5 Soal Cerita FPB Beserta Jawaban Lengkap untuk Kuasai Masalah Sehari-hari

5 Soal Cerita FPB Beserta Jawaban Lengkap hadir sebagai panduan praktis untuk mengatasi kebingungan dalam menyelesaikan masalah matematika yang sering ditemui dalam aktivitas sehari-hari. Konsep Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) ternyata bukan sekadar angka dan perhitungan di atas kertas, melainkan alat ampuh untuk memecahkan teka-teki nyata, seperti membagi kue secara adil, membentuk kelompok belajar yang kompak, atau mengatur barang di gudang dengan efisien tanpa ada yang tersisa.

Melalui pendekatan yang sistematis, koleksi soal cerita ini dirancang untuk melatih pola pikir analitis. Pembahasan dimulai dari cara mengidentifikasi inti persoalan, menerjemahkan cerita menjadi model matematika, hingga menyajikan jawaban akhir yang kontekstual dan mudah dipahami. Dengan variasi konteks dari yang sederhana hingga kompleks, materi ini cocok bagi siswa yang ingin mendalami konsep maupun orang dewasa yang perlu menyegarkan kembali pemahaman matematika praktis.

Pengantar dan Konsep Dasar FPB dalam Soal Cerita: 5 Soal Cerita FPB Beserta Jawaban Lengkap

Dalam matematika, konsep Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) sering kali muncul sebagai solusi elegan untuk masalah sehari-hari yang melibatkan pembagian merata atau pengelompokan identik. Berbeda dengan KPK yang mencari kelipatan bersama, FPB justru berfokus pada pembagi bersama terbesar. Pemahaman ini menjadi kunci untuk membagi sumber daya secara adil tanpa sisa, seperti membagikan permen kepada anak-anak, mengelompokkan peserta didik, atau mengemas produk dalam paket-paket yang seragam.

Mengidentifikasi soal cerita FPB memerlukan ketelitian. Langkah pertama adalah membaca soal dengan saksama untuk menemukan kata kunci seperti “dibagi sama rata”, “dikelompokkan dengan jumlah yang sama”, “ukuran terbesar”, atau “paling banyak”. Kemudian, tentukan bilangan-bilangan apa yang akan dicari FPB-nya. Bilangan-bilangan ini biasanya mewakili jumlah dari masing-masing jenis item yang akan dibagi atau dikelompokkan. Terakhir, pastikan pertanyaan akhir mengarah pada pencarian ukuran kelompok, jumlah paket, atau ukuran satuan terbesar yang mungkin.

Perbandingan Ciri Soal Cerita FPB dan KPK

Membedakan antara soal cerita yang memerlukan FPB dan yang memerlukan KPK adalah langkah kritis. Kesalahan dalam menentukan konsep yang tepat akan berujung pada jawaban yang salah, meskipun perhitungan matematisnya benar. Tabel berikut merangkum perbedaan mendasar antara keduanya.

Aspek Soal Cerita FPB Soal Cerita KPK
Kata Kunci Dibagi sama rata, dikelompokkan, ukuran terbesar, paling banyak, identik. Berulang bersama, bertemu kembali, siklus, periode, setiap berapa kali.
Tujuan Mencari pembagi (ukuran kelompok/jumlah per paket) terbesar. Mencari kelipatan (waktu/jumlah total) terkecil.
Konteks Masalah Pembagian barang, pengelompokan orang/objek, penyederhanaan rasio. Penentuan jadwal, pencarian pola berulang, penambahan berkelipatan.
Sifat Hasil Hasilnya membagi bilangan-bilangan awal secara bulat (tanpa sisa). Hasilnya adalah bilangan yang dapat dibagi oleh bilangan-bilangan awal.

Sebagai ilustrasi, bayangkan seorang panitia acara ingin menghias ruangan dengan rangkaian bunga yang identik. Ia memiliki setumpuk bunga mawar dan setumpuk bunga melati. Untuk membuat rangkaian yang seragam dan tidak ada bunga yang tersisa, ia harus mencari berapa banyak rangkaian terbanyak yang bisa dibuat, di mana setiap rangkaian berisi jumlah mawar dan melati yang sama. Proses mencari jumlah rangkaian terbanyak inilah yang secara matematis disebut mencari FPB dari jumlah bunga mawar dan jumlah bunga melati.

Strategi Pemecahan dan Teknik Penyajian Jawaban

Setelah berhasil mengidentifikasi bahwa suatu soal adalah soal cerita FPB, langkah selanjutnya adalah menerjemahkan narasi menjadi model matematika yang siap diolah. Proses ini membutuhkan konsistensi dan kejelasan dalam penyajian agar jawaban yang diberikan tidak hanya benar secara angka, tetapi juga masuk akal dalam konteks cerita.

Teknik Translasi Soal Cerita ke Model Matematika

Translasi dimulai dengan ekstraksi bilangan. Misalkan soal berbunyi: “Ibu memiliki 24 kue coklat dan 36 kue keju. Kedua jenis kue itu akan dibungkus ke dalam plastik dengan isi yang sama. Berapa bungkus paling banyak yang dapat dibuat?” Bilangan yang diambil adalah 24 dan 36. Pertanyaan “bungkus paling banyak” mengindikasikan pencarian FPB.

Model matematikanya adalah FPB(24, 36). Selanjutnya, kita mencari faktor-faktor dari masing-masing bilangan untuk menemukan faktor persekutuan terbesarnya.

Struktur Penyajian Jawaban yang Lengkap

Penyajian jawaban yang sistematis membantu dalam memeriksa ulang dan memudahkan orang lain memahami alur pikir. Struktur yang disarankan adalah: pertama, tuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan. Kedua, cari faktorisasi prima dari setiap bilangan. Ketiga, tentukan FPB dengan mengalikan faktor prima yang sama dengan pangkat terkecil. Keempat, berikan jawaban akhir dalam kalimat yang sesuai konteks soal.

BACA JUGA  Hitung Rata‑rata Angka 77 91 82 79 74 85 dan Analisisnya

Sebagai contoh, untuk soal kue di atas, langkah pengerjaannya dapat disajikan sebagai berikut: Faktorisasi prima 24 = 2³ × 3, dan 36 = 2² × 3². Faktor prima yang sama adalah 2 dan
3. Pangkat terkecil dari 2 adalah 2², dan pangkat terkecil dari 3 adalah 3¹. Jadi, FPB = 2² × 3 = 4 × 3 =
12. Jawaban akhir: “Jadi, paling banyak dapat dibuat 12 bungkus kue.”

Kesalahan Umum dalam Pengerjaan Soal Cerita FPB

Beberapa kesalahan sering terjadi, terutama ketika siswa belum sepenuhnya memahami konsep. Berikut adalah daftar kesalahan umum beserta cara mengatasinya.

  • Keliru antara FPB dan KPK: Ini adalah kesalahan paling fatal. Solusinya adalah kembali pada tabel perbandingan dan berlatih mengidentifikasi kata kunci dengan cermat.
  • Lupa Menyimpulkan dalam Konteks Soal: Menemukan angka FPB saja belum selesai. Jawaban harus menjelaskan apa arti angka tersebut (misal: 12 bungkus, 5 anak, 8 kelompok).
  • Salah dalam Faktorisasi Prima: Ketelitian dalam membagi bilangan dengan bilangan prima sangat diperlukan. Periksa kembali dengan mengalikan semua faktor untuk mendapatkan bilangan awal.
  • Tidak Memeriksa Kembali: Setelah mendapatkan jawaban, uji dengan membagi bilangan awal dengan hasil FPB. Pastikan tidak ada sisa.

Tips Memeriksa Kebenaran Jawaban

Setelah mendapatkan jawaban akhir dari soal cerita FPB, lakukan pemeriksaan dengan dua cara: (1) Bagilah semua bilangan yang diketahui dalam soal dengan hasil FPB yang kamu temukan. Semua pembagian harus menghasilkan bilangan bulat tanpa sisa. (2) Tanyakan pada dirimu sendiri, “Apakah jawaban ini menjawab pertanyaan dalam soal dengan logis?” Jika jawaban untuk “paling banyak” justru lebih kecil dari jawabanmu, atau jika konteksnya menjadi tidak masuk akal, mungkin ada kesalahan.

Koleksi Soal Cerita FPB dengan Variasi Konteks

Untuk mengasah kemampuan, penting untuk berlatih dengan berbagai konteks soal. Kelima soal berikut dirancang dengan tingkat kesulitan bertingkat, mulai dari yang melibatkan dua bilangan hingga yang membutuhkan penalaran lebih dalam. Setiap soal dilengkapi dengan tabel yang merinci langkah pengerjaannya.

Lima Variasi Soal dan Pembahasan Mendalam

Berikut adalah kumpulan soal yang menggambarkan penerapan FPB dalam situasi berbeda, dilengkapi dengan panduan penyelesaian yang terstruktur.

Soal Langkah Pengerjaan Perhitungan FPB Jawaban Akhir
Seorang petani memetik 48 buah apel dan 64 buah jeruk. Buah-buahan tersebut akan dimasukkan ke dalam keranjang hadiah dengan komposisi jenis buah yang sama setiap keranjangnya. Berapa keranjang terbanyak yang dapat disiapkan?

1. Identifikasi bilangan

48 dan 64.
2. Cari FPB dari kedua bilangan.
3. Artikan FPB sebagai jumlah keranjang.

Menyelesaikan soal cerita FPB, seperti 5 Soal Cerita FPB Beserta Jawaban Lengkap, melatih logika untuk memecahkan masalah nyata. Prinsip fisika, seperti Alasan Kapal Laut Mengapung di Permukaan Air , juga membutuhkan pemahaman konsep mendasar. Kembali ke matematika, latihan soal FPB membuktikan bahwa penguasaan teori adalah kunci untuk menjawab berbagai persoalan, baik dalam hitungan maupun fenomena di sekitar kita.

48 = 2⁴ × 3
64 = 2⁶
FPB = 2⁴ = 16
Keranjang terbanyak yang dapat disiapkan adalah 16 keranjang.
Di sebuah sanggar, terdapat 60 siswa putra dan 72 siswa putri. Mereka akan dibentuk menjadi kelompok latihan tari. Setiap kelompok harus berisi campuran putra dan putri dengan jumlah masing-masing sama di setiap kelompok. Berapa jumlah siswa terbanyak dalam satu kelompok?

1. Bilangan

60 dan 72.
2. FPB adalah jumlah anggota per jenis kelamin dalam satu kelompok.
3. Jumlah total siswa per kelompok = (FPB dari putra) + (FPB dari putri).

60 = 2² × 3 × 5
72 = 2³ × 3²
FPB = 2² × 3 = 12
Setiap kelompok berisi 12 putra dan 12 putri. Jadi, jumlah siswa terbanyak per kelompok adalah 24 siswa.
Seorang pedagang memiliki 120 meter kain batik dan 96 meter kain sutra. Kedua kain akan dipotong-potong menjadi kain contoh dengan panjang yang sama. Berapa meter panjang terbesar setiap potongan kain contoh agar tidak ada kain yang tersisa?

1. Bilangan

120 dan 96.
2. “Panjang terbesar” menunjukkan FPB.
3. FPB mewakili panjang setiap potongan dalam meter.

120 = 2³ × 3 × 5
96 = 2⁵ × 3
FPB = 2³ × 3 = 8 × 3 = 24
Panjang terbesar setiap potongan kain contoh adalah 24 meter.
Sebuah lembaga sosial mendapat donasi 84 buku tulis, 56 pensil, dan 70 penghapus. Barang-barang tersebut akan dibagikan dalam paket yang isinya sama kepada anak-anak kurang mampu. Berapa anak terbanyak yang dapat menerima paket?

1. Bilangan

84, 56, dan 70 (lebih dari dua bilangan).
2. Cari FPB dari ketiganya.
3. FPB mewakili jumlah anak/paket.

Setelah memahami konsep Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) melalui 5 soal cerita beserta jawaban lengkap, penting untuk melihat penerapan logika matematika dalam konteks transformasi geometri. Analisis mendalam mengenai Refleksi dan Rotasi Garis y=2x+1 terhadap y=-x, Cari Persamaan Bayangan ini mengasah ketelitian serupa, di mana pendekatan sistematis menjadi kunci. Kemampuan berpikir terstruktur seperti inilah yang kemudian dapat diaplikasikan kembali untuk menyelesaikan variasi soal cerita FPB yang lebih kompleks dengan presisi tinggi.

84 = 2² × 3 × 7
56 = 2³ × 7
70 = 2 × 5 × 7
FPB = 2 × 7 = 14
Paling banyak ada 14 anak yang dapat menerima paket donasi yang identik.
Rio dan Ria mengikuti les. Rio les setiap 6 hari sekali, Ria setiap 8 hari sekali. Jika hari ini mereka les bersama, berapa hari lagi mereka akan les bersama untuk ketiga kalinya? 1. Hati-hati! “Setiap … hari sekali” dan “bertemu kembali” adalah ciri KPK, bukan FPB.
2. Mencari KPK(6,8) untuk pertemuan berikutnya.
3. Pertemuan ketiga = 3 × KPK.
6 = 2 × 3
8 = 2³
KPK = 2³ × 3 = 24
Pertemuan ketiga = 3 × 24 = 72
Mereka akan les bersama untuk ketiga kalinya 72 hari lagi. (Soal ini dimasukkan sebagai pengingat untuk membedakan FPB dan KPK).
BACA JUGA  Hitung Tambahan Novel Misteri untuk Rasio Drama Misteri 1 1

Ilustrasi Naratif: Membentuk Kelompok Terbesar, 5 Soal Cerita FPB Beserta Jawaban Lengkap

Bayangkan sebuah situasi di perpustakaan sekolah.

Petugas perpustakaan ingin merapikan dua rak buku yang berbeda: rak buku fiksi yang berisi 90 novel dan rak buku non-fiksi yang berisi 126 buku pengetahuan. Untuk memudahkan inventarisasi, ia ingin membuat beberapa kotak penyimpanan sementara. Setiap kotak harus berisi campuran novel dan buku pengetahuan, dengan jumlah novel di setiap kotak sama banyak, dan jumlah buku pengetahuan di setiap kotak juga sama banyak.

Tujuannya adalah menggunakan semua buku tanpa sisa sekaligus membuat jumlah kotak sesedikit mungkin (yang berarti setiap kotak akan berisi buku paling banyak).

Petugas itu kemudian berpikir, “Berapa kotak paling sedikit yang bisa saya buat?” Namun, pertanyaan ini menyesatkan. Logikanya, jika kotaknya sedikit, isi tiap kotak akan sangat banyak. Justru, untuk menemukan ukuran kotak terbesar (isi terbanyak), kita harus mencari berapa banyak kotak yang bisa dibuat. Semakin banyak kotak yang bisa dibuat (dengan syarat isi per jenis sama), maka isi per kotak justru semakin sedikit.

Maka, pertanyaan yang tepat adalah: “Berapa kotak terbanyak yang dapat dibuat?” FPB dari 90 dan 126 akan memberikan jawaban: jumlah kotak terbanyak. Setelah itu, kita bisa menghitung berapa novel dan buku pengetahuan per kotaknya. Inilah kekuatan FPB: menemukan skala pengelompokan terbesar yang mungkin dari sumber daya yang ada.

Eksplorasi Variasi dan Penerapan Lanjutan

Penerapan FPB tidak terbatas pada soal sederhana dengan dua bilangan. Dalam dunia nyata, sering kali kita berhadapan dengan banyak variabel sekaligus. Memahami perluasan konsep ini membuka wawasan tentang utilitas matematika dalam memecahkan masalah yang lebih kompleks.

FPB Lebih dari Dua Bilangan

Prinsip mencari FPB untuk tiga bilangan atau lebih tetap sama: tentukan faktorisasi prima dari semua bilangan, lalu ambil faktor prima yang sama dari semua bilangan tersebut, dan kalikan dengan pangkat terkecil yang muncul. Misalnya, untuk bilangan 18, 24, dan 30. Faktorisasi primanya adalah 18=2×3², 24=2³×3, dan 30=2×3×5. Faktor prima yang sama pada ketiganya adalah 2 dan 3. Pangkat terkecil dari 2 adalah 2¹, dan dari 3 adalah 3¹.

Jadi, FPB(18,24,30) = 2×3 = 6. Konsep ini langsung diterapkan dalam soal donasi buku tulis, pensil, dan penghapus yang telah dibahas sebelumnya.

Pola dalam Soal Cerita FPB

Setelah mengerjakan banyak soal, pola tertentu akan terlihat. Soal FPB umumnya berkisar pada: (1) Pembentukan kelompok identik dari beberapa jenis objek, (2) Pemotongan benda menjadi bagian-bagian yang sama panjang/ukuran, dan (3) Penyederhanaan rasio ke bentuk paling sederhana. Mengenali pola ini memungkinkan kita untuk cepat merumuskan strategi. Jika soal tentang kelompok, FPB adalah jumlah kelompok. Jika soal tentang potongan, FPB adalah ukuran potongan.

Jika soal tentang rasio, FPB digunakan untuk membagi kedua angka rasio.

Skenario Kompleks Dunia Nyata

Seorang event organizer (EO) merencanakan sebuah seminar besar. Ia menerima 240 goodie bag, 360 botol minuman, dan 480 box makan siang dari sponsor. Untuk memastikan efisiensi dan keadilan, semua peserta harus mendapatkan paket yang persis sama (satu goodie bag, minuman, dan makan siang). Namun, jumlah peserta yang mendaftar belum final. EO tersebut dapat menggunakan konsep FPB untuk mengetahui kapasitas peserta maksimal yang dapat dilayani dengan paket lengkap tanpa membuka atau menyisakan paket.

FPB dari 240, 360, dan 480 adalah 120. Artinya, ia dapat mengkonfirmasi kuota maksimal 120 peserta. Jika peserta hanya 100 orang, ia hanya perlu menyiapkan 100 paket dari masing-masing item, dan sisanya menjadi cadangan. Tanpa perhitungan FPB, bisa terjadi kekurangan satu jenis item untuk peserta tertentu.

Menguasai soal cerita FPB, seperti dalam kumpulan 5 Soal Cerita FPB Beserta Jawaban Lengkap, melatih logika untuk memecahkan masalah nyata. Konsep ini juga muncul dalam survei, misalnya saat menganalisis Persentase pemuda yang suka semua olahraga yang menggunakan irisan himpunan. Pemahaman mendalam tentang FPB dan KPK menjadi kunci untuk menyelesaikan beragam soal matematika kontekstual tersebut dengan tepat dan akurat.

BACA JUGA  FPB 24 36 dan 40 Pilihan Jawaban dan Analisis Lengkap

Keterkaitan FPB dengan Konsep Matematika Lain

Konsep FPB tidak berdiri sendiri. Ia memiliki hubungan yang erat dengan penyederhanaan pecahan. Saat kita menyederhanakan pecahan 24/36 menjadi 2/3, sebenarnya kita sedang membagi pembilang dan penyebut dengan FPB dari 24 dan 36, yaitu 12. Dengan demikian, FPB adalah alat fundamental untuk membawa sebuah pecahan ke dalam bentuk paling sederhana. Selain itu, dalam teori bilangan, FPB juga terkait dengan konsep bilangan prima relatif (dua bilangan yang FPB-nya 1) dan dalam penyelesaian persamaan linear Diophantine, yang memiliki aplikasi dalam kriptografi dan optimasi.

Latihan dan Evaluasi Mandiri

Bagian ini dirancang untuk menguji pemahaman mandiri. Cobalah kerjakan soal-soal berikut tanpa melihat pembahasan terlebih dahulu. Gunakan rubrik evaluasi untuk menilai hasil pekerjaanmu sendiri, dan jawab pertanyaan pemantik untuk merefleksikan proses belajar.

Soal Cerita FPB Format Tantangan

Berikut adalah tiga soal cerita FPB dengan variasi konteks untuk melatih ketelitian dan pemahaman konsep.

  1. Seorang penjahat mendapat pesanan seragam dari dua sekolah. Sekolah A memesan 132 kemeja dan 176 celana. Sekolah B memesan 108 kemeja dan 144 celana. Penjahat itu ingin mengemas setiap set seragam (satu kemeja dan satu celana) dalam plastik yang sama. Untuk masing-masing sekolah, berapa banyak plastik terbanyak yang dapat digunakan agar tidak ada pakaian tersisa? Apakah jumlahnya sama untuk kedua sekolah?
  2. Di sebuah taman, lampu taman kuning menyala setiap 15 detik sekali, lampu biru setiap 20 detik sekali, dan lampu merah setiap 25 detik sekali. Pada detik ke-0, ketiga lampu menyala bersamaan. Setelah berapa menit ketiga lampu akan menyala bersamaan lagi untuk pertama kalinya? (Perhatikan: soal ini memerlukan kejelian membedakan FPB dan KPK).
  3. Sebuah pabrik memproduksi tiga jenis roti. Roti A keluar dari oven setiap 10 menit, roti B setiap 15 menit, dan roti C setiap 25 menit. Jika pada pukul 08.00 ketiga jenis roti keluar bersamaan, pukul berapa mereka akan keluar bersamaan lagi untuk kedua kalinya?

Panduan Evaluasi Jawaban Latihan

Setelah mengerjakan, gunakan panduan ini untuk mengevaluasi jawabanmu. Beri nilai pada diri sendiri berdasarkan ketepatan konsep, ketelitian hitung, dan kelengkapan penyajian.

  • Konsep (Skor 0-4): Apakah soal dikenali sebagai soal FPB atau KPK dengan benar? (Soal 1: FPB, Soal 2 & 3: KPK).
  • Perhitungan (Skor 0-4): Apakah faktorisasi prima dan perhitungan FPB/KPK dilakukan dengan tepat? Hasil akhir angka benar.
  • Kontekstualisasi (Skor 0-2): Apakah jawaban akhir dinyatakan dalam kalimat yang sesuai konteks soal (misal: “… plastik”, “… menit”, “pukul …”)?

Pertanyaan Pemantik Pemahaman Diri

Sebelum melihat kunci jawaban, tanyakan hal-hal berikut pada dirimu sendiri untuk mengecek kedalaman pemahaman.

  • Dari ketiga soal latihan, mana yang benar-benar memerlukan FPB? Mengapa yang lain bukan?
  • Dalam soal nomor 1, apakah kamu mencari dua FPB terpisah atau satu FPB untuk semua bilangan? Mengapa?
  • Setelah mendapatkan angka FPB atau KPK, apakah kamu selalu ingat untuk menguji jawaban dengan membagi bilangan awal?
  • Bisakah kamu membuat satu soal cerita FPB orisinal dengan konteks yang belum pernah dibahas?

Aktivitas Penerapan Prinsip FPB

Cobalah aktivitas sederhana ini untuk melihat FPB dalam aksi. Ambil dua jenis benda yang banyaknya berbeda, misalnya 30 butir kacang merah dan 45 butir kacang hijau, atau 48 buah klip kertas dan 64 buah pensil warna. Tantang dirimu untuk mengelompokkan kedua jenis benda tersebut ke dalam wadah-wadah (gelas, mangkuk, atau kotak) sehingga setiap wadah berisi campuran kedua benda dengan jumlah masing-masing yang sama persis, dan tidak ada benda yang tersisa.

Berapa wadah terbanyak yang bisa kamu buat? Berapa isi masing-masing benda di setiap wadah? Aktivitas konkret ini akan memperkuat pemahaman intuitif tentang konsep “pembagi bersama terbesar”.

Ringkasan Terakhir

5 Soal Cerita FPB Beserta Jawaban Lengkap

Source: tstatic.net

Penguasaan terhadap soal cerita FPB pada akhirnya membuka wawasan bahwa matematika adalah bahasa universal untuk mengatur dan mengoptimalkan dunia di sekitar kita. Latihan-latihan yang telah dibahas bukan hanya tentang menemukan angka terbesar yang membagi, tetapi lebih tentang melatih ketelitian, logika, dan kemampuan memecahkan masalah. Teruslah berlatih dengan variasi soal yang lebih beragam, karena penerapan FPB dalam skenario dunia nyata—seperti perencanaan logistik atau manajemen acara—menunjukkan betapa konsep ini menjadi fondasi dari efisiensi dan keteraturan.

FAQ Terkini

Apakah FPB hanya digunakan untuk membagi dua jenis benda saja?

Tidak. FPB dapat digunakan untuk lebih dari dua bilangan. Soal cerita bisa melibatkan tiga jenis barang atau lebih yang perlu dikelompokkan atau dibagi bersama-sama, seperti membagi permen, buku, dan pensil ke dalam bingkisan hadiah dengan jumlah dan jenis yang sama di setiap bingkisan.

Bagaimana membedakan dengan cepat apakah soal cerita membutuhkan FPB atau KPK?

Perhatikan kata kuncinya. Soal cerita FPB biasanya mencari jumlah “kelompok terbesar”, “ukuran kotak terbesar”, atau pembagian yang “sama rata tanpa sisa”. Sementara soal KPK mencari “waktu bertemu kembali”, “kelipatan persekutuan terkecil”, atau kejadian yang berulang.

Apakah jawaban akhir soal cerita FPB selalu berupa angka FPB itu sendiri?

Tidak selalu. Seringkali, angka FPB adalah alat untuk menemukan jawaban kontekstual. Misalnya, FPB dari 12 dan 18 adalah 6, tetapi jawaban akhir soal bisa “jumlah kelompok yang terbentuk adalah 6” atau “setiap kelompok akan berisi 2 permen dan 3 coklat”.

Bagaimana jika dalam soal cerita terdapat sisa setelah menghitung FPB?

Jika ada sisa setelah melakukan pembagian menggunakan FPB, kemungkinan besar pendekatan yang digunakan kurang tepat atau soal tersebut bukan murni soal FPB. Soal cerita FPB klasik dirancang untuk pembagian yang habis (tanpa sisa) untuk semua bilangan yang terlibat.

Leave a Comment