Turunan f(x) -(cos²x – sin²x) dan Rahasia Trigonometrinya

Turunan f(x): -(cos²x - sin²x) – Turunan f(x): -(cos²x – sin²x) itu seperti menemukan kode rahasia di balik rumus yang terlihat biasa saja. Kalau dilihat sekilas, ekspresi ini cuma berisi pengurangan kuadrat cosinus dan sinus, tapi siapa sangka di dalamnya tersembunyi identitas trigonometri sudut ganda yang elegan, yaitu -cos(2x). Pemahaman tentang transformasi ini nggak cuma bikin ngerti aljabar, tapi juga membuka pintu buat ngerti interpretasi geometri dan aplikasi fisika yang keren banget.

Melalui ulasan ini, kita akan mengupas tuntas bagaimana bentuk turunan tersebut berhubungan langsung dengan cos(2x), menginterpretasi makna geometrisnya pada lingkaran satuan, serta mengeksplorasi sifat simetri dan periodisitas yang dimilikinya. Lebih jauh, kita akan melihat penerapannya dalam pemodelan osilasi fisika dan strategi mengubahnya ke bentuk alternatif untuk optimasi perhitungan, baik secara simbolik maupun numerik.

Mengurai Identitas Trigonometri Tersembunyi dalam Turunan f(x)

Ketika kita menemukan turunan suatu fungsi dan hasilnya berbentuk -(cos²x - sin²x), sebenarnya kita sedang memegang sebuah kunci yang elegan. Ekspresi ini bukan sekadar hasil diferensiasi biasa; ia menyembunyikan identitas trigonometri fundamental yang sangat berguna, yaitu identitas sudut ganda untuk kosinus. Mengubah bentuk turunan ini menjadi bentuk yang lebih sederhana bukan hanya soal kerapian aljabar, tetapi tentang mengungkap hubungan mendasar yang mempermudah analisis lebih lanjut, baik dalam kalkulus, fisika, maupun teknik.

Proses transformasinya langsung dan elegan. Ekspresi di dalam kurung, cos²x - sin²x, adalah bentuk standar dari identitas cosinus sudut ganda. Secara matematis, telah dibuktikan dan dapat diverifikasi bahwa cos(2x) = cos²x - sin²x. Ini adalah salah satu dari tiga bentuk identitas cos(2x) yang setara. Dengan demikian, substitusi langsung dapat dilakukan.

Turunan f'(x) = -(cos²x - sin²x) secara instan dapat disederhanakan menjadi f'(x) = -cos(2x). Transformasi ini mengurangi kompleksitas ekspresi dari operasi kuadrat dan pengurangan dua fungsi menjadi satu fungsi trigonometri tunggal dengan argumen yang diubah. Langkah ini tidak memerlukan manipulasi rumit; ia murni berdasarkan pengenalan pola terhadap identitas yang sudah mapan. Implikasinya signifikan: analisis terhadap perilaku turunan, seperti mencari titik kritis atau menentukan interval naik-turun, menjadi jauh lebih mudah ketika berhadapan dengan -cos(2x) dibandingkan dengan bentuk awalnya.

Langkah Transformasi Aljabar dari f'(x) ke Bentuk Sederhana

Berikut adalah tabel yang merinci langkah-langkah transformasi aljabar dari bentuk awal turunan hingga bentuk paling sederhananya. Tabel ini menunjukkan bagaimana setiap manipulasi didasarkan pada identitas trigonometri yang spesifik.

Bentuk Awal f'(x) Manipulasi Aljabar Identitas yang Diterapkan Bentuk Hasil
-(cos²x – sin²x) Mengeluarkan tanda negatif. Distribusi tanda negatif. sin²x – cos²x
sin²x – cos²x Mengalikan ekspresi dengan (-1). Faktorisasi konstan. -(cos²x – sin²x)
-(cos²x – sin²x) Mengganti (cos²x – sin²x) dengan cos(2x). cos(2x) = cos²x – sin²x -cos(2x)

Penerapan identitas ini sangat praktis dalam berbagai konteks kalkulus. Berikut adalah beberapa contoh singkat:

Untuk mencari titik stasioner fungsi f(x) yang turunannya adalah -(cos²x – sin²x), kita cukup menyelesaikan -cos(2x) = 0, yang memberikan solusi 2x = π/2 + kπ, atau x = π/4 + kπ/2.

Dalam menyelesaikan persamaan diferensial sederhana dy/dx = -(cos²x – sin²x), integrasi langsung menjadi lebih mudah: y = ∫ -cos(2x) dx = -½ sin(2x) + C.

Menghitung laju perubahan sesaat pada titik x = π/6 menjadi trivial: f'(π/6) = -cos(π/3) = -½, tanpa perlu menghitung nilai cos² dan sin² secara terpisah.

Visualisasi Grafik pada Interval [0, π/2]

Bayangkan kita menggambar tiga kurva dalam satu bidang koordinat yang sama: y = cos²x (berwarna biru), y = sin²x (berwarna merah), dan y = cos(2x) (berwarna hijau). Pada interval [0, π/2], grafik cos²x turun secara mulus dari nilai 1 di x=0 ke nilai 0 di x=π/2, berbentuk seperti setengah parabola yang cekung ke atas. Sebaliknya, grafik sin²x naik dari 0 ke 1, berbentuk cerminan dari cos²x.

Selisih antara keduanya, yaitu cos²x – sin²x, tepat sama dengan nilai cos(2x). Pada x=0, cos(2*0)=1 dan cos²0 – sin²0 = 1 – 0 = 1. Pada x=π/4, cos(π/2)=0 dan cos²(π/4)
-sin²(π/4) = (½)
-(½) = 0. Pada x=π/2, cos(π)=-1 dan cos²(π/2)
-sin²(π/2) = 0 – 1 = -1. Jadi, kurva hijau cos(2x) benar-benar melintas di tengah, merepresentasikan selisih antara kurva biru dan merah setiap saat.

BACA JUGA  Hubungan Ayat Al‑Quran dengan Ilmu Fisika Menyingkap Harmoni

Grafik f'(x) = -cos(2x) hanyalah pencerminan kurva hijau tersebut terhadap sumbu-x.

Interpretasi Geometri dari Perubahan Laju Fungsi Trigonometri Komposit

Turunan -(cos²x - sin²x) atau -cos(2x) bukan hanya sekadar angka yang menunjukkan kemiringan. Ia memiliki makna geometris yang menarik jika kita kaitkan dengan lingkaran satuan. Bayangkan sebuah titik yang bergerak mengelilingi lingkaran satuan. Kuadrat dari koordinat cosinus dan sinusnya, yaitu cos²x dan sin²x, dapat diinterpretasikan sebagai luas persegi dengan sisi sepanjang nilai absolut dari koordinat tersebut. Turunan ini, yang melibatkan selisih cos²x dan sin²x, secara halus menggambarkan laju perubahan dominansi antara proyeksi horizontal (cosinus) dan vertikal (sinus) dari titik tersebut terhadap waktu atau sudut.

Ketika titik bergerak, luas area dari “persegi cosinus” dan “persegi sinus” berubah. Laju perubahan bersih dari selisih kedua area inilah yang terkait dengan turunan kita, diberi tanda negatif. Interpretasi ini menghubungkan aljabar kalkulus dengan geometri rotasi yang sangat visual. Tanda dari turunan ini kemudian memberi tahu kita kapan dominansi cosinus sedang berkurang atau bertambah relatif terhadap sinus, yang berhubungan langsung dengan perilaku naik atau turun dari fungsi asli f(x) yang mungkin melibatkan integral dari ekspresi ini.

Hubungan Kuadran, Tanda Turunan, dan Perilaku f(x)

  • Pada kuadran I (0 < x < π/4), cos²x > sin²x, sehingga (cos²x – sin²x) positif. Karena ada tanda negatif di depan, f'(x) bernilai negatif. Ini mengindikasikan fungsi asli f(x) sedang menurun.
  • Pada x = π/4, cos²x = sin²x, sehingga f'(x) = 0. Ini adalah titik stasioner, seringkali berupa titik minimum atau maksimum lokal dari f(x).
  • Pada kuadran I lanjutan dan kuadran II (π/4 < x < 3π/4), sin²x > cos²x, membuat (cos²x – sin²x) negatif. Tanda negatif di depan mengubahnya menjadi positif, sehingga f'(x) > 0 dan f(x) naik.
  • Pola ini berulang setiap periode π karena periodisitas dari cos(2x), menciptakan siklus naik-turun yang teratur pada grafik f(x).

Perilaku Garis Singgung di Titik Khusus

Turunan f(x): -(cos²x - sin²x)

Source: slidesharecdn.com

Mari kita amati kemiringan garis singgung pada beberapa titik spesifik berdasarkan nilai f'(x) = -cos(2x). Pada x = π/8, nilai 2x = π/4, sehingga f'(π/8) = -cos(π/4) = -√2/2 ≈ -0.707. Garis singgung di titik ini memiliki kemiringan negatif yang cukup curam, menandakan penurunan yang cukup cepat dari f(x). Pada x = π/4, titik stasioner, f'(π/4) = -cos(π/2) = 0. Garis singgungnya horizontal, menandai peralihan dari turun ke naik.

Pada x = 3π/8, nilai 2x = 3π/4, sehingga f'(3π/8) = -cos(3π/4) = -(-√2/2) = √2/2 ≈ 0.707. Garis singgung kini memiliki kemiringan positif yang curam, mengindikasikan kenaikan f(x) yang cepat. Vektor gradien di titik-titik ini akan mengarah sesuai dengan tanda kemiringan ini, tegak lurus terhadap garis singgung.

Prosedur menentukan interval kenaikan dan penurunan f(x): Selesaikan pertidaksamaan f'(x) > 0 untuk kenaikan dan f'(x) < 0 untuk penurunan. Dengan f'(x) = -cos(2x), f(x) naik ketika -cos(2x) > 0, yaitu saat cos(2x) < 0. Ini terjadi saat 2x berada di interval (π/2 + 2kπ, 3π/2 + 2kπ), yang berarti x berada di (π/4 + kπ, 3π/4 + kπ) untuk setiap bilangan bulat k. Sebaliknya, f(x) turun saat cos(2x) > 0, yaitu pada interval x di (kπ, π/4 + kπ) dan (3π/4 + kπ, π + kπ).

Simetri dan Periodisitas yang Terkandung dalam Bentuk Turunan Tersebut

Bentuk turunan f'(x) = -(cos²x - sin²x) = -cos(2x) membawa serta sifat-sifat simetri dan periodisitas yang kaya. Sifat-sifat ini bukan hanya keindahan matematis, tetapi juga alat praktis untuk menyederhanakan perhitungan, memprediksi perilaku fungsi, dan memahami struktur solusi dari persamaan yang melibatkannya. Analisis terhadap simetri membantu kita mengurangi domain studi, sementara pemahaman periodisitas memungkinkan kita untuk menggeneralisasi hasil dari satu interval ke seluruh garis real.

Mencari turunan f(x) = -(cos²x – sin²x) itu seperti mengurai argumen yang kompleks; keduanya butuh logika yang runut. Sama halnya dengan menganalisis Validitas Argumen Budi ke Kampus dan Pembelian Laptop , di mana setiap premis harus ditelusuri kebenarannya. Nah, setelah menyederhanakan argumen, kita kembali ke turunan yang akhirnya membawa kita pada bentuk yang lebih elegan: 2 sin 2x.

Fungsi -cos(2x) adalah fungsi genap. Ini dapat dilihat dari fakta bahwa cos(2x) sendiri adalah fungsi genap: cos(2(-x)) = cos(-2x) = cos(2x). Dengan demikian, f'(-x) = -cos(2(-x)) = -cos(2x) = f'(x). Secara geometris, grafiknya simetris terhadap sumbu-y. Sifat ini berasal dari komponen kuadrat cos²x dan sin²x dalam bentuk awal, yang keduanya juga fungsi genap.

Periodisitasnya ditentukan oleh argumen 2x. Fungsi kosinus dasar, cos(θ), memiliki periode 2π. Karena θ = 2x di sini, periode terhadap x adalah π. Artinya, f'(x + π) = f'(x) untuk semua x. Periode π ini lebih pendek daripada periode fungsi cos²x dan sin²x asalnya, yang masing-masing adalah π (karena cos²(x+π) = (-cos x)² = cos²x).

BACA JUGA  Hitung Amplitudo Magnetik Panjang Gelombang dan Frekuensi Medan Listrik

Jadi, periode turunan sama dengan periode dari cos²x dan sin²x.

Nilai Turunan pada Sudut-Sudut Simetris

Sudut (x) Sudut (-x) Sudut (π/2 – x) Sudut (π + x)
f'(x) = -cos(2x) f'(-x) = -cos(-2x) = -cos(2x) f'(π/2 – x) = -cos(π

2x) = -(-cos(2x)) = cos(2x)

f'(π + x) = -cos(2π + 2x) = -cos(2x)
Contoh: x=π/6, f’=-cos(π/3)=-½ -π/6, f’=-½ (sama, sifat genap) π/3, f’=cos(π/3)=½ (negasi dan refleksi) 7π/6, f’=-cos(7π/3)=-cos(π/3)=-½ (sama, periode π)

Pola pada tabel menunjukkan invariansi terhadap operasi tertentu. Nilai pada x dan -x selalu sama (simetri refleksi sumbu-y). Nilai pada x dan π + x juga selalu sama (invarian terhadap translasi atau rotasi setengah lingkaran). Operasi π/2 – x menghasilkan nilai yang berlawanan tanda, yang berkaitan dengan simetri terhadap garis vertikal x = π/4.

Dalam konteks fisik, ini bisa berarti sifat sistem yang berulang setiap setengah siklus penuh atau respons yang simetris untuk gerakan ke kiri dan kanan dari titik setimbang.

Perbandingan Periode Fungsi

Periode fungsi cos²x dan sin²x adalah π, karena kuadrat menghilangkan tanda negatif dari cos(x+π) dan sin(x+π). Ketika kita mengambil selisihnya menjadi cos²x - sin²x, yang identik dengan cos(2x), periode dasarnya tetap terkait dengan argumen ganda. Fungsi cos(2x) menyelesaikan satu siklus penuh ketika 2x bertambah 2π, yang berarti x bertambah π. Jadi, periode dari turunan -cos(2x) adalah π, yang ternyata sama dengan periode dari cos²x dan sin²x secara individual.

Kesamaan periode ini konsisten dan memastikan bahwa analisis dalam satu interval panjang π sudah cukup untuk memahami perilaku turunan sepanjang sumbu-x. Integral tak tentu dari turunan ini, yaitu f(x) itu sendiri, akan memiliki periode yang mungkin berbeda, bergantung pada konstanta integrasi, tetapi komponen periodiknya akan memiliki periode yang terkait dengan integral dari cos(2x), yaitu sin(2x)/2, yang memiliki periode π juga.

Aplikasi dalam Konteks Fisika untuk Pemodelan Osilasi Teredam Khusus

Dalam dunia fisika, bentuk matematis seperti -(cos²x - sin²x) atau -cos(2x) sering muncul bukan sebagai kebetulan, tetapi sebagai konsekuensi alami dari hukum-hukum dasar. Salah satu skenario yang menarik adalah dalam pemodelan sistem osilasi non-linier atau dalam konteks energi. Bayangkan sebuah sistem pegas-massa yang tidak sepenuhnya mematuhi Hukum Hooke linier sederhana, tetapi memiliki konstanta pegas efektif yang bergantung pada posisi dengan cara tertentu.

Atau, pertimbangkan partikel yang bergerak dalam medan potensial yang bentuknya merupakan kombinasi dari fungsi kuadrat dari proyeksi posisinya.

Misalnya, energi potensial U(x) suatu sistem mungkin sebanding dengan cos²(ωt + φ) untuk suatu koordinat umum. Laju perubahan energi potensial terhadap waktu, dU/dt, akan melibatkan turunan dari cos², yang akan memunculkan bentuk seperti sin(2(ωt+φ)). Dalam sistem konservatif, ini terkait langsung dengan daya atau laju pertukaran antara energi potensial dan kinetik. Turunan bentuk kita, dengan faktor dan tanda yang sesuai, dapat merepresentasikan percepatan dalam sistem seperti itu, di mana gaya pemulih tidak lagi linier terhadap perpindahan tetapi memiliki komponen harmonik kedua yang dominan.

Hubungan dengan Energi dalam Sistem Osilator

  • Komponen cos²x dapat diasosiasikan dengan bagian energi potensial yang bergantung pada kuadrat dari koordinat posisi dalam suatu arah (misalnya, arah horizontal).
  • Komponen sin²x dapat diasosiasikan dengan bagian energi potensial yang bergantung pada kuadrat dari koordinat posisi dalam arah tegak lurus, atau dalam konteks lain, dapat dikaitkan dengan energi yang tersimpan dalam mode berbeda.
  • Selisih cos²x - sin²x kemudian merepresentasikan ketimpangan atau dominansi penyimpanan energi dalam satu mode dibandingkan mode lainnya. Turunannya menunjukkan seberapa cepat ketimpangan energi ini berubah.
  • Nilai nol dari turunan ( -cos(2x)=0) menandai momen ketika kedua mode menyimpan energi dalam jumlah yang sama secara instan, atau ketika laju pertukaran energi antara kedua bentuk potensial ini mencapai ekstrem.

Profil Percepatan dan Interpretasi Insinyur

Jika posisi suatu objek dimodelkan terkait dengan fungsi yang turunannya berbentuk ini, maka percepatannya (turunan kedua dari posisi) akan sebanding dengan turunan dari -cos(2x), yaitu 2 sin(2x). Profil percepatan ini memiliki amplitudo dua kali lipat dan bergeser fase 90 derajat dibandingkan dengan bentuk turunan pertama. Seorang insinyur yang melihat nol dari turunan pertama ( -cos(2x)=0) akan menginterpretasikannya sebagai titik di mana kecepatan sesaat sistem mencapai nilai maksimum atau minimum lokal (titik stasioner untuk kecepatan), atau titik di mana gaya total pada sistem berubah arah untuk komponen tertentu.

Dalam konteks optimasi, titik-titik ini mungkin menjadi target operasi untuk efisiensi atau titik yang perlu dihindari karena resonansi.

Pemetaan Fase Osilasi dengan Nilai Turunan, Turunan f(x): -(cos²x - sin²x)

Fase (x) dalam radian Nilai f'(x) = -cos(2x) Interpretasi Fisik (Contoh: Laju Perubahan Energi) Kondisi Sistem
0 -1 Laju penurunan dominansi mode cosinus terhadap mode sinus maksimal (negatif). Energi hampir seluruhnya tersimpan dalam mode “cosinus”.
π/4 0 Tidak ada perubahan bersih dalam dominansi energi antara kedua mode. Energi terbagi sama rata antara kedua mode (titik setimbang instan).
π/2 1 Laju peningkatan dominansi mode sinus maksimal (positif). Energi hampir seluruhnya tersimpan dalam mode “sinus”.
3π/4 0 Tidak ada perubahan bersih dalam dominansi energi antara kedua mode. Energi terbagi sama rata antara kedua mode (titik setimbang instan).
π -1 Laju penurunan dominansi mode cosinus terhadap mode sinus maksimal (negatif). Sama seperti fase 0, mengawali siklus baru.

Transformasi Ekspresi menjadi Bentuk Alternatif untuk Optimasi Komputasi

Dalam komputasi, baik untuk simulasi numerik, pemrograman embedded, atau software matematika, bentuk ekspresi yang kita gunakan dapat berdampak besar pada kecepatan, akurasi, dan kompleksitas kode. Bentuk turunan -(cos²x - sin²x) menawarkan beberapa alternatif yang masing-masing memiliki keunggulan dalam konteks berbeda. Memilih bentuk yang tepat adalah langkah penting dalam optimasi, mirip seperti memilih alat yang tepat untuk suatu pekerjaan.

Bentuk -cos(2x) umumnya paling efisien secara komputasi. Ia hanya memerlukan satu pemanggilan fungsi trigonometri (cos) dengan satu perkalian (2*x). Sebaliknya, bentuk -(cos²x - sin²x) memerlukan dua pemanggilan fungsi (cos dan sin), dua operasi kuadrat, satu pengurangan, dan satu operasi negasi. Dalam loop yang berjalan jutaan kali, perbedaan ini signifikan. Bentuk sin²x - cos²x mungkin berguna untuk menghindari tanda kurung atau jika ada alasan spesifik untuk menghitung sin² dan cos² terlebih dahulu.

Dari segi akurasi numerik, menggunakan -cos(2x) cenderung mengurangi potensi kesalahan pembulatan karena melibatkan lebih sedikit operasi aritmatika.

Perbandingan Perhitungan Numerik di Titik x=0.1 radian

Bentuk Turunan Langkah Perhitungan Hasil (approx.) Efisiensi & Potensi Kesalahan
-(cos²x – sin²x) cos(0.1)≈0.995004, kuadrat≈0.990033; sin(0.1)≈0.099833, kuadrat≈0.009967; selisih=0.980066; negasi = -0.980066 -0.980066 6 operasi (2 trig, 2 kuadrat, 1 kurang, 1 neg). Rentan terhadap error pembulatan ganda.
sin²x – cos²x Hitung seperti di atas, langsung hasilkan 0.009967 – 0.990033 = -0.980066 -0.980066 Sama dengan di atas, hanya urutan pengurangan yang berbeda.
-cos(2x) 2x = 0.2; cos(0.2) ≈ 0.980067; negasi = -0.980067 -0.980067 3 operasi (1 perkalian, 1 trig, 1 neg). Lebih cepat, lebih sedikit pembulatan.

Perbedaan kecil pada digit terakhir (-0.980066 vs -0.980067) mengilustrasikan bagaimana akumulasi kesalahan pembulatan dapat terjadi pada bentuk yang lebih rumit.

Teknik Penyederhanaan Sebelum Integrasi

Sebelum melakukan integrasi numerik atau simbolik, selalu pertimbangkan untuk menyederhanakan ekspresi integran. Untuk ∫ -(cos²x – sin²x) dx, langkah kuncinya adalah mengenali identitas: Ganti integran dengan -cos(2x). Integrasi kemudian menjadi trivial: ∫ -cos(2x) dx = -½ sin(2x) + C. Ini jauh lebih efisien daripada mengintegralkan cos²x dan sin²x secara terpisah yang memerlukan rumus setara atau integrasi parsial.

Pemilihan Bentuk untuk Konteks Spesifik

Bentuk -cos(2x) sangat disukai dalam kalkulasi numerik umum dan pemrograman microcontroller karena efisiensinya. Dalam konteks integrasi parsial yang melibatkan fungsi lain, sin²x - cos²x terkadang lebih mudah dipasangkan dengan turunan dari fungsi lainnya. Untuk ekspansi deret Fourier, -cos(2x) sudah merupakan suku Fourier tunggal, sehingga langsung memberikan koefisiennya. Sementara bentuk awal -(cos²x - sin²x) mungkin lebih informatif dalam analisis teoritis untuk menunjukkan asal-usul ekspresi dari operasi aljabar pada fungsi dasar.

Dalam pemrograman, jika perpustakaan matematika khusus sangat optimalkan untuk menghitung cos² dan sin² secara langsung (jarang terjadi), maka bentuk awal bisa jadi kompetitif, namun dalam praktiknya, bentuk sudut ganda hampir selalu unggul.

Ringkasan Penutup: Turunan f(x): -(cos²x - sin²x)

Jadi, ekspresi turunan -(cos²x – sin²x) jauh lebih dari sekadar soal teknik kalkulus. Ia adalah sebuah portal yang menghubungkan dunia aljabar, geometri, dan fisika dalam satu kesatuan yang padu. Dari identitas tersembunyi yang mengungkap cos(2x), interpretasi geometris pada kuadran lingkaran, hingga aplikasinya dalam memodelkan sistem osilasi, setiap lapisan analisis memberikan pemahaman yang lebih dalam. Menguasai transformasi dan makna di balik bentuk ini bukan cuma mempertajam skill matematika, tapi juga melatih cara pandang dalam menyederhanakan kompleksitas menjadi insight yang powerful dan aplikatif.

Panduan FAQ

Apakah fungsi asli f(x) bisa diketahui dari turunan ini?

Ya, dengan mengintegralkan. Bentuk -cos(2x) lebih mudah diintegralkan, menghasilkan f(x) = -½ sin(2x) + C. Bentuk alternatifnya bisa juga ditulis f(x) = sin x cos x + C.

Mengapa bentuk -cos(2x) sering lebih disukai daripada bentuk awalnya?

Bentuk -cos(2x) lebih sederhana untuk dihitung nilai numeriknya, dibedakan, atau diintegralkan karena hanya melibatkan satu fungsi trigonometri, sehingga mengurangi risiko kesalahan aljabar dan lebih efisien dalam komputasi.

Bagaimana cara cepat menentukan kapan f(x) naik atau turun menggunakan turunan ini?

Analisis tanda -cos(2x). Fungsi f(x) naik ketika -cos(2x) > 0 (artinya cos(2x) < 0), dan turun ketika -cos(2x) < 0 (cos(2x) > 0). Ini lebih cepat daripada menganalisis selisih kuadrat cos²x dan sin²x.

Apakah turunan ini memiliki sifat fungsi genap atau ganjil?

Turunan f'(x) = -cos(2x) adalah fungsi genap, karena -cos(2(-x)) = -cos(-2x) = -cos(2x) = f'(x). Grafiknya simetris terhadap sumbu-y.

Dalam konteks fisika, apa arti fisik dari titik di mana turunan ini bernilai nol?

Nilai turunan nol menandai titik stasioner. Dalam sistem osilasi, ini bisa berkaitan dengan titik di mana laju perubahan energi potensial maksimum atau minimum, atau saat percepatan benda sama dengan nol (misalnya, di titik balik gerakan).

Leave a Comment