Pengertian expression of suggestion adalah sebuah jembatan menuju solusi yang dibangun dari kepedulian dan kebijaksanaan. Dalam aliran komunikasi manusia, ungkapan saran mengalir seperti air yang menawarkan jalur baru, membuka kemungkinan yang mungkin tersembunyi, dan mengajak kita untuk melangkah bersama menuju titik yang lebih terang. Ia bukan sekadar rangkaian kata, melainkan wujud dari niat untuk berbagi perspektif dan menumbuhkan pemahaman.
Ungkapan ini merupakan elemen fundamental dalam bahasa Inggris yang memungkinkan seseorang mengusulkan ide atau tindakan kepada orang lain. Berbeda dengan nasihat yang seringkali bersifat instruktif atau permintaan yang memohon sesuatu, saran lebih merupakan tawaran untuk dipertimbangkan. Tujuannya adalah untuk berkolaborasi, membantu pemecahan masalah, dan memperkaya percakapan dengan alternatif, menggunakan ciri kebahasaan seperti modal verbs “should”, “could”, atau frasa “how about” dan “why don’t we”.
Pengertian dan Konsep Dasar Expression of Suggestion
Expression of suggestion itu, dalam bahasa Inggris, adalah cara kita ngelempar ide atau usul ke orang lain buat dipertimbangin. Bukan perintah, tapi lebih kayak ngasih opsi. Intinya, kita ngajakin lawan bicara buat liat suatu kemungkinan, bisa berupa tindakan, pilihan, atau solusi dari suatu masalah. Kalau di Bali, kira-kira polanya mirip pas kita bilang, “Nah, gimana kalau ke warungnya Ngojek aja?” Itu kan usul, bukan suruh.
Nah, biar makin paham, kita bedain dulu sama konsep yang lain. Suggestion beda tipis sama advice (nasihat). Suggestion itu lebih umum dan casual, sering dipakai antara teman sejawat. Sementara advice biasanya datang dari orang yang lebih berpengalaman atau ahli, nuansanya lebih kuat dan sering pakai modal verb “should”. Contoh, “You should see a doctor” itu nasihat.
“Why don’t you try this herbal drink?” itu saran. Trus, suggestion juga beda sama request (permintaan). Request itu kita minta sesuatu, contoh “Can you help me?”. Kalau suggestion, kita ngasih ide, contoh “How about we ask for help?”.
Fungsi Sosial dan Ciri Kebahasaan, Pengertian expression of suggestion
Tujuan utama ngasih saran tuh buat nawarin solusi tanpa ngejudge, ngajak kolaborasi, dan menjaga hubungan sosial biar tetep harmonis. Fungsinya supaya komunikasi nggak satu arah, tapi diskusi yang terbuka. Ciri-ciri bahasanya bisa dikenalin dari kata-kata kunci tertentu. Yang paling sering tuh pake modal verbs kayak could, might, should. Lalu ada pola-pola spesifik kayak pake kata kerja suggest atau recommend, atau pake frasa pembuka kayak How about…? atau What if…?.
Intinya, kalimatnya sering banget bersifat tentatif alias nggak mutlak.
Struktur dan Formula Ungkapan: Pengertian Expression Of Suggestion
Source: kibrispdr.org
Struktur ngasih saran itu fleksibel banget, bisa dari yang direct banget sampe yang super halus dan nggak langsung. Pilihan strukturnya ngaruh banget sama tingkat kesopanan dan keformalannya. Buat lebih gampang liat polanya, cek tabel di bawah ini.
| Struktur | Formula Contoh | Tingkat Kehalusan | Contoh Kalimat |
|---|---|---|---|
| Menggunakan ‘Let’s’ | Let’s + verb base form | Casual, ajakan kolaboratif |
|
| Pertanyaan dengan ‘Why don’t’ | Why don’t + you/we + verb base form | Casual hingga semi-formal, sering untuk solusi |
|
| Pertanyaan dengan ‘How/What about’ | How/What about + verb-ing / noun phrase | Casual, menawarkan ide atau pilihan |
|
| Pertanyaan dengan ‘What if’ | What if + subject + verb (past simple untuk present) | Casual, mengajukan skenario hipotetis |
|
Modifikasi tingkat formalitas bisa dilakukan dengan nambahin kata “maybe” atau “perhaps” di depannya, atau pake kalimat kondisional. Misal, dari “You should talk to him” jadi ” Maybe you could talk to him” atau ” If I were you, I might talk to him.” Semakin panjang dan pakai kata peredam, semakin halus dan formal kesannya.
Jenis dan Konteks Penggunaan
Nggak semua saran cocok buat semua situasi. Jenis saran yang kita pake harus disesuain sama konteksnya, siapa yang diajak bicara, dan apa tujuannya. Di tempat kerja yang formal, tentu beda bahasanya sama pas lagi nongkrong sama temen.
| Jenis Saran | Konteks Situasi | Contoh Ungkapan | Hubungan Pembicara |
|---|---|---|---|
| Saran sebagai Solusi | Profesional, diskusi masalah | “One possible solution might be to extend the deadline.” | Rekan kerja, atasan ke bawahan (formal) |
| Saran sebagai Pilihan | Informal, perencanaan sosial | “We could go hiking, or if you prefer, we can just chill at the cafe.” | Teman dekat, keluarga (casual) |
| Saran sebagai Ajakan Kolaboratif | Kelompok kerja, proyek tim | “Let’s divide the tasks based on our strengths.” | Anggota tim yang setara (semi-formal) |
| Saran Halus (Tentative) | Situasi sensitif, atau ke orang yang lebih senior | “Perhaps it would be worth considering another vendor.” | Bawahan ke atasan, ke orang yang baru dikenal |
Untuk ilustrasi, bayangin dua konteks ini. Pertama, di tempat kerja: Rani dan Agus lagi bahas presentasi yang mentok. Rani bilang, ” What if we add more infographics here? It might make the data easier to digest.” Di sini, saran pake “What if” dan “might” menunjukkan kolaborasi dan ide yang terbuka. Kedua, di antara temen: Dita lagi bingung mau liburan kemana.
Temennya bilang, ” How about we go to Ubud? We could do a yoga class and then eat at that famous warung.” Konteksnya santai, pilihan strukturnya casual dan penuh opsi.
Contoh Percakapan dan Analisis
Berikut dialog antara Bli Wayan, Made, dan Komang yang lagi rencanain acara reunion sekolah.
Made: Guys, masalahnya nih, banyak yang bilang tanggal 17 itu nggak bisa. Acara kita bisa batal nih.
Komang: Waduh, serius? How about kita geser aja ke akhir bulan?
Bli Wayan: Hmm, akhir bulan aku ada urusan keluarga.Maybe we could coba tanya lewat polling di grup, cari tanggal yang majority bisa.
Made: Oke ide tuh! What if sekalian kita kasih dua pilihan tanggal? Biar lebih gampang.
Komang: Setuju! Let’s do that now.
Mari kita analisis ungkapan sarannya:
“How about kita geser aja ke akhir bulan?”
Komang pake “How about” buat nawarin solusi spesifik secara casual, langsung ke inti masalah.
“Maybe we could coba tanya lewat polling di grup…”
Bli Wayan, yang mungkin lebih senior, pake “Maybe we could”. Ini lebih halus dan kolaboratif, nunjukin bahwa ini usul, bukan perintah.
“What if sekalian kita kasih dua pilihan tanggal?”
Made mengembangkan ide Bli Wayan dengan “What if”, mengajukan skenario lanjutan yang lebih detail.
“Let’s do that now.”
Komang nutup dengan “Let’s” buat ajakan melakukan aksi konkret, sekaligus menunjukkan persetujuan.
Kalau dialog ini diubah ke konteks formal kantor, ungkapannya bakal berubah. Misal: “Perhaps we could consider rescheduling to the end of the month?” atau “I suggest we conduct a poll to find the most suitable date.” Respon terhadap saran juga penting. Menerima: “That’s a great idea, let’s do that.” Menolak halus: “That’s an interesting suggestion, but I’m worried about the cost.
Maybe we can look for other options?” Menunda: “I need to think about that first. Can we discuss it again tomorrow?”
Kesalahan Umum dan Tips Penggunaan
Beberapa kesalahan sering terjadi karena pengaruh bahasa ibu atau kurangnya perhatian pada nuansa. Misalnya, penggunaan “must” atau “have to” dalam saran akan terdengar seperti perintah yang kaku. Contoh kesalahan: ” You must try this restaurant.” Koreksinya: ” You should try this restaurant” atau ” You’ve got to try this restaurant” (untuk penekanan yang lebih casual).
Tips memilih ungkapan yang tepat: perhatikan keakraban dan budaya. Dalam konteks Barat, saran langsung (“You should…”) kadang diterima. Tapi di banyak budaya Asia, termasuk Indonesia, saran yang terlalu langsung bisa dianggap kasar. Selalu gunakan bentuk pertanyaan atau kata peredam seperti “maybe”, “perhaps”, “could”. Topik sensitif seperti masalah pribadi atau finansial butuh saran yang ekstra halus, bahkan lebih baik ditanya dulu, “Would you like some advice on that?” sebelum memberi saran.
Untuk latihan, coba identifikasi dan perbaiki kesalahan dalam kalimat berikut:
I suggest you to see a doctor.→ I suggest you see a doctor. atau I suggest that you see a doctor. (Setelah “suggest” tidak pakai “to”).How about to go swimming?→ How about going swimming? atau What about swimming? (Setelah “How about” pakai gerund atau noun).Why don’t we trying the new place?→ Why don’t we try the new place? (Setelah “don’t” pakai verb base form).
Ekspresi Terkait dan Variasi Bahasa
Expression of suggestion punya saudara-saudara dekat yang nuansanya beda tipis. Memahami perbedaannya bikin kita lebih presisi dalam komunikasi.
| Ekspresi | Nuansa Makna | Tingkat Formalitas | Contoh Penggunaan |
|---|---|---|---|
| Suggestion | Usul atau ide umum untuk dipertimbangkan. | Casual hingga Semi-Formal | “I have a suggestion for the team outing.” |
| Recommendation | Saran yang lebih kuat, sering berdasarkan pengalaman atau keahlian. | Semi-Formal hingga Formal | “I highly recommend this software for our project.” |
| Proposal | Usulan yang terstruktur dan detail, sering untuk rencana formal. | Formal | “We submitted a proposal to change the workflow.” |
| Idea | Paling umum dan ringan, bisa jadi awal dari sebuah saran. | Casual | “Just an idea, but what about a potluck?” |
Variasi sinonim juga bisa memperkaya bahasa. Daripada selalu pakai “you should”, coba ganti dengan:
- You might want to… (lebih halus dan pilihan ada di mereka).
- It might be a good idea to… (fokus ke idenya, bukan orangnya).
- Have you thought about…? (bentuk pertanyaan yang sangat tidak memaksa).
- One option is to… (menunjukkan ada banyak pilihan lain).
Perbedaan “You should call him” dan “You might want to call him” cukup signifikan. Yang pertama terdengar seperti nasihat atau kewajiban. Yang kedua lebih ke mengingatkan akan sebuah opsi yang baik, dan keputusan akhir ada di tangan lawan bicara. Dalam sebuah diskusi, ekspresi saran sering digabung dengan ekspresi setuju atau tidak setuju. Contoh paragraf kohesif: ” I think your suggestion to start earlier is good. However, I’m not sure if everyone can make it. Maybe we could instead share the pre-read materials in advance to save time during the meeting.
What do you think?” Di sini ada agreement, disagreement, dan counter-suggestion yang diajukan secara kolaboratif.
Ulasan Penutup
Menguasai pengertian expression of suggestion pada akhirnya adalah tentang merangkul seni berbagi cahaya pikiran tanpa memadamkan nyala api kehendak orang lain. Setiap saran yang diucapkan dengan kesadaran penuh menjadi benih yang ditanam dalam dialog, yang dapat tumbuh menjadi solusi, memperkuat hubungan, dan mencerminkan kedewasaan berkomunikasi. Dalam kesimpulannya, ungkapan saran yang efektif bukanlah tentang kebenaran mutlak, tetapi tentang keindahan menawarkan sebuah kemungkinan dan menghormati pilihan yang lahir dari pertimbangan bersama.
Kumpulan FAQ
Apakah memberikan saran selalu berarti kita lebih tahu daripada lawan bicara?
Tidak sama sekali. Memberikan saran lebih mencerminkan keinginan untuk berkolaborasi dan melihat situasi dari sudut pandang berbeda. Seringkali, saran justru lahir dari pengalaman serupa atau sebagai bentuk empati, bukan klaim superioritas pengetahuan.
Bagaimana jika saran kita ditolak? Apakah itu tanda gagal?
Penolakan terhadap sebuah saran bukanlah kegagalan. Fungsi sosial saran adalah untuk memicu diskusi dan pertimbangan. Sebuah saran yang ditolak dengan baik telah berhasil menjalankan perannya sebagai bahan refleksi dan tetap menghormati otonomi lawan bicara.
Kapan saat yang tepat untuk menggunakan saran langsung seperti “You should…”?
Penggunaan saran langsung seperti itu umumnya tepat dalam hubungan yang sangat akrab atau dalam situasi mendesak di mana kejelasan adalah prioritas. Namun, dalam konteks formal atau dengan orang yang baru dikenal, variasi yang lebih halus seperti “You might consider…” akan lebih sesuai.
Apakah expression of suggestion hanya digunakan untuk memecahkan masalah?
Tidak hanya untuk masalah. Ungkapan saran juga sangat umum digunakan untuk mengajak berkolaborasi (seperti “Let’s try this”), menawarkan pilihan (“We could go to A or B”), atau sekadar mengungkapkan ide kreatif dalam brainstorming tanpa ada masalah yang mendesak.