Pengertian Cuaca dan Iklim bukan sekadar teori di buku teks, melainkan kunci untuk membuka pemahaman tentang dinamika atmosfer yang secara langsung memengaruhi setiap aspek kehidupan di Bumi. Dari memutuskan pakaian yang akan dikenakan hari ini hingga merancang kebijakan pertanian untuk dekade mendatang, kedua konsep ini menjadi fondasi dalam membaca “pola perilaku” planet kita.
Cuaca menggambarkan kondisi atmosfer jangka pendek di suatu tempat yang bisa berubah dalam hitungan jam, sementara iklim merupakan pola cuaca rata-rata yang diamati dalam jangka panjang, biasanya 30 tahun atau lebih. Perbedaan mendasar ini, yang mencakup cakupan waktu, ruang, dan sifatnya, menjadi titik awal untuk memahami segala hal mulai dari fenomena badai lokal hingga tren pemanasan global yang mengkhawatirkan.
Dasar-Dasar Cuaca dan Iklim
Memahami dinamika atmosfer Bumi dimulai dari membedakan dua konsep yang sering tertukar: cuaca dan iklim. Keduanya seperti cerita harian versus biografi lengkap suatu tempat. Cuaca adalah narasi yang berubah setiap jam, sementara iklim adalah karakter dan kepribadian suatu wilayah yang terbentuk dari kumpulan jutaan narasi tersebut.
Pengertian dan Karakteristik Cuaca
Cuaca adalah keadaan atmosfer di suatu tempat pada waktu tertentu, dalam skala yang relatif sempit, bisa hanya beberapa jam hingga beberapa hari. Ia bersifat dinamis dan sangat fluktuatif. Karakteristik utamanya adalah ketidakpastian dan perubahan yang cepat. Pagi yang cerah bisa berubah menjadi sore yang mendung dan hujan lebat karena cuaca menggambarkan kondisi atmosfer sesaat, yang dipengaruhi oleh interaksi kompleks berbagai unsur seperti suhu, kelembapan, angin, dan tekanan udara di lokasi tersebut.
Definisi dan Unsur Pembentuk Iklim
Iklim, di sisi lain, adalah sintesis atau rata-rata dari kondisi cuaca di suatu wilayah yang diamati dalam periode panjang, minimal 30 tahun. Iklim menggambarkan pola dan kebiasaan atmosfer. Unsur-unsur pembentuknya sama dengan unsur cuaca, tetapi dianalisis dalam rentang waktu yang panjang untuk mendapatkan nilai rata-rata, variasi, dan ekstremnya. Unsur-unsur utama tersebut adalah suhu udara, curah hujan, kelembapan udara, tekanan udara, angin, dan penyinaran matahari.
Data iklim memberikan gambaran tentang apa yang biasanya diharapkan di suatu musim atau bulan tertentu.
Perbandingan Mendasar Cuaca dan Iklim, Pengertian Cuaca dan Iklim
Untuk memperjelas perbedaan keduanya, tabel berikut merinci perbandingan berdasarkan beberapa aspek kunci.
| Aspek | Cuaca | Iklim | Contoh Data |
|---|---|---|---|
| Cakupan Waktu | Singkat (jam, hari) | Panjang (puluhan hingga ratusan tahun) | Cuaca: Suhu 32°C hari ini. Iklim: Rata-rata suhu Januari 27°C. |
| Cakupan Ruang | Lokal dan sempit | Regional hingga global | Cuaca: Hujan di Kecamatan X. Iklim: Iklim Tropis Asia Tenggara. |
| Sifat | Dinamis, mudah berubah, tidak pasti | Statis, stabil, dapat diprediksi pola umumnya | Cuaca: Prakiraan 3 hari. Iklim: Peta Zona Iklim Koppen. |
| Penentu | Perubahan unsur atmosfer sesaat | Letak astronomis, geografis, dan sirkulasi global | Cuaca: Awan cumulonimbus. Iklim: Posisi di garis lintang rendah. |
Peran Unsur Cuaca dalam Membentuk Kondisi Atmosfer
Setiap unsur cuaca bagaikan pemain dalam orkestra yang menghasilkan simfoni kondisi atmosfer. Suhu adalah konduktor utamanya, mengatur energi panas yang mendorong pergerakan udara dan penguapan. Tekanan udara menciptakan gradien; udara bergerak dari daerah bertekanan tinggi ke rendah, yang kita rasakan sebagai angin. Angin ini kemudian memindahkan panas dan uap air. Kelembapan udara menentukan jumlah uap air yang tersedia; ketika udara lembab naik dan mendingin, uap air mengembun membentuk awan dan akhirnya curah hujan.
Interaksi real-time dari semua unsur inilah yang kita alami sebagai cuaca—panas, dingin, berangin, atau hujan.
Klasifikasi dan Zona Iklim di Dunia
Untuk memahami pola iklim global yang begitu beragam, ilmuwan mengelompokkannya ke dalam zona-zona berdasarkan kesamaan karakteristik. Klasifikasi ini membantu kita memprediksi kondisi suatu wilayah, memahami ekosistemnya, dan merencanakan kehidupan yang adaptif. Sistem klasifikasi yang paling banyak digunakan adalah sistem Koppen-Geiger, yang membagi iklim berdasarkan suhu dan curah hujan rata-rata bulanan serta tahunan.
Sistem Klasifikasi Iklim Koppen
Sistem Klasifikasi Iklim Koppen adalah sistem yang robust dan praktis, menggunakan kombinasi huruf untuk menandai jenis iklim. Huruf pertama (A, B, C, D, E) menunjukkan kelompok iklim utama berdasarkan suhu. Huruf kedua dan ketiga memberikan detail tentang pola curah hujan dan tingkat suhu. Misalnya, “Af” menunjukkan iklim tropis basah (A) dengan hujan sepanjang tahun (f). Sistem ini efektif karena didasarkan pada data yang terukur dan berkorelasi kuat dengan tipe vegetasi alami suatu daerah.
Karakteristik Zona Iklim Utama
Berdasarkan sistem Koppen, dunia dapat dibagi menjadi beberapa zona iklim utama dengan karakteristik yang berbeda.
- Iklim Tropis (A): Terletak di sekitar ekuator (23.5°LU – 23.5°LS). Ciri khasnya adalah suhu tinggi sepanjang tahun (rata-rata >18°C) dengan variasi musim yang lebih ditentukan oleh curah hujan daripada suhu. Memiliki vegetasi hutan hujan tropis yang lebat atau sabana.
- Iklim Kering (B): Terjadi di daerah subtropis dan kontinental pedalaman. Curah hujan sangat rendah, biasanya kurang dari penguapan. Cirinya adalah perbedaan suhu harian yang besar. Vegetasinya berupa stepa, padang rumput kering, atau gurun pasir.
- Iklim Sedang (C): Berada di garis lintang menengah (23.5°
-66.5°). Memiliki empat musim yang jelas (semi, panas, gugur, dingin) dengan suhu sedang dan curah hujan yang cukup sepanjang tahun. Vegetasi yang umum adalah hutan gugur dan hutan campur. - Iklim Dingin/Salju (D & E): Iklim D (dingin) memiliki musim dingin yang sangat dingin dan musim panas yang hangat, sering ditemui di daratan utara. Iklim E (kutub) suhunya selalu dingin, dengan musim panas yang sangat singkat (tundra) atau tidak ada sama sekali (es abadi). Vegetasinya didominasi oleh taiga (hutan konifer), tundra, atau lapisan es.
Faktor Penentu Terbentuknya Tipe Iklim
Keberagaman tipe iklim di Bumi bukanlah kebetulan. Beberapa faktor kunci saling berinteraksi membentuk karakteristik iklim suatu tempat.
- Letak Astronomis (Garis Lintang): Faktor paling mendasar. Garis lintang menentukan sudut datang sinar matahari, yang langsung mempengaruhi jumlah energi panas yang diterima. Daerah ekuator mendapat panas lebih banyak sepanjang tahun daripada daerah kutub.
- Ketinggian Tempat: Semakin tinggi suatu tempat, suhu udara umumnya semakin dingin. Pola ini yang menyebabkan daerah pegunungan tropis bisa memiliki suhu sejuk seperti daerah iklim sedang.
- Jarak dari Laut (Kontinentalitas): Laut berperan sebagai penyeimbang suhu. Daerah pesisir cenderung memiliki iklim maritim dengan suhu lebih stabil, sedangkan daerah pedalaman memiliki iklim kontinental dengan amplitudo suhu harian dan tahunan yang besar.
- Arah dan Posisi Topografi: Pegunungan dapat menghalangi angin dan awan, menciptakan daerah hujan (windward) dan daerah bayangan hujan (leeward) yang kering.
- Sirkulasi Udara dan Arus Laut Global: Pola angin planet seperti angin pasat dan angin baratan, serta arus laut hangat dan dingin, mendistribusikan kembali panas dan kelembapan secara global.
Hubungan Garis Lintang dan Jenis Iklim
Hubungan antara letak astronomis dan iklim sangatlah langsung dan sistematis. Garis lintang pada dasarnya adalah pengatur utama “thermostat” Bumi. Daerah di antara garis balik (Tropis) menerima sinar matahari hampir tegak lurus sepanjang tahun, menghasilkan energi panas yang konstan dan tinggi, yang mendefinisikan iklim tropis. Saat kita bergerak ke lintang menengah, sudut datang matahari lebih miring dan durasi penyinaran berubah-ubah sepanjang tahun, menciptakan variasi musim yang khas iklim sedang.
Mendekati lingkaran kutub, sudut datang matahari sangat miring bahkan tidak muncul di musim dingin, sehingga energi yang diterima minimal, menghasilkan iklim dingin dan kutub. Pola global zona iklim A, C, D, dan E secara kasar mengikuti sabuk-sabuk garis lintang ini.
Alat Ukur dan Metode Pengamatan
Data cuaca dan iklim yang akurat tidak muncul begitu saja. Ia adalah hasil dari pengamatan dan pengukuran yang cermat menggunakan peralatan khusus. Stasiun meteorologi, baik yang sederhana maupun canggih, dipenuhi dengan alat-alat yang masing-masing punya tugas spesifik untuk “membaca” bahasa atmosfer. Memahami cara kerja alat-alat ini membuka wawasan tentang bagaimana data prakiraan cuaca yang kita andalkan setiap hari dihasilkan.
Fungsi dan Cara Kerja Alat Meteorologi Dasar
Alat-alat dasar meteorologi dirancang berdasarkan prinsip fisika yang relatif sederhana namun efektif. Termometer mengukur suhu, biasanya menggunakan pemuaian alkohol atau raksa dalam tabung kapiler. Barometer mengukur tekanan udara dengan mendeteksi gaya yang diberikan oleh berat kolom atmosfer, bisa menggunakan kolom air raksa (barometer merkuri) atau kotak logam hampa yang lentur (aneroid). Anemometer memiliki mangkuk atau baling-baling yang berputar oleh angin; kecepatan putarannya dikonversi menjadi kecepatan angin.
Higrometer mengukur kelembapan udara, salah satu jenisnya (psychrometer) menggunakan dua termometer (basah dan kering) dimana penguapan pada bola basah menyebabkan penurunan suhu yang proporsional dengan kelembapan.
Alat Ukur Cuaca dan Prinsip Kerjanya
Berikut adalah tabel yang merangkum beberapa alat ukur cuaca penting, variabel yang diukur, serta prinsip kerjanya secara singkat.
| Nama Alat | Variabel yang Diukur | Satuan | Prinsip Kerja Singkat |
|---|---|---|---|
| Termometer | Suhu Udara | °Celsius (°C) | Pemuaian zat cair (alkohol/raksa) dalam tabung kapiler akibat perubahan suhu. |
| Barometer | Tekanan Udara | Hektopascal (hPa) | Mengukur berat kolom udara dengan kolom cairan (merkuri) atau deformasi kotak logam hampa (aneroid). |
| Anemometer | Kecepatan Angin | Meter per detik (m/s) atau Knot | Mangkuk atau baling-baling berputar karena dorongan angin. Jumlah putaran per waktu dikonversi menjadi kecepatan. |
| Higrometer | Kelembapan Udara | Persen (%) | Mengukur perbedaan suhu antara bola termometer kering dan basah (psychrometer), atau perubahan sifat bahan higroskopis. |
| Penakar Hujan | Curah Hujan | Milimeter (mm) | Mengumpulkan air hujan pada corong dengan luas penampang tertentu. Volume air dikonversi menjadi tinggi hujan. |
| Sunshine Recorder | Durasi Penyinaran Matahari | Jam | Menggunakan bola kaca yang memfokuskan sinar matahari untuk membakar strip kertas khusus, meninggalkan jejak sesuai durasi cerah. |
Prosedur Pengamatan Cuaca Harian
Pengamatan di stasiun meteorologi konvensional dilakukan secara rutin pada waktu sinoptik utama, yaitu pukul 00.00, 06.00, 12.00, dan 18.00 UTC. Pengamat mencatat semua unsur cuaca dari alat-alat yang terpasang di halaman stasiun (termometer, barometer, penakar hujan) dan alat yang ditempatkan dalam sangkar meteorologi (untuk melindungi dari radiasi langsung). Data seperti suhu, kelembapan, tekanan, arah dan kecepatan angin, jumlah dan jenis awan, serta visibilitas dicatat dengan cermat pada formulir khusus.
Data harian ini kemudian dikirim ke pusat pengolahan data untuk dianalisis dan digunakan dalam pemodelan prakiraan cuaca.
Pengukuran Curah Hujan dan Jenis Penakar Hujan
Pengukuran curah hujan adalah proses mengukur kedalaman air hujan yang terkumpul pada permukaan datar, dinyatakan dalam milimeter (mm). Satu mm curah hujan berarti air hujan setinggi 1 mm menutupi seluruh permukaan tanah secara merata. Alat utamanya adalah penakar hujan (rain gauge). Jenis yang paling umum adalah penakar hujan manual (ombrometer), berupa silinder dengan corong pengumpul. Air yang terkumpul di dalam tabung ukur dibaca secara manual setiap hari.
Jenis lainnya adalah penakar hujan otomatis, seperti penakar tipe tipping bucket, yang memiliki dua “ember” kecil yang bergantian menumpahkan air saat penuh, setiap tip mewakili sejumlah volume hujan tertentu dan mencatatnya secara elektronik. Ada juga penakar hujan penimbang yang mengukur berat air yang terkumpul.
Fenomena Cuaca dan Pola Iklim Spesifik
Atmosfer Bumi tak hanya menghasilkan cuaca sehari-hari yang biasa, tetapi juga mampu menciptakan fenomena spektakuler dan terkadang merusak, serta pola iklim berulang yang membentuk ritme kehidupan di berbagai belahan dunia. Memahami fenomena seperti siklon tropis atau pola muson bukan hanya soal pengetahuan umum, tetapi juga kunci untuk kesiapsiagaan dan adaptasi.
Proses Terjadinya Fenomena Cuaca Ekstrem
Fenomena cuaca ekstrem seringkali lahir dari ketidakseimbangan energi di atmosfer. Angin topan (siklon tropis) adalah mesin panas raksasa yang bermula dari gangguan cuaca di atas laut tropis yang hangat (>26.5°C). Air laut yang menguap menyediakan energi laten yang luar biasa. Udara panas dan lembap ini naik, membentuk area tekanan sangat rendah di permukaan. Udara dari sekitarnya berputar masuk (dipengaruhi gaya Coriolis), terus memanas dan naik, membentuk sistem badai yang terorganisir dengan mata yang tenang di pusatnya.
Tornado adalah kolom udara yang berputar dengan kecepatan dahsyat yang menjulur dari dasar awan cumulonimbus ke tanah. Ia terbentuk dari interaksi antara udara hangat-lembap yang naik cepat dengan geser angin (perubahan arah dan kecepatan angin dengan ketinggian). Kekeringan adalah fenomena cuaca ekstrem yang bersifat gradual, berupa periode curah hujan di bawah normal yang berkepanjangan, sering diperparah oleh suhu tinggi yang meningkatkan penguapan.
Siklus Hidrologi dan Kaitannya dengan Pola Cuaca
Siklus hidrologi adalah proses abadi yang menggerakkan air antara lautan, atmosfer, dan daratan. Matahari memanaskan permukaan air, menyebabkan penguapan. Uap air naik, mendingin, dan mengembun membentuk awan. Partikel awan kemudian bertumbukan dan jatuh sebagai presipitasi (hujan, salju). Air yang sampai ke darat mengalir sebagai air permukaan atau meresap sebagai air tanah, akhirnya kembali ke laut. Siklus ini adalah jantung dari pola cuaca; distribusi panas laten melalui penguapan dan kondensasi menggerakkan badai, variasi kelembapan atmosfer menentukan potensi hujan, dan suhu permukaan laut yang memengaruhi penguapan menjadi pemicu pola iklim besar seperti El Niño.
Pola Iklim Muson di Indonesia
Indonesia hidup di bawah pengaruh dominan iklim muson. Pola ini ditandai oleh pergantian angin musiman yang membawa masa basah (muson barat) dan masa kering (muson timur). Muson barat terjadi sekitar Oktober-April, ketika benua Asia lebih dingin (tekanan tinggi) dan Australia lebih panas (tekanan rendah), sehingga angin bertiup dari Asia ke Australia melewati Indonesia, membawa banyak uap air dari Samudera Hindia dan menyebabkan hujan lebat.
Sebaliknya, Muson Timur terjadi sekitar April-Oktober, ketika kondisi tekanan berbalik, angin bertiup dari Australia yang kering ke Asia, menyebabkan musim kemarau di sebagian besar Indonesia. Pola ini sangat menentukan kalender pertanian, dimana masa tanam padi biasanya dimulai di awal musim hujan. Masyarakat juga menyesuaikan aktivitas budaya, persiapan sumber air, hingga waspada banjir dan kekeringan berdasarkan pola muson ini.
Fenomena Iklim Global El Niño dan La Niña
El Niño dan La Niña adalah fase berlawanan dari suatu osilasi alami suhu permukaan laut dan tekanan udara di Samudera Pasifik tropis, yang berdampak global. El Niño ditandai dengan memanasnya suhu permukaan laut di Pasifik tengah-timur. Ini menggeser pola konveksi (awan dan hujan) biasanya, menyebabkan kekeringan parah di Indonesia, Australia bagian timur, dan India, sementara meningkatkan hujan di pesisir barat Amerika Selatan.
La Niña adalah kebalikannya, dengan suhu laut Pasifik tengah-timur lebih dingin dari normal. Ia cenderung memperkuat pola musim normal, membawa hujan lebih lebat ke Asia Tenggara dan Australia utara, serta musim badai Atlantik yang lebih aktif. Kedua fenomena ini, yang terjadi setiap 2-7 tahun, adalah pengingat kuat betapa terhubungnya sistem iklim dunia.
Aplikasi dan Dampaknya bagi Kehidupan: Pengertian Cuaca Dan Iklim
Source: geovolcan.com
Informasi cuaca dan iklim bukanlah sekadar data ilmiah yang abstrak. Ia adalah pengetahuan praktis yang menyentuh hampir setiap aspek kehidupan manusia, dari menentukan pakaian yang akan dikenakan hari ini hingga merancang kota yang berkelanjutan untuk puluhan tahun ke depan. Memahami aplikasinya membantu kita menghargai nilai dari ilmu meteorologi dan klimatologi.
Pentingnya Informasi Cuaca bagi Berbagai Sektor
Prakiraan cuaca yang akurat adalah alat pengambilan keputusan yang vital. Di sektor pertanian, petani menggunakan informasi hujan untuk menjadwalkan tanam, irigasi, dan panen, serta memperingatkan tentang potensi hujan es atau kekeringan. Dalam transportasi, informasi cuaca menentukan keselamatan penerbangan (menghindari turbulensi, badai), pelayaran (menghindari siklon), dan transportasi darat (mewaspadai kabut, banjir, atau jalan licin). Untuk perencanaan kegiatan sehari-hari, mulai dari piknik keluarga, event olahraga outdoor, hingga konstruksi bangunan, sangat bergantung pada prakiraan cuaca untuk meminimalkan gangguan dan risiko.
Penggunaan Data Iklim dalam Perencanaan Pembangunan
Data iklim jangka panjang adalah fondasi perencanaan yang berkelanjutan. Insinyur sipil menggunakan data curah hujan ekstrem dan probabilitas banjir untuk mendesain kapasitas drainase, bendungan, dan jembatan yang aman. Data angin dan gempa digunakan dalam desain struktur bangunan tinggi. Dalam pengelolaan sumber daya air, data iklim membantu memprediksi ketersediaan air di waduk, merencanakan pola tanam untuk mengoptimalkan penggunaan air, dan mengantisipasi kekeringan. Perencanaan tata kota juga mempertimbangkan pola angin untuk sirkulasi udara dan arah perkembangan wilayah berdasarkan kerentanan terhadap bencana iklim.
Dampak Perubahan Unsur Cuaca terhadap Kesehatan dan Ekosistem
Perubahan pada unsur cuaca, baik yang alami maupun yang dipercepat oleh aktivitas manusia, memiliki konsekuensi langsung dan tidak langsung.
- Suhu yang ekstrem (gelombang panas) dapat menyebabkan heat stroke, memperburuk penyakit kardiovaskular dan pernapasan, serta meningkatkan polusi udara (ozon permukaan tanah).
- Kelembapan tinggi yang dikombinasikan dengan suhu hangat mendorong perkembangbiakan nyamuk dan patogen, meningkatkan risiko penyakit seperti demam berdarah dan malaria.
- Polusi udara (partikulat, ozon) yang dipengaruhi oleh kondisi atmosfer yang stagnan dapat memicu asma, bronkitis, dan penyakit paru-paru lainnya.
- Pada ekosistem, perubahan pola curah hujan dan suhu dapat menggeser musim berbunga, mengganggu pola migrasi hewan, menyebabkan pemutihan karang (coral bleaching), dan meningkatkan frekuensi kebakaran hutan.
Keterkaitan Pola Iklim dengan Persebaran Flora dan Fauna
Pola iklim adalah penentu utama dari peta kehidupan di Bumi. Setiap jenis tumbuhan memiliki rentang toleransi terhadap suhu, kelembapan, dan curah hujan tertentu. Inilah yang membentuk bioma seperti hutan hujan tropis, gurun, taiga, atau tundra—setiap bioma adalah respons vegetasi terhadap iklim setempat. Fauna, pada gilirannya, beradaptasi dengan vegetasi dan kondisi iklim tersebut. Misalnya, unta beradaptasi dengan iklim gurun yang kering, beruang kutub dengan iklim es, dan orangutan dengan iklim tropis lembap.
Perubahan iklim, dengan menggeser zona iklim, juga berpotensi menggeser atau bahkan mengancam habitat spesies-spesies yang tidak dapat beradaptasi dengan cepat, sehingga mempengaruhi keanekaragaman hayati secara global.
Ringkasan Penutup
Memahami pengertian cuaca dan iklim secara mendalam bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah awal. Pengetahuan ini adalah alat vital yang memberdayakan kita, dari petani yang menjadwalkan tanam hingga insinyur yang mendesain infrastruktur tahan iklim. Dengan menguasai dasar-dasar ini, kita dapat menginterpretasikan data dari alat pengukur, mengantisipasi pola musim, dan akhirnya, membangun ketahanan yang lebih baik terhadap tantangan cuaca ekstrem dan perubahan iklim yang sedang berlangsung.
Pada akhirnya, literasi tentang cuaca dan iklim adalah investasi penting untuk pengambilan keputusan yang lebih cerdas dan berkelanjutan.
Sudut Pertanyaan Umum (FAQ)
Apakah perubahan iklim sama dengan cuaca ekstrem?
Tidak persis sama. Cuaca ekstrem adalah suatu peristiwa, seperti badai atau gelombang panas yang parah. Perubahan iklim mengacu pada perubahan jangka panjang dalam pola iklim rata-rata. Namun, perubahan iklim dapat meningkatkan frekuensi dan intensitas beberapa jenis cuaca ekstrem tertentu.
Mengapa prediksi iklim bisa dilakukan untuk jangka panjang, sedangkan prediksi cuaca sering tidak akurat untuk lebih dari 7 hari?
Prediksi iklim berfokus pada pola dan rata-rata (seberapa panas atau basah suatu musim), bukan pada kondisi spesifik di suatu hari. Prediksi cuaca mencoba meramalkan keadaan atmosfer yang sangat dinamis dan kacau secara detail, di mana kesalahan kecil dalam data awal dapat membesar dengan cepat seiring waktu.
Bisakah suatu wilayah memiliki lebih dari satu jenis iklim?
Ya, klasifikasi iklim seperti Koppen sering membagi wilayah besar menjadi zona. Suatu negara atau pulau besar bisa memiliki beberapa zona iklim berbeda karena variasi topografi (pegunungan, dataran rendah), jarak dari laut, dan arah angin, meskipun letak astronomisnya sama.
Bagaimana data cuaca dan iklim masa lalu digunakan untuk masa depan?
Data historis iklim digunakan untuk mengidentifikasi tren, membangun model iklim, dan menetapkan “baseline” normal. Informasi ini crucial untuk perencanaan jangka panjang di bidang konstruksi (menentukan standar bangunan), pengelolaan air (mendesain waduk), dan pertanian (mengembangkan varietas tanaman tahan kering atau banjir).