Tentukan Himpunan Penyelesaian 2x + 3y = 12 dan 2x – y = 4

Tentukan himpunan penyelesaian dari: 2x + 3y = 12 2x – y = 4. Kalimat itu mungkin langsung membawa kita pada memori masa sekolah, di mana angka dan variabel berjejalan di papan tulis. Tapi jangan salah, di balik kesan seriusnya, menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel ini sebenarnya seperti main teka-teki. Kita cari angka berapa ‘x’ dan berapa ‘y’ yang bisa memuaskan kedua persamaan itu secara bersamaan.

Proses menemukan jawabannya bukan cuma ritual matematika, melainkan latihan logika yang bisa diterapkan untuk memecahkan masalah sehari-hari, dari mengatur budget belanja sampai bagi-bagi tugas.

Mari kita bedah kasus spesifik ini. Dua persamaan, 2x + 3y = 12 dan 2x – y = 4, membentuk sebuah sistem. Tujuan utamanya adalah menemukan pasangan bilangan (x, y) yang menjadi titik temu, tempat di mana kedua garis ini bertemu dalam sebuah grafik. Proses pencariannya bisa dilakukan dengan beberapa cara cerdik, seperti eliminasi atau substitusi, yang masing-masing punya keunikan dan sensasi penyelesaiannya sendiri.

Dengan memahami langkah-langkahnya, kita tak hanya mendapat jawaban, tapi juga alat berpikir yang terstruktur.

Memahami Sistem Persamaan Linear Dua Variabel

Bayangkan kamu sedang merencanakan belanja bulanan. Kamu ingin membeli beras dan minyak goreng dengan uang yang sudah dialokasikan. Harga per item sudah diketahui, dan kamu punya batasan budget. Nah, masalah sehari-hari seperti ini bisa dimatematikakan menjadi sebuah sistem persamaan. Sistem Persamaan Linear Dua Variabel, atau sering disingkat SPLDV, adalah kumpulan dari dua atau lebih persamaan linear yang masing-masing memiliki dua variabel yang sama, biasanya dilambangkan dengan x dan y.

Bentuk umumnya bisa ditulis sebagai ax + by = c dan px + qy = r, di mana a, b, p, q adalah koefisien, dan c, r adalah konstanta.Contoh penerapannya sangat luas. Selain perhitungan belanja, menentukan tarif parkir motor dan mobil, menghitung kecepatan dan jarak tempuh dua kendaraan, hingga analisis break-even point dalam usaha kecil-kecilan. Inti dari mempelajari SPLDV adalah menemukan pasangan bilangan (x, y) yang memenuhi kedua persamaan secara bersamaan.

Pasangan inilah yang disebut himpunan penyelesaian. Menemukannya berarti menemukan solusi konkret dari masalah yang kita hadapi, misalnya berapa kilogram beras dan liter minyak yang bisa dibeli tanpa melebihi budget.

Definisi dan Bentuk Umum SPLDV

SPLDV terdiri dari dua persamaan linear. Kata ‘linear’ menunjukkan bahwa variabelnya berpangkat satu dan tidak dikalikan dengan variabel lain. Sistem ini disebut memiliki penyelesaian tunggal jika kedua garis yang merepresentasikan persamaan tersebut berpotongan di satu titik. Titik potong inilah yang menjadi jawabannya. Memahami bentuk ini adalah kunci untuk memilih metode penyelesaian yang paling efisien.

Soal sistem persamaan linear dua variabel seperti 2x + 3y = 12 dan 2x – y = 4 memang butuh ketelitian, mirip dengan logika dalam himpunan. Misalnya, untuk memahami operasi himpunan dengan lebih baik, kamu bisa cek contoh soal menarik seperti Jika A = 1, 2, 5, 10, B = 1, 3, 5, dan C = 1, 2, 3, 4, maka (A – B) n (A – C) adalah.

BACA JUGA  Tentukan Akar Persamaan Kuadrat x^2 + 4x - 12 = 0 dengan Kuadrat Sempurna

Setelah memahami konsep himpunan, kamu akan lebih mudah fokus menyelesaikan soal persamaan linear tadi dengan metode eliminasi atau substitusi untuk mencari nilai x dan y yang tepat.

Contoh Penerapan SPLDV dalam Kehidupan

Misalnya, sebuah warung kopi menjual kopi dan teh. Dalam satu hari, total penjualan 50 gelas dengan pendapatan Rp 750.Jika harga kopi Rp 20.000 dan teh Rp 10.000, kita bisa buat model SPLDV: x + y = 50 (untuk jumlah gelas) dan 20000x + 10000y = 750000 (untuk pendapatan). Dengan menyelesaikannya, kita bisa tahu berapa gelas kopi dan teh yang terjual.

Ini menunjukkan bagaimana matematika abstrak menjadi alat analisis yang sangat praktis.

Berbagai Metode Menyelesaikan SPLDV

Ada beberapa cara klasik untuk menemukan titik temu dari dua persamaan linear. Masing-masing metode punya keunikan dan kelebihannya sendiri. Mulai dari yang visual seperti menggambar grafik, hingga yang sangat sistematis seperti eliminasi dan substitusi. Memahami ketiganya memberi kita fleksibilitas; kita bisa memilih cara yang paling nyaman atau paling cepat tergantung bentuk persamaannya. Mari kita telusuri satu per satu.

Metode Grafik

Metode ini mengandalkan visualisasi. Setiap persamaan linear akan digambarkan sebagai sebuah garis lurus pada bidang kartesius. Langkahnya, kita cari minimal dua titik yang memenuhi masing-masing persamaan. Untuk persamaan 2x + 3y = 12, jika x=0 maka y=4 (titik (0,4)). Jika y=0 maka x=6 (titik (6,0)).

Gambar garis melalui kedua titik ini. Lakukan hal serupa untuk persamaan 2x – y = 4. Titik di mana kedua garis berpotongan merupakan himpunan penyelesaian. Kelemahannya, akurasi sangat tergantung pada ketelitian menggambar.

Metode Substitusi

Metode ini bekerja dengan cara “menggantikan”. Prinsipnya, kita nyatakan satu variabel dalam bentuk variabel lain dari satu persamaan, lalu substitusi (gantikan) ekspresi tersebut ke persamaan yang lain. Misalnya, dari persamaan 2x – y = 4, kita bisa dapatkan y = 2x – 4. Ekspresi y ini lalu kita masukkan ke persamaan pertama, menggantikan y, sehingga persamaan pertama hanya mengandung variabel x.

Setelah x ditemukan, kita substitusi kembali untuk mendapatkan y. Metode ini sangat kuat jika salah satu koefisien variabelnya adalah 1 atau -1.

Metode Eliminasi

Eliminasi berarti “menghilangkan”. Tujuannya adalah mengeliminasi atau menghilangkan salah satu variabel dengan cara menambah atau mengurangkan kedua persamaan. Syaratnya, koefisien dari variabel yang ingin dihilangkan harus sama besar atau bisa disamakan. Caranya dengan mengalikan satu atau kedua persamaan dengan bilangan tertentu. Setelah satu variabel hilang, kita peroleh persamaan dengan satu variabel yang mudah dipecahkan.

Nilai variabel yang ditemukan lalu disubstitusi ke salah satu persamaan awal untuk mendapatkan variabel lainnya. Metode ini sering dianggap paling rapi untuk sistem yang koefisiennya tidak sederhana.

Perbandingan Metode Penyelesaian

Berikut adalah tabel perbandingan untuk membantu memilih metode yang sesuai.

Metode Kelebihan Kekurangan Cocok Untuk
Grafik Memberikan representasi visual yang intuitif dan mudah dipahami. Kurang akurat, terutama jika solusinya berupa bilangan pecahan atau desimal. Estimasi cepat dan memahami konsep solusi.
Substitusi Langsung dan sistematis, sangat baik jika satu variabel sudah mudah diisolasi. Bisa menjadi rumit jika koefisiennya pecahan, berpotensi pada manipulasi aljabar yang panjang. SPLDV dengan koefisien 1 atau -1 pada salah satu variabel.
Eliminasi Rapi, langsung, dan minim kesalahan jika langkahnya terstruktur. Solusi pasti akurat. Membutuhkan langkah tambahan (penyamakan koefisien) yang kadang melibatkan perkalian. Hampir semua jenis SPLDV, terutama yang koefisiennya belum sederhana.
BACA JUGA  Tentukan Angka Satuan dari Hasil Penjumlahan Faktorial 1 hingga 21

Mengurai Soal: 2x + 3y = 12 dan 2x – y = 4

Mari kita praktikkan teori dengan contoh konkret. Kita punya dua persamaan yang membentuk sistem. Tugas kita adalah mencari nilai x dan y yang memenuhi keduanya. Kita akan menyelesaikannya dengan dua metode berbeda untuk membuktikan bahwa jalan yang berbeda akan sampai pada tujuan yang sama. Ini sekaligus menjadi latihan untuk memverifikasi kebenaran jawaban kita.

Penyelesaian dengan Metode Eliminasi

Perhatikan bahwa koefisien variabel x pada kedua persamaan sudah sama, yaitu 2. Ini memudahkan kita untuk langsung mengeliminasi x dengan mengurangkan kedua persamaan.

  1. Tulis ulang sistem persamaan:
    • x + 3y = 12
    • x – y = 4
  2. Kurangi persamaan pertama dengan persamaan kedua (Persamaan 1 – Persamaan 2):(2x – 2x) + (3y – (-y)) = 12 – 4
    • + (3y + y) = 8
    • y = 8
  3. Selesaikan untuk y: y = 8 / 4 = 2.
  4. Substitusikan nilai y = 2 ke salah satu persamaan awal, misalnya 2x – y = 4:
    • x – 2 = 4
    • x = 4 + 2
    • x = 6

    x = 3

Dengan demikian, himpunan penyelesaiannya adalah (3, 2).

Penyelesaian dengan Metode Substitusi, Tentukan himpunan penyelesaian dari: 2x + 3y = 12 2x – y = 4

Sekarang kita coba dengan cara lain. Dari persamaan kedua, kita ekspresikan y dalam bentuk x.

  • Dari 2x – y = 4, kita peroleh: y = 2x – 4.
  • Substitusikan ekspresi y ini ke dalam persamaan pertama: 2x + 3(2x – 4) = 12.
  • Selesaikan persamaan dalam x: 2x + 6x – 12 = 12 → 8x – 12 = 12 → 8x = 24 → x = 3.
  • Substitusikan x = 3 ke dalam persamaan y = 2x – 4: y = 2(3)
    -4 = 6 – 4 = 2.

Hasilnya konsisten: x = 3 dan y = 2.

Verifikasi Solusi

Sebelum yakin 100%, selalu verifikasi jawaban dengan memasukkan nilai x dan y ke persamaan awal.

Untuk persamaan pertama: 2(3) + 3(2) = 6 + 6 = 12 → Benar.Untuk persamaan kedua: 2(3)

(2) = 6 – 2 = 4 → Benar.

Kedua persamaan terpenuhi, membuktikan bahwa (3, 2) memang solusi yang sah.

Makna Geometris dari Solusi Aljabar

Setiap persamaan linear dua variabel merepresentasikan sebuah garis lurus. Jadi, menyelesaikan SPLDV secara aljabar sebenarnya adalah mencari koordinat titik temu dua garis tersebut. Mari kita gambarkan untuk persamaan kita. Garis pertama, 2x + 3y = 12, memotong sumbu Y di (0,4) dan sumbu X di (6,0). Garis kedua, 2x – y = 4, memotong sumbu Y di (0,-4) dan bisa kita cari titik lain, misal saat x=2 maka y=0, jadi titik (2,0).

Grafik dan Titik Potong

Jika kedua garis ini digambar pada bidang koordinat yang sama, mereka akan saling berpotongan. Dengan menghubungkan titik-titik yang telah kita hitung untuk masing-masing garis, akan terlihat bahwa kedua garis lurus tersebut bertemu tepat di satu titik. Berdasarkan perhitungan aljabar kita, titik potong itu berada di koordinat (3, 2). Pada grafik, titik ini adalah satu-satunya titik yang dilalui oleh kedua garis secara bersamaan.

Interpretasi Titik Potong

Fakta bahwa kedua garis berpotongan di satu titik memiliki makna penting: sistem persamaan ini memiliki solusi tunggal. Dalam konteks pemodelan masalah, ini berarti hanya ada satu skenario atau jawaban yang memenuhi semua kondisi yang diberikan. Misalnya, dalam contoh belanja tadi, hanya ada satu kombinasi jumlah beras dan minyak yang tepat sesuai budget dan jumlah barang.

Nah, soal himpunan penyelesaian sistem persamaan 2x + 3y = 12 dan 2x – y = 4 itu seru banget buat dieliminasi, mirip kayak ngurai data dalam suatu kelompok. Contohnya, coba lihat kasus Perhimpunan perajin beranggotakan 73 orang, 42 orang memproduksi anyaman rotan dan 37 orang memproduksi anyaman rotan dan anyaman bambu. Banyak peraji yang juga butuh logika himpunan.

Kembali ke persamaan kita, setelah ketemu nilai x dan y, kamu akan dapat pasangan terurut yang jadi jawaban akhirnya, bro!

Hubungan Solusi Aljabar dan Geometris

Penyelesaian aljabar (x, y) = (3, 2) dan penyelesaian geometris (titik potong di (3,2)) adalah dua representasi dari satu kebenaran yang sama. Yang satu abstrak dan hitungan, yang lain nyata dan visual. Keberadaan titik potong yang tunggal menjawab pertanyaan aljabar kita, sementara ketiadaan titik potong (garis sejajar) atau bertumpuknya garis (berhimpit) langsung memberi tahu kita tentang ketiadaan solusi atau solusi yang tak terhingga banyaknya.

Eksplorasi Lebih Jauh: Jenis-Jenis Solusi SPLDV: Tentukan Himpunan Penyelesaian Dari: 2x + 3y = 12 2x – Y = 4

Tidak semua SPLDV berakhir dengan satu jawaban cantik seperti contoh kita. Dunia persamaan linear lebih berwarna. Ada kalanya dua garis tidak pernah bertemu, atau justru saling menumpuk. Memahami ini mencegah kita frustrasi mencari sesuatu yang tidak ada, atau melewatkan banyak jawaban yang mungkin.

Contoh Variasi SPLDV

Berikut tiga contoh dengan karakteristik berbeda:

  • Solusi Tunggal: 2x + y = 5 dan x – y =
    1. (Solusi: (2,1)). Garis-garisnya berpotongan.
  • Tidak Ada Solusi: 2x + y = 5 dan 2x + y = 7. Kedua garis memiliki gradien sama tetapi konstanta berbeda, sehingga mereka sejajar dan tidak pernah berpotongan.
  • Tak Hingga Solusi: 2x + y = 4 dan 4x + 2y = 8. Persamaan kedua adalah kelipatan dari persamaan pertama (dikalikan 2). Kedua garis ini berhimpit, sehingga setiap titik pada garis tersebut adalah solusi.

Identifikasi Jenis Solusi

Kita bisa menduga jenis solusi tanpa menyelesaikan sepenuhnya dengan membandingkan rasio koefisien. Untuk sistem a1x + b1y = c1 dan a2x + b2y = c2:

  • Jika a1/a2 ≠ b1/b2 → Solusi Tunggal (garis berpotongan).
  • Jika a1/a2 = b1/b2 ≠ c1/c2 → Tidak Ada Solusi (garis sejajar).
  • Jika a1/a2 = b1/b2 = c1/c2 → Tak Hingga Solusi (garis berhimpit).

Penerapan dalam Soal Cerita

Rani membeli 3 pulpen dan 2 buku seharga Rp 20.000. Di toko yang sama, harga 1 pulpen dan 1 buku adalah Rp 8.000. Tentukan harga satu pulpen dan satu buku secara terpisah.Pemecahannya: Misal pulpen = x, buku = y. Didapat SPLDV: 3x + 2y = 20000 dan x + y = 8000. Dengan eliminasi atau substitusi, akan ditemukan solusi tunggal yang merupakan harga masing-masing barang.

Kesalahan Umum dan Pencegahannya

Tentukan himpunan penyelesaian dari: 2x + 3y = 12 2x - y = 4

Source: z-dn.net

Kesalahan sering terjadi pada operasi tanda, terutama saat mengurangkan persamaan dalam metode eliminasi atau mensubstitusi ekspresi yang melibatkan pengurangan. Kesalahan lain adalah lupa memverifikasi solusi. Cara menghindarinya: tulis setiap langkah dengan rapi, beri tanda kurung saat melakukan substitusi, dan selalu luangkan waktu 30 detik untuk verifikasi akhir. Konsistensi adalah kuncinya.

Kesimpulan Akhir

Jadi, himpunan penyelesaian dari 2x + 3y = 12 dan 2x – y = 4 adalah titik (3, 2). Ini bukan sekadar angka mati, melainkan bukti bahwa dua kondisi berbeda bisa bertemu pada satu solusi yang sama. Proses menemukannya, baik lewat hitungan aljabar yang rapi ataupun visualisasi grafik yang elegan, mengajarkan kita tentang ketelitian dan konsistensi. Selanjutnya, coba terapkan logika yang sama pada masalah lain di sekitar.

Siapa tahu, persamaan-persamaan kecil dalam hidup pun bisa ditemukan titik temunya dengan cara yang sama.

FAQ Lengkap

Apakah soal ini selalu punya satu jawaban?

Tidak selalu. Sistem persamaan linear bisa punya satu solusi (garis berpotongan), tak terhingga solusi (garis berhimpit), atau tidak punya solusi sama sekali (garis sejajar). Soal ini kebetulan memiliki satu solusi tunggal.

Metode mana yang paling cepat untuk menyelesaikan soal seperti ini?

Untuk soal dengan koefisien variabel yang “rapi” seperti ini, metode eliminasi seringkali paling cepat dan minim kesalahan, karena kita langsung mengeliminasi salah satu variabel.

Bagaimana jika saya membuat kesalahan saat mengurangkan atau menjumlahkan persamaan?

Kesalahan operasi tanda adalah yang paling umum. Selalu tulis ulang persamaan dalam bentuk baku, beri tanda kurung jika perlu saat mengurangkan, dan verifikasi setiap langkah dengan substitusi balik ke persamaan sederhana.

Apakah solusi (3,2) ini bisa dibuktikan selain dengan substitusi?

Bisa, dengan menggambar grafik kedua garis. Titik potong dari garis 2x+3y=12 dan 2x-y=4 pada bidang koordinat akan tepat berada di koordinat (3,2), membuktikan kebenaran solusi aljabar tersebut.

BACA JUGA  Tentukan Persamaan Fungsi Kuadrat Melalui Titik (1 0) (3 0) dan (0 3)

Leave a Comment