Titik Ekstrem Fungsi Kuadrat F(x)=8-2x‑x² dan Cara Menentukannya

Titik ekstrem fungsi kuadrat F(x)=8-2x‑x² itu ibarat puncak cerita dalam sebuah grafik, di mana semua drama naik-turunnya nilai bertemu pada satu momen klimaks. Kalau kamu penasaran di titik mana sih fungsi ini mencapai nilai tertingginya, atau mungkin justru terendah, maka kita sedang membicarakan tentang jantung dari sebuah parabola. Nah, fungsi yang satu ini punya cerita sendiri, dan kita akan mengupasnya dengan cara yang bikin kamu nggak cuma hafal rumus, tapi juga paham logika di balik tiap angka dan variabelnya.

Fungsi F(x)=8-2x‑x² adalah contoh klasik yang sering kita temui, dan dengan menganalisisnya, kita bisa dapatkan gambaran lengkap tentang sifat-sifat fungsi kuadrat. Mulai dari bentuk umumnya, cara menemukan titik puncaknya, hingga membayangkan wujud grafiknya. Semua langkah ini penting banget buat membuka pemahaman yang lebih dalam, bukan cuma untuk soal ini, tapi untuk semua jenis fungsi kuadrat lain yang akan kamu hadapi.

Pengertian Dasar dan Bentuk Umum Fungsi Kuadrat

Sebelum kita menyelami lebih dalam tentang titik ekstrem, mari kita kenali dulu sosok fungsi kuadrat itu sendiri. Dalam dunia matematika, fungsi kuadrat adalah polinomial berderajat dua yang grafiknya selalu membentuk sebuah parabola, mirip seperti lintasan bola yang dilempar. Bentuk umumnya dituliskan dengan elegan sebagai F(x) = ax² + bx + c, di mana a, b, dan c adalah bilangan konstan, dan yang terpenting, a tidak boleh sama dengan nol.

Kalau a-nya nol, ya jadinya fungsi linear, bukan parabola lagi.

Nah, fungsi yang sedang kita kaji, F(x) = 8 – 2x – x², mungkin terlihat sedikit tidak beraturan. Tugas pertama kita adalah menyusunnya kembali ke bentuk umum yang lebih rapi. Dengan mengurutkan pangkat tertinggi ke terendah, fungsi itu menjadi F(x) = -x²
-2x +
8. Sekarang, identifikasi koefisiennya menjadi lebih jelas: koefisien a = -1, koefisien b = -2, dan konstanta c = 8.

Nilai a yang negatif ini nanti akan memberi kita petunjuk penting tentang bentuk grafiknya.

Perbandingan Bentuk Umum dan Contoh Spesifik

Untuk memudahkan pemahaman, mari kita lihat perbandingan langsung antara teori bentuk umum dan kasus nyata dari fungsi kita. Tabel berikut ini merangkum ciri-ciri utamanya.

Karakteristik Bentuk Umum (F(x)=ax²+bx+c) Contoh Spesifik (F(x)=8-2x-x²)
Susunan Standar ax² + bx + c -x² – 2x + 8
Koefisien Kuadrat (a) Menentukan arah bukaan parabola a = -1 (negatif)
Koefisien Linear (b) Mempengaruhi posisi sumbu simetri b = -2
Konstanta (c) Titik potong grafik dengan sumbu-y c = 8
BACA JUGA  Menuliskan anggota M = bilangan prima kurang dari 10 dengan tepat

Menentukan Titik Puncak (Vertex) Fungsi: Titik Ekstrem Fungsi Kuadrat F(x)=8-2x‑x²

Titik puncak atau vertex adalah lokasi paling istimewa pada sebuah parabola. Di sinilah nilai fungsi mencapai ekstremnya—maksimum atau minimum. Untuk menemukan alamat pastinya, kita punya rumus sakti yang praktis. Rumus sumbu simetri, x = -b / (2a), akan membawa kita ke koordinat x dari titik puncak tersebut.

Mari kita terapkan pada fungsi F(x) = -x²
-2x +
8. Dengan a = -1 dan b = -2, perhitungannya menjadi: x = -(-2) / (2
– -1) = 2 / -2 = –
1. Jadi, sumbu simetri atau nilai x titik puncaknya adalah –
1. Selanjutnya, untuk menemukan ketinggian atau nilai y-nya, kita masukkan x = -1 ke dalam fungsi asli: F(-1) = -(-1)²
-2(-1) + 8 = -1 + 2 + 8 = 9.

Sifat Titik Puncak: Maksimum atau Minimum?

Titik ekstrem fungsi kuadrat F(x)=8-2x‑x²

Source: slidesharecdn.com

Nah, apakah titik (-1, 9) ini puncak tertinggi (maksimum) atau terendah (minimum)? Jawabannya bergantung sepenuhnya pada tanda koefisien a. Jika a positif, parabola membuka ke atas seperti senyuman, maka titik puncaknya adalah titik minimum. Sebaliknya, jika a negatif, parabola membuka ke bawah seperti ekspresi sedih, dan titik puncaknya adalah titik maksimum. Karena a kita adalah -1 (negatif), dapat dipastikan bahwa titik (-1, 9) adalah titik maksimum dari fungsi ini.

Nilai 9 adalah nilai terbesar yang dapat dihasilkan oleh fungsi F(x).

Nah, buat cari titik ekstrem fungsi kuadrat F(x)=8-2x‑x², kita cari puncaknya, ya. Proses analisis ini mirip banget sama ketika kita mengurai sebuah Contoh Unsur Kebudayaan untuk memahami inti terdalamnya. Setelah dapat titik puncak itu, barulah kita bisa melihat gambaran lengkap grafik fungsi kuadrat tersebut dengan lebih jelas dan mendalam.

Metode Alternatif: Mencari Titik Ekstrem dengan Turunan Pertama

Selain rumus praktis, ada pendekatan lain yang lebih kalkulus, yaitu menggunakan turunan. Konsepnya sederhana: pada titik ekstrem (maksimum atau minimum), kemiringan garis singgung grafik adalah nol, atau dengan kata lain, turunan pertamanya sama dengan nol. Metode ini sangat powerful, terutama untuk fungsi yang lebih kompleks.

Pertama, kita turunkan fungsi F(x) = -x²
-2x +
8. Turunan pertamanya adalah F'(x) = -2x –
2. Selanjutnya, kita cari nilai x yang membuat turunan ini nol: -2x – 2 = 0. Menyelesaikan persamaan ini memberikan kita -2x = 2, sehingga x = -1. Hasilnya sama persis dengan metode rumus vertex.

Konfirmasi Jenis Ekstrem dengan Uji Turunan

Menemukan x saja belum cukup; kita perlu mengonfirmasi apakah titik di x = -1 itu benar-benar maksimum. Kita bisa gunakan uji turunan kedua. Turunan dari F'(x) adalah F”(x) = –
2. Karena turunan kedua ini selalu negatif (konstan -2), itu berarti grafik fungsi selalu cekung ke bawah. Aturan mainnya: jika F”(x) < 0 di titik stasioner, maka titik tersebut adalah titik maksimum. Dengan demikian, sekali lagi kita mengonfirmasi bahwa (-1, 9) adalah titik maksimum mutlak.

Dengan turunan, kita mendengar “cerita” perubahan fungsi. F'(x) = 0 adalah momen diam sesaat, jeda sebelum nilai fungsi berbalik arah. F”(x) yang negatif memberitahu kita bahwa dari keadaan diam itu, fungsi akan menurun ke kedua sisinya, persis seperti puncak sebuah bukit.

Visualisasi Grafik dan Sifat-Sifatnya

Setelah semua perhitungan, mari kita bayangkan wajah dari fungsi kita. Dengan a = -1, grafik F(x) = 8 – 2x – x² adalah sebuah parabola yang membuka ke bawah. Titik potongnya dengan sumbu-y mudah ditemukan: saat x=0, F(0)=8. Jadi, grafik memotong sumbu-y di titik (0, 8). Untuk titik potong sumbu-x (jika ada), kita perlu menyelesaikan persamaan -x²
-2x + 8 = 0.

BACA JUGA  Pengertian Awan Kumulus Nimbus dan Proses Terbentuknya

Persamaan ini dapat difaktorkan menjadi (-x + 2)(x + 4) = 0, sehingga memberikan akar-akar x = 2 dan x = -4. Artinya, grafik memotong sumbu-x di titik (2, 0) dan (-4, 0).

Dengan tiga titik kunci ini—titik potong sumbu-y (0,8), titik potong sumbu-x (2,0) & (-4,0), dan sang bintang utama titik puncak (-1,9)—kita sudah bisa menggambar sketsa grafik yang cukup akurat. Bayangkan sebuah kurva halus yang melintasi titik (-4,0), naik mencapai puncak tertinggi di (-1,9), kemudian turun kembali melintasi (0,8) dan akhirnya menyentuh sumbu-x lagi di (2,0). Titik maksimum (-1,9) benar-benar menjadi mahkota dari parabola ini.

Interpretasi Geometris Titik Maksimum

Posisi titik (-1, 9) pada grafik bukan sekadar angka. Secara geometris, titik ini merupakan puncak tertinggi dari seluruh lengkungan parabola. Setiap titik lain di sepanjang kurva, baik di kiri maupun kanan x = -1, akan memiliki nilai y (atau F(x)) yang lebih kecil dari 9. Ini mempertegas bahwa 9 adalah nilai optimum, batas atas yang tidak bisa ditembus oleh fungsi ini.

Aplikasi dan Contoh Kontekstual

Fungsi kuadrat dan titik ekstremnya bukan cuma permainan angka di kertas. Konsep ini hidup dalam banyak model dunia nyata. Bayangkan F(x) = 8 – 2x – x² mewakili keuntungan (dalam juta rupiah) sebuah usaha kecil, di mana x adalah jumlah kenaikan harga produk (dalam puluh ribu rupiah) dari harga dasar. Konstanta 8 bisa diartikan sebagai keuntungan awal pada harga dasar.

Suku -2x – x² menggambarkan penurunan keuntungan seiring kenaikan harga, karena biasanya konsumen akan berkurang jika harga terlalu tinggi.

Dalam konteks ini, mencari titik maksimum fungsi sama dengan mencari kenaikan harga optimal yang menghasilkan keuntungan puncak. Dari analisis kita, keuntungan maksimum sebesar 9 juta rupiah dicapai ketika harga dinaikkan sebesar -1? Tunggu dulu, nilai x = –
1. Dalam konteks ini, x negatif justru bermakna penurunan harga sebesar 10 ribu rupiah dari harga dasar. Interpretasi ini masuk akal: dengan sedikit memotong harga (promosi), volume penjualan bisa meledak dan justru memaksimalkan keuntungan total.

BACA JUGA  Cara Membantu No 19-20 Panduan Lengkap dan Praktis

Perbandingan Nilai di Sekitar Titik Puncak, Titik ekstrem fungsi kuadrat F(x)=8-2x‑x²

Untuk melihat dengan jelas bahwa (-1, 9) benar-benar titik puncak, mari kita lihat nilai fungsi di sekitarnya. Tabel berikut menunjukkan bagaimana nilai F(x) berubah.

Nilai x (Kenaikan Harga) Nilai F(x) (Keuntungan) Posisi Relatif
-2 (Turun 20rb) F(-2) = 8 – 2(-2)

(-2)² = 8 + 4 – 4 = 8

Lebih rendah dari puncak
-1 (Turun 10rb) F(-1) = 9 Titik Maksimum
0 (Harga dasar) F(0) = 8 Lebih rendah dari puncak
1 (Naik 10rb) F(1) = 8 – 2(1) – (1)² = 5 Jauh lebih rendah

Data pada tabel secara gamblang menunjukkan bahwa begitu kita bergeser, meskipun hanya 1 satuan, dari posisi x = -1, keuntungan langsung turun. Ini adalah bukti numerik yang kuat bahwa kita telah menemukan titik optimal yang kita cari.

Ulasan Penutup

Jadi, setelah mengikuti semua langkah tadi, sekarang kamu sudah punya kunci untuk membongkar rahasia titik ekstrem fungsi kuadrat mana pun. Titik puncak dari F(x)=8-2x‑x² yang kita temukan bukan sekadar angka (-1, 9) di atas kertas, melainkan sebuah bukti bahwa matematika itu punya pola yang elegan dan bisa diprediksi. Pemahaman ini nggak cuma berguna untuk ngerjain soal ujian, tapi juga melatih cara berpikir logis dan terstruktur dalam menghadapi masalah, yang pastinya aplikasinya jauh lebih luas di kehidupan sehari-hari.

Selamat, sekarang kamu sudah bisa menjelajahi puncak-puncak parabola lainnya dengan lebih percaya diri!

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa bedanya titik ekstrem dengan titik potong sumbu?

Titik ekstrem (maksimum/minimum) adalah titik puncak atau lembah grafik, menunjukkan nilai fungsi tertinggi atau terendah. Sedangkan titik potong sumbu adalah titik di mana grafik memotong sumbu X (F(x)=0) atau sumbu Y (x=0), yang tidak selalu merupakan nilai ekstrem.

Mengapa koefisien ‘a’ yang negatif pada F(x)=8-2x‑x² menghasilkan titik maksimum?

Koefisien ‘a’ menentukan arah bukaan parabola. Jika ‘a’ negatif, parabola terbuka ke bawah, bentuknya seperti gunung. Puncak gunung itulah titik tertinggi, sehingga disebut titik maksimum.

Nah, ngomongin titik ekstrem fungsi kuadrat kayak F(x)=8-2x‑x², kita lagi cari puncak tertinggi atau terendah, kan? Sama kayak lagi itung kebutuhan material bangunan, misalnya pas lagi Hitung Jumlah Ubin 50×50 cm untuk Lantai 100 m² biar nggak kurang atau kebanyakan. Prinsip efisiensi dan ketepatan hitungan ini yang bikin kita paham, kalau di matematika, menemukan titik puncak itu tentang mengoptimalkan hasil, persis seperti merencanakan proyek dengan matang.

Apakah titik ekstrem selalu ada untuk setiap fungsi kuadrat?

Ya, setiap fungsi kuadrat berbentuk parabola pasti memiliki satu titik ekstrem, bisa berupa titik maksimum (jika a < 0) atau titik minimum (jika a > 0). Tidak ada fungsi kuadrat yang datar atau tanpa puncak/lembah.

Bagaimana jika saya lupa rumus x = -b/2a, adakah cara lain mencari titik puncak?

Ada! Kamu bisa menggunakan metode melengkapkan kuadrat sempurna untuk mengubah fungsi ke bentuk verteks F(x) = a(x-h)² + k, di mana (h, k) langsung adalah koordinat titik puncaknya.

Leave a Comment