Peluang Mengambil Kartu Hitam Non‑Angka atau As pada Bridge Analisis Probabilitas

Peluang Mengambil Kartu Hitam Non‑Angka atau As pada Bridge bukan sekadar teori matematika kering yang cuma bikin pusing. Ini adalah senjata rahasia yang, kalau kamu kuasai, bisa mengubah kamu dari pemain yang cuma mengandalkan feeling menjadi seorang strategis yang ditakuti di meja hijau. Bayangkan, dengan memahami seberapa besar kemungkinan kartu Jack, Queen, King, atau As hitam itu muncul dari sisa deck, setiap keputusan yang kamu ambil—dari bidding sampai eksekusi trick terakhir—menjadi punya dasar yang kuat, bukan sekadar tebakan beruntung.

Mari kita bedah bersama bagaimana komposisi 26 kartu hitam—sekop dan keriting—itu bekerja. Di dalamnya, ada kartu-kartu bernilai tinggi yang menjadi penentu kemenangan: As yang tak terbantahkan, serta Raja, Ratu, dan Jack yang penuh siasat. Perhitungan peluangnya dinamis, berubah setiap kali sebuah kartu dibuka, dan sangat dipengaruhi oleh informasi dari bidding lawan. Dengan analisis yang tepat, kamu bisa memetakan kemungkinan lokasi kartu-kartu kunci ini, memutuskan kapan harus menyerang atau bermain aman, dan akhirnya, meningkatkan win rate permainanmu secara signifikan.

Dasar-Dasar Probabilitas dalam Bridge

Memahami peluang adalah salah satu keterampilan paling krusial dalam Bridge yang membedakan pemain baik dan hebat. Ini bukan tentang perhitungan rumit setiap detik, tetapi tentang memiliki feeling yang terdidik mengenai apa yang mungkin tersisa di tangan lawan berdasarkan informasi yang sudah terungkap. Di Bridge, kita tidak pernah bermain dengan ketidaktahuan total; setiap kartu yang dibuka, setiap suit yang dimainkan, memberikan petunjuk berharga untuk memperbarui perhitungan mental kita.

Probabilitas dalam Bridge selalu bersifat dinamis. Saat permainan berlangsung dan kartu-kartu dibuka, “sisa deck” yang belum kita lihat menyusut, dan komposisinya berubah. Peluang awal yang kita hitung sebelum permainan dimulai harus terus disesuaikan dengan realitas baru di meja. Konsep ini, yang sering disebut sebagai “Restricted Choice” atau prinsip pembaruan peluang, adalah jantung dari permainan yang cerdas.

Komposisi Awal dan Perubahannya di Meja

Untuk memahami dinamika ini, mari kita lihat komposisi awal kartu hitam bernilai tinggi (Jack, Queen, King, dan As) dan bagaimana situasinya bisa berubah di tengah permainan. Kartu-kartu ini, yang sering disebut “honors,” adalah penggerak utama trick.

Kategori Kartu Suit Sekop Suit Keriting Total Awal
As (A) 1 1 2
King (K) 1 1 2
Queen (Q) 1 1 2
Jack (J) 1 1 2
Total Kartu Target 4 4 8

Tabel di atas menunjukkan keadaan di deal pertama. Namun, setelah bidding dan beberapa trick, pengetahuan kita bertambah. Misalnya, jika kita memegang As dan Queen sekop, serta dummy menunjukkan King sekop, maka kita tahu hanya Jack sekop yang belum terlihat dari honors sekop. Perhitungan peluang pun bergeser dari suit secara umum menjadi distribusi spesifik kartu yang tersisa di tangan lawan.

Contoh Perhitungan Sederhana di Tengah Permainan

Bayangkan kita sebagai declarer di tengah permainan. Dari 52 kartu, 26 kartu sudah diketahui (13 di tangan kita, 13 di dummy). Dari 26 kartu yang belum terlihat, kita ingin mengetahui peluang mengambil satu kartu hitam non-angka (misalnya Jack Keriting) pada trick berikutnya. Kita juga tahu dari permainan sebelumnya bahwa 3 kartu keriting sudah dimainkan, dan Jack Keriting belum muncul.

Informasi kita: Total kartu belum terlihat = 26. Kartu keriting yang belum terlihat = 10 (karena 13 keriting total dikurangi 3 yang sudah dimainkan). Kartu target kita, Jack Keriting, adalah 1 dari 10 kartu keriting yang belum terlihat itu. Namun, kita akan mengambil satu kartu secara acak dari 26 kartu yang belum terlihat secara keseluruhan. Peluang sederhananya adalah jumlah kartu target (1) dibagi total kemungkinan kartu (26).

Peluang = (Jumlah Kartu Target yang Tersisa) / (Total Kartu yang Belum Dilihat) = 1/26 ≈ 3.85%.

Ini adalah peluang kasar. Perhitungan menjadi lebih canggih jika kita mempertimbangkan bahwa lawan yang memegang sisa keriting mungkin memiliki panjang suit tertentu, yang bisa disimpulkan dari bidding. Inilah mengapa pemain top selalu menggabungkan matematika dengan inferensi logis dari bidding.

Analisis Komposisi Kartu Hitam Non-Angka dan As

Sebelum terjun ke dalam strategi kompleks, penting untuk mengenali dengan tepat pasukan kita. Dalam konteks peluang mengambil kartu hitam non-angka atau As, kita membahas delapan kartu yang sangat spesifik dan penuh daya. Mereka adalah bintang yang performanya menentukan alur cerita sebuah deal.

BACA JUGA  Menentukan Ketinggian Gunung Berdasarkan Tekanan Udara 60 cmHg Prinsip Barometrik

Kartu-kartu ini bukan sekadar gambar di kertas; masing-masing membawa nilai strategis dan karakteristik tersendiri. Memahami nuansa kekuatan masing-masing honor hitam memungkinkan kita untuk mengevaluasi tidak hanya peluang kehadirannya, tetapi juga dampaknya jika kita berhasil atau gagal mendapatkannya.

Daftar dan Nilai Strategis Kartu Target

Peluang Mengambil Kartu Hitam Non‑Angka atau As pada Bridge

Source: kompas.com

Berikut adalah rincian kedelapan kartu target beserta peran khasnya dalam permainan:

  • As Sekop & As Keriting: Sang penguasa. Kartu ini hampir selalu mengambil satu trick, kecuali dimatikan (ruffed). Nilainya mutlak. Dalam perhitungan peluang, As sering menjadi target utama untuk “dijatuhkan” atau dilokalisir posisinya.
  • King Sekop & King Keriting: Penguasa kedua. Kekuatannya sangat bergantung pada keberadaan As. Sebuah King di belakang As lawan adalah lemah, tetapi King di depan As (As ada di dummy) adalah kombinasi yang sangat kuat. King sering menjadi target finesse.
  • Queen Sekop & Queen Keriting: Kartu penentu. Queen sering menjadi “kartu kunci” (key card) dalam banyak situasi. Keberhasilannya mengambil trick bergantung pada posisi King dan As. Queen yang didukung oleh Jack (seperti Q-J-10) menjadi ancaman yang sangat berbeda dibanding Queen yang sendirian.
  • Jack Sekop & Jack Keriting: Sang penyempurna. Jack sendiri jarang mengambil trick secara langsung, tetapi nilainya luar biasa dalam kombinasi. Jack meningkatkan peluang suksesnya finesse terhadap Queen dan King. Keberadaan Jack juga menjadi petunjuk penting tentang distribusi honors lawan.

Kekuatan Relatif dalam Bidding dan Permainan

Dalam fase bidding, As memiliki nilai hampir absolut. Sistem poin honor seperti Milton Work (4 untuk As, 3 untuk King, 2 untuk Queen, 1 untuk Jack) mencerminkan perbedaan kekuatan ini. Namun, dalam permainan (play), konteks mengubah segalanya. Sebuah Jack yang berada dalam suit panjang di tangan declarer bisa lebih berharga daripada Queen yang terisolasi di suit lawan.

Misalnya, memegang A-K-J-10-9 di sekop hampir menjamin lima trick di suit tersebut, di mana Jack berperan krusial. Di sisi lain, memegang Queen sekop sendirian di tangan defender mungkin hanya menjadi trick jika declarer salah menebak posisi King. Dari sudut pandang peluang, kemungkinan lawan memegang satu honor spesifik (misalnya Queen) lebih tinggi daripada kemungkinan ia memegang dua honor spesifik (Queen dan Jack).

Prinsip “kemungkinan terbagi” ini mendasari banyak keputusan di meja.

Ilustrasi Pengaruh terhadap Strategi

Bayangkan sebagai declarer, kita memiliki A-Q-10-9 di sekop di tangan, dan dummy memiliki K-8-7. Tanpa informasi lain, rencana standar adalah memainkan As dan King, berharap Jack jatuh. Namun, jika dari bidding kita curiga bahwa Jack sekop mungkin berada di tangan kanan kita (opsen untuk finesse), kita mungkin mempertimbangkan untuk mengambil finesse ke Queen terlebih dahulu. Keberhasilan rencana ini sangat bergantung pada peluang posisi Jack.

Jika kita mengetahui dari permainan sebelumnya bahwa lawan di kanan kita memiliki jumlah sekop genap, perhitungan peluang berubah, dan mungkin mendukung untuk bermain As dan King langsung. Setiap kartu honor yang terungkap mengubah peta probabilitas dan mendikte langkah kita selanjutnya.

Faktor yang Mempengaruhi Peluang pada Berbagai Tahap Permainan

Peluang statis hanyalah titik awal. Keindahan Bridge terletak pada bagaimana peluang itu berevolusi seiring setiap kartu yang dibuka. Seorang declarer atau defender yang baik berpikir seperti detektif, mengumpulkan bukti untuk terus memperbarui teori terbaiknya tentang apa yang tersisa di tangan lawan.

Faktor terbesar yang mengubah probabilitas adalah pengurangan sampel. Semakin banyak kartu yang terlihat, semakin akurat perhitungan kita. Namun, akurasi ini juga sangat bergantung pada kualitas informasi yang kita kumpulkan, terutama dari bidding dan pola permainan lawan.

Pengaruh Pengetahuan Distribusi dari Bidding

Bidding bukan sekadar kontes untuk menjadi declarer. Itu adalah proses pertukaran informasi terenkripsi. Ketika lawan melakukan opening bid 1 Sekop, probabilitas bahwa mereka memegang 5+ kartu sekop sangat tinggi. Ini secara drastis mengubah peluang distribusi kartu sekop, termasuk honors hitam di dalamnya. Jika mereka kemudian menunjukkan suit lain, kita bisa mulai memperkirakan panjang pendek suit mereka, yang memengaruhi kemungkinan honors terletak di satu tangan atau terbagi.

Pengetahuan tentang titik (high card points) juga krusial. Jika kita dan partner sudah mengumumkan 25 HCP, maka lawan hanya memiliki 15 HCP tersisa untuk dibagi dua. Ini membuat kemungkinan satu lawan memegang kedua As hitam menjadi jauh lebih kecil. Perhitungan peluang harus selalu dibatasi oleh kerangka kerja yang ditetapkan oleh bidding.

Prosedur Langkah demi Langkah Pembaruan Peluang

Berikut adalah pendekatan sistematis untuk menghitung peluang di tengah permainan:

  1. Identifikasi Kartu yang Sudah Diketahui: Hitung semua kartu di tangan Anda, dummy, dan kartu yang sudah dimainkan dan terbuka di meja.
  2. Tentukan Total Kartu yang Belum Dilihat: Kurangi 52 dengan jumlah kartu yang diketahui pada langkah 1.
  3. Identifikasi Kartu Target yang Masih Mungkin: Dari kategori target (8 kartu hitam non-angka/As), singkirkan yang sudah muncul atau yang pasti ada di tangan yang diketahui.
  4. Pertimbangkan Distribusi Suit: Gunakan informasi dari bidding dan kartu yang sudah dimainkan untuk memperkirakan berapa banyak kartu dari suit tertentu yang mungkin dipegang masing-masing lawan. Ini akan mempengaruhi peluang kartu target berada di satu sisi.
  5. Hitung Peluang Kondisional:

    Gunakan prinsip kemungkinan terbagi. Misalnya, jika 3 kartu target tersisa dan 6 kartu suit-nya belum terlihat terbagi 4-2 antara dua lawan, hitung peluang spesifik kartu target berada dalam gugusan 4 kartu atau 2 kartu tersebut.

Tabel Perubahan Peluang Berdasarkan Situasi, Peluang Mengambil Kartu Hitam Non‑Angka atau As pada Bridge

Tabel berikut menggambarkan bagaimana peluang mengambil satu kartu target spesifik (misalnya, Queen Sekop) berubah berdasarkan jumlah kartu yang belum terlihat dan jumlah kartu target yang tersisa. Angka adalah ilustrasi untuk menunjukkan tren.

Total Kartu Belum Dilihat Kartu Target Tersisa (dari 8) Peluang Kasar Mengambil Queen Spesifik Catatan Kondisional
26 (setelah melihat dummy) 8 (semua masih mungkin) 1/26 ≈ 3.85% Peluang awal di tengah permainan.
20 6 (2 sudah muncul) 1/20 = 5.00% Peluang meningkat karena sampel menyusut.
12 3 1/12 ≈ 8.33% Di akhir permainan, peluang bisa naik signifikan.
8 1 (hanya Queen itu yang tersisa dari target) 1/8 = 12.50% Fokus sudah sangat sempit pada satu kartu.

Perhatikan bahwa “Peluang Kasar” mengasumsikan pengambilan acak dari tumpukan yang belum terlihat. Dalam praktiknya, pengetahuan distribusi akan membuat peluang sesungguhnya untuk Queen berada di posisi tertentu menyimpang dari angka kasar ini, seringkali jauh lebih tinggi atau lebih rendah.

Studi Kasus dan Aplikasi dalam Permainan Nyata

Teori menjadi bermakna ketika diterapkan. Mari kita masuki sebuah situasi declarer play yang umum, di mana keberhasilan kontrak bergantung pada kemampuan kita mengambil satu honor hitam di posisi yang tepat. Analisis ini akan menunjukkan bagaimana semua elemen—matematika, inferensi dari bidding, dan teknik permainan—berpadu menjadi satu.

Situasi: Kita sebagai declarer berada di kontrak 3 NT. Dummy memiliki sekop: A-J-8-
5. Tangan kita memiliki sekop: K-Q-7-3. Kita membutuhkan 4 trick sekop untuk memenuhi kontrak. Rencana kita adalah mengembangkan suit sekop.

Namun, bagaimana cara terbaik untuk melakukannya? Semua kartu sekop non-honor kecil sudah tersedia, yang berarti masalahnya murni terletak pada posisi Jack, Queen, King, dan As—tapi As dan King sudah kita pegang. Musuh kita adalah distribusi dan posisi Queen serta Jack lawan.

Analisis Rencana dan Perhitungan Peluang

Kita memiliki 8 kartu sekop antara kita dan dummy. Berarti lawan memegang 5 kartu sekop. Untuk mendapatkan 4 trick tanpa rugi, kita perlu lawan memegang Queen dan Jack sekop terbelah (split) antara dua tangan, atau salah satunya jatuh saat kita mainkan As dan King. Kita memiliki dua opsi utama:

Opsi 1 (Mainkan As dan King): Ini akan berhasil jika Queen atau Jack sekop jatuh doubleton (misalnya, lawan memegang Q-x atau J-x), atau jika satu lawan memegang Q-J bareng. Peluang lawan memegang 5 kartu dengan Q-J terkandung di dalamnya perlu dihitung berdasarkan distribusi yang mungkin.

Opsi 2 (Finesse terhadap Jack): Mainkan kartu kecil ke A-J di dummy, lalu finesse Jack. Ini berhasil jika lawan di kanan dummy memegang Queen sekop. Jika Queen ada di kiri, finesse gagal, tetapi kita masih punya King-Queen di tangan sebagai pengaman.

Dari bidding diam, tidak ada indikasi kuat panjang pendek sekop. Dengan 5 kartu sekop di luar, distribusi yang paling mungkin adalah 3-2 (sekitar 68% peluang). Distribusi 4-1 sekitar 28%, dan 5-0 sekitar 4%. Dalam skenario 3-2, peluang Queen dan Jack terbagi antara dua lawan cukup tinggi. Namun, finesse ke Jack hanya membutuhkan Queen ada di kanan.

Jika kita anggap peluang Queen di kanan adalah 50%, maka Opsi 2 tampak menarik karena memberi dua kesempatan: jika finesse Jack gagal, kita masih bisa kembali ke tangan dan mainkan As dan King, berharap Queen jatuh.

Rencana Alternatif jika Gagal

Misalkan kita menjalankan finesse Jack dan gagal karena Queen ada di kiri. Lawan yang memenangkan Queen kini mungkin mengembalikan suit lain. Kita harus sudah menyiapkan entri (entry) yang cukup di tangan untuk kemudian memainkan As dan King sekop, berharap Jack sekarang jatuh doubleton atau singleton. Jika setelah As dan King, Jack belum juga jatuh (berarti lawan memegang J-x-x), maka kita hanya mendapatkan 3 trick sekop.

Kontrak 3 NT kita kemudian harus bergantung pada suit lain yang sudah kita siapkan sebelumnya. Ini menunjukkan pentingnya memiliki rencana cadangan dan tidak menaruh semua harapan pada satu suit saja.

Perspektif Defender dalam Situasi Serupa

Sebagai defender yang memegang Queen sekop dan mungkin Jack-nya juga, identifikasi apakah declarer sedang berusaha mengambil honor hitam ini adalah kunci. Jika declarer memainkan kartu kecil ke A-J di dummy, dan kita sebagai defender di kanan dummy memegang Queen, kita dihadapkan pada pilihan: mainkan Queen (memungkinkan declarer membuat semua trick sekop) atau mainkan kartu kecil (membiarkan finesse Jack berhasil). Keputusan ini didasarkan pada membaca tangan declarer.

Jika kita yakin declarer juga memegang King dan Queen, maka menahan Queen tidak ada gunanya. Namun, jika kita curiga declarer hanya memiliki A-J di dummy dan King di tangan, maka menahan Queen bisa menyelamatkan trick. Kemampuan untuk membayangkan komposisi honor hitam di tangan declarer berdasarkan peluang dan bidding adalah seni tertinggi defending.

Strategi dan Implikasi Keputusan Berdasarkan Peluang: Peluang Mengambil Kartu Hitam Non‑Angka Atau As Pada Bridge

Memahami peluang bukanlah tujuan akhir, melainkan alat untuk membuat keputusan yang lebih menguntungkan dalam jangka panjang. Di meja Bridge, kita selalu bermain dengan ketidakpastian. Tugas kita adalah memilih jalur aksi yang memiliki ekspektasi kemenangan tertinggi, berdasarkan informasi yang tersedia. Terkadang, jalur dengan peluang lebih rendah harus diambil karena konsekuensi kegagalannya lebih kecil.

Perbedaan mendasar antara mengejar As dan mengejar Jack atau Queen, misalnya, terletak pada nilai trick-nya dan bagaimana kita bisa memainkannya. Sebuah As hampir selalu trick yang pasti. Sementara Queen atau Jack sering membutuhkan usaha ekstra (seperti finesse) yang mengandung risiko. Keputusan bidding dan play kita harus mencerminkan perbedaan fundamental ini.

Pedoman Praktis Asumsi Berdasarkan Peluang

Dalam ketiadaan informasi bidding yang kontradiktif, beberapa pedoman berbasis peluang statis bisa menjadi panduan awal:

  • Prinsip Kemungkinan Terbagi (The Rule of Splitting Honors): Jika lawan memegang dua honor yang missing (misalnya Q dan J), kemungkinan honor tersebut terbagi di dua tangan lawan lebih tinggi daripada terkumpul di satu tangan. Ini mendukung teknik seperti “memainkan ke honor yang lebih tinggi” terlebih dahulu.
  • Mengasumsikan Distribusi Normal: Dalam situasi tanpa clue, asumsikan suit lawan terbagi dengan distribusi yang paling probable (seperti 3-2 untuk 5 kartu di luar). Rencanakan play anda berdasarkan asumsi ini, tetapi siapkan adaptasi jika bukti di meja menunjukkan sebaliknya.
  • Missing Honor dan Titik HCP: Jika jumlah HCP lawan berdasarkan bidding terbatas, jangan berasumsi mereka memegang kombinasi honor berat di satu suit. Lebih mungkin honors mereka tersebar.

Konsep Finesse dan Peluang Posisi

Finesse adalah teknik langsung yang menguji posisi honor lawan. Peluang sukses sebuah finesse sederhana (misalnya, memainkan ke Queen ketika kita memiliki A-J, berharap King ada di depan Queen) adalah 50%, jika tidak ada informasi lain. Namun, peluang ini berinteraksi dengan peluang distribusi. Misalnya, jika kita perlu melakukan finesse sekaligus mengharapkan suit terbagi rata, peluang gabungannya adalah perkalian dari kedua peluang tersebut, yang akan lebih kecil dari 50%.

Keputusan untuk melakukan finesse atau bermain untuk honor jatuh (drop) sering menjadi dilema. Aturan praktis lama seperti “eight ever, nine never” (jika ada 8 kartu termasuk honor di dua tangan, lakukan finesse; jika 9, mainkan As dan King) berasal dari perhitungan peluang statis ini. Namun, aturan ini selalu tunduk pada informasi bidding dan kartu yang sudah dimainkan.

Kesalahan Umum dalam Memperkirakan Peluang

Banyak pemain, bahkan yang berpengalaman, jatuh ke dalam perangkap kognitif saat menilai peluang. Berikut beberapa kesalahan umum dan cara menghindarinya:

  • Mengabaikan Informasi Bidding: Kesalahan terbesar adalah menghitung peluang murni statis tanpa menyaringnya melalui informasi yang sudah diberikan lawan selama bidding. Selalu gunakan bidding sebagai filter pertama.
  • Fallacy of The Remaining Cards: Berasumsi bahwa karena suatu honor belum muncul setelah beberapa trick, peluangnya muncul di trick berikutnya “sudah pasti tinggi”. Ingat, setiap kartu yang dibuka mengubah peluang, tetapi tidak pernah menjamin.
  • Tidak Memperbarui Perhitungan: Terpaku pada perhitungan awal dan mengabaikan sinyal dari kartu yang dimainkan lawan. Setiap kartu kecil yang dimainkan lawan bisa memberikan petunjuk tentang panjang suit dan kemungkinan holding honor mereka.
  • Mencari Distribusi yang Eksotis: Terlalu sering berasumsi distribusi 5-0 atau 4-1 yang jarang terjadi, hanya karena itu akan menyelamatkan kontrak jika benar. Selalu mulai dari distribusi yang paling probable, dan baru beralih ke yang lain jika bukti memaksa.

Intinya, peluang adalah teman berpikir, bukan pengganti pikiran. Dengan menggabungkan matematika dasar, logika dari bidding, dan observasi tajam di meja, kita bisa mengubah ketidakpastian menjadi serangkaian keputusan yang cerdas dan, yang paling penting, menguntungkan.

Kesimpulan Akhir

Jadi, setelah menyelami berbagai lapisan analisis, satu hal yang menjadi jelas: menguasai peluang kartu hitam non-angka dan As adalah tentang mengubah ketidakpastian menjadi peta navigasi. Ini bukan ilmu pasti, tapi sebuah pedoman probabilistik yang memberi kamu keunggulan mental. Setiap kali kamu duduk di meja Bridge, ingatlah bahwa di balik tumpukan kartu yang acak, terdapat pola matematis yang bisa dipelajari. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, kamu tidak lagi sekadar “bermain kartu”, tetapi sedang mengarahkan permainan menuju peluang sukses yang lebih terukur.

Mulailah observasi, catat, dan rasakan sendiri bagaimana pendekatan ini membawa permainanmu ke level yang berbeda.

Informasi FAQ

Apakah perhitungan peluang ini juga berlaku untuk kartu merah (Hati dan Wajik)?

Prinsip matematika dan probabilitasnya sama persis. Yang membedakan hanyalah objeknya (kartu merah) dan jumlah kartu targetnya. Analisis untuk suit hitam sering jadi fokus karena banyak konvensi bidding yang berpusat pada suit mayor hitam (sekop dan keriting).

Bagaimana jika saya tidak pandar berhitung cepat? Apakah strategi ini masih bisa diterapkan?

Sangat bisa. Intinya bukan pada kalkulasi real-time yang super akurat, tapi pada pengembangan “feeling” berbasis logika. Dengan sering berlatih menghitung, kamu akan mengembangkan intuisi untuk estimasi kasar seperti “peluangnya cukup tinggi” atau “kemungkinannya kecil”, yang sudah sangat membantu dalam pengambilan keputusan.

Apakah pengetahuan peluang ini lebih berguna untuk Declarer atau Defender?

Keduanya mendapat manfaat besar. Declarer menggunakannya untuk merencanakan jalannya permainan dan finesse. Defender menggunakannya untuk menyimpulkan kartu apa yang dipegang Declarer dan partner, sehingga bisa membuat keputahan lead atau sinyal yang tepat untuk mengalahkan kontrak.

Seberapa sering perhitungan peluang awal berubah drastis saat permainan berlangsung?

Cukup sering. Setiap kartu yang terbuka adalah informasi baru. Misalnya, jika kamu sebagai Declarer memegang As sekop dan melihat King sekop muncul di trick pertama dari lawan, maka seluruh perhitungan peluang untuk kartu hitam non-angka di suit sekop harus disesuaikan ulang secara instan.

BACA JUGA  Perbedaan Bahan Ajar dan Sumber Belajar dalam Pembelajaran Modern

Leave a Comment