m” yang bisa mengubahnya menjadi bentuk yang elegan: kuadrat sempurna.

Seperti menemukan potongan puzzle terakhir yang membuat seluruh gambar menjadi rapi dan simetris.

Pada dasarnya, kita sedang berburu nilai m yang bisa membuat fungsi kuadrat itu berubah menjadi sesuatu seperti (px + q)². Kalau berhasil, grafiknya nanti akan punya sifat yang manis, dengan vertex yang tepat di sumbu x, dan ceritanya jadi lebih mudah untuk dianalisis. Mari kita bongkar bersama, langkah demi langkah, bagaimana cara menemukan si m ajaib ini dan apa maknanya bagi bentuk fungsi F tersebut.

Nah, soal matematika seperti mencari nilai m agar F = (6x² + 16x + 3m)/6 menjadi kuadrat sempurna itu butuh ketelitian, mirip dengan ketelitian menghitung pecahan campuran. Biar otak enggak mumet, coba istirahat sejenak dengan soal yang lebih simpel, misalnya cek dulu Hasil dari 12 3/8 + 17 5/8 =. Setelah itu, kamu bisa kembali fokus dengan pikiran yang lebih jernih untuk menyelesaikan persamaan kuadrat sempurna tadi dan menemukan nilai m yang tepat.

Memahami Permasalahan dan Konsep Dasar: Misalkan F = (6x^2 + 16x + 3m)/6 Merupakan Kuadrat Dari Bentuk Linear Terhadap X(ax + B). Nilai M Yang Memungkinan Hal Tersebut Terjadi Terletak Di An

Kita punya fungsi F = (6x² + 16x + 3m)/6. Soal bilang, fungsi ini adalah “kuadrat dari bentuk linear terhadap x(ax + b)”. Istilah yang lebih umum dan familiar adalah kuadrat sempurna. Jadi, intinya, ekspresi aljabar yang tampak seperti fungsi kuadrat biasa ini sebenarnya bisa ditulis sebagai sesuatu yang dipangkatkan dua, tepatnya (px + q)².

Kalau kita jabarkan (px + q)², hasilnya adalah p²x² + 2pq x + q². Nah, syarat mutlak agar sebuah fungsi kuadrat Ax² + Bx + C disebut kuadrat sempurna adalah hubungan antara koefisiennya harus memenuhi B² = 4AC. Itu adalah rumus cepatnya. Dalam konteks soal kita, kita akan bandingkan langsung koefisien dari F yang sudah disederhanakan dengan bentuk umum (px + q)² untuk menemukan nilai m yang memenuhi.

BACA JUGA  Jika titik P(3, -4) bergeser 4 kiri dan 2 atas koordinat barunya adalah

Arti Kuadrat Sempurna dari Bentuk Linear, Misalkan F = (6x^2 + 16x + 3m)/6 merupakan kuadrat dari bentuk linear terhadap x(ax + b). Nilai m yang memungkinan hal tersebut terjadi terletak di an

Bayangkan kamu punya bentuk linear sederhana, misalnya (2x + 5). Kuadrat sempurnanya adalah (2x + 5)
– (2x + 5) = 4x² + 20x + 25. Sekarang lihat polinomial 4x² + 20x + 25. Itu bukan lagi sekadar fungsi kuadrat biasa, melainkan hasil dari sebuah bentuk linear yang dikuadratkan. Grafiknya pun punya karakter khusus, yaitu hanya memotong sumbu X di satu titik (atau lebih tepatnya menyinggung sumbu X), dan vertex-nya tepat berada di sumbu X.

Konsep inilah yang kita terapkan ke fungsi F.

Menurunkan Persamaan untuk Menentukan Nilai m

Misalkan F = (6x^2 + 16x + 3m)/6 merupakan kuadrat dari bentuk linear terhadap x(ax + b). Nilai m yang memungkinan hal tersebut terjadi terletak di an

Source: z-dn.net

Langkah pertama adalah menyederhanakan F agar lebih mudah dibandingkan. F = (6x² + 16x + 3m)/6 bisa kita pisah menjadi F = x² + (16/6)x + (3m/6), atau lebih rapi lagi: F = x² + (8/3)x + (m/2).

Sekarang, kita samakan bentuk ini dengan hasil kuadrat sempurna (px + q)² = p²x² + 2pq x + q². Karena koefisien x² di F adalah 1, maka p² harus sama dengan 1. Dari sini, kita bisa mulai menyusun persamaan.

Berikut adalah tabel perbandingan koefisien yang akan memandu proses kita:

Koefisien Bentuk F (x² + (8/3)x + m/2) Bentuk (px + q)² (p²x² + 2pq x + q²) Persamaan
1 p² = 1
x 8/3 2pq 2pq = 8/3
Konstanta m/2 q² = m/2

Dari persamaan p² = 1, kita dapat dua kemungkinan: p = 1 atau p = –
1. Kita bisa pilih salah satu karena nanti akan menghasilkan hubungan yang sama. Mari kita pilih p = 1 untuk kemudahan. Substitusi ke persamaan koefisien x: 2*(1)*q = 8/3, sehingga 2q = 8/3, dan q = 4/3.

Nilai q ini lalu kita masukkan ke persamaan konstanta: q² = m/2. Jadi, (4/3)² = m/2 → 16/9 = m/2. Dengan melakukan perkalian silang, kita dapatkan m = (16/9)
– 2 = 32/9.

Mencari Solusi Nilai m yang Memenuhi

Dari proses penurunan yang sistematis, kita menemukan satu nilai m yang membuat F menjadi kuadrat sempurna, yaitu m = 32/9. Namun, apakah ini sudah benar? Kita tidak boleh percaya begitu saja. Langkah verifikasi itu penting, seperti mengecek kembali jawaban sebelum mengumpulkan ujian.

Mari kita lakukan verifikasi dengan mensubstitusi m = 32/9 ke dalam bentuk asli F, lalu lihat apakah bisa difaktorkan menjadi bentuk kuadrat sempurna.

F = (6x² + 16x + 3*(32/9)) / 6
F = (6x² + 16x + (96/9)) / 6
F = (6x² + 16x + 32/3) / 6
Kalikan seluruh bagian dalam kurung dengan 1/6:
F = x² + (16/6)x + (32/3)/6
F = x² + (8/3)x + (32/18)
Sederhanakan konstanta: 32/18 = 16/9.
Jadi, F = x² + (8/3)x + 16/9.
Sekarang, perhatikan: 16/9 = (4/3)², dan (8/3) = 2

  • 1
  • (4/3).

Maka, F = (x + 4/3)². Terbukti!

Verifikasi ini mengonfirmasi bahwa dengan m = 32/9, fungsi F benar-benar berubah menjadi kuadrat sempurna (x + 4/3)². Proses ini sekaligus memvalidasi bahwa pilihan p = 1 tadi sudah tepat. Andaikata kita pilih p = -1, maka q akan menjadi -4/3, dan q² tetap 16/9, sehingga m tetap 32/9. Hasilnya akan menjadi (-x – 4/3)² yang sebenarnya sama dengan (x + 4/3)² karena dikuadratkan.

BACA JUGA  Persamaan kuadrat yang akar-akarnya kebalikan dari akar-akar persamaan x^2 + 2x - 3 = 0 adalah

Analisis dan Interpretasi Hasil

Nilai m = 32/9 bukan sekadar angka. Ia adalah kunci yang mengubah sifat grafik fungsi F secara fundamental. Sebelumnya, dengan m sembarang, F adalah parabola biasa yang mungkin memotong sumbu X di dua titik atau tidak sama sekali. Dengan m = 32/9, grafisnya mengalami transformasi menarik.

Karena F = (x + 4/3)², maka grafik fungsi ini adalah parabola yang terbuka ke atas dengan vertex (titik puncak) tepat di titik (-4/3, 0). Vertex ini berada persis di sumbu X. Artinya, parabola ini tidak memotong sumbu X di dua titik, melainkan menyinggung sumbu X di titik itu. Sumbu simetri grafik adalah garis vertikal x = -4/3. Visualnya, parabola ini seperti sebuah “cekungan” yang hanya menyentuh sumbu X pada satu titik, lalu melengkung naik ke atas di kiri dan kanannya.

Semua nilai F (atau y) akan selalu non-negatif, dengan nilai minimumnya 0 yang dicapai saat x = -4/3.

Karakteristik Grafik pada Nilai m Solusi

Grafik fungsi F = (x + 4/3)² memiliki ciri-ciri yang sangat spesifik. Pertama, ia sempurna simetris terhadap garis x = -4/3. Kedua, titik potong dengan sumbu Y dapat ditemukan dengan mensubstitusi x=0, menghasilkan F(0) = (4/3)² = 16/9. Yang paling utama, diskriminannya (D = b²
-4ac) adalah nol. Itulah mengapa solusi persamaan F=0 hanya satu (akar kembar), yang secara geometris dimanifestasikan sebagai titik singgung dengan sumbu X.

Aplikasi dan Contoh Perhitungan Serupa

Permasalahan menentukan parameter agar suatu ekspresi menjadi kuadrat sempurna sering muncul dalam aljabar. Misalnya, diberikan fungsi kuadrat G = 4x² + kx +
25. Kita bisa ditanya, berapa nilai k agar G menjadi kuadrat sempurna? Prinsip penyelesaiannya persis sama: samakan dengan bentuk (ax + b)², bandingkan koefisien, dan selesaikan.

Berikut adalah prosedur umum yang bisa kamu ikuti untuk menyelesaikan tipe soal seperti ini:

  1. Sederhanakan ekspresi kuadrat yang diberikan (jika perlu dibagi atau dikalikan suatu konstanta).
  2. Tuliskan bentuk umum kuadrat sempurna (px + q)² = p²x² + 2pq x + q².
  3. Samakan koefisien untuk x², x, dan konstanta dari ekspresi soal dengan koefisien pada bentuk (px + q)².
  4. Selesaikan sistem persamaan yang terbentuk untuk menemukan parameter yang belum diketahui (seperti m atau k).
  5. Lakukan verifikasi dengan mensubstitusi nilai parameter kembali ke bentuk awal.
BACA JUGA  Tentukan Persamaan Fungsi Kuadrat Melalui Titik (1 0) (3 0) dan (0 3)

Ada beberapa poin kritis yang harus selalu diingat agar tidak keliru:

  • Pastikan koefisien x² sudah bernilai 1 sebelum membandingkan, atau sesuaikan dengan hati-hati jika tidak.
  • Parameter p (dari bentuk px+q) bisa bernilai positif atau negatif. Pilihan ini biasanya tidak mengubah nilai parameter akhir yang dicari, seperti pada kasus m kita.
  • Hubungi rumus diskriminan sama dengan nol (B² = 4AC) sebagai cara cepat untuk mengecek atau menyelesaikan, terutama jika bentuknya sudah standar Ax²+Bx+C.
  • Verifikasi adalah langkah wajib. Jangan lewatkan untuk memastikan bahwa solusi yang didapat memang menghasilkan bentuk kuadrat sempurna yang rapi.

Kesimpulan

Jadi, setelah melalui proses membandingkan koefisien dan menyelesaikan persamaan, nilai m yang dicari akhirnya ketemu. Proses ini mengajarkan bahwa di balik bentuk aljabar yang terlihat kompleks, seringkali ada pola sederhana yang menunggu untuk ditemukan. Menemukan m yang tepat ibarat memberi kunci pas yang pas pada sebuah mesin, sehingga semua bagian berjalan harmonis. Hasilnya, fungsi F yang awalnya terlihat biasa, berubah menjadi ekspresi yang rapi dan punya makna geometris yang jelas sebagai sebuah kuadrat sempurna.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu kuadrat sempurna dari bentuk linear?

Kuadrat sempurna dari bentuk linear adalah ekspresi aljabar yang bisa ditulis sebagai (ax + b)², yang jika dijabarkan menjadi a²x² + 2abx + b². Bentuk ini sangat rapi karena berasal dari perkalian linear yang sama.

Mengapa kita perlu menyamakan koefisien?

Menyamakan koefisien adalah teknik inti karena jika dua polinom sama untuk semua nilai x, maka koefisien suku-suku sejenisnya (x², x, dan konstanta) pasti identik. Ini jadi pintu masuk untuk menemukan parameter yang belum diketahui, seperti m.

Oke, jadi kita lagi ngulik soal di mana F = (6x² + 16x + 3m)/6 harus bisa ditulis sebagai kuadrat sempurna bentuk linear. Nah, untuk nemuin nilai m yang pas, kita butuh logika pola dan pengenalan bentuk, mirip kayak saat kita mencari rumus suku ke-n dari barisan geometri kayak 2, 4, 8, 16, dan turunannya. Kemampuan melihat pola itu kunci, gengs.

Setelah paham caranya, kita bisa balik lagi ke soal F tadi dan nemuin bahwa nilai m yang bikin dia jadi kuadrat sempurna itu cuma ada di rentang tertentu.

Apakah hanya ada satu nilai m yang memenuhi?

Dalam soal ini, ya. Proses penyamaan koefisien menghasilkan sistem persamaan yang, untuk bentuk kuadrat tertentu, biasanya memberikan satu solusi unik untuk parameter yang dicari.

Bagaimana aplikasi konsep ini di luar matematika murni?

Konsep menyusun suatu bentuk menjadi kuadrat sempurna banyak digunakan dalam optimasi, fisika (misalnya persamaan gerak), dan ilmu komputer untuk menyederhanakan algoritma atau mencari nilai minimum/maksimum suatu fungsi.

Leave a Comment